• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.3 Lokasi dan Waktu Penelitian

3.3.2 Waktu penelitian

Waktu pelaksanaan pada penelitian ini dari 28 Agustus - 26 November 2019 3.4. Variabel Penelitian

Variabel penelitian merupakan suatu atribut dari sekelompok objek yang diteliti yang mempunyai variasi satu dengan yang lain dalam kelompok tersebut.

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti maka variabel penelitian adalah estimasi sumberdaya batubara dan overburden menggunakan metode circular dan poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1.

3.5. Data dan Sumber Data 3.5.1 Data

Adapun data yang dibutuhkan dalam penelitian adalah sebagai berikut:

1. Data Primer

a. Dip singkapan batubara b. Koordinat titik pengeboran 2. Data Sekunder

a. Peta topografi PT. Inti Bara Nusalima

b. Peta Geologi Regional PT. Inti Bara Nusalima

c. Peta eksplorasi PT. Inti Bara Nusalima d. Data koordinat iup PT. Inti Bara Nusalima 3.5.2. Sumber Data

Sumber data berasal dari hasil pengamatan langsung dilapangan, studi kepustakaan/literatur, arsip-arsip perusahaan, dan dokumentasi lapangan di PT. Inti Bara Nusalima

3.6. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah:

1. Pengambilan data dip singkapan batubara berguna untuk menghitung tonase batubara metode circular, dikarenakan dalam rumus metode circular memerlukan data dip untuk melakukan perhitungan.

2. Koordinat titik pengeboran berguna untuk mengetahui posisi titik pengeboran agar bisa dipetakan. Koordinat dalam titik pengeboran ini meliputi easting, northing dan elevasi.

3.7. Teknik Pengolahan Data

Teknik pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengambilan data primer dan data sekunder, data primer berupa data koordinat titik pengeboran dengan menggunakan GPS (Global Positioning System) dan data sekunder dapat berupa peta topografi, peta geologi daerah penelitian, dan peta Kesampaian daerah. Peneliti menggunakan metode Circular dan metode Poligon dibantu dengan Software Surpac 6.5.1

3.7.1. Pengolahan Data Perhitungan Sumberdaya Terukur Menggunakan Metode Circular

Langkah - langkah yang dilakukan dalam pengolahan data sebagi berikut:

1. Menyimpan data koordinat bor dalam format csv (comma delimited) dengan bantuan microsoft excel

2. Buka software surpac dan cari file yang sudah disimpan dalam format csv (comma delimited)

3. Klik kanan pada tempat folder penyimpanan file tersebut dan set as work directory

4. Untuk memunculkan lubang bor klik file pada menu surpac klik import klik data from many files (string)

5. Pada location isi data tersebut dengan data koordinat csv klik open pada location ke 2 copy paste location pertama apply

6. Pada pengisian string urutkan data tersebut sesuai dengan data koordinat x,y,z yang kita input apply

7. Klik file lubang bor yang sudah jadi file str tarik ke layar

8. Setelah lubang bor ditampilkan dilayar surpac klik create pada menu circle by selection

9. klik satu titik lubang bor dan isi jarak radius sesuai dengan kondisi geologi di lapangan apply lakukan ke semua titik lubang bor

10. Setelah circle semua jadi lalu potong bagian circle terluar yang bersinggungan dengan cara ketik CBT (Clip by Temp Segment) pada bagian bawah layar lalu enter

11. Klik circle yang bersinggungan dengan 3 kali klik membentuk segitiga apply lakukan pada semua circle yang bersinggungan

12. Setelah semua circle bersinggungan dipotong klik tool delete segment hapus circle bagian terdalam

13. Untuk menghubungkan titik yang sudah di potong klik tool join the end of one segment pada penghubungan titik terakhir klik tool close segment setelah semua terhubung simpan file tersebut

14. tarik file permodelan circular yang sudah jadi ke layar untuk mengetahui luas area klik inquire pada menu klik segment properties klik pada bagian tengah permodelan circular maka pada bagian bawah layar keluarlah hasil horizontal luas areanya.

15. Untuk menghitung tonase batubara pada metode circular menggunakan rumus Persamaan (2.1)

3.7.2. Pengolahan Data Perhitungan Sumberdaya batubaraMenggunakan Metode Poligon

Langkah - langkah yang dilakukan dalam pengolahan data sebagi berikut :

1. Menyimpan data koordinat lubang bor dalam format csv (comma delimited) dengan bantuan microsoft excel

2. Buka software surpac dan cari file yang sudah disimpan dalam format csv

5. Pada location isi data tersebut dengan data koordinat csv open pada location ke 2 copy paste location pertama apply

6. Pada pengisian string urutkan data tersebut sesuai dengan data koordinat x,y,z yang kita input apply

7. Klik file lubang bor yang sudah jadi file str tarik ke layar

8. Setelah lubang bor ditampilkan dilayar surpac klik create pada menu circle by selection

9. klik satu titik lubang bor dan isi jarak radius sesuai dengan kondisi geologi di lapangan apply lakukan ke semua titik lubang bor

10. Setelah circle semua jadi lalu buat garis dengan cara klik tool snap mode lalu klik point kemudian klik tool create new points using the mouse

11. Setelah mengklik tool create new points using the mouse buatlah garis pada circle yang bersinggungan

12. sebelum memotong circle diubah dulu tool point menjadi plane

13. Setelah membuat semua garis pada circle yang bersinggungan lalu potong circle dengan cara mengklik cbt lalu enter jika keluar bacaan clip segments

pada layer pilih inside the boundry apply lalu klik 3 kali pada garis dan circle yang dipotong membentuk segitiga lalu redo

14. Hubungkan garis yang saling bersinggungan dengan tool point , hingga membentuk 1 poligon pada satu titik lubang bor

15. Untuk menghitung tonase batubara pada metode poligon menggunakan rumus persamaan (2.5)

3.7.3 Perhitungan Overburden

Pengolahan data untuk volume overburden dilakukan dengan hasil yang didapat dari perhitungan luas area metode circular dan poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 rumusnya menggunakan persamaan (2.11)

3.8. Analisa Hasil Pengolahan Data

Data yang akan dianalisis berupa perhitungan sumberdaya batubara dan volume overburden pada PT Inti Bara Nusalima. Hasil pengolahan data sebagai berikut:

1. Analisa perhitungan sumberdaya batubara dengan metode circular dan metode poligon

Seluruh data yang didapat dilapangan dan telah diolah seperti koordinat bor,cutting pemboran dan dipp outcrop ini dilakukan agar dapat menentukan jumlah sumberdaya batubara, analisa pada penelitian ini nantinya dapat menjadi bahan perbandingan antara metode circular dan metode poligon

2. Analisa volume overburden

Analisa ini dilakukan agar dapat menentukan kapasitas dari volume overburden

3.9. Kerangka Metodologi

Langkah-langkah yang dilakukan penulis dalam melakukan penelitian:

Gambar 3.1 Skema Alur Penelitian Observasi Lapangan 1. Koordinat titik Pengeboran 2. Dipp singkapan batubara

3. Data Litologi Batuan PT. Inti Bara Nusalima 4. Peta Eksplorasi PT. Inti Bara Nusalima 5. Peta Geologi PT. Inti Bara Nusalima 6. Peta Topograpi PT. Inti Bara Nusalima 7. Data Litologi Batuan PT. Inti Bara Nusalima

Mulai

BAB IV

PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA 4.1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini ada dua yaitu data primer dan data sekunder. Data yang didapatkan peneliti dilapangan adalah sebagai berikut:

4.1.1. DataPrimer

Data primer dalam penelitian ini meliputi:

1. Koordinat Titik pengebaran

Pengambilan data koordinat titik pengeboran pada PT. Inti Bara Nusalima menggunakan gps garmin. Koordinat titik pengeboran berguna untuk mengetahui posisi titik pengeboran agar bisa dipetakan. Koordinat dalam titik pengeboran ini meliputi easting, northing dan elevasi.

Gambar 4.1 Pengambilan Koordinat Titik Pengeboran Menggunakan Gps Garmin

2. Dip singkapan batubara

Pengukuran kedudukan dip singkapan batubara pada PT. Inti Bara Nusalima menggunakan GPS garmin, dengan koordinat singkapan easting (X) 287339 northing (Y) 9791971 dilakukan pengukuran kedudukan yaitu strike (N) 164° dipp (E) 19°

Gambar 4.2 Pengambilan Data Koordinat Singkapan Batubara dan Kedudukan Dip Menggunakan Gps garmin

4.1.2. Data Sekunder

1. Data Litologi Batuan PT. Inti Bara Nusalima

Data litologi merupakan data yang memperlihatkan jenis-jenis batuan hasil dari pengeboran dapat dilihat pada lampiran II

2. Peta Eksplorasi PT. Inti Bara Nusalima

Peta ekplorasi menggambarkan tentang keberadaan dari singkapan batubara Pada wilayah iup PT inti bara nusalima dapat dilihat pada lampiran iv 3. Peta Geologi PT. Inti Bara Nusalima

Peta geologi adalah gambaran tentang keadaan geologi suatu wilayah, yang meliputi susunan batuan yang ada dan bentuk-betuk struktur dari masing-masing batuan tersebut dapat dilihat pada lampiran v

4. Peta Topografi PT. PT. Inti Bara Nusalima

Peta topografi adalah peta kontur yang menggambarkan ketinggian atau elevasi dari permukaan bumi dapat dilihat pada lampiran vi

4.2. Pengolahan Data

Dari data koordinat titik bor didapatkan 46 titik, pengimputan data koordinat titik bor meliputi pengimputan koordinat easthing (x), northing (y), elevasi (z) dari hasil pengimputan data menggunakan Software Surpac 6.5.1 dapat dilihat pada gambar 4.3.

Gambar 4.3 Tampilan lubang bor pada Software Surpac 6.5.1

4.3 Perhitungan Sumberdaya Batubara

Perhitungan volume batubara dengan metode circular, Perhitungan ini dilakukan dengan bantuan Perangkat lunak Surpac 6.5.1

4.3.1 Perhitungan sumberdaya batubara metode Circular

Metode Circular usgs adalah metode yang dilakukan dengan cara membuat lingkaran-lingkaranm(setengah lingkaran) pada setiap titik informasi endapan batubara, Pembuatan Circle pada metode circular dengan cara mengklik satu persatu lubang bor dan memasukkan data sesuai kondisi geologi pada PT. Inti Bara Nusalima,

Dilihat dari Peta geologi kondisi geologi pada PT. Inti Bara Nusalima berada pada kondisi geologi moderat dimana kondisi geologi moderat ini menurut SNI 5015:2011 pedoman pelaporan sumberdaya mineral dan cadangan jarak titik informasi sumberdaya tereka 500-1000 m, sumberdaya terunjuk 250-500 m dan sumberdaya terukur 0-250m, dari data tersebut peneliti dapat menghitung jumlah overburden dan volume batubara.

Adapun langkah-langkah pengolahan data dari metode circular dengan bantuan software surpac 6.5.1 adalah sebagai berikut:

1) Menyimpan data koordinat bor dalam format csv (comma delimited) dengan bantuan microsoft excel

Gambar 4.4 Format CSV Pada Excel

2) Buka software surpac dan cari file yang sudah disimpan dalam format csv (Comma Delimited)

3) Klik kanan pada tempat folder penyimpanan file tersebut dan set as work Directory

Gambar 4.5 Tampilan Set As Work Directory

Fungsi dari mengklik set as work directory adalah agar file yang nantinya disimpan akan tersimpan difolder tersebut

4) Untuk memunculkan lubang bor klik file excel yang sudah dalam format csv pada menu surpac klik import klik data from many files (string)

Gambar 4.6 Import Data Csv Kedalam Format Str

5) Pada location isi data tersebut dengan data koordinat csv klik open pada location ke 2 copy paste location pertama apply

Gambar 4.7 Import Koordinat

6) Pada pengisian string urutkan data tersebut sesuai dengan data koordinat x,y,z yang kita input apply

Gambar 4.8 Pengisian String

7) Klik file lubang bor yang sudah jadi dalam format str lalu tarik ke layar

Gambar 4.9 Tampilan Lubang Bor

8) Setelah lubang bor ditampilkan dilayar surpac klik create pada menu klik circle by selection dapat dilihat pada gamabar 4.10

Gambar 4.10 Proses Membuat Circle

9) klik satu titik lubang bor dan isi jarak radius sesuai dengan kondisi geologi di perusahaan dapat dilihat pada peta geologi tersebut klik apply lakukan ke semua titik lubang bor

Gambar 4.11 Memasukkan Data Jarak Radius

Kondisi geologi adalah gejala-gejala geologi yang ada pada peta geologi seperti lipatan, patahan, sesar, intrusi dan kemiringan

10) Setelah circle semua jadi lalu potong bagian circle terluar yang bersinggungan dengan cara ketik CBT (Clip by Temp Segment) pada bagian bawah layar lalu enter setelah itu klik clip segment inside the boundry

Gambar 4.12 Clips Segment

11) Klik circle yang bersinggungan dengan 3 kali klik membentuk segitiga setelah itu redo lakukan pada semua circle yang bersinggungan

Gambar 4.13 Pemotongan Circle Bagian Terluar

12) Setelah semua circle bersinggungan dipotong klik tool delete segment yang ada pada menu surpac hapus circle bagian terdalam

13) Untuk menghubungkan titik yang sudah dipotong klik tool join the end of one segment pada penghubungan titik terakhir klik tool close segment setelah semua terhubung simpan file tersebut

14) tarik file cropline circular yang sudah jadi ke layar untuk mengetahui luas area klik inquire pada menu klik segment properties klik pada bagian tengah cropline circular maka pada bagian bawah layar keluarlah hasil horizontal luas areanya.

Gambar 4.14 Cropline Circular

15) Untuk menghitung tonase batubara pada metode circular menggunakan rumus Persamaan (2.1)

Adapun hasil dari cropline sumberdaya batubara pada jarak titik informasi 50 m untuk sumberdaya terukur dengan bantuan software surpac 6.5.1 dapat dilihat pada gambar 4.15

Gambar 4.15 cropline sumberdaya terukur

cropline Sumberdaya terukur dengan jarak titik informasi 50 m didapatkan luas sumberdaya batubara adalah sebesar 379.552,30 m2.

Tabel 4.1

Jumlah Tonase Batubara dengan metode circular No Dipp Cos

Tonase Sumberdaya Terukur (ρ = 1,3) 1.259.790,59 (ton)

Adapun perhitungan sumberdaya batubara menggunakan metode circular dengan bantuan software surpac 6.5.1 adalah sebagai berikut:

1. Perhitungan tonase Sumberdaya terukur Diketahui:

L = 379.552,30 m2 t = 2,4 m

dip = cos 19= 0,94 No Overburden Ketebalan rata-rata

Overburden (m)

Luas (m2)

Volume (m3) 1 Sumberdaya Terukur 21,96 379.552,30 8.334,968,50

Adapun perhitungan volume overburden dengan metode circular dengan bantuan software surpac 6.5.1 adalah sebagai berikut:

2. Volume overburden sumberdaya terukur Diketahui:

L = 379.552,30 m2 t = 21.96 m

V = 379.552,30 m2 x 21,96 m = 8.334,968,50 m3

4.3.2 Perhitungan sumberdaya terukur batubara metode poligon ( area of influence)

Metode Poligon (Area of Influence) adalah metode perhitungan yang dilakukan dengan cara membuat circle pada titik bor dan memotong circle yang bersinggungan Metode ini umum diterapkan pada endapan-endapan yang relatif homogen dan mempunyai geometri yang sederhana,

Langkah - langkah yang dilakukan dalam pengolahan data sebagi berikut :

16. Menyimpan Data koordinat lubang bor dalam format csv (comma delimited)

20. Pada location isi data tersebut dengan data koordinat csv open pada location ke 2 copy paste location pertama apply

21. Pada pengisian string urutkan data tersebut sesuai dengan data koordinat x,y,z yang kita input apply

22. Klik file lubang bor yang sudah jadi file str tarik ke layar

23. Setelah lubang bor ditampilkan dilayar surpac klik create pada menu circle by selection

24. klik satu titik lubang bor dan isi jarak radius sesuai dengan kondisi geologi yg ada di peta geologi tersebut apply lakukan ke semua titik lubang bor

Gambar 4.16 Circle Pada Lubang Bor

25. Setelah circle semua jadi lalu buat garis dengan cara klik tool snap mode lalu klik point kemudian klik tool create new points using the mouse

Gambar 4.17 Membuat Garis Pada Circle Yang Bersinggungan

26. Setelah mengklik tool create new points using the mouse buatlah garis pada circle yang bersinggungan dapat dilihat pada gambar

Gambar 4.18 String Circle Yang Bersingungan

27. sebelum memotong circle diubah dulu tool point menjadi plane dapat dilihat pada gambar

Gambar 4.19 Plane

28. Setelah membuat semua garis pada circle yang bersinggungan lalu potong circle dengan cara mengklik CBT lalu enter jika keluar bacaan clip segments

pada layer pilih inside the boundry apply lalu klik 3 kali pada garis dan circle yang dipotong membentuk segitiga lalu redo dapat dilihat pada gambar lakukan pada semua circle yang sudah dibuat garis

Gambar 4.20 Proses Pemotongan Circle

29. Hubungkan garis yang saling bersinggungan dengan tool point , hingga membentuk 1 poligon pada satu titik lubang bor dapat dilihat pada gambar

Gambar 4.21 Cropline 1 Blok Poligon

30. Untuk menghitung luas area poligon tersebut klik tool inquare pada program surpac pilih segment properties klik pada tengah 1blok poligon kemudian keluar lah hasil horizontal area pada menu bagian bawah dan lakukan pada semua blok poligon yang ada titik bor

Gambar 4.22 Proses Mendapatkan Luas Area Poligon Dengan Bantuan Software Surpac 6.5.1

31. Untuk melakukan perhitungan tonase batubara dengan metode poligon menggunakan persamaan (2.5)

Adapun hasil dari cropline sumberdaya batubara pada jarak titik informasi 50 m untuk sumberdaya terukur dengan bantuan software surpac 6.5.1 dapat dilihat pada gambar 4.23

Gambar 4.23 Cropline Sumberdaya Terukur Metode Poligon

Dari hasil cropline sumberdaya terukur diatas menggunakan metode poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 dengan 46 titik koordinat pengeboran maka didapatkan hasil dari pengimputan data sebanyak 46 dimensi blok, dimana setiap dimensi blok mempunyai luas area yang berbeda, dengan metode ini peneliti dapat menentukan jumlah volume overburden dan tonase batubara pada blok 1 (satu) daerah penelitian.

Adapun hasil dari pengimputan data setiap luas dimensi blok dengan bantuan software surpac 6.5.1 dapat dilihat pada tabel 4.3

Tabel 4.3

Perhitungan Tonase Batubara Menggunakan Metode poligon Dimensi Blok Luas Blok

Poligon (m2)

Tebal Batubara (m) Volume Batubara (m3)

Tabel 4.3 Perhitungun Tonase Batubara Menggunakan Metode Poligon

Total Volume 508.552,49 m3

Tonase Batubara (ρ = 1,3 ton/ m3) 661.118,23 ton

Tonase batubara yang didapatkan dari hasil perhitungan metode poligon (area of influence) menggunakan persamaan (2.5) dengan bantuan software surpac 6.5.1 didapatkan jumlah sumberdaya terukur sebesar 661.118,23 ton

Adapun hasil perhitungan volume sumberdaya terukur dapat dilihat pada lampiran III

Tabel 4.4

Perhitungan Volume Overburden Menggunakan Metode poligon Dimensi Blok Luas Blok

Poligon (m2)

Tabel 4.4 Perhitungun Volume Overburden Menggunakan Metode Poligon

Total Volume Overburden 4.740.728,89 m3

Volume overburden yang didapatkan dari hasil perhitungan metode poligon (area of influence) menggunakan persamaan (2.5) dengan bantuan software surpac 6.5.1 didapatkan jumlah total volume overburden sebesar 4.740.728,89 m3

Adapun hasil perhitungan volume overburden dapat dilihat pada lampiran III

BAB V

ANALISA HASIL PENGOLAHAN DATA 5.1 Analisa Hasil Pengolahan Data Metode Circular

Dari hasil menggunakan metode circular dengan bantuan software surpac 6.5.1 circle 50 m pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 178 Ha, maka didapatkan sumberdaya terukur batubara sebesar 1.259.790,59 ton dan volume overburden sebesar 8.334,968,50 m3.

Pada cropline metode circular terdapat lose perhitungan dalam luasan areanya, dikarenakan terdapat 4 data drill holelose yaitu: BH 02, BH 04, BH 05 dan BH 28 dapat dilihat pada data litologi lampiran II, sehingga membuat hasil luasan penginputan data cropline circular menjadi lebih luas dibandingkan metode poligon, dalam hal menghitung tonase sumberdaya terukur batubara dan volume overburden dengan bantuan software surpac 6.5.1 mempunyai kekurangan dan kelebihan adapun kekuranganya adalah apabila membuat cropline sumberdaya baik dari data bor maupun data suvey mendapatkan hasil perhitungan yang kurang akurat, pada metode circular ini tidak memperhitungankan ketebalan batubara satu-persatu dikarenakan untuk melakukan perhitungan volume, Ketebalan batubaranya dirata-ratakan sehingga inilah yang menjadi lose pada saat melakukan perhitungan tonnase batubara maupun volume overburden, sedangkan kelebihan dari metode circular ini adalah membuat cropline sumberdaya yang mudah diaplikasikan pada softwaresurpac6.5.1

5.2 Analisa Hasil Pengolahan Data Metode Poligon

Dari hasil menggunakan metode poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 circle 50 m pada daerah batasan perhitungan sumberdaya seluas 178 Ha, maka didapatkan sumberdaya terukur batubara sebesar 661.118,23ton dan volume overburden sebesar 4.740.728,89 m3.

Pada metode poligon didapatkan 46 dimensi blok yang dihubungkan dengan circle berguna untuk mengatahui masing-masing luas dari semua titik koordinat setelah menjumlahkan semua blok didapatkan tonase batubara dan volome overburden, perhitungan ini dipengaruhui oleh titik pengaruh dan kondisi geologi di lapangan. Metode ini menggambarkan cropp line dari lapisan batubara yang diolah dari data koordinat titik bor, dalam hal menghitung tonase sumberdaya batubara menggunakan metode poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 mempunyai kekurangan dan kelebihan adapun kekuranganya adalah proses membuat cropline sumberdaya yang rumit dan membutuhkan ketelitian sedangkan kelebihanya adalah keakuratan perhitunganya cukup detail dikarenakan untuk mendapatkan tonase batubara maupun volume overburden ketebalannya dikalikan dengan tiap-tiap luasan dari hasil dimensi cropline blok poligon.

5.3 Perbandingan Hasil Perhitungan Metode Circular dan Metode Poligon Dengan Bantuan Software Surpac 6.5.1

Berdasarkan hasil perhitungan dengan bantuan software surpac 6.5.1untuk sumberdaya terukur batubara dan overburden dengan metode circular dan metode

poligon terdapat selisih perhitungan, selisih perhitungan tersebut dapat dilihat pada tabel 5.1

Tabel 5.1

Perbandingan Hasil Perhitungan Metode Circular dan poligon No Metode Circular Metode Poligon

Selisih Tonase Batubara Tonase Batubara

1 (Ton) (Ton) (Ton)

1.259.790,59 661.118,23 598.672,36

2 Volume Overburden Volume Overburden Selisih

(m3) (m3) (m3)

8.334,968,50 4.740.728,89 3.594.239,61

Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya selisih perhitungan dari perbedaan antara metode Circular dan metode poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 yaitu:

1. Metode circular hanya dapat memperhitungkan volume berdasarkan merata-ratakan dari ketebalan batubara dan luas areanya diperoleh dari hasil penginputan datacropline circular

2. Metode Poligon ini menghitung ketebalan batubara maupun ketebalan lapisan overburdensatu persatu dari titik koordinat bor pada cropline poligon

3. Pada proses pembuatan cropline metode circular dengan bantuan software surpac 6.5.1 dibuat dengan cara memotong semua circlebagian terluar yang bersinggungan

4. Pada proses pembuatan cropline metode poligon dengan bantuan software surpac 6.5.1 dibuat dengan cara menambahkan line pada semua circle yang bersinggungan

5. Perhitungan menggunakan metode circular didapatkan hasil yang lebih besar dikarenakan metode ini menghitung volumenya merata-ratakan semua ketebalan lapisan batubara maupun ketebalan overburden, berbeda dengan metode poligonmetode ini mendapatkan hasil yang kecil dari metode circular, dikarenakan metode ini menghitung ketebalan batubara maupun ketebalan lapisan overburden satu persatu dari titik bor cropline poligon, itulah sebab dari hasil perhitungan metode poligon lebih kecil dari metode circular.

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan dari analisa perhitungan sumberdaya terukur batubara menggunakan metode circular dan metode poligon dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Kapasitas sumberdaya terukur batubara dengan menggunakan metode circular dalam wilayah IUP PT. Inti Bara Nusalima pada blok I didapatkan hasil perhitungan tonase batubara sebesar 1.259.790,59 ton

2. Kapasitas sumberdaya terukur batubara dengan menggunakan metode poligon dalam wilayah IUP PT. Inti Bara Nusalima pada blok I didapatkan hasil perhitungan tonase batubara sebesar 661.118,23 ton

3. Kapasitas volume overburden pada blok I pada PT. Inti Bara Nusalima adalah:

a. Metode circular volumenya 8.334,968,50 m3. b. Metode poligon volumenya 4.740.728,89 m3. 6.2. Saran

Saran dari peneliti setelah melakukan kegiatan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Hasil estimasi yang didapatkan peneliti dapat menjadi acuan kepada

1. Hasil estimasi yang didapatkan peneliti dapat menjadi acuan kepada