• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODA PENELITIAN

D. Variabel Penelitian dan Pengukurannya

1. Variabel Locus of Control

Locus of control merupakan suatu keyakinan atau kepercayaan dari individu atas penentu hidupnya, yang terbagi menjadi locus of control

internal dan locus of control eksternal. Dimensi locus of control

didasarkan pendapat dari Rotter yang terdiri dari: status-recognition,

dominance, independence, protection-dependency, love and affection, dan

physical comfort.

Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya:

Pertanyaan No Dimensi Indikator Internal Eksternal 1. Status-recognition (pengakuan status)

• Kebutuhan untuk dihargai

• Keinginan untuk kompeten • Kesuksesan dalam berkarya 4a,5a,10a, 14a,14b, 23b 4b,5b,10b, 23a 2. Dominance (dominasi) • Kebutuhan untuk pengontrolan aktifitas orang lain • Kebutuhan untuk berkuasa 3a,12a,17b, 22a,24b, 24a 3b,12b,17a, 22b 3. Independence (ketidak tergantungan) • Keyakinan diri • Ketergantungan pada diri sendiri/usaha sendiri

9b,11a,13a, 15a,16b,18b, 21b,25b,28a 8a,8b,9a,11b, 13b,15b,16a, 18a,21a, 25a,28b 4. Protection-dependency (perlindungan-ketergantungan) • Penghindaran frustasi dengan mencari perlindungan dan 2b, 6b, 7b,19a, 29b 1a, 1b, 2a, 6a,7a,19b, 29a

keamanan

• Ketergantungan diri pada orang lain 5. Love and affection (cinta dan kasih sayang) • Kebutuhan untuk dicintai • Kehangatan, perhatian, cinta dan kasih sayang

20b,26a 20a,26b 6. Physical comfort (kenyamanan fisik) • Kebutuhan akan kepuasan fisik (menghindari sakit,mencari kesenangan jasmani) - 27a, 27b

Pengukuran locus of control yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pengembangan dari instrumen yang pernah digunakan Indriantoro (1993) yang bersumber pada penelitian Rotter (1966). Instrumen tersebut mengukur locus of control pada skala dari 0 (ekstrim internal) sampai dengan 23 (ekstrim eksternal). Pada penelitian ini item pertanyaan yang mengukur locus of control terdiri dari 29 pertanyaan. Dari 29 item, 23 item tersebut merupakan item yang mengukur locus of control sedangkan 6 item ditambahkan sebagai filler (pengisi). Fungsi

filler ini adalah untuk menyamarkan penggunaan pernyataan lain dalam instrumen tersebut. Instrumen dibuat dalam bentuk format pilihan, yaitu pernyataan internal berpasangan dengan pernyataan eksternal. Instrumen dibuat dalam bentuk format pilihan, yaitu pernyataan internal berpasangan dengan pernyataan eksternal. Nilai atau skor satu (1) diberikan untuk pernyataan eksternal yang dipilih, dan skor satu (2) untuk pernyataan internal yang dipilih. Jika total skor locus of control responden tinggi, maka responden tersebut cenderung memiliki internal locus of control,

dan sebaliknya jika skor total locus of control responden rendah, maka responden tersebut cenderung memiliki external locus of control.

2. Kultur Keluarga

Kultur keluarga adalah suatu nilai-nilai yang dimiliki suatu masyarakat/ keluarga yang merupakan hasil kajian/pengalaman yang berlangsung turun temurun. Nilai-nilai tersebut terlihat dari adanya pola pikir, sikap, rasa ataupun reaksi atas sesuatu yang terjadi. Dimensi kultur keluarga mencakup power distance, collectivism vs individualism, femininity vs masculinity, dan uncertainty avoidance. Masing-masing dimensi dijabarkan dalam bentuk indikator. Setiap indikator selanjutnya dijabarkan dalam bentuk pertanyaan.

Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya.

No Dimensi Indikator No.

Item

1 Power

distance

a. ketaatan kepada norma keluarga

b. penghormatan terhadap orang tua dan yang lebih tua sebagai dasar kebaikan c. pengaruh otoritas orang tua terus

menerus sepanjang hidup d. ketergantungan 1 2 3 4 2 Collectivism vs individualism

a. demokratis dalam keluarga

b. kesetiaan kepada kelompok adalah sumber daya bersama

c. kemampuan mengelola keuangan

d. upacara keagamaan tidak boleh dilupakan

e. perasaan bersalah jika melanggar peraturan

f. keluarga menjadi tempat bersatunya anggota keluarga 5 6 7 8 9 10,11 3 Femininity vs

a. relasi anak dan orangtua ada jarak b. perbedaan peran orangtua

c. peranan wanita yang lebih rendah dari pria

12 13 14 15

masculinity d. pembelajaran bersama menjadi rendah hati.

4 Uncertainty

avoidance

a. toleransi terhadap situasi yang tidak pasti dan mempunyai inisiatif

b. keluarga sebagaii tempat belajar c. kepemilikan aturan

16 17 18

Pengukuran variabel kultur keluarga didasarkan pada indikator-indikatornya. Masing-masing indikator dijabarkan dalam bentuk pernyataan yang dinyatakan dalam empat skala sikap, yaitu sangat setuju (SS) = 4; setuju (S) = 3; tidak setuju (TS) = 2; dan sangat tidak setuju (STS) =1

3. Variabel Kultur Sekolah

Kultur sekolah adalah suatu nilai yang dianut oleh sekolah yang mempengaruhi tumbuh dan berkembangnya siswa di sekolah. Dimensi kultur sekolah mencakup power distance, collectivism vs individualism, femininity vs masculinity, dan uncertainty avoidance. Masing-masing dimensi dijabarkan dalam bentuk indikator. Setiap indikator selanjutnya dijabarkan dalam bentuk pertanyaan. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya.

No Dimensi Indikator No.

Item

1 Power

distance

a. perlakuan guru terhadap para siswa sama b. proses pembelajaran terpusat pada siswa c. kesempatan bertanya

d. kebebasan menyampaikan kritik e. komunikasi dua arah (di kelas)

f. peranan orang tua pada anak di sekolah g. aturan dan norma dalam sekolah h. pengembangan kemampuan dan bakat i. keuntungan orang tua dengan adanya

proses pembelajaran sekolah

1 2 3 4 5 6 7 8 9

2 Collectivism vs

individualism

a. kebebasan mengungkapkan pendapat b. penyelesaian tugas dari guru

c. tingkat pemerimaan diri oleh orang lain d. sikap positif dalam mengerjakan tugas e. tujuan berprestasi 10 11 12 13 14,15 3 Femininity Vs Masculinity

a. suasana kompetisi kelas b. orientasi pada prestasi c. kompetensi guru 16 17 18 4 Uncertainty avoidance

a. tingkat penerimaan siswa dengan kekurangan guru

b. kejelasan guru dalam menerangkan c. kedekatan hubungan antara guru, siswa,

dan orang tua

19 20 21

Pengukuran variabel kultur sekolah didasarkan pada indikator-indikatornya. Masing-masing indikatornya dijabarkan dalam bentuk pernyataan yang dinyatakan dalam empat skala sikap, yaitu sangat setuju (SS) = 4; setuju (S) = 3; tidak setuju (TS) = 2; dan sangat tidak setuju (STS) =1

4. Variabel Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosional merupakan kemampuan mengenali perasaan sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan untuk memotivasi diri sendiri, kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain. Dimensi kecerdasan emosional meliputi 1) kesadaran diri 2) pengaturan diri 3) motivasi 4) empati 5) keterampilan sosial. Berikut ini disajikan tabel operasionalisasinya:

No. Item

No Dimensi Indikator

Positif Negatif 1 Kesadaran a. pengenalan emosi sendiri

diri c. mengetahui keterbatasan diri

d. keyakinan harga diri dan kemampuan sendiri 3 4 5 6 2 Pengaturan diri

a. pengelolaan emosi dan dorongan negatif

b. penghargaan terhadap norma kejujuran dan integritas

c. bertanggung jawab atas kinerja pribadi

d. fleksibilitas terhadap perubahan e. keterbukaan dengan ide-ide serta

informasi baru 7 8 9 11 12 10 3 Motivasi

a. dorongan untuk jadi lebih baik b. penyesuaian diri terhadap sasaran

kelompok/organisasi

c. kesiapan dalam memanfaatkan kesempatan

d. kegigihan dalam memperjuangkan kegagalan dan hambatan

13 14 15 16

4 Empati

a. pemahaman perasaan orang lain b. tanggap terhadap kebutuhan orang

lain

c. pengertian perasaan orang lain d. kesiapsediaan melayani

e. pemberiaan kesempatan melalui pergaulan dengan bermacam-macam orang 17 18 19 20 21 5 Keterampilan sosial

a. ketrampilan melakukan persuasi. b. ketrampilan dalam berkomunikasi

c. ketrampilan membangkitkan inspirasi, memandu kelompok dan orang lain.

d. Ketrampilan memulai dan mengelola perubahan.

e. negosiasi dan pemecahan silang pendapat.

f. menciptakan sinergi kelompok dalam memperjuangkan tujuan bersama.

g. kerjasama dengan orang lain demi tujuan bersama.

h. relasi dengan orang lain sebagai alat. 22 23 24 25 26 27 28,29 30

Pengukuran variabel kecerdasan emosional didasarkan pada indikator-indikatornya. Masing-masing indikator dijabarkan dalam bentuk pernyataan yang dinyatakan dalam empat skala Likert, yaitu sangat setuju (SS) = 4; setuju (S) = 3; tidak setuju (TS) = 2; dan sangat tidak setuju (STS) =1

5. Prestasi Belajar

Prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan dan keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran lazimnya ditunjukkan dengan nilai/angka yang diberikan oleh guru. Usaha untuk mengevaluasi hasil belajar siswa, biasanya dilakukan dengan mengadakan pengukuran dalam bentuk tertulis, lisan maupun praktik yang kemudian diberi skor yang biasanya berwujud angka. Hasil dari pengukuran ini merupakan informasi-informasi atau data yang diwujudkan dalam bentuk raport yang diterima siswa pada akhir semester. Pada penelitian ini penulis mengumpulkan data dengan cara membuat rata-rata nilai raport masing-masing siswa dari kelas 1 dan 2 yang didapat dari sekolah.

Dokumen terkait