• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DETERMINAN TABUNGAN DI INDONESIA.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS DETERMINAN TABUNGAN DI INDONESIA."

Copied!
34
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS DETERMINAN TABUNGAN DI INDONESIA

TESIS

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan Dalam Memperoleh Gelar Magister Sains

Program Studi Ilmu Ekonomi

Oleh :

MAYA SABIRINA PANGGABEAN NIM :8146161004

PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Maya Sabirina Panggabean. Analisis Determinan Tabungan di Indonesia. Tesis, Medan : Program Pascasarjana Universitas Negeri Medan, Mei 2016.

Tabungan merupakan salah satu kunci utama untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka panjang dan pendek. Salah satu masalah yang dihadapi negara sedang berkembang seperti indonesia adalah kurangnya modal untuk investasi. Sumber dana untuk pembangunan nasional salah satunya adalah tabungan nasional. Sehingga, mampu untuk menompang perekonomian dengan baik. Pada tahun 1998 indonesia mengalami krisis moneter, dari sektor perbankan kurangnya pengendalian, pengawasan dan kinerja perbankan yang kurang efisien. Sehingga menyebabkan tabungan mengalami penurunan. Dimana pemerintah perlu melakukan kebijakan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis faktor-faktor penentu yang mempengaruhi tabungan di Indonesia yang meliputi tingkat suku bunga nominal, produk domestik bruto riil dan tingkat inflasi. Dimana sangat berperan terhadap pertumbuhan tabungan di Indonesia. Data yang digunakan adalah data time series dari tahun 1990 hingga tahun 2014 dengan menggunakan Eviews 9.0. Penelitian empiris ini menggunakan pendekatan kointegrasi ARDL dan ECM untuk melihat jangka panjang dan pendek pada Tabungan di Indonesia. Dua model tersebut digunakan untuk diestimasi dalam hubungan antara jangka panjang dan pendek dalam makroekonomi Indonesia. Hasil penelitian ini menunjukkan dalam jangka panjang bahwa variabel tingkat suku bunga dan produk domestik bruto berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan dalam jangka panjang variabel inflasi berpengaruh negatif dan signifikan. Dalam jangka pendek variabel tingkat suku bunga berpengaruh negatif dan signifikan. Namun, variabel produk domestik bruto dan inflasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan. Dari hasil koefisien determinasi ( menunjukkan bahwa variabel yang diteliti dapat menjelaskan dalam jangka panjang dan pendek yaitu bahwa sebesar 94,24 persen dan 78,40 persen variasi perubahan variabel tabungan di Indonesia dapat dijelaskan oleh variabel tingkat suku bunga, produk domestik bruto dan tingkat inflasi. Sedangkan sisanya dalam jangka panjang dan pendek sebesar 5,76% dan 21,6% lainnya dijelaskan oleh variabel-variabel diluar model (yang tidak diteliti).

(6)

ABSTRACT

Maya Sabirina Panggabean. Analysis of The Determinant Savings in Indonesia. Thesis. Medan : Postgraduate School State University of Medan. Mey 2016.

Savings is one of the key to improve the economic growth good in the long run and short run. One of the problem the country was growing as Indonesia is a lack of capital to investment. The source of funding for the construction of national one of them is the national savings. So, be able to improve the economy well. On the 1998 indonesia crisis monetary, from the sector banking lack of the control, supervision and the performance of the banks of the less efficiently. Causing savings decreased. Where the government should do appropriate policy. This study purpose to showed and analysis of the determinant impact the Savings in Indonesia that nominal interest rate, gross domestic product riil and inflation rate. Where is a role against to the growth of savings in Indonesia. It was used time series data from 1990 to 2014 using Eviews 9.0. This paper empirically the use of the ARDL approach to cointegration and ECM for the analysis of short-run and long run relationship of the Savings in Indonesia. The two models were used to estimate the short-run and the long run relationships between selected Indonesia’s macroeconomic series. The results of this study showed in long run that the variable interest rate and gross domestic product had positive affection significantly. While the variable inflation rate in long run had negative affection significantly. In short run the variable interest rate had negative affection significantly. But, the variable gross domestic product and inflation had negative affection and insignificant. This result from determination coefficient (( the showed that variables explained in long rund and short run is 94,24 percent and 78,40 percent variation of change variables of determinant Savings in Indonesia the explained by variables interest rate, gross domestic product and inflation rate. While the rest is 5,76 percent and 21,6 percent was explained by variables out of models (which was not studied).

(7)

KATA PENGANTAR

Dengan kerendahan hati, penulis panjatkan puji dan syukur kepada Allah

SWT atas segala rahmat dan hidayahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan

penulisan tesis ini. Tesis ini ditulis untuk memenuhi sebahagian persyaratan

memperoleh gelar Magister Ekonomi Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi,

Universitas Negeri Medan. Tesis ini berjudul “Analisis Determinan Tabungan Di

Indonesia”. Sholawat dan salam tercurah atas pemimpin ummat, Rasulullah

Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan seluruh generasi setelahnya,

semoga kelak dihari perhitungan kita mendapat pengakuan serta pertolongan dari

beliau sebagai ummatnya. Aamiin ya robbal a’lamin.

Dalam penulisan ini, penulis menyadari tidak terlepas dari berbagai

kesulitan-kesulitan dalam menyelesaikannya. Namun berkat izin dari Allah SWT

dan bantuan dari semua pihak serta dengan usaha yang maksimal sesuai dengan

kemampuan penulis, akhirnya tesis ini dapat diselesaikan dengan baik atas

bantuan tersebut, pada kesempatan ini penulisan mengucapkan terimakasih

kepada:

1. Bapak Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd, Selaku Rektor Universitas Negeri

Medan.

2. Bapak Prof. Dr. Bornok Sinaga, M.Pd. selaku Direktur Program Pascasarjana

Universitas Negeri Medan.

3. Ibu Dr. Fitrawaty, M.Si selaku ketua Program Studi dan Bapak Dr. M. Fitri

Ramadhana, M.Si selaku Sekertaris Program Studi Ilmu Ekonomi

Pascasarjana Universitas Negeri Medan.

(8)

4. Bapak Dr. Dede Ruslan, M.Si. sebagai Pembimbing I dan Bapak Dr. Eko

Wahyu Nugrahadi, M.Si, sebagai Pembimbing II yang banyak memberikan

bimbingan dan saran-saran kepada saya sejak awal penelitian sampai dengan

selesainya Tesis ini. Semoga Allah membalas semua kebaikan hati dan selalu

diberikan nikmat rezeki dan kesehatan, aamiin.

5. Bapak dan ibu dosen Pasca Sarjana Jurusan Ilmu Ekonomi yang telah

mendidik saya, Terimakasih atas ilmu dan curahan kasih sayang kepada

penulis selama perkuliahan, semoga Allah membalas semua kebaikan bapak

dan ibu dosen.

6. Teristimewa kepada keluarga saya terutama kepada orangtua saya ayahanda

H. Syahrul Ardi Panggabean dan ibunda saya Hj. Nurhasanah Pane yang

telah memberikan kasih sayangnya serta dukungan baik moril maupun materi

selama perkuliahan hingga selesai, semoga Allah selalu memberi kesehatan

dan selalu dalam lindungan Allah. Amiin.

7. Teristimewa kepada kakanda dan adik saya yaitu Diana Novita Sari, Decy

Syahriana, Nova Andriana, dan adik saya Syahfitri Handayana yang telah

memberikan kasih sayangnya serta dukungan motivasi selama perkuliahan

hingga selesai, semoga Allah selalu memberi kesehatan dan selalu dalam

lindungan Allah. Amiin.

8. Teristimewa saya ucapkan kepada Suami saya Syahru Aulia Ramadhan

Tanjung yang telah memberikan kasih sayangnya serta dukungan motivasi

selama perkuliahan hingga selesai, semoga Allah selalu memberi kesehatan

dan selalu dalam lindungan Allah. Amiin.

(9)

9. Dan saya ucapkan terima kasih kepada sahabat dan teman sekelas dan

seperjuangan saya dan terkhusus sahabat saya Cristmas Sihombing, kak tetty,

kak silvi, bang alam, kak kiki, dan bang roni pranata. Semoga Allah selalu

memberikan kesehatan dan selalu dalam lindungan Allah. Aamiin.

Penulis menyadari masih banyak kesalahan baik dari isi maupun tata

bahasa. Untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat

membangun dari pembaca demi kesempurnaan tesis ini. Semoga tesis ini dapat

bermanfaat bagi penulis dan para pembaca, akhir kata penulis mengucapkan

terima kasih.

Medan, Agustus 2016

Penulis

Maya Sabirina Panggabean

NIM. 814 6161 004

(10)

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL ... viii

DAFTAR GAMBAR... ix

DAFTAR LAMPIRAN ... x

BAB I PENDAHULUAN... 1

1.1.Latar Belakang ... 1

1.2.Perumusan Masalah ... 9

1.3.Tujuan Penelitian ... 9

1.4.Manfaat Penelitian ... 9

BAB II TINJAUAN PUSTAKA... 11

2.1. Landasan Teori ... 11

2.1.1. Teori Klasik Mengenai Tabungan... 14

2.1.2. Definisi Tabungan... 15

2.1.3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan ... 17

2.2. Pertumbuhan Ekonomi... 19

2.2.1. Teori Harrod Domar Mengenai Pertumbuhan Ekonomi ... 20

2.2.2. Faktor-Faktor Pertumbuhan Ekonomi ... 21

2.3. Tingkat Suku Bunga (Interest Rate) ...22

2.3.1. Fungsi Suku Bunga Menurut Sunariyah ... 24

2.3.2. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga... 25

2.4. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)... 27

2.5. Tabungan Dan Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)... 30

2.6. Tabungan Dan Tingkat Suku Bunga ... 31

2.7. Tabungan Dan Tingkat Inflasi ... 32

2.8. Penelitian Terdahulu... 33

2.9. Kerangka Pikir Penelitian ... 40

2.10. Hipotesis Penelitian ... 42

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 43

3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian ... 43

3.2. Jenis dan Sumber Data ... 43

3.3. Teknik Pengumpulan Data... 43

3.4. Metode Penelitian 44 3.5. Teknik Analisis Data... 45

3.5.1. ARDL dan ECM... 45

3.5.2. Pengujian Stasioneritas... 48

3.5.3. Penentuan Panjang Lag Optimal (Lag-Length)... 49

3.5.4. Pengujian Kointegrasi ... 49

3.5.4.1. Pendekatan Uji Kointegrasi ARDL ... 50

3.5.4.2. Uji Kointegrasi Johansen... 51

(11)

3.5.4.3. Uji Stablilitas... 51

3.6.Operasional Variabel... 52

3.6.1. Tabungan di Indonesia ... 52

3.6.2. PDB (Gross Domestic Product)... 52

3.6.3. Tingkat Suku Bunga Nominal (Nominal Interest Rate)... 52

3.6.4. Tingkat Inflasi (Inflation Rate)... 53

3.7.Uji Kesesuaian ... 53

3.7.1. Analisis Koefisien Determinasi (R2 )... 53

3.7.2. Uji Parsial Statistik (T-Test)...53

3.7.3. Uji Serempak Statistik (F-Test) ...54

3.8.Pelanggaran Asumsi Klasik ... 55

3.8.1. Uji Normalitas ... 55

3.8.2. Uji Multikolinieritas ... 56

3.8.3. Uji Autokorelasi ... 56

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 58

4.1. Hasil Penelitian ... 58

4.1.1. Perkembangan Tabungan di Indonesia ... 58

4.1.2. Perkembangan Produk Domestik Bruto... 61

4.1.3. Perkembangan Tingkat Inflasi ... 63

4.1.4. Perkembangan Tingkat Suku Bunga... 66

4.1.5. Hasil Pengujian Stasioneritas Data (Hasil Uji Akar Unit) ... 68

4.1.6. Panjang Lag-Length Optimal... 70

4.1.7. Pengujian Kointegrasi ... 71

4.1.7.1. Uji Bound ARDL Untuk Uji F-Statistik………..71

4.1.7.2. Uji Kointegrasi Johansen……….72

4.1.8. Uji Stabilitas………...73

4.1.9. Hasil Pengujian ARDL Dan Interpretasi………...73

4.1.10. Hasil Pengujian ECM Dan Interpretasi……….77

4.1.11. Hasil Pengujian Asumsi Ekonometrika……….79

4.1.10.1. Hasil Uji Normalitas……….79

4.1.10.2. Hasil Uji Multikolinearitas………...80

4.1.10.3. Hasil Uji Autokrelasi………81

4.1.11. Hasil Pengujian Hipotesis………..83

4.1.11.1. Hasil Pengujian Hipotesis Secara Partial (Uji T) ... 83

4.1.11.2. Hasil Pengujian Serempak Statistik (Uji F)... 83

4.1.11.3. Hasil Pengujian Ketepatan Perkiraan ... 84

4.2. Pembahasan Penelitian... 84

4.2.1. Variabel Produk Domestik Bruto Riil (PDB Riil)…………..85

4.2.2. Variabel Tingkat Suku Bunga (r)………86

4.2.3. Variabel Tingkat Inflasi (inf)………..88

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN……… 91

5.1. Kesimpulan ... 91

5.2. Saran... 93

DAFTAR PUSTAKA ... 94

LAMPIRAN... 101

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.5. Hasil Uji Unit Root Stationeritas (Uji ADF & Philip Pheron)……..68

Tabel 4.6 Hasil Penentuan Lag-length Optimal ... 70

Tabel 4.7 Hasil Uji F-Statistic Kointegrasi ARDL (Nilai Critic Bound 5%) ... 71

Tabel 4.8 Hasil Uji Kointegrasi Johansen………... 73

Tabel 4.9. Hasil Estimasi ARDL Koefisien Jangka Panjang ... 73

Tabel 4.10 Hasil Estimasi Jangka Pendek ECM ... 75

Tabel 4.11 Nilai Matrix Korelasi Variabel Bebas (Correlation Matrix) ...80

Tabel 4.12 Nilai VIF dari Korelasi Variabel-variabel Bebas... 81

Tabel 4.13 Uji Korelasi Correlogram Dan Q-Stat ... 81

Tabel 4.14 Hasil Estimasi Uji Korelasi Serial (LM Test)... 82

(13)

DAFTAR GAMBAR

Perkembangan Pertumbuhan Tabungan Di Indonesia Tahun 1997-2014……….. Perkembangan Tingkat BI Rate Dan Tingkat Inflasi Terhadap Tabungan Di Indonesia Tahun 2005-2014………... Perkembangan PDB Riil Terhadap Tabungan Di Indonesia Tahun 2006-2014………... Kerangka Pikir Penelitian Analisis Determinan Tabungan di Indonesia………... Perkembangan Tabungan Di Indonesia Tahun 1990-2014………... Perkembangan PDB Riil Di Indonesia Tahun 1990-2014………. Perkembangan Tingkat Inflasi Tahun 1990-2014………... Perkembangan Tingkat Suku Bunga Tahun 1990-2014………... Hasil Uji Stabilitas dengan menggunakan CUSUM………. Hasil Uji Stabilitas dengan menggunakan CUSUMSQ……

(14)

DAFTAR LAMPIRAN

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tabungan memiliki peranan penting dalam membentuk dan mendorong

pertumbuhan ekonomi baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Tabungan merupakan indikator penting dalam meningkatkan pertumbuhan

ekonomi dan salah satu kunci utama dalam mengembangkan modal, stabilitas

ekonomi, dan pertumbuhan ekonomi baik pada masa lalu, sekarang dan masa

depan suatu Negara. Tabungan yang tinggi menunjukkan suatu Negara memiliki

dana yang berpeluang untuk investasi dan dapat meningkatkan pertumbuhan

ekonomi.

Menurut Romer (1986) pertumbuhan ekonomi tergantung pada perubahan

teknologi, modal, dan tabungan agregat. Jika Negara-negara berkembang ingin

meningkatkan tingkat pertumbuhan ekonomi, maka perlu dilakukan menabung

dan berinvestasi dengan jumlah yang tinggi dari pendapatan nasional. Peningkatan

tabungan dapat meningkatkan pembentukan modal dan kegiatan produksi yang

akan menciptakan lapangan kerja dan dapat mengurangi hutang luar negeri.

Tingkat tabungan yang rendah akan membuat tingkat pertumbuhan ekonomi

rendah, karena model Harrod Domar menunjukkan bahwa tabungan merupakan

faktor penting untuk pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, tabungan domestik

akan menjadi salah satu prioritas sebagai sumber investasi untuk mengurangi

kerantanan terhadap fluktuasi ekonomi internasional.

(16)

Perkembangan tabungan ini dipengaruhi oleh peningkatan pendapatan

nasional atau pendapatan perkapita masyarakat. Teori Keynes menyatakan

pendapatan yang lebih tinggi menyebabkan konsumsi yang lebih tinggi dan juga

tabungan yang lebih tinggi. Tabungan adalah bagian dari pendapatan yang tidak

dikonsumsikan. Sehingga di simpan dan akan digunakan di masa yang akan

datang. Pendapatan merupakan faktor utama yang terpenting untuk menentukan

konsumsi dan tabungan. Masyarakat yang tidak mampu akan membelanjakan

sebagian besar bahkan seluruh pendapatannya untuk keperluan hidupnya.

Sebaliknya, masyarakat yang berpendapatan tinggi akan melakukan tabungan

lebih besar dari pada masyarakat yang berpendapatan rendah. Dengan pendapatan

yang rendah masyarakat akan sulit untuk menabung atau menyimpan uangnya.

Dimana dengan pendapatan yang rendah masyarakat akan lebih mengutamakan

kebutuhan sehari-hari dibanding menabung sehingga kebutuhan hidup akan

tercukupi. Bahkan adapun masyarakat yang tidak dapat untuk memenuhi

kebutuhan hidup sehari-hari. Namun, sebaliknya dengan masyarakat yang

memiliki pendapatan yang tinggi akan mampu memenuhi kebutuhan hidup

sehari-hari dan mampu untuk menyisihkan keuangannya atau sisa dari pendapatan yang

dikonsumsi untuk menabung.

Menabung terjadi ketika konsumsi masyarakat kurang dari pendapatan

mereka. Sehingga masyarakat tersebut dapat mengkonsumsi lebih banyak di masa

depan. Selain itu, Keputusan menabung juga tergantung pada pendapatan

nasional, tingkat suku bunga dan tingkat inflasi dan faktor lainnya seperti potensi

kebiasaan masyarakat, preferensi untuk belanja sekarang (pengeluran) atau

menunda konsumsi. Sehingga masyarakat tersebut dapat mengkonsumsi yang

(17)

lebih besar di masa mendatang. Dalam rangka mendorong tabungan, kebijakan

pemerintah juga harus fokus dalam memberikan insentif lebih dan memberikan

kesempatan untuk menabung dengan menawarkan berbagai instrument.

Pertumbuhan Tabungan di Indonesia

Sumber : BPS, Data diolah

Gambar 1.1. Perkembangan Pertumbuhan Tabungan di Indonesia Tahun 1997-2014

Tingkat tabungan di Indonesia mengalami peningkatan yang cukup

signifikan secara terus-menerus dari tahun ke tahun. Pada periode awal tahun

1990 hingga 1997 menunjukkan bahwa tingkat tabungan mengalami peningkatan

atau arah yang positif dimana mengalami peningkatan setiap tahun. Namun, jika

di lihat berdasarkan pertumbuhan Tabungan mengalami fluktuasi yang cukup

siginifikan hingga mencapai puncaknya pada tahun 1998. Pada tahun 1990 hingga

1992 dengan jumlah nominal sebesar Rp. 9.661 dan Rp. 25.469 Milliar dengan

tingkat 85,3 dan 63,8 persen mengalami penurunan. Pada tahun 1994 hingga 1996

dengan jumlah nominal sebesar Rp. 40.319 dan Rp. 61.566 Milliar dengan

(18)

persentase 13,2 dan 30,4 persen mengalami peningkatan. Namun,pada tahun 1997

hingga 1998 menunjukkan perubahan arah dimana tingkat tabungan mengalami

penurunan yang cukup signifikan. Penurunan ini berlanjut sampai tahun 2005

sebesar Rp. 281.756 Milliar dengan persentase -5.0. Fenomena ini terjadi

dikarenakan resesi yang di alami Indonesia. Indonesia mengalami resesi tajam

pada tahun 1998 selama krisis keuangan asia yang juga melanda Negara lainnya

di seluruh wilayah termasuk Malaysia dan Thailand.

Pada tahun 2006, Indonesia berhasil menghindari resesi dan tabungan

mulai menunjukkan peningkatan pada arah perubahan yang positif sehingga mulai

kembali pulih dari resesi yang di alami sebelumnya. Namun pada tahun 2014,

Indonesia kembali mengalami penurunan yaitu tabungan tidak mengalami

peningkatan yang cukup baik seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2014

tabungan berdasarkan jumlah nominal naik, namun jika di lihat berdasarkan sisi

pertumbuhan mengalami penurunan dari tahun 2013 ke 2014, dari jumlah

persentase 12,6 turun menjadi 6,2 persen. Sehingga berdasarkan penjelasan diatas

tabungan di Indonesia dapat di katakan sangat lemah.

Shee Kah Keat, dkk (2015) menyatakan dalam hal kebijakan moneter,

kebijakan moneter ekspansif yang menurunkan suku bunga dapat mempengaruhi

tekanan inflasi dan inflasi yang lebih tinggi akan meningkatkan tabungan di

indonesia. Sehingga masyarakat akan menyimpan lebih banyak ketika mereka

mengantisipasi ketidakpastian yang terjadi pada pendapatan yang di miliki.

(19)

Sumber : BPS, Data diolah

Gambar 1.2. Perkembangan BI Rate dan Tingkat Inflasi Terhadap Tabungan di Indonesia Tahun 2005 – 2014

Gambar 1.2. menunjukkan bahwasannya tingkat suku bunga dan inflasi

memiliki keterkaitan yang sangat erat terhadap tabungan di Indonesia. Tabungan

di Indonesia dalam bentuk nominal (Milliar) mengalami peningkatan yang cukup

signifikan dari tahun 2005 sampai 2014 sebesar Rp. 281.756 Milliar sampai Rp.

1.298.326 Milliar. Namun, jika dilihat dari Gambar 1.1. tabungan Indonesia dalam

bentuk persentase mengalami penurunan pada tahun 2014 sebesar 6.2 persen.

Berdasarkan data diatas, tabungan di Indonesia dalam bentuk nominal

(Milliar) pada tahun 2006 mengalami peningkatan sebesar Rp. 334.380 Milliar,

dimana tingkat suku bunga dan inflasi mengalami penurunan sebesar 9.75 dan

6.60 dan begitu juga pada tahun 2007 tingkat suku bunga dan tingkat inflasi

mengalami penurunan. Namun, dilihat secara nominal tabungan mengalami

peningkatan yanmg cukup signifikan dari tahun ke tahun hingga tahun 2014

mencapai sebesar Rp. 1.298.326 Milliar dan dimana inflasi mengalami penurunan

dari 8.38 persen menjadi 8.36 persen. Sebaliknya, tingkat suku bunga mengalami

(20)

peningkatan dari 5.75 persen menjadi 7.5 persen. Berdasarkan teori klasik dimana

tingkat suku bunga juga memiliki hubungan yang sangat penting dalam

meningkatkan tabungan. Dimana, jika suku bunga mengalami kenaikan atau

peningkatan maka tabungan juga akan meningkat begitu juga sebaliknya. pada

tahun 1998 tabungan mengalami penurunan sebesar 1.9 persen. Dimana, tingkat

suku bunga mengalami peningkatan sebesar 35.52 persen. dan pada tahun 1998,

Indonesia mengalami depresi berat dikarenakan inflasi. Sehingga, akan

mempengaruhi tingkat tabungan yang mengalami penurunan. Begitu juga dilihat

dengan berdasarkan laju pertumbuhan mengalami penurunan sebesar -13.1

persen.

Shee Kah Keat, dkk (2015) menyatakan bahwasannya kebijakan

pemerintah yang dapat mengurangi ketimpangan pendapatan dalam Negara

tersebut juga dapat meningkatkan tabungan nasional. Karena ketimpangan

pendapatan yang lebih rendah berarti masyarakat sedikit memiliki kesempatan

untuk menabung. Dengan meningkatnya pendapatan nasional menunjukkan

bahwasannya pertumbuhan ekonomi lebih baik dan tabungan nasional akan

meningkat. Dengan pendapatan nasional yang lebih tinggi, akan meningkatkan

produktivitas dan pertumbuhan ekonomi yang mana akan meningkatkan dan

tabungan di Indonesia akan lebih baik.

(21)

Sumber : BPS, BI, Data diolah

Gambar 1.3. Perkembangan PDB Riil Terhadap Tabungan di Indonesia Tahun 2006 – 2014

Gambar 1.3. menunjukkan bahwasannya pertumbuhan ekonomi dilihat

dari PDB meningkat cukup signifikan dan memiliki keterkaitan yang sangat erat

terhadap tabungan di Indonesia. Dimana menurut Teori Keynes menyatakan jika

pendapatan suatu negara mengalami peningkatan maka tabungan juga akan

meningkat, karena salah satu naik ataupun turunnya suatu tabungan di dukung

dengan besarnya pendapatan nasional ataupun pendapatan masyarakat. Pada tahun

2006 hingga tahun 2014 pertumbuhan ekonomi dan tabungan mengalami

peningkatan yang cukup signifikan dan dapat terlihat pada gambar tersebut diatas.

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa masih lemahnya masyarakat

Indonesia untuk menabung. Obadan dan Odusola (2001) menegaskan bahwa

rendahnya tingkat tabungan di Negara berkembang di picu oleh tingginya tingkat

kemiskinan dan rendahnya tingkat pendapatan, dan selain dari pada tabungan juga

(22)

mencerminkan pasar modal yang terbelakang, tingkat konsumsi yang berlebihan

dan lingkungan stabilitas ekonomi yang kurang menguntungkan di tandai dengan

pengangguran yang tinggi dan inflasi.

Dari penjelasan di atas, dengan meningkatnya tabungan di Indonesia akan

mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia, sehingga kebijakan ekonomi

mampu meningkatkan tabungan nasional untuk menyediakan semua dana yang

dibutuhkan untuk berinvestasi di berbagai sektor ekonomi Indonesia, untuk

menjadikannya salah satu dari dua puluh ekonomi terbesar di dunia pada tahun

2030. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembelajaran relevan mengenai perilaku

tabungan di Indonesia dan mengidentifikasi kebijakan yang dapat di sesuaikan

oleh para pembuat kebijakan untuk mendorong dan secara tidak langsung

meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Dan sebagian sumber pembiayaan dalam

negeri salah satunya berasal dari tabungan. Adapun pemikiran yang kuat bahwa

peningkatan pendapatan akan meningkatkan tabungan. Namun, pada pendapatan

yang tinggi akan meningkatkan pengeluaran yang tinggi pula. Dan isu ini juga

sangat menarik untuk di analisis sehingga dapat memahami perilaku tabungan di

Indonesia.

Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor penentu

tabungan nasional di Indonesia dan untuk itu penulis mengambil judul “ Analisis

Determinan Tabungan di Indonesia”. Penelitian ini menggunakan pendekatan Uji - ARDL dan Error Correction Model dengan menggunakan data tahunan

sekunder untuk periode 1990-2014.

(23)

1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka dapat dirumuskan masalah

sebagai berikut :

1. Seberapa besar pengaruh produk domestik bruto riil, tingkat suku bunga dan

tingkat inflasi terhadap tabungan di Indonesia.

2. Bagaimanakah pengaruh produk domestik bruto riil, tingkat suku bunga dan

tingkat inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap tabungan di

Indonesia.

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan :

1. Untuk mengetahui besarnya pengaruh produk domestik bruto riil, tingkat suku

bunga dan tingkat inflasi terhadap tabungan di Indonesia.

2. Untuk menganalisis pengaruh produk domestik bruto riil, tingkat suku bunga

dan tingkat inflasi dalam jangka pendek dan jangka panjang terhadap

tabungan di Indonesia

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat berupa :

1. Sebagai bahan masukan bagi pemerintah dan pihak terkait lainnya sebagai

pengambil keputusan untuk dapat membuat kebijakan yang tepat dalam

perekonomian.

2. Memberikan tambahan pengetahuan bagi penulis tentang kondisi tabungan di

indonesia khususnya dan sebagai bahan referensi bagi pihak-pihak lain yang

(24)

berniat untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang masalah ini secara

lebih luas dan mendalam.

3. Memperkaya penelitian, khususnya tentang analisis determinan tabungan di

indonesia, serta dapat digunakan sebagai pembanding untuk penelitian

selanjtnya, baik dalam model, cara analisis maupun hasilnya.

4. Memberikan informasi sebagai dasar pertimbangan, pendukung, dan

sumbangan pemikiran pada perencana dan pengambil keputusan dalam

usaha memobilisasi tabungan yang berkaitan dengan analisis determinan

tabungan di indonesia.

(25)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil regresi model Autoregressive Distributed Lag Model

(ARDL) untuk jangka panjang dan Error Correction Model (ECM) mengenai

pengaruh dari variabel-variabel independen seperti Tingkat Suku Bunga, Produk

Domestic Bruto dan Inflasi Terhadap variabel dependen Tabungan di Indonesia.

Maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Besar pengaruh dari variabel-variabel independen makro ekonomi

terhadap variabel dependen tabungan, diperoleh nilai koefisien determinasi

(R-Square) dalam jangka panjang yaitu sebesar 0.960287 atau sebesar

(96,03 ) dan dalam jangka pendek di peroleh nilai koefisien determinasi

(R-Square) dalam jangka pendek yaitu sebesar 0.804089 atau sebesar

(80.41%), sehingga dalam jangka panjang dan pendek yaitu bahwa sebesar

94,02% dan 78,64% variasi perubahan variabel tabungan di Indonesia

dapat dijelaskan oleh variabel tingkat suku bunga, produk domestik bruto

dan tingkat inflasi. Sedangkan sisanya dalam jangka panjang dan pendek

sebesar 9,04% dan 9.20% lainnya dijelaskan oleh variabel-variabel diluar

model (yang tidak diteliti).

2. Dari beberapa variabel bebas yang dicoba dan dimasukkan dalam

persamaan tabungan di Indonesia dengan menggunakan model

Autoregressive Distributed Lag Model (ARDL) untuk jangka panjang dan

Error Correction Model (ECM) untuk jangka pendek yaitu variabel

tingkat suku bunga, produk domestik bruto dan inflasi. Dalam jangka

(26)

panjang terdapat 2 (dua) variabel yang signifikan yakni Produk domestik

bruto riil dan tingkat inflasi. Sedangkan dalam jangka pendek terdapat 1

(satu) variabel yang signifikan yakni produk domestic bruto riil. Dengan

demikian, hanya variabel produk domestic bruto riil yang signifikan baik

dalam jangka panjang dan pendek. Sehubungan hanya 1 (satu) variabel

bebas yang signifikan baik dalam jangka panjang maupun pendek, maka

dapat simpulkan bahwa variabel produk domestic bruto riil dalam jangka

panjang dan jangka pendek merupakan faktor penentu utama yang

mempengaruhi masyarakat untuk menabung atau tidak. Variabel-variabel

independen seperti Produk Domestic Bruto Riil dan Tingkat Inflasi

Terhadap variabel dependen Tabungan di Indonesia dalam jangka panjang

mempunyai pengaruh secara signfikan terhadap variabel dependen

Tabungan. Sedangkan dalam jangka pendek variabel produk domestic

bruto riil adanya pengaruh yang positif dan signifikan dan untuk variabel

bebas lainnya seperti variabel tingkat suku bunga dan tingkat inflasi tidak

berpengaruh signifikan.

3. Sesuai pada teori houthakker yang memberikan hasil dan pengaruh yang

sangat penting pembagian pendapatan atas tingkah laku tabungan.

Bahwasannnya parameter fungsi tabungan dalam jangka panjang lebih

kecil dari parameter fungsi tabungan jangka pendek. Sehingga hasil

penelitian terbukti dan sesuai pada teori tersebut.

(27)

5.2. Saran

Adapun beberapa saran yang akan diberikan sebagai berikut :

1. Pemerintah dan juga masyarakat harus mampu untuk dapat saling menjaga

stabilitas makro ekonomi sehingga dapat meningkatkan tabungan di

Indonesia. Hal ini dapat dilihat dengan memperhatikan PDB Riil, tingkat

suku bunga, dan tingkat Inflasi yang terjadi di indonesia. Karena variabel

tersebut sangat penting dalam mempengaruhi tabungan di Indonesia.

2. Peneliti menyarankan untuk penelitian mendatang diharapkan peneliti

berikutnya dapat menggunakan data primer atau data riil yang terjadi di

dalam masyarakat sekitar dengan maksud untuk mengetahui secara pasti

hal apa saja yang sangat mempengaruhi atau memiliki pengaruh yang kuat

terhadap tabungan di Indonesia.

3. Peneliti menyarankan agar peneliti selanjutnya dapat memperluas objek

penelitian dengan menambah variabel-variabel yang berkaitan dengan

tabungan di Indonesia dan yang belum tercakup di dalam penelitian ini.

(28)

DAFTAR PUSTAKA

Ahmad Khan, H.H. & Abdullah, H. 2010. Saving Determinants in Malaysia. Journal Economi Malaysia, 44, 23-34. Retrieved March 3

Ahmad, K. and Mahmood, H. 2013. Macroeconomic Determinants of National Savings Revisited: A Small Open Economy of Pakistan. World Applied Sciences Journal, 21(1),49-57.

Ahmad, Mehboob and Asghar, Tasneem. 2004. Estimation of Saving Behaviour in Pakistan Using Micro Data. The Lahore Journal of Economics, Vol.9, No.2. Pakistan

Ahmad, Mohsin Hasnain, Dkk. 2006. The Impact Of Demography, Growth And Public Policy On Household Saving: A Case Study Of Pakistan. Asia-Pacific Development Journal. Vol. 13, No. 2, December 2006.

Alimi, R. Santos. Ardl Bounds Testing Approach To Cointegration: A Re-Examination Of Augmented Fisher Hypothesis In An Open Economy. Asian Journal Of Economic Modelling, 2014, 2(2): 103-114. Economics Department, Adekunle Ajasin University, Akungba-Akoko, Ondo State, Nigeria. 2014.

Aristyanti, Dita Putri. 2015. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Di Indonesia Periode Oktober 2012 – Maret 2015. Feb Uin Syarif Hidayatullah. Jakarta

Athukorala, P. & Sen, K. 2004. The determinants of private saving in India. World Development 32(3): 491-503.

Athukorala, P & Tsai, P. 2003. Determinants of Household Saving in Taiwan:

Growth, Demography and Public Policy. Journal of Development

Studies, vol. 39, no. 5, pp. 65-88.

Best, John W. (1982). Metodologi Penelitian Pendidikan, Disunting oleh Sanafiah Faisal dan Mulyadi Guntur Waseso, Surabaya. Usaha Nasional

Browning, Martin, and Thomas F. Crossley. 2001. "The Life-Cycle Model of Consumption and Saving." Journal of Economic Perspectives, 15(3): 3-22.

Davidson, Russell and MacKinnon, James G. “ Inflation and Savings Rate”. QED (Queen’s Economics Department) 94 University Avenue Kingston, Ontario, Canada, K7L3N6.

Duasa, Jarita. 2007. “Determinants of Malaysian Trade Balance : An ARDL Bound Testing Approach. Journal of Economic Cooperation, 28, 3, 21-4c

(29)

DR. Ekananda, Mahyus, M.M., M.SE. 2015. Ekonometrika Dasar Untuk Penelitian Dibidang Ekonomi, Sosial dan Bisnis. Jakarta. Mitra Wacana Media.

Dr. El-Seoud, Mohamed Sayed Abou. 2014. The Effect Of Interest Rate, Inflation Rate And Gdp On National Savings Rate. University of Bahrain, Collage of Business Administration, Department of Economics and Finance, Kingdom of Bahrain.G.J.C.M.P.,Vol.3(3):1-7, ISSN: 2319 – 7285

DR. Ogbokor, Ayetuoma Cyril and Mr. Samahiya, Muine Obrein. 2014. A Time Series Analysis of the determinants of Savings in Namibia. Journal of Economics and Sustainable Development. Vol.5, No.8, 2014

Edwards, S. 1996. Why are Latin America’s saving rates so low? An international comparative analysis. Journal of Development Economics 51: 5-44. Amerika Latin

Ewetan, Olabanji. O. PhD, Donald N. PhD, and Ese Urhie.PhD. Financial Sector Development and Domestic Savings in Nigeria: A Bounds Testing Co-Integration Approach. International Journal of Research in Humanities and Social Studies Volume 2. University Nigeria

F, Modigliani and R, Brumberg. 2005. Utility Analysis and Consumption Function: An Interpretation of Cross Section Data, vol. 6 of The Collected Papers of Franco Modigliani, MIT Press, Boston, Mass, USA.

Friedman, M. 1957. A Theory of the Consumption Function. Princeton: Princeton University Press for NBER

Fry, M.J. 1980. Saving, investment, growth and the cost of financial repression. World Development 8: 317-327.

Fry, M. 1995. Money, Interest and Banking in Economic Development, 2nd edition. London: Johns Hopkins Press Ltd.

Gale, W. G. & Orszag, P. R. 2004. Budget deficits, national saving, and interest rates. Brookings Papers on Economic Activity 2: 101-187.

Giovannini, A., 1983, “The Interest Elasticity of Saving in Developing Countries; The Existing Evidences” World Development, 11 (7). 890 – 951.

Gujarati, Damodar N and Porter, Dawn C. 2003. Dasar-dasar Ekonometrika. Jilid 1. Mc Graw Hill, Salemba Empat. Jakarta.

Gujarati, Damodar N and Porter, Dawn C. 2012. Dasar-dasar Ekonometrika. Jilid 2. Mc Graw Hill, Salemba Empat. Jakarta.

Halil Aric, Kivanc. 2015. Determinants of savings in the APEC countries. Theoretical and Applie Economics. Cumhuriyet University, Turkey.

(30)

Hervino, Aloysius Deno. Penghindaran Risiko Kredit Investasi Oleh Debitur Di Indonesia Pasca Krisis 1997. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta. 2009.

Imoughele, Lawrence Ehikioya dan Ismaila, Mohammed. 2014. “An Econometric Analysis of the Determinants of Private Domestic Savings in Nigeria (1981 -2012)”. Ali university. International Journal of Humanities and Social Science.

Irawan, Bayu Randi. 2012. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Di Indonesia Periode 2002-2012. Jurnal Program Ilmu Ekonomi Dan Studi Pembangunan. Fakultas Ekonomi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Banten.

Johansen, S. 1988. Statistical analysis of cointegration vectors. Journal of Economic Dynamics and Control 12: 231-254.

Johansen, S. & Juselius, K. 1990. Maximum likelihood estimation and inference on cointegration with application to the demand for money. Oxford Bulletin of Economics and Statistics 52: 169-210.

Juster, F. Thomas and Wacthel. 1972. Inflation and Consumer. Brookings Papers on Economic. Activity 1:1972. The Journal of The American Statistical Association.

K. Krishnamurthy and P. Saibaba. 1988. “Determinants of saving rate in India,” Indian Economic Review, vol. 16, no. 4, pp. 225–249.

Kasmir. 2009. Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Kasmir. 2008. Bank Dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi 8. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Karl,E Case dan Fair, C Rai. (2001). Prinsip-prinsip Ekonomi Makro. Edisi VIII Jilid 2. Jakarta : Prenhalindo

Keat, Shee Kah, and Mun. Har Wai dkk. 2015. Determinant of Private Saving: An Empirical Study on Malaysia. International Journal of Academic Research in Economics and Management Sciences 2015, Vol. 4, No. 1 ISSN: 2226-3624. Malaysia.

Keynes, J. M. 1935. The General Theory of Employment, Interest, and Money. New York: Harcourt Brace & World

Keynes, J. M. 1937. General Theory of Employment, Interest, and Money. London

Khalid, A.M. 1996. Ricardian Equivalence: Empirical Evidence from Developing Economies. Journal of Development Economics, 51(2), 413-432.

(31)

Khan, A. H., L. Hassan, and A. Malik. 1992. Dependency Ratio, Foreign Capital Inflows and the Rate of Savings in Pakistan. The Pakistan Development Review, 31(4), 843–856.

Kuznets, S. 1960. Population change and aggregate output in demographic and economic change in developed countries. Massachusetts: Princeton University Press for NBER: 324- 340.

Lipsey, RG; Courant, PN; Purvis DD; dan Steiner PO. 1995. Pengantar Mikroekonomi. Edisi Kesepuluh, Diterjemahkan oleh A. Jaka Wasana & Kirbrandoko, Binarupa Aksara, Jakarta

Lipsey, Ragan, dan Courant. 1997. “Market, Pricing, and Efficiency”. Microeconomics.

Listyoadi, Sekti Wibowo. 2005. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Perbankan Di Indonesia (Pendekatan Error Correction Model). Tesis universitas diponegoro. Semarang.

M. H. Pesaran and Y. Shin. 1999. “An autoregressive distributed lag modeling approach to cointegration analysis,” in Proceedings of the Econometrics and Economic Theory in the 20th Century: The Ragnar Frisch Centennial Symposium, S. Strom, Ed., Cambridge University Press, New York, NY, USA.

Mankiw, N. Gregory, 2007. Makroekonomi. Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga

Mankiw, N. Gregory.1999. “ Teori Makroekonomi Edisi Keempat”. Erlangga, Jakarta.

Manurung, Jonni J; Manurung, Haymans Adler dan Saragih, Ferdinand, (2005): Ekonometrika: Teori dan Aplikasi, Edisi Pertama, Elex Media Komputindo, Jakarta

McKinnon, R. I. 1993. The Order of Economic Liberalization: Financial Control in the Transition to a Market Economy (2nd ed.). Baltimore, Maryland: John Hopkins University Press.

Moch, Roikhan, Dkk. Determinan Tabungan Mudharabah Di Indonesia. Uin Syarif Hidayatullah. Jakarta. Vol. 2 No. 2 Oktober 2013.

Modigliani, Franco, and Richard H. Brumberg. 1954. “Utility analysis and the consumption function: an interpretation of cross-section data” in Kenneth K. Kurihara, ed., PostKeynesian Economics. New Brunswick. NJ. Rutgers University Press. Pp 388–436

Modigliani, F and Ando, A., 1983, “The Life Cycle Hypothesis of Saving; Aggregate Implications and Taste” American Economic Review. 53(1) 55 – 84.

(32)

Mubyarto. Teori Ekonomi dan penerapannya di asia Buku kedua ekonomi makro dan ekonomi mikro. Diterbitkan untuk yayasan obor Indonesia dan fakultas ekonomi universitas gadjah mada. Penerbit PT. Gramedia Jakarta.

Mulyadi, Budi. 2009 “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tabungan Nasional Di Indonesia”, Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Narayan, P. and Narayan, S. 2006. Saving behavior in Fiji: An empirical assessment using the ARDL approach to cointegration. International Journal of Social Economics, 33(7), 468-480.

Narayan, P.K. and Siyabi, S.A. 2005. An empirical investigation of the determinants of Oman’s national savings. Economics Bulletin, 51(3), 1-7.

Nopirin. 1993. Ekonomi Moneter. Edisi 4. Cetakan Kedua, Penerbit BPFE, Yogyakarta.

Nopirin, 1999, Ekonomi Internasional, Edisi Ketiga, BPFE UGM, Yogyakarta.

Oladipo, Olajide S, Phd. Does Saving really matter for Growth in Developing Countries? The Case of a Small Open Econom. Department of Economics and Finance School of Business.

Pesaran, M. H., & Shin, Y. 1999. An Autoregressive Distributed Lag Modeling Approach to Cointegration Analysis, In Strom, S. (Ed.), Econometrics and Economic Theory in the 20th Century: The Ragnar Frisch Centennial Symposium (Chapter 11, 371-413), Cambridge: Cambridge University Press.

Pesaran, M.H., Pesaran, B. 1997. Working with Microfit 4.0: An interactive econometric software package (DOS and Windows versions). Oxford University Press, Oxford.

Ragandhi, Arshad. “Pengaruh Pendapatan Nasional, Inflasi, Dan Suku Bunga Deposito Terhadap Konsumsi Masyarakat Di Indonesia”. Magister Ekonomi dan Studi Pembangunan Fakultas Ekonomi. Universitas Sebelas Maret.

Rahardja, Prathama Dan Mandala Manurung. Teori Ekonomi Makro Suatu Pengantar Edisi Kedua. Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi. Universitas Indonesia. Jakarta. 2004

Ramakrishma, G and Venkateshwar, Rao S. “The Long Run Relationship Between Savings And Investment Ethiopia: a Cointegration And ECM Approach”. Developing Country Studies. Osmania University, india and Adama University, Ethiopia.

(33)

Reinsdorf, M. B. (2005). Saving, Wealth, Investment, and the Current-Account Deficit. Survey of Current Business, 85(4), 3.

Romer, P. M. 1986.Increasing Returns and Long-Run Growth. Journal of Political Economy, 94(5), 1002-1037.

Samantaraya, Amaresh and Kumar Patra, Suresh. 2014. Determinants of Household Savings in India: An Empirical Analysis Using ARDL Approach. Economics Research International.

Samuelson, Paul A dan Nordhus William D., 1997. Makro Ekonomi. Erlangga, Jakarta.

Samuelson, Paul A, Dan William D Nordhaus. “Ilmu Makroekonomi Edisi 17”. Pt. Media Global Edukasi. Jakarta. 2014.

Sharaswati, Fitria. Analisis Pengaruh Sertifikat Bank Indonesia Syariah, Inflasi, Nilai Tukar Rupiah, Dan Jumlah Uang Beredar Terhadap Nilai Aktiva Bersih Reksadana Syariah. Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomi Dan Bisnis. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah. Jakarta. 2013

Shrestha, M.B and Chowdhury, K. 2005. ARDL Modelling Approach to Testing the Financial Liberalisation Hypothesis. Faculty of Business - Economics Working Papers. University of Wollongong

Silalahi, Remus,dkk. 2014. “Pengantar Ekonomi Makro”. Citapustaka Media, Bandung.

Siregar, Khairani. 2009. “ Analisis Determinasi Konsumsi Masyarakat Di Indonesia”. Pascasarjana, Universitas Sumatera Utara, Medan.

Sobri. 1987. Pengantar Ekonomi Makro. Edisi Revisi Cetakan Kedua. Yogyakarta: BPFE. UI.

Soc sci, J Comer. 2014. The Monetary and Fiscal Determinants of National Savings in Pakistan: An Empirical Evidence from ARDL approach to Co-integration. Zakariya University, Multan, Pakistan Journal of Commerce and Social Sciences.

Sofyan, Muhammad. 2011. “Analisis Pengaruh Pendapatan Perkapita, Tingkat Suku Bunga, Jumlah Uang Beredar (M2) Dan Inflasi Terhadap Jumlah Tabungan Di Indonesia”, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Sukirno, Sadono. Makroekonomi Teori Pengantar Edisi Ketiga. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta. 2006.

(34)

Sukirno, 2006. Makroekonomi: Teori Pengantar. Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Sumastuti, Efriyani. 2008. Model Tabungan Rumah Tangga (Sintesis Life Cycle-Permanent IncomeHypothesis = Lc-Pih) Studi Kasus Di Kota Semarang. Disertasi. Universitas Diponegoro.

Susilowati, S. Hery dkk. 2002. Diversifikasi Sumber Pendapatan Rumah Tangga di Pedesaan Jawa Barat, Jurnal FAE, Volume 20 No. 1, Mei 2002, Hal. 85-109.

Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal, Edisi Kelima. Yogyakarta : UPP AMP YKPN

Swamy, Subramanian. A Dynamic, Personal Savings Function and Its Long-Run Implications. The Review of Economics and Statistics. Vol. 50, No. 1, pp. 111-116. 1968. Published by: The MIT Press.

Taufik, M Dan H. Agus. 2014. Analisis Dampak Inflasi Pada Pengaruh Produk Domestik Bruto Dan Bunga Tabungan Terhadap Jumlah Tabungan Bank Umum. Jurnal Ekonomi Manajemen Dan Akuntansi. No. 36 / Th. Xxi / April 2014.

Taylor, lester D. saving out of different types of income. Brookings Papers on Economic Activity, 2:1971. University of Michigan.

Todaro, Michael P. and Stephen C. Smith. “Economic Developmen”. Erlangga, Jakarta

Yildirim, J. and Sezgin, S. 2003. Military expenditure and employment in Turkey. Defence and Peace Economics 14(2), 129-139.

Yuwono, Prapto. S.E., M.E. 2005. “Pengantar Ekonometri”. Andi. Yogyakarta.

Gambar

Tabel 4.5. Hasil Uji Unit Root Stationeritas (Uji ADF & Philip Pheron)……..68
Gambar 1.1.
Gambar 1.1. Perkembangan Pertumbuhan Tabungan di Indonesia
Gambar 1.2. Perkembangan BI Rate dan Tingkat Inflasi Terhadap
+2

Referensi

Dokumen terkait

Nilai Koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 93,4% yang berarti kemampuan menjelaskan pengaruh variabel dana jangka panjang dan hutang lancar terhadap laba usaha perusahaan

Berdasarkan hasil analisis data, Inflasi dalam jangka pendek tidak berpengaruh signifikan terhadap Non Performing Loan (NPL), namun demikian dalam jangka panjang berpengaruh

Untuk pengujian goodness of fit yang diukur dengan koefisien determinasi (R 2 ) menunjukkan angka yang cukup besar yaitu sebesar 68,18%, berarti bahwa variasi perubahan

Sedangkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984; menunjukkan bahwa 98,4 persen perubahan-perubahan variabel Pengangguran Terdidik dapat dijelaskan oleh

Dari hasil estimasi yang ditunjukkan oleh Tabel diatas menjelaskan bahwa baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, variabel yang sangat memengaruhi angkatan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0.992 artinya 99,2 persen variasi dalam tingkat produksi dipengaruhi oleh variable

Besarnya koefisien determinasi (R 2 ) sebesar 0,9846 yang berarti bahwa 98,46 persen variasi variabel produk domestik regional bruto kabupaten Karanganyar dapat

Sedangkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,984; menunjukkan bahwa 98,4 persen perubahan-perubahan variabel Pengangguran Terdidik dapat dijelaskan oleh