BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Investasi dalam bentuk sekuritas umumnya dilakukan dalam bentuk saham dan obligasi, namun yang lebih populer adalah dalam bentuk saham. Penjualan dan pembelian saham pada umumnya dapat dilakukan di pasar modal, yaitu tempat bertemunya pihak-pihak yang kelebihan dana dengan pihak-pihak yang kekurangan dana. Pihak-pihak yang membutuhkan dana dapat menerbitkan sahamnya dan memasarkannya ke pasar modal dengan tujuan untuk mendapatkan dana yang akan dapat digunakan untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan atau untuk memperluas usaha. Pihak yang kelebihan dana dapat menginvestasikan dananya dalam bentuk saham yang diterbitkan perusahaan penerbit dengan harapan bahwa dana yang diinvestasikan tersebut dapat menghasilkan pengembalian yang diharapkan.
Saham merupakan salah satu jenis modal ekuitas yang diperjualbelikan dalam pasar modal. Saham adalah tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan usaha dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas (Syahyunan, 2004:15). Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.
pertanggungjawaban atas pengelolaandana yang ditanamkan. Informasi mengenai pengumuman harga saham suatu entitas bisnis merupakan salah satu informasi yang sangat penting bagi investor dalam berinvestasi. Harga saham yang tinggi mencerminkan keadaan suatu perusahaan yang baik demikian sebaliknya.
Fenomena yang terjadi berkaitan dengan penaikan maupun penurunan harga saham suatu entitas bisnis menjadi layak untuk dibahas lebih lanjut. Beberapa perusahaan sering sekali mengalami penaikan maupun penurunan harga saham yang drastis atau bahkan tidak mengalami kenaikan secara signifikan dari tahun ke tahun, sebagai contoh untuk perusahaan periode tahun 2009-2012 pada tabel 1.1 (dalam rupiah).
Tabel 1.1. Daftar Harga Saham
No Nama Perusahaan 2009 2010 2011 2012
1 Bank Capital Indonesia Tbk 98 102 160 120
2 Bank Mutiara Tbk 50 50 50 50
3 Bank Mandiri 4700 6500 6750 8100
Sumber: Factbook, www.idx.co.id (diakses : 29/08/2014)
itu sendiri dapat terlihat sangat melonjak tinggi dibandingkan dengan kedua harga saham perusahaan perbankan lainnya dari tahun 2009-2012. Dari fenomena diatas tampak jelas bahwa banyak faktor-faktor baik yang berasal dari keuangan maupun non keuangan yang mempengaruhi perubahan harga saham suatu entitas atau perusahaan yang patut diteliti lebih lanjut.
Faktor-faktor fundamental yang mempengaruhi harga saham antara lain adalah rasio keuangan yang terdiri dari rasio likuiditas, leverage, aktivitas, profitabilitas, rasio pasar dan ukuran perusahaan itu sendiri. Cost to Income Ratio (CIR) merupakan salah satu proksi dari rasio profitabilitas. MenurutWijaya (2000dalam Juliana, 2013:3) menyatakan bahwa Cost to Income Ratio (CIR) adalah“Rasio biaya operasional yaitu perbandingan antara biaya operasional dan pendapatan operasional. Rasio biaya operasional digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi dan kemampuan bank dalam melakukan kegiatan operasi”. Semakin rendah CIR berarti semakin efisien bank tersebut dalam mengendalikan biaya operasionalnya, dengan adanya efisiensi biaya maka keuntungan yang diperoleh bank akan semakinbesar sehingga pada akhirnya akan menaikkan harga saham bank tersebut.Penelitian yang dilakukan olehIndriana (2008 dalam Juliana, 2013)menyatakan bahwa Cost to Income Ratio berpengaruh signifikan terhadap harga saham sementara penelitian yang dilakukan oleh Juliana (2013) menyatakan bahwa Cost to Income Ratio tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Debt to Equity Ratio ratio ini menunjukkan pinjaman jangka panjang yang
pemilik perusahaan. Hal ini biasanya digunakan untuk mengukur financial leverege dari suatu perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Nadeak (2011) menyatakan bahwa Debt to Equity Ratioberpengaruh signifikan terhadap harga saham sementara penelitian yang dilakukan oleh Cory (2010) menyatakan Debt to Equity Ratiotidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Size Bank ini merupakan salah satu indikator lain tetapi tidak termasuk rasio keuangan namun dapat menjadi faktor fundamental dalam menentukan harga saham adalah ukuran perusahaan. Dimana perusahaan besar memiliki pertumbuhan yang relative besar dibandingkan dengan perusahaan kecil. Ukuran perusahaan atau dapat disebut dengan size firm dapat digunakan untuk mewakili karakteristik keuangan perusahaan. Perusahaan besar cenderung lebih beresiko dari pada perusahaan dengan ukuran yang lebih kecil. Ini tentu akan berpengaruh terhadap harga saham perusahaan tersebut. Penelitian yang dilakukan oleh Munte (2009) yang menyatakan bahwa return on equity (ROE), current ratio (CR), price book value (PBV), cash flow from operating debt (CFOD), dan ukuran perusahaan (SIZE) secara simultan berpengaruh signifikan terhadap return saham sedangkan secara parsial hanya variabel Return On Equity (ROE) yang berpengaruh secara signifikan terhadap return saham. Dari penelitian terdahulu ukuran perusahaan memaparkan pengaruhnya terhadap return saham dalam hal ini peneliti akan mengaitkan bagaimana hubungannya terhadap harga saham.
keadaan suatu perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Nadeak (2011), Qilsby (2013), dan Juliana (2013) menyatakan bahwa Retrun On Assetberpengaruh signifikan terhadap harga saham sementara penelitian yang dilakukan oleh Kielsan (2010 dalam Nadeak 2011) menyatakan bahwa Retrun On Asset tidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
Earning Per Sharemenggambarkan jumlah rupiah yang diperoleh untuk setiap lembar saham biasa. Para calon pemegang saham tertarik dengan Earning Per Share(EPS) yang besar karena hal ini merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu perusahaan. Semakin tinggi EPS menggambarkan semakin meningkatnya harga saham suatu perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Qilsby (2013) menyatakan bahwa EPS berpengaruh signifikan terhadap harga sahamsementara penelitian yang dilakukan oleh Ferawati (2010 dalam Qilsby 2013)Earning Per Sharetidak berpengaruh secara signifikan terhadap harga saham.
menyanggah atau manejemen resiko sudah dalam kriteria kesehatan perusahaan dalam operasional bisnis.
Oleh karena terdapat ketidakkonsistenan dari hasil penelitian-penelitian sebelumnya mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham, memotivasi peneliti untuk melakukan penelitian kembaliterhadap faktor-faktor yang mempengaruhi harga saham. Penelitian ini merupakan replikasidari penelitian yang dilakukan oleh Corry (2010), Nadaek (2011), Sidabutar (2012), Qilsby (2013) dan Juliana (2013). Beda penelitian ini dengan penelitian sebelumnya adalah (1) penelitian ini mengambil beberapa variabel dari penelitian-penelitian terdahulu dan mengkombinasikan beberapa variabel dari masing-masing penelitian terdahulu yaitu variabel Cost to Income Ratio, Debt to Equity Ratio, Return On Assset dan Earning Per Share, Non Performing Loans serta
peneliti menambah satu variabel yang bukan berasal dari rasio keuangan yaitu Ukuran Perusahaan (Size Bank) yang diukur dengan menggunakan Logaritma Natural Total asset. (2) penelitian ini menggunakan objek penelitian yaitu perusahaan-perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode terbaru yaitu tahun 2010-2013.
kemajuan suatu negara. Tanpa keberadaan perbankan maka kegiatan usaha suatu organisasi atau kelompok bahkan masyarakat tidak akan berjalan dengan baik. Perusahaan perbankan identik dengan kepercayaan masyarakat. Bentuk penaikan dan penurunan harga saham yang tidak wajar dari tahun ketahun patut diperkirakan oleh masyarakat dalam menilai kesehatan suatu bank.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan dimuka, maka peneliti tertarik melakukan penelitian dengan judul “Analisis Pengaruh Cost Income Ratio (CIR), debt to equity ratio (DER), Firm Size atau ukuran perusahaan, Return
On Asset (ROA),Earnings Per Share (EPS), dan Non Performing Loan (NPL)
terhadap harga saham sektor Perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka perumusan masalah yang dapat diambil sebagai dasar kajian dalam penelitian ini adalah “Apakah Cost Income Ratio (CIR), debt to equity ratio (DER), Firm Size atau ukuran perusahaan, Return On Asset (ROA), Earnings Per Share (EPS), dan Non Performing Loan (NPL) berpengaruh signifikan secara simultan maupun parsial terhadap harga saham pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode tahun 2009-2013? “.
1.3 Tujuan Penelitian
Size atau ukuran perusahaan, Return On Asset (ROA), Earnings Per Share (EPS), dan Non Performing Loan (NPL) secara simultan maupun parsial terhadap harga saham pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2009-2013.
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun hasil penelitian diharapkan dapat memberikan manfaat antara lain adalah sebagai berikut:
1. Bagi peneliti selanjutnya, sebagai bahan referensi dan informasi dalam melakukan penelitian selanjtnya, dan diharapkan dapat memperbanyak pengetahuan di bidang keuangan khususnya mengenai penilaian harga saham. 2. Bagi peneliti, untuk menambah pengetahuan peneliti pada bidang keuangan
khususnya mengenai penilaian harga saham.
3. Bagi calon investor, sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan atas suatu investasi.