Efektivitas Pseudomonas Fluorescens untuk mengendalikan Penyakit Antraknosa pada Cabai Merah (Gloeosporium Piperatum Ell. Et Ev.)
Teks penuh
Dokumen terkait
Rancangan penelitian yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun
Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial, terdiri dari dua faktor yaitu: Faktor I : Konsentrasi larutan pupuk daun
Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak kelompok (RAK) non faktorial yang terdiri dari K0 (Kontrol/tanpa perlakuan), K1 (Larutan daun sirih 300 gr/ liter air), K2
Percobaan ketiga dilakukan untuk mendapatkan metode aplikasi Pseudomonas kelompok fluorescens (P24) yang efektif sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan
Penelitian terdiri dari dua kegiatan yang menggunakan rancangan acak kelompok diulang 3 kali. Kegiatan Pertama secara faktorial dan kedua RAK satu faktor,
Pada penelitian ini kedua bakteri antagonis tersebut dicampurkan dalam satu media bahan pembawa organik (ekstrak kascing dan molase), dengan harapan dapat
Sifat antagonis ini dapat dimanfaatkan dalam upaya pengendalian biologi karena dapat menghambat perkembangan patogen (Sinaga, 1997). Organisme yang bersifat antagonis
Dari hasil analisis sidik keragaman dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yang diuji menunjukan bahwa aplikasi pemberian kompos limbah