• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERTUMBUHAN TOTAL ASSET PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS PERTUMBUHAN TOTAL ASSET PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA."

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

i ABSTRAK

Ahmad Fadlan. Analisis Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah di Indonesia. Tesis. Medan : Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Oktober 2015.

(4)

ii ABSTRACT

Ahmad Fadlan. Analysis of Total Asset Growth of Islamic Banking in Indonesia. Thesis. Medan : Postgraduate Program, State University of Medan, 2015.

(5)

i KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji dan syukur kehadirat Allah SWT, yang selalu

menyertai penulis dalam melakukan segala aktivitas penulis hingga sampai pada

penyelesaian tesis ini yang merupakan salah satu syarat untuk memenuhi

persyaratan dalam memproleh gelar Magister Sains pada Program Studi Ilmu

Ekonomi Universitas Negeri Medan. Shalawat serta salam untuk junjungan Nabi

Besar Muhammad SAW berserta keluarga, sahabat serta orang orang yang selalu

istiqomah di Jalan–Nya. Adapun yang menjadi judul tesis ini adalah “Analisis Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah di Indonesia”.

Salah satu bagian yang paling menggembirakan dalam penulisan tesis ini

adalah kesempatan untuk menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak

yang telah membantu, memberikan bimbingan, saran, dorongan moril, dan

terutamana do’a baik selama masa perkuliahan maupun dalam penyusunan tesis

ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan terima kasih yang terutama

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Prof. Dr. Abdul Muin Sibuea, M.Pd selaku Direktur Program

(6)

ii 3. Bapak Dr. H. Dede Ruslan, M.Si, selaku Ketua Program Studi Ilmu

Ekonomi Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan dan sekaligus

sebagai Dosen Pembimbing II yang telah memberikan perhatian atas

pelayanan akademik dan juga telah banyak memberikan bimbingan,

arahan serta saran sejak awal hingga selesainya penulisan tesis ini.

4. Bapak Dr. Eko Wahyu Nugrahadi, M.Si selaku Sekretaris Program Studi

Ilmu Ekonomi Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Medan sekaligus

yang telah memberikan perhatian dan bimbingan kepada bagi penulis

5. Bapak Dr. M. Fitri Rahmadhana, M.Si selaku dosen pembimbing I penulis

yang telah membimbing penulis dalam penyusunan tesis ini, memberikan

saran, masukan dan petunjuk yang sangat berarti bagi penulis.

6. Bapak dan ibu Tim Penguji yang telah memberikan masukan kepada

penulis untuk sempurnanya penyusunan tesis ini.

7. Seluruh dosen Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Negeri

Medan yang telah banyak memberikan ilmu pengetahuan kepada penulis

selama perkuliahan.

8. Seluruh Staf Pegawai Administrasi dan Tata Usaha Program Pascasarjana

Universitas Negeri Medan.

9. Kedua orang tua serta keluarga penulis, penghargaan sebesar-besarnya

penulis sampaikan kepada kedua orang tua penulis, yaitu ayahanda

Amanuddin Lubis dan ibunda Nursani Nasution, yang telah banyak

memberi dorongan dan bantuan moril maupun materil kepada penulis

(7)

iii 9. Seluruh sahabat-sahabat penulis khususnya PPs Ilmu Ekonomi stambuk

2013 yang telah banyak memberikan motivasi, doa, dan dukungan kepada

penulis dalam penyusunan tesis ini.

10. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah

membantu penulis didalam penyelesaian skripsi ini.

Penulis hanya mampu mendo'akan, semoga amal seluruh pihak yang

membantu penulis diterima Allah SWT. Penulis menyadari bahwa tesis ini masih

jauh dari sempurna, oleh karenanya dengan tangan terbuka dan hati yang lapang

penulis bersedia menerima kritik dan saran yang bersifat membangun demi

kesempurnaan tesis ini.

Akhirnya penulis berharap semoga tesis ini bermanfaat dalam rangka

memperluas wawasan untuk berfikir bagi penulis dan juga bagi para pembaca

lainnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Medan, Oktober 2015

Penulis,

(8)
(9)

vii

3.6.3 Uji Koefisien Determinan ( ) ……… 47

3.7. Regresi Linier Berganda ... 48

3.8 Definisi Operasional ………. 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Gambaran Umum Variabel Yang Diteliti 4.1.1 Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di Indonesia …. 50 4.1.1 Pembiayaan Bank Syariah ………. 54

4.1.2 Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ……….. 57

4.2 Hasil Uji Prasyarat Analisis ……… 61

4.2.1 Uji Multikolinearitas ……….. 63

4.2.2 Uji Autokorelasi ……… ……… 64

4.3 Uji Statistik 4.3.1 Uji Statistik F ……… ………… 67

4.3.2 Uji Statistik t ……… ………… 67

4.3.3 Uji Koefisien Determinan ( ) ……… …………. 68

4.4 Regresi Linier Berganda ……… 69

4.5. Pembahasan ……… 71

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan ……….. 76

5.2. Saran ………. 77

DAFTAR PUSTAKA ……….. 78

(10)

vi

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 1.1 Data Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah ………. 4 Tabel 1.2 Total Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia (Juta

Rupiah) ……… 7

Tabel 1.3 PDB Indonesia (Milyar Rupiah) ………. 8 Tabel 4.1 Daftar Data Tingkat Suku Bunga Periode 2005 – 2013 …. 52 Tabel 4.2 Data 10 tahun terahir total asset Bank Syariah, jumlah

pembiayaan yang disalurkan dan pertumbuhan ekonomi

Indonesia ……… 60

Tabel 4.3 Estimasi Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah di

Indonesia ………. 61

(11)

vi

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 1.1 Persentase Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di Indonesia Tahun 2004-2013 ………....... 5 Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Analisis Pertumbuhan Total Asset

Perbankan Syariah di Indonesia ……… 38

Gambar 4.1 Fluktuasi Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di Indonesia Tahun 2004-2013 ……….. 51 Gambar 4.2 Perkembangan jumlah pembiayaan yang disalurkan Bank

(12)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Ekonomi merupakan sisi yang tidak terpisahkan dari dimensi kehidupan umat manusia. Bank syariah adalah salah satu instrumen ekonomi yang kemunculannya diyakini oleh pakar Islam mampu mengganti dan memperbaiki sistem ekonomi konvensional yang berbasis pada bunga, karena itulah sistem Bank Syariah menerapkan sistem bebas bunga (interest free) dalam operasionalnya.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sejak tahun 1980-an mulai merintis usaha pendirian Bank Islam guna memenuhi permintaan masyarakat yang membutuhkan alternatif jasa perbankan yang sesuai dengan syariah Islam. Setelah melalui proses yang cukup panjang, atas prakarsa Majelis Ulama Indonesia (MUI) akhirnya didirikanlah Bank Syariah pertama di Indonesia dengan nama Bank Muamalat Indonesia (BMI) pada tahun 1991.

(13)

2

Setelah tahun 1998 pemerintah mempertegas kembali melalui Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang merupakan amandemen dari Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992. Dalam Undang-Undang-Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 ini, secara tegas membedakan bank berdasarkan pada pengelolaannya terdiri dari Bank Konvensional dan Bank Syariah, baik itu bank umum maupun Bank Perkreditan Rakyat. Kemudian disusul dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang memberikan kewenangan kepada Bank Indonesia untuk dapat pula menjalankan tugasnya berdasarkan prinsip syariah, dimana Perbankan Konvensional diijinkan untuk membuka Unit Usaha Syariah (Dual Banking System).

Adanya Undang-Undang Nomor 23 tahun 1999 tentang perbangkan merupakan jawaban atas permintaan masyarakat yang membutuhkan suatu sistem perbankan alternatif yang selain menyediakan jasa perbankan/ keuangan yang sehat, juga memenuhi prinsip-prinsip syariah. Bank Syariah mulai menunjukkan perkembangannya, terlebih setelah pada tanggal 16 Desember 2003 MUI mengeluarkan fatwa tentang keharaman bunga bank yang kemudian disusul dengan diberlakukannya kebijakan pembukaan layanan syariah (office chaneling).

(14)

3

Sesuai Peraturan Bank Indonesia yang dimaksud dengan Bank Umum Syariah adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran sesuai dengan prinsip syariah dan unit Usaha Syariah adalah unit kerja di kantor pusat Bank Umum Konvensional yang berfungsi sebagai kantor induk dari kantor cabang syariah dan atau unit syariah. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) adalah Bank Syariah yang dalam kegiatannya tidak memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah.

Sebenarnya prinsip bagi hasil dalam lembaga keuangan telah dikenal luas baik di negara Islam maupun non Islam. Bank syariah tidak berkaitan dengan kegiatan ritual keagamaan (Islam) tapi lebih merupakan konsep pembagian hasil usaha antara pemilik modal dengan pihak pengelola modal. Dengan demikian pengelolaan bank dengan prinsip syariah dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang berminat secara tidak terbatas. Dilihat dari aspek ini, peluang pengembangan Bank Syariah di Indonesia cukup besar, karena Indonesia merupakan negara yang memiliki penduduk muslim paling besar.

(15)

4

keuangan, seperti jumlah aktiva maupun total asset Bank Syariah yang terus mengalami peningkatan, sebagaimana diperlihatkan dalam tabel dibawah ini :

Tabel 1.1 Data Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah

Tahun Total Asset

Sumber Statistik Perbankan Syariah, diolah 2014

Berdasarkan laporan perkembangan keuangan syariah tahun 2013 disebutkan bahwa pertumbuhan tertinggi dapat dilihat pada tahun 2005 yang mencapai 11,70% meningkat dari tahun sebelumnya tahun 2004 9,19%, faktor kenaikan total asset tersebut karena dalam rentang waktu 2004-2013 terjadi peningkatan yang cukup pesat perihal pertumbuhan jumlah unit kantor Bank Umum Syariah (BUS) dan Unit Usaha Syariah (UUS) di Indonesia.

(16)

5

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013

Total Asset Bank Syariah % (Persen)

Nilai total asset Bank Syariah secara absolute terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, walaupun bersifat fluktuasi yang mengalami perlambatan secara pertumbuhannya. Perlambatan pertumbuhan total asset Bank Syariah tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan asset perbankan secara nasional. Secara persentase perlambatan pertumbuhan total asset Bank Syariah di Indonesia dari tahun 2004 sampai 20013 dapat dilihat pada grafik di bawah ini:

Gambar 1.1 Persentase Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di Indonesia Tahun 2004-2013

Sumber: Statistik Perbankan Syariah, diolah 2014

(17)

6

Kemudian tingkat suku bunga turun kembali pada tahun 2007 menjadi 9,50% dan total asset Bank Syariahpun naik kembali.

Laporan tahunan untuk tahun 2007 pertumbuhan total asset Bank Syariah di Indonesia memang kembali naik. Akan tetapi kenaikan tersebut hanya berlangsung setahun saja karena pada tahun 2008 pertumbuhan total asset Bank Syariah turun kembali menjadi 2,14% sangat jauh berbeda dengan tahun sebelumnya mencapai 9,76%. Mulai tahun 2008 hingga laporan akhir Otoritas Jasa Keuangan tahun 2013 pertumbuhan total asset Bank Syariah selalu dibawah target Bank Indonesia sebesar 5 persen.

Faktor yang menjadi sumber pendapatan utama Bank Syariah sampai saat ini adalah asset produktif dalam bentuk pembiayaan, karena Bank Syariah penghimpun dana dari para pemilik modal dan penyalur dana kepada masyarakat. Semakin minim dana yang bisa disalurkan dalam bentuk pembiayaan berarti semakin rendah juga pertumbuhan total asset yang dilaporkan setiap periodenya.

(18)

7

Tabel 1.2 Total Pembiayaan Bank Syariah di Indonesia (Juta Rupiah)

Tahun Pembiayaan yang diberikan

Selain sektor pembiayaan Bank Syariah yang cukup besar pengaruhnya terhadap melambatnya pertumbuhan total asset Bank Syariah, Bank Indonesia juga menyebutkan bahwa sejalan kondisi industri perbankan nasional selain pembiayaan yang diberikan kepada masyarakat perlambatan pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi laju pertumbuhan total asset Perbankan Syariah di Indonesia. Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2004-2013 dapat dilihat pada tabel 1.3 berikut ini :

(19)

8

Otoritas Jasa Keuangan menyebutkan dalam laporan tahunan perkembangan Bank Syariah bahwa perlambatan pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi pertumbuhan Perbankan Syariah, artinya perlambatan pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh terhadap melambatnya perkembangan pertumbuhan total asset Bank Syariah di Indonesia. Faktor penyebab lainnya yang dapat menyebabkan melambatnya perkembangan pertumbuhan total asset Bank Syariah di Indonenesia menurut Muhammad Surya dalam harian umum Republika (2005:15) adalah :

1. Aturan investasi dan perpajakan masih dinilai mengganjal berkembangnya bisnis syariah;

2. Tahapan birokrasi di level pemerintahan dan hubungan antar departemen terkait. Semisal terkait penggandaan proyek infrastruktur di daerah masih menjadi hambatan investasi syariah;

3. Peraturan untuk membuat iklim investasi di industri syariah masih kurang fleksibel. Aturan yang fleksibel diberlakukan di negara lain seperti Malaysia, Singapura, Cina, dan Jepang yang aktif mengembangkan layanan syariah;

(20)

9

atau gap sebanyak 14.458 orang untuk mendorong bisnis Perbankan Syariah bergulir cepat);

5. Pemahaman masyarakat terhadap Bank Syariah belum optimal dan menyeluruh. Hal ini mungkin disebabkan karena diseminasi atau sosialisasi masih kurang untuk memaparkan keunggulan produk syariah; 6. Masih ada kesan di sebagian masyarakat bahwa Bank syariah bersifat

ekslusif dalam artian bahwa Bank Syariah hanya ditujukan untuk masyarakat muslim dan melibatkan kaum yang beragama muslim saja. 7. Ada pandangan dari sebagian masyarakat yang memandang bahwa pada

umumnya sistem, kegiatan dan produk Bank Syariah masih mengekor pada Bank Konvensional. Hal pokok yang menjadi pembedanya hanyalah pada ditiadakannya unsur riba atau bunga yang diharamkan dalam hukum Islam. Salah satu contoh, perbedaan istilah seperti, kalau di Bank Konvensional ada tabungan dan deposito, maka di Bank Syariah ada tabungan syariah dan deposito syariah;

8. Menurut Adiwarman Karim ketika menjadi juri dalam penyusun pringkat institusi syariah terbaik tahun 2008 versi majalah investor, tidaklah mudah menilai kinerja institusi syariah. Pasalnya, sampai saat ini, banyak perusahaan syariah belum menyajikan data keuangan yang standar, lengkap dan transparan. Beberapa indikator keuanga tidak tercantum di laporan keuangan unit usaha syariah;

(21)

10

Perbankan Syariah sudah berada pada posisi berkembang dan dapat berdiri sendiri sebagai lembaga keuangan syariah meskipun di Indonesia masih ada Perbankan Syariah yang berada di bawah naungan bank induknya sebagai Bank Konvensional. Perlambatan yang terjadi pada total asset Perbankan Syariah berpengaruh terhadap sektor keuangan dalam pertumbuhan ekonomi nasional.

Banyak faktor penyebab yang menjadikan perlambatan total asset Bank Syariah di Indonesia, namun faktor yang paling memberikan pengaruh berdasarkan laporan tahunan Otoritas Jasa Keuangan adalah pembiayaan yang diberikan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Kedua variabel tersebutlah yang membuat penulis tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dan menguji pengaruh variabel pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan total asset Bank Syariah di Indonesia periode 2003-2014. Oleh karena itu judul yang penulis angkat dalam penelitian ini adalah “Analisis Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah di Indonesia”.

1.2Perumusan Masalah

(22)

11

1.3Tujuan Penelitian

Sesuai dengan pokok permasalahan yang telah dirumuskan di atas, maka penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah pembiayaan yang diberikan Bank Syariah terhadap pertumbuhan total asset Perbankan Syariah di Indonesia dan untuk menganalisis pengaruh pertumbuhan ekonomi terhadap pertumbuhan total asset Perbankan Syariah di Indonesia.

1.4 Manfaat Penelitian

(23)

78

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah,Mal An. 2010. Corporate Governance Perbankan Syariah di Indonesia.

Jogjakarta:Az-Ruzz Media

Akibar, 2011. Gabungan Proksi Invesment Opportunity Set dan Hubungannya Terhadap Realisasi Pertumbuhan dengan Pendekatan Analisis Faktor

Konfirmatori, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Antonio, Syafi’i, 2001, Bank Syariah Dari Teori Ke Praktik, Gema Insani, Jakarta

Bank Indonesia dan Lembaga Penelitian IPB, 2000. Penelitian Potensi, Preferensi,dan Perilaku Masyarakat terhadap Bank syariah di Wilayah

Jawa Barat, Executive Summary, Bogor: BI dan Lembaga Penelitian IPB.

Data Bank Indonesia (BI) per tahun 2011 (http://ib.eramuslim.com/2011/08/16/)

Gita Danupranata, 2013, Manjaemen Perbankan Syariah, Salemba Empat, Jakarta.

Harahap, Sofyan Syafri. 2010. Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi 1. Jakarta: Rajawali Pers

Haron, Sudin, dan Ahmad, 2000, The Effects of Conventional Interest Rates and Rate of Profit on Funds Deposited with Islamic Banking Sistem in

Malaysia, International Journal of Islamic Financial Services, Vol.1 No.4,

Malaysia.

Hermansyah, Ade Raya, 2013, Pengaruh Good Corporate Governance, Pertumbuhan Penjualan dan Pertumbuhan Total Aset Terhadap Nilai

Perusahaan, Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya,

Malang

Indirani, 2006, Analisis Faktor-faktor yang mempengaruhi Pertumbuhan Asset

Perbankan Syariah di Indonesia, skripsi Fakultas Ekonomi dan

Management IPB, Bogor.

Ismail, 2011, Perbankan Syariah, Kencana, Jakarta.

Khristioanto, Wheny, Ahmad Rifa;i, 2005, The effects Of Customer’s

Psychological On The Decesion For Joining Syariah Folk Credit Banking,

(24)

79

Kusumawijaya, Dewa Kadek Oka, 2011, Pengaruh StrukturModal dan Pertumbuhan Perusahaan Terhadap Profitabilitas dan Nilai Perusahaan,

Tesis Magister Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar. .

Kusumaningrum, Eka Amelia, 2010, Analisis Pengaruh Propabilitas, Pertumbuhan Aset dan Ukuran Perusahaan TerhadapStruktur Modal,

Skripsi Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Kasmir, 2001. Manajemen Perbankan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Lamb, Hair dan Mc Daniel., 2001, Pemasaran, Penerjemah David Octarevia, Buku 1, Jakarta : Salemba Empat.

Mankiw, N. Gregory. 2003. Teori Makro Ekonomi Terjemahan, PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Mardiyah, A. A., dan Gudono, 2001, Pengaruh Ketidakpastian dan Desentralisasi

Terhadap Karakteristik Sistem Akuntansi Manajemen, Jurnal Riset

Akuntansi, Vol.4, No.1, Januari 2001, Hal.1-27

Muhammad, 2005, Bank Syariah: Problem dan Prospek Perkembangan di

Indonesia, Penerbit Graha Ilmu, Yogyakarta.

Muhammad, 2002, Kebijakan iskal Dan Moneter Dalam Ekonomi Islam, Salemba Empat, Jakarta.

Muhammad Abduh dan Mohd Azmi Omar, “Islamic Banking And Economic Growth: The Indonesian Experience,” International Journal of Islamic and

Middle Eastern Finance and Management 5, No. 1 (2012): 35-47

Munawir, S, 2002. Analisis Laporan Keuangan, Edisi Kedua, YPKN, Yogyakarta

Mutasowifin, Ali, 2003, Mengggas Strategi Pengembangan Perbankan Syariah di

Pasar Non Muslim, Jurnal Universitas Paramadina, Vol. 3, No.1.

Muhammad, 2002, Lembaga-Lembaga Keuangan Umat Kontemporer, UII Press, Yogyakarta.

Mervyn K. Lewis, Latifa M. Algaoud, 2007, Perbankan Syariah: Prisip-Prinsip,

dan Prospek, PT. Serambi Ilmu Semesta, Jakarta.

Nasution, Witi Anriza, 2009. Pengaruh Pertumbuhan Variabel Ekonomi Makro dan Equivalent Rate Terhadap Pertumbuhan Aset Perbankan Syariah di

Indonesia. Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia,

(25)

80

Nasrullah. 2014 Analisis Pengaruh Perdangangan International Terhadap

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 1999-2013,. Universitas

Hasanuddin, Makassar.

Rokhayati, Isnaeni, Lembaga keuangan dan bank sebagai pendukung kegiatan

usaha/ Bisnis untuk Pencapaian Tujuan Perusahaan

(www.e-journal.unwiku.ac.id/index.php/eko/article/view/237)

Risaptoko, RB Atok, 2007, Total Asset, Asset Growth, Firm Size dan Return On

Asset Terhadap Dividend Payout Ratio, Tesis Magister Manajemen

Universitas Diponegoro, Semarang.

Saidi. 2004. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal pada Perusahaan

Manufaktur Go Public di BEJ Tahun 1997-2002. Jurnal Bisnis dan

Ekonomi. Vol.11,No.1,Maret 2004.

Sukirno, Sadono, 2006.Ekonomi Pembangunan (Proses, Masalah dan Dasar

kebijakan), Edisi 2, Penerbit: Kencana.

Salomo, R. 2007. Peranan Perdagangan Internasional Sebagai salah satu sumber

pertumbuhan ekonomi indonesia. Modul. Departemen Perdagangan RI dan

Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta.

Sugiono, 1999, .Metode Penelitian Bisnis, Alfabeta, Bandung.

Sulhan dan Ely Siswanto, 2008, Manajemen Bank: Konvensional dan Syariah,

UIN Malang Press, Malang.

Sunarto Zulkifli, Zikrul Hakim, 2003, Panduan Praktis Transaksi Perbankan

Syariah, Jakarta.

Sudarsono, Heri, 2004. Bank dan Lembaga Keuangan Syariah Ilustrasi dan

Deskripsi, Ekonisia, Yogyakarta.

Taufik Hidayat, 2011, Buku Pintar Investasi Syariah, Mediakita, Jakarta.

Tarigan, Robinson.2005. Ekonomi Regional,Teori dan Aplikasi. Ed Revisi.

Jakarta :Bumi Aksara

Todaro, M. P. 2000. Pembangunan Ekonomi. Haris Munandar. Penerbit Erlangga,

Jakarta.

Peraturan Bank Indonesia tentang Perubahan Kegiatan Usaha Bank Konvensional

(26)

81

Putrakrisnanda. 2009. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal

Perusahaan Mnufaktur di Indonesia. (www..scribd.com)

Veithzal Rivai, Arfian Arifin, 2010, Islamic Banking: Sebuah Teori, Konsep, Dan

Aplikasi, Bumi Aksara, Jakarta.

Wiroso, 2005, Jual Beli Murabahah, UII Press, Yogyakarta.

Yuliani, 2007, Hubungan efisiensi operasional dengan kinerja profitabilitas pada sektor perbankan yang go publik di BEJ, jurnal manajemen & bisnis Sreiwijaya Vol. 5 No. 10

Gambar

Tabel 1.1 Tabel 1.2
Gambar 1.1 Persentase Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di   Indonesia Tahun 2004-2013 ……………………............
Tabel 1.1 Data Pertumbuhan Total Asset Perbankan Syariah
Gambar 1.1 Persentase Pertumbuhan Total Asset Bank Syariah di
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, penelitian ini mengambil judul “ Islamic Social Reporting I ndex” dalam Analisis Kinerja Sosial Perbankan Syariah di

Berdasarkan latar belakang permasalahan di atas maka dapat dirumuskan suatu permasalahan sebagai berikut: “Bagaimanakah bentuk toleransi kehidupan umat beragama di

Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahan yaitu aktivitas pedagang kaki lima yang tidak diakomodir dalam rencana tata ruang akan selalu

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan awal dalam penelitian ini yaitu bagaimana pengaruh penambahan

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dapat diambil sebagai dasar kajian dalam penelitian ini adalah “Apakah Cost Income

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah apakah FDR, APB, NPF, BOPO, ROA,

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini antara lain pertama apakah LDR, NPL, PR, Skala

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan diatas, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini antara lain pertama apakah LDR, NPL, PR,