• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.6 Teori Pilihan Rasional

2.6.3 Variabel Tindakan Weber

Tipologi aksi Weber pada dasarnya berisi semua variabel teori aksi sosiologi komprehensif (Norkus, 2000). variabel ini adalah opportunity, atau dalam terminologi Weber adalah kesempatan bertindak (O), goal (G), expectation (E) dari pelaku, value commitments (V), habits atau tradisi (T) dan affect (A). Oleh karena itu, teori sociological komprehensif berkaitan dengan aksi (H) sebagai fungsi H=h(O,E,G,V,T,A). Diberikan bahwa arti dari variabel dalam argumen yang berhubungan dengan fungsi secara independen bervariasi satu sama lain dan dapat juga mempunyai arti 0 (dalam kasus ini, variabel tidak berpengaruh terhadap perilaku). Pada kasus borderline tipe murni adalah instrumentally rational action [H=h(O,E,G)], value rational atau conviction- ethical action [H=h(O,V)], traditional action [H=h(O,T)] dan affectual action [H=h(O,A)]. Di samping tipe murni ini, ada 10 tipe campuran yang mungkin kombinasi dari sudut pandang murni. Secara keseluruhan, Weber’s action typology ada 15 tipe, yaitu:

1. H=h(O,E,G) instrumentally rational action 2. H=h(O,V) value rational action

3. H=h(O,T) traditional action 4. H=h(O,A) affectual action

5. H=h(O,E,G,V,T,A) 6. H=h(O,E,G,V,T) 7. H=h(O,E,G,V,A)

8. H=h(O,E,G,V) responsibility-ethical, or verantwortungse-thisch action 9. H=h(O,E,G,T,A) 10. H=h(O,E,G,T) 11. H=h(O,E,G,A) 12. H=h(O,V,T,A) 13. H=h(O,V,T) 14. H=h(O,V,A) 15. H=h(O,T,A)

Tipologi empat tindakan rasional pada level individu disebut juga dengan tipe ideal di atas dapat digambarkan dalam Tabel 2.1:

Tabel 2.2 Tipe rasionalitas dan variabelnya Tipe

Tindakan (H)

Variabel

Opportunity

(O) Goal (G) Expectation (E)

Value Commitment (V) Habit (T) Affect (A) Zweckrational √ √ √ Wertrational √ √ Traditional √ √ Affectual √ √

Sumber : Zenonas Norkus,2000 Catatan :

H : tindakan

O : Opportunity adalah kesempatan untuk melakukan tindakan G : Goal yaitu tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan tindakan E : Expectation adalah harapan yang ingin didapat dari pilihan tindakan V : Value commitment adalah nilai yang mendasari tindakan

T : Kebiasaan/adat istiadat yang mengakar dan mendarah daging A : Kondisi emosional dari pelaku tindakan

Untuk level individu/mikro, Weber hanya mendefinisikan empat tipe saja, yaitu

Zweckrational, Wertrational, tradisonal dan Afektual sedangkan sebelas tipe lainnya adalah untuk level makro, yaitu tindakan pada dunia politik dan birokrasi

Untuk tipe zweckrational/purposive/instrumentally rational action dalam karakteristiknya memiliki variabel opportunity, goal dan expectation, yang berarti bahwa tipe ini sangat mempertimbangkan tujuan dari tindakannya dan memiliki harapan yang tinggi terhadap pilihannya, tipe wertrational/value oriented rational action memiliki variabel opportunity dan value commitment, dalam tindakan ini pelaku tindakan sangat berkomitmen terhadap nilai yang diyakininya dalam hal ini estetika, etika dan agama. Sifat dari tipe ini adalah hasil dari pilihan tidak terlalu dipentingkan. Untuk tipe affectual action memiliki variabel opportunity dan affect, dasar dari tindakan adalah faktor emosionl dan kondisi perasaan. Sedangkan untuk tipe traditional/habitual action variabelnya adalah opportunity dan habit yang mana tindakan ini sangat dipengaruhi oleh kebiasaan yang mengakar dan turun temurun.

Teori aksi yang diuraikan Weber dalam tulisan terakhirnya mungkin dapat dimengerti secara lebih baik dengan sedikit modifikasi model filter instrumentally rational action yang disusulkan Jon Elster. Seluruhnya ditampilkan pada Gambar 2.2 berikut ini:

Gambar 2.2 Elster’s Filter Model Sumber : Norkus (2000) Logically Possible Action Opportunity set Restriction Beliefs and wants Chosen Action

Dalam model ini, pilihan ditampilkan sebagai hasil saringan dari beberapa alternatif. Elster model ini memiliki dua filter, yang pertama adalah restriction yang membagi real action option atau serangkaian opportunity dari pelaku tindakan terhadap opsi yang mungkin hanya secara logis. Filter kedua terdiri dari keinginan dan harapan dari pelaku tindakan, yang mana kombinasinya menentukan satu opsi aksi nyata yang dipilih.

Tindakan rasional instrumental meliputi pertimbangan dan pilihan yang sadar yang berhubungan dengan tujuan tindakan dan alat yang dipergunakan untuk mencapainya. Individu selalu memiliki tujuan yang beragam dari setiap hal yang diinginkan, maka individu dituntut untuk memilih. Suatu pilihan dibuat yang mencerminkan suatu pertmbangan individu atas efisiensi dan efektifitasnya. Setelah dilakukan, individu akan dapat menilai secara obyektif sesuatu yang berhubungan dengan tujuan yang akan dicapai.

Pelaku untuk tindakan zweckrational ini sangat berhitung, pertimbangan rasional dari alternatif pilihan yang ada juga dipikirkan.Tindakan rasional yang berorientasi nilai dapat diartikan juga sebagai tindakan yang berkaitan dengan nilai-nilai dasar dalam individu dan masyarakat, nilai disini seperti agama, etika, estetika dan komitmen dijunjung tinggi.

Tindakan tradisional (traditional action) yakni tindakan sosial murni, yang didasarkan pada kebiasaan dalam mengerjakan sesuatu di masa lalu atau kebiasaan yang mengakar atau turun temurun. Perilaku tradisional merupakan reaksi otomatis terhadap stimuli habitual yang membimbing perilaku dan diikuti secara berulang.

Tindakan afektif (affectual action) yakni tindakan yang dipengaruhi oleh perasaan emosi pelaku dan bersifat intuitif. Tindakan afektual ini murni berasal dari perasaan dan merupakan tipe tindakan yang digolongkan tidak rasional dan kurang bisa dipahami.

Definisi dari tindakan rasional / sosial Weber dan ciri-cirinya dapat dilihat pada Tabel 2.3:

Tabel 2.3 Tipe Tindakan Weber dan Cirinya

No Tipe Tindakan Definisi Ciri-ciri

1. Zweckrational/ purposive/ instrumentally rational action

Tindakan yang ditentukan oleh harapan seperti lingkungan dan perilaku orang lain, ekspektasi ini digunakan sebagai kondisi dan alat yang dicapai oleh

pelaku tindakan

(rasionalitas yang dikejar dan dihitung)

1. Bertindak dipengaruhi pertimbangan rasional (O)

2. Tindakan diambil

berdasarkan analisis manfaat dan biaya (G)

a. Memiliki intensi dalam bertindak/memilih b. Memiliki pengetahuan

yang cukup terhadap

pilihannya melalui pencarian informasi sebelum bertindak/ memilih sudah mempertimbangkan beberapa alternatif 3. Memiliki harapan yang tinggi

terhadap pilihannya (E) 2. Wertrational/

Value rational Tindakan yang ditentukan oleh kepercayaan dalam nilai untuk kepentingan seperti etika, estetika, agama atau bentuk lain perilaku, terlepas dari prospek keberhasilannya

1. Bertindak berdasarkan nilai/value yang diyakini (O) 2. Tindakan sebagi bentuk praktis terhadap suatu nilai/value (VC)

3. Berkomitmen tinggi pada nilai yang diyakini, contohnya adalah etika, estetika dan agama (VC) 4. Tidak terlalu mempersoal

kan hasil yang dicapai (VC) 5. Pemenuhan tanpa syarat

terhadap suatu nilai, terlepas dari uang yang dikeluarkan (VC)

No Tipe Tindakan Definisi Ciri-ciri

3. Affectual action Tindakan yang ditentukan oleh afek dan keadaan perasaan dari pelaku tindakan

1. dalam bertindak dipengaruhi situasi emosional (O)

2. Tindakan adalah ekspresif dari emosi (A)

3. dalam tindakan ini tidak direncanakan dengan baik (otomatis), tergantung dari situasi emosional saat mengambil keputusan (A) 4. Traditional

action Tindakan yang ditentukan oleh adat istiadat serta kebiasaan yang turun

temurun dan sering

dilakukan berulang kali

1. Bertindak berdasarkan faktor kebiasaan dalam keluarga dan masyarkat (O) 2. Tradisi yang turun temurun

atau kebiasaan jangka panjang yang berulang kali ini sangat mempengaruhi pelaku dalam bertindak (T) Sumber : Edgar dan Sedgwick, 2008;Sklair,2005; Sheaff,2005;Von Mises,2003 Catatan : O : Opportunity VC : Value Commitment

G : Goal A : Affect

E : Expectation T : Tradition

2.7 Pilihan (Choice)

Dokumen terkait