• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi Misi Dan Kelebihan Kekurangan Perusahaan

Dalam dokumen NAMRA NASARINA NIM (Halaman 58-0)

BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

C. Visi Misi Dan Kelebihan Kekurangan Perusahaan

Guna memberikan inspirasi dan membangkitkan semangat seluruh karyawan perusahaan maka Pegadaian merumuskan visi ke depan yaitu : Pada tahun 2013 pegadaian menjadi “champion” dalam pembiayaan mikro dan kecil berbasis gadai 50 dan fiducia bagi masyarakat menengah ke bawah.Sejalan dengan tujuan Pegadaian, maka disusunlah rumusan misi sebagai berikut :

1. Membantu Program Pemerintah meningkatkan kesejahteraan rakyat khususnya golongan menengah ke bawah dengan memberikan solusi keuangan yang terbaik melalui penyaluran pinjaman skala mikro, kecil dan menengah atas dasar hukum gadai dan fidusia.

2. Memberikan manfaat kepada pemangku kepentingan dan melaksanakan tata kelola perusahaan yang baik secara konsisten.

3. Melaksanakan usaha lain dalam rangka optimalisasi sumber daya.

Pegadaian sebagai lembaga perkreditan milik pemerintah tentunya mempunyai kelebihan maupun kekurangan dibanding dengan bank. Adapun kelebihan- kelebihan tersebut antara lain :

1. Persyaratan ringan dan mudah;

2. Prosedurnya sederhana;

3. Tidak perlu membuka rekening seperti tabungan ,deposito,ataupun giro;

4. Suatu saat uang dibutuhkan ,saat itu juga uang dapat diperoleh;

5. Keanakaragaman barang yang dapat dijadikan jaminan;

6. Angsuran ringan karena tidak ditentukan besarnya ,sehingga dapat diangsur sesui kemampuan;

7. Memperoleh tenggang waktu pelunasan 2 minggu setelah jatuh tempo tanpa dibebankan bunga (masa tunggu lelang).

Adapun kelemahan dari Pegadaian yaitu sebagai berikut:

1. Sewa modal Pegadaian relativ lebih tinggi dari tingkat suku bunga perbankan;

2. Harus ada jaminan berupa barang bergerak yang mempunyai nilai;

3. Barang bergerak yang digadaikan harus diserahkan ke pegadaian, sehingga barang tersebut tidak dapat dimanfaatkan selama digadaikan;

4. Jumlah kredit gadai yang dapat diberikan masih terbatas.

D. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi merupakan pembagian fungsi dalam suatu organisasi.

Pembagian tersebut akan memisahkan secara formal masing-masing komponen yang ada sesuai dengan tugas dan tanggung jawab serta menunjukkan hubungan

komponen yang satu dengan yang lainnya dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. Dengan adanya struktur organisasi yang baik, diharapkan suatu sistem kerja dapat berjalan dengan lancar sehingga memberikan stabilitas dan kontinyunitas usaha yang baik pula yang memungkinkan organisasi tersebut tetap berlangsung walaupun anggotanya silih berganti.

Kantor wilayah mempunyai banyak tugas melakukan kegiatan perusahaan di Daerah serta memantau tugas-tugas kantor cabang sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan direksi. Kantor wilayah dipimpin oleh seorang pimpinan wilayah utama yang diangkat dan bertanggung jawab kepada direksi melalui direktur utama. Dalam pelaksanaan fungsi shari-hari pimpinan wilayah dibantu oleh :

1. Wakil Pimpinan Wilayah Utama 2. Inspektorat Wilayah Utama

3. Manajer Operasi dan Pengembangan 4. Manajer

5. Manajer Sumber Daya Manusia 6. Manajer Logistik

7. Fungsional Humas dan Hukum 8. Fungsional Teknologi Informasi 9. Fungsional Ahli Taksiran 10. Pembinaan Usaha Kecil

Berikut adalah struktur organisasi dari PT. Pegadaian Wilayah Utama Kota Makassar.

STRUKTUR ORGANISASI DAN TATA KERJA PT. PEGADAIAN

E. Job Description

Uraian tugas pada PT. Pegadaian (persero) kantor wilayah VI Makassar adalah sebagai berikut :

1. Pimpinan Kantor Wilayah

Pemimpin perusahaan yang berfungsi merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan perusahaan di wilayah terutama dibidang operasional serta membantu fungsi-fungsi Kantor Pusat sesuai dengan kewenangan yang dilimpahkan Direksi.

2. Inspektorat

Mempunyai fungsi melakukan koordinasi, melaksanakan dan mengawasi pengujian, pemeriksaan, dan penilaian atas sistem pengendalian manajemen dan pelaksanaan seluruh kegiatan perusahaan di kantor wilayah yang berada dalam kewenangannya yang ditetapkan berdasarkan keputusan Direksi.

2. Manajer Operasional

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan pelaksanaan kegiatan operasional dan pengembangan usaha gadai, usaha lain, dan usaha Syariah serta melakukan pemasarannya.

3. Asisten Manajer Usaha Gadai

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha gadai serta melakukan pemasarannya.

4. Asisten Manajer Usaha Lain

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha lain serta melakukan pemasarannya.

5. Asisten Manajer Ahli Taksir

Mempunyai fungsi merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pelaksanaan tugas sesuai dengan keahliannya dalam rangka penilaian dan penyesuaian taksiran barang jaminan.

6. Asisten Manajer Usaha Syariah

Mempunyai usaha merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan operasional usaha syariah dan melakukan pemasarannya.

7. Manajer Keuangan

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan tresuri serta kantor wilayah utama / wilayah.

8. Asisten Manajer Perbendaharaan

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pengurusan perbendaharaan, penagihan dan perpajakan serta menyusun rencana kerja dan anggaran Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.

9. Asisten Manajer Akuntansi

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawai verifikasi dokumen keuangan dan pembukuan serta penyajian laporan keuangan Kantor Wilayah Utama / Wilayah.

10. Manajer SDM

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan administrasi dan pengembangan serta kesejahteraan SDM.

11. Asisten Manajer Administrasi dan Pengembangan

Merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi proses rekrutmen, pemagangan dalam proses rekrutmen, penyerahan sebagian pekerjaan kepada perusahaan penyedia jasa pekerja / pemborongan pekerjaan (outsourcing), usulan Diklat, mutasi (rotasi, promosi, dan demosi), pengakhiran hubungan kerja (termasuk pensiun), pengangkatan, kepangkatan, naik gaji berkala, pemberian hukuman disiplin, penyelesaian masalah yang berhubungan dengan ketentuan normatif ketenagakerjaan, syarat kerja serta masalah dan/atau perselisihan hubungan industrial, penelitian, dan pengkajian, serta perumusan solusi dan strategi atas kasus-kasus penyimpangan / pelanggaran syarat kerja dan tata tertib / disiplin pegawai, pengelolaan SISSDM di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang serta pendokumentasian, pemeliharaan, dan pemutakhiran dokumen PBSDM, PKB dan peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan.

12. Asisten Manajer Ketenagakerjaan

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi proses pembuatan daftar gaji, tunjangan, dan komponen pendapatan lainnya (upah dan non upah), restitusi, asuransi / jaminan social pegawai, uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, uang penggantian hak dan kompensasi pasca hubungan kerja lainnya, pembinaan jasmani dan rohani, rekreasi, perjalanan dinas / pindah, cuti, dispensasi, hari libur, jam kerja dan jam lembur, penyelesaian permasalahan ketentuan normatif ketenagakerjaan, syarat kerja dan / atau masalah hubungan industrial yang terkait dengan kesejahteraan, mutasi keluarga serta pemberian penghargaan kepada pegawai Kantor Wilayah Utama/ Wilayah.

13. Manajer Logistik

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, menyelenggarakan dan mengendalikan kegiatan perlengkapan, rumah tangga, dan pengelolaan bangunan pada Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.

14. Asisten Manajer Bangunan

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan pengurusan administrasi tanah, bangunan dan prasarananya, rancang bangun, membuat kalkulasi biaya dan melakukan pemeliharaan bangunan serta pengawasan pelaksanaan pembangunan/

perbaikan bangunan di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.

15. Asisten Manajer Perlengkapan

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi pelaksanaan pengurusan tata usaha kantor, kebutuhan rumah tangga, perlengkapan dan keamanan serta kendaraan dinas.

16. Fungsional Humas

Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan dan mengawasi kegiatan Perusahaan, kehumasan dan protokal di Kantor Wilayah Utama / Wilayah dan Kantor Cabang.

17. Pranata Teknologi Informasi

Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi urusan database, perangkat lunak jaringan dan teknis perangkat keras dalam lingkup Kantor wilayah Utama / Wilayah.

18. Fungsional Legal Officer

Mempunyai fungsi membantu Pemimpin Wilayah Utama / Wilayah dalam merencanakan, megkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan hukum Perusahaan, penanganan aspek hukum dan hubungan industrial di Kantor Wilayah Utama/Wilayah dan Kantor Cabang.

19. Pemimpin Cabang

Mempunyai fungsi merencanakan, mengorganisasikan, menyelenggarakan, dan mengendalikan kegiatan operasional, administrasi dan keuangan usaha gadai dan usaha lain Kantor cabang serta Unit Pelayanan Cabang (UPC).

20. Manajer Operasional

Mempunyai fungsi merencanakan, mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi penetapan harga taksiran, penetapan kelayakan kredit, penetapan besaran uang pinjaman, administrasi, keuangan, serta pembuatan laporan kegiatan operasional usaha gadai dan usaha lain pada kantor Cabang.

21. Pengelola Unit Pengelolaan Cabang

Mempunyai fungsi mengkoordinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan opersional, mengawasi administrasi, keuangan, keamanan, ketertiban, dan kebersihan serta pembuatan laporan kegiatan UPC.

22. Penaksir

Mempunyai fungsi melaksanakan kegiatan penaksiran barang jaminan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam rangka mewujudkan penetapan taksiran dan uang pinjaman yang wajar dan citra baik perusahaan, serta mengkoodinasikan, melaksanakan, dan mengawasi kegiatan administrasi dan keuangan.

23. Penyimpan

Mempunyai fungsi mengurus gudang barang jaminan emas dan dokumen kredit dengan cara menerima, menyimpan, merawat, dan mengeluarkan serta mengadministrasikan barang jaminan dan dokumen sesuai dengan peraturan yang berlaku dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan dan dokumen kredit.

24. Pemegang Gudang

Mempunyai fungsi melakukan pemeriksaan, penyimpanan, pemeliharaan, dan pengeluaran serta pembukuan barang jaminan selain barang kantong sesuai dengan peraturanyang berlaku dalam rangka ketertiban dan keamanan serta keutuhan barang jaminan.

25. Kasir

Mempunyai fungsi mengurus arus kas dari nasabah baik yang masuk maupun yang keluar dan menyetorkannya kepada bagian perbendaharaan.

26. Keamanan

Mempunyai fungsi menertibkan dan mengamankan keadaan kantor selama jam kerja maupun setelahnya agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

BAB V

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pembahasan

Pada bab ini diuraikan pengertian dan definisi dari aset tetap serta penyusutan menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang perpajakan diantaranya ada metode-metode yang menimbulkan perbedaan perlakuan atas penyusutan aset tetap. Perbedaan tersebut akan dibahas sesuai dengan apa yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, baik menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang perpajakan pada PT. Pegadaian. Aset tetap merupakan benda berwujud yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk melaksanakan kegiatan normal perusahaan. Aset tetap mempunyai umur yang terbatas dan pada akhir masa manfaatnya aset tersebut harus diganti.

B. Kebijakan Aset Tetap Pada PT. Pegadaian (Persero)

Aset tetap pada PT. Pegadaian cabang makassar adalah aset yang dimiliki oleh pegadaian kantor cabang yang pemiliknya ditujukan tidak untuk dijual kembali, melainkan untuk dipergunakan dalam rangka menunjang kegiatan operasional pegadaian sehari-hari.

Jenis-jenis aset tetap yang dimiliki oleh PT. Pegadaian kantor cabang makassar meliputi:

1. Tanah

Tanah yang dipergunakan untuk membangun gedung atau tanah yang dibeli oleh PT. Pegadian pusat dan belum dipergunakan.

55

2. Bangunan

Bangunan yang ditempati oleh pegadaian untuk operasional yang termasuk dalam kelompok bangunan adalah bangunan adalah: bangunan permanent/tidak permanent.

3. Mesin kantor

Mesin kantor PT. Pegadaian berupa semua jenis Komputer, PC dan Printer yang dipergunakan dalam opersional sehari.

4. Kendaraan Dinas

Kendaraan yang terdiri dari mobil dan motor yang dipergunakan untuk menunjang kegiatan operasional pegadaian.

5. Meubelair kantor

Meubelir kantor seperti furniture, peralatan kerja dan peralatan lainnya yang dipakai dalam kegiatan operasional sehari-hari.

6. Komputer kantor

Semua jenis aset tetap yang dimiliki oleh PT. Pegadaian memegang peranan penting dalam kegiatan operasionalnya. Untuk itu diperlukan kebijkan yang baik dari manajemen pegadaian wilayah dalam mengelolanya sehingga dapat memberikan sumbangan pendapatan dimasa yang akan datang. Dan semua aset tetap tersebut tidak dapat dipisahkan dari biaya penyusutan yang terkadang didalamnya, hal itu dikarenakan setiap jenis aset tetap harus disusutkan secara sistematis sepanjang masa manfaat yang dikenal dengan istilah penyusutan.

Dimana penyusutan untuk setiap periode diakui sebagai beban untuk periode yang bersangkutan. Perhitungan penyusutan dilakukan dengan menggunakan salah satu

dari metode-metode penyusutan yang ada yang mencerminkan pola pemanfaatan ekonomi dari setiap aset diperum pegadaian cabang makassar.

Perhitungan penyusutan yang dilakukan oleh Pegadaian Wilayah untuk jenis aset tetap kelompok bangunan seperti: bangunan kantor, bangunan rumah dihitung dengan menggunakan metode garis lurus sedangkan untuk jenis aset tetap bukan bangunan seperti kendaraan, mesin kantor, inventaris, komputer, meubelir kantor dihitung menggunakan metode saldo menurun berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap tersebut sebagai berikut:

Jenis aktiva tetap Masa manfaat

Bangunan

-Bangunan/gedung permanen 20 tahun

-Bangunan/gedung tidak permanen 10 tahun

Inventaris

-Komputer 4-8 tahun

-Mesin kantor 4-8 tahun

-Meubelir 4-8 tahun

Kendaraan

-Mobil 8 tahun

-Motor 4 tahun

C. Perbandingan Perhitungan Penyusutan Aset Tetap Berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan dengan Undang-Undang Perpajakan Pada PT.

Pegadaian (Persero)

Dari beban ke tahun aset tetap yang digunakan oleh PT. Pegadaian (Persero) dalam opersional sehari-hari kecuali tanah dan gedung dalam pembangunan mengalami penurunan jasa yang diberikannya, baik diakibatkan aus karena umur, pemakaian, ataupun terjadinya kerusakan serta ketuaan. Oleh karena itu, aset tetap hanya mempunyai masa manfaat yang terbatas dan sampai pada saat tertentu aset tetap tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi hal tersebut dinamakan penyusutan aset tetap.

PT. Pegadaian (Persero) cabang makassar memiliki kebijakan dalam menggolongkan aset tetap yang dimilikinya sesuai dengan kondisis pegadaian, yaitu kebijkan dalam menggolongkan aset tetapnya juga dalam penggunaan metode penyusutan yang sesuai untuk masing-masing jenis aset tetap.

Penulis juga ingin menjelaskan metode yang digunakan oleh PT. Pegadaian (Persero) dalam menghitung penyusutan aset tetapnya dengan melihat daftar rekapitulasi dari aset tetap tersebut. Untuk jenis aset tetap kelompok bukan bangunan seperti: bangunan kantor, bangunan rumah,instalasi listrik kantor, instalasi AC kantor menggunakan garis lurus, sedangkan kelompok bukan bangunan seperti: kendaraan dinas, mesin kantor, inventaris mnggunakan saldo menurun.

Berdasarkan daftar aset tetap yang dimiliki oleh pegadaian yang meliputi nama aset tetap, harga perolehan beserta tanggal perolehan. Harga perolehan

merupakan dasar perhitungan beban penyusutan, adapun perincian harga perolehan aset tersebut terlihat pada lampiran.

Untuk menjelaskan perhitungan penyusutan pada PT. Pegadaian, berikut ini beberapa perhitungan penyusutan aset tetap yang ditetapkan oleh perusahaan.

1. Perhitungan beban penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus menurut fiskal

a. Bangunan rumah

Deskripsi : Bangunan

Tanggal Perolehan : 01-Januari-2003 Harga Perolehan : Rp.

339.632.000,-Masa manfaat : 20 tahun

Tarif penyusutan : 5%

Metode dihitung sebagai berikut :

= Harga perolehan x Tarif penyusutan 100

= 339.632.000 100

= 16.981.600

Tabel 1.3 Penyusutan Bangunan

Tahun Penyusutan Akumulasi Penyusutan Nilai Buku

2003

Sumber: PT. Pegadaian Cabang Makassar

Jurnal beban penyusutan per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

Beban Penyusutan Rp 16.981.600

-Akumulasi Penyusutan - Rp 16.981.600

2. Perhitungan beban penyusutan dengan Metode saldo menurun ganda menurut fiskal

a. Kendaraan

Deskripsi : Sepeda motor

Tanggal perolehan : 21-April-2009 Harga perolehan : Rp. 11.970.000

Masa manfaat : 4 Tahun

Tarif Penyusutan : 50 % Tabel 1.4 Penyusutan kendaraan

Tahun Tarif penyusutan Penyusutan Nilai buku

Harga perolehan 10.000.000 Sumber: PT. Pegadaian Cabang Makassar

Jurnal beban penyusutan per 31 Desember 2014 adalah sebagai berikut:

Beban penyusutan Rp 937.500

-Akumulasi penyusutan - Rp 937.500

Pegadaian kantor cabang makassar dalam melakukan penyusutan atas aset tetapnya berdasarkan ketetentuan perpajakan pasal 11 UU No 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan. Sehingga dalam praktek komersial metode penyusutan aset tetap yang digunakan sama dengan metode penyusutan berdasarkan

perpajakan baik itu penggolompokan aset berdasarkan masa manfaatnya maupun tarif penyusutan yang digunakannya.

Berdasarkan daftar rekap kendaraan dan bangunan pada pegadaian kantor cabang, maka besarnya penyusutan untuk semua jenis aset tetap pegadaian berdasarkan metode akuntansi dan perpajakan untuk periode 31 Desember 2014 dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 1.5 Penyusutan Aset Tetap

Berdasarkan Standar Akuntansi keuangan Periode yang berakhir 31 desember 2014

Sumber : PT. Pegadaian Cabang Makassar Jenis asettetap Masa

Total 33.156.413.482 1.611.824.782 10.992.054.104 22.161.186.205

Tabel 1.6 Penyusutan Aset Tetap Berdasarkan Perpajakan

Periode yang berakhir 31 Desember 2014

Sumber : PT. Pegadaian Cabang Makassar

Total beban penyusutan untuk bangunan dan kendaraan berdasarkan metode standar akuntansi keuangan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.611.842.782. Sedangkan berdasarkan perpajakan untuk periode 31 desember 2014 adalah sebesar Rp 1.348.996.305. Kebijakan pegadaian kantor cabang Makassar bahwa aset tetap yang telah habis masa manfaatnya tetapi masih dapat digunakan untuk operasional pegadaian, maka nilai buku aset tetap tersebut dicatat dan tidak disusutkan lagi.

Jenis Asettetap Masa

manfaat Tarif Nilai perolehan Beban peyusutan

Total 27.762741.783 1.348.996.305 8.551.128.403 19.210.613.016

Tabel 1.7 Aset tetap

Yang dapat disusutkan dan tidak dapat disusutkan Menurut fiskal

Periode berakhir 31 desember 2014

Jenis aset tetap Yang dapat disusutkan Yang tidak dapat disusutkan Bangunan

Jadi aset tetap yang dapat disusutkan menurut fiskal sekaligus sebagai beban penyusutan berdasarkan perpajakan adalah sebesar Rp. 1.348.996.305,- sedangkan yang tidak dapat disusutkan menurut fiskal sebesar Rp. 262.828.477,-.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

Dari hasil uraian pada bab-bab sebelumnya, penulis akan mengemukakan beberapa kesimpulan dan saran dari penenlitian skripsi ini diharapkan kesimpulan dan saran yang dikemukanan dapat bermanfaat bagi penulis maupun perusahaan yang menjadi tempat penelitian serta pihak lain yang membaca skripsi ini.

A. Kesimpulan

Kesimpulan yang diperoleh penulis dari hasil penelitian dan pembahasan terhadap analisis perhitungan penyusutan asset tetap menurut standar akuntansi keuangan serta undang-undang perpajakan pada PT. Pegadaian (Persero) cabang Makassar, adalah sebagai berikut:

1. Aset tetap PT. Pegadaian (persero) Cabang Makassar sudah dikelompokkan sesuai dengan jenis dan masa manfaat yang diharapkannya.

Pengelompokkannya terdiri dari tanah, bangunan berupa (bangunan kantor, bangunan rumah dinas, lapangan tenis, pagar kantor, taman kantor, instalasi kantor). Kelompok bukan bangunan berupa (kendaraan, mesin kantor, computer, meubelir kantor).

2. Kebijakan perhitungan penyusutan untuk seluruh aset tetap PT. Pegadaian (Persero) cabang Makassar berdasarkan ketentuan perundang-undangan perpajakan pasal 11 undang-undang No 36 Thaun 2008 tentang pajak penghasilan. Untuk aset tetap kelompok bangunan disusutkan dengan metode garis lurus (Straight Line Method), sedangkan untuk kelompok bukan bangunan menggunakan slado menurun ganda (Double Declining Method).

65

B. Saran

Saran dalam penelitian ini

1. PT. Pegadaian (Persero) cabang Makassar untuk masa yang akan datang hendaknya melakukan perencanaan secara efesien terhadap pengeluaran aset tetap yang tidak dapat diakui sebagai biaya menurut ketentuan perundang-undangan perpajakan yang berakibat berbedanya beban penyusutan menurut komersial dengan fiscal dikarenakan dapat mempengaruhi besarnya laba kena pajak.

2. Adanya pertimbangan penggunaan metode penyusutan dengan ketentuan SAK, misalnya dengan metode saldo menurun atau satuan jam kerja. Karena setiap aset tetap akan mengalami penurunan kondisi. Dimana, apabila biaya yang disusutkan setiap tahunnya sama dan kinerja dari aset tetap perusahaan semakin menurun, akan mengakibatkan beban penyusutan di tahun-tahun terakhir menjadi kurang efektif.

DAFTAR PUSTAKA

Baridwan, Zaki, 2004, Intermediate Accounting, Edisi7, Yogyakarta: BPFE.

Harahap, S Sofyan, Akuntansi aktiva Tetap, Edisi Ketiga, Jakarta: Penerbit PT.

Raja Grafindo.

Ikatan Akuntan Indonesia, dalam PSAK Nomor 16 Paragraf 06 tentang Aset Tetap Berwujud.

Ilyas B, Wirawan, 2007, Pengantar Perpajakan Indonesia, Edisi Revisi, Jakarta;

Salemba Empat.

Mulyadi, 2002, Akuntansi Biaya, Edisi pertama, Palembang: Salemba Empat Santoso Brotodiharjo R, 2005, Perpajakan Indonesia, Edisi Kelima, Jakarta:

Selemba Empat.

Simatupang, 2006, Akuntansi Penyusutan Aktiva Tetap Menurut Standar Akuntansi keuangan dan undang-undang Perpajakan serta Pengaruhnya terhadap Laporan keuangan pada PT. Hexasetia Sawita Medan.

Situs web, Soemitro, Rochmat, 1990, Dasar-dasar hukum pajak dan pajak pendapatan, Edisi

2011, Jogjakarta: ANDI.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 16 Paragraf 6 tentang Aset Tetap.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Nomor 17 Paragraf kedua tentang Akuntansi Penyusutan.

Pernyataan Menurut Undang-Undang PPh No 36 Tahun 2008 Pasal 11 Ayat (1) dan (2) tentang Penyusutan.

Waloyu, 2005, Perpajakan Indonesia, Edisi Kelima, Jakarta: Salemba Empat.

RIWAYAT HIDUP

NAMRA NASARINA, dilahirkan di Desa Turungan Baji kecamatan Sinjai Barat Kabupaten Sinjai, Tepatnya pada Tanggal 11 November 1992. Penulis ini adalah anak pertama dari empat bersaudara, buah cinta kasih dari pasangan Enre dengan Naisyah.

Mulai memasuki pendidikan formal di SD Negeri 73 Soppeng pada tahun 2000 dan tamat pada tahun 2005, kemudian melanjutkan ke SMP Negeri 3 Bonto Salama pada tahun 2005 dan tamat pada tahun 2008, penulis kemudian melanjutkan ke SMA Negeri 2 Sinjai Utara dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun 2011 penulis melanjutkan studinya ke salah satu perguruan tinggi swasta yaitu Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Memilih Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Akhir Studi penulis mempertahankan skripsi di hadapan penguji dengan judul “Analisi Perhitungan Penyusutan Aset Tetap Menurut Standar Akuntansi Keuangan dan Undang-Undang Perpajakan Pada PT. Pegadaian (Persero) Cabang Makassar”.

Dalam dokumen NAMRA NASARINA NIM (Halaman 58-0)