• Tidak ada hasil yang ditemukan

Akuntansi Aktiva Tetap pada PT. Mark Dynamics Indonesia Tanjung Morawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Akuntansi Aktiva Tetap pada PT. Mark Dynamics Indonesia Tanjung Morawa"

Copied!
110
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

ABSTRAK

Salah satu faktor produksi ini adalah faktor modal berupa aktiva tetap.

Aktiva tetap secara umum diartikan sebagai seluruh barang modal yang digunakan

dalam operasi bersifat relatif permanen, tidak dimaksudkan untuk dijual kembali

dan biasanya mempunyai umur ekonomi lebih dari satu periode akuntansi

Mengingat dana yang ditanamkan di dalam aktiva tetap relatif besar, maka

diperlukan suatu kebijakan akuntansi yang sesuai dengan standar akuntansi

keuangan,

Perusahaan memiliki aktiva tetap yang beragam jenis dan fungsinya

sehingga perusahaan menghadapi masalah-masalah yang menyangkut kebijakan

aktiva

# "r_;";';'r,B エセ ~ -...

antara lam' earn perolehannya

-4,1... ...M-.i.I.I1 , HG"'... _セイイ ...p ...

eneklasifikasiannva dan

:,,<"'-'.... 1.t..1.111."-ti].l""-l.u1., ,

bagaimana cam

pencatatannya,

serta pengakuan untuk pengeluaran-pengeluaran

yang ditujukan untuk perbaikan mesin apakah sebagai pengeluaran pendapatan

ataupengeluaran modal, oleh karena ito, penulis memilihjudul "Akuntansi Akliva

Tetap pada PT. Mark Dynamics Indonesia Tanjung Morawa".

Dalam penulisan skripsi

ini

penults menggunakan desain penelitian

deskriptif Jenis data yang penulis gunakan ialah data primer dan data sekunder ..

adapun teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara

terhadap pihak yang terkait dengan aktiva tetap yaitu bagian akuntansi, pembelian

dan

bagian

pemcliharaan

mengenai

cara

pcrolchan,

pcncatatan,

metodc

penyusutan, penarikan dan pemeliharaan aktiva tetap di perusahaan, Metode

penganalisaan data yang penulis gunakan ialah metode deskriptif, dimana data

primer dan sekunder yang telah dikumpulkan,

disusun, diinterpretasikan,

dianalisis sehingga memberikan keterangan yang lengkap bagi pemecahan

masalah yangdihadapi.

Penulis telah menganalisis dan mengevaluasi mengenai aktiva tetap

perusahaan dan

dapat

diambil suatu kesimpulan yaitu bahwa (a) perusahaan telah

mengelompokkan

aktiva

tetap

berdasarkan

fungsi

masing-masing,

Pengelompokkan seperti ini merupakan pengelompokan yang sudah lazim

digunakan,

(b) dalam melakukan penilaian atas perolehan aktiva tetap, perusahaan

memasukkan seluruh pengorbanan yang terjadi sebagai akibat

dari

perolehan

aktiva tetap sampai kepada aktiva tetap tersebut siap untuk dipergunakan, (c)

perusahaan menggunakan metode penyusutan garis lurus dalam menentukan besar

penyusutan

atas

aktiva

tetap

yang

dimilikinya.

Tarif penyusutan

yang

diberlakukan berbeda untuk setiap jenis aktiva tetap sesuai dengan masa manfaat

jenis dari masing-masing aktiva tetap, (d) perusahaan melakukan penghentian

aktiva tetap menurut pertimbangan yang ditentukan

perusahaan

yaitu aspek

efektivitas dari aktiva tetap tersebut dimana pertimbangan teknis aktiva tersebut

tidak sepadan lagi manfaat yang diberikan dengan biaya yang dikeluarkan.

Kata kunci : aktiva tetap, perolehan, metode penyusutan, nilai pasar, nilai buku,

pengeluaran, penurunan nilai, penghentian dan penyajian aktiva tetap

1IJ Maria Fransiska B: Akuntansi aktiva tetap, 2005

(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)
(93)
(94)
(95)
(96)
(97)
(98)
(99)
(100)
(101)
(102)
(103)
(104)
(105)
(106)
(107)
(108)
(109)
(110)

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hal kondisi bangunan gedung tidak dapat memenuhi ukuran dasar ruang yang memadai, maka perencana konstruksi dapat melakukan penyesuaian ukuran dasar ruang

Hal ini dilihat dari analisis statistik dimana didapatkan perbedaan yang bermakna pada aktivitas serum ALT dan AST perlakuan dengan kontrol hepatotoksin karbon tetraklorida

Untuk menghindari komplain pelanggan, keakuratan data yang dihasilkan meter sangat diperlukan untuk penentuan besar energi yang dipakai Dengan menggunakan kWh

Perbedaan hasil analisis yang relatif kecil sebagaimana disajikan pada Tabel 2 menunjukkan bahwa analisis ISUS-CLS dengan menggunakan metode MDS untuk menentukan

STRUKTUR ORGANISASI BID HUMAS SEMESTER II TAHUN 2016. KAUR MITRA

Perumusan masalah yang menjadi dasar penelitian ini adalah dapat menentukan kondisi optimum suhu dan waktu reaksi metanolisis minyak curah, dan mengetahui hasil produk

Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Medan Tahun 2011-2031 merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang

Tulisan ini menemukan beberapa peran kajian HI terhadap upaya pelestarian lingkungan hidup, diantaranya mendorong kerjasama internasional dalam upaya pelestarian lingkungan