• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV- 1 4.1. Supply Chain pada UMKM Noerlen

5.8. Usulan Perbaikan Untuk Peningkatan Indikator Kinerja

Secara keseluruhan terdapat 5 KPI yang memiliki indikator bewarna merah yang artinya KPI berada di bawah target, dan diperlukan upaya perbaikan.

Dari kelima KPI tersebut terdapat 4 KPI pada proses plan yaitu pelatihan dan edukasi, audit internal, kaji ulang manajemen dan pertemuan dengan pelanggan.

Perbaikan indikator kinerja pelatihan dan edukasi dapat dilakukan pemilik UMKM dengan membuat rencana jadwal pelatihan internal untuk pekerja minimal setahun sekali sehingga pekerja mendapatkan pengetahuan materi HAS 23000 dan selalu menumbuhkan kesadaran bagi semua pihak yang terlibat dalam semua aktivitas dalam menerapkan sistem jaminan halal.

Perbaikan untuk indikator audit internal dapat dilakukan pemilik UMKM dengan membuat rencana pelaksanaan audit internal setidaknya enam bulan sekali sesuai dengan HAS 23000. Perbaikan untuk indikator kaji ulang manajemen dapat dilakukan dengan merencanakan rapat pimpinan dengan tim manajemen halal yang dilakukan setidaknya satu tahun sekali. Perbaikan indikator kinerja pertemuan dengan pelanggan dapat dilakukan pemilik UMKM dengan membuat rencana jadwal pertemuan dengan retailer. Pertemuan dapat dilakukan 6 bulan sekali, sehingga UMKM dapat mengetahui hal-hal yang menjadi keluhan pelanggan terhadap sirup yang diproduksi.

Selanjutnya KPI yang bewarna merah pada proses return yaitu waktu untuk mengatasi complaint. Untuk mengatasi complaint dapat dilakukan dengan memperbaiki kualitas kemasan botol plastik yang berbahan lebih tebal agar lebih aman.

Perbaikan juga dapat dilakukan pada KPI yang bewarna kuning pada proses source yaitu lead time bahan. Perbaikan indikator lead time bahan dapat dilakukan dengan melakukan penjemputan bahan secara langsung sehingga tidak perlu menunggu selama 24 jam jika terjadi kekurangan bahan.

Selanjutnya untuk KPI yang bewarna kuning pada proses return yaitu jumlah keluhan dari costumer. Memperbaiki jumlah keluhan dari costumer dapat dilakukan dengan menjaga kualitas pengemasan agar selalu aman dan menggunakan bahan pengemasan berkualitas lebih baik.

Peningkatan skor untuk KPI yang bewarna hijau pada proses make yaitu waktu pembuatan produk dapat dilakukan dengan perubahan pada proses pemotongan ujung buah markisa. Kondisi aktual di UMKM Noerlen pada proses pemotongan ujung buah markisa masih menggunakan alat pemotong manual sehingga dapat diberi usulan untuk penggunaan mesin semi otomatis. Penggunaan mesin pada proses pemotongan tersebut dapat mempersingkat waktu pembuatan produk sehingga menjadi lebih efektif dan efisien.

Selanjutnya skor untuk KPI yang bewarna hijau pada proses deliver yaitu lead time pengiriman produk jadi dapat ditingkatkan dengan mengurangi lead time pengiriman produk. Penjadwalan pengiriman yang lebih baik dan pemilihan kargo yang lebih tepat dapat menjadi pilihan untuk mengurangi lead time pengiriman produk jadi.

Dikarenakan kondisi UMKM Noerlen yang telah memiliki sertifikat halal, maka disarankan untuk UMKM dapat melakukan upaya perbaikan terhadap indikator yang berkaitan dengan sistem jaminan halal, yaitu: Konsisten dalam

implementasi kebijakan halal. Diharapkan UMKM Noerlen dapat melakukan perencanaan perpanjangan sertifikasi halal tiga bulan sebelum masa berlaku sertifikat halal MUI berakhir.

Selanjutnya peningakatan peran tim manajemen halal. Diharapkan agar tim manajemen halal dapat mengikuti lebih banyak pelatihan dan edukasi untuk dapat meningkatkan wawasan mengenai sistem jaminan produk halal dan melakukan seluruh tugas terkait sistem jaminan halal yang menjadi tanggung jawabnya.

Pengukuran kinerja suatu usaha dapat dilakukan menggunakan berbagai indikator yang dianggap berperan atau berpengaruh terhadap kinerja usaha tersebut. Secara umum indikator yang sering digunakan dalam mengukur kinerja usaha adalah indikator yang terkait dengan finansial maupun operasional perusahaan tersebut.

Bagi usaha yang menghasilkan produk halal, terlebih yang telah bersertifikat halal, pengukuran kinerja perlu dilakukan menggunakan indikator halal.

Pengukuran kinerja menggunakan indikator halal dapat membantu usaha dalam mengevaluasi proses peroduksi halal yang diterapkannya dan meyakinkan konsumen akan kualitas produk tersebut. Hal ini juga berperan untuk selalu menjaga konsistensi produk halal yang dihasilkan usaha tersebut. Berbeda dari pengukuran kinerja konvensional yang tidak membahas indikator halal maupun analisis indikator halal, maka perusahaan tidak mengetahui sebaik apa penerapan proses produksi halal di perusahaannya.

Dengan menggunakan indikator halal pada pengukuran kinerja dapat memudahkan UMKM untuk menjaga kualitas produk sesuai sertifikasi halal dan

secara bersamaan dapat mengukur kinerja UMKM tersebut sehingga dapat dilakukan perbaikan ataupun peningkatan kualitas produksi UMKM secara lebih efektif dan efisien.

VI-1 6.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian kinerja pada UMKM Noerlen dengan menggunakan metode SCOR dan AHP, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:

1. Dari hasil pengukuran dengan metode SCOR diperoleh kinerja akhir UMKM Noerlen sebesar 75,25 yang mengindikasikan kinerja UMKM berada dalam kategori good. Terdapat 5 KPI yang memiliki indikator bewarna merah yaitu rencana pelatihan dan edukasi, rencana audit internal, rencana kaji ulang manajemen, pertemuan dengan pelanggan, dan waktu untuk mengatasi complaint.

2. Usulan perbaikan untuk UMKM Noerlen untuk memperbaiki indikator yang berwarna merah yaitu:

a. Membuat rencana jadwal pelatihan internal untuk pekerja minimal setahun sekali.

b. Membuat rencana pelaksanaan audit internal setidaknya enam bulan sekali sesuai dengan HAS 23000.

c. Merencanakan rapat pimpinan dengan tim manajemen halal setidaknya satu tahun sekali.

d. Membuat rencana jadwal pertemuan dengan retailer minimal enam bulan sekali.

e. Memperbaiki kualitas kemasan botol plastik yang berbahan lebih tebal agar lebih aman.

6.2. Saran

Saran yang dapat diberikan untuk UMKM Noerlen, sebaiknya pengukuran kinerja UMKM dapat dilakukan secara berkala sehingga dapat diketahui indikator mana yang harus diperbaiki.

Pasok Halal Studi Kasus Indonesia. Jurnal Teknik Industri, Vol 15, No 3.

Akmal, Rahmat. 2018. Perancangan Dan Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Dengan Metode SCOR Dan AHP Di PT. BSI INDONESIA. Jurnal Industri Kreatif, Vol.2.

Ambali, A. R., & Bakar, A. N. 2014. People's Awareness on Halal Foods and Products: Potential Issues for Policy-makers. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 121, 3-25.

Ambarwati, S., & Widyastuti, S. 2018. Pengabdian Kepada Masyarakat Pelatian Optimalisasi Biaya Pemasaran untuk Menbentuk Model Pengelolaan Biaya Pemasaran yang Efektif. In Universitas Pasundan (Ed.), Seminar Nasional Hasil PKM LPM Universitas Pasundan (pp. 1007–1018).

Bandung: Universitas Pasundan.

Chotimah, R. R., Purwanggono, B., & Susanty, A. 2018. Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Menggunakan Metode SCOR dan AHP Pada Unit Pengantongan Pupuk Urea PT. Dwimatama Multikarsa Semarang.

Industrial Engineering Online Journal, 6(4).

Dadang Surjasa, dkk. 2017. Pengukuran Kinerja Supply Chain CV. X Berdasarkan Lima Proses Inti Model Supply Chain Operation Reference (SCOR)

Danang. 2021. Pengukuran Kinerja Supply Chain Management Menggunakan Pendekatan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) pada IKM Kerupuk Subur. Jurnal Penelitian dan Aplikasi Sistem, Vol XV, No.1.

Dwi Prasetya, Anggit. dkk. 2019. Kinerja Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain Management) Keripik Kentang di Industri Kecil Kota Batu.

Malang: Universitas Brawijaya.

Giyanti, I., & Indrasari, A. 2018. Efisiensi Relatif UKM Sarung Goyor Mengunakan Integrasi Fuzzy dan Data Envelopment Analysis (DEA).

Jurnal Ilmiah Teknik Industri (JITI), 17(1), 83–90.

Giyanti, I., & Indriastiningsih, E. 2019. Pemetaan UKM Kuliner Kota Surakarta Berdasarkan Status Sertifikasi Halal. Jurnal Teknologi, 11(2), 87–91.

Giyanti, I., Suparti, E., & Sutopo, W. 2019. Predicting Online Search Intention for Validating Product Halalness Status. Proceedings of the International Conference on Industrial Engineering and Operations Management, 3571–3581. Bangkok.

Haizer, J. & Render, B. 2014. Operation Management Sustinability and Supply Chain Management. London: Pearson England.

Harwati. dkk. 2019. Halal Criteria in Supply Chain Operation Reference (SCOR) for Performance Measurement: A Case Study. Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.

Husna Nafiatul, F. 2018. Pengukuran Performansi Halal Supply ChainManagement Menggunakan Pendekatan Supply Chain OperationReference Pada CV. Putra Mina (Mina Swalayan).

Yogyakarta:Universitas Islam Indonesia).

Inayati Nasrudin, dkk. 2019. Pengukuran Kinerja Supply Chain KPBS Pangalengan dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk Meningkatkan Produktivitas.

Irsan, M. 2015. Rancang Bangun Aplikasi Mobile Notifikasi Berbasis Android Untuk Mendukung Kinerja Di Instansi Pemerintahan. JustIN (Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi), 3(1), 115-120.

Isnaeni, A. 2020. Implementasi Halal Supply Chain Management pada Industri Pengolahan Makanan (Studi Kasus: Restoran Taman Pringsewu Yogyakarta). ISO 690.

Performa: Media Ilmiah Teknik Industri, 19 (2).

Kusrini, E., Qurtubi, Q., & Fathoni, N. H. 2018. Design Performance Measurement Model For Retail Services Using Halal Supply Chain Operation Reference (SCOR): A Case Study in a Retail in Indonesia.

Journal of Advanced Management Science Vol, 6(4).

Lestari, F., & Azwar, B. 2019. Strategi Rnatai Pasok Halal di Malaysia (Proses Bisnis di Malaysia. Pekanbaru: Kreasi Edukasi.

Mix Editor. 2017. Kebangkitan Pasar Muslim Indonesia. [Majalah]. Mix:

Marketing & Communication 06/XIV 20 Juni 2017 t 18 Juli 2017.

Moeheriono. 2012. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Mutaqin & Sutandi. 2021. Pengukuran Kinerja Supply Chain Dengan Pendekatan Metode Scor (Supply Chain Operations Reference) Studi Kasus Di PT XYZ. Jurnal Logistik Indonesia, Vol. 5.

Nasrudin, Inayati, dkk. 2019. Pengukuran Kinerja Supply Chain KPBS Pangalengan dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) untuk Meningkatkan Produktivitas

Natalia, Christine. 2015. Penerapan Model Green SCOR untuk Pengukuran Kinerja Green Supply Chain. Jurnal Metris, Hal. 97- 106.

Ngah & Zainuddin. 2014. Barriers And Enablers In Adopting Halal Transportation Services: A Study Of Malaysian Halal Manufacturers.

International Journal of Bussines And Management, Vol. 2.

Ningrum, N. 2017. Pengaruh Penggunaan Metode Berbasis Pemecahan Masalah (Problem Solving) Terhadap Hasil Belajar Ekonomi Siswa Kelas X Semester Genap Man 1 Metro Tahun Pelajaran 2016/2017. Promosi:

Jurnal Program Studi Pendidikan Ekonomi, 5(2).

Majalah Ekonomi, 24(1411–9501), 49– 58.

Nurdin, N., Novia, N., Rahman, A., & Suhada, R. 2019. Potensi Industri Produk Makanan Halal Di Kota Palu. Jurnal Ilmu Ekonomi dan Bisnis Islam, 1(1), 1-12.

Nurhasannah, Munandar, dkk. 2017. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat Beli Produk Makanan Olahan Halal pada Konsumen. Jurnal Manajemen

& Organisasi, VOl 3.

Padillah, H., Chrisnanto, Y. H., & Wahana, A. 2016. Model Supply Chain Operation Reference (Scor) dan Analytic Hierarchy Process (AHP) Untuk Sistem Pengukuran Kinerja Supply Chain Management. Prosiding SNST Fakultas Teknik, 1(1).

Paul, John. 2014. Transformasi Rantai Suplai dengan Model SCOR. Jakarta:

PPM.

Pearce & Robinson. 2008. Manajemen Strategis. Jakarta: Salemba Empat.

Perdana, Y. R., 2014. Perbaiakan Kinerja dengan Pendekatan Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan analytical hierarchy process (AHP).

Yogyakarta, s.n.

Prima, E. A. A., & Simanjuntak, P. 2021. Aplikasi Chatbot Informasi Lokasi Wisata dan Kuliner Kota Batam. Computer and Science Industrial Engineering (COMASIE), 5(3), 65-74.

Pujawan, I. N. & Er, Mahendrawathi. 2017. Supply Chain Mnagement (1st ed.).

Yogyakarta: Andi.

Putri, I. W. K. & Surjasa, D. 2018. Pengukuran Kinerja Supply Chain Management Menggunakan Metode SCOR (Supply Chain Operation References), AHP (Analytical Hierarchy Process) dan OMAX (Objective Matrix) di PT. X. Jurnal Ilmiah Teknik Industri. 8(1), 43-53.

MATEC Web of Conferences 135, 00040 (2017) ICME’17, Hal 1-9.

Ruky, Achmad S. 2001. Sistem Manajemen Kinerja. Jakarta: PT Gramedia.

Setiawan, Aji. dkk. 2020. Pengukuran Kinerja dengan Metode Supply Chain Operation Reference (SCOR) (Studi Kasus PT. XYZ). Jurnal Manajemen Industri, Vol 1, no 1.

Sinulingga, Sukaria. 2015. Metode Penelitian Edisi 3. Medan: USU Press.

Tieman, M., van der Vorst, J. G. A. J., dan Ghazali, M. C., 2012, Principles of Halal Supply Chain Management, Journal of Islamic Marketing, 3(3), 217–243, doi: 10.1108/17590831211259727.

Tri Wigati, Dhaniya. dkk. 2017. Pengukuran Kinerja Supply Chain Operation Reference (SCOR) Berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP).

Journal Industrial Servicess, Vol 3, no 3.

Ulfa. 2015. Analisis Pengukuran Kinerja Karyawan Dengan Metode Human Resources Scorecard Di Bmt Logam Mulia. Jurnal Ekonomi Syariah, Vol. 3.

Uta ri, Lis. 2016. Penentuan Toko Buku Gramedia Terfavorit Pilihan Mahasiswa di Bogor dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Bogor:

Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Binaniaga.

Wahyuniardi, Rizki. dkk. 2017. Pengukuran Kinerja Supply Chain dengan Pendekatan Supply Chain Operation References (SCOR). Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol 16, no 2

Witanti, W., & Hadiana, A. I. 2016. Pengukuran Kinerja pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan Balanced Scorecard (BSC). Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA), 6(2).

LAMPIRAN

n 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 RI 0,00 0,00 0,58 0,90 1,12 1,24 1,32 1,41 1,45 1,49

Consistency Ratio (CR)

CR ≤ 0,1 Konsisten

0,1< CR ≤ 0,15 Agak Konsisten

CR > 0,15 Tidak Konsisten

Sumber: Utari, Lis. 2016. Penentuan Toko Buku Gramedia Ter Favorit Pilihan Mahasiswa Di Bogor Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process ). Jurnal STIKB.

Saya yang bertandatangan di bawah ini,

Nama : Nita Vivi Aurelia Siregar NIM : 170403141

Alamat Rumah : Jl. TVRI No. 49 Pematangsiantar

Alamat Orang Tua/Wali : Jl. TVRI No. 49 Pematangsiantar Telp/HP: 082277744170 Bidang Keilmuan : Manajemen Sains

dengan ini memohon kepada Ketua Departemen Teknik Industri agar memberikan izin untuk pelaksanaan Tugas Sarjana kepada saya.

Sebagai bahan pertimbangan kepada Bapak/Ibu di sini saya lampirkan hal-hal berikut : 1. Photo copy kwintansi pembayaran SPP TA. 2020/2021 Semester 8

2. Photo copy Surat Puas Kerja Praktek (KP), dengan:

Judul KP : _____________________________________________________________________________________

______________________________________________________________________________________

3. Mata Kuliah Pilihan :

1. ___________________________________________ 4. _______________________

2. ___________________________________________

3. ___________________________________________

3. Adapun Topik Tugas Sarjana yang saya usulkan adalah :

___________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________

_____________________________________________________________________________________________________

Dengan alternative Dosen Pembimbing I : 1. ____________________________

2. ____________________________

3. ____________________________

Dosen Pembimbing II : 1. ____________________________

2. ____________________________

3. ____________________________

Apabila permohonan ini disetujui, maka saya bersedia mentaati segala peraturan dan ketentuan yang berlaku dalam penyusunan Tugas Sarjana di Departemen Teknik Industri, FakultasTeknik USU Medan.

Demikian saya sampaikan dan atas perhatian Bapak/Ibu saya ucapkan terimakasih.

Medan, 27 Februari 2021 Hormat saya,

( Nita Vivi Aurelia Siregar )

Hasil pengecekan persyaratan Akademis dan administrasi : 1. SKS yang sudah lulus = 145….. ……... SKS Analisis Penyebab Tingginya Kadar ALB dengan Fishbone Diagram dan usulan Perbaikan dengan

Diagram Afinitas pada PT. Perkebunan Nusantara IV

Manajemen Risiko

---1. CATATAN KOORDINATOR TUGAS SARJANA

Koordinator Tugas Sarjana menerangkan bahwa berdasarkan hasil diskusi dengan mahasiswa :

NAMA : Nita Vivi Aurelia Siregar NIM : 170403141

Usulan Topik : ________________________________________________________________________________________________

________________________________________________________________________________________________________________________

________________________________________________________________________________________________________________________

Telah disepakati bahwa Bidang Ilmu untuk Tugas Sarjana mahasiswa tersebut diatas :

Rekayasa Sistem manufaktur

Manajemen Rekayasa & Produksi

Ergonomi & Dasar Perancangan Sistem Kerja

Medan, ………2021 Koordinator,

( ………)

2. CATATAN KETUA DEPARTEMEN

Ketua Departemen menetapkan bahwa sebagai :

(Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, M.T, IPM) 3. CATATAN DOSEN PEMBIMBING

Berdasarkan hasil diskusi dengan mahasiswa tersebut di atas telah disepakati bahwa Topik Tugas Sarjana ditetapkan sebagai berikut :

_________________________________________________________________________________________________________________________

___________________________________________________________________________________________________________________

Medan, ………2021

Dosen Pembimbing II, Dosen Pembimbing I,

( ………) ( ………)

4. PENETAPAN SURAT KEPUTUSAN TUGAS SARJANA

Topik sudah disetujui oleh Dosen Pembimbing

Medan, ………2021 Ketua Departemen,

(Dr. Ir. Meilita Tryana Sembiring, M.T, IPM)

No. Dok : FM-GKM-S1TI-FT-6-06-02 Rev : 2 Tgl. Efektif : 09 Juli 2018 Halaman : 1 dari 1

DosenPembimbing I : Ir Dini Wahyuni MT

 DosenPembimbing II : ___________________________________

Kepada mahasiswa bersangkutan supaya segera menemui Dosen Pembimbing yang telah ditetapkan untuk menyusun proposal Tugas Sarjana..

Departemen Teknik Industri segera membuat surat penjajakan ke perusahaan.

Medan, 19 Maret…2021

Dokumen terkait