BAHASA INDONESIA DALAM
PENULISAN KARYA ILMIAH
(Berdasarkan SK. Dirjen Dikti No. 43/DIKTI/Kep/2006)TIMPENYUSUN
AgusNeroSofyan,Drs.,M.Hum. EniKarlieni,Dra.,M.Hum.
Dr.Wahya,M.Hum. KostamanJudaatmadja,Drs.
R.YudiPermadi,Drs.,M.Pd.
TIMEDITOR AseSuryana,S.Si.,M.T. IrmaSuryani,S.E.,Ak.
Pramido
BAGIANPERKULIAHANDASARUMUM
UNIVERSITASWIDYATAMA
BANDUNG 2007
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Sesuai dengan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia sebagai
bahasa nasional danbahasa negara, pembinaan bahasa Indonesia perlu
ditingkatkan terus menerus. Upaya peningkatan kualitas pemakaia
n
bahasaIndonesiatersebutperluditunjangolehberbagaihal, antaralain:
strategi yang dipersiapkan secara matang, tenaga pengajar ya
ng
terampil, intensitas kegiatan yang tepat, serta buku pedoman yan
g
memadai.
Untuk memenuhi keperluan tersebut, kami telah menyusu
n
sebuah buku ajar Bahasa Indonesia dalam Penulisan Karya Ilmiah
Kami berharap buku tersebut dapat menjadipedoman bagi dosenyang
membinamatakuliahtersebutdiFakultasEkonomi,FakultasBisnisdan
Manajemen, Fakultas Teknik, Fakultas Bahasa, Fakultas Desain
Komunikasi Visual di lingkungan Universitas Widyatama, juga dapat
menjadi penunjang bagi mahasiswa dalam proses belajar. Di sampin
g
itu, buku ajar inipundapat dijadikanacuanolehmahasiswadandosen
pembimbing dalam penulisan laporan ilmiah, misalnya, makala
h,
laporanpraktikkerja, danskripsi.
Karenaterbatasnyawaktuyangtersediauntukpenyusunanbuku
ajar ini, kami akan berusaha menyempurnakan buku ini setiap tahu
n
ajaran.Olehkarenaitu, kritikdansaranbagiperbaikanbukuini, sangat
kamiharapkan.
Kami berharap mudah-mudahan buku ajar ini bermanfaat
bagi
mahasiswa dalam upaya meningkatkan kemampuan akademis dala
m
menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, terutama dala
m
penulisankaryailmiah.
Bandung, Agustus2007
TimPenyusun
BPDU-Universitas Widyatama i
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
DAFTAR
ISI
KATAPENGANTAR
i
SAMBUTAN
ii
DAFTARISI
iii
BABIPENGANTAR
1.1 TujuanMempelajariBahasaIndonesia………
1
1.2 PerkembanganBahasaIndonesia……….
2
1.3 FungsidanKedudukanBahasaIndonesia………
4
1.4 RagamBahasa………..
6
BABIIEJAANBAHASAINDONESIA
2.1 PemakaianHuruf……….
7
7
2.3 PenulisanHurufBercetakMiring………
8
2.4 PenulisanKata……….
8
2.5 PembentukanIstilahdanPenulisanUnsurSerapan……….
12
2.6 PemakaianTandaBaca………
15
BABIIIBENTUKANKATA
3.1 Imbuhan………
… 19
3.2 Pelatihan………...
28
3.3 Rangkuman………..
28
3.4 TestFormatif………
29
BABIVDIKSIATAUPILIHANKATA
4.1 AspekKata………..
30
4.2 PenggunaanKata……….
30
4.2.1KetepatanPilihanKata………...
31
4.2.2KesesuaianPilihanKata……….
33
BABVTATAKALIMAT
37
5.2 AlatUjiKalimat……….
37
5.3 Ciri-ciriUnsurKalimat………...
37
5.4 PolaDasarKalimat……….
38
5.5 KalimatMajemuk………...
39
BPDU-Universitas Widyatama
iv
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
BABVIKALIMATEFEKTIF
6.1 PengertianKalimatEfektif………
41
6.2 Ciri-ciriKalimatEfektif………
42
6.2.1Kesepadanan………
42
6.2.2Keparalelan………..
43
6.2.3Kehematan………...
43
6.2.4Kecermatan………..
6.2.5Kepaduan/Koherensi……….
45
6.2.6Kelogisan……….
46
BABVIIPARAGRAF
7.1 DefenisiParagraf………..
47
7.2 SyaratParagraf………..
48
7.2.1SyaratKoherensi………..
48
7.2.2SyaratKohesi………...
49
7.3 JenisParagraf………
51
7.3.1ParagrafBerdasarkanNalar……….
52
7.3.2Paragraf BerdasarkanTeknikPengembangannya…
53
7.3.3ParagrafBerdasarkanFungsinya………..
58
BABVIII BAHASAINDONESIADALAMPENULISANKARYA ILMIAH
8.1 DefenisiKaryaIlmiah………
61
8.2 JenisKaryaIlmiah……….
61
8.3 ManfaatPenyusunanKaryaIlmiah………...
8.4 MacamSikapIlmiah……….
62
8.5 KarakteristikKaryaIlmiah………
63
8.6 Langkah-langkahPenulisanKaryaIlmiah………
65
8.7 KonvensiNaskahKaryaIlmiah………
68
8.8 SistematikaKaryaIlmiah……….
72
8.9 PengutipandalamKaryaIlmiah………...
82
8.10DaftarPustaka(Bibliografi)………
85
DAFTARPUSTAKA………...
96
BPDU-Universitas Widyatama iv
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
1.1 TUJUAN MEMPELAJARI MATA KLIAH
BAHASA INDONESIA DIPERGURUAN TINGGI
1.1.1
T
ujuan Umum : Mahasiswa memiliki sikap positif terhad apbahasaIndonesia.
1. Kesetiaan bahasa: mendorong mahasiswa memelihara b
ahasa
nasionaldanapabilaperlumencegahadanyapengaruh as
ing.
2. Kebanggaan bahasa: mendorong mahasiswa menguta
makan
bahasanya dan menggunakannya sebagai lambang ide
ntitas
bangsanya.
3. Kesadaran akan adanya orma bahasa:
mendorong
mahasiswanya menggunakan bahasanya sesuaidengan k
aidah
yangberlaku.
1.1.2 Tujuan Khusus : Mahasiswa, calon sarjana, terampil
menggunakan bahasa Indonesia dengan benar, baik s
ecara
tertulismaupunsecaralisan.
1. Tujuanjangkapendek
a. Mahasiswa mampu menyusun sebuah karya
ilmiah
sederhana dalam bentuk dan isi yang baik, d
engan
menggunakanbahasaIndonesiayangbaikdanbenar.
b. Mahasiswa dapat membuat tugas-tugas (karangan i
lmiah
sederhana) dari dosen-dosen dengan menerapkan
dasar-dasaryangdiperolehdarikuliahbahasaIndonesia.
U
2. Tujuanjangkapanjang
a. Mahasiswa mampu menyusun skripsi sebagaisyarat
ujian
sarjana.
b. Mahasiswa lebih terampil menyusun kertas kerja, la
poran
penelitian,surat,dankaryailmiahlainnyasetelahlulu
s.
BPDU-UniversitasWidyatama
1
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
1.2 PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
1.2.1
SejarahBahasaIndonesiaBahasa Indonesia yang kini dipakai sebagai bahasa res
mi di
Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Hal ini ditandaskan
dalam
KongresBahasaIndonesiadiMedan1954.
Pada hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, diresmikan
suatu
bahasa nasional, yaitu bahasaIndonesia. Nama baru ini bersifat p
olitis,
sejalandengannamanegarayangdiidam-idamkan.
Perkembangan bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia
tidak
terjadidalam waktu yang singkat, tetapi mengalamiproses pertumb
uhan
secaraperlahandenganperjuanganyangsangatkeras.
Beberapafaktoryang memungkinkandiangkatnya bahasaM
elayu
menjadi bahasa persatuan menurut Prof. Dr. Slamet Mulyana a
dalah
1. Sejarah telah membantu penyebaran bahasa Melayu. Bahasa M elayu
merupakan lingua franca (bahasa perhubungan / perdaganga
n) di
Indonesia.Malakapadamasajayanyamenjadipusatperdaganga
ndan
pengembanganagama Islam. Dengan bantuanpara pedagang, b
ahasa
Melayudisebarkanke seluruhpantaiNusantaraterutama dikota
-kota
pelabuhan. Bahasa Melayu menjadi bahasa perhubungan
antar
individu. Karena bahasa Melayu itu sudah tersebar dan
boleh
dikatakan sudah menjadi bahasa sebagian penduduk, Gu
bernur
Jenderal Rochusen kemudian menetapkan bahwa bahasa
Melayu
dijadikanbahasapengantar disekolahuntuk mendidikcalonpeg
awai
negeribangsabumiputera.
2. Bahasa Melayu mempunyai sistem yang sangat sederhana di
tinjau
dari segi fonologi, morfologi, dan sintaksis. Karena sistemnya
yang
sederhana itu, bahasa Melayu mudah dipelajari. Dalam baha
sa ini
tidak dikenal gradasi (tingkatan) bahasa seperti dalam bahasa
Jawa
ataubahasa SundadanBali, ataupemakaian bahasakasar danb
ahasa halus.
3. Faktor psikologi, yaitu bahwa suku Jawa danSunda telah d
engan
sukarela menerima bahasa Melayu sebagai bahasa nasional, se
mata-mata karena didasarkan kepada keinsafan akan manfaatnya s
egera
ditetapkanbahasanasionaluntukseluruhkepulauanIndonesia.
4. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai s
ebagai
BPDU-UniversitasWidyatama
2
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Untuk mengikuti pertumbuhan bahasa Indonesia dari
awal,
terdapatfakta-faktahistorishinggasekarangsebagaiberikut.
A. SebelumMasaKolonial
Bahasa Melayu dipakai oleh kerajaan Sriwijaya pada abad
VII.
Hal ini terbukti dengan adanya empat buah batu bertulis pening
galan
kerajaan Sriwijaya. Keempat batu bersurat itu ditemukan di Ke
dukan
Bukit (680), di Talang Tuwo (dekat Palembang) (684), di Kota
Kapur
(BangkaBarat)(686),diKarangBerahi(Jambi)(688).
Bukti lain ditemukan di Pulau Jawa yaitu di Kedu. Di situ dite
mukan
sebuahprasastiyangterkenalbernamainskripsiGandasuli(832)
Berdasarkan penyelidikan Dr. J.G. De Casparis dinyatakan b
ahwa
bahasanya adalah bahasa Melayu kuno dengan adanya dialek M
elayu
Ambon, Timor,Manado,dsb.
B. MasaKolonial
Ketika orang-orang barat sampai di Indonesia pada abad
XVII,
mereka menghadapi suatu kenyataan bahwa bahasa Melayu digu
nakan
sebagai bahasa resmi dalam pergaulan dan bahasa perantara
dalam
perdagangan.
Ketika bangsa Portugis maupun bangsa Belanda mendi
rikan
sekolah-sekolah, mereka terbentur dalam soal bahasa pengantar.
menerapkan bahasa Portugis dan Belanda sebagai bahasa pen gantar
mengalami kegagalan. Demikian pengakuan Belanda Dancerta
tahun
1631. Ia mengatakan bahwa kebanyakan sekolah di Maluku me
makai
bahasaMelayusebagaibahasapengantar.
C. MasaPergerakanKebangsaan
Padawaktutimbulnyapergerakankebangsaanterasaperluad
anya
suatu bahasa nasional, untuk mengikat bermacam-macamsuku
bangsa di
Indonesia. Suatu pergerakan yang besar dan hebat hanya dapat be
rhasil
kalau semua rakyat diikutsertakan. Untuk itu, mereka mencari b
ahasa
yang dapat dipahami dan dipakaioleh semua orang. Pada mulanya
agak
sulit untuk menentukan bahasa mana yang akan menjadi
bahasa
persatuan., tetapi mengingat kesulitan-kesulitan untuk mempersa
tukan
berbagai suku bangsa akhirnya pada 1926 Yong Java mengaku
i dan
memilihbahasaMelayusebagaibahasapengantar.
BPDU-UniversitasWidyatama
3
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Dengan adanya bermacam-macam faktor seperti tersebut di
atas,
akhirnya pada tanggal 28 Oktober 1928, yaitu saat berlangsu
ngnya
Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta dihasilkan ikrar bersama,
“Ikrar
1. Kami putra-putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang s
atu–
TanahairIndonesia.
2. Kami putra-putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu b
angsa
Indonesia.
3. Kami putra-putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan
bahasa
Indonesia.
D. MasaJepangdanZamanKemerdekaan
Setelah Perang Dunia II, ketika tentara Jepang
memasuki
Indonesia, bahasaIndonesiatelahmendudukitempatyang pentingd
alam
perkembangan bahasa Indonesia. Usaha Jepang untuk menggu
nakan
bahasaJepangsebagaipenggantibahasaBelandatidakterlaksana.Ba
hasa
Indonesia juga dipakai sebagai bahasa pengantar di
lembaga-lembaga
pendidikandanuntukkeperluanilmupengetahuan.
1.3 FUNGSI DAN KEDUDUKAN BAHASA
INDONESIA
Bahasa Indonesia mempunyai kedudukan yang sangat pe
nting,
antara lain, bersumber pada ikrar ketiga Sumpah Pemuda 1928
yang
berbunyi: Kami putra dan putriIndonesia menjunjung bahasa persa
tuan,
bahasa Indonesia. Ini berarti bahwa bahasa Indonesia sebagai b
ahasa
nasional, kedudukannya berada di atas bahasa-bahasa daerah. Selai
n itu,
di dalamUndang-Undang Dasar 1945 tercantum pasalkhusus (Bab
XV,
Pasal 36) mengenai kedudukan bahasa Indonesia yang meny
bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia. Dengan demikianad
a dua
macam kedudukan bahasa Indonesia. Pertama, bahasa Indonesia
berkedudukan sebagai bahasa nasional, sesuai dengan Sumpah Pe
muda
1928,dankeduabahasa Indonesia berkedudukansebagaibahasane
gara,
sesuaidenganUndang-UndangDasar1945.
1.3.1 FungsiBahasaIndonesiasebagaiBahasaNasional
1. Lambangkebanggaankebangsaan
2. Lambangidentitasnasional
3. Alatperhubunganantarwarga,antardaerah,danantarbuda
ya.
BPDU-UniversitasWidyatama
4
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
4. Alat yang memungkinkan penyatuan berbagai suku b
angsa
dengan latar belakang sosial budaya dan bahasanya ma
sing-masingkedalamkesatuankebangsaanIndonesia.
Sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, bahasa Ind
onesia
mencerminkan nilai-nilai sosial budaya yang mendasari rasa kebang
saan
kita. Atas dasar kebangsaan ini, bahasa Indonesia kita pelihara da
n kita
kembangkan,danrasakebanggaanmemakainyasenantiasakitabina.
Sebagailambangidentitasnasional, bahasaIndonesiakita jun
jung
di samping bendera dan lambang negara kita. Bahasa Indonesia
dapat
memiliki identitasnya hanya apabila masyarakat pemakainya me
mbina
dan mengembangkannya sehinggaterhindar dari unsur-unsur bahasa
lain
Sebagaialatperhubunganantarwarga, antardaerah, danantar suku
bangsa, bahasa Indonesia dipakai untuk berhubungan antar suku ba
ngsa
di Indonesia sehingga kesalahpahaman sebagai akibat perbedaan
latar
belakangsosial, budaya,danbahasatidakperluterjadi.
Disampingketiga fungsidi atas, bahasaIndonesia juga berf
ungsi
sebagaialat yang memungkinkanterlaksananyapenyatuan berbagai
suku
bangsa yang memiliki latar belakang sosial budaya dan bahasa
yang
berbeda-beda ke dalam satu kesatuan kebangsaan yang bulat. Di d
alam
hubungan ini, bahasa Indonesia memungkinkan berbagai-bagai
suku
bangsa itu mencapaikeserasianhidup sebagai bangsa yang bersatut
anpa
meninggalkan identitas kesukuan dan kesetiaan kepada nilai-nilai s
osial
budaya serta latar belakang bahasa daerah yang bersangkutan. De
ngan
bahasa nasional, kita dapat meletakkan kepentingan nasional d
i atas
kepentingandaerahataugolongan.
1.3.2 FungsiBahasaIndonesiaSebagaiBahasaNegara
1. Bahasaresmikenegaraan
2. Bahasapengantardidalamduniapendidikan
3. Alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepenti
ngan
perencanaandanpelaksanaanpembangunan
4. Alat pengembangan kebudayaan, ilmu pengetahuan,
dan
teknologi.
Sebagaibahasaresmikenegaraan,bahasaIndonesiadipakaia
ntara
lain: di dalam segala upacara, peristiwa, dan kegiatan kenega
raan,
yang
dikeluarkanolehpemerintah.
BPDU-UniversitasWidyatama
5
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Sebagai bahasa negara, bahasaIndonesia dipakai sebagai b
ahasa
pengantar di lembaga-lembaga pendidikan mulai taman
kanak-kanak
sampaiperguruantinggidiseluruhIndonesia.
Sebagai bahasa negara, bahasaIndonesia juga berfungsi se
bagai
alat perhubungan pada tingkat nasional untuk kepentingan perenca
naan
dan pelaksanaan pembangunan nasional untuk kepentingan pelaksa
naan
pemerintahan. Di dalam hubungan ini, bahasa Indonesia buka
n saja
dipakai sebagai alat komunikasi timbal-balik antara pemerinta
h dan
masyarakat luas, sebagaialat perhubungan antardaerah, melainkan
juga
sebagai alat perhubungan di dalam masyarakat yang berbeda
atar
belakangsosialbudayadanbahasanya.
Sebagai alat pengembangan kebudayaan nasional,
ilmu
pengetahuan, danteknologi, bahasa Indonesia dipakaisebagaialat
yang
memungkinkankita membina danmengembangkankebudayaannasi
onal
sehingga ia memiliki ciri-ciri dan identitasnya sendiri,
yang
membedakannyadarikebudayaandaerah.
1.4 RAGAM BAHASA
Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam
ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. R
agam
bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. R
agam
lisan terdiri atas ragam lisanbaku dan ragam lisantakbaku; ragam
tulis
terdiriatas ragamtulisbakudanragamtulistakbaku.
Bahasa Indonesia baku dipakaidalam (1)
Karang-mengarang, (2)
pembicaraan pada situasi formal, (3) pembicaraan di depan umum
, dan
(4) pembicaraan di depan orang yang dihormati; bahasa Indonesia t
idak
baku dipakai dalam situasi santai. Kedua ragam bahasa itu dapat
hidup
berdampingan.
1.4.1 SifatRagamBahasaBaku
Ragambahasabakumemilikiduasifatsebagaiberikut.
1. Kemantapan dinamis: di samping memiliki kaidah dan aturan,
relati
luwesatauterbukauntukperubahansejalanperubahanmasyaraka
t.
2. Kecendekiawan: sanggup mengungkapkan proses pemikiran
yang
rumitdiberbagai ilmudanteknologi.
3. Seragam: pada hakikatnya, proses pembakuan bahasa ialah p
roses
penyeragaman bahasa. Dengan kata lain, pembakuan bahasa a
dalah
pencariantitik-titik keseragaman.
BPDU-UniversitasWidyatama
6
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
E
jaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulis-menulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf,
penulisan huruf, penulisankata, penulisanunsur serapan, danpemak
aian
tandabaca.
2.1 PEMAKAIAN HURUF
1. Huruf abjad: abjad yang digunakan dalamejaan bahasa Indo
nesia
terdiriatashuruf-huruf: Aa, Bb,Cc, Dd,Ee,Ff,Gg,Hh, Ii, Jj,
Kk,Ll,
Mm, Nn,Oo,Pp,Qq,Rr,Ss,Tt,Uu,Vv, Ww,Xx,Yy,Zz.
2. Huruf vokal:a,e, i,o,u.
3. Hurufkonsonan:b,d,f,g,h, j,k,l, m,n,p,q,r,s,t, v,w,x,y,z.
4. Huruf diftong:ai,au,ai.
5. Gabungankonsonan:kh,ng,ny,sy.
2.2 PENULISAN HURUF KAPITAL
Hurufkapitaldipakaisebagaiberikut.
1. Hurufpertamakatapadaawalkalimat
2. Hurufpertamapetikanlangsung
3. Ungkapan yang berhubungan dengan nama Tuhan, kitab
suci,
termasukkataganti
4. Gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti
nama orang.
5. Nama jabatan, pangkat yang diikuti nama orang atau yang di
pakai
sebagai pengganti nama orang tertentu, nama instansi, atau
nama tempat.
6. Hurufpertamaunsur-unsurnamaorang
7. Hurufpertamanamabangsa, sukubangsa, danbahasa.
8. Huruf pertama nama tahun, bulan, hari, hari raya, dan per
bersejarah.
9. Hurufpertamanamageografi.
BPDU-UniversitasWidyatama
7
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
10. Huruf pertama semua unsur nama negara, lembaga pemerintah
dan
ketatanegaraan, sertanama dokumen resmikecualikata depan
atau
katahubung.
11. Huruf pertama setiap unsur bentuk ulang sempurna yang ter
dapat
pada nama badan, lembaga pemerintah dan ketatanegaraan,
serta
dokumenresmi.
12. Huruf pertama nama buku, majalah, surat kabar, dan
judul
karangan, kecuali kata depan dan kata hubung yang bera
da di
tengahkata.
13. Hurufpertama unsursingkatannamagelar,pangkat,dan
sapaan.
14. Huruf pertama kata penunjuk hubungan kekerabatan yang di
pakai
sebagaisapaan.
15. HurufpertamakatagantiAnda.
2.3 PENULISAN HURUF BERCETAK MIRING
1. Menuliskannamabuku,majalah, koran
2. Menuliskan istilah asing, daerah, ilmiah yang ditulis dengan
ejaan aslinya
3. Menegaskanhuruf,kata,ataufrasayangdipentingkan/dikhususka
2.4 PENULISAN KATA
A. KataDasar
Katayangberupakatadasarditulisterpisah(berdirisendiri)
Contoh:Siswaiturajin.
B. KataTurunan
1. Imbuhan (awalan, sisipan, akhiran) ditulis serangkai dengan
kata
dasarnya.
Contoh:bergetar
tulisan penerapan memperhatikan
2. Kalau bentuk dasar berupa gabungan kata, awalan atau ak
hiran
ditulis serangkai dengan unsur yang langsung mengikuti
atau
mendahuluinya.
BPDU-UniversitasWidyatama
8
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Contoh:bertumpangtindih
mengambilalih
3. Kalau bentukdasar berupagabungankatadansekaligusmen
dapat
awalandanakhiran,unsurgabungankataituditulisserangkai
.
Contoh: menggarisbawahi
pertanggungjawaban
4. Kalau salah satu unsur gabungan kata hanya dipakai
dalam
kombinasi, gabungan kata itu ditulis serangkai (a, antar,
catur,
maha,mono,multi, pra,pasca,semi,dsb.)
Contoh: amoral, antar negara, caturwarga,
mahasiswa,
Bila bentuk terikat tersebut diikuti oleh kata yang didahulu
i oleh
huruf kapital,diantara keduaunsuritu diberitandahubung
.
Contoh:non-Indonesia
C. BentukUlang
Bentukulangditulisdenganmenggunakantandahubung.
Contoh:buku-buku
gerak-gerik
D. GabunganKata
1. Gabungankata/katamajemukditulisterpisah
Contoh:orangtua
Rumahsakit
2. Gabungan kata yang mungkin menimbulkan makna ganda,
diberi
tandahubung.
Contoh:anak-istri(anakdanistri)
buku-sejarahbaru(bukusejarahyangbaru)
bukusejarah-baru(sejarahnyabaru)
3. Gabungan kata yang sudah lazimdianggap sebagai satu kes
atuan
ditulisserangkai
Contoh: halalbihalal, manakala, barangkali, olahraga, kaca
mata,
darmasiswa,apabila,padahal,matahari,
dukacita
manasuka, kilometer,bilamana , daripada,
peribahasa,
segitiga,sukacita, saputangan,
E. KataGanti
Kata ganti ku, mu, nya, kauditulis serangkai dengan kata
yang
mengikutinya atau mendahuluinya., kecuali pada Mu dan Nya
yang
BPDU-UniversitasWidyatama
9
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
mengacupada Tuhan harusditulisdenganhurufkapitaldan diberit
anda
hubung(-).
Contoh:Nasihatorangtuaharuskauperhatikan
Anakku, anakmu, dan anaknya sudah menjadi anggota
perkumpulanitu.
O,Tuhankepada-Mulahhambamemintapertolongan.
F. KataDepan
Kata depan di, ke, dari ditulis terpisah dari kata yang mengiku
tinya,
kecuali yang sudah dianggap sebagai satu kesatuan sepertikepad
a dan daripada.
Contoh:Dimanaadagula, disituadasemut.
Pencuriitukeluardaripintubelakang.
Mahasiswaituakanberangkatkeluarnegeri.
G. KataSandang
Katasi,sang,hang,dangditulisterpisahdarikatayangmengikutin ya.
Contoh:MuhammadAlidijulukipetinju“siMulutBesar”.
H. Partikel
1. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata
yang
mendahuluinya.
Contoh:Pergilahsekarang!
2. Partikelpunditulisterpisahdarikatayangmendahuluinya.
Contoh:Jikaengkaupergi,akupunakanpergi.
Kata-kata yang sudah dianggap paduditulis serangkai, s
eperti
andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun,
3. Partikelper yangberarti‘mulai’,‘demi’, ‘tiap’ditulisterpisa h.
Contoh:HargaBBMnaikper!April.
Merekamasuksatupersatu.
HargakertasRp25.000,00perrim.
I. SingkatandanAkronim
1. a.. Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabata
n atau
pangkatdiikutitandatitik. Contoh:SumanHs..
Muh.Yamin,S.H.(SarjanaHukum)
M.B.A.(MasterofBusinessAdministrtion)
BPDU-UniversitasWidyatama
10
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
M.Sc.(MasterofScience)
Bpk.(Bapak)
Sdr.(saudara)
b. Singkatan nama resmi lembaga emerintah
dan
ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen
resmi
yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan
huruf
kapitandantidakdiikutitandatitik.
Contoh:DPR GBHN KTP PT
c. Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti
satu
tandatitik.
Contoh: dll. hlm. sda. Yth.
d. Lambang kimia, satuan ukuran, takaran, timbangan,
mata
uangtidakdiikutitandatitik.Contoh:Cu,cm, kg, Rp
2. a. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal
dari
deretkataditulisseluruhnyadenganhurufkapital.
Contoh:ABRI LAN IKIP SIM
b. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata
atau
gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis de ngan
hurufawalhurufkapital.
Contoh:Akabri Bappenas Iwapi Kowani
c. Akronimyang bukan namadiriyang berupa gabungan h
uruf,
suku kata, ataupun gabungan huruf dan suku kata dari
deret
kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil. Contoh: pe
milu,
rapim,tilang.
J. AngkadanLambangBilangan
1. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan
cara
berikut. Contoh:
a. AbadXXdikenalsebagaiabadteknologi.
b. Abadke-20dikenalsebagaiabadteknologi.
c. Abadkeduapuluhdikenalsebagaiabadteknologi.
2. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu ata
u dua
kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang di
pakai
berturut-turut. Contoh:
a. Ada sekitar lima puluh calonmahasiswa yangtidak dite
rima
dperguruantinggiitu.
b. Kendaraan yangberoperasidiBandungterdiriatas1.000
beca
angkot,100metromini, dan100buskota.
BPDU-UniversitasWidyatama
11
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
3. Lambang bilangan pada awal kalimat ditulis dengan huruf.
Jika
perlu, susunan kalimat diubah sehingga yang tidak
dinyatakan dengan satu atau dua kata tidak terdapat di awal
kalimat. Contoh:
a. Duapuluhmahasiswamendapatbeasiswadariperusahaa
nitu.
b. #150 orang pegawai mendapat nghargaan
dari pemerintah.(salah)
c. Sebanyak 150 orang pegawai mendapat
penghargaan pemerintah.
2.5 PEMBENTUKAN ISTILAH
DAN PENULISAN UNSUR SERAPAN
Definisi istilah : Kata atau gabungan kata yang dengan c
ermat
mengungkapkan makna konsep, proses, keadaan, atau sifat yang
khas
dalambidangtertentu.
Khusus dalam bidang peristilahan yang menyangkut 39 b
idang
ilmu, Majelis Bhs Ind-Malaysia tengah berusaha membakukan ber
bagai
istilah bidang ilmu bagikepentingan dua negara. Majelis BI-M
didirikan
pada tanggal 23 Mei 1972 dan mengadakan sidang secara berganti
an di
dua negara. Di setiap bidang ilmu ada kurang lebih 500-1000 i
stilah.
Penciptaan istilah itu dilakukan oleh ahli ilmu pengetahuan ma
sing–
masing, kemudian oleh para ahli bahasa yang tergabung dalam k
oalisi
istilahitudisesuaikandenganpedomanpembentukanistilah.
Beberapasumberbahasayangdapatdijadikansumberistilah:
1. BahasaIndonesia/Melayu
1.1 Kata yang paling tepat mengungkapkan makna konsep, p roses,
dankeadaan.
- bea =>pajakbarangmasukdanbarangkeluar
- cukai=>pajakhasilperusahaanatauindustri
- pajak => iuran wajib dari rakyat sebagai sumbangan k
epada
negara.
Pajakkekayaan,tontonan,PBB,dll
BPDU-UniversitasWidyatama
12
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
1.2 Kata yang paling singkat daripada kata lain yang beru
jukan
sama
-gulma=>tumbuhanpengganggu
-suaka=>perlindungan
-kosa=>perbendaharaan
1.3 Katayangbernilairasabaikdansedapdidengar
-pramuniaga=>pelayantokobesar
-pembantu=>babu/jongos
-karyawan=>pekerja/buruh
-pemandu/pramuwisata=>penunjukjalan
2. Bahasa–bahasadaerahserumpun
Bahasa Indonesia masihkekurangan kata–kata yang bernilai
rasa
atau kata–kata efektif yang melambangkancurahan hati masyaraka
t. Di
antara kata–kata rasa yang sudah sering digunakan dalam pema
kaian
bahasaIndonesiasekarang,
-sempoyongan=>terhuyung–huyungsepertihendakjatuh
-bertele–tele=> berbicaratidakjelasujungpangkalnya
-nyeri=>sakitpadasalahsatubagiantubuh
-langka=>susahdidapat
-lugas=>apaadanya(zakelijk)
-tuntas=>selesaisepenuhnya
-pesangon=>uanguntukkaryawanyangdiberhentikan
3. Bahasaasing
Pemakaian istilahasing dapatdilakukanapabila memenuhis
yarat sbb:
3.1 Istilah asing yang dipilih lebih cocok karena konotasinya
atau
lebih bermakna tepat jika dibandingkandenganpersediaan
kata
yangada
- konfirmasi=>penegasanataupengesahan
- amatir=>tanpabayaran
- logis=>masukakal
- insentif=>pendorong/perangsang
- spontan=>tanpadiminta–minta/dengansendirinya
BPDU-UniversitasWidyatama
13
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
3.2 Istilahasingyangdipilihlebihsingkatbiladibandingkan
dengan
terjemahannya
- dokumen=>surat–suratpentingygmenjadibukti
- akulturasi=> perpaduan unsur kebudayaan yang satu de
ngan
yanglainhinggamenimbulkankebudayaanyangbaru.
- Urbanisasi
- etiket=>carakesopananyangdilazimkan
Kadang – kadang terdapat istilah yangdiizinkan dipakai d
alam
bahasaasingdanbahasaIndonesia.
ii. manajemen=pengelolaan
iii. relatif= nisbi
iv. temperatur=suhu
v. klasifikasi=penggolongan
vi. kreativitas=dayacipta
vii. sektor=bidang
viii. sirkulasi=peredaran
ix. realisasi=pelaksanaan
Carapemasukanistilahasingdapatdilakukansebagaiberikut:
1. Melaluipenerimaansecarautuh
Diterima sebagaimana adanya dalam bahasa asalnya. Ca
ra ini
ditempuh jika istilah atau ucapan itu dianggap bersifat interna
sional
atau jika orang belum menemukan padanannya dalam
bahasa
Indonesia,antaralain
x. dejure=>menuruthukum
xi. defakto=>menurutkenyataan
xii. doctorhonoriscausa=>doktorkehormatan
xiii. cumlaude=>denganpujian
2. Melaluiterjemahan
Dalam menerjemahkan istilah asing yang penting ialah kes
amaan
maknakonteks, bukanmaknaharfiahnya. Karenaituterjemahan
tidak
menghasilkan bentuk berimbang satu lawan satu. Namun ka
tegori
gramatikalnyadiperhatikanjugakatabenda=katabendapula.
xiv. brainstorming=>sumbangsaran
xv. uptodate=>mutakhir
xvi. overlap=>tumpangtindih
xvii. bilateral=>duapihak
xviii.feedback=>umpanbalik
BPDU-UniversitasWidyatama
14
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Indonesia
- integration=>integrasi
- research=>riset
- university=>universitas
2.6 PEMAKAIAN TANDA BACA
A. Tandatitikdipakai:
1. padaakhirkalimat;
2. padasingkatannamaorang;
3. padaakhirsingkatangelar,jabatan,pangkat,dansapaan;
4. padasingkatanatauungkapanyangsangatumum;
5. di belakang angka atau hurufdalam suatu bagan, ikhtisar,
dan
daftar;
6. untuk memisahkanangkajam, menit, dandetik yang menunj
ukan
waktu;
7. untuk memisahkan angka jam, menit, detik yang menu
njukan
jangkawaktu;
B. Tandatitiktidakdipakai:
1. untuk memisahkan angka ribuan, jutaan, dan seterusnya
yang
tidakmenunjukkanjumlah;
2. dalamsingkatanyangterdiriatashuruf–hurufawalkataatau
suku
kata, atau gabungan keduanya, yang terdapat di dalam
nama
badan pemerintah, lembaga–lembaga nasional atau internasi
onal,
atau yang terdapat di dalam akronim yang sudah diterima
oleh
masyarakat.
3. dibelakangalatpengirimdantanggalsurat, ataunamadanal
amat
penerimasurat.
C, Tandakomadipakai:
2. untukmemisahkankalimatsetara;
3. untukmemisahkananakkalimatdariindukkalimat;
4. dibelakangkataseruyangterdapatpadaawalkalimat;
5. di belakang kata atau ungkapanpenghubung antara kalimat
yang
terdapatpadaawalkalimat;
BPDU-UniversitasWidyatama
15
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
6. untukmemisahkanpetikanlangsungdaribagianlain;
7. di antaraunsur-unsuralamat yangditulisberurutan;
8. untukmenceraikanbagiannamayangdibaliksusunannya;
9. diantaranamaorangdangelarakademik;
10.dimukaangkapersepuluhan;
11.untukmengapitketerangantambahan,atauketeranganaposisi
.
D. Tandatitikkomadipakai:
1. untukmemisahkanbagian–bagiankalimatyangsejenisdan
setara;
2. untuk memisahkan kalimat yangsetara dalam kalimat maj
emuk
sebagaipenggantikatapenghubung.
E. Tandatitikduadipakai:
1. pada akhir suatu pernyataan lengkap bila diikuti rangkaian
atau
pemerian;
2. sesudahkataatauungkapanyangmemerlukanpemerian;
3. dalam teks drama sesudah katayang menunjukan pelaku d
alam
percakapan
4. kalau rangkaian atau pemerian itu merupakan pelengkap
yang
mengakhiri pernyataan;
5. di antara jilid atau nomor danhalaman, di antara bab dan
ayat
dalamkitab– kitabsuci,ataudiantarajuduldananakjuduls
karangan (karangn Ali Hakim, Pendidikan Seumur
Hidup :
Sebuah Studi,sudahterbit).
F. Tandahubung(-)dipakai:
1. untuk menyambung suku–suku kata dasar yang terpisah
karena
pergantian baris;
2. untukmenyambungawalandenganbagiankatadibelakangny
a;
3. menyambungunsur–unsurkataulang;
4. menyambunghurufkatayangdieja;
5. untukmemperjelashubunganbagian–bagianungkapan;
6. untuk merangkaikan se- dengan angka, angka dengan
–an,
singkatanhurufbesardenganimbuhanataukata;
7. untukmerangkaikanunsur bahasaIndonesia denganunsur ba
hasa
asing.
BPDU-UniversitasWidyatama
16
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
G. Tandapisah(--)dipakai:
1. untuk membatasi penyisipan kata atau kalimat yang me
mberi
pelajaran(kemerdekaan bangsa itu – saya yakin akan terca
pai–
diperjuangkanoleh
2. untuk menegaskan adanya aposisi atau keterangan yan
g lain
sehingga kalimat menjadi lebih jelas (Rangkaianpenemuan
ini –
evolusi, teorikenisbian, dan kini juga pembelahan atom–
telah
3. di antara dua bilangan atau tanggal yang berarti‘sampai den gan’
ataudi antaranamaduakota yangberarti‘ke’atausampai(
1945
–1950:Bandung– Jakarta).
H. Tandaelipsis(...)dipakai:
1. untuk menggambarkan kalimat yang terputus : Misalnya :
Kalau
begitu…ya, marilahkitaberangkat.
2. untuk menunjukan bahwa dalam suatu petikan ada bagian
yang
dihilangkan:
Misalnya:Sebab-sebabkemerosotan...akanditelitilebih
lanjut.
I. Tandapetik(‘...’)dipakai:
1. mengapitpetikanlangsung;
2. mengapit judul syair, karangan, dan bab buku apabila di
pakai
dalamkalimat;
3. mengapit istilahilmiahyangmasihkurangdikenal.
J. Tandapetiktunggal(‘…’)dipakai:
1. mengapit petikan yang tersusun di dalam petikan petikan
lain,
misalnya:
Tanyabasri,“Kaudengarbunyi‘kring–kringtadi’?
2. mengapit terjemahan atau penjelasan kata atau ungkapan
asing,
misalnya:
rateofinflation‘lajuinflasi’.
K. Tandagarismiring(/)dipakai:
1. dalampenomorankodesurat,
misalnya:No.7/PK/1983;
2. sebagai pengganti kata dan, atau, pe r atau nomor al
amat,
misalnya:
mahasiswa / mahasiswi, hanya Rp 30,00 / lembar, Jalan Ba
nteng
BPDU-UniversitasWidyatama
17
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
L. Tandapenyingkat atauapostrop (‘)dipakai:
Menunjukkanpenghilanganbagiankata,
Misalnya : Amin ‘kan kusurati(‘kan =akan) Malam ‘lah
tiba
BPDU-UniversitasWidyatama
18
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
BAB
III
BENTUKAN
KATA
3.1 IMBUHAN
B
ahas aIndonesia dikenal sebagai bahasa aglutinatif. Artin
ya,
kata dalam bahasa Indonesia bisa ditempeli dengan bentuk lain,
yaitu
imbuhan. Imbuhan mengubah bentuk dan makna bentuk dasar
yang
dilekati imbuhan itu. Karena sifatnya itulah, imbuhan memiliki
peran
yang sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. De
ngan
demikian, sudah selayaknyalah, sebagai pemakainya, kita me
miliki
pengetahuanmengenaihalini.
Dalam bahasa Indonesia, imbuhan terdiri atas awalan, si
sipan,
akhiran, dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks
dan
gabungan afiks dalam ilmu bahasa. Awalan yang terdapat di
dalam
bahasa Indonesia terdiri atasme(N)-, be(R)-, di-, te(R), -pe(N)-, p
e(R)-,
ke-, dan se-, sedangkan sisipan terdiri atas -el-, -em-, dan -er-; ak
hiran
terdiri atas -kan, -i, dan -an; konfiks dan gabungan afiks terdiri
gabungan awalan dengan akhiran. Awalan dan akhiran masih s angat
produktif digunakan, sedangkan sisipan tidak produktif. Wal
aupun
demikian, semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya,
apabila
diperlukan, masih dapat kita manfaatkan, misalnya, dalam penci
ptaan
kosakatabaruataudalampenerjemahanataupenyepadananistilahasi
ng.
3.1.1
Awalan
me(N)-Prosespengimbuhandenganawalanme(N)-terhadapbentuk
dasar
dapat mengakibatkan munculnya bunyi sengau atau bunyi hidung
dapat
pula tidak. Hal tersebut bergantung pada bunyi awal bentuk dasar
yang
dilekatiawalantersebut. Bunyi awalbentukdasardapat luluh, dapat
pula
tidak bergantung pada jenis bunyi bentuk dasar yang dilekati a
walan.
Untukmemperjelashaltersebut,perhatikancontohberikut.
me(N)-+buat → membuat
me(N)-+pakai → memakai
me(N)-+fotokopi → memfotokopi
me(N)-+dengar → mendengar
me(N)-+tatar → menatar
me(N)-+jabat → menjabat
BPDU-UniversitasWidyatama
19
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
me(N)-+colok → mencolok
me(N)-+suruh → menyuruh
me(N)-+ganti → mengganti
me(N)-+kikis → mengikis
me(N)-+hadap → menghadap
me(N)-+undang → mengundang
me(N)-+muat → memuat
me(N)-+nyanyi → menyanyi
me(N)-+nganga → menganga
me(N)-+lepas → melepas
me(N)-+rusak → merusak
Apabila bentuk dasar yang dilekati hanya berupa satu suku
kata,
me(N)-berubahmenjadimenge-,misalnya,dalamcontohberikut.
me(N)-+cap → mengecap
me(N)-+pak → mengepak
me(N)-+tik → mengetik
Namundemikian, perlu kitaperhatikan jika bentuk dasarters
ebut
ditempeli awalan di-, bentuk yang ditempelinya tidak meng
alami
perubahan.Kitaperhatikancontohberikut.
di-+pak → dipak
di-+tik → ditik
di-+cap → dicap
Berdasarkan contoh-contoh yang sudah kita kenal dengan
baik,
dapat kita simpulkan bahwa untuk membentuk kata secara benar,
kita
harusmengetahuibentukdasarnya.
3.1.2
Awalan
be(R)-Awalan be(R)- memiliki tiga variasi, yaituber-, be-, dan
bel-.
Variasi tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekati
nya,
misalnya,dalamcontohberikut.
be(R)-+usaha → berusaha
be(R)-+diskusi → berdiskusi
be(R)-+korban → berkorban
be(R)-+rencana → berencana
BPDU-UniversitasWidyatama
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
be(R)-+kerja → bekerja
be(R)-+serta → beserta
be(R)-+ajar → belajar
Kata beruang sebagai kata dasar berarti sejenis binatang,
sedangkan sebagai kata berimbuhan, yang terdiri atas ber- dan
uang
memiliki arti mempunyai uang;ber- danruang berarti memiliki rua
ng’.
Kata tersebut akan menjadi jelas artinya jika terdapat dalam ko
nteks
kalimat. Begitu pulahalnya dengankataberevolusi yang terdiriatas
ber-danevolusiatauber-danrevolusi.
Dalam keseharian kini sering digunakan kata berterima
atau
keberterimaan.Dalamhaliniawalanber-sejajardenganawalandi-. Jadi,
berterima sama dengan diterima, misalnya, dalam kalimat Usulan yang
disampaikan kepada Bapak Gubernur sudah berterima. Kata berte rima
dan keberterimaan merupakan padanan acceptable dan accepta bility
dalambahasaInggris.DalambahasaMelayu, imbuhanber-yangsep
adan
dengan di- merupakan hal yang lazim, peribahasa gayung bersa
mbut,
kataberjawab berartigayungdisambut, katadijawab.
3.1.3
Awalan
te(R)-Awalan te(R)- memiliki variasi ter-, te-, dan tel-. Ketiga va
riasi
tersebut muncul sesuai dengan bentuk dasar yang dilekatinya. L
ayak
diingatbahwaawalaninimemilikitiga macamartidalampemakaian
Pertama, artinya sama dengan paling. Kedua, menyatakan arti tidak
sengaja. Ketiga, menyatakan arti sudah di- Misalnya dalam cont
oh di
bawahini.
te(R)-+dengar → terdengar
te(R)-+pandai → terpandai
te(R)-+rasa → terasa
te(R)-+kerjakan → tekerjakan
te(R)-+perdaya → teperdaya
te(R)-+percaya → tepercaya
Selanjutnya, cobalah Anda menggunakanawalan itu dalamkatalain
dan
kalimatlainyangsesuaidengantautannya.
BPDU-UniversitasWidyatama
21
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
3.1.4
Awalan
pe(N)-
dan
pe(R)-Awalan pe(N)- dan pe(R)- merupakan pembentuk kata b
enda.
Kata benda yang dibentuk dengan pe(N)- berkaitan dengan kata
kerja
yang berawalan me(N)-. Kata benda yang dibentuk dengan
pe(R)-berkaitan dengan kata kerja yang berawalan be(R)-. Awalan p
e(N)-memiliki variasi pe-, pem-, pen-, peny-, peng-, dan penge-. V
ariasi
tersebutmuncul bergantungpada bentukdasar yang dilekatipe(N)-.
Kita
lihatcontohberikut:
pe(N)-+rusak → perusak
pe(N)-+laku → pelaku
pe(N)-+pasok → pemasok
pe(N)-+daftar → pendaftar
pe(N)-+teliti → peneliti
pe(N)-+jual → penjual
pe(N)-+cari → pencari
pe(N)-+suluh → penyuluh
pe(N)-+guna → pengguna
pe(N)-+kirim → pengirim
pe(N)-+tik → pengetik
pe(N)-+cap → pengecap
pe(N)-+las → pengelas
Dalam keseharian sering dijumpai bentuk pengrajin yang b
erarti
orang yang pekerjaannya membuat kerajinan’. Bila kita bandi ngkan
dengan kata pe(N)- + rusak menjadi perusak yang berarti orang
yang
membuat kerusakan’, bentuk pengrajin merupakan bentuk yang tidak
tepat. Kita ingat saja bahwa kedua kata tersebut, rajin dan
rusak,
merupakan kata sifat. Karena itu, bentuk tersebut harus dikemba
likan
padabentukyangtepatdansesuaidengankaidah,yaituperajin.
Awalanpe(R)-memilikivariasibentukpe-,per-,danpel-.Var
iasi
tersebutmunculsesuaidennganbentukdasaryangdilekatiawalanpe
(R)-.
Kitalihat contohberikut:
pe(R)-+dagang → pedagang
pe(R)-+kerja → pekerja
pe(R)-+tapa → pertapa
pe(R)-+ajar → pelajar
BPDU-UniversitasWidyatama
22
Kata-kata sebelah kanan berkaitan dengan awalan ber-yang
dilekati dengan kata dasardagang, kerja, tapa, dan ajar. Jadi, kata
-kata
tersebutberkaitandengankataberdagang,bekerja,bertapa,danbela
jar.
Selain kata-kata itu, kita sering melihat kata-kata lain s
eperti
pesuruh dan penyuruh. Kata pesuruh dibentuk daripe(R)- + s uruh,
sedangkanpenyuruhdibentuk daripe(N)- + suruh.Pesuruh berarti
yang
disuruh’ dan penyuruh berarti yang menyuruh’. Beranalogi pada k edua
katatersebut kini munculkata-kata lain yangsepoladenganpesuruh
dan
penyuruh,misalnya,katapetatardanpenatar,pesuluhdanpenyuluh.
Dalam bahasa Indonesia sekarang muncul pula bentuk kata
yang
sepola dengan kedua kata di atas, tetapi artinya berlainan. Misa
lnya,
pegolf, pecatur, perenang, pesenam, dan petenis. Awalan pe-pada
kata-katatersebutberartipelakuolahragagolf, catur,renang,senam,
dan
tenis. Selain itu, muncul juga bentuk lainseperti pemerhati ‘
yang
memperhatikan’,pemersatu‘yangmempersatukan’danpemerkaya‘ yang
memperkaya’. Bentuk-bentuk itu merupakan bentuk baru dalam b ahasa
Indonesia. Kata-kata yangtermasukkata bendaituberkaitandengan
kata
kerjayangberawalanmemper- ataumemper-+kan.
Kini mari kita mencoba menaruh perhatian pada pema
kaian
bentukkatayangdicetakmiringdalamkalimatberikut.
1. Pertamina akan mendatangkan alat pembor minyak dari A
merika Serikat.
2. GenerasimudasekarangmerupakanpewarisAngkatan45.
4. Betulkah bangsa Indonesia sebagai pengkonsumsi barang b uatan
Jepang.
5. Siapapunpemitnahnyaharusdihukum.
6. Merekaadalahpemrakarsapembangunangedungini.
7. Setiappeubahdalampenyusunanharusdapatdiuji.
8. Orangyangmemfotokopibisadisebutpengopi.
9. DapatkahAndamembedakansiapapetembakdansiapapenemba
k?
10.Orang yang memberikan atau memiliki saham suatu perusahaan
bisa
disebutpenyahamperusahaan.
3.1.5
Konfiks
pe(N)-an
dan
pe(R)-an
Kata benda yang dibentuk dengan pe(N)-an menunjukkan p
roses
yang berkaitan dengan kata kerja yang berimbuhan me(N)-, me(N)
-kan,
atau me(N)-i. Kata benda yang dibentuk dengan
pe(R)-an ini
menunjukkan hal atau masalah yang berkaitan dengan katakerja
yang
berawalanbe(R)-.Kitaperhatikancontohberikut:
BPDU-UniversitasWidyatama
23
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
pe(N)-+rusak+-an → perusakan
pe(N)-+lepas+-an → pelepasan
pe(N)-+tatar+-an → penataran
pe(N)-+sah+-an → pengesahan
pe(N)-+tik+-an → pengetikan
pe(R)-+kerja+-an → pekerjaan
pe(R)-+ajar+-an → pelajaran
Selain kata-kata yang dicontohkan, kita sering mene
mukan
kata-kata yang tidak sesuai dengankaidah di atas seperti
pengrumahan,
dan pensuksesan. Kata-kata yang tidak sesuai dengankaidah ini harus
dikembalikanpada bentukyang tepat (Bagaimanabentuk yang tepa
t dari
kata-katadiatasmenurutSaudara?).
3.1.6
Akhiran
-an
dan
Konfiks
ke-an
Kata benda dapat dibentuk dengan bentuk dasar dan akhira
n-an
atau konfikske-an. Katabenda yang mengandung akhiran-an
umumnya
menyatakanhasil, sedangkankatabenda yangmengandungkonfiks
ke-an
umumnya menyatakan hal. Untuk memperjelas uraian di atas,
kita
perhatikancontohberikut.
1. Dia mengirimkan sumbangan sepekan lalu, tetapikiriman itu
belum
kamiterima.
2. Sebulansetelahdiamengarangartikel,karangannyaitudikirimk
anke
sebuahmediamassa.
Kata benda yang mengandung ke-an diturunkan langsung
dari
bentukdasarnyaseperticontohberikut.
1. Beliau hadir untuk meresmikanpenggunaan gedung baru. Keha
diran
beliaudisanadisambutdenganberbagaikeseniantradisional.
2. Mereka terlambat menyerahkan ugasnya. Keterlambatan
itu
menyebabkanmerekamendapatkannilaijelek.
Isilah rumpang kalimat berikut dengan kata benda
yang
mengandungakhiran-anataukonfikske-an.
1. Sejaklamaiadididikorangtuanya.... yangdiberikanorang
tuanyaitu
menyebabkandiamenjadiorangbesar.
2. Mereka membantu kami sepekan lalu. ... itu sangat bermanfa
at bagi
kami.
BPDU-UniversitasWidyatama
24
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
3. Masyarakat di pulau terpencil itu masih terbelakang. ..
.itu
menyebabkantarafhidupmerekamasihrendah.
4. Anak itu sangat pandai di kelasnya. Karena ... itu, dia me
mperoleh
beasiswadaripemerintah.
5. Usaha yang ditempuhnya selalugagal. Akan tetapi, dia tidak p
ernah
putusasaakibat...nya itu.
3.1.7
Kata
Kerja
Bentuk
me(N)-
dan
me(N)-kan
Akhiran -kan dan -i pada kata kerja dalam kalimat
berfungsi
menghadirkan objek kalimat. Beberapa kata kerja baru dapat digun
akan
dalam kalimat setelah diberi akhiran-kan atau -i. Mari kita perhat
ikan
contohuntukmemperjelasuraian.
1. Beliausedangmengajardikelas.
2. BeliausedangmengajarkanbahasaIndonesia.
3. BeliaumengajarikamibahasaIndonesiadikelas.
4. Atasankamimenugasikamimengikutipenyuluhanini.
5. Atasankamimenugaskanpembuatannaskahpidatokepadasekret
aris.
6. PemerintahmenganugerahirakyatJawaBarattandakehormatan.
7. Pemerintahmenganugerahkan tandakehormatan kepada rakyat
Jawa Barat.
8. Kamimembelibuku-bukubaruuntukperpustakaan. 9. Kamimembelikanmerekabukubaruuntukperpustakaan.
10.Setiap28OktoberkamimemperingatihariSumpahPemuda.
3.1.8
Awalan
ke-Awalan ke- berfungsi membentuk kata benda dan kata bila
baikbilangantingkat maupunbilanganyangmenyatakankumpulan. Kata
bendayangdibentukdenganawalanke-sangatterbatas, yaituhanya
pada
kata tua, kasih, hendak yang menjadi ketua, kekasih, dan kehe ndak.
Penentuan apakah awalan ke- sebagai pembentuk kata bilangan ti
ngkat
atau kata bilangan yang menyatakan kumpulan harus dilihat
dalam
hubungankalimat.Misalnyakalimatberikut:
1. Tim kami berhasil menduduki peringkat ketiga dalam MTQ ti
ngkat
JawaBarat.
2. KetigapenyuluhituternyatatemankamiwaktudiSMA.
Dalam percakapan sehari-hari, awalan ke- sering meng
ganti
awalanter- sebagai bentuk pasif. Hal initerjadi karena pengaruhba
hasa
daerah atau dialek tertentu. Dalam situasi resmi, hal ini harus dihi
ndari.
Kitaperhatikancontohberikut.
BPDU-UniversitasWidyatama
25
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
1. Menurut laporan yang dapat dipercaya, korban tanpa identit
as itu
ketabrakmobil.
Seharusnya:
2. Menurut laporan yang dapat dipercaya, korban tanpa identit
as itu
tertabrakmobil.
3.1.9
Akhiran
Lain
Selain akhiran asli bahasa Indonesia -kan, -i, dan -an, ter
dapat
pula beberapa akhiran yang berasal dari bahasa asing, misalnya,
-man, dan -wati dari bahasa Sanskerta; akhiran -i, -wi, dan -iah dari
bahasa Arab. Akhiran-wandan-watiproduktif, sedangkanakhiran
-man
tidakdemikian. Akhiran-wi lebihproduktifdaripada akhiran-idan
-iah.
Akhiran -wi tidak hanya terdapat dalam bentukan bahasa asalnya, t
etapi
juga terdapat dalam bentukan dengan bentuk dasar bahasa Indo
nesia.
Perhatikanbeberapacontohkataberikut.
karyawan karyawati olahragawan olahragawati budiman seniman manusiawi surgawi badani badaniah
BagaimanapendapatAndamengenaibentukkataberikut?
ilmiawan rohaniawan gerejani
Beberapa contoh bentuk kata yang salah dan yang benar didaft
arkan
berikutini.
Salah
memparkir menterjemahkan mentafsirkan mensukseskan memitnah menyolok menyintai
Benar
BPDU-UniversitasWidyatama
26
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
mengontrakan membanding mengundur memberitahu berserta bewarna bekerjasama berterimakasih dikata dipensiun terlantar terlanjur pengrusakan pengletakan penglepasan pengrajin nampak dibanding diselusuri mengontrakkan membandingkan mengundurkan memberitahu beserta berwarna bekerjasama berterimakasih dikatakan dipensiunkan telantar telanjur perusakan peletakan pelepasan perajin tampak dibandingkandengan ditelusuri
3.1.10
Prosedur
Pengayaan
Kosakata
Perhatikan tabel di bawah, kemudian amati kolom kata d
asar.
Kata Dasar
Imbuhan
me(N)- me-i me-kan memper- memper-kan memper-i
Setelahitu, bubuhitanda+dibawahsetiapimbuhanjikaberterimase cara
tata bahasa, dan tanda – jika jika tidak berterima secara tata ba
hasa.
Langkah berikutnya cobalah membuat kalimat bahasa Indonesia de
ngan
katayangsudahdiberitanda +tadi.
BPDU-UniversitasWidyatama
27
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
Bila sudah berhasil dengan imbuhan tersebut, cobalah denganimb
uhan
lain. Lalu, coba pula kata-kata lain yang jarang digunakan, tetapi
ada di
dalam kamus bahasa Indonesia. Kemudian, Anda perhatikan ba
hasan
peristilahandanbahasanpilihankatapadamodulini.
Catatan: Pengayaaninibisajugadilakukandengancaraberbeda, yaitu
senerai atau daftar kata dasar ke samping dan se nerai
imbuhankebawah.
3.2 PELATIHAN buku
Catatlah sepuluhkata yang Anda anggap sebagaikata baru dantera pkan
dalamkalimat!
3.3 RANGKUMAN
Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa aglutinatif. Ar
tinya,
kosakatadalambahasaIndonesiabisaditempelidenganbentuklain,
yaitu
imbuhan. Imbuhan mengubah bentuk dan makna bentuk dasar
yang
dilekatiimbuhanitukarenasifatnya itulah, imbuhanmemilikiperan
yang
sangat penting dalam pembentukan kata bahasa Indonesia. D
engan
demikian, sudah selayaknyalah, sebagai pemakainya, kita me
miliki
pengetahuanmengenaihalini.
Dalam bahasa Indonesia, imbuhan terdiri atas awalan, sis
ipan,
akhiran, dan gabungan awalan dengan akhiran yang disebut konfiks
dan
BPDU-UniversitasWidyatama
28
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
gabungan afiks dalam ilmu bahasa. Awalan yang terdapat di
dalam
bahasa Indonesia terdiri atas me(N)-, be(R)-, di-, te(R)-, pe(N)-, pe
(R)-,
ke-, dan se-, sedangkan sisipan terdiri atas -el-, -em-, dan -er-; akh
iran
terdiri atas -kan, -i, dan -an; konfiks dan gabungan afiks terdiri
atas
gabungan awalan dengan akhiran. Awalan dan akhiran masih s
angat
produktif digunakan, sedangkan sisipan tidak produktif. Wala
demikian, semua imbuhan termasuk sisipan di dalamnya, a pabila
diperlukan, masih dapat kita manfaatkan, misalnya, menciptakan
kosakatabaruataudalampenerjemahanataupenyepadananistilahasi
ng.
3.4 TESTFORMATIF
Kerjakanpelatihan-pelatihan pada setiap subbagian
pembicaraan
mengenaiimbuhanini.
BPDU-UniversitasWidyatama
29
BAB
IV
DIKSI
ATAU
PILIHAN
KATA
P
emahaman
terhadap suatu bahasa tidak dapat dilepaskan d
ari
pemahaman terhadap kata-kata dan kaidah yuang terdapat dalam b
ahasa
tersebut. Menggunakan bahasa pada hakikatnya adalah memakai
kata-kata dan kaidah yang berlaku dalam bahasa itu. Dengan demikian
, agar
dapat berbahasa dengan baik, enar, dan cermat, kita
harus
memperhatikan pemakaian kata dan kaidah yang terdapat di dala
mnya.
Hal ini berlaku bagi semua bahasa, termasuk di dalamnya
bahasa Indonesia.
4.1 ASPEK KATA
Setiapkataterdiriatasduaaspek, yaitubentukdanmakna. B
entuk
merupakan sesuatu yang dapat diinderai, dilihat, atau didengar.
Makna
merupakan sesuatu yang dapat menimbulkan reaksidalam pikira
n kita
karena rangsangan bentuk. Apabila ada seseorang berteriak B
anjir!,
dalampikirankitatimbulreaksikarenakita mengetahuiartikataters
ebut.
Karena itu, pikiran kita akanmenyatakan ada gerakan air deras,
besar,
danmeluassecaratiba–tiba. Jadi, yangdimaksudbentukadalah
semacam
kata banjir, sedangkan makna adalah reaksi yang timbul dalam p ikiran
kita. Reaksi tersebut tentu akan berbeda–beda pada setiap orang.
Hal ini
bergantungpadatingkatpemahamansetiaporang akanbentukdan
makna
suatukata.
Untuk memahami kata, kita harus mengetahui bentuk dan
makna
kata itu sekaligus. Pemahaman terhadap salah satu aspek saja
tidak
menjamin pemahamanterhadap kata. Seseorangyang mengetahuib
entuk
atau rupa suatubenda belum tentu mengetahui namanya. Demikia
n pula
halnya, seseorang yang mengetahui namanya saja belum tentu
mengetahuibentukataurupabendaitu.Jadi,pemahamanterhadapb
entuk
danmaknakatamerupakansyaratbagipemahamanterhadapkata.
4.2 PENGGUNAAN KATA
Sebagaimana dikemukakan, untuk dapat berbahasa dengan
baik,
benar, dancermat, kita harusmemperhatikanpemakaiankata dan k
aidah
BPDU-UniversitasWidyatama
30
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
bahasa yang berlaku pada bahasa yang kita gunakan. Misalny
a, kita
menggunakan bahasa Indonesia, maka yang harus kita perhatikan a
dalah
katadankaidahbahasaIndonesia.
Dalam penggunaan kata, selain harus memperhatikan
faktor
kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor d
kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaa
n kata
karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan in
i, kita
harus memperhatikanketepatankata yang mengandung gagasan ata
u ide
yang kitasampaikan, kemudiankesesuaiankatadengansituasibicar
adan
kondisipendengarataupembaca.
4.2.1 KetepatanPilihanKata
Bahasa sebagai alat komunikasi berfungsi untuk menyamp
aikan
gagasan atau ide pembicara kepada pendengar atau penulis
kepada
pembaca. Pendengarataupembacaakandapatmenerimagagasanata
uide
yang disampaikan pembicara atau penulis apabila pilihan kata
yang
mengandung gagasan dimaksud tepat. Pilihan kata yang tidak tepa
t dari
pembicara atau penulis dapat mengakibatkan gagasan atau ide
yang
disampaikannya tidak dapat diterima dengan baik oleh pendenga
r atau
pembaca. Olehkarenaitu, kitaperlumemperhatikanhal–hal
berikut: kata
bermakna denotatifdan konotatif, kata bersinonim, kata umumdan
kata
khusus, dankatayangmengalamiperubahanmakna.
4.2.1.1 KataBermaknaDenotatifdanBermaknaKonotatif
Makna denotatif adalah makna yang menunjukkan
adanya
hubungan konsep dengan kenyataan. Makna ini merupakan makna
yang
lugas, makna apa adanya. Makna ini bukan makna kiasan
atau
perumpamaan. Sebaliknya, makna konotatifatau asosiatif muncul
akibat
asosiasiperasaanataupengalamankitaterhadapapa yangdiucapkan
apa yang didengar. Makna konotatif dapat muncul di samping makna
denotatifsuatukata.
Dalam bahasa tulisan ragam ilmiah dan formal yang haru
s kita
gunakan adalah kata–kata denotatif agar keobjektifan bisa tercapa
i dan
mudahdipahamitanpa adanyaasosiasi. Hal iniperludiperhatikank
arena
apabila terdapat kata asosiatif, pemahaman pembaca atau pen
dengar
sangat subjektif dan berlainan. Kita bandingkan kata perempua
n dan
pandaidalamkalimatberikut. 1.a. Perempuan ituibusaya.
b. Ah,dasarperempuan.
BPDU-UniversitasWidyatama
31
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
2.a. Saudara sayatermasuk orangpandai dalam memotivasi orang
lain
untukberpikirpositif.
b. Karena keyakinannya, barang yang hilang itu ditanyakan k
epada
orangpandaiyangtinggaldisebuahkota.
4.2.1.2 KataBersinonim
Kata bersinonim adalah kata yang memiliki makna yang
sama
atauhampirsama. Banyakkatabersinonimyang berdenotasisama, t
etapi
konotasinya berbeda. Akibatnya, kata–kata yang bersinonim itu
dalam
pemakaiannya tidak sepenuhnya dapat saling menggantikan. Kata
–kata
mati, meninggal, wafat, gugur, mangkat, mampus, dan berp ulang
memilikimakna denotasiyangsama, yaitunyawa lepasdari raga,t
makna konotasinya berbeda. Relakah Saudara kepada orang yangs angat
Saudara hormati dan Saudara cintai mengatakan Dia telah m
ampus
kemarin, sebaliknya kepada binatang Saudara mengatakan Kambi ng itu
telahwafatkemarin.
Dengan contoh tadi jelaslah bagi kita bahwa kata dapat m
emiliki
kekhususan dalam pemakaiannya walaupun kata yang
digunakan
memilikimaknadenotasiyangsama.
4.2.1.3 KataBermaknaUmumdanBermaknaKhusus
Dalam bahasa sehari–hari kita sering mendengar atau me
mbaca
katayang bermaknakaburakibat kandunganmaknanyaterlalu luas.
Kata
seperti itu sering mengganggu kelancaran dalam berkomunikasi. K
arena
itu, agar komunikasi berlangsung dengan baik, kita harus dengance
rmat
menggunakan kata yang bermakna umum dan bermakna khusus s
ecara
tepat. Jika tidak, komunikasi terhambat dan kesalahpahaman mu
ngkin muncul.
Kata bermakna umum mencakup kata bermakna khusus.
Kata
bermaknaumumdapat menjadikatabermakna khususjikadibatasi.
Kata
bermaknaumumdigunakandalammengungkapkangagasanyangber
sifat
umum, sedangkan kata bermaknakhusus digunakan untuk menyat
akan
gagasanyangbersifatkhususatauterbatas.
1. Diamemilikikendaraan
2. Diamemilikimobil
3. Diamemilikisedan.
Kata sedan dirasakan lebih khusus daripada kata mobil. Kata
dalamkataberuntuninibinatang, binatangpeliharaan,kucing.
BPDU-UniversitasWidyatama
32
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
4.2.1.4 KatayangMengalamiPerubahanMakna
Sejarah perkembangan kehidupan manusia dapat memeng
aruhi
sejarahperkembangan makna kata. Dalam bahasa Indonesia, juga
dalam
bahasalain, terdapat katayang mengalamipenyempitanmakna, pel
uasan
makna,perubahanmakna.
Kata sarjana dan pendeta merupakan contoh kata yang
mengalami penyempitan makna. Kata sarjana semula digunakan
untuk
menyebutsemuacendekiawan. Kinikatatersebuthanyadigunakan
untuk
cendekiawanyang telahmenamatkanpendidikannya diperguruanti
nggi.
Kata pendeta semula memiliki arti orang yang berilmu, kini hanya
digunakanuntukmenyebutguru/pemimpinagamaKristen.
Kata berlayar, bapak, ibu, saudara, dan putra–putri merup akan
contoh kata yang mengalami peluasan makna. Kata berlayar se
mula
digunakan dengan makna bergerak di laut menggunakan perahu l
ayar.
Kini maknanya menjadi luas, yaitu bepergiandi atas laut, baik me
makai
perahulayarmaupunmemakaialat transportasilain.Katabapak,ibu
,dan
saudara semula hanya digunakan dalamhubungan kekerabatan. Kini
ketigakata tersebut digunakanjugauntuk menyebut ataumenyapao
rang
lain yang bukan keluarga, bukankerabat. Begitu pula halnyakata p
utra-putri. Semula kata ini hanya digunakan untuk menyebut anak raja. Kini
anaksiapapunberhakdanbolehdisebut putra–putri.
Demi ketepatan pilihan kata, kita pun harus
berhati–hati
menggunakan kata–kata yang berejaan mirip seperti kata bahwa,
bawa,
danbawah;gajidangajih;sangsidansanksi. Kitapunharus berhati –hati
menggunakan ungkapan tertentu seperti bercerita tentang, b
ukan
menceritakan tentang; sesuai dengan, bukan sesuai; bergantung pada
atau tergantung pada, bukan tergantung atau tergantung dari
(bandingkandengandependondanhangondalambahasaInggris).
4.2.2 KesesuaianPilihanKata
Kesesuaian pilihan kata berkaitan dengan
pertimbangan
pengungkapangagasanatauidedenganmemperhatikansituasibicar
adan
kondisipendengarataupembaca.Dalampembicaraanyangbersifat r
esmi
atau formal, kita harus menggunakan kata–kata baku. Sebaliknya,
pembicaraan tak resmi atau santai, kita tidak dituntut berbicar
a atau
menulisdenganmenggunakankata–katabakuuntukmenjaga
keakraban.
Faktor kepada siapa kita berbicara atau kita menulis
harus
diperhatikan agar kata–kata yang kita gunakan dapat dipahami m
ereka.
Pada saat kita berbicara dengan masyarakat awam, sebaikny
a kita
gunakankata–kata umum(popular); jangan kitagunakan kata–kata
yang
BPDU-UniversitasWidyatama
33
BahasaIndonesiadalamPenulisanKaryaIlmiah
bersifat ilmiah. Tujuan kita berbicara atau menulis tentu untuk dipa
hami
orang lain. Jadi, kalau kita gunakan kata–kata ilmiah, sedangkan
yang
kita ajak bicara tidak paham, tentu yang kita sampaikan tida
k ada
KataBaku KataTakbaku
pikir,paham
nasihat ijazah jadwal
kualitas,kuantitas,kuitansi
karier pasien imbau utang,isap beri dulu hakikat lewat mengapa senang fakir,faham nasihat ijasah jadual
kwalitas,kwantitas,kwitansi
gunanya, percuma. Sebaliknya, jika kita berbicara dengan golo ngan
intelektual, pejabat, atau para ahli di bidang tertentu, sebaiknya
kita
menggunakan kita menggunakan kata–kata yang lebih akrab de
ngan
mereka atau kata–katailmiah. Layak diingat bahwa yang termasuk
kata–
katailmiahbukanhanyakata–katayang berasaldaribahasaasing.
Dalam
bahasaIndonesiapunbanyaksekalikata–katailmiah.
Agar kesesuaian pilihan kata dapat kita capai, dalam berb
icara
ataumenuli