• Tidak ada hasil yang ditemukan

Optimisasi Perikanan Purse Seine di Perairan Laut Sibolga Provinsi Sumatera Utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Optimisasi Perikanan Purse Seine di Perairan Laut Sibolga Provinsi Sumatera Utara"

Copied!
187
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Hasan Harahap
  • Pengajar:
    • Dr. Ir. Domu Simbolon, M.Si
    • Fis Purwangka, S.Pi, M.Si
  • Sekolah: Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Teknologi Kelautan
  • Topik: Optimisasi Perikanan Purse Seine di Perairan Laut Sibolga Provinsi Sumatera Utara
  • Tipe: tesis
  • Tahun: 2006
  • Kota: Bogor

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang pentingnya optimisasi perikanan purse seine di perairan laut Sibolga, Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini berfokus pada potensi sumberdaya ikan pelagis kecil yang belum dimanfaatkan secara optimal. Dengan memanfaatkan metode analisis yang tepat, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan. Selain itu, tujuan penelitian juga mencakup penentuan upaya penangkapan yang optimum untuk mencapai hasil tangkapan yang berkelanjutan.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan karakteristik usaha perikanan rakyat yang masih kecil dan sederhana, serta rendahnya produktivitas nelayan. Penelitian ini ditujukan untuk mengeksplorasi potensi perikanan di Sibolga, yang memiliki pelabuhan perikanan dan potensi ikan pelagis yang besar. Terdapat kebutuhan untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya ikan agar dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih baik bagi masyarakat.

1.2 Perumusan Masalah

Perumusan masalah menekankan pentingnya pengelolaan sumberdaya ikan pelagis kecil dengan cara yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jumlah armada penangkapan yang optimal agar tidak terjadi overfishing. Hal ini penting untuk memastikan bahwa kegiatan penangkapan ikan tetap menguntungkan sekaligus menjaga kelestarian sumberdaya ikan.

1.3 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian ini, termasuk analisis tingkat eksploitasi dan penggunaan model Gordon-Schaefer. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan alokasi alat tangkap dan analisis kelayakan finansial untuk memastikan bahwa usaha perikanan purse seine dapat dijalankan secara berkelanjutan dan menguntungkan.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat pemanfaatan sumberdaya ikan pelagis kecil secara optimum serta kelayakan usaha perikanan purse seine. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan nelayan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan, serta menjadi informasi bagi investor yang ingin berinvestasi di sektor perikanan.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Tinjauan pustaka mencakup teori-teori dan model-model yang relevan dengan penelitian ini, termasuk penjelasan tentang alat tangkap purse seine dan sumberdaya ikan pelagis. Model surplus produksi dan model bio-ekonomi juga dibahas untuk memberikan dasar analisis yang kuat dalam penelitian ini. Tinjauan pustaka ini penting untuk memahami konteks dan dasar teori dari penelitian yang dilakukan.

2.1 Purse Seine

Bagian ini menjelaskan tentang alat tangkap purse seine, termasuk jenis, desain, dan metode pengoperasiannya. Alat tangkap ini dianggap efektif untuk menangkap ikan pelagis, dan penjelasan mengenai karakteristik serta penggunaannya di perairan laut menjadi penting untuk memahami kontribusinya terhadap sektor perikanan.

2.2 Sumberdaya Ikan Pelagis

Sumberdaya ikan pelagis merupakan fokus utama penelitian ini. Penjelasan tentang keberadaan dan karakteristik ikan pelagis, serta faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi distribusi mereka, memberikan wawasan penting dalam memahami potensi perikanan di Sibolga.

2.3 Model Surplus Produksi

Model surplus produksi digunakan untuk menentukan tingkat upaya optimum dalam penangkapan ikan. Penjelasan mengenai Maximum Sustainable Yield (MSY) dan pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menghindari overfishing dan memastikan keberlangsungan sumberdaya ikan.

2.4 Model Bio-ekonomi

Model bio-ekonomi menggabungkan aspek biologi dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penjelasan tentang model Gordon-Schaefer dan bagaimana model ini digunakan untuk menganalisis kelayakan usaha perikanan memberikan dasar bagi analisis yang dilakukan dalam penelitian ini.

2.5 Analisis Investasi

Analisis investasi penting untuk menilai kelayakan finansial dari usaha perikanan. Penjelasan mengenai berbagai kriteria investasi seperti NPV, IRR, dan Net B/C membantu dalam mengukur potensi keuntungan dari investasi di sektor perikanan.

2.6 Optimisasi

Optimisasi merupakan proses pencarian hasil terbaik dalam pengelolaan sumberdaya perikanan. Penjelasan tentang teknik optimasi yang digunakan dalam penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana sumberdaya dapat dialokasikan secara efektif untuk mencapai hasil yang optimal.

2.7 Program Optimisasi

Program optimisasi, termasuk linear programming dan linear goal programming, digunakan untuk menentukan alokasi sumberdaya yang optimal. Penjelasan mengenai metode ini memberikan pemahaman tentang bagaimana analisis dilakukan untuk mencapai tujuan penelitian.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini meliputi survei dan observasi untuk mengumpulkan data yang diperlukan. Penjelasan tentang waktu dan tempat penelitian, serta sumber data yang digunakan, memberikan konteks yang jelas untuk analisis yang dilakukan. Metode ini penting untuk memastikan validitas dan reliabilitas data yang diperoleh.

3.1 Waktu dan Tempat

Bagian ini menjelaskan lokasi dan waktu penelitian yang dilakukan di perairan laut Sibolga. Penjelasan mengenai kondisi geografis dan sosial-ekonomi daerah memberikan konteks penting untuk hasil penelitian.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan, termasuk survei dan observasi, dijelaskan secara rinci. Penjelasan ini penting untuk memahami bagaimana data dikumpulkan dan analisis dilakukan.

3.3 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini mencakup data primer dan sekunder. Penjelasan mengenai jenis data yang dikumpulkan memberikan gambaran tentang kekuatan dan keterbatasan data yang digunakan dalam analisis.

3.4 Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan menggunakan berbagai metode statistik dan model matematis. Bagian ini menjelaskan langkah-langkah analisis yang dilakukan untuk mencapai hasil penelitian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan.

IV. KONDISI UMUM DAERAH PENELITIAN

Bagian ini memberikan gambaran umum mengenai kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi di daerah penelitian. Penjelasan mengenai letak geografis, unit penangkapan ikan, dan karakteristik nelayan memberikan konteks penting untuk memahami hasil penelitian.

4.1 Letak Geografis

Penjelasan mengenai letak geografis perairan laut Sibolga dan potensi perikanannya. Informasi ini penting untuk memahami konteks geografis yang mempengaruhi kegiatan perikanan di daerah tersebut.

4.2 Unit Penangkapan Ikan

Deskripsi mengenai unit penangkapan ikan yang digunakan oleh nelayan di Sibolga. Penjelasan ini mencakup jenis alat tangkap, karakteristik nelayan, dan armada perikanan yang ada di daerah tersebut.

V. HASIL PENELITIAN

Bagian ini menyajikan hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini, termasuk aspek teknis, biologi, dan ekonomi dari perikanan purse seine. Hasil penelitian ini memberikan wawasan yang berharga tentang potensi dan tantangan dalam pengelolaan sumberdaya ikan di Sibolga.

5.1 Aspek Teknis Perikanan Purse Seine

Analisis teknis mengenai penggunaan alat tangkap purse seine dan efektivitasnya dalam menangkap ikan pelagis. Penjelasan ini mencakup metode pengoperasian dan tantangan yang dihadapi oleh nelayan.

5.2 Aspek Biologi

Analisis mengenai aspek biologi dari ikan pelagis yang ditangkap, termasuk jenis-jenis ikan dan pola migrasi. Penjelasan ini penting untuk memahami dinamika populasi ikan di perairan laut Sibolga.

5.3 Aspek Bio-ekonomi

Analisis bio-ekonomi memberikan wawasan tentang hubungan antara aspek biologi dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Penjelasan ini mencakup potensi hasil tangkapan dan keuntungan yang dapat diperoleh.

5.4 Analisis Finansial

Analisis finansial dilakukan untuk menilai kelayakan usaha perikanan purse seine. Penjelasan mengenai kriteria investasi dan hasil analisis memberikan gambaran tentang potensi keuntungan dari usaha ini.

5.5 Alokasi Unit Penangkapan Purse Seine

Bagian ini membahas alokasi jumlah alat tangkap purse seine yang optimal untuk memanfaatkan sumberdaya ikan pelagis. Penjelasan ini penting untuk memastikan bahwa pengelolaan sumberdaya dilakukan secara berkelanjutan.

VI. PEMBAHASAN

Pembahasan mencakup analisis mendalam mengenai hasil penelitian dan implikasinya terhadap pengelolaan perikanan di Sibolga. Bagian ini memberikan konteks tambahan dan menjelaskan bagaimana hasil penelitian dapat diterapkan dalam praktik.

6.1 Aspek Teknis Perikanan Purse Seine

Pembahasan mengenai aspek teknis dari alat tangkap purse seine dan bagaimana hal ini mempengaruhi hasil tangkapan. Analisis ini penting untuk memahami efektivitas metode penangkapan yang digunakan.

6.2 Aspek Biologi

Pembahasan mengenai aspek biologi dari ikan pelagis dan bagaimana faktor-faktor lingkungan mempengaruhi keberadaan mereka. Penjelasan ini memberikan wawasan tentang keberlanjutan sumberdaya ikan.

6.3 Musim dan Daerah Penangkapan Ikan

Analisis mengenai musim dan lokasi yang paling efektif untuk penangkapan ikan pelagis. Pembahasan ini penting untuk merencanakan kegiatan penangkapan yang lebih efisien.

6.4 Aspek Bio-ekonomi

Pembahasan tentang hubungan antara aspek biologi dan ekonomi dalam pengelolaan sumberdaya ikan. Penjelasan ini membantu memahami bagaimana pengelolaan yang baik dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan.

6.5 Analisis Kelayakan Purse Seine

Pembahasan mengenai kelayakan usaha perikanan purse seine berdasarkan hasil analisis finansial. Penjelasan ini memberikan informasi penting bagi nelayan dan investor.

6.6 Alokasi Unit Penangkapan Ikan

Pembahasan mengenai alokasi unit penangkapan ikan yang optimal untuk memastikan keberlanjutan sumberdaya. Penjelasan ini penting untuk pengelolaan yang berkelanjutan.

VII. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dan saran memberikan ringkasan dari hasil penelitian dan rekomendasi untuk pengelolaan perikanan di Sibolga. Bagian ini menyoroti pentingnya pengelolaan yang berkelanjutan dan memberikan arahan untuk penelitian lebih lanjut.

7.1 Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan pentingnya optimisasi perikanan purse seine untuk meningkatkan hasil tangkapan dan kesejahteraan nelayan. Penelitian ini menunjukkan bahwa ada potensi besar yang dapat dimanfaatkan dengan pengelolaan yang tepat.

7.2 Saran

Saran-saran diberikan untuk pengelolaan yang lebih baik di masa depan, termasuk perlunya penelitian lebih lanjut dan kolaborasi antara nelayan dan pemerintah untuk mencapai hasil yang optimal.

Gambar

Tabel 1. Jenis-jenis ikan pelagis kecil dan ikan pelagis besar
Gambar 1. Kerangka pemikiran
Gambar 3. Jumlah dan jenis alat tangkap yang ada di Sibolga
Gambar 4. Jumlah nelayan tetap dan sambilan yang ada di Sibolga tahun 2000-2004.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keterkaitan antara dimensi alat tangkap dan Speed length ratio adalah bahwa keberhasilan pengoperasian alat tangkap pukat cincin (purse seine) ditentukan oleh

Komposisi Hasil Tangkapan Purse Seine Produksi perikanan laut menurut jenis ikan dengan menggunakan alat tangkap purse seine selama periode 2007-2012 mengalami

Berdasarkan hasil analisis aspek finansial dan analisis kelayakan usaha perikanan tangkap mini purse seine di Kabupaten Rembang (Desa Pandangan, Desa Karanganyar,

Tanggapan dari responden menunjukkan sebagai berikut : 1) sebanyak 80% nelayan pemilik Purse seine yang menjawab setuju dan 50% untuk ABK menjawab setuju dengan Program Dinas

Berbagai ukuran kapal perikanan pukat cincin ( purse seine ) dan jaring insang ( gill net ) yang beroperasi di daerah penangkapan ikan ( Fishing ground ) berpengaruh

Operasi penangkapan ikan dengan alat tangkap pukat cincin ( purse seine ).. yaitu melakukan pelingkaran jaring pada target tersebut dengan

Rincian Biaya Operasional Nelayan Pukat Cincicn (Purse Seine) Kapal 30 GT KM... Rincian Biaya Operasional Nelayan Jaring Insang (Gill Net) Kapal

Penelitian ini mengevaluasi pengaruh faktor-faktor produksi terhadap keberhasilan operasi penangkapan ikan purse seine di PPN