HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Hasil Penelitian
4.3.1 Statistik Deskriptif Penelitian
4.3.1.2 Variabel Harga Layanan GO-JEK
Variabel harga (tarif) layanan GO-JEK diukur berdasarkan penetapan tarif yang diberlakukan GO-JEK atas konsumsi jasanya dari sudut pandang pengguna jasa. Dasar penilaian tarif pelayanan tersebut didasarkan pada persepsi atas keterjangkauan tarif yang diberlakukan, perbandingan dengan tarif ojek lainnya, serta benefit-cost yang diterima pengguna jasa. Variabel harga layanan diukur dengan menggunakan tiga indikator. Tabulasi jawaban responden pada variabel harga layanan dirangkum dalam Tabel 4.4.
Tabel 4.4
Statistik Deskriptif Harga Layanan GO-JEK
Pernyataan
Respon Pelanggan GO-JEK M
a x M i n M o d u s M e a n Kesim- pulan STS TS N S SS f %f f %f f %f f %f f %f
Tarif terjangkau 0 0.00 1 0.77 21 16.15 74 56.92 34 26.15 5 2 4 4.08 Setuju Lebih murah dari
pesaing 0 0.00 3 2.31 32 24.62 62 47.69 33 25.38 5 2 4 3.96 Setuju Harga sebanding
dengan layanan 1 0.77 0 0.00 30 23.08 72 55.38 27 20.77 5 1 4 3.95 Setuju
Skor Harga Layanan GO-JEK 4.00 Baik
Skor Rata-Rata 1,00-1,80 = Sangat Tidak Setuju; 1,81-2,60 = Tidak Setuju; 2,61-3,40 = Kurang Setuju; 3,41-4,20 = Setuju; 4,21-5,00 = Sangat Setuju
Tabel 4.4 memberikan informasi bahwa secara keseluruhan pengguna layanan GO-JEK yang menjadi sampel penelitian sudah menerima dengan baik harga atau tarif yang dibebankan kepada mereka dengan skor rata-rata 4,00 dalam kategori ‘baik’. Kategori ‘baik’ dalam pengertian ini berkaitan dengan tingkat
harga yang diterima oleh pengguna jasa pada umumnya. Harga atau tarif layanan merupakan faktor penting dalam mencapai tujuan usaha, khususnya usaha berorientasi profit. Harga juga dapat menentukan tingkat permintaan pasar pada layanan yang diberikan. Harga yang diterima baik oleh konsumen mencerminkan kesuksesan pemberi layanan dalam membangun relasi dengan konsumen serta menjaga keberlangsungan usaha. Secara umum, pengguna jasa menilai bahwa baik itu dari segi keterjangkauan, kompetitif harga, serta kesesuaian layanan yang diberikan sudah diupayakan GO-JEK sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan tersebut.
Jawaban responden pada butir pernyataan yang berkaitan dengan keterjangkauan tarif yang dibebankan kepada pengguna layanan GO-JEK merangkum bahwa secara umum pengguna layanan GO-JEK, khususnya sampel penelitian, merasa bahwa tarif yang dibebankan kepada pengguna jasa saat ini sudah terjangkau dengan skor rata-rata 4,08 dalam kategori jawaban ‘setuju’ dengan pernyataan yang diajukan. Mayoritas responden (modus) menjawab setuju dengan pernyataan yang diajukan (56,92%), bahkan terdapat sebanyak 26,15% responden yang sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sisanya, sebanyak 16,15% responden menjawab kurang setuju dan sebanyak 0,77% menyatakn tidak setuju. Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju. Tanggapan pengguna GO-JEK tersebar dari rentang tidak setuju hingga sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Hasil penelitian mengindikasika bahwa secara umum tarif yang dibebankan kepada pengguna sudah terjangkau bagi mayoritas responden penelitian. Meskipun demikian,
terdapat responden yang kurang setuju dengan keterjangkauan tersebut dan bersikap biasa saja pada tarif yagn dibebankan. Hanya 0,77% pengguna yang merasa tarif GO-JEK saat ini tidak terjangkau bagi dirinya. GO-JEK menggunakan tarif berbasis jarak tempuh dengan biaya minimum penggunaan setiap pesanan yang terjangkau. Strategi penentuan tarif tersebut memudahkan konsumen dan driver dalam mencapai kesepakatan harga sekaligus menghindari surplus produsen maupun konsumen dalam prakteknya. Banyak faktor yang mempengaruhi persepsi responden terhadap harga suatu produk, khususnya pendapatan pribadai (dalam bentuk disposable income) dari responden. Di balik itu semua, GO-JEK berhasil membuat mayoritas responden merasa harga penetapan yang dilakukan sebagai harga yang terjangkau bagi banyak kalangan.
Jawaban responden pada butir pernyataan yang berkaitan dengan perbandingan harga layanan GO-JEK dengan harga yang diterapkan oleh pesaing usaha transportasi sejenis merangkum bahwa secara umum tarif yang diterapkan GO-JEK lebih murah dari pesaing mereka dengan skor rata-rata 3,96 dalam kategori jawaban ‘setuju’ dengan pernyataan yang diajukan. Mayoritas responden (modus) menjawab setuju dengan pernyataan yang diajukan (47,69%), bahkan terdapat sebanyak 25,38% responden yang sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sisanya, sebanyak 24,62% responden menjawab kurang setuju dan sebanyak 2,31% menyatakan tidak setuju. Tidak ada responden yang memberikan jawaban sangat tidak setuju. Tanggapan pengguna GO-JEK tersebar dari rentang tidak setuju hingga sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Tarif GO- JEK secara umum dipersepsikan lebih murah dibandingkan dengan bentuk usaha
pengantaran penumpang lain. Dari pengguna jasa sendiri, mereka umumnya membandingkannya dengan usaha non-online seperti ‘betor’ atau ‘taksi’. Meskipun demikian, masih terdapat responden yang menyatakan kurang setuju bahkan tidak setuju dengan tarif kompetitif tersebut. Responden membandingkan GO-JEK dengan usaha ojek online berbasis kendaraan roda empat sejenis GRAB. Dari sudut pandang tersebut, tarif GO-JEK masih diragukan lebih murah dibandingkan usaha GRAB. Hal ini membuat konsumen tidak dapat menyatakan kesetujuan tentang tarif yang selalu lebih murah dari pesaingnya.
Jawaban responden pada butir pernyataan yang berkaitan dengan kesesuaian tarif dengan layanan yang diberikan merangkum bahwa secara umum tarif layanan GO-JEK sudah sebanding dengan layanan-layanan yang diberikan kepada pengguna jasa dengan skor rata-rata 3,95 dalam kategori jawaban ‘setuju’ dengan pernyataan yang diajukan. Mayoritas responden (modus) menjawab setuju dengan pernyataan yang diajukan (55,38%), bahkan terdapat sebanyak 20,77% responden yang sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Sisanya, sebanyak 23,08% responden menjawab kurang setuju. Akan tetapi, terdapat pula responden yang menjawab sangat tidak setuju (0,77%). Namun, tidak ada responden yang memberikan jawaban tidak setuju. Tanggapan pengguna GO-JEK tersebar dari rentang sangat tidak setuju hingga sangat setuju dengan pernyataan yang diberikan. Secara umum, layanan yang diberikan GO-JEK sudah sesuai dengan harga yang harus dibayarkan untuk memperoleh jasa tersebut dari sudut pandang pengguna jasa. GO-JEK memberikan berbagai pelayanan dan tarif berdasarkan pesanan yang dilakukan oleh pengguna jasa tersebut. Masih terdapat
responden yang belum menyatakan setuju bahwa tarif yang dibebankan sesuai dengan pelayanan yang diberikan. Mereka merasa dapat memperoleh pelayanan lebih untuk tarif yang dibebankan kepada mereka. Persepsi responden didasarkan pada keadaan masing-masing responden. Pengguna jasa GO-JEK berasal dari berbagai kalangan sehingga menimbulkan berbagai persepsi kebutuhan serta harapan yang berbeda-beda untuk tarif yang dibebankan kepadanya. Hal ini membuat perbedaan persepsi itu adalah hal yang wajar terjadi. Meskipun demikian, GO-JEK telah berhasil membuat pengguna jasa (mayoritas) merasa bahwa tarif yang dibebankan sudah sesuai dengan pelayanan yang diberikan.
Tarif yang dibebankan kepada pengguna layanan jasa GO-JEK saat ini sudah dipersepsikan dengan baik oleh pengguna layanan. Artinya, pengguna layanan menilai harga yang dibebankan tergolong wajar dan terjangkau. Seluruh indikator harga layanan yang dinilai dalam penelitian ini mengindikasikan jawaban yang baik dan direspon positif oleh pengguna jasa sampel penelitian. Skor rata-rata dari setiap butir indikator dalam menilai harga layanan GO-JEK dirangkum dalam Gambar 4.5.
Gambar 4.5 Rata-Rata Harga Layanan GO-JEK Medan
Gambar 4.5 merangkum informasi bahwa dari segi harga atau tarif yang dibebankan kepada pengguna jasa GO-JEK, indikator harga menunjukkan nilai yang baik dengan nilai rata-rata terendah 3,95 dalam kategori ‘setuju’. Hal ini menandakan bahwa harga yang dibebankan kepada konsumen sudah diterima dengan baik oleh konsumen, baik dari keterjangkauan harga, tingkat harga kompetitif dari pesaing, serta layanan yang diberikan atas harga berlaku seluruhnya sesuai atau dapat diterima dengan baik oleh pengguna jasa. Indikator yang paling baik dari harga layanan GO-JEK secara rata-rata adalah keterjangkauan tarif. Tarif yang dibebankan kepada pengguna dapat diterima (affordable) kepada seluruh kalangan dalam target pasar GO-JEK. Meskipun demikian, masih banyak pengembangan layanan yang perlu diperhatikan GO-JEK mengingat skor rata-rata untuk kesesuaian layanan dengan harga adalah nilai terendah dari tingkat harga layanan GO-JEK. Selain itu, kompetitif harga juga perlu diperhatikan karena mulai banyak tumbuh pesaing-pesaing usaha sejenis yang menawarkan harga kompetitif dan mulai berkembang di masyarakat.