• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN

1. Wujud Bahasa Nonverbal Kinesik

nonverbal pada acara televisi Ini

Talk Show

periode Mei 2020

Nonverbal kinesik

Berdasarkan gerak tubuh (kepala, kaki, tangan)

Berdasarkan ekspresi wajah Berdasarkan isyarat

Berdasarkan sikap tubuh

Berdasarkan jarak intim Nonverbal

Proksemik

Berdasarkan jarak personal Berdasarkan jarak sosial Berdasarkan jarak publik

Nonverbal paralinguistic

Berdasarkan tinggi rendahnya nada

Berdasarkan dialek bahasa

Nonverbal artifaktual

Berdasarkan pakaian

2. Fungsi bahasa Fungsi Bahasa Nonverbal

43

44

bahasa pada acara televisi Ini Talk

Show periode Mei 2020 Fungsi repetisi Fungsi Subtitusi Fungsi Kontradiksi Fungsi Komplemen Fungsi Aksentuasi 3. Maksud bahasa

bahasa pada acara televisi Ini Talk

Show periode

Mei 2020

Maksud penggunaan bahasa nonverbal

Mempermudah penutur dan mitra tutur menerima pesan yang disampaikan saat sesi wawancara, menghibur para penonton dengan tingkah laku yang dilakukan oleh pengisi acara baik itu secara verbal maupun nonverbal, mempertegas ungkapan yang dilakukan secara verbal, dan penutur dapat mengekspresikan diri dalam berkomunikasi.

4.2.1 Wujud Bahasa Nonverbal pada Acara Ini Talk Show Periode Mei 2020 Pada bagian ini, peneliti menganalisis bahasa nonverbal yang ada pada acara

Ini Talk Show. Peneliti menganalisis pengisi acara dengan tema yang berbeda

setiap harinya. Beberapa dianataranya yaitu jenis bahasa nonverbal kinesik yang

terdiri dari gerak tubuh, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Nonverbal

proksemik yang terdiri dari jarak intim, jarak personal, jarak sosial dan jarak

publik. Nonverbal paralinguistik yang dilihat dari tinggi rendahnya suara dan

artifaktual yang dilihat dari pakaian yang dikenakan. Berikut ini wujud bahasa

nonverbal pada acara Ini Talk Show.

45

1. Wujud Bahasa Nonverbal Kinesik a Gerak Tubuh (kepala, tangan, kaki)

(1) Data tuturan 4

Data tuturan verbal: “Dan untuk bahan-bahan lainnya bisa dilihat di bawah sini ya.”

Wujud bahasa nonverbal: Penutur menggerakkan tangan dengan jari telunjuknya ke arah bawah jari. Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (4) bernama Ira. Ia berprofesi sebagai koki.

Konteks: Data tuturan (4) ini diunggah pada tanggal 1 Mei 2020 dengan judul “Akhirnya Onta Wan Qadir Gede Juga.” Suasana tuturan yang terjadi tidak formal. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan juru masak yang sedang menjelaskan bahan-bahan masakkan kepada penonton yang ada di rumah.

(2) Data tuturan 22

Data tuturan verbal:

“Kolaborasi dengan desainer lainnya juga ya?” “Iya.” Wujud bahasa nonverbal: Penutur menggerakkan kepala dengan mengangguk.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (22) bernama Dina Lorenza. Ia berprofesi sebagai presenter dan perancang busana. Beliau berasal dari Jakarta

Konteks: Data tuturan (22) ini diunggah pada tanggal tanggal 6 Mei 2020 dengan judul “Baru Masuk Pakar Fesyen, Udah Bikin Ketawa Dina Lorenza - Ini Ramadan.” Suasana tuturan terjadi santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan bintang tamu yang sedang menceritakan pengalamannya.

(3) Data tuturan 23

Data tuturan verbal: “Ojo jangan mengeluh terus toh.” Wujud bahasa nonverbal: Penutur menggelengkan kepalanya.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan

(23) bernama Andre Taulany. Ia berprofesi sebagai pelawak, penyanyi dan presenter. Beliau kelahiran Jakarta dengan turunan suku Ambon, Maluku.

Konteks: Data tuturan (23) ini diunggah pada tanggal 6 Mei 2020 dengan judul “Baru Masuk Pakar Fesyen, Udah Bikin Ketawa Dina Lorenza - Ini Ramadan.” Suasana tuturan yang terjadi santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks

situasional karena tempat dan lingkungan tepat untuk melakukan syuting acara. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

46

Penutur sedang menasehati kepada mitra tutur Nunung.

(5) Data tuturan 43

Data tuturan verbal: “Eh lo sini-sini jadi kameramen. Eh Anton, sini Nton.”

Wujud bahasa nonverbal: Penutur menggerakkan tangan kirinya dan menggerakan jarinya.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (43) bernama Sutisna atau dikenal bernama Sule. Ia berprofesi sebagai pelawak dan presenter. Beliau berasal dari Cimahi, Jawa Barat.

Konteks: Data tuturan (43) ini diunggah pada tanggal

18 Mei 2020 dengan judul “Berperan Jadi Tuyul, Bopak Kena Prank Sule DKK - Ini Ramadan.”Suasana tuturan sedang menghibur dengan berakting menghibur penonton. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan pengisi acara yang sedang menghibur penonton.

(6) Data tuturan 46

Data tuturan verbal: -

Wujud bahasa nonverbal: Penutur menggerakan kaki kirinya ke atas yang sedang melakukan tendangan. Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (46) bernama Sutisna atau dikenal bernama Sule. Ia berprofesi sebagai pelawak dan presenter. Beliau berasal dari Cimahi, Jawa Barat. Konteks: Data tuturan (46) ini diunggah pada tanggal 19 Mei 2020 dengan judul “Andre Butuh Imajinasi Tinggi Berbicara dengan Dustin – Ini Ramadhan.” Suasana tuturan terjadi santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Sule (penutur) ingin menunjukkan bakat mengambil foto dengan menggunakan kakinya.

Data tuturan (4) tuturan ini berasal dari seorang wanita bernama Ira, ia

berprofesi sebagai koki. Dalam segmen tersebut, Ira sedang mengisi acara untuk

membacakan kuis dan membagikan resep masakkan. Ira membagikan resep

masakkan untuk penonton yang ada di rumah dan kepada mitra tutur yang berada

di dekatnya yaitu, Sule dan Sahila Hisyam. Tujuan dari percakapan ini sebagai PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

47

salah satu bentuk sponsor Luwak White Coffee yang mempelopori acara ini.

Bentuk tuturan verbal yang terdengar ialah “Dan untuk bahan-bahan lainnya bisa

dilihat di bawah sini ya.” Kemudian disertai dengan gerakan nonverbal berupa

gerakan tangan menunjuk ke arah bawah, yang nantinya bahan-bahan tersebut

muncul dilayar televisi. Tuturan ini dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal

kinesik karena sesuai dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan

oleh Sendjaja (1994), tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang

disampaikan dengan gerakan tubuh. Selain itu, peneliti menemukan pada data

tuturan (4) penutur mengarahkan tangan dan jari telunjuknya ke arah bawah,

sehingga tuturan ini dapat dikategorikan sebagai kinesik gerak tubuh tangan,

dimana penutur juga menunjukkan ekspresi wajah tersenyum, isyarat dengan

gerakkan tangannya dan sikap tubuh yang sedang berdiri santai (Hidayatullah

Syarif, 2016:6).

Data tuturan (22) tuturan ini berasal dari seorang bintang tamu bernama

Dina Lorenza. Dina berprofesi sebagai artis yang diundang untuk berbagi cerita

tentang bisnis mode kaftan miliknya. Sebuah pertanyaan yang dilontarkan oleh

mitra tutur Andre Taulany yang terdengar “kolaborasi dengan desainer lainnya

juga ya?” Penutur Dina Lorenza menjawab “iya.” Kemudian, disertai tuturan

bahasa nonverbal berupa gerakan kepala yang mengangguk tanda setuju. Bentuk

tuturan ini dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik karena sesuai

dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja (1994),

tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan gerakan

tubuh. Selain itu, peneliti menemukan pada data tuturan (22) penutur PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

48

menggerakkan kepala dengan mengangguk, sehingga tuturan ini dapat

dikategorikan sebagai kinesik gerak kepala, dimana penutur juga menunjukkan

ekspresi wajah tersenyum, isyarat dan sikap tubuh yang duduk santai,

(Hidayatullah Syarif, 2016:6).

Data tuturan (23) tuturan ini berasal dari Andre Taulany yang merupakan

pengisi acara sekaligus pembawa acara Ini Talk Show. Pada segmen acara ini,

penutur sedang mewawancarai salah satu bintang tamu yaitu Dina Lorenza.

Ditengah-tengah wawancara, pengisi acara lainnya Nunung turut serta datang

menghibur bintang tamu. Dalam percakapan ini, penutur Andre Taulany sedang

menasehati mitra tuturnya yang sedang mengeluh. Bentuk tuturan yang terdengar

ialah “Ojo jangan mengeluh terus toh.” Kemudian, disertai tuturan bahasa

nonverbal berupa gerakan kepala yang menggeleng tanda melarang untuk

mengeluh. Bentuk tuturan ini dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal

kinesik karena sesuai dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan

oleh Sendjaja (1994), tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang

disampaikan dengan gerakan tubuh. Selain itu, peneliti menemukan pada data

tuturan (23) penutur menggerakkan kepala dengan menggeleng tanda tidak setuju,

yang membuat tuturan ini dapat dikategorikan sebagai kinesik gerak kepala,

dimana penutur juga menunjukkan ekspresi wajah tersenyum, isyarat dan

menunjukkan sikap tubuh yang terlihat duduk santai, (Hidayatullah Syarif,

2016:6).

Data tuturan (43) tuturan ini berasal dari Sule yang sedang bermain peran

sebagai sutradara film horor. Saat sedang mengarahkan adengannya, Sule PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

49

memanggil salah satu kameramennya dengan tuturan yang terdengar “Eh lo sini-

sini jadi kameramen. Eh Anton, sini Nton.” Kemudian disertai tuturan bahasa

nonverbal berupa gerakan tangan dan jari yang bertujuan memanggil orang.

Bentuk tuturan ini dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik karena

sesuai dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja

(1994), tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan

gerakan tubuh. Selain itu, peneliti menemukan pada data tuturan (43) penutur

mengulurkan tangannya ke depan dan menggerakkan lima jarinya ke atas dan ke

bawah, gerakan tersebut dapat dikategorikan sebagai kinesik gerak tangan.

Penutur juga menunjukkan ekspresi wajah yang serius, isyarat dan menunjukkan

sikap tubuh yang berdiri dengan santai, (Hidayatullah Syarif, 2016:6).

Data tuturan (46) tuturan ini berasal dari Sule yang sedang bermain peran

sebagai fotografer yang ingin menghibur bintang tamu. Tidak ada tuturan yang

diucapkan oleh Sule, akan tetapi situasi saat itu Sule ingin menunjukkan bakatnya

menjadi seorang fotografer sekaligus instruktur senam. Kemudian, pengambilan

foto menggunakan kakinya yang seolah-olah sedang olahraga senam. Bentuk

gerakan ini dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik karena sesuai

dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja (1994),

tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan gerakan

tubuh. Selain itu, peneliti menemukan pada data tuturan (46) penutur Sule

menggerakkan kakinya dengan tendangan ke atas yang membuat gerakan ini

masuk ke dalam golongan kinesik gerakan kaki, dimana penutur juga

menunjukkan ekspresi wajah serius, isyarat dan menunjukkan sikap tubuh yang PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

50

berdiri santai, (Hidayatullah Syarif, 2016:6).

b Ekspresi wajah (6) Data tututan 11

Data tuturan verbal: -

Wujud bahasa nonverbal: Ekspresi wajah penutur ketakutan

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (11) bernama Iis Dahlia. Ia berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Beliau berasal dari Indramayu, Jawa Barat.

Konteks: Data tuturan (11) ini diunggah pada tanggal 3 Mei 2020 dengan judul “Ular Sang Pakar Hewan Bikin Iis Dahlia Takut dan Geli – Ini Ramadhan.” Suasana tuturan yang terjadi sedang tegang dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan bintang tamu yang diundang pada segmen acara tersebut.

(7) Data tuturan 15

Data tuturan verbal: “Sebenarnya saya kadang-kadang suka iri sama kedua adik saya yang satu kali 24 jam ketemu sama mama sama abah.”

Wujud bahasa nonverbal: Ekspresi wajah sedang penutur menangis.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (15) bernama Nassar Fahad Ahmad Sungkar. Ia berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Beliau berasal dari Bandung, Jawa Barat.

Konteks: Data tuturan (15) ini diunggah pada tanggal tanggal 4 Mei 2020 dengan judul “Nassar Sedih, Ibunya Bilang Kangen Buka Bersama - Ini Ramadan.” Suasana tuturan sedang bersedih. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan bintang tamu yang diundang pada segmen acara tersebut.

(8) Data tuturan 16

Data tuturan verbal: -

Wujud bahasa nonverbal: Ekspresi wajah penutur tertawa bahagia.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (16) bernama Nassar Fahad Ahmad Sungkar. Ia berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Beliau berasal dari Bandung, Jawa Barat. Konteks: Data tuturan (16) ini diunggah pada tanggal tanggal 4 Mei 2020 dengan judul “Asyiknya Home Tour di Rumah Panji - Ini Ramadan.” Suasana tuturan terjadi sedang

menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan bintang tamu yang diundang pada segmen acara ini.

51

(9) Data tuturan 17

Data tuturan verbal: “Bagaimana bagaimana gue gak emosi urat gue udah mau pecah.”

Wujud bahasa nonverbal: Ekspresi wajah penutur marah dan kesal.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (17) bernama Muchtar Lutfi atau dikenal sebagai Opie Kumis. Ia berprofesi sebagai pelawak. Beliau berasal dari Jakarta.

Konteks: Data tuturan (17) ini diunggah pada tanggal tanggal 4 Mei 2020 dengan judul “Ga Ada Perempuan Cantik, Semua Bingung Jelasin ke Bolot - Ini Ramadan.” Suasana tuturan santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan pengisi acara yang sedang memerankan peran sebagai hansip. Dari Sragen Jawa Tengaj.

(10) Data tuturan 44

pelawak. Beliau berasal

Data tuturan verbal: “Iya, maksudnya kalau Tuyul keluar harusnya aaaaakhhh.” Wujud bahasa nonverbal: Ekspresi wajah penutur kaget, dengan mata yang melotot dan mulut terbuka lebar.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan

(44) bernama Indrayana Bidwy atau dikenal sebagai Bopak Castello. Ia berprofesi sebagai

Konteks: Data tuturan (44) ini diunggah pada tanggal tanggal 18 Mei 2020 dengan judul “Berperan Jadi Tuyul, Bopak Kena Prank Sule DKK - Ini Ramadan.” Suasana tuturan santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan pengisi acara yang sedang memerankan sebagai sosok tuyul.

Data tuturan (11) tuturan ini berasal dari seorang wanita bernama Iis Dahlia,

ia berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Dalam segmen tersebut, Iis Dahlia datang

sebagai bintang tamu. Pada situasi yang ditayangkan, Iis sedang merasa ketakutan

karena melihat ular yang ada di hadapannya. Tidak ada tuturan yang dikatakan oleh PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

52

penutur. Tetapi dapat dilihat melalui ekspresi wajah saat itu. Gerakan nonverbal

menunjukkan ekspresi wajah yang menunjukkan rasa ketakutan. Ekspresi ini dapat

dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik sesuai dengan yang dikemukakan

oleh Sendjaja (1994) tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang

disampaikan dengan ekspresi wajah. Lebih lanjut teori ini diperkuat oleh Dale G.

Leathers dalam Rakhmat (2004) ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah

yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap

suatu pesan. Ekspresi wajah yang ketakutan pada data tuturan (11) merupakan

reaksi pesan yang disampaikan oleh penutur dikategorikan sebagai nonverbal.

Tanpa adanya tuturan, ekspresi wajah yang ditunjukkan sudah menjelaskan makna

verbal itu sendiri.

Data tuturan (15) tuturan ini berasal dari seorang pria bernama Nassar, ia

berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Pada segmen acara ini, penutur sedang

diwawancarai oleh pembawa acara tentang momen dibulan puasa. Ditengah-

tengah wawancara, ibu dari Nassar menelepon ke acara Ini Talk Show dan

menceritakan momen bulan puasa yang berbeda dari sebelumnya. Karena hal

tersebut membuat sedih. Sehingga tuturan yang diucapkan Nassar ialah

“Sebenarnya saya kadang-kadang suka iri sama kedua adik saya yang satu kali 24 jam ketemu sama mama sama abah.” Kemudian, disertai tuturan bahasa

nonverbal ekspresi wajah menangis. Bentuk tuturan ini dapat dikategorikan

sebagai bahasa nonverbal kinesik ekspresi wajah karena sesuai dengan teori

bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja (1994), tuturan

nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan ekspresi wajah. PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

53

Lebih lanjut teori ini diperkuat oleh Dale G. Leathers dalam Rakhmat (2004)

ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan untuk

berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Ekspresi

wajah yang sedih pada data tuturan (15) merupakan reaksi pesan yang disampaikan

oleh penutur saat menyampaikan kesedihannya. Melalui tuturan nonverbal, sudah

melengkapi dan memperkaya makna pesan verbal itu sendiri.

Data tuturan (16) tuturan ini berasal dari seorang pria bernama Nassar, ia

berprofesi sebagai penyanyi dangdut. Pada segmen acara ini, penutur sedang

dilontarkan candaan oleh mitra tutur Nunung tentang caranya memelihara ikan.

Karena lontaran candaan tersebut, Nassar tertawa lepas. Tidak ada tuturan yang

dikatakan oleh penutur. Wujud bahasa nonverbal menunjukkan ekspresi tertawa

karena candaan yang dilontarkan oleh Nunung. Bentuk tuturan ini dapat

dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik ekspresi wajah karena sesuai

dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja (1994),

tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan ekspresi

wajah. Lebih lanjut teori ini diperkuat oleh Dale G. Leathers dalam Rakhmat

(2004) ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan untuk

berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesanEkspresi

wajah yang tertawa bahagia pada data tuturan (16) merupakan reaksi pesan yang

disampaikan oleh penutur saat menyampaikan rasa terhiburnya. Melalui tuturan

nonverbal ini, sudah melengkapi dan memperkaya makna pesan verbal itu sendiri.

Data tuturan (17) tuturan ini berasal dari seorang pria bernama Opi Kumis, ia

merupakan pengisi acara yang berperan sebagai hansip yang mendampingi Pak PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

54

RT yaitu Haji Bolot. Pada segmen acara ini, penutur sedang mengungkapkan

kekesalannya karena ceritanya tak kunjung didengar oleh Pak RT yang berpura-

pura menjadi orang tuli. Hal ini membuat penutur kesal dan emosi. Sehingga

tuturan yang diucapkan Opi Kumis ialah “Bagaimana bagaimana gue gak emosi

urat gue udah mau pecah.” Kemudian, disertai tuturan bahasa nonverbal yang

emosi ditunjukkan dengan mata melotot. Bentuk tuturan ini dapat dikategorikan

sebagai bahasa nonverbal kinesik ekspresi wajah karena sesuai dengan teori bentuk

bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja (1994), tuturan nonverbal juga

berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan ekspresi wajah. Lebih lanjut

teori ini diperkuat oleh Dale G. Leathers dalam Rakhmat (2004) ekspresi wajah

meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara

emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan. Ekspresi wajah yang emosi dan

kesal pada data tuturan (17) merupakan reaksi pesan yang disampaikan oleh

penutur saat menyampaikan kekesalannya. Melalui tuturan nonverbal, sudah

melengkapi dan memperkaya makna pesan verbal itu sendiri

Data tuturan (44) tuturan ini berasal dari seorang pria bernama Bopak

Castello, ia merupakan pengisi acara yang sedang bermain peran. Pada segmen

acara ini, penutur sedang menjadi sesosok tuyul. Penutur menunjukkan ekspresi

ketakutannya mengenai peran yang ia lakukan. Karena takut, orang yang ada

disekitarnya menakuti Bopak dengan memperlihatkan boneka seram yang ditakuti

oleh Bopak. Hal ini membuat penutur terkejut. Sehingga tuturan yang diucapkan

Bopak ialah “Iya, maksudnya kalau Tuyul keluar harusnya aaaaakhhh.”

Kemudian, disertai tuturan ekspresi bahasa nonverbal yang matanya melotot dan PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

55

mulut terbuka lebar dibarengi oleh teriakannya yang terkejut. Bentuk tuturan ini

dapat dikategorikan sebagai bahasa nonverbal kinesik ekspresi wajah karena

sesuai dengan teori bentuk bahasa nonverbal yang dikemukakan oleh Sendjaja

(1994), tuturan nonverbal juga berkaitan dengan pesan yang disampaikan dengan

ekspresi wajah. Lebih lanjut teori ini diperkuat oleh Dale G. Leathers dalam

Rakhmat (2004) ekspresi wajah meliputi pengaruh raut wajah yang dipergunakan

untuk berkomunikasi secara emosional atau bereaksi terhadap suatu pesan.

Ekspresi wajah yang terkejut pada data tuturan (44) merupakan reaksi pesan yang

disampaikan oleh penutur saat menyampaikan ketakutannya. Melalui tuturan

nonverbal, sudah melengkapi dan memperkaya makna pesan verbal itu sendiri.

c Isyarat (11) Data tuturan 5

Data tuturan verbal: “Luwak White Coffea pas untuk berbuka puasa, mantap”

Wujud bahasa nonverbal: Gestur ibu jari seolah- olah menjelaskan bahwa minuman Luwak White Coffea itu enak dan cocok untuk berbuka puasa.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (5) bernama Indrayana Bidwy atau dikenal sebagai Bopak Castello. Ia berprofesi sebagai pelawak. Beliau berasal dari Sragen, Jawa Tengah.

Konteks: Data tuturan (5) ini diunggah pada tanggal tanggal 1 Mei 2020 dengan judul “Akhirnya Onta Wan Qadir Gede Juga.” Suasana tuturan terjadi menghibur para penonton. Konteks ini termaksud konteks situasional karena tempat dan lingkungan di studio tepat untuk melakukan syuting acara. Penutur merupakan pengisi acara yang sedang membacakan kuis untuk penonton yang ada di rumah.

(12) Data tuturan 6

Data tuturan verbal: Komeng: “Ane pikir truk ini mau gandengan, tau-taunya pacaran yang gandengan”

Sule: “Maksudnya truk gandengan itu yang ada dua.”

Wujud bahasa nonverbal: Gestur tangan jari dan telapak tangan penutur Sule terbuka lebar, seolah- PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI

56

olah sedang menjelaskan truk gandeng.

Tokoh: Subjek penelitian pada data tuturan (6) bernama Alfiansyah Bustami atau dikenal sebagai Komeng. Ia berprofesi sebagai pelawak. Beliau kelahiran Jakarta dengan suku campuran Sunda dan Betawi.

Konteks: Data tuturan (6) ini diunggah pada tanggal tanggal 1 Mei 2020 dengan judul “Yah Kan, Bopak Komeng Nangis! Ini Ramadhan.” Suasana tuturan terjadi sedang bermain peran dan menghibur. Suasana tuturan santai dan menghibur. Konteks ini termaksud konteks situasional dan konteks budaya. Konteks

Dokumen terkait