• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN SISTEM PEMUPUKAN DENGAN BAHAN ORGANIK TANAH DAN KAPASITAS PERTUKARAN KATION PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN SISTEM PEMUPUKAN DENGAN BAHAN ORGANIK TANAH DAN KAPASITAS PERTUKARAN KATION PADA LAHAN SAWAH DI KECAMATAN JATISRONO KABUPATEN WONOGIRI"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2  Sistem pemupukan, nilai bahan organik tanah dan KPK rata-rata, tanah sawah Kecamatan Jatisrono Kabupaten Wonogiri

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian komposisi pupuk dengan dosis N tinggi (urea 800 kg/ha + SP-36 150 kg/ha + KCl 75 kg/ha) dapat meningkatkan tingkat serangan dan

Pemberian dosis pupuk Urea 60 kg/ha dan 120 kg/ha tidak meningkatkan jumlah daun pada masing-masing varietas, namun pada pemberian pupuk Urea 180 kg/ha terlihat

Perlakuan pemberian pupuk anorganik 50% dosis rekomendasi (Urea 150 kg/ha + SP-36 75 kg/ha + KCl 50 kg/ha + ZA 50 kg/ha) dengan pupuk kandang puyuh 6 ton/ha (A2O3) menunjukkan

Rekomendasi pupuk untuk VUTB Fatmawati yang dikeluarkan oleh Balitpa, pada musim kemarau takaran pupuk Urea 300 kg, SP- 36 100 kg dan KCl 150 kg/ha, sedangkan pada musim hujan

Analisis kontras yang dilakukan pada kelompok perlakuan yang menggunakan urea dengan dosis 350 kg/ha dibandingkan dengan dosis 250 kg/ha dalam kombinasi dengan pupuk kandang

Seluruh plot perlakuan diberi pupuk anorganik Urea dengan dosis berdasarkan hasil pengukuraan bagan warna daun (BWD) dan SP-36 dengan dosis sebanyak 125 kg/ha. Sedangkan pupuk

Dibandingkan dengan perlakuan tanpa pupuk dan perlakuan pupuk anorganik NPK (urea 300 kg+SP-18 200 kg+KCl 100 kg/ha), pemberian pupuk Formula A dan B dengan takaran 2.500 dan

Penggunaan media tanam campuran tanah dan arang sekam 1:1 dan pemberian dosis rekomendasi 100% pupuk urea 150 kg/ha + SP-36 150 kg/ha + KCl100 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap