• Tidak ada hasil yang ditemukan

Eufemisme Dalam Bahasa Simalungun : Suatu Kajian Sosiolinguistik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Eufemisme Dalam Bahasa Simalungun : Suatu Kajian Sosiolinguistik"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Eufemisme Dalam Bahasa Simalungun : Suatu Kajian Sosiolinguistik

Anita Purba

Program Pasca Sarjana Program Studi Linguistik Universitas Sumatera Utara

Abstrak

Eufemisme adalah bentuk lain (alternatif) terhadap ungkapan-ungkapan yang tidak berkenan, menyinggung perasaan, menghina atau sesuatu yang tidak menyenangkan. Penelitian ini merupakan kajian sosiolingiustik tentang kata dan frasa Eufemisme dalam Bahasa Simalungun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif yaitu memberi gambaran/sifat dari kata dan frasa Eufemisme dalam Bahasa Simalungun. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, dokumentasi dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan kerangka berpikir Allan dan Burridge dalam pengelompokan tipe dan fungsi Eufemisme. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengidentifikasi kata dan frasa Eufemisme, 2) mendeskripsikan tipe kata dan frasa Eufemisme, 3) mendeskripsikan fungsi kata dan frasa Eufemisme dalam Bahasa Simalungun. Hasil penelitian ini mendeskripsikan adanya kata dan frasa Eufemisme Bahasa Simalungun dan terdapat beberapa tipe kata dan frasa Eufemisme Bahasa Simalungun yaitu: 1) ekspressi figurative 2)metafor 3) sirkumlokusi 4) klipping 5) Pelesapan 6) satu untuk satu substitusi 7) umum ke khusus 8) hiperbola 9) pernyatan yang tidak lengkap 10) Kolokial 11) remodel 12) Sebagian untuk keseluruhan. Adapun fungsi penggunaan kata dan frasa Eufemisme Bahasa Simalungun adalah sbb: 1. Fungsi sapaan terdiri dari : a) nama Tuhan. b) nama berdasarkan umur, gender, latar belakng sosial dan fungsi sosial. c) nama besan (laki-laki menyapa istri ipar laki-lakinya atau perempuan menyapa suami ipar perempuannya). d) nama parumaen (menantu perempuan). e) nama datu (dukun). f) nama mahluk yang tidak kelihatan. g) nama raja. h) nama tulang (paman) i) nama binatang buas. 2. Fungsi menghindari tabu yaitu : a) bagian tubuh b) organ seksual dan aktivitasnya c) benda yang dikeluarkan tubuh dan aktivitas mengeluarkannya d) penyakit tubuh atau mental dan cacat e) kematian f) sumpah serapah dan ejekan.

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi pertama adalah ketika ungkapan yang diutarakan oleh pembicara tersebut merupakan ungkapan yang saat itu dikatakan, dengan kata lain pembicara sama sekali

Pabng M a n merupakan bentuk simbd dalam penampiIan yang lain daripada yang dihasilkarmya, apa yang diungkapkan tidak lain adalah citra suatu perasaan, ungkapan rasa dalam

Penelitian selanjutnya oleh Ariyono (2014) dalam bentuk skripsi berjudul “Ciri - ciri Tuturan Bahasa Jawa pada Acara Pojok Kampung Di JTV ”. Penelitian tersebut berusaha

tentang sinonim dalam bahasa Jepang tidak hanya tentang toui hyougen seperti bentuk ~nakerebanaranai dan ~nakerebaikenai saja tapi meliputi ungkapan-ungkapan yang

AppeJ dan Muysken (1987:118), menyatakan campur kod berlaku apabila sesuatu perkataan atau frasa atau klausa bahasa atau dialek lain dicampurkan ke dalam ayat

Menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang berjudul Eufemisme dan Disfemisme dalam Rubrik Pethilan pada Majalah Panjebar Semangat (Kajian Bentuk, Fungsi, dan

Kalimat yang diucapkan dosen diatas menggambarkan bahwa walaupun hasil dari mahasiswa tidak sempurna, tetapi dosen tetap memberikan pujian dan berusaha menjaga

Data 11 Pada data di atas merupakan bentnuk ungkapan sarkasme hasil tindakan yaitu: kupingmu wi ancene budeg opo jamuren ungkapan tersebut memilki arti dalam Bahasa Indonesia yaitu: