(jama`ah) besar Ar-Raniry yang bersatu dalam keberagaman (unity in diversity) semakin nampak nyata terutama dalam interaksi antar personal di lingkup civitas akademikanya.
Lazimnya, dalam perjalanan usia hingga mencapai usia emas ini, beragam pengalaman telah dirasakan dengan susah maupun senang. Demikian juga dengan tantangan dan peluang telah dilalui dengan beragam konsekuensi dan pengorbanan. Kelemahan-kelemahan telah terinstrospeksi bersama dan manakala ada prestasi yang berhasil digapai sebaiknya dirayakan secara berjama`ah pula. Ibarat kata pepatah; “berat sama dipikul, ringan sama dijinjing”, adagium ini diharapkan terbukti secara kasat mata dalam pelaksanaan peran masing-masing dari civitas akademika Ar-Raniry. Apreasiasi mesti diberikan terhadap siapa saja yang telah ikut serta memberi andil dalam memperbesar institusi ini sehingga sampai pada pintu gerbang seperti sekarang. Sekecil apapun peran serta seseorang tetap saja disugukan apresiasi yang layak, dan bagian buruknya jangan dicerca, apalagi dimaki-maki. Kecatatan atau kelemahan yang ada pada individu-individu di almamater Ar-Raniry hendaknya ditutupi, diberi maaf dan disempurnakan bersama. Sehingga konsolidasi (ishlah) lebih dominan kelihatan ketimbang keterpecahan (friksi). Bagaimanapun kekuatan (power) atau marwah kelembagaan Ar-Raniry ada pada jama`ahnya, bukan pada orang per orang.
Di samping memperhatikan dan membangun konsolidasi internal, idealnya pada usia emas ini, satu momentum besar diharapkan lahir untuk menandakan kegermelapan usia yang telah digapai ini. Harapan dan mimpi besar yang telah lama terpendam, dan telah diperjuangkan secara estafet dari satu periode kepemimpinan ke periode kepempimpinan berikutnya
sangat ditunggu kehadirannya. Cita-cita bersama itu boleh dalam bentuk apa saja, asalkan dapat menghantarkan institusi keilmuan tinggi ini pada posisinya yang bermartabat. Bukan sekedar kemegahan ornamental melainkan kemajuan substansial. Salah satunya adalah lahirnya status baru bagi lembaga pendidikan tinggi ini, dari institut menjadi universitas, dari IAIN Ar-Raniry menjadi UIN Ar-Raniry. Dengan status yang baru nanti, diharapkan ladang amalah dan keilmuan di Ar-Raniry menjadi lebih luas sehingga membuka peluang yang lebih besar bagi siapapun untuk ikut mengisi shaf berjama`ah di kampus ini guna ikut serta dalam membangun peradaban Aceh, Indonesia dan dunia tentunya.
Gegap gembita dalam merayakan usianya yang ke-50 ini, dalam beberapa hari terakhir ini jelas telah terlihat geliatnya. Kampus UIN Ar-Raniry yang terletak di Kopelma Darussalam kota Banda Aceh itu kelihatan cukup sibuk dengan sejumlah event-event besar, ada yang berskala nasional dan juga berskala internasional. Beragam kegiatan dalam rangka menyemarakkan moment penting ini telah mulai dilaksanakan beberapa bulan sebelumnya dan hingga kini masih berlangsung. Diantara perhelatan yang digelar adalah berupa rutinitas ilmiah seperti seminar nasional dan internasional, review buku dosen, lomba penulisan karya ilmiah dosen (LKTI) tingkat nasional, dan penulisan buku dosen. Sedangkan kegiatan lain seumpama turnamen olah raga, seperti turnamen sepak bola yang memperebutkan piala rektor. Dan masih banyak ajang lain yang masih akan berlangsung hingga hari puncak miladnya (diesnatalis) nanti, 5 Oktober 2013.
Tidak itu saja, masih dalam suasana menyambut usia emas ini, lingkungan kampus juga terus ditata, diperindah dengan taman-taman yang asri, penghijauan dengan berbagai jenis pohon dan bunga. Penataan ini turut
mengadaptasikan dengan gedung barunya nan megah, areal nan hijau lagi bersih, lingkungan kampus yang nyaman bagi penghuninya. Sehingga diharapkan para insan kampus merasa betah dan mau berlama-lama berada di rumahnya ini dengan mengisi waktu dengan membaca dan menulis di perpustakaan yang dibuka dari pagi hingga malam hari, berdiskusi di taman, di atas rumputnya yang hijau. Mengikuti kuliah dan membedah berbagai teori serta konsep ilmu pengetahuan, atau melakukan penelitian di laboratorium sains. Mengikuti seminar atau membedah buku dan jurnal ilmiah terbitan terbaru yang diakses dari dunia maya melalui fasilitas wify gratis. Dengan berbagai kesibukan dan kegaduhan akademis ini, mahasiswa dan dosen tidak lagi menghabiskan sebagian besar waktunya di kantin jami`ah atau fakultas masing-masing.
Keterpaduan keindahan moral,spiritual, mental atau sikap dari insan akademis dan kemolekan fisik rumah besar Ar-Raniry serta kesyahduan lingkungan inilah harus cepat terwujud secara padu. Apalah artinya jika hanya kemegahan gedung, penataan lingkungan dan perubahan satus saja yang dibangga-banggakan, sementara hubungan antar personal rapuh dan mental-spritual civitas akademikanya dipertanyakan. Kalau demikian keadaannya, maka usia emas akan bernilai perunggu, usia dewasa tetapi bernilai selevel dengan kanak-kanak, sungguh memalukan dalam pencapaian semacam ini. Kalau orang-orang yang merasa diri sudah dewasa masih bersikap dan berfikir bukan pada level usianya, lalu siapa dan bagaimana tugas mendewasakan mahasiswa sebagai amanah yang secara lantang dan berani diterima dari orang tua mereka. Untuk itu di usia emas ini, nilai emaslah yang wajib dtampilkan di depan diri dosen, di depan kolega, di depan mahasiswa, di depan masyarakat dan seluruh stakeholder yang telah mempercayakan
Ar-Raniry ini untuk menghantar masa depan mereka yang lebih baik kelak.
Harapan masih cukup besar, tantangan masih cukup berat. Usia emas tentu dan mesti diikuti dengan kualitas emas. Apa yang segera dikejar oleh Ar-Raniry sekarang? Diantaranya adalah peningkatan kualitas, kemampuan, kompetensi isi, proses dan hasil serta aspek pendukung lainnya. Supaya tidak jago kandang, Ar-Raniry juga memikirkan reputasi di dunia luar, seperti mengadaptasikan diri dengan perguruan tinggi lainnya yang telah maju. Menjadi barometer perkembangan pembelajaran, penelitian, dan kerja-kerja sosial yang diselenggarakan kaum Muslim di Aceh dan Indonesia. Pengembangan Ar-Raniry di masa yang akan datang diarahkan untuk membangun jaringan kerjasama dengan universitas-universitas maju. Jaringan kersajama itu dirancang dalam berbagai tingkatan, baik pembelajaran dalam bentuk pertukaran mahasiswa (exchange students), penelitian, dan program-program pengabdian masyarakat (sosial services). Pada saat bersamaan pembangunan jaringan itu diharapkan dapat memberikan manfaat berupa pengakuan dunia internasional terhadap UIN Ar-Raniry Banda Aceh sebagai salah satu universitas berkualitas mumpuni. Untuk meraih mimpi besar ini, semua komponen dan segenap civitas akademika mulai dari tingkat yang tertinggi sampai yang paling rendah bersatu padu menancapkan komitmennya untuk memajukan lembaga ini. Para pimpinan, karyawan, dosen, mahasiswa hingga alumni serta stakeholder memiliki niat dan kemauan yang sama besar bersinergi untuk menggerakkan Ar-Raniry, tentu dengan porsi tugas dan tanggungjawab yang berbeda tetapi tujuan yang sama. Selamat ulang tahun emas kepada almamater kami, IAIN Ar-Raniry (status lama) atau UIN Ar-Raniry (status yang baru), insya Allah.