II. EKSISTENSI DAN ESENSI PKLH
2.2. Visi dan Misi PKLH
Pendidikan kependudukan lingkungan hidup (PKLH) bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan perlibatan masyarakat secara aktif dalam penanganan masalah-masalah kependudukan dan lingkungan. Secara lebih terperinci tujuan PKLH dapat dijabarkan atas tujuan umum dan tujuan khusus.
Adapun tujuan umum (visi) PKLH adalah untuk “membina dan mengembangkan anak didik agar memiliki sikap dan tingkah laku kependudukan serta dapat mengelola lingkungan hidup secara rasional dan bertangung jawab dalam rangka memelihara keseimbangan sistem lingkungan dan penggunaan sumber daya alam (SDA) secara spiritual maupun material”.
Sedangkan tujuan khusus (misi) PKLH terdiri atas beberapa aspek, yang terdiri atas :
1. Menghargai keuntungan-keuntungan keluarga kecil dikaitkan dengan persediaan makanan, pakaian, perumahan, dan pendidikan.
2. Memahami hubungan antara kebiasaan sehat dan kehidupan sehat serta hubungan antara makanan sehat dengan kehidupan sehat.
3. Mengembangkan kesadaran tentang kehidupan yang menyenangkan dalam hubungannya dengan besar kecilnya suatu keluarga.
4. Mengembangkan kebiasaan menjaga kebersihan dirinya dan kebersihan lingkungan keluarga.
5. Mengembangkan pengertian terhadap kesukaran-kesukaran yang dihadapi oleh keluarga-keluarga besar yang penghasilannya kecil.
6. Mengembangkan kesadaran tentang perilaku mempunyai keluarga kecil agar dapat memberikan kesejahteraan yang lebih baik kepada seluruh anggotanya.
7. Mengembangkan pengertian antara besarnya keluarga dan standar kehidupan.
8. Mengembangkan sikap positif dan bertanggung jawab bahwa NKKBS adalah suatu nilai yang sesuai dengan nilai- nilai agama dan sosial budaya yang membudaya dalam diri pribadi, keluarga, dan masyarakat yang berorientasi pada kehidupan sejahtera dengan jumlah anak ideal untuk mewujudkan kesejahteraan lahir dan kebahagiaan batin.
9. Kesediaan untuk menerima tanggung jawab bagi perbaikan dan peningkatan hidup keluarga, lingkungan, masyarakat, dan Negara.
10. Mengembangkan dasar bertanggung jawab ke arah keserasian, keselarasan, dan keseimbangan antara manusia dan lingkungannya baik lingkungan alam maupun lingkungan sosialnya.
11. Mengembangkan dasar pengetahuan, sikap, dan perilaku professional dalam pendayagunaan, pelestarian dan peningkatan daya dukung sumber daya yang ada.
Khusus dalam pendidikan lingkungan hidup oleh seorang pakar lingkungan, Jayasuriya (2007) menyatakan bahwa tujuan umum (visi) pendidikan lingkungan hidup ialah agar para pelajar memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, motivasi dan rasa keterpanggilan (commitment) untuk bekerja secara individual dan kolektif menuju kepada pemecahan dan penecegahan timbulnya masalah lingkungan.
Dalam tujuan umum di atas, menurut Jayasuriya bahwa pendidikan dan lingkungan hidup ini terkandung unsur tujuan
kesadaran, sikap keterampilan, kemampuan mengevaluasi dan keikutsertaan (perilaku) dari peserta didik dalam hubungannya dengan pelestarian dan peningkatan kualitas lingkungan hidup, yang dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Mengembangkan kesadaran akan perlunya individu dapat memenuhi kebutuhan dari lingkungannya,
b. Mengembangkan kesadaran akan lingkungan dan masalahnya kini dan mendatang,
c. Mendapatkan pengetahuan dan pengertian tentang hubungan ekologis manusia dengan lingkungan sosial budaya dan biofisikanya,
d. Memiliki kemampuan yang diperlukan untuk penggunaan sumber daya alam secara bijaksana, melindungi dan mengembangkan lingkungan menuju pemecahan masalahnya, e. Mengembangkan sikap, nilai dan kepercayaan yang esensial
untuk meningkatkan kualitas dan konservasi lingkungan, f. Berpartisipasi aktif, baik secara individual maupun secara
bersama dalam kegiatan yang berhubungan dengan perbaikan lingkungan.
Berdasarkan penjabaran tujuan umum dan khusus di atas maka suatu program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH), tidak akan cukup disiapkan untuk mengembangkan aspek kognitif dan afektif saja, melainkan juga aspek psikomotorik-nya. Untuk menyiapkan pengetahuan yang didasari masalah lingkungan, tujuan dasar program PKLH untuk merubah sikap dalam hubungannya dengan situasi kegiatan mengenai masalah lingkungan dan mengembangkan keterampilan untuk memperkecil akibat buruk dari masalah lingkungan yang ada.
Sebagaimana telah diuraikan sebelumnya bahwa secara umum tujuan PKLH adalah membina dan mengembangkan siswa agar memiliki sikap dan tingkah laku kependudukan serta dapat
mengelola lingkungan hidup secara rasional dan bertangung jawab dalam rangka memelihara keseimbangan sistem lingkungan dan penggunaan sumber daya alam (SDA) secara spiritual maupun material. Oleh karena itu maka sasaran PKLH harus di arahkan pada aspek-aspek kognitif, afektif dan psikomotorik secara bersamaan.
Adapun aspek-aspek yang menjadi sasaran pembelajaran PKLH adalah sebagai berikut :
a. Kesadaran
Membuat individu dan kelompok masyarakat agar sadar serta peka terhadap totalitas lingkungan dan permasalahannya. b. Pengetahuan
Membekali individu dan kelompok masyarakat dengan pengetahuan dasar mengenai totalitas lingkungan, permasalahan, serta peranan dan tanggung jawab manusia. c. Sikap
Mendorong individu dan kelompok masyarakat agar memiliki nilai-nilai sosial, kepekaan dan kepedulian terhadap lingkungan, serta motivasi untuk partisipasi aktif dalam perlindungan dan peningkatannya.
d. Keterampilan
Membantu individu dan kelompok masyarakat untuk meningkatkan keterampilan yang diperlukan dalam memecahkan permasalahan lingkungan hidup.
e. Kemampuan Evaluasi
Meningkatnya kemampuan individu dan kelompok masyarakat agar dapat mengkaji program- program pembangunan dilihat dari segi ekologis, politis, ekonomi, sosial, estetika, maupun faktor pendidikan.
f. Partisipasi
terlibat secara aktif memecahkan berbagai permasalahan lingkungan.
Berdasarkan batasan dari uraian tujuan-tujuan tersebut di atas, baik tujuan umum maupun tujuan khususnya, maka objek dan ruang lingkup objek dari studi PKLH selalu berkaitan dengan masalah kependudukan dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam suatu forum seminar tentang aspek hukum dari pengelolaan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 25–27 Maret 1976, telah teridentifikasi masalah pokok di bidang kependudukan dan lingkungan hidup, meliputi :
a. Masalah kependudukan dengan segala parameternya, termasuk :
- besarnya jumlah penduduk, - komposisi umur muda,
- tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi, - distribusi penduduk yang tidak merata, - kondisi sosial ekonomi yang rendah. b. Masalah pencemaran lingkungan.
c. Masalah ekonomi dalam hubungannya dengan konsep pertumbuhan dan biaya-biaya sosial.
d. Masalah institusional : kerjasama baik langsung atau tidak langsung yang dapat mengakibatkan memburuk atau membaiknya kualitas lingkungan.
e. Masalah persepsi manusia terhadap kualitas lingkungan hidupnya.
Sedangkan di dalam sebuah seminar bertemakan : Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup sebagai Salah Satu Upaya Mempersiapkan Peningkatan Kualitas Hidup Yang Berwawasan Lingkungan, yang diselenggarakan di IKIP
Semarang pada tanggal 23 Maret 1988, terungkap bahwa program Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup dapat mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya meliputi :
1. Ekosistem
Ini mencakup struktur dan cara berfungsinya ekosistem, pengaruh manusia terhadap ekosistem serta bagaimana manusia mampu mengubah sistem di bumi.
2. Populasi
Di dalamnya mengatur populasi, pengelompokkan umur, sebab-sebab meningkatnya jumlah penduduk, pengaruh populasi terhadap lingkungan, perpindahannya, pemakaian sumber daya oleh populasi yang makin meningkat, gaya hidup populasi, tingkat kelahiran/kematian, dan kesehatan populasi terkait di sini kebijaksanaan kependudukan serta implikasi sosial, ekologi, politik.
3. Ekonomi dan Teknologi
Sistem perekonomian membentuk pengaturan sosial untuk memproduksi dan mendistribusikan barang maupun jasa yang dikehendaki oleh individu maupun masyarakat. 4. Keputusan yang berkaitan dengan Lingkungan
Dalam proses pembuatan keputusan yang berkaitan dengan lingkungan perlu dipertimbangkan aspek ekonomi, sosial, teknologi, serta kemungkinan alternatif pemecahan, kebijaksanaan dan tindakan dalam masalah tersebut. 5. Etika Lingkungan
Manusia merupakan salah satu makhluk yang menghuni bumi ini, sebagai makhluk manusia memiliki beberapa kelebihan dari makhluk yang lain. Dengan akal budinya,
manusia dapat mengeksploitasi bumi beserta alam lingkungan secara maksimal, namun apabila mengeksploitasi bumi tidak didasari oleh rasa cinta dan rasa “menghormati” terhadap bumi dan segala kehidupan yang ada, planet ini mungkin sekali akan menjadi sulit untuk mendukung populasi manusia meski dalam jumlah yang kecil sekali pun.
Jadi etika lingkungan adalah rasa menghargai/ menghormati lingkungan yang berawal dari rasa cinta terhadap lingkungan dan kesadaran akan peranan keseimbangan dalam lingkungan hidup. Oleh sebab itu, tingginya kadar etika lingkungan dapat menunjang timbulnya perilaku yang positif terhadap keseimbangan lingkungan hidup.
Lingkungan hidup bukan hanya mengenai masalah manusia, tetapi juga berkaitan dengan masalah yang lain. Sumber daya alam seperti udara, air, tumbuh-tumbuhan, hewan, tanah, bahan-bahan dari bumi, sumber-sumber energi (matahari, bahan-bahan fosil, tenaga air, tenaga atom, dan sebagainya) dapat termasuk bahan kajian lingkungan hidup. Manusia, sebagai sumber daya dan pemeran dalam perekayasaan untuk memenuhi kebutuhannya, dapat mempengaruhi keadaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, mutu lingkungan (seperti populasi penduduk, perencanaan kota dan regional) dan pemantauan lingkungan seperti pengendalian kebisingan (noice controls), pengendalian terhadap air permukaan, air tanah, air limbah serta kualitas udara, dapat saja dipertimbangkan sebagai bahan masukan PKLH.
Berdasarkan uraian di atas, secara garis besar dapat dikatakan bahwa ruang lingkup atau objek kajian PKLH adalah yang berkaitan dengan :
a. masalah kependudukan dengan segala parameternya; b. masalah pencemaran lingkungan;
c. masalah persepsi manusia terhadap kualitas lingkungan yang pada gilirannya dapat berbicara mengenai masalah pemantauan lingkungan, keputusan-keputusan administrasi mengenai standar mutu air, udara dan undang-undang pelestarian lingkungan;
d. masalah implikasi sosial dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan hidup (perencanaan kota dan regional, tempat rekreasi);
e. masalah etika lingkungan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya sikap serta perilaku positif terhadap lingkungan hidup.