• Tidak ada hasil yang ditemukan

One Stop Entertainment Mall Di Bandung Berkonsep Modern Tropis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "One Stop Entertainment Mall Di Bandung Berkonsep Modern Tropis"

Copied!
65
0
0

Teks penuh

(1)

i

KATA PENGANTAR

Puja serta puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Adapun judul yang di ambil pada perancangan tugas akhir ini yaitu “One Stop Entertainment Mall di Bandung.

One Stop Entertainment Mall ini mengandung sebuah makna yaitu suatu tempat yang memiliki fasilitas one stop service, dikarnakan dalam One Stop Entertainment Mall memberikan fasilitas-fasilitas yang tidak terbatas pada fasilitas wisata belanja saja,seperti tenant-tenant yang menjual segala perlengkapan,the zone book store,factory outlet dimana semua barang yang diperjual belikannya terkumpul dari semua outlet yang ada,food court yang didalamnya menjual makanan khas bandung,sarana permainan baik itu game works ataupun bahari,serta didukung oleh adanya agro wisata didalamnya. Sehingga dengan hadirnya One Stop Entertainment Mall diharapkan dapat memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan pusat belanja dan hiburan yang lengkap,dengan konsep Modern Tropis.

Laporan ini dibuat untuk memenuhi mata kuliah tugas akhir. Selama satu semester laporan ini di buat dengan sebaik-baiknya. Didalamnya berisi berkas-berkas yang dikerjakan penulis selama melaksanakan mata kuliah tugas akhir ini.

Dukungan dan motivasi yang ditujukan kepada saya dari berbagai pihak sangat saya perlukan dan tiada balasan yang saya bisa beri selain ucapan terima kasih. Semoga kiranya amal ibadah kita diterima Allah SWT. Amien. Atas segala perhatiannya . penulis mengucapkan banyak terima kasih.

Bandung , 11 Agustus 2011

(2)

vi

Daftar Pustaka

Buku

 Benddington,Nadine, 1982. Design for Shopping Center

 GRIYA asri. Imajinasi Desain Tropis,Februari 2005, Jakarta; Penerbit PT.Griya Asri Prima.

 Karyono,Tri Harsono, 2000. Mendefinisikan kembali arsitektu tropis di indonesia. Eksplorasi Desain & Arsitektur.

 M Rubenstein ,Harvey, 1994. Dalam Aji Bangun

 Marlina,Endy. 2008, Halaman 203,Panduan Perancangan Bangunan Komersia, Yogyakarta ; Penerbit ANDI Yogyakarta.

(3)

vii Website

 Andysupri,shanegerhanazigzag. Diakses pada 4 Agustus 2011,pukul 15.24 WIB,dari

www.shanegerhanazigzag.multiply.com/journal/item/45

 Atmawidjaja Msc.DEA ,Endra Saleh. "Masihkah kota-kota di Indonesia butuh Mall?".

 Bangunan modern tropis. Diakses pada 13 April 2011,pukul 19.00 WIB,dari

www.google.co.id

 Bappeda Kota Bandung,Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Bandung Tahun 2008-2013. Diakses pada 13 April 2011,pukul 18.15 WIB,dari

www.bappeda-bandung.go.id/?rpjm&id_rpjm=4

 Pendit, 1994 Jenis-jenis Pariwisata. Diakses pada 13 April 2011, pukul 18.15 WIB,dari

www.ja-jp.facebook.com/note.php?note_id=122377707778437

 The Crowd. 1985. "A Study of The Popular Mind,La Foule".

 U.L.I. standar,"Shopping Centers,Planning,Development & Administration,Edgar Lion P.Eng".

 Yusuf, Ahmad, Architecture Modern. Diakses pada 19 April 2011, pukul 22.25 WIB,dari

(4)

ONE STOP ENTERTAINMENT MALL di BANDUNG

BERKONSEP MODERN TROPIS

Diajukan untuk memenuhi mata kuliah DI.38309 Tugas Akhir Semester II tahun akademik 2010/2011

Oleh :

Fadhilah Nurrachman S 52007016

PROGRAM STUDI DESAIN INTERIOR

FAKULTAS DESAIN

UNIVERSITAS KOMPUTER INDONESIA

BANDUNG

(5)

ONE STOP ENTERTAINMENT MALL di BANDUNG

BERKONSEP MODERN TROPIS

Diajukan untuk memenuhi mata kuliah DI.38309 Tugas Akhir Semester II tahun akademik 2010/2011

Oleh :

Fadhilah Nurrachman S 52007016

Pembimbing ,

Tiara Isfiaty , M.Sn

Koordinator Tugas Akhir

(6)

PERSYARATAN ORISINALITAS KARYA TUGAS AKHIR

Dengan ini,saya yang bertandatangan dibawah ini :

Nama : Fadhilah Nurrachman Shidiq

NIM : 52007016

Program Studi : Desain Interior

Menyatakan bahwa karya beserta laporan Tugas Akhir ini adalah benar merupakan hasil karya sendiri dan bukan duplikasi dari hasil karya orang lain.

Apabila pada masa mendatang diketahui bahwa pernyataan ini tidak benar adanya,saya bersedia menerima sanksi yang diberikan dengan segala konsekuensinya.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Bandung, 11 Agustus 2011

(7)

49 BAB III

KONSEP PERANCANGAN

3.1.Tema dan Gaya Perancangan

3.1.1. Tema Perancangan

Tema perancangan yang diusung pada One Stop Entertainment Mall ini

menerapkan tema perancangan “ Indulgence (memanjakan) ”. Tema ini dipilih karena memiliki tujuan, dimana Indulgence (memanjakan) itu sendiri dapat diartikan dari banyak sisi yaitu sesuatu yang memberikan perhatian ,mewah dan berkelas. Hal ini diambil untuk menciptakan suasana atau bangunan yang dapat memberikan kesan kepada pengunjung terhadap area pusat perbelanjaan dan hiburan. Penerapan unsur Indulgence (memanjakan) ini dapat dilihat dari segi element-element yang ada pada One Stop Entertainment Mall itu sendiri,seperti treatment pada dinding-dinding mall,pemakaian material,pola pada permainan ceiling,hingga penyediaan semua fasilitas yang dibutuhkan. One Stop Entertainment Mall itu sendiri mengkhususkan untuk kalangan menengah keatas dan diharapkan dapat memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat dari segi perbelanjaan hingga hiburan dalam melakukan suatu aktifitas didalamnya.

3.1.2. Gaya Perancangan

(8)

50 Perkembangan arsitektur modern tropis ini akhirnya juga mempunyai dampak pada interiornya. Gaya arsitektur modern dan interior modern,tidak harus tampil kaku,dingin dengan garis-garis lurus dan tegas. Gaya ini juga dapat pula menerapkan dasar rancangan melalui bentuk geometris,seperti bentuk lengkung,lingkaran dan bentuk lainnya yang asimetris. Penambahan dengan nuansa tropis pada bangunan modern dengan pemanfaatan faktor iklim dan menampilkan ekspos pemakaian tanaman, menjadikan rancangan yang berkonsep out door disajikan kedalam indoor suatu ruangan. Sehingga tercipta hubungan visual dengan ruangan-ruangan yang ada. Bentuk seperti ini akhirnya menjadi bagian dalam desain modern tropis.

Pemilihan gaya Modern Tropis sebagai konsep perancangan One Stop Entertainment Mall merupakan salah satu langkah penyesuaian antara tema dan gaya. Selain itu, pemilihan ini didasari oleh beberapa faktor, diantaranya :

1. Untuk menampilkan citra mal yang modern dengan nuansa tropis didalamnya dan berkemajuan teknologi.

2. Untuk memberikan kesan Indulgence (memanjakan),serta dengan pemanfaatan tanaman yang berkonsep out door menjadi indoor pada sebuah pusat perbelanjaan. Dengan suasana yang bersih dan segar.

3.2.Konsep Pemilihan Bentuk

(9)

51 3.3.Konsep Pemilihan Warna

Penerapan warna pada One Stop Entertainment Mall ini tetap berdasarkan konsep. Warna juga disesuaikan dengan penggayaan dari mall itu sendiri yaitu Modern Tropis. Warna yang lebih dominan pada mall ini adalah warna hijau dan putih,dikarnakan warna inilah citra dari One Stop Entertainment Mall serta ada beberapa warna-warna pendukung seperti biru muda,abu-abu dan hitam.Penerapan warna-warna ini berfariasi,disesuaikan dengan material yang dipergunakan juga.

Citra dari Mall One Stop Entertainment Warna pendukung

Warna Putih dengan R:255,G:255,B:255 : Penerapan warna ini lebih dominan terhadap warna ceiling,kolom pada pondasi mall dan terhadap furniture yang dipakai.

Warna Hijau dengan R:0,G:255,B:0 : Penerapan warna lebih mengarah kepada element-element estetis seperti dinding,dan beberapa aksen pada furniture dan drop ceiling. Warna Abu-abu dengan R:179,G:179,B:179 : Penerapan warna mengarah kepada

pemakaian material seperti stainless,yang dapat dilihat terhadap treatment pada kolom hingga raling tangga.

Warna Hitam dengan R:0,G:0,B:0 : Penerapan warna mengarah kepada drop ceiling dan lantai.

(10)

52 3.4.Konsep Pemilihan Material

Adapun material yang diterapkan pada One Stop Entertainment Mall ini,penerapannya berdasarkan dari gaya perancangan. Dimana gaya perancangan yang diambil yaitu Modern Tropis. Material yang dipergunakan yaitu material – material seperti kaca bening dan es,kaca cermin , stainless steel , melaminto , acrylic,kayu dan lain sebagainya. Serta penggunaan jenis tanaman seperti king palm dan canary date palm,yang merupakan ciri dari tropis. Penggunaan stainless steel hanya berupa list-list treatment pada dinding kolom saja. Semua itu untuk nilai estetis saja,agar menciptakan kesan modern tropis pada interior didalamnya. 3.5.Teknis Pencahayaan

Penerapan konsep pencahayaan pada interior One Stop Entertainment Mall ini dibagi dalam 2 bentuk, yaitu :

1. Penerangan Setempat ( Local Lighting )

Digunakan general lighting dengan sistem ambient lighting dengan tujuan tidak menyilaukan mata karena hanya berfungsi sebagai penerangan sirkulasi / ruang yang dipadukan dengan natural lighting melalui bukaan atrium yang ada didalam bangunan One Stop Entertainment Mall.

2. Penerangan Khusus ( Speciality Lighting )

Untuk penerangan khusus pada beberapa ruang menggunakan lampu khusus seperti TL, SL Hallogen WallWasher dengan system pancahayaan beragam seperti, pencahayaan cove, general light dan special lighting seperti; spotlight, downlight, table lamp, wall lamp, hanging lamp, dan lain-lain

(11)

53 pengarah pada mall,cahaya ini juga membantu pengunjung untuk memfokuskan orientasi kedalam bangunan.

Beberapa jenis penyinaran disesuaikan dengan lux yang akan di capai,sebagai contoh pada penyinaran tanaman yang menggantikan sinar dari matahari. Untuk pemakaiannya membutuhkan 200 hingga 500 lux dengan operasi manual secara berkesinambungan.

3.6.Teknis Penghawaan

Sistem penghawaan yang diterapkan pada One Stop Entertainment Mall ini menerapkan jenis penghawaan buatan , yaitu penghawaan yang menggunakan berupa AC ( Air Conditioning ) dengan penggunaan dua jenis AC , yaitu AC Split System dan AC Central Unit. AC Central dipergunakan pada area public,seperti :

 area market  area buku  area outlet  area kecantikan  area permainan  area bermain  area movie  area food court  area cafe dan resto

 area pusat jajanan dan oleh-oleh  area tanaman

 area penghijauan  area informasi  toilet

 area tempat penukaran uang  area ATM center

sedangkan pada jenis AC Split System,digunakan pada area semi public,area service dan area office,seperti :

(12)

54 Area Semi Public

 area retail  area asessories  area suvenir

 area pusat kerajinan

Area Service  area kolam ikan  area parkir  gudang

 toilet karyawan

 area musholla dan tempat wudhu

Area Office

 area kantor pusat manajement

 area kantor pengelola infrastruktur bangunan  area kantor keamanan

 area bank dan kantor asuransi

Pemanfaatan penghawaan tidak hanya berpusat pada pemakaian AC,tetapi pada pemanfaatan atrium,yang secara tidak langsung udara luar dapat masuk kedalam mall tersebut. Dengan system buka tutup,hal ini digunakan untuk mengantisipati ketika kondisi diluar hujan.

3.7.Konsep Sirkulasi

Sirkulasi merupakan ruang atau area sebagai alur jalannya pengunjung dan pengguna lainnya, yang diharapkan mempunyai jarak yang sesuai dengan standar pedoman interior. Sirkulasi merupakan akses lalu-lalang sesuai kebutuhannya dalam melakukan aktivitas yang bervariasi dalam bangunan.

Sirkulasi pada One Stop Entertainment Mall bisa dilihat dari setiap unit tenant-tenant yang menghadap ke jalur sirkulasi utama,sehingga setiap unit tenantnya akan menjadi strategis. Ukuran tiap-tiap unit tenant juga besar diatas 64m2 dengan lebar umum minimum 3m tiap unit. Sehingga para penyewa dapat mendisplay barang dagangan mereka dengan baik,seperti pada gambar dibawah ini.

(13)

55 Jarak sirkulasi zona 1 dengan ditandai warna merah,menandakan antara eskalator dengan tenant,serta pada zona 2 dengan warna biru antara tangga dengan tenant sirkulasinya mencapai 4,9 m. Sedangkan pada zona 3 dengan ditandai warna biru,antara eskalator dengan tenant sirkulasinya mencapai 5,1 m dan pada zona 4 dengan ditandai warna kuning,menandakan antara lift barang serta tangga darurat sirkulasinya mencapai 2,5 m,hal ini berlaku pada setiap lantai berikutnya. Semua itu dilakukan untuk menghindari crowd (penumpukan orang).

Untuk bentukan sirkulasi pada One Stop Entertainment Mall menerapkan beberapa bentukan diantaranya ada lima bentukan mall yaitu bentukan

linier,”T”,”L”,setengah lingkaran dan gabungan dari ke empat bentukan lainnya.

Bentukan-bentukan tersebut mempunyai fungsi dan kegunaan masing-masing yaitu untuk menarik minat pengunjung yang datang terhadap area pusat perbelanjaan dan bentukan tersebut disesuaikan dengan sirkulasi dari denah mall tersebut.

Penataan retail tenant dan anchor tenant yang baik dapat saling mendukung terjadinya aliran pengunjung yang merata disepanjang mall,dengan penerapan

(14)
(15)

8 BAB II

ONE STOP ENTERTAINMENT MALL dI BANDUNG

2.1.Definisi Judul ‘One Stop Entertainment Mall’

Mall,terdapat beberapa pengertian yang menyangkut tentang mall seperti :

Menurut Harvey M Rubenstein dalam Aji Bangun (1994) ”...Traditionally the

word ’Mall’ has mean an area usually lined with shade trees and used as a public walk or promenade...

”...Secara tadisional kata mal dapat diartikan sebagai suatu daerah berbentuk

memanjang yang dinaungi oleh pohon-pohon dan biasanya untuk jalan-jalan...”

Jadi,mall dapat diartikan sebagai suatu ruang memanjang yang berfungsi sebagai tempat berbelanja bagi pejalan kaki, yang terbentuk oleh deretan pertokoan yang berorientasi ke arah ruang atau mall. Sedangkan, One Stop Entertainment Mall memiliki pengertian yaitu suatu tempat yang memiliki fasilitas one stop service, hal tersebut berarti dalam satu tempat,pelayanan yang diberikan Mall One Stop Entertainment tidak terbatas pada fasilitas wisata belanja saja,seperti department store,the zone book store,area shopping center ,factory outlet. Tetapi juga disini menyediakan fasilitas wisata kuliner yang memberikan unsur kekhasan makanan bandung,wisata bahari yang lebih mengarah kepada permainan,serta memasukan unsur agro wisata didalamnya. Sehingga dengan hadirnya One Stop Entertainment Mall dapat memberikan sesuatu yang beda terhadap mall-mall yang lain dan diharapkan dapat memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan pusat belanja dan hiburan.

2.1.1 Sejarah Perkembangan

(16)

9 para pedagang membangun kios-kiosnya di plaza terbuka atau koridor jalan yang saling berdekatan. Lalu pada abad ke-18 berkembang konsep ’shopping center’ dan ’shopping arcade’ dengan bentuk kompleks retail yang terbuka (open-air retail complex) yang mulai menawarkan kenyamanan bagi para pengunjung. Konsep ini banyak digunakan di Australia dan Eropa (misal Galleria Vittorio Emmanuelle di Milan yang dibangun pada 1860-an).( Endra Saleh Atmawidjaja Msc.DEA)

Berbeda dengan konsep sebelumnya, maka mall sebagai kompleks retail dengan struktur tertutup pertama kali diperkenalkan di Amerika Utara pada tahun 1915-an di Minnesota. Konsep indoor mall semakin populer pasca perang dunia ke-2 (1950-an), misalnya Northgate Mall di Seattle dan Southdale Center di Minnesota. Dalam perkembangan selanjutnya konsep mall dengan struktur tertutup ini lebih diterima di negara-negara tropis seperti Singapura, Malaysia dan Indonesia.( Endra Saleh Atmawidjaja Msc.DEA)

Kota-kota Indonesia sendiri mulai mengadopsi konsep indoor mall sejak akhir tahun 1970-an, seperti Ratu Plaza dan Aldiron Plaza di Jakarta, Medan Plaza di Medan, dan Tunjungan Plaza di Surabaya, dan terus berlanjut hingga kini. Pada era otonomi daerah dewasa ini, multiplikasi pembangunan mall cukup mencengangkan, dimana hampir setiap kota menengah dan besar di tanah air memiliki plaza, mall, town square dan sejenisnya sebagai simbol modernisme sebuah kota.( Endra Saleh Atmawidjaja Msc.DEA)

2.1.2 Klasifikasi Pusat Perbelanjaan

a) Dilihat dari luas areal pelayanan berdasarkan U.L.I standar (Shopping Centers,Planning,Development dan Administration,Edgar lion P.Eng).

 Regional Shopping Centers

(17)

10 penduduk,terletak pada lokasi yang strategis,tergabung dengan lokasi perkantoran,rekreasi dan seni.

 Community Shopping Centre

Luas areal antara 9.290 – 23.225 m2,terdiri atas junior department store,supermarket dengan jangkauan pelayanan antara 40.000 – 150.000 penduduk,terletak pada lokasi mendekati pusat-pusat kota (wilayah).

 Neigbourhood Shopping Centre

Luas areal antara 2.720 – 9.290 m2. Jangkauan pelayanan antara 5.000 – 40.000 penduduk. Unit terbesar berbentuk supermarket,berada pada suatu lingkungan tertentu.

b) Dilihat dari jenis barang yang dijual ( Design for Shopping Centers,1982, Nadine Beddington).

 Demand (permintaan),yaitu menjual kebutuhan sehari-hari yang juga merupakan kebutuhan pokok.

 Semi Demand (setengah permintaan),yaitu yang menjual barang-barang untuk kebutuhan tertentu dalam kehidupan sehari-hari.

 Implus (barang yang menarik),yaitu yang menjual barang-barang mewah yang menggerakan hati konsumen pada waktu tertentu untuk membelinya.

 Drugery,yaitu yang menjual barang-barang higienis seperti sabun,parfum dan lain-lain.

2.1.3 Elemen-elemen Mall

(18)

11 A. Atrium

Sutejo dalam Bangun (1990) memberikan pengertian bahwa atrium merupakan ruang kosong yang secara horisontal diapit oleh lapisan-lapisan lantai di lantai kedua atau lebih sisi-sisinya, dengan ketinggian dua lapis lantai atau lebih yang mendapat terang alami siang hari dan menjadi pusat orientasi bangunan. Untuk bangunan-bangunan modern, terutama bangunan komersial, seperti pertokoan, perkantoran, hotel, sering membutuhkan atrium sebagai daya tarik dalam perancangan eksterior maupun interior. Begitupula dengan mal dengan bentuk tertutup (enclosed), atrium memegang peranan yang sangat penting.

B. Magnet Sekunder

Toko merupakan salah satu bagian terpenting dari Mal yang dapat dianggap

sebagai ‟distrik‟ pada pusat perbelanjaan. Penempatan toko erat kaitannya dengan

magnet primer (crowd dan ruang public terbuka) sebagai daya tarik utama dalam pusat perbelanjaan tersebut. Sebelum pengunjung mencapai magnet primer, arus pengunjung diarahkan sedemikian rupa sehingga dengan sendirinya melewati toko-toko kecil.

C. Magnet primer

Magnet merupakan transformasi dari ‟node‟ kota, yang berfungsi sebagai titik

(19)

12 D. Koridor

Merupakan ruang yang digunakan untuk berjalan kaki. Koridor terbagi menjadi dua macam, antara lain :

1. Koridor Utama

Merupakan orientasi dari toko-toko yang ada di sepanjang toko-toko tersebut dengan lebar sekitar 15 meter.

2. Koridor Tambahan (Sekunder)

Merupakan koridor yang terletak pada sepanjang koridor utama, yang memudahakan pencapaian dari area parkir dan mempersingkat jarak entrance bila terjadi keadaan darurat. Koridor sekunder ini berhubungan dengan magnet primer tapi bisa juga tidak berhubungan. Lebar minimal untuk koridor sekunder adalah 6 meter.

E. Street Furniture

Merupakan elemen desain yang melengkapi keberadaan suatu jalan, yang berintegrasi dengan pohon, antara lain berupa lampu jalan, patung, desain grafik, kolam, tempat duduk, pot taman, tempat sampah dan lain-lain

2.2.Tinjauan Nama Proyek

Mall menurut Harvey M Rubenstein dalam Aji Bangun (1994),dapat diartikan sebagai suatu ruang memanjang yang berfungsi sebagai tempat berbelanja bagi pejalan kaki, yang terbentuk oleh deretan pertokoan yang berorientasi ke arah ruang atau mal.

(20)

13 hiburan yang telah disediakan dari mulai bermain game,melakukan agro wisata,menikmati musik area, berbelanja dari perbelanjaan seperti pakaian,asessories hingga barang elektronik di satu tempat dengan berbagai macam variasi barang. Pembeli diharapkan tidak akan mengalami kesusahan dalam mencari barang ke pusat perbelanjaan lain. Serta tidak ketinggalan dengan berwisata kuliner,yang didalamnya lebih mengutamakan makanan khas bandung.

2.2.1 Jenis dan Bentuk Mall

Berdasarkan jenisnya mall dapat digolongkan menjadi tiga golongan besar, antara lain (Aji Bangun,1994, Harvey M Rubenstein) :

Full Mall

Merupakan mal yang dapat diperoleh dengan menutup jalan yang semula digunakan untuk lalu lintas kendaraan,kemudian diperbaiki untuk koridor dengan melengkapi elemen-elemen perpohonan untuk memperoleh kenyamanan pejalan kaki. Mall dengan jenis ini tidak memperbolehkan kendaraan masuk.

Transit Mall

Merupakan jenis mal yang mengizinkan lalu lintas kendaraan umum (bus dan taksi) untuk masuk ke dalam area tetapi tidak diizinkan parkir, dengan tetap mengutamakan koridor yang diperlebar dan penambahan elemen perpohonan.

Semi Mall

(21)

14 Untuk One Stop Entertainment Mall sendiri termasuk dalam kategori full mall. Berdasarkan bentuknya, Mal dapat dibedakan menjadi lima macam, di

antaranya adalah bentuk linier, ”T”, ”L”, setengah lingkaran, dan gabungan. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 2.2, gambar 2.3, gambar 2.4, gambar 2.5, dan gambar 2.6 di bawah ini :

Anchor tenants : Penyewa ruang ritel dengan ukuran luas area minimum 9000 m2. Anchor Tenants biasanya berada di ujung koridor pusat perbelanjaan dan berfungsi sebagai penarik pengunjung pusat perbelanjaan.

Koridor : Merupakan ruang yang digunakan untuk berjalan kaki, sering pula disebut sebagai pedestrian.

2.3.Interpretasi Kasus

One Stop Entertainment Mall ini mengandung sebuah makna yaitu suatu tempat yang memiliki fasilitas one stop service, dikarnakan dalam One Stop Entertainment Mall memberikan fasilitas-fasilitas yang tidak terbatas pada fasilitas wisata belanja saja,seperti tenant-tenant yang menjual segala perlengkapan,the zone book store,factory outlet dimana semua barang yang

(22)

15 diperjual belikannya terkumpul dari semua outlet yang ada,food court yang didalamnya menjual makanan khas bandung,sarana permainan baik itu game works ataupun bahari,serta didukung oleh adanya agro wisata didalamnya. Sehingga dengan hadirnya One Stop Entertainment Mall diharapkan dapat memenuhi dan melayani berbagai kebutuhan masyarakat akan pusat belanja dan hiburan yang lengkap.

Perbedaan antara Plaza dan Mall itu sendiri yaitu ;

Plaza adalah ruang publik terbuka (open air), minimal ada satu bangunan yang menyertainya,serta terkadang dikelilingi bangunan lain. Sirkulasi pada plaza itu sendiri berbeda dengan mall yaitu ;

a. Terdapat ruang public terbuka atau ruang yang berskala besar,yang menjadi pusat orientasi kegiatan dalam ruang dan masih menggunakan pola koridor untuk efisiensi ruang.

b. Mulai terdapat hierarki dari lokasi masing-masing tenant dan lokasi strategis berada dekat ruang public tersebut. Seperti gambar berikut ini

Sedangkan sirkulasi pada mall yaitu ;

a. Dikonsentrasikan pada sebuah jalur utama yang menghadap dua atau lebih. Magnet pertokoan yaitu magnet primer dapat menjadi poros massa dan dalam ukuran yang besar dapat menjadi sebuah atrium.

(23)

16 b. Jalur magnet pertokoan itu akan menjadi sirkulasi utama,karena menghubungkan dua titik magnet atau anchor tenant yang membentuk sirkulasi utama. Seperti pada gambar berikut ini

Element-element pada One Stop Entertainment Mall ini diantaranya yaitu ; Atrium

Pada mall ini terdapat atrium yang merupakan pusat orientasi bangunan dan sebagai daya tarik baik dari segi interior maupun eksterior.

Magnet Sekunder

Magnet sekunder disini ialah toko yang merupakan sebuah daya tarik perbelanjaan dalam One Stop Entertainment Mall diantaranya seperti toko busana,asessories,suvenir dan lain-lain.

Magnet Primer

Magnet primer merupakan sebuah titik konsentrasi dari sebuah pusat perbelanjaan yang pada dasarnya perletakan magnet primer biasanya berlokasi pada akhir koridor serta pada setiap lantainya,diantaranya yang merupakan magnet primer pada mall ini ialah area movie,area factory outlet,area wisata kuliner,agro wisata dan lain-lain.

(24)

17 Koridor

Koridor mempunyai peranan penting dalam sebuah bangunan dikarnakan koridor merupakan area pejalan ketika ingin melewati toko-toko yang ada dan jalan pintas ketika ada keadaan darurat,dalam hal ini One Stop Entertainment Mall memilikinya.

Street Furniture

Dalam hal ini One Stop Entertainment Mall membuat konsep jalan dengan nuansa tropis yang kental didalamnya serta tidak lupa memasukan unsur bahari didalam mall dan tetap dengan bentukan-bentukan yang modern. Fungsi serta kegiatan yang ada didalam proyek mall ini secara meluas dapat dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat warga kota bandung khususnya dan penduduk Jawa Barat umumnya. Dimana penduduknya multikultural dari berbagai suku budaya yang berbeda-beda,baik dari indonesia sendiri maupun dari mancanegara yang sedang berkunjung dan ingin menikmati suasana perbelanjaan dan hiburan yang berbeda. Hal tersebut tidak dapat ditemui pada pusat-pusat perbelanjaan lainnya.

Lokasi yang dipilih untuk menempatkan One Stop Entertainment Mall ini yaitu terletak di Jl.Ir H.Juanda no.61-63 Bandung,Jawa Barat 40135,alasannya yaitu berdasarkan interview dan observasi yang telah dilakukan penulis,dimana tempat tersebut merupakan jalur yang sering dilalui kendaraan pribadi maupun umum yang ingin menuju ke tempat seperti braga,terminal dan lain-lain,alat transportasi menuju jalan tersebut sangatlah mudah,akses menuju tol pasteur mudah dijangkau dan keberadaannya strategis pada pusat kota. Oleh karena itu lokasi yang paling tepat untuk menempatkan One Stop Entertainment Mall ini adalah daerah sekitar Jl.Ir H,Juanda no.61-63 Bandung,Jawa Barat 40135.

2.4.Modern

(25)

18 diberikan kepada bangunan dengan karekteristik serupa yang mengutamakan kesederhanaan bentuk dan menghilangkan segala jenis ornament.

Beberapa sejarawan melihat perkembangan arsitektur modern sebagai perihal sosial yang ketat kaitannya terhadap pembaharuan dan keringanan, suatu hasil dari perkembangan sosial dan politis. Arsitektur lainnya yang melihat gaya modern sebagai sesuatu yang di kendalikan oleh teknologi dan pengembangan produk dan dengan munculnya bahan-bahan yang dipakai dalam membangun gaya bangunan modern seperti material besi, baja, kaca dan beton menambahkan pengetahuan bahwa gaya modern adalah sebuah penemuan baru dalam bidang Revolusi Industri.

Arsitek Frank Llyod Wright sangat berpengaruh dalam perkembangan arsitektur modern di Eropa. Wright adalah salah satu dari sekian banyaknya arsitektur yang sangat berpengaruh dalam dunia perarsitekturan.

Berikut adalah beberapa karakteristik arsitektur modern pada umumnya,

Suatu penolakan terhadap gaya lama

Suatu yang mengadopsi prinsip bahwa bahan dan fungsi sangatlah menentukan hasil dalam suatu bangunan.

Suatu yang menyangkut tentang mesin.

Menolak adanya bordiran atau ukiran dalam bangunan.

Menyederhanakan bangunan sehingga format detail menjadi tidak perlu. Selain karakteristik yang menjadi ciri dari arsitektur modern pada umumnya. Berikut juga terdapat beberapa pandangan akan penggayaan modern ini dari beberapa seniman ternama.

(26)

19 Sedikit adalah lebih dan lebih adalah terlalu banyak (Less is more only when more is too much ) yang dikatakan oleh Frank Llyod Wright.

Sedikit itu membosankan (Less is a bore) yang dicetuskan oleh Robert Venturi, pelopor arsitektur Postmodern sebagai jawaban atas Gaya Internasional yang tidak menarik yang dipopulerkan oleh Mies van der Rohe. Pelopor Arsitektur Modern adalah : Adolf Loos, Alvar Aalto, Frank Lloyd Wright, I. M. Pei, Le Corbusier, Louis Kahn, Louis Sullivan, Ludwig Mies van der Rohe, Oscar Niemeyer, Otto Wagner, Peter and Alison Smithson, Philip Johnson, Ralph Tubbs,Walter Gropius.

2.5.Tropis

Karakteristik umum tropis adalah memiliki temperatur yang tinggi, temperatur dan kelembaban rata-rata harian relatif konstan, dan range rata-rata (Givoni,1998). Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang bervariasi pula. Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidak sesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasi diubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.

(27)

20 tidak terlalu tinggi, pencahayaan alam cukup, pergerakan udara (angin) memadai, terhindar dari hujan, dan terhindar dari terik matahari. Dalam bangunan yang dirancang menurut kriteria seperti ini, pengguna bangunan dapat merasakan kondisi yang lebih nyaman dibanding ketika mereka berada di alam luar.

2.6.Data Pengguna Bangunan

Dalam One Stop Entertainment Mall ini,pemakai akan fasilitas dari Mall terdiri dari dua kelompok, yaitu:

a) Pengelola atau Karyawan

Pengelola yang ada di One Stop Entertainment Mall ini adalah semua instansi yang ada seperti ;

1. Karyawan dari infra struktur bangunan seperti : Karyawan pengelola AHU

Karyawan pengelola Panel

Karyawan pengelola Cooling Tower 2. Manajement seperti :

Karyawan dari kantor pusat manajement Karyawan dari Bank dan asuransi Karyawan dari Money Changer 3. Keamanan seperti :

Satpam Office Boy

4. Pegawai yang memiliki tenant seperti : Pegawai dari Magnet Sekunder Pegawai dari Magnet Primer

b) Masyarakat umum

(28)

21 c) Barang

Barang yang diperjual belikan dalam One Stop Entertainment Mall ini terdiri dari barang elektronik,barang pokok yaitu sandang,pangan dan papan. Dimana masing-masing tenant yang menjual memiliki 3 item penting yaitu ;

1. Staples Produk (produk andalan).

2. Convenience Item (produk yang ada pada toko lain juga). 3. Impluse Item (produk bersifat asessories).

2.7.Data Vegetasi

Dalam One Stop Entertainment Mall,pemakaian jenis tanaman yang digunakan terdiri dari 2 jenis tanaman tropis yaitu :

1. King Palm dalam bahasa ilmiahnya ialah Archontophoenix alexandrae,spesies ini mempunyai panjang daun hingga 2m serta pertumbuhannya sangat cepat 1m pertahun. Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai penghias jalan dan penghias pada pekarangan rumah. Karena jenis ini merupakan jenis tanaman hias.

Untuk media tanaman ini tanah harus mengandung pasir,selain itu akar tanaman ini tidak suka pada genangan air,jarak antara 1 pohon dengan pohon lainnya 2-5 M.

(29)

22 2. Canary Date Palm dalam bahasa ilmiahnya ialah Phoenix canariensis,spesies ini memang dikenal jenis yang sangat indah. Tanaman ini sama seperti tanaman palm-palm yang lain sering dimanfaatkan sebagai penghias jalan dan penghias pada pekarangan rumah. Karena jenis ini merupakan jenis tanaman hias.

Untuk media tanaman ini tanah harus mengandung pasir,selain itu akar tanaman ini tidak suka pada genangan air,jarak antara 1 pohon dengan pohon lainnya 2-5 M.

(30)

23

2.8. Aktifitas dan Fasilitas

NO KATEGORI JENIS KETERANGAN RUANG KETERANGAN AKTIFITAS AKTIFITAS SIFAT

FASILITAS

Wisata yang dimaksud disini ialah sesuatu kegiatan yang berpusat pada perbelanjaan baik itu belanja kebutuhan harian,bulanan maupun belanja untuk keperluan pribadi. Sesuatu yang sangat menarik di wisata belanja ini ialah factory outlet-factory outlet yang ada dibuat menjadi terkumpul dalam 1 buah lantai sehingga memudahkan bagi pengunjung yang ingin berbelanja sesuai dengan modenya,dan tak hanya itu disini juga ada area market yang membuat konsep berbeda walau secara pemasarannya tetap sama dengan market-market lainnya,dari hal itu akan melahirkan kebutuhan ruang sebagai berikut :

Target market

Sebuah area perbelanjaan yang besar,bersih dan memuaskan pengunjung yang berbelanja disini baik dari segi kebutuhan sehari hari maupun bulanan.

Dalam area market ini tidak hanya keluarga yang bisa merasakan berbelanja melainkan anak kecilpun bisa merasakannya sehingga adanya pembelajaran secara tidak langsung kepada anak-anak dalam masalah berbelanja. Barang-barang yang diberikan untuk si anak juga dibatasai sesuai kategori anak-anak dan berlebel depkes. rapih dan memudahkan pengunjung ketika mencari buku baik dari dalam negri maupun luar negri.

Membuat metode baru dengan menyediakan buku yang bisa dilihat dan dibaca tetapi tidak bisa di foto copy,sehingga costumer yang ingin membeli bisa melihat

workshop Public

(31)

24

Membuat area workshop sendiri dengan adanya penerbitan buku-buku baru,dengan memberikan kutipan-kutipan dalam isi buku tersebut.

TOTAL 121,86

Factory Outlet

Sebuah pusat perbelanjaan busana yang berkonsep menjadi satu kesatuan dalam sebuah one stop entertainment mall,sehingga memudahkan pengunjung ketika hendak mencari segala jenis pakaian yang ia inginkan

Adanya sebuah panggung fashion show yang memperlihatkan busana-busana yang sedang modis pada tahun ini

Membeli

Sebuah area perbelanjaan yang menyediakan segala macam bentuk asessories rumah.

Membuat maket sesuai dengan aslinya dari penempatan asessoriesnya itu sendiri.

Sebuah retail-retail yang akan diisi oleh beberapa produk atau merek-merek terkenal

(32)

25

Sebuah area kecantikan sejenis salon,yang didalamnya tidak hanya mempercantik diri dari luar tetapi dari dalamnya juga Membuat sebuah ruangan private yang memberikan pelayanan pijat dan luluran.

Mencoba indonesia,yang didalamnya tidak hanya menjual tetapi memberikan sebuah ilmu tentang mengrajin sebuah kerajinan khas indonesia

Melihat-disukai oleh anak-anak hingga kolektor-kolektor mainan

Membeli mainan Melihat

mainan Public

(33)

26

Works khusus untuk segala macam jenis wahan permainan yang dapat dinikmati oleh anak-anak hingga remaja

Membuat sebuah wahan permainan yang bisa dinikmati bersama keluarga,sehingga si anak dapat melakukan interaksi terhadap orang tuanya.

permainan

Sebuah pusat pemutaran film baik itu film luar maupun dalam negri,yang didesain dengan kapasitas penonton kurang lebih 100 kursi

Menonton

Wisata yang dimaksud disini ialah kegiatan yang berhubungan dengan makanan dengan sebuah konsep menyatukan semua kuliner yang ada dalam satu wadah,dan kebutuhan ruangnya sebagai berikut :

Food Court Center

Area yang menyediakan segala jenis makanan khas bandung yang berkonsep dalam satu tempat,sehingga pengunjung dapat dengan mudah memilih menu makanan

(34)

27 cara penyajiannya cukup standar menengah ke atas dan jenis hidangannya sangat berkelas.

Dengan pemilihan meja makan untuk berdua,berempat hingga family

bincang Public

 Meja menyediakn jajanan-jajanan khas bandung serta menyediakan oleh-oleh yg siap dibawa untuk kenang-kenangan keluarga

Wisata jenis ini merupakan wisata pertanian,dengan maksud menyediakan sebuah fasilitas yang berhubungan dengan pertanian dan mengarah kepada

Area Tanama

n

(35)

28

penghijauan,kebutuhan ruangnya ialah : ditanam untuk menghasilkan suasana yg asri dan menyejukan

Memberikan workshop tentang penanaman

Wisata jenis ini bermaksud sesuatu yg berhubungan denah air yang berkonsep indoor ,baik itu kolam maupun jenis permainan air,yang akan melahirkan kebutuhan ruang sebagai berikut :

Area Permain

an Air

Sebuah area yang berkonsep wahana permainan dengan air

Bermain air berisikan ikan-ikan hias yang bisa dinikmati oleh pengunjung yang melihat.

Melihat

Sebuah layanan yang berhubungan dengan kebutuhan gedung mall,yang kebutuhan ruangnya

ialah : Area Parkir

(36)

29

untuk menaruh barang-barang dan bersifat sementara

barang-barang

TOTAL 3

Toilet

Sebuah tempat umum yang diperuntukan untuk membunag air kecil dan air besar,serta untuk memepercantik dan merapihkan diri bertujuan untuk memberitahukan segala jenis info-info yang ada di gedung mall tersebut,dan sebagai pusat layanan juga

Tempat mengelola dan memantau segala aktifitas dalam gedung mall,yang membutuhkan ruang :

Kantor Pusat Maneje ment

Sebuah pusat kantor yang mengurusi segala sesuatu yang berhubnungan dengan manejement

Sebagai pusat info

bangunan Office

 Workstati

(37)

30

dalam gedung mall ruangan Sebagai

Layanan ini bermaksud memudahkan pengunjung dari segi fasilitas yang disediakan oleh gedung mall tersebut

Bank mengurusi segala sesuatu yang berhubungan dengan uang serta surat-surat asuransi

Untuk

Sebuah kantor sejenis penukaran uang asing untuk para turis yang berkunjung

Untuk

Sebuah tempat sejenis mesin yang berfungsi sebagai alat penarik uang,sehingga uang bisa langsung dicairkan

Untuk

Sebuah tempat peribadahan bagi umat islam untuk selalu mengingat dan memuji tuhannya

TOTAL KESELURUHAN 1156,39

m2

(38)

31 2.9.Zoning dan Blocking

Hasil dari berdasarkan analisa program aktifitas dan fasilitas, secara keseluruhan ruang-ruang pada One Stop Entertainment Mall dapat diklasifikasikan berdasarkan sifat areanya yaitu :

Area Public

Kategori ruang- ruang yang termasuk dalam area public adalah ruang yang sifatnya terbuka bagi pengunjung umum seperti :

1. area market 2. area buku 3. area outlet 4. area kecantikan 5. area permainan 6. area bermain 7. area movie 8. area food court 9. area cafe dan resto

10.area pusat jajanan dan oleh-oleh 11.area tanaman

12.area penghijauan 13.area informasi 14.toilet

15.area tempat penukaran uang 16.area ATM center

Area Semi Public

Kategori ruang- ruang yang termasuk dalam area semi public merupakan ruang yang terbuka untuk umum tetapi dalam ketentuan dan penggunaannya membutuhkan persyaratan khusus,seperti :

1. area retail 2. area asessories 3. area suvenir

(39)

32 Area Service

Kategori ruang- ruang yang termasuk kedalam area service merupakan ruang yang bersifat layanan yang selalu ditempatkan pada tempat-tempat yang strategis seperti :

1. area kolam ikan 2. area parkir 3. gudang

4. toilet karyawan

5. area musholla dan tempat wudhu Area Office

Kategori ruang- ruang yang termasuk dalam area office merupakan kategori ruang yang segala aktifitasnya berhubungan dengan area kerja seperti :

1. area kantor pusat manajement

2. area kantor pengelola infrastruktur bangunan 3. area kantor keamanan

4. area bank dan kantor asuransi Area ME

Kategori ruang- ruang yang termasuk dalam area mechanical elektrical merupakan kategori ruang yang segala aktifitasnya berhubungan dengan mesin dan lebih mengarah kepada teknisi seperti :

1. area AHU (Air Handling Unit) 2. area panel

(40)

33 2.10. Studi Image

Berikut adalah tampilan visualisasi sebagai media referensi perancangan Mall One Stop Enterainment.

EXHIBITION AREA

Gambar disamping ini merupakan bentuk acuan,konsep modern tropis dengan adanya penerapan penghijauan didalam ruangan sehingga pengunjung tidak hanya berjalan-jalan saja di dalam mall tetapi juga bisa menikmati suasana yang ada didalamnya

PERMAINAN AIR

Gambar disamping merupakan bentuk permainan air yang seseorang bisa bermain didalam kolam air dengan bola-bola tanpa dengan tubuh yang basah,acuan wahana permainan ini yang akan diterapkan dan menjadi salah satu kelebihan dari One Stop Entertainment Mall.

Gambar 9.Area Permainan Bola Air Gambar 8.Exhibiton Area (Sumber : www.google.com)

(41)

34

AREA MOVIE

Gambar berikut ini merupakan salah satu ruang bioskop pemutar film baik film import maupun local,dengan konsep yang sedikit berbeda dari ruang-ruang bioskop yang ada,hal berikut yang akan dijadikan acuan.

AREA PENGHIJAUAN

Gambar disamping merupakan acuan dalam pengkonsepan sebuah agro wisata yang berusaha dibangun dalam One Stop Entertainment Mall.

AREA BERMAIN

Gambar berikut adalah acuan dalam perancangan taman bermain,dalam One Stop Entertainment Mall.

Gambar 10.Area Movie

Gambar 11.Area Penghijauan

Gambar 12.Area Bermain (Sumber : www.google.com)

(42)

35

(43)
(44)

37

(45)
(46)
(47)
(48)

41

(49)
(50)

43

(51)
(52)
(53)

46 2.12. Data Hasil Survei

Data ini didapat dari hasil survei kepada penggunjung di Grand Indonesia dan Senayan City,yang sedang melakukan segala aktifitas didalam mall. Data yang diberikan berupa wawancara,yang hasilnya disimpulkan menjadi sebuah tabel,seperti berikut ini ;

Tabel 1 : Frekuensi yang sering ke Mall

NO KATEGORI JAWABAN SKOR FREKUENSI

1 A.Sangat sering (> 5 kali / Minggu ) 5 5 2 B.Sering (3 - 4 kali / Minggu ) 4 7 3 C.Agak sering (1 - 2 kali / Minggu ) 3 8 4 D.Kadang-kadang ( < 1 kali / Minggu ) 2 6

5 E.Tidak pernah 1 -

JUMLAH 26

Tabel 2 : Berapa jam waktu yang dihabiskan di dalam Mall

NO KATEGORI JAWABAN SKOR FREKUENSI

1 A. ( > 9 jam ) 5 3

2 B. ( < 8 jam ) 4 10

3 C. ( < 6 jam ) 3 8

4 D. ( < 4 jam ) 2 3

5 E. ( < 2 jam ) 1 2

JUMLAH 26

Tabel 3 : Hal yang dilakukan di dalam Mall

NO KATEGORI JAWABAN SKOR FREKUENSI

1 A.Nonton + Makan + Belanja + Ngobrol + Bermain 5 10

2 B.Nonton + Makan + Belanja 4 6

3 C.Makan + Ngobrol + Bermain 3 5

4 D.Belanja + Makan + Ngobrol 2 3

5 E.Bermain + Makan 1 2

JUMLAH 26

(Sumber : Hasil survei)

Tabel 2. Frekuensi yang sering ke Mall

(Sumber : Hasil survei)

Tabel 3. Berapa jam waktu yang dihabiskan didalam Mall

(Sumber : Hasil survei)

(54)

47 Tabel 4 : Kegiatan yang paling disukai di Mall

NO KATEGORI JAWABAN SKOR FREKUENSI

1 A.Nonton 5 14

2 B.Belanja 4 3

3 C.Makan 3 4

4 D.Bermain 2 3

5 E.Ngobrol 1 2

JUMLAH 26

Tabel 5 : Alasan kenapa menggemari kegiatan tersebut

NO KATEGORI JAWABAN SKOR FREKUENSI

1 A.Hobby 5 7

2 B.Senang dengan nuansanya 4 10

3 C.Terjamin kualitasnya 3 3

4 D.Pertimbangan harga 2 2

5 E.Laninnya 1 4

JUMLAH 26

Pengolahan data :

Nilai indeks maksimum (NIMak) = 5 x 5 x 26 = 650 Nilai indeks minimum (NIMin) = 1 x 5 x 26 = 130

Jarak interval = (NIMak – NIMin) : (Jumlah kategori atau Jawaban) = (650 – 130) : 5

= 520 : 5 = 104 (Sumber : Hasil survei)

Tabel 5. Kegiatan yang paling disukai di Mall

(Sumber : Hasil survei)

(55)

48 Tabel 6 : Skor jawaban responden terhadap kesenangan pergi ke Mall

NO KATEGORI JAWABAN SKALA

( S )

JUMLAH TANGGAPAN

RESPONDEN ( F )

SKOR ( S x F )

1 A 5 39 195

2 B 4 36 144

3 C 3 28 84

4 D 2 17 34

5 E 1 10 10

JUMLAH 130

( = 5 x 26 )

467

Garis Kontinum :

Berdasarkan data yang diperoleh dari 26 orang responden,maka diperoleh kesimpulan bahwwa sebagian besar masyarakat yang senang pergi ke Mall dikarnakan senang akan nuansanya dan ingin menikmati fasilitas yang ada terutama menonton bioskop,karena didasari oleh hobby.

0 100 240 330 510 620

467 (Sumber : Hasil survei)

(56)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang Masalah

Kota Bandung merupakan kota metropolitan terbesar di Jawa Barat,sekaligus menjadi ibu kota provinsi tersebut. Kota ini terletak 140 km sebelah tenggara Jakarta, dan merupakan kota terbesar ketiga di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya. Sedangkan wilayah Bandung Raya merupakan metropolitan terbesar kedua di Indonesia setelah Jabotabek.

Kota kembang merupakan sebutan lain untuk kota ini, dan dahulunya disebut juga dengan Parijs van Java. Selain itu kota Bandung juga dikenal sebagai kota belanja, dengan mall dan factory outlet yang banyak tersebar di kota ini. Dan pada tahun 2007, British Council menjadikan kota Bandung sebagai pilot project kota terkreatif se-Asia Timur. Saat ini kota Bandung merupakan salah satu kota tujuan utama pariwisata dan pendidikan.

Untuk jumlah penduduk dibandung itu sendiri mempunyai hasil pencacahan Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk Bandung sementara adalah 3.174.499 orang, yang terdiri atas 1.617.513 laki-laki dan 1.556.986 perempuan. Dengan luas wilayah Bandung sekitar 1756,65 kilo meter persegi yang didiami oleh 3.174.499 orang maka rata-rata tingkat kepadatan penduduk Bandung adalah sebanyak 1.801 orang per kilo meter persegi.

(57)

2 Pada gambar 1 map diatas menunjukan tempat titik-titik pusat perbelanjaan yang ada di bandung serta outlet-outlet yang berada disekitarnya,yang antara lain dari satu outlet ke outlet lainnya sangat jauh dan memakan jarak tempuh waktu yang cukup lama dikarnakan keberadaan pusat perbelanjaan dan outlet-outlet berada di area yang rawan akan kemacetan.

Adanya sebuah pusat perbelanjaan dibandung didasari oleh sebuah lingkungan iklim yang berada pada daerah tersebut salah satunya yaitu daerah bandung. Iklim didaerah bandung sangatlah sejuk,nyaman dan tingkat kepadatan penduduknya tidaklah sebanyak di jakarta,ditambah lagi dengan masih banyaknya bangunan-bangunan peninggalan belanda yang masih dipertahankan di kota bandung. Sehingga unsur ke khasan bangunan tempo dulunya masih kental sekali keberadaaanya di bandung. Ditambah dengan beraneka ragamnya pariwisata yang ada di bandung,menjadikan bandung disebut kota hiburan.

(58)

3 Pada gambar 2 diatas merupakan bentuk klasifikasi jenis-jenis pariwisata,dari jenis-jenis tersebut tersaringlah 4 buah jenis wisata yang sangat berpotensi di bandung antara lain;Wisata Maritim atau Bahari,Wisata Pertanian (agro),Wisata Kuliner dan Wisata Belanja. Wisata Belanja,banyaknya factory outlet dibandung yang tersebar dimana-mana membuat Mall ini terbentuk dengan menyediakan satu lantai yang berisikan semua factory outlet-factory outlet yang terkumpul menjadi satu dalam Mall One Stop Entertainment. Serta adanya toko-toko asessories yang merupakan pelengkap dari fashion ,sehingga pengunjung yang berbelanja tidak khawatir lagi dengan barang-barang yang mereka cari. Karena semua itu sudah tersedia pada mall ini ditambah dengan adanya department store yang memudahkan keluarga untuk melakukan perbelanjaan bulanan untuk kebutuhan sehari-hari. Semua itu merupakan sarana dan prasarana yang lengkap yang ada untuk mendukung segala aktifitas pengunjung yang datang.

Wisata Kuliner,sebuah mall biasanya memiliki kesamaan pada masalah makanan seperti penyediaan food court,resto dan cafe. Tetapi pada dasarnya jenis-jenis makanan yang di perjual belikan disana hanyalah makanan-makanan biasa yang hampir di setiap mall itu ada,sedangkan pada One Stop Entertainment Mall ini selain resto dan cafe adanya unsur makanan yang mencirikan kekhasan bandung dan merupakan sesuatu yang sering di cari oleh masyarakat selain kota bandung,diantaranya makanan serabi,batagor,brownies,siomay,iga bakar,mie kocok bandung dan lain sebagainya. Dengan hadirnya semua jenis

(59)

4 makanan yang sudah terkenal dibandung,One Stop Entertainment Mall membuat wadah bagi pengunjung yang ingin menikmati semua jenis makanan yang ada dengan memberikan kemudahan-kemudahan dan suasana yang berbeda.

Wisata Maritim atau Bahari,wisata jenis ini dimaksudkan kepada wisata pemancingan dan kolam renang. Dengan adanya wisata jenis ini yang berkonsep indoor merupakan sebagai nilai jual yang sangat menguntungkan,khususnya bagi pengguna mall. Serta dengan adanya wisata jenis ini bisa memunculkan sebuah inovasi baru dengan membuat sebuah wahana permainan yang mengarah kepada bahari dengan memanfaatkan kelebihan-kelebihan dari mall tersebut.

Agro Wisata atau Wisata Pertanian,sebuah ketertarikan masyarakat kota akan pentingnya penghijauan membuat wisata jenis ini banyak digemari.,khususnya masyarakat luar kota. Suasana dan iklim yang sangat menguntungkan menjadikan bandung sebuah pusat agro wisata yang banyak dicari,dari jenis tanaman hias,buah-buahan dan tanaman-tanaman lainnya. Agro wisata jenis ini merupakan salah satu lagi ciri khas One Stop Entertainment Mall dengan membuat sebuah konsep outdoor sehingga pengunjung dapat membeli dan menikmati langsung suasana dari tanaman hias itu sendiri hingga prosesnya.

(60)

5 Melihat fenomena dan permasalahan di atas, maka dibutuhkan perencanaan dan perancangan one stop service, dengan karakter dan citra yang berusaha dibangun oleh One Stop Entertainment Mall yakni pemanfaatan tanaman pada interior setiap lantai dan diselaraskan dengan interior pendukung fasilitas yang bersih dan terorganisir,dengan karakter yang membuat senang ketika seseorang melakukan perbelanjaan dengan mutu pelayanan yang baik dan pegawai pelayanan yang ramah.

Dengan sebuah bentuk dan inovasi yang baru,menjadikan One Stop Entertainment Mall sebagai mall one stop service yakni menghadirkan sebuah pusat perbelanjaan outlet-outlet yang terhimpun dalam satu wadah,memunculkan kekhasan kuliner bandung,mebuat sebuah jenis wahana hiburan yang berhubungan dengan bahari dan memasukan unsur agro wisata dalam mall. Semua itu didukung oleh atmosfer suasana iklim bandung yang masih sejuk,nyaman dan asri. Sehingga penggunjung yang datang kebandung tidak hanya dapat menkmati alam kota bandungnya saja. Tetapi dapat menikmati wisata belanja dan hiburan yang dberikan. Salah satunya yang ada pada One Stop Entertainment Mall,dengan area parkir yang lebih luas dan terorganisir.

(61)

6 1.2.Permasalahan Perancangan

Adapun permasalahan-permasalahan yang terkandung dalam perancangan One Stop Entertainment Mall di Bandung ini antara lain ;

1. Bagaimana menciptakan sebuah kenyamanan pada saat berbelanja terhadap konsumen,sehingga bisa menjadi tempat perbelanjaan yang baik dan unik yaitu dengan adanya beberapa fasilitas yang ada didalamnya,serta memanjakan pengunjung dari berbagai kalangan usia?

2. Bagaimana mengatur keselarasan tenant yang ada,sesuai dengan tema pada One Stop Entertainment Mall?

3. Bagaimana mengatur atmosphere yang ada pada tenant-tenant didalamnya?

1.3.Maksud dan Tujuan Perancangan

Adapun maksud dari perancangan One Stop Entertainment Mall di Bandung ini sebagai berikut ;

1. Merencanakan dan merancang sebuah fasilitas yang mampu mewadahi semua kegiatan warga kota bandung khususnya dan penduduk Jawa Barat umumnya,dalam satu wadah yang menggemari berbelanja,kuliner dan menyukai agro wisata,terhadap sebuah area pusat perbelanjaan dan hiburan. Khususnya untuk semua kalangan usia,baik itu anak-anak,remaja maupun dewasa.

Sedangkan tujuan dari perancangan One Stop Entertainment Mall di Bandung,sebagai berikut ;

1. Merencanakan sebuah fasilitas yang dapat memanjakan pengunjung ketika melakukan kegiatan belanja dan hiburan.

(62)

7 3. Untuk mengetahui kegiatan dan aktifitas dari masyarakat dibandung maupun

diluar bandung sehingga aktifitasnya dapat terfasilitasi.

4. Kesesuaian perancangan One Stop Entertainment Mall ini dengan sebuah fungsi bangunan komersial sesuai kaidah ilmu desain interior dan arsitek yang baik dan benar.

(63)
(64)

Dengan hormat,

Bersama dengan ini, saya Fadhilah Nurrachman Shidiq, jenis kelamin laki-laki berusia 21 tahun , status single, pekerja keras, bertanggung jawab, jujur, mandiri, memiliki kepribadian baik dan menarik, menyampaikan keinginan untuk mengisi lowongan pekerjaan pada perusahaan ini.

Dengan keinginan untuk berkembang dan belajar, kemampuan dalam mengaplikasikan Ms.Office , Autocad 2D/3D, Sketchup, 3D Max, CorelDraw, PhotoShop serta dapat bekerjasama dalam sebuah tim kerja, saya berkeyakinan dapat memenuhi kualifikasi yang dibutuhkan.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kemampuan saya, tentunya Bapak/Ibu dapat memberi kesempatan kepada saya untuk mengikuti proses lebih lanjut dari penerimaan pegawai ini

Demikian surat lamaran ini saya buat dengan sebenar – benarnya, besar harapan saya untuk dapat bergabung dengan perusahaan ini, Terima kasih.

Hormat saya,

(65)

CURRICULUM VITAE

FADHILAH NURRACHMAN S

I. Data Pribadi

1. Nama Lengkap : Fadhilah Nurrachman Shidiq

2. Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 29 November 1989

3. Kebangsaan : Indonesia

4. Status : Pelajar (Mahasiswa)

5. Alamat Rumah : Jl.Dahlia blog F1 no.4 PHP BEKASI TIMUR

6. Nomor KTP : 10.5509.291189.1001

7. Fakultas/Jurusan : Desain/Desain Interior S1

8. No.Telpon/HP : 0857 242 106 22 & 022 9273 1325

9. Pengalaman kerja : kantor Ilumino architecture and beyond kantor PT.Trend Interiors

II. Riwayat Pendidikan Formal

No Tahun Selesainya

Institusi Jurusan/ Asal sekolah Keterangan

1. 1995 TK Sa’addtudarain 2. 2001 SD Muhammadiyah 02 3. 2004 SMP Islamic Centre

Muhammadiyah 4. 2007 SMA Islamic Centre

Muhammadiyah 5. 2011 Universitas Universitas Komputer

Indonesia

Jenjang S1

III.Uraian Kemampuan/Keterampilan Lain yang Dikuasai Seperti Keterampilan di

bidang Komputer atau Beladiri

No. Jenis Keterampilan

yang Dikuasai Tingkat Penguasaan Keterangan 1. Autocad 2D/3D Fasih

2. 3D Max Fasih 2. Corel Fasih 2. Skechup Baik 2. Photoshop Baik 2. Ms.Office Fasih

Demikian Daftar Riwayat Hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya.

Jakarta, 12 Agustus 2011

Gambar

Gambar 13.AC Diffuser  grill 60
Gambar 14.AC Split System
Gambar 15.Sirkulasi Zona pada  lantai Ground Floor
gambar 2.5, dan gambar 2.6 di bawah ini :
+7

Referensi

Dokumen terkait

6. Booklet Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Kota Surakarta.. “ Efektivitas Pelayanan Perizinan Bidang Industri dan Perdagangan melalui Pola One Stop Service di

Strategi peningkatan PAD(Pendapatan Asli Daerah) bidang investasi di KPPT Kabupaten Kudus melalui Sistem One Stop Service adalah Suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh

Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem one stop service yang di terapkan di KPPT Kabupaten Kudus adalah Suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efektivitas pelaksanaan program One Stop Service dalam pelayanan pengurusan paspor kepada masyarakat (Studi Pada Kantor Imigrasi

Dalam penelitian ini jenis papers yang akan digunakan memiliki beberapa kriteria, yakni: 1) semua penelitian E-government dan One Stop Service yang menggunakan pendekatan