• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Kuliah Praktek

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Laporan Kuliah Praktek"

Copied!
119
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: Universitas Langlangbuana
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Pembangunan Jalan Tembus Kamojang
  • Tipe: kerja praktek
  • Tahun: 2014
  • Kota: Kabupaten Bandung

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang proyek pembangunan jalan tembus Kamojang, pentingnya produktivitas dalam proyek konstruksi, serta dampak positif dan negatif dari pembangunan jalan. Pembangunan jalan raya bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi, namun juga dapat menyebabkan kemacetan dan pencemaran. Proyek ini diharapkan dapat memperlancar distribusi ekonomi dan memperpendek jarak antara Kabupaten Garut dan Kabupaten Bandung.

1.1 Latar Belakang

Proyek konstruksi jalan raya sangat penting dalam meningkatkan konektivitas antar wilayah. Produktivitas dalam perhitungan anggaran biaya proyek menjadi kunci sukses, yang meliputi material, peralatan, dan upah pekerja. Jalan raya harus memenuhi standar untuk menjamin kelancaran transportasi barang dan penumpang serta mengurangi biaya angkut.

1.2 Maksud dan Tujuan

Kerja praktek ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa teknik sipil mengenai proses pelaksanaan proyek konstruksi jalan. Tujuan ini mencakup pemahaman tentang perencanaan, pelaksanaan, dan aplikasi ilmu yang didapat di bangku kuliah, serta adaptasi di lingkungan kerja.

1.3 Metoda Pelaksanaan Kerja Praktek

Metode yang digunakan dalam laporan ini mencakup wawancara, tinjauan pustaka, survei lapangan, dan studi dokumen proyek. Wawancara dilakukan untuk mengumpulkan data, sedangkan tinjauan pustaka membantu memahami teori yang relevan. Survei lapangan memberikan informasi langsung dari proyek.

1.4 Ruang Lingkup Penulisan

Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada survei lapangan dan studi dokumen proyek. Penelitian ini berfokus pada aspek teknis dan administrasi dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan tembus Kamojang.

II. TINJAUAN PUSTAKA

Bagian ini memberikan definisi dan klasifikasi jalan serta prinsip-prinsip perencanaan jalan yang baik. Jalan sebagai prasarana transportasi harus direncanakan untuk memberikan pelayanan optimal dan aman. Penelitian ini juga membahas pentingnya pengembangan jalan dalam mendukung perencanaan kota dan pengembangan wilayah.

2.1 Pengertian Jalan

Jalan adalah prasarana transportasi darat yang mencakup semua bagian jalan dan bangunan pelengkap. Jalan raya dirancang untuk menyalurkan lalu lintas dengan efisiensi dan keamanan. Perencanaan geometrik jalan harus memperhatikan fungsinya untuk memberikan pelayanan optimal.

2.2 Perencanaan Pembangunan Jalan

Pengembangan jalan harus selaras dengan rencana tata ruang kota untuk menciptakan sistem transportasi yang efisien. Penataan jaringan jalan dan fungsi pelayanan menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan jalan.

2.3 Klasifikasi Jalan

Klasifikasi jalan dibedakan berdasarkan fungsi dan wewenang pembinaan. Jaringan jalan primer menghubungkan wilayah secara nasional, sedangkan jaringan jalan sekunder berfungsi dalam kota. Klasifikasi ini penting untuk pengelolaan dan pengembangan infrastruktur jalan.

2.4 Bagian Jalan

Bagian jalan terdiri dari daerah manfaat, daerah milik, dan daerah pengawasan. Pemahaman tentang komponen ini penting untuk perencanaan dan pengelolaan jalan yang efektif, serta untuk memastikan keselamatan pengguna jalan.

2.5 Pengembangan Wilayah

Pengembangan wilayah berhubungan dengan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi. Proyek jalan tembus Kamojang diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut.

III. DATA UMUM PROYEK

Bagian ini menjelaskan hubungan antara pemilik proyek, kontraktor, dan konsultan serta memberikan detail mengenai proyek pembangunan jalan tembus Kamojang. Informasi ini penting untuk memahami struktur dan dinamika pelaksanaan proyek.

3.1 Hubungan Antara Owner, Kontraktor dan Konsultan

Dalam proyek ini, terdapat tiga unsur utama: pemberi tugas, konsultan perencana, dan kontraktor. Setiap unsur memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas untuk memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Komunikasi yang baik antara ketiga unsur ini sangat penting.

3.2 Data Proyek Pembangunan Jalan Tembus Kamojang

Proyek ini meliputi pekerjaan galian, timbunan, dan pemasangan tiang pancang. Lokasi proyek berada di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, dengan waktu pelaksanaan 375 hari. Proyek ini didanai oleh APBN dan ABPD, bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi.

3.3 Penjelasan Proyek Pembangunan Jalan Tembus Kamojang

Pekerjaan proyek mencakup berbagai tahap, termasuk survey, galian, dan pelaksanaan struktur. Mahasiswa yang terlibat dalam proyek ini mendapatkan pengalaman langsung dalam pelaksanaan konstruksi, serta pemahaman tentang aspek teknis dan non-teknis yang diperlukan.

3.4 Struktur Organisasi Proyek Pembangunan Jalan Tembus Kamojang

Struktur organisasi proyek ditetapkan untuk memastikan setiap anggota tim memahami tugas dan tanggung jawabnya. Hal ini penting untuk koordinasi yang efisien dan pelaksanaan proyek yang sukses.

3.5 Uraian Tugas dan Tanggung Jawab Penyedia Jasa

Setiap posisi dalam proyek memiliki tugas yang spesifik, mulai dari kepala proyek hingga kasir. Uraian tugas ini penting untuk memastikan bahwa setiap aspek proyek dikelola dengan baik dan sesuai dengan rencana.

IV. PELAKSANAAN PEKERJAAN

Bagian ini menjelaskan rencana dan metode pelaksanaan pekerjaan konstruksi jalan tembus Kamojang. Metode yang diterapkan harus efisien dan sesuai dengan standar yang ditetapkan untuk menjamin kualitas dan keselamatan.

4.1 Rencana Pekerjaan Konstruksi

Rencana pekerjaan mencakup semua tahap pelaksanaan proyek, mulai dari mobilisasi hingga konstruksi jalan dan jembatan. Setiap tahap harus direncanakan dengan cermat untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek.

4.2 Metode Pelaksanaan

Metode pelaksanaan mencakup berbagai jenis pekerjaan, seperti galian, timbunan, dan pemasangan struktur. Setiap metode harus disesuaikan dengan kondisi lapangan dan jenis pekerjaan yang dilakukan untuk mencapai hasil yang optimal.

Gambar

Gambar 4.14. Galian drainase.
Gambar 4.23. Flow chart pekerjaan galian struktur 0-2 meter.
Gambar 4.24. Excavator.
Gambar 4.25. Alat ukur.
+7

Referensi

Dokumen terkait

- Penghamparan batu pengisi dilakukan lapis perlapis - Batu yang ditumpahkan oleh dump truck, didorong dan diratakan ke samping atau diangkat dan ditempatkan oleh excavator ke

Berapakah jumlah alat gali muat (excavator) dan alat angkut (dump truck) yang dibutuhkan pada pekerjaan galian main dam dan main cover dam proyek pembangunan

Alat berat yang digunakan adalah excavator, dump truck dan bulldozer, agar memperoleh hasil produksi alat secara optimal perlu dilakukan analisis untuk mengetahui

Biaya pengoperasian alat berat excavator selama pengerjaan galian tanah sebesar Rp 8.005.270 sedangkan untuk penggunaan alat berat Dump truck yang digunakan untuk

excavator dapat ditentukan dengan match factor 1. Cara perhitungannya adalah dengan menghitung aktual jumlah dump truck yang dibutuhkan untuk bekerja masing-masing

Pelaksanaan pekerjaan ini menggunakan alat ( secara mekanik ) yaitu : Wheel Loader mencampur & memuat Agregat ke dalam Dump Truck di Base Camp Dump Truck

Rancang Bangun Dump Truck dengan Pergerakan Dump Ke Belakang, Ke Samping Kiri dan Ke Samping Kanan Menggunakan Sistem Pneumatic dengan Kapasitas Muatan 5 Kg Laporan

ANALISIS PRODUKTIVITAS, BIAYA DAN WAKTU PENGGUNAAN ALAT BERAT EXCAVATOR DAN DUMP TRUCK PADA PEKERJAAN GALIAN TANAH STUDI KASUS : PROYEK PENGGANTIAN JEMBATAN SUNGAI BERANGAS Ida