• Tidak ada hasil yang ditemukan

Konsep Daur Ulang pada Material Bekas sebagai Elemen Interior Kafe di Medan (Studi Kasus: Resep Nenek Moyangku, Lekker Urban Food House, dan Hungry Tummy)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Konsep Daur Ulang pada Material Bekas sebagai Elemen Interior Kafe di Medan (Studi Kasus: Resep Nenek Moyangku, Lekker Urban Food House, dan Hungry Tummy)"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dian Suci Wulandari Ningrum
  • Pengajar:
    • Yulesta Putra, ST, M.Sc
    • Dr. Ir. Dwira N. Aulia, M.Sc
    • Ir. N. Vinky Rahman, MT
  • Sekolah: Universitas Sumatera Utara
  • Mata Pelajaran: Arsitektur
  • Topik: Konsep Daur Ulang pada Material Bekas sebagai Elemen Interior Kafe di Medan (Studi Kasus: Resep Nenek Moyangku, Lekker Urban Food House, dan Hungry Tummy)
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Medan

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memperkenalkan topik penelitian mengenai konsep daur ulang pada material bekas sebagai elemen interior kafe di Medan. Penjelasan mengenai latar belakang isu limbah konstruksi dan dampaknya terhadap lingkungan menjadi fokus utama. Ditekankan bahwa penggunaan material bekas tidak hanya berkontribusi pada penghematan biaya, tetapi juga sebagai langkah untuk menjaga keberlanjutan lingkungan. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi penggunaan material bekas dalam desain interior kafe, dengan studi kasus pada tiga kafe di Medan.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian mencakup isu peningkatan limbah konstruksi akibat pembangunan yang berlebihan. Diterangkan bahwa setiap material memiliki siklus hidup yang berkontribusi pada kerusakan lingkungan. Penerapan daur ulang melalui reuse dan recycle menjadi solusi untuk meminimalisasi dampak negatif tersebut. Penekanan pada pentingnya pemanfaatan material bekas dalam konteks arsitektur dan desain interior kafe di Medan juga disampaikan.

1.2. Perumusan Masalah

Dalam sub-bab ini, penulis mengidentifikasi dua pertanyaan utama yang menjadi fokus penelitian, yaitu bagaimana penerapan material bekas dalam desain interior kafe dan mengapa konsep daur ulang perlu diadopsi. Pertanyaan ini dirumuskan untuk membimbing penelitian agar dapat memberikan jawaban yang jelas dan terarah mengenai topik yang diangkat.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dijelaskan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi material bekas sebagai elemen desain interior kafe. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan wawasan tentang bagaimana penggunaan material bekas dapat meningkatkan nilai estetika dan efisiensi biaya, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini mencakup pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya metode pembangunan yang ramah lingkungan. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan mengenai potensi daur ulang material bekas dalam konteks desain bangunan, yang dapat diterapkan dalam praktik arsitektur dan pembangunan berkelanjutan.

1.5. Kerangka Berfikir

Kerangka berpikir penelitian ini menggambarkan hubungan antara penggunaan material bekas, konsep daur ulang, dan desain interior kafe. Penelitian ini akan mengeksplorasi bagaimana material bekas dapat diintegrasikan ke dalam desain untuk menciptakan ruang yang estetis dan fungsional, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka ini menguraikan konsep-konsep penting yang berkaitan dengan ekologi material bangunan, daur ulang, dan terminologi kafe. Penjelasan mengenai sustainable development, klasifikasi material bangunan, serta penerapan material daur ulang dalam desain kafe memberikan landasan teori yang kuat untuk penelitian ini. Selain itu, sub-bab ini juga membahas perkembangan kafe di Medan dan prosedur dalam membuka usaha kafe.

2.1. Ekologi Material Bangunan

Bagian ini menjelaskan pentingnya pemilihan material bangunan yang berkelanjutan dan dampak lingkungan dari penggunaan material tersebut. Sustainable development didefinisikan sebagai pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan kemampuan generasi mendatang. Penjelasan mengenai siklus hidup material dan Life Cycle Assessment (LCA) menjadi penting untuk memahami dampak lingkungan dari material bangunan.

2.1.1. Sustainable Development

Sustainable development dijelaskan sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan sosial sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Konsep ini menekankan pentingnya keseimbangan antara kebutuhan manusia dan kelestarian lingkungan, serta perlunya pendekatan yang lebih efisien dalam penggunaan sumber daya.

2.1.2. Klasifikasi Material Bangunan secara Ekologis

Klasifikasi ini membahas berbagai jenis material bangunan berdasarkan dampaknya terhadap lingkungan. Material dibedakan menjadi bahan yang dapat dibudidayakan kembali, bahan yang dapat digunakan kembali, dan bahan yang mengalami transformasi. Penjelasan ini memberikan pemahaman tentang bagaimana material dapat dimanfaatkan secara lebih baik dalam konteks daur ulang.

2.2. Daur Ulang

Sub-bab ini menjelaskan pengertian daur ulang dan proses pengolahan material daur ulang. Daur ulang dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu reuse dan recycle, dengan penekanan pada pentingnya reuse sebagai metode yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Penerapan material daur ulang pada bangunan juga diuraikan sebagai langkah penting dalam mendukung keberlanjutan.

2.3. Terminologi Kafe

Terminologi kafe dibahas dalam konteks definisi, perkembangan, dan prosedur pembukaan usaha kafe. Ditekankan bahwa kafe bukan hanya tempat untuk menikmati makanan, tetapi juga merupakan ruang sosial yang menawarkan pengalaman desain interior yang menarik. Hal ini relevan untuk memahami bagaimana konsep daur ulang dapat diterapkan dalam desain interior kafe.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menjelaskan pendekatan yang digunakan dalam penelitian, termasuk jenis penelitian, variabel yang dianalisis, serta metode pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk menggali penerapan material bekas dalam desain interior kafe. Penjelasan mengenai kawasan penelitian juga disertakan untuk memberikan konteks yang lebih jelas.

3.1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif-deskriptif, yang bertujuan untuk menggali dan mendeskripsikan penerapan material bekas dalam desain interior kafe. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan informasi yang mendalam mengenai praktik daur ulang di lokasi penelitian.

3.2. Variabel Penelitian

Variabel penelitian mencakup aspek-aspek yang akan dianalisis, seperti jenis material bekas yang digunakan, cara penerapannya dalam desain interior, dan dampaknya terhadap estetika dan efisiensi biaya. Penjelasan mengenai variabel ini penting untuk memahami fokus penelitian dan hasil yang diharapkan.

3.3. Sampel

Sampel penelitian terdiri dari tiga kafe yang menerapkan konsep daur ulang, yaitu Resep Nenek Moyangku, Lekker Urban Food House, dan Hungry Tummy. Pemilihan kafe ini didasarkan pada kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian, sehingga hasil analisis dapat memberikan gambaran yang representatif.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung dan pencarian data sekunder. Observasi langsung memungkinkan peneliti untuk melihat secara langsung penerapan material bekas dalam desain interior, sementara data sekunder memberikan informasi tambahan dari sumber-sumber yang relevan.

3.5. Kawasan Penelitian

Kawasan penelitian mencakup lokasi-lokasi kafe yang terpilih di Medan. Penjelasan mengenai kawasan ini memberikan konteks geografis dan sosial yang penting untuk memahami bagaimana penerapan material bekas dalam desain interior kafe dapat berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan.

3.6. Metode Analisa Data

Metode analisa data dilakukan dengan cara mendeskripsikan hasil observasi dan menganalisis penerapan material bekas dalam desain interior kafe. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk menarik kesimpulan yang relevan berdasarkan data yang dikumpulkan.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Hasil penelitian ini menyajikan temuan mengenai penerapan material bekas dalam interior kafe yang diteliti. Setiap kafe dibahas secara terperinci, termasuk elemen interior yang menggunakan material bekas dan konsep daur ulang yang diterapkan. Analisis komparatif antara ketiga kafe juga dilakukan untuk menilai efektivitas penerapan konsep daur ulang.

4.1. Penerapan Material Bekas pada Interior Kafe

Bagian ini membahas penerapan material bekas dalam desain interior kafe, termasuk analisis terhadap setiap kafe yang diteliti. Penerapan material bekas tidak hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga berkontribusi pada penghematan biaya dan keberlanjutan lingkungan.

4.1.1. Resep Nenek Moyangku

Kafe ini menerapkan berbagai jenis material bekas dalam desain interiornya. Analisis dilakukan terhadap elemen-elemen interior yang menggunakan material bekas, serta bagaimana konsep daur ulang diterapkan untuk menciptakan suasana yang unik dan menarik bagi pengunjung.

4.1.2. Lekker Urban Food House

Penerapan material bekas di Lekker Urban Food House dianalisis dengan fokus pada elemen interior yang menciptakan pengalaman bagi pengunjung. Konsep daur ulang yang diterapkan di kafe ini juga dibahas dalam konteks estetika dan keberlanjutan.

4.1.3. Hungry Tummy

Hungry Tummy menjadi contoh lain penerapan material bekas dalam desain interior kafe. Analisis dilakukan terhadap cara kafe ini memanfaatkan material bekas untuk menciptakan desain yang menarik dan ramah lingkungan.

4.2. Studi Komparasi Konsep Daur Ulang pada Kafe Penelitian

Studi komparasi dilakukan untuk menilai penerapan konsep daur ulang di ketiga kafe. Hasil analisis menunjukkan perbedaan dan kesamaan dalam penerapan material bekas, serta dampaknya terhadap biaya dan keberlanjutan lingkungan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan penelitian ini mencakup temuan utama mengenai penerapan material bekas dalam desain interior kafe dan manfaatnya bagi keberlanjutan lingkungan. Saran-saran untuk pengembangan lebih lanjut dalam penerapan konsep daur ulang di bidang arsitektur dan desain juga disampaikan.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan material bekas dalam desain interior kafe memberikan manfaat estetika dan penghematan biaya, serta berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Konsep daur ulang terbukti efektif dalam menciptakan ruang yang menarik dan fungsional.

5.2. Saran

Saran untuk pengembangan lebih lanjut mencakup perlunya penelitian lebih dalam mengenai potensi material bekas dalam desain bangunan lainnya, serta pentingnya sosialisasi mengenai konsep daur ulang kepada masyarakat dan pelaku industri.

Referensi Dokumen

  • Peneliti ( 2015 )

Gambar

Tabel 2.2.
Tabel 2.4. Material alami Indonesia
Tabel 2.6, sambungan
Gambar 2.2. Kaca patri bekas
+7

Referensi

Dokumen terkait