Perbanyakan Kelapa Hibrida (Cocos nucifera Linn.) Melalui Kultur In Vitro
Teks penuh
Dokumen terkait
(pengamatan mikroskpois) dan pengamatan kuantitatif yang meliputi Saat Inisisai Tunas, Persentase Eksplan Hidup, Persentase Kontaminasi, dan Persentase Eksplan Browning..
terhadap Terjadi interaksi antara zat pengatur tumbuh BAP dan NAA terhadap presentase warna eksplan coklat umur 20 dan 30 hari setelah tanam, persentase warna eksplan putih umur
Tahap ketiga adalah tahap pertunasan dengan perlakuan kombinasi Arginin (0 dan 25 ppm) dan jenis sitokinin (2iP, Kinetin, dan BAP) masing-masing 1 ppm. Media dasar memakai
Persentase eksplan stagnan 25% terdapat pada perlakuan media MS tanpa arang aktif dengan penambahan BAP 2 ppm, media MS tanpa arang aktif dengan penambahan air kelapa
Hasil penelitian untuk jumlah tunas menunjukkan bahwa eksplan pada media ½ MS dengan konsentrasi BAP 2,5 ppm mengalami peningkatan pada semua umur pengamatan dan
Hasil penelitian untuk jumlah tunas menunjukkan bahwa eksplan pada media ½ MS dengan konsentrasi BAP 2,5 ppm mengalami peningkatan pada semua umur pengamatan dan
Baik media dasar MS, Gamborg, maupun kombinasi pemberian BAP, atau kinetin dengan thidiazuron tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah tunas, dan jumlah daun
Kelapa kopyor merupakan salah satu kelapa yang spesifik di Indonesia, memiliki endosperm yang abnormal, yaitu sebagian besar endospermnya (daging buah) terlepas dari