PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) TERHADAP SUHU TUBUH TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS AKHIR

PENGARUH PEMBERIAN SEDUHAN KULIT BUAH RAMBUTAN (Nephelium lappaceum) TERHADAP SUHU TUBUH TIKUS PUTIH

JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI VAKSIN DPT

Oleh :

MUHAMMAD FATHORROZI 201110330311034

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG FAKULTAS KEDOKTERAN

(2)

LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN HASIL PENELITIAN Telah disetujui sebagai hasil penelitian

untuk memenuhi persyaratan Pendidikan Sarjana Fakultas Kedokteran

Universitas Muhammadiyah Malang

Tanggal : 11 Juni 2015

Pembimbing I

dr. Fathiyah Safithri, M.Kes NIP. 11302030386

Pembimbing II

dr. Nanang Mardiraharjo, Sp. THT-KL NIP. 132312325

Mengetahui, Fakultas Kedokteran

Dekan,

(3)

Karya Tulis Akhir oleh Muhammad Fathorrozi ini telah diuji dan dipertahankan di depan Tim Penguji pada tanggal 11 Juni 2015.

Tim Penguji

dr. Fathiyah Safithri, M.Kes Ketua

dr. Nanang Mardiraharjo, Sp. THT-KL Anggota

(4)

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya, penulis telah berhasil menyelesaikan Karya Tulis Akhir ini yang berjudul “Pengaruh Pemberian Seduhan Kulit Buah Rambutan (Naphelium Lappaceum) Terhadap Suhu Tubuh Tikus Putih Jantan (Rattus Norvegicus) yang

Diinduksi Vaksin DPT” . Tugas akhir ini diajukan untuk memenuhi persyaratan Sarjana Pendidikan Dokter - Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Pada kesempatan ini, penulis menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :

1. dr. Irma Suswati, M.Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang atas bimbingannya selama di FK-UMM.

2. dr. Mochammad Ma’roef, Sp.OG, selaku Pembantu Dekan I Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang atas bimbingannya selama di FK-UMM.

3. dr. Rahayu, Sp.S, selaku Pembantu Dekan II Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang atas bimbingannya selama di FK-UMM.

4. dr. Iwan Sis Indrawanto, SpKJ, selaku Pembantu Dekan III Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang atas bimbingannya selama di FK-UMM.

(5)

6. dr. Nanang Mardiraharjo, Sp. THT-KL selaku pembimbing II, atas bimbingan dan kesabarannya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian ini dengan baik.

7. dr. Sulistyo Mulyo Agustini, Sp. PK selaku penguji tugas akhir ini, terima kasih atas motivasi dan masukan-masukanya yang sangat membantu dalam penyelesaian tugas akhir ini.

8. Orang tua tercinta Ibu Umi Kulsum (Almh.) dan Bapak Sa’ir yang selalu memberikan semangat, dukungan moral maupun materi, serta doa dalam menyelesaikan tugas akhir ini.

9. Adik-adik tersayang Ahmad Rizal Rizki, Muhammad Hamdhanil Hakim, Shinta Arini Afsyawati beserta keluarga besar di Probolinggo - Jawa Timur, terima kasih atas bantuan doa dan semangatnya.

10.Sahabat-sahabat FK UMM 2011 Deta Rengga, Yudi Siswanto, Tegar Nitiy, Khalifan Utomo, Fakhrur Rozi, Zhafranto Dwi, beserta keluarga “ketus foundation” lainnya, terima kasih atas semua bantuannya, selalu

mengingatkan dan memberi semangat, semoga kita semua bisa sukses dan menjadi dokter yang berguna dan bermanfaat bagi diri sendiri, kedua orangtua, keluarga, dan masyarakat.

(6)

12.Teman-teman yang sudah membantu penelitian Felin Fatwa, Elvira Putri, Fakhrur Rozi, dan semua yang terlibat dalam penelitian, terima kasih telah bersedia membantu melancarkan proses penelitian.

13.Teman-teman Fakultas Kedokteran Universitas Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2011 yang menjadi teman seperjuangan selama menempuh pendidikan ini.

14.Semua dosen pengajar FK UMM yang telah memberikan ilmu dengan sabar kepada kami semua. Terima kasih juga pada semua jajaran staff Tata Usaha FK UMM.

15.Bapak Fadloli, S.Kep, Ns selaku Ayahanda Mahdiah JR, beserta seluruh staff Puskesmas Gondanglegi, terima kasih atas bantuannya telah menyediakan vaksin DPT-Hb yang dibutuhkan dalam penelitian tugas akhir ini.

16.Kakak Fahrudy Attamimi, S.Pd dan Jeanny Adriyanti, S.Ked telah membantu menerjemahkan abstrak tugas akhir ini dalam bahasa inggris.

17.Semua pihak yang turut membantu dalam menyelesaikan karya tulis ini juga mendoakan demi suksesnya karya tulis ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu-persatu.

Dengan segala kerendahan hati penulis mohon maaf sebesar-besarnya bila tugas akhir ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga karya tulis ini dapat bermanfaat.

Malang, 11 Juni 2015

(7)

DAFTAR ISI

Daftar Isi Halaman

HALAMAN JUDUL ... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

LEMBAR PENGUJIAN ... iv

KATA PENGANTAR ... v

ABSTRAK ... viii

ABSTRACT ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL... xii

DAFTAR GAMBAR ... xiii

DAFTAR SINGKATAN ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 3

1.3 Tujuan penelitian ... 4

1.3.1 Tujuan Umum ... 4

1.3.2 Tujuan Khusus ... 4

1.4 Manfaat ... 4

1.4.1 Akademik ... 4

1.4.2 Klinis ... 4

1.4.3 Masyarakat ... 4

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Suhu Tubuh ... 5

2.1.1 Pengaturan Suhu ... 6

2.2 Demam ... 10

2.2.1 Penyebab Demam ... 10

2.2.2 Mekanisme Demam ... 12

2.2.3 Terapi Non-Farmakologi ... 14

2.2.4 Terapi Farmakologi ... 14

2.2.5 Komplikasi Demam ... 16

2.2.6 Induksi Demam ... 17

2.3 Rambutan ... 19

2.3.1 Taksonomi Tanaman Rambutan ... 20

2.3.2 Deskripsi Tanaman Rambutan ... 20

2.3.3 Kandungan Kulit Buah Rambutan ... 21

2.3.4 Flavonoid pada Kulit Buah Rambutan ... 23

(8)

BAB 3 KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS

3.1 Kerangka Konseptual Penelitian ... 26

3.2 Hipotesis ... 28

BAB 4 METODOLOGI PENELITIAN 4.1 Jenis Penelitian ... 29

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 29

4.3 Populasi dan Sampel ... 29

4.3.1 Populasi ... 29

4.3.2 Sampel ... 29

4.3.3 Estimasi Besar Sampel ... 30

4.3.4 Teknik Sampling ... 31

4.3.5 Karakteristik Sampel Penelitian ... 31

4.4 Variabel dan Definisi Operasional ... 32

4.4.1 Variabel ... 32

4.4.2 Definisi Operasional ... 32

4.5 Bahan dan Instrumen Penelitian ... 33

4.6 Prosedur Penelitian ... 34

4.6.1 Proses Adaptasi ... 34

4.6.2 Pembuatan Seduhan Kulit Buah Rambutan ... 34

4.6.3 Dosis Seduhan Kulit Buah Rambutan ... 34

4.6.4 Induksi Demam ... 35

4.6.5 Pengukuran Suhu Tikus ... 35

4.6.6 Proses Pemberian Seduhan Kulit Buah Rambutan ... 35

4.6.7 Alur Penelitian ... 37

4.6.8 Analisis Data ... 38

BAB 5 HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA 5.1 Hasil Penelitian ... 39

5.2 Analisis Data ... 41

BAB 6 PEMBAHASAN ... 46

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN 7.1 Kesimpulan ... 52

7.2 Saran ... 52 DAFTAR PUSTAKA

(9)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran Halaman

Lampiran 1 : Data Primer ... 58

Lampiran 2 : Data Statistik ... 59

Lampiran 3 : Surat Etika Penelitian ... 71

Lampiran 4 : Surat Daterminasi Tanaman ... 72

Lampiran 5 : Lembar Konsultasi Tugas Akhir ... 73

(10)

DAFTAR PUSTAKA

Anochie, P.I. 2013. Mecanisms of Fever in Humans. International Journal of Microbiology and Immunology Research, vol. 2(5), pp. 037-043.

Carbonetti & Nicholas H. 2010. Pertussis toxin and adenylate cyclase toxin : key virulence factor of Bordatella pertussis and cell biology tool. National Institutes of Health, vol. 5, pp. 455-469.

Dahlan, M.S. 2013. Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan. Salemba Medika: Jakarta, pp.129-190.

Dalal, S & Donna S.Z. 2006. Pathophysiology and Management of Fever. J Support Oncol, vol. 4, pp.009-016.

Devi P. A. & Divya P. S. 2013. Antipyretic Activity and Aqueous Extract of Root of Asparagus racemosus In Yeast Induced Pyexia. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research, vol. 6, pp. 190-193.

Elok D. 2001. Pengaruh Pemberian Perasan Rimpang Jahe (Zingiber officinate) Per oral pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang.

Filla W. O., Johnson J. T., Edem P. N., Odey M. O., Ekam V. S., Ujo U.P. et al., 2012. Comparative anti-nutrients assesment of pulp, seed and rind of rambutan (Nephelium Lappaceum. Annals of Biological Researh, 3(11), pp. 5151-5156.

Gonzales J., Sanchez S., Tunon M. J., 2007. Anti-inflammatory properties of dietary flavonoids. Nutr Hosp, 22(3), pp. 287-93.

Gupta M., Shaw B.P., Mukherjee A. 2008 . Evaluation of Antipyretic Effect of a Traditional Polyherbal Preparation: A Double-Blind, Randomized Clinical Trial. International Journal of Pharmacology, 4 (3), pp. 190-195.

Guyton A.C., John E. H. 2007. Suhu Tubuh, Pengaturan Suhu, dan Demam. Dalam Luqman Yanuar R., Huriawati Hartanto, Andita Novrianti, dkk (eds), Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis Edisi 2. Bagia Ilmu Kesehatan Anak FK UI: Jakarta, pp. 21-44.

IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), 2010. Demam: Patogenesis dan Pengobatan. Dalam Soedarmo Sumarmo, Herry Garna, Sri Rezeki, dkk. (eds), Buku Ajar Infeksi dan Pediatri Tropis Edisi 2. Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI: Jakarta, pp. 21-44.

(11)

Jackson L. R. & Morrow J. D. 2008. Senyawa Analgesik-Antipiretik dan Anti Radang serta Obat-obat yang Digunakan dalam Penanganan Pirai. Dalam Joel G. Hardman & lee E. Limbird, Dasar Farmakologi Terapi Edisi 10. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Yogyakart, pp. 666-706. Jecquier E., Constant F. 2010, Water as an Essential: the Physiological Basis of

Hidration, European Journal of Clinical Nutrition Vol. 64, pp. 115-123.

Jozwiak M., Nowak J. 2014. Paracetamol: mechanism of action, applications and safety concern. Acta Poloniae Pharmaceutica n Drug Research, vol. 71, pp: 11-23.

Kaneshiro, N.K. & David Z. 2010. Fever. Universitas of Washington School of

Medicine. From:

http://www.nlm.nih.gov/medineplus/ency/article/003090.htm di akses tanggal 15 Agustus 2014.

Karno. 2008. Kelebihan dan Kelemahan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Dalam Prapti Indah Y, Nuning Rahmawati, Rohmat Mujahid, dkk (eds), Tingkat Manfaat, Keamanan dan Efektifitas Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional: Jawa Tengah, pp. 5-15.

KEMENKES (Kementerian Kesehatan RI- Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan). 2012. Panduan Penyusunan Proposal, Protokol, dan Laporan Akhir Penelitian. Jakarta.

Khan A., Satyanarayana S., Eswar K., Anupama K. 2012. Pharmacodynamic drug interaction of mexiletine with metformin in rats. Research Journal of Pharmaceutical, Biological an Chemical Sciences, vol. 3, pp.905-911. Larson A.M., Polson J., Fontana R.J., et al. 2005. Liver transplantation for acute

liver failure : result of a United States multicenter, prospective study. Hepatology, vol. 42(6) : 1364-1372

Lee Y., Jung J., Ali Z., Khan I. A., Seikwan O., 2012. Anti-Inflamatory Effect of Triterpene Saponins Isolated from Blue Cohosh (Caulophyllum thalictroides). Evidence-Based Complementry and Alternative Medicine, vo 10, pp.1-7

Leon L. R., Kozak W., dan Kluger M.J. 2006. Role of IL-10 in inflammation: Studies Using Cytokene. Knockut Mice. Annals of the New York Academy of Sciences. Volume 856: 69-75.

Lucia E. W. 2011. Eksperimen Farmakologi Orientasi Preklinik. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Yogyakarta, pp. 15-19.

(12)

Galur Wistar (Rattus norvegicus L.) yang Diinduksi Sukrosa. Program Studi Farmasi FMIPA UNSRAT Manado. Manado

Markum, A.H. 2002. Imunisasi. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonedia: Jakarta, pp. 96-106.

Mettadewi, J.D., Alan, R.T., Latief, A. 2004. Adverse Events Following immunization of Combined Diptheria, Whole-cell pertussis, Tetanus, and Hepatitis B (DPwT/Hb) vaccine. Pediatrica Indonesiana, vol 44, pp. 11-12.

Myhrstad, M.C.W., Carlsen, H., Nordstorm, O., Blomboff, R., Moskaug, J.O. 2012. Flavonoid Increase the Intracellular Gluthatione Level by Transactivation of the γ-Glutamylcysteine synthetase catalytical subunit promoter. Free Radical Biology & Medicine, vol. 32(5), pp. 386-393.

Natea, M.G., Kullberg, B.J., Jos, W., Meer, V.D. 2000. Circulating Cytokines as Mediators of Fever. Infectious Disease Society of America, vol. 5, pp. 178-184.

Negi. 2013. Naturally Occuring Saponins: Chemistry and Biology. Journal of Poisonous and Medical Plant Research, vol 1(1), pp. 006-011.

Nelwan, R.R.H. 2007. Demam: Tipe dan Pendekatan. Dalam Sudoyo Aru W, Bambang S, Idrus A, dkk. (eds). Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid III. Pusat Penerbitan Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia: Jakarta, pp. 1697-1699.

Notoarmodjo, S. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Rineka Cipta: Jakarta. Nuraini, D.N. 2011. Aneka Manfaat Kulit Buah dan Sayuran. Andi: Yogyakarta,

pp. 155-158.

Nurlaili, S. 2012. Efektivitas Kompres Dingin dan Hangat pada Penatalaksanaan Demam. Jurnal Sainstis, vol 1(1), ISSN: 2089-0699.

Oentarini, T., Taty, R., Zulhipri. 2012. Uji Aktivitas Antioksidan dan Profil Fitokimia Kulit Rambutan Rapiah (Nephelium lappaceum). FMIPA Universitas Negeri: Jakarta.

Pandit, A., Tarun, S., Pallavi, B. 2012. Drug-Induced Hepatotoxicity. Journal of Applied Pharmaceutical Science, vol.2(5), pp. 233-243.

Sa’diyah, J. 2012. Uji Aktifitas Antipiretik Eekstrak Etanol 70% Daun Cincau Hijau (Cyclea barbata Miers) Terhadap Tikus Putih Galur Wistar. Fakultas Farmasi Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri.

(13)

Sherwood, L. 2001. Keseimbangan dan Pengaturan Suhu. Dalam Santoso Baetricia I. (ed), Fisiologi Manusia: Dari Sel ke Sistem Edisi 2. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Yogyakarta, pp: 596-607.

Sibenagl, S., Florian, L. 2007. Suhu, Energi. Dalam Resmisari Titiek (ed), Teks & Atlas Berwarna Patofisiologi. Penerbit Buku Kedokteran EGC : Yogyakarta, pp. 20-21.

Suwertayasa, I.M.P., Widdhi, B., Hosea, J.E. 2013. Uji Efek Antipiretik Ekstrak Etanol Daun Tembelekan (Lantana camara L.) Pada Tikus Jantan Galur Wistar. Jurnal Ilmiah Farmasi, vol 2(3).

Tjay, T.H., Kirana, R. 2002. Analgetika Perifer. Dalam Tjay, T.H., Kirana, R (Eds), Obat-Obat Penting Edisi 5. PT Elex Media Komputindo: Jakarta, pp. 50-58.

Utama, H. 2010. Imunisasi. Dalam Bratawidjaja, K.G., Rengganis, T. (eds), Imunologi Dasar Edisi 9. Balai Penerbit Fakultas Kedokteran Indonesia: Jakarta, pp. 557-599.

Wahab, Samik, A., Madriana, J. 2002. Imunisasi di Indonesia. Dalam Dayyana R.T. (ed) Sistem Imun, Imunisasi dan Penyakit Imun. Widya Medika: Jakarta, pp. 50-58.

Wang, H.B., Fang, J., Zheng, Y. 2010. Inhibitory Effect of Esculentoside A On Tumour Necrosis Factor a Produstion by Human Monocytes. Journal Mediators of Inflammation, vol. 5, pp. 292-294.

Widyaningsih, W. 2009. The Antipyretic Effect From Fractination of Ethanolic Extract Brotowali Stem on Male Rats Wistar Strain. Media Farmasi, vol. 8(1), pp. 33-38.

Wilmana, P.F., Sulistia, G. 2009. Analgetik-Antipiretik, Anti-Inflamasi Nonsteroid, dan Obat Gangguan Sendi Lainnya. Dalam Gunawan, S.G., Setiabudi, R., Elysabeth (Eds), Farmakologi dan Terapi, Edisi 5. Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran Universitas Universitas Indonesia: Jakarta, pp. 230-246.

Yapiam, S.A., Robert, B., Henoch, A., Jane, W. 2014. Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Pepaya (Carika papaya L.) pada Tikus Wistar (Rattus novergicus). Universitas San Ratulangi Manado, vol 2, pp. 1-3.

(14)

1 BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Demam adalah kenaikan suhu tubuh diatas variasi sirkadian normal sebagai akibat perubahan pada pusat termoregulasi yang terletak dalam hipotamus anterior (Nelwan, 2007). Sebagian orang menganggap demam sebagai gejala biasa yang sering terjadi. Akan tetapi, demam dapat menimbulkan rasa tidak nyaman seperti sakit kepala, anoreksia, lemas, dan nyeri otot, serta kejang demam pada anak-anak (IDAI, 2010). Oleh sebab itu, demam yang menimbulkan beberapa dampak negatif tersebut harus segera diterapi baik terapi farmakologis ataupun terapi non farmakologis.

Antipiretik berfungsi menurunkan demam dengan banyak cara, salah satunya dengan menghambat enzim cyclooxygenase (Guyton, 2007). Obat antipiretik yang biasa dikonsumsi masyarakat luas dan beredar bebas dipasaran adalah asetaminofen atau parasetamol. Meskipun relatif aman, parasetamol juga memiliki kontraindikasi dan efek samping obat. Pasien dengan riwayat gangguan fungsi hati dan pasien dengan hipersensitifitas terhadap parasetamol merupakan kontraindikasi untuk obat ini. Selain itu, parasetamol memiliki efek samping berupa hepatotoksik pada dosis tinggi yaitu pada dosis 4000 mg pada orang dewasa dan 140 mg/kg berat badan pada anak-anak (Schilling, 2010). Data dari United States Acute Liver Failure (ALF) Multicenter Prospective Study,

(15)

2

parasetamol yang dijual secara bebas di pasaran, masyarakat dapat mengkonsumsinya tanpa harus menggunakan resep dokter sehingga potensi terjadinya overdosis dan toksisitas menjadi lebih besar. Oleh karena itu penggunaan obat tradisional sebagai salah satu pengobatan demam dapat dipertimbangkan (Tjay, 2002).

Obat tradisional yang berasal dari kekayaan alam dapat menjadi pilihan sebagai antipiretik karena mudah didapatkan, berkhasiat bagi kesehatan serta efek samping obat tradisional relatif kecil sehingga aman digunakan (Karno, 2008). Indonesia sendiri dikenal dengan alamnya yang kaya dengan tanaman berkhasiat sebagai antipiretik, salah satunya adalah kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum). Selama ini pemanfaatan tanaman rambutan masih pada konsumsi

daging buah rambutan saja dan belum ada pemanfaatan kulit buahnya. Padahal, kulit buah rambutan memiliki kandungan flavonoid dan saponin paling tinggi daripada daging buah dan biji rambutan itu sendiri. Selain flavonoid dan saponin dalam kult buah rambutan juga terdapat senyawa lain, yakni alkaloid, hydrocyanic acid, tannin, phytate, dan oxalate (Nuraini, 2011; Filla, 2012)

Senyawa yang diduga berpotensi memiliki aktivitas sebagai antipiretik adalah flavonoid dan saponin. Pemberian flavonoid pada pasien yang demam terbukti dapat menurunkan kadar Prostaglandin E2 sebesar 13%, hal ini lebih besar dibandingkan aspirin yang menunjukkan penurunan hanya 11% (Gupta, 2008). Selain flavonoid, saponin juga berperan dalam menurunkan demam. Penelitian terdahulu membuktikan bahwa isolat saponin dari blue cohosh

(Caulophyllum thalictroides) dapat menurunkan sitokin pro iflamasi seperti

(16)

3

Pemilihan bentuk seduhan kulit buah rambutan dan bukan ekstrak, dikarenakan kulit buah rambutan dalam bentuk serbuk mengandung steroid, fenolik, flavonoid, dan terpenoid (jenis saponin yang utama), sedangkan kulit rambutan dalam bentuk ekstrak methanol hanya mengandung senyawa steroid, fenolik, flavonoid, tapi tidak mengandung terpenoid (Oentarini, 2012). Selain itu, pembuatan seduhan kulit buah rambutan lebih sederhana dibandingkan ekstrak methanol maupun ethanol.

Induksi demam dalam penelitian ini menggunakan injeksi vaksin Difteri Pertusis Tetanus (DPT) secara intramuscular dengan dosis 0.3ml per-ekor (Yapian, 2014). Pemilihan vaksin DPT sebagai penginduksi demam karena vaksin DPT memiliki onset cepat degan menimbulkan efek demam 3-4 jam setelah pemberian, selain itu sedian vaksin DPT mudah terjangkau. Pertussis toxin dan adenylate cyclase toxin yang dihasilkan Bordettella pertussis merupakan pirogen

eksogen yang dapat menginduksi demam dengan cara meningkatkan set point pada hipotalamus (Carbonetti, 2010).

Berdasarkan uraian mengenai kandungan dan manfaat yang terdapat pada kulit buah rambutan, maka peneliti ingin membuktikan apakah pemberian seduhan kulit buah rambutan dapat menurunkan suhu tubuh tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi vaksin DPT.

1.2 Rumusan Masalah

Adakah pengaruh pemberian seduhan kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) terhadap penurunan suhu tubuh tikus putih jantan (Rattus norvegicus)

(17)

4

1.3Tujuan

1.3.1 Tujuan Umum

Untuk membuktikan bahwa pemberian seduhan kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dapat menurunkan suhu tubuh tikus putih jantan (Rattus

norvegicus) yang diinduksi vaksin DPT.

1.3.2 Tujuan Khusus

Untuk menentukan dosis seduhan kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) yang paling berpengaruh dalam menurunkan suhu tubuh tikus putih jantan (Rattus norvegicus) yang diinduksi vaksin DPT.

1.4Manfaat Penelitian 1.4.1 Akademis

Menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang manfaat tanaman obat tradisional dalam hal ini kulit buah rambutan (Nephelium lappaceum) dan dapat dijadikan sebagai dasar pengembangan penelitian lebih lanjut.

1.4.2 Klinis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan terapi alternatif untuk penanganan demam.

1.4.3 Masyarakat

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...