• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Pengujian Instrumen

1. Validitas

Menurut Arikunto (dalam Prijowintanto 2016:130) validitas adalah tingkat sesuatu tes mampu mengukur apa yang hendak diukur. Dalam memperoleh instrument yang valid, hendaknyalah menggunakan bahasa yang mampu dimengerti oleh siswa sehingga nantinya siswa dapat mengerti dan memahami pertanyaan yang diberikan. Kerlinger (dalam Arifin 2016:248) mengatakan bahwa validitas suatu instrument tidak cukup ditentukan oleh derajat ketepatan instrument tidak cukup ditentukan oleh derajat ketepatan instrument untuk mengukur apa yang seharusnya diukur, tetapi perlu juga dilihat dari tiga kriteria yang lain, yaitu appropriateness, meaningfulness, dan usefulness. Appropriateness

menunjukan kelayakan dari tes sebagai suatu instrument, yaitu seberapa jauh instrument dapat menjangkau keberagaman aspek perilaku siswa. Meaningfullness menunjukan kemampuan instrument dalam memberikan

keseimbangan soal-soal pengukurannya berdasarkan tingkat kepentingan dari setiap fenomena. Usefullness to inferences menunjukan sensitive tidaknya instrument dalam menangkap fenomena perilaku dan tingkat ketelitian yang ditunjukkan dalam membuat kesimpulan.

Validitas memiliki beberapa jenis yaitu (a) validitas isi, (b) validitas konstruk, dan (c) validitas kriteria. Peneliti akan memaparkan jenis-jenis validitas sebagai berikut. (a) Validitas isi adalah derajat tes yang menggambarkan esensi, topic-topik dan ruang lingkup tes yang dirancang untuk pengukuran. Validitas ini biasanya dilaporkan dalam bentuk data non-numerik, tidak seperti validitas lainnya. Validitas isi mencerminkan “bagaimana” sifat yang diharapkan akan diukur. Validitas isi ini penting bagi guru sebagai pembuat soal karena soal yang diujikan harus mampu mengukur sifat-sifat yang diharapkan muncul pada siswa. Dalam menyusun soal guru harus memperhitungkan kesesuian soal dengan taraf perkembangan siswa dan mengujikan materi yang sudah pernah dipelajari oleh siswa. Pertanyaan akan semakin tidak valid apabila dirumuskan secara panjang dan berbelit-belit sehingga bersifat menguji kemampuan penguasaan bahasa daripada mengungkap gejala atau unsur yang sebenarnya hendak diungkapkan dalam tes tersebut. (b) Validitas konstruk terjadi ketika guru menyusun soal berdasarkan teori atau konsep yang ada. Tes yang dibuat mengungkapkan suatu konstruk teoritik yang hendak diukur. Untuk mengukur ada tidaknya validitas konstruk maka suatu tes dikorelasikan dengan konsepsi atau teori tertentu. Validitas konstruk dapat diketahui dengan menggunakan matrik validitas. Untuk mengetahui validitas konstruk maka perlu dilakukan uji dengan menggunakan analisis faktor. (c) Validitas kriteria biasa disebut juga dengan validitas empiris

yaitu suatu validitas yang memperhatikan hubungan yang ada antara tes atau alat pengukur dengan pengkur lain yang berfungsi sebagai kriteria atau pembanding.

Peneliti menghitung validitas soal siklus I dengan menggunakan korelasi product moment pearson. Soal evaluasi siklus I dan siklus II terdiri dari 10 soal pilihan ganda. Jika asil perhitungan menunjukkan rhitung

>rtabel maka soal-soal tersebut dinyatakan valid. Sedangkan apabila rhitung ˂ rtabel maka soal-soal tersebut dinyatakan tidak valid.

a) Validitas Perangkat Pembelajaran

Peneliti melakukan validasi perangkat pembelajaran melalui expert judgement sebelum digunakan untuk penelitian.

Tabel 3. 5 Kriteria Kelayakan Perangkat Pembelajaran (Masidjo, 1995: 157)

Nilai Keterangan 0 - 20 Sangat Kurang Layak 21 – 40 Kurang Layak 41 – 60 Cukup Layak

61 – 80 Layak

81 - 100 Sangat Layak

Perangkat pembelajaran yang divalidasi adalah Silabus, RPP, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), dan instrumen penilaian. Peneliti

melakukan validasi perangkat pembelajaran kepada Dosen Pendidikan Matematika Universitas Sanata Dharma dan Guru kelas I SD Kanisius Demangan Baru 1. Hasil perhitungan skor validasi perangkat pembelajaran diberikan kriteria sesuai dengan kriteria kelayakan perangkat pembelajaran dan hasil perhitungan validasi perangkat pembelajaran disajikan sebagai berikut.

Tabel 3. 6 Hasil Perhitungan Validasi Silabus Pembelajaran

Ahli Hasil Kategori

Dosen 1 85 Sangat Layak

Dosen 2 80 Layak

Guru 1 85 Sangat Layak

Rata-rata 83 Sangat Layak

Berdasarkan hasil perhitungan validasi silabus pembelajaran pada tabel di atas dapat diketahui bahwa validasi dari Dosen 1 diperoleh skor 85 dalam kategori Sangat Layak, sedangkan hasil validasi dari Dosen 2 diperoleh skor 80 dalam kategori Layak. Hasil perhitungan validasi dari Guru 1 memperoleh skor 85 dalam kategori Sangat Layak. Nilai rata-rata keseluruhan dari perhitungan validasi dosen dan guru diperoleh rata-rata 83 dengan kategori Sangat Layak.

Tabel 3. 7 Hasil Perhitungan VAlidasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Ahli Hasil Kategori

Dosen 1 76 Layak

Dosen 2 75 Layak

Guru 1 83 Sangat Layak

Rata-rata 78 Layak

Berdasarkan hasil perhitungan validasi rencana pelaksanaan pembelajaran pada tabel di atas dapat diketahui bahwa validasi dari Dosen 1 diperoleh skor 76 dalam kategori Layak, sedangkan hasil validasi dari Dosen 2 diperoleh skor 75 dalam kategori Layak. Hasil perhitungan validasi dari Guru 1 memperoleh skor 83 dalam kategori Sangat Layak. Nilai rata-rata keseluruhan dari perhitungan validasi dosen dan guru diperoleh rata-rata 78 dengan kategori Layak.

Tabel 3. 8 Hasil Perhitungan Validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

Ahli Hasil Kategori

Dosen 1 84 Sangat Layak

Dosen 2 77 Layak

Guru 1 80 Layak

Berdasarkan hasil perhitungan validasi Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) pada tabel di atas dapat diketahui bahwa validasi dari Dosen 1 diperoleh skor 84 dalam kategori Sangat Layak, sedangkan hasil validasi dari Dosen 2 diperoleh skor 77 dalam kategori Layak. Hasil perhitungan validasi dari Guru 1 memperoleh skor 80 dalam kategori Layak. Nilai rata-rata keseluruhan dari perhitungan validasi dosen dan guru diperoleh rata-rata 80 dengan kategori Layak.

Tabel 3. 9 Hasil Perhitungan Validasi Instrumen Penilaian KD 3 dan KD 4

Ahli Hasil Kategori

Dosen 1 80 Layak

Dosen 2 80 Layak

Guru 1 85 Sangat Layak

Rata-rata 82 Sangat Layak

Berdasarkan hasil perhitungan validasi Instrumen penilaian KD 3 dan KD 4 pada tabel di atas dapat diketahui bahwa validasi dari Dosen 1 diperoleh skor 80 dalam kategori Layak, sedangkan hasil validasi dari Dosen 2 diperoleh skor 80 dalam kategori Layak. Hasil perhitungan validasi dari Guru 1 memperoleh skor 85 dalam kategori Sangat Layak. Nilai rata-rata keseluruhan dari perhitungan validasi dosen dan guru diperoleh rata-rata 82 dengan kategori Sangat Layak.

b) Validasi Soal Evaluasi Siklus

Validasi sol evaluasi dilakukan dengan cara mengujikan soal yang telah peneliti susun ke sekolah lain. Peneliti mengujikan soal tersebut pada siswa kelas V di SD Budya Wacana. Responden yang digunakan untuk mengujikan soal evaluasi tersebut adalah siswa kelas V SD Budya Wacana dengan jumlah responden adalah 19 orang. Soal yang diujikan adalah soal evaluasi siklus I yang berjumlah 15 soal pilihan ganda dan siklus II berjumlah 15 soal pilihan ganda. Pengujian soal evaluasi siklus I dan siklus II dilakukan di waktu yang berbeda. Pengujian soal evaluasi siklus I dilakukan pada hari Senin tanggal 10 Februari 2020 dan siklus II dilakukan pada hari Rabu tanggal 12 Februari 2020. Dalam perhitungan validasi soal evaluasi, peneliti menggunakan taraf signifikasi 5% dengan r-tabel menurut nilai koefisien korelasi “r” product moment pearson atau r-tabel adalah 0,456. Peneliti menggunakan program SPSS 22 dalam emnganalisis korelasi soal evaluasi siklus I dan siklus II.

Tabel 3. 10 Kualifikasi Validitas Soal

Koefisien Korelasi Kualifikasi

0,80 – 1,00 Sangat Tinggi

0,69 – 0,79 Tinggi

0, 40 – 0,59 Cukup

0,20 – 0,39 Rendah

Hasil validasi soal evaluasi dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3. 11 Hasil Validasi Soal Evaluasi Pilihan Ganda Siklus I No.

Soal

r-hitung r-tabel Keterangan Tindak lanjut No. soal setelah divalidasi 1 0,505 0,456 Valid Dipakai 1 2 0,609 0,456 Valid Dipakai 2 3 0,618 0,456 Valid Dipakai 3

4 0,266 0,456 Tidak Valid Dibuang 5 0,247 0,456 Tidak Valid Dibuang

6 0,434 0,456 Valid Dipakai 4

7 0,660 0,456 Valid Dipakai 5

8 0,538 0,456 Valid Dipakai 6

9 0,202 0,456 Tidak Valid Dibuang 10 0,459 0,456 Tidak Valid Dipakai 11 0,236 0,456 Tidak Valid Dibuang

12 0,534 0,456 Valid Dipakai 7

13 0,091 0,456 Tidak Valid Dibuang 14 0,348 0,456 Tidak Valid Dibuang

15 0,732 0,456 Valid Dipakai 8

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 15 soal yang diujikan pada 19 siswa SD Kanisius Demangan Baru 1 yaitu terdapat 7 soal tidak valid dan tujuh soal tersebut dibuang atau tidak dipakai.

Sedangkan terdapat 8 soal yang valid, soal tersebut yang digunakan peneliti sebagai soal evaluasi siklus I dan peneliti menambahkan 2 soal lainnya. Peneliti mengambil 10 soal yang sesuai dengan cakupan indikator yang sudah di susun.

Tabel 3. 12 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus I Sesudah Divalidasi

Indikator Nomor Soal

3.9.2 Menentukan keliling bangun datar persegi, persegi panjang, dan segitiga.

1, 2, 8, 12, 15

3.9.3 Menentukan luas bangun datar persegi, persegi panjang, dan segitiga.

3, 6, 7,

(2 soal lainnya dibuat baru oleh peneliti)

Tabel 3. 13 Hasil Validasi Soal Evaluasi Pilihan Ganda Siklus II No.

Soal

r-hitung r-tabel Keterangan Tindak lanjut No. soal setelah divalidasi 1 0,475 0,456 Valid Dipakai 1 2 0,560 0,456 Valid Dipakai 2 3 0,444 0,456 Valid Dipakai 3 4 0,546 0,456 Valid Dipakai 4

5 0,357 0,456 Tidak Valid Dibuang

6 0,467 0,456 Valid Diapakai 5

7 -0,137 0,456 Tidak Valid Dibuang

8 0,475 0,456 Valid Dipakai 6

10 0,479 0,456 Valid Dipakai 7 11 0,326 0,456 Tidak Valid Dibuang

12 0,321 0,456 Tidak Valid Dibuang

13 0,468 0,456 Valid Dipakai 8

14 0,340 0,456 Tidak Valid Dibuang 15 0,400 0,456 Tidak Valid Dibuang

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa dari 15 soal yang diujikan pada 19 siswa SD Kanisius Demangan Baru 1 yaitu terdapat 7 soal tidak valid dan tujuh soal tersebut dibuang atau tidak dipakai. Sedangkan terdapat 8 soal yang valid, soal tersebut yang digunakan peneliti sebagai soal evaluasi siklus I dan peneliti menambahkan 2 soal lainnya. Peneliti mengambil 10 soal yang sesuai dengan cakupan indikator yang sudah di susun.

Tabel 3. 14 Kisi-Kisi Soal Evaluasi Siklus II Sesudah Divalidasi

Indikator Nomor soal

3.9.4 Menentukan keliling bangun datar gabungan (persegi, persegi panjang, dan segitiga).

3, 6, 10,13

(satu soal ditambahkan oleh peneliti)

3.9.5 Menentukan luas bangun datar gabungan (persegi, persegi panjang, dan segitiga).

1, 2, 4, 8

( satu soal ditambahkan oleh peneliti)

c) Validasi Instrumen Penelitian Keterampilan Kolaborasi

Validasi lembar pengamatan keterampilan kolaborasi siswa dilakukan dengan cara expert judgement kepada dua dosen Universitas Sanata Dharma. Hasil perhitungan rata-rata validasi pada instrument lembar pengamatan keterampilan kolaborasi disajikan sebagai berikut:

Tabel 3. 15 Hasil Validasi Lembar Pengamatan Keterampilan Kolaborasi Siswa

Ahli Hasil Kategori

Dosen 1 80 Layak

Dosen 2 80 Layak

Rata-rata 80 Layak

Berdasarkan hasil perhitungan validasi lembar pengamatan pada tabel di atas dapat diketahui bahwa validasi dari Dosen 1 diperoleh skor 80 dalam kategori Layak, sedangkan hasil validasi dari Dosen 2 diperoleh skor 80 dalam kategori Layak. Nilai rata-rata keseluruhan dari perhitungan validasi dosen dan guru diperoleh rata-rata 81 dengan kategori Sangat Layak.

Dokumen terkait