• Tidak ada hasil yang ditemukan

warga yang memiliki usaha dan yang ingin memulai usaha mendapatkan informasi tentang

cara memasarkan produk secara online

Deskripsi Kegiatan Seminar pemasaran online dilaksanakan pada tanggal 06 Agustus 2016 dengan Narasumber Sdr. Fidaq Imaduddin. Acara dimulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Rangkaian acara dimulai dari pembukaan oleh MC, yaitu Winda Rizky Hapsari Siagian, sambutan dari Ketua Kelompok KKN SENJA, sambutan dari Pak RW 05, pemaparan materi dari pembicara dan dilanjutkan dengan pembuatan akun untuk jual-beli online. Materi yang disampaikan dalam seminar ini, yaitu jual-beli secara online, manfaat dalam jual-beli online, tips menjadi wirausaha, dan workshop lewat tokopedia.

Peserta seminar mayoritas ibu-ibu karena yang memiliki usaha lebih banyak ibu-ibu dibandingkan pemuda, karena lebih banyak ibu-ibu dan belum mengerti pemakaian laptop agak sulit dan harus secara perlahan mengajarkannya dan juga menggunakan bahasa-bahasa yang lebih dapat dimengerti. Namun, acara tetap berjalan lancar dengan antusias warga untuk belajar dengan mengikuti seminar ini.

Hasil Pelayanan 26 warga yang memiliki usaha dan yang ingin memulai usaha mendapatkan informasi tentang cara memasarkan produk secara online

Keberlanjutan Program

Gambar 4.14: Kegiatan Pelatihan Pemasaran Online

Tabel 4.21: Bentuk dan Hasil Program Seminar Pemanfaatan Plastik

Bidang Ekonomi

Program Masyarakat Kreatif

Nomor Kegiatan 015

Nama Kegiatan Seminar Pemanfaatan Plastik Tempat, Tanggal Majelis An-Najah, 20 Agustus 2016 Lama Pelaksanaan 1 hari

Tim Pelaksana Penanggung Jawab: M Aminuddin

Tim Pembantu: Seluruh anggota KKN SENJA

Tujuan Memberikan informasi tentang bagaimana

pemanfaatan sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat dan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari sampah plastik

Sasaran Warga di wilayah RW 05 Kelurahan Keranggan Target 50 warga yang terdiri dari anak-anak, remaja,

bapak-bapak, dan ibu-ibu mendapatkan informasi tentang pemanfaatan sampah plastik dan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari sampah plastik

Deskripsi Kegiatan Seminar pemanfaatan plastik merupakan kegiatan yang bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada warga desa sekaligus mengurangi sampah plastik yang ada. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 20 Agustus 2016 di Majelis An-Najah. Narasumber acara ini yaitu Sdr. Edy Fajar Prasetyo yang merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sekaligus founder dari

ebi_bag. Acara dimulai sekitar pukul 10.00 sampai pukul 12.30 WIB. Materi yang diberikan yaitu mengenai perbedaan sampah organik dan non organik, masalah sampah yang ada, pemanfaatan dari sampah non organik, dan terakhir yaitu cara pembuatan gantungan kunci dari sampah plastik. Acara berjalan dengan lancar karena para peserta antusias untuk mengikuti seminar dan pembuatan gantungan kunci dari sampah plastik yang dapat dengan mudah diterapkan oleh ibu-ibu rumah tangga karena alat-alat yang dibutuhkan mudah didapatkan.

Hasil Pelayanan 45 warga yang terdiri dari anak-anak, remaja, bapak-bapak, dan ibu-ibu mendapatkan informasi tentang pemanfaatan sampah plastik dan pelatihan pembuatan gantungan kunci dari sampah plastik

Keberlanjutan Program

Tidak berlanjut

Gambar 4.15: Kegiatan Seminar Pemanfaatan Plastik D. Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Dari keseluruhan kegiatan yang telah dilaksanakan, ada banyak faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan yang terlaksana bukan hanya faktor pendorong tetapi juga faktor penghambat. Faktor terpenting sebagai pendorong terlaksananya kegiatan adalah kelompok KKN di wilayah Tangerang Selatan memperoleh dana tambahan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Berikut merupakan faktor-faktor yang menjadikan baik-buruknya kegiatan yang telah dilaksanakan.

Tabel 4.22: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program English Day

Kegiatan English Day Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan

Pronounciation adik-adik masih kurang baik, mereka juga belum bisa mengeja nama mereka menggunakan Bahasa Inggris

Pronounciation adik-adik mengalami kemajuan, mereka juga mampu mengeja nama mereka

menggunakan Bahasa Inggris Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Beberapa anggota Kelompok KKN SENJA memiliki kapabilitas dalam mengajar Bahasa Inggris

Antusiasme rendah sebab adik-adik masih belum memahami betapa Bahasa Inggris dibutuhkan di era MEA dewasa ini

Tabel 4.23: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Mengajar PAUD

Kegiatan Mengajar PAUD Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Murid-murid PAUD mengalami

kesulitan dalam membaca, menulis maupun berhitung

Murid-murid PAUD mengalami peningkatan kemampuan dalam membaca, menulis dan berhitung Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Murid-murid semangat dalam belajar dan telah tersedia buku ajar di dalam PAUD

Mereka terkadang sulit fokus sehingga kelompok KKN SENJA harus ekstra sabar, lantang dan jeli dalam mengajar

Tabel 4.24: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Bimbingan Belajar

Kegiatan Bimbel

Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Adik-adik Keranggan sulit dalam

mengerjakan tugas karena tidak ada mentor dalam belajar

Adik-adik Keranggan bersemangat dalam mengerjakan tugas karena kelompok KKN SENJA dapat memberikan bimbingan dalam

belajar

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Kelompok KKN SENJA memahami materi yang diajar

Adik-adik Keranggan sulit diatur untuk tenang, mereka sering bermain atau ngobrol di dalam ruangan ketika belajar

Tabel 4.25: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Mengajar TPQ

Kegiatan Mengajar di TPQ Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Adik-adik Keranggan kurang

semangat untuk pergi ke TPQ dan mereka diajar hanya oleh satu ustadz sehingga pembelajaran kurang fokus

Adik-adik Keranggan bersemangat untuk pergi ke TPQ dan sang Ustadz cukup terbantu oleh kehadiran Kelompok KKN SENJA dalam mengajar

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Kelompok KKN SENJA memiliki waktu luang sehabis maghrib untuk mengajar

Hambatan terjadi apabila jadwal mengajar bentrok dengan program kerja kelompok KKN SENJA lainnya

Tabel 4.26: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Perlombaan Islam

Kegiatan Perlombaan Islam Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Adik-adik Keranggan tidak

memiliki rasa percaya diri dan keberanian untuk berkompetisi

Keberanian adik-adik Keranggan diasah dalam perlombaan ini sehingga muncul rasa percaya diri di dalam dirinya

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Mereka sebenarnya rata-rata memiliki kompetensi dan bakat dalam pembuatan kaligrafi, adzan

Kami belum berhasil mendapatkan perwakilan peserta dari RT 11 sehingga peserta yang terlibat

ataupun hafalan Buku Juz `Amma. hanya adik-adik RT 12 dan 13 Tabel 4.27: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Pengadaan Barang

Kegiatan Pengadaan Barang Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan

Majelis An-Najah belum memiliki speaker yang memadai dan Pondok Salafi kekurangan rak buku

Majelis An-Najah mendapatkan speaker baru dan Pondok Salafi bertambah rak buku sehingga pondok terlihat lebih rapi

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya dana yang mencukupi untuk

pembelian speaker dan rak buku Hambatan ada pada pembelian rak buku, sebab dana rak buku ada setelah masa program kerja KKN SENJA berakhir

Tabel 4.28: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Tabligh Akbar

Kegiatan Tabligh Akbar Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Masyarakat Keranggan merupakan

warga mayoritas Muslim di mana mereka menyenangi kegiatan-kegiatan islami

Masyarakat Keranggan

mendapatkan tambahan ilmu agama dari Ustadz Kafi yang menyampaikan tausiyah

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Terdapat ustadz yang bisa mengisi kegiatan Tabligh Akbar di Keranggan, beliau merupakan mahasiswa UIN Jakarta juga.

Hujan sempat membuat acara tertunda untuk dimulai

Tabel 4.29: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Mari Bernyanyi

Kegiatan Mari Bernyanyi Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Adik-adik Villa Bintang Mas

kurang antusias dalam berlatih menyanyi untuk acara puncak 17 Agustusan

Adik-adik Villa Bintang Mas semangat tampil dan bernyanyi dengan baik dalam acara puncak 17 Agustusan di sana

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Terdapat anggota Kelompok KKN SENJA yang mampu mengajarkan menyanyi berkat ilmunya dalam komunitas paduan suara

Lokasi latihan cukup jauh dari rumah tinggal Kelompok KKN SENJA

Tabel 4.30: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Marawis

Kegiatan Marawis

Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Kelompok anak-anak dan ibu-ibu

Keranggan belum bisa

membawakan musik marawis alunan zapin dalam kelompok marawisnya

Kelompok anak-anak dan ibu-ibu Keranggan mampu membawakan alunan zapin dalam kelompok marawisnya

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Terdapat anggota kelompok KKN SENJA yang memiliki kemampuan dalam mengajar di bidang marawis

Waktu latihan yang terbatas

Tabel 4.31: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Perayaan HUT RI 17 Agustus ke-71

Kegiatan Perayaan HUT RI ke-71 Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Adik-adik Keranggan tidak

mendapatkan pengetahuan umum dalam perlombaan 17 Agustus

Adik-adik Keranggan

mendapatkan pengetahuan umum dari lomba cerdas cermat 17 Agustus yang di-handle oleh kelompok KKN SENJA Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Soal-soal yang dibuat cukup berbobot dan edukatif bagi adik-adik Keranggan

Pembuatan soal cukup memakan waktu dan penyeleksian soal yang tepat juga perlu ketelitian

Tabel 4.32: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Santunan Anak Yatim

Kegiatan Santunan Anak Yatim Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Kelompok KKN SENJA belum

melakukan aktivitas sosial yang masif dan berdampak langsung bagi anak yatim

Kelompok KKN SENJA berhasil melakukan kegiatan sosial

khususnya bagi anak-anak yatim di Keranggan

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Ketersediaan dana dan makanan ringan yang cukup yang dapat dibagikan bagi anak-anak yatim di Keranggan

Waktu pelaksanaan santunan molor dari jadwal seharusnya

Tabel 4.33: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Pelatihan Pemasaran Online

Kegiatan Pelatihan Pemasaran Online Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Masyarakat Keranggan belum

mendapatkan edukasi bagaimana cara memasarkan produk

dagangannya secara

Masyarakat Keranggan

mendapatkan edukasi bagaimana cara memasarkan produk

dagangannya secara online Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya anggota KKN SENJA yang mampu mempresentasikan cara pemasaran atau penjualan secara online

Peserta tidak terlalu bisa dalam menggunakan laptop sebagai media pembelajaran

Tabel 4.34: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Seminar Pemanfaatan Plastik

Kegiatan Seminar Pemanfaatan Plastik Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Peserta belum mengetahui cara

mengolah atau mendaur ulang sampah menjadi barang yang bernilai dan dapat menghasilkan

Peserta seminar menjadi tahu bagaimana cara memilah dan mengelola sampah menjadi barang berguna

uang

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya pemateri ahli yang

didatangkan oleh kelompok KKN SENJA dalam seminar daur ulang sampah ini

Waktu seminar yang terbatas

Tabel 4.35: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Kerja Bakti

Kegiatan Kerja Bakti Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Pemakaman di Keranggan dipenuhi

oleh rumput-rumput yang meninggi tak terurus serta sampah-sampah dedaunan

Pemakaman Keranggan menjadi terlihat lebih bersih dan terurus

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya gotong royong antara kelompok KKN SENJA dengan warga Keranggan

Peserta kerja bakti dirasa masih kurang banyak dilihat dari total warga yang menghuni kelurahan Keranggan

Tabel 4.36: Faktor-faktor Pencapaian Hasil Program Pembuatan TPS

Kegiatan Pembuatan Tempat Pembakaran Sampah (TPS) Hasil yang Dicapai dari Kegiatan

Sebelum Terlaksananya Kegiatan Setelah Terlaksananya Kegiatan Masyarakat Keranggan terbiasa

membakar sampah di sembarang tempat dan kurang peduli pada masalah sampah

Masyarakat Keranggan diharapkan dapat mengumpulkan sampahnya di TPS dan lebih peduli terhadap masalah sampah

Faktor-faktor Pencapaian Hasil

Faktor Pendorong Faktor Penghambat

Adanya intuisi langsung dari Pak Jarwo selaku ketua RW untuk menyasar program kerja pada bidang lingkungan.

Waktu pembuatan TPS terlalu panjang dari jadwal awal yang direncanakan kelompok KKN SENJA

BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Keadaan suatu desa akan terlihat perkembangannya dengan pesat berkat pengaruh dari SDM yang mempunyai pola fikir yang kreatif dan inovatif, dengan potensi yang dimiliki itu maka desa tersebut akan berkembang dan lebih maju dari sebelumnya. Potensi harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik untuk bisa mempersiapkan diri dari persaingan dunia luar yang sangat luar biasa, maka disinilah peran mahasiswa yang mempunyai bekal keilmuan dan wawasan yang dianggap lebih mumpuni untuk bisa memberikan inovasi dan kreasi serta mempunyai tanggung jawab yang lebih terhadap desa baik dari segi pendidikan, ekonomi dan bidang lainnya agar para masyarakat dapat berkembang, khususnya di Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan.

Penduduk di Kelurahan Keranggan ini mayoritas sebagai pedagang usaha kecil-kecilan, seperti berjualan keripik singkong, pisang, dan juga sebagai supplier pasir karena memang kondisi yang sangat mendukung, dari segi tanah yang ditanami singkong dan pisang. Oleh karena itu, mahasiswa perlu banyak berinteraksi terhadap masyarakat khususnya di bidang pengetahuan perekonomian maupun pengetahuan Agama Islam dan juga memberikan sesuatu yang baru dalam perkembangan yang modern.

Kelurahan Keranggan adalah warga yang hidup rukun yang jauh dari konflik daerah. Mereka kompak dalam bermasyarakat serta masyarakatnya selalu memfungsikan fasilitas yang ada, seperti adanya posyandu dan adanya pengajian di majelis taklim setiap minggunya. Masyarakat di Kelurahan Keranggan mendapatkan penghasilan hidup dari bertani, berdagang, ada juga yang menjadi PNS dan kerja di pabrik.

Dengan semua gambaran yang ada di daerah keranggan itulah, kami sebagai mahasiswa dapat melaksanakan kegiatan yang sudah direncanakan sebelumnya baik dari bidang sosial, agama, pendidikan, seni dan budaya, maupun bidang perekonomian, maka jelas bahwa masyarakat Keranggan merupakan masyarakat yang bisa beradaptasi dengan baik dan dapat mengembangkan potensinya.

B. Rekomendasi

Dari hasil kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang telah dilakukan oleh kelompok KKN SENJA di Kelurahan Keranggan selama satu bulan, kami merekomendasikan kepada berbagai pihak yang terkait. Untuk dapat melanjutkan dan melaksanakan kegiatan yang kami rekomendasikan, diantaranya:

1. Kepada Pemerintah Setempat:

a. Memberikan sarana dan prasana kebersihan di tingkat RT, RW maupun Kelurahan dengan sesuatu yang dapat menghasilkan, misalnya pengangkutan sampah setiap minggu oleh Dinas Sosial atau alat daur ulang sampah.

b. Mengedukasi masyarakat berbasis teknologi serta fasilitasnya.

c. Mensosialisasikan kepada masyarakat untuk dapat menggerakkan koperasi agar masyarakat tidak bergantung pada bank keliling.

2. Kepada Pusat Pengabdian kepada Masyarakat UIN Jakarta:

a. Disarankan kepada PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk tetap melanjutkan KKN di Kelurahan Keranggan.

b. Disarankan kepada PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk memberikan pembekalan yang lebih mengenai kegiatan KKN agar peserta dapat mempersiapkan diri.

c. Disarankan kepada PPM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta agar merealisasikan program yang belum terlaksana, seperti kegiatan pembekalan film dokumenter.

3. Pemangku Kebijakan di Tingkat Kecamatan dan Kabupaten

a. Membantu membuat hak paten pada penjualan industri menengah. b. Membuka peluang kepada masyarakat untuk dapat menggali potensi

dengan memfasilitasi kegiatan workshop.

4. Tim KKN –PpMM yang akan mengadakan KKN di Kelurahan Keranggan pada masa selanjutnya:

a. Mengubah pola pikir masyarakat dalam bidang kebersihan agar masyarakat tidak terus-menerus membuang sampah di sembarang tempat.

b. Memberikan masyarakat dalam pengetahuan teknologi yang berkembang dimasa ini.

c. Mensosialisasikan hal pendidikan kepada masyarakat, khususnya pada orang tua tentang pentingnya pendidikan.

d. Diadakan kegiatan bimbingan belajar bahasa asing untuk meningkatkan potensi anak didik di Keranggan.

“Kemampuan seseorang tidak bisa dilihat dari seberapa banyak piala dan penghargaan yang dimilikinya tetapi seberapa banyak orang itu bermanfaatnya dan berbagi dengan sesamanya.” ‒ Nur Azizah

EPILOG

A. Kesan Masyarakat atas Pelaksanaan KKN SENJA 2016

Secara umum masyarakat merasa senang atas pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Keranggan. Dari ungkapan-ungkapan yang berharap kegiatan KKN tetap berlanjut dan memberi motivasi tambahan pada warga khususnya siswa di Kelurahan Keranggan. Berikut adalah beberapa pernyataan tokoh dan warga masyarakat pada kami sebagai berikut:

1. Ibu Tuti-Guru PAUD Al Muhajirin

Kami berterima kasih terhadap kakak-kakak UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, terutama kelompok KKN SENJA. Kami dari pihak yayasan mengucapkan terima kasih karena telah membantu kami dalam mengajar anak-anak di Paud Al-Muhajirin di RT 9 dan 10 . Kesan kami kepada KKN SENJA cukup baik. Kami mohon maaf kepada KKN SENJA karena selama para mahasiswa mengajar di sekolah, kami tidak dapat memberikan jamuan dengan baik. Pada dasarnya, kami memiliki kesan yang baik dan sangat senang atas kedatangan mahasiswa.

Pesan untuk kakak-kakak mahasiswa: Kami do’a kan semoga cita-cita kalian dapat tercapai dan ilmu yang kalian dapat dari sini semoga dapat berguna untuk kehidupan mendatang. Jangan lupa untuk main lagi ke sini ya kakak-kakak semua.

(Wawancara pada Jumat, 16 September 2016) 2. Ibu Sukriyah-Guru PAUD Baiturrohman

Kami berterima kasih atas hadirnya kakak-kakak KKN UIN syarif Hidayatullah Jakarta yang selama sebulan ini mengajar di PAUD Baiturrahman. Kami senang adanya kakak-kakak KKN SENJA di RT 12 karena semenjak adanya kehadiran kakak di sini kami sangat terbantu dalam mengajar anak-anak di PAUD ini.

Pesan untuk kakak-kakak mahasiswa: Tingkatkan terus semangat belajar dan raih cita-cita kalian. Diharapkan dapat terus meningkatkan semangat, menambah ilmu, dan mempraktikkan ilmunya di luar kampus, karena pengalaman belajar adanya di masyarakat.

3. Ainun – Siswi kelas VI yang mengikuti bimbel

Semenjak kakak-kakak SENJA mengajar bimbel di Kelurahan Keranggan ini kami sangat terbantu adanya kakak-kakak KKN SENJA yang telah membantu kami dalam mengerjakan tugas sekolah dan menambah ilmu baru, kita juga kita jadi bisa lebih tahu hal-hal yang sebelumnya tidak kami ketahui. Harapan untuk kakak-kakak KKN SENJA dapat cepat lulus dan dapat meraih cita-citanya.

Pesan untuk kakak-kakak KKN SENJA 235: Kak, jangan lupakan kami semua ya.

Kami sayang sama kakak-kakak KKN SENJA. Kapan-kapan main lagi ya kak ke Kelurahan Keranggan. Kami menunggu kedatangan kakak-kakak semua.

(Wawancara pada Jumat, 16 September 2016) 4. Ustadz Saprudin-Ustadz yang mengajar TPQ di Majelis AN-Najah RT 13

Saya mengucapkan terima kasih atas program mengajar mengaji di Kelurahan ini dan terima kasih juga atas sound system baru untuk majelis ini. Sound System ini sangat membantu dalam menjalankan kegiatan yang ada di majelis ini karena sound system yang lama sudah rusak. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih atas bantuannya karena selama satu bulan penuh anggota KKN SENJA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu kegiatan mengajar mengaji anak-anak SD yang ada di Kelurahan Keranggan khususnya wilayah RT 13.

Pesan untuk mahasiswa: Lanjutkanlah kegiatan-kegiatan seperti ini dan juga apa yang telah dilaksanakan bermanfaat dan juga apa yang dicita-citakan terlaksana.

(Wawancara pada Jumat, 16 September 2016) 5. Abdul Syukur-Kepala RW 05

Saya selaku Kepala RW mengucapkan terima kasih atas kedatangan Mahasiswa KKN UIN Jakarta di Kelurahan Keranggan tepatnya di RW 05. sejauh ini saya sendiri sangat terbantu dengan datangnya KKN SENJA Kelurahan ini. Selama 1 bulan ini kegiatan mereka cukup baik, khususnya di mata masyarakat. Dengan adanya KKN juga masyarakat lebih mengenal baik karakter dari mahasiswa UIN dan segala kegiatan yang dilakukan cukup baik. Saya mengucapkan terima kasih karena adanya program pembuatan tempat pembakaran sampah di RW 05 karena Kelurahan ini sendiri belum

ada tempat pembakaran sampah. Masyarakat membuang sampah dengan cara membuang di Sungai Cisadane dan membakar sampah di lahan kosong. Dengan adanya tempat pembakaran sampah ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat di sini tentunya.

Pesan untuk mahasiswa: mudah-mudahan bisa menambah segi pengetahuan bagaiamana kehidupan di desa agar menjadi satu patokan atau pegangan kehidupan di desa seperti ini, mudah-mudahan adik-adik berhasil dan dapat meraih cita-cita kalian.

(Wawancara pada Jumat, 16 September 2016) 6. Agus Muhdi, S.Ag-Kepala Kelurahan Keranggan

Semoga semua kelompok menjadi mahasiswa unggulan, mendapat nilai yang baik, ilmu yang baik dan bermanfaat. Semoga makin maju dan semakin sukses.

Catatan untuk kampus: Semoga KKN yang akan datang dapat melanjutkan KKN yang sekarang. Lakukan hal yang baru untuk Keranggan, jangan hanya melakukan hal yang sama-sama aja.

(Wawancara pada Jumat, 16 September 2016) B. Penggalan Kisah Inspiratif Anggota KKN SENJA 2016

Sub ini hadir untuk melihat dampak KKN pada kami, sebagai peserta. Dari jumlah ungkapan teman-teman yang terlibat, terungkap hal yang sangat beragam yang terjadi dalam diri kami setelah mengikuti KKN. Bagi kami, semoga ini bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca, khususnya mereka