Pendugaan Laju Infiltrasi Menggunakan Parameter Sifat Tanah Pada Kawasan Berlereng
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
antara sifat fisik tanah (tekstur tanah dan permeabilitas) dengan laju infiltrasi aktual, sedangkan lahan HTI jati dan lahan HTI mahoni tidak menunjukkan korelasi
Dari penggabungan model Horton 5 lokasi yang tergolong kelompok kepadatan rendah diatas diketahui lokasi di Karangbesuki memiliki nilai laju infiltrasi awal yang
Nilai laju infiltrasi air oleh tanah di Kampus Universitas Riau Bina Widya kecamatan Tampan kota Pekanbaru diperoleh dengan metode Singel Ring Infiltrometer.. Penelitian
infiltrasi pada tanah hutan adalah 98,62 cm/jam atau yang paling cepat, pada tanah. perkotaan dan tanah pesisir pantai 2,60 cm/jam atau sama-sama yang
Andosol: Pada Gambar 11 parameter kemiringan agak curam dengan jenis tanah Andosol dengan rentang laju infiltrasi (1.33 – 4.68 cm/jam), grafik menunjukkan bahwa pada
Laju dan kapasitas infiltrasi pada tanah common soil meningkat berbanding lurus dengan meningkatnya intentitas curah hujan, semakin tinggi intentitas curah hujan
Dari Gambar 7, menggunakan regresi polinomial didapat nilai R 2 = 0,7697 memiliki arti bahwa sebesar 76,97% variasi dari variabel laju infiltrasi dapat dijelaskan
Dari beberapa hasil pengukuran tersebut faktor yang mempengaruhi infiltrasi bukan hanya tata guna lahan saja melainkan banyak faktor antara lain klasifikasi tanah dan sifat fisik tanah,