• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian peranan ikan nilem (Osteochillus hasselti) dalam mengendalikan perifiton dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas pada keramba jaring apung di waduk Cirata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian peranan ikan nilem (Osteochillus hasselti) dalam mengendalikan perifiton dan pengaruhnya terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan ikan mas pada keramba jaring apung di waduk Cirata"

Copied!
195
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2. Karamba Jaring Apung (KJA) yang digunakan dalam penelitian
Gambar 3. Ikan Nilem (Osteochillus hasselti)
Gambar 4. Posisi perifiton dalam suatu ekosistem perairan Sumber : http://jmarcano.com/graficos/images/65.gif
gambar perifiton dapat dilihat pada gambar 6.
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari gambar diatas dapat dilihat hasil total P yang hilang selama pemeliharaan ikan bawal dengan menggunakan dua pakan uji, yaitu pakan dengan kandungan P tertinggi (JT)

Limbah yang masuk ke perairan bersumber dari sisa pakan ikan serta buangannya (feses). Fosfor sebagai hasil urai buangannya diambil sebagai indikator yang

Dilihat dari ketiga unsur analisa yaitu R/C Ratio, PP, dan IRR, dapat ditarik kesimpulan bahwa usaha pembesaran ikan mas dalam jaring apung baik skala usaha 2 kantong,

Salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan petani Keramba Jaring Apung adalah dengan melakukan diversifikasi ikan budidaya yang memiliki nilai ekonomi yang lebih

Demikian pula halnya terjadi di Waduk Cirata, tingkat kepadatan 10 ekor/m 2 mempunyai pengaruh yang berbeda nyata pada pertambahan bobot relatif harian ikan nila dibandingkan

Salah satu cara untuk meningkatkan keuntungan petani Keramba Jaring Apung adalah dengan melakukan diversifikasi ikan budidaya yang memiliki nilai ekonomi yang

Waduk Cirata merupakan lokasi yang dipilih pada penelitian ini mengingat Waduk Cirata menghadapi berbagai masalah, terutama karena keberadaan kegiatan budi daya

Sedangkan dari hasil analisis minimisasi biaya melalui pendekatan Shephard Lemma adalah diperoleh kombinasi input yang optimal untuk pakan sebesar 23.459,99 kg, benih ikan sebesar