SKRIPSI
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL INDUSTRI ASURANSI TERBUKA
DI INDONESIA
OLEH
ARUM NUR INDAH SARI 090502101
PROGRAM STUDI MANAJEMEN DEPARTEMEN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
i
KATA PENGANTAR
Puji Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kejernihan berfikir bagi penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan. Salawat berangkaikan salam tak lupa pula penulis hadiahkan ke haribaan nabi besar junjungan kaum muslimin Muhammad SAW, semoga syafaat senantiasa tercurahkan kepada orang – orang yang senantiasa meneladani beliau.
Skripsi ini berjudul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Industri Asuransi Terbuka di Indonesia”. Penulis juga telah banyak memperoleh bimbingan, saran, motivasi, dan doa dari berbagai pihak selama penulisan skripsi. Oleh karena itu, penulis ingin menyampaikan rasa terimakasih kepada Ayahanda tercinta Wahyono Sugito yang telah memberikan dukungan baik bersifat finansial maupun nonfinansial, Ibunda tersayang Sugiyem dan juga kepada Ibu Uni. Penulis juga ingin mengucapkan terimakasih kepada :
1. Bapak Prof. Dr. Azhar Maksum, SE, M.Sc Ak, selaku Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.
2. Ibu Dr. Isfenti Sadalia, SE, ME., selaku Ketua Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara dan selaku Dosen Pembimbing, terimakasih atas waktu yang telah diluangkan, saran yang telah diberikan dan bimbingannya kepada penulis sehingga skripsi ini bisa terselesaikan.
ii
4. Ibu Dr. Endang Sulistya Rini, SE, M.Si., selaku Ketua Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Suatera Utara.
5. Ibu Dra. Lisa Marina, M.Si., selaku Dosen Pembaca Penilai, terimakasih atas saran – saran yang diberikan kepada penulis
6. Keluargaku tersayang, Kakanda Susilawati, Abangda Rohmat Gunawan, Abangda Sugiyarto, dan adik – adikku Ryan dan Didi.
7. Nofemi Alkhansa sahabatku, terimakasih atas dukungan, keceriaan dan motivasi – motivasi yang diberikan. Terimakasih kepada Susilawati, Kak Dewi Waty, Kak Dewi Anjar, Kak Rina, Kak Cynthia, Alisa, Veronicha, dan teman – teman seperjuanganku yang tak bisa aku sebutkan satu persatu, tetaplah bersemangat hingga kemenangan kita raih lewat tangan – tangan kita,See TheBeyond The Eyes Can’t See.
8. Ros Indah Mawarsari, Asih Yuli, Afrira, Afni, Yolanda, Clara dan teman – temanku di Manajemen 2009 yang tidak bisa penulis sebutkan semuanya.
Medan, Januari 2014
Penulis
iii ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL INDUSTRI ASURANSI TERBUKA DI INDONESIA
Tujuan penelitian ini ialah menguji pengaruh antara pertumbuhan penjualan, struktur aset, tingkat pengembalian aset dan umur perusahaan terhadap struktur modal. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang di publikasikan di Indonesian Stock Exchange. Metode yang digunakan ialah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh secara serempak dan signifkan dari pertumbuhan penjualan, struktur aset, tingkat pengembalian aset, umur perusahaan terhadap struktur modal. (2) pertumbuhan penjualan berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. (3) struktur aset berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. (4) tingkat pengembalian modal berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap struktur modal dan (5) umur perusahaan berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal.
iv ABSTRACT
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING CAPITAL STRUCTURE OF PUBLIC INSURANCE INDUSTRY IN INDONESIA
The main objective of the study is to examine the impact of Growth Of Sales, Structure Asset, Return On Asset and Age on Capital Structure. Data is used secondary data that published in Indonesian Stock Exchange from 2008 – 2012. This analisys used multiple linear regression. The result of this study (1) There are impact and significant of Growth Of Sales, Structure Asset, Return On Assets and Age to Capital Structure. (2) This Impact Growth Of Sales is positive but not significant to Capital Structure. (3) This impact of Structure Asset is negatuve and not significant to Capital Structure. (4) This impact of return On Assets is negative an significant to Capital Structure (5) This impact of Age is negatif and not significant to Capital Structure.
v DAFTAR ISI
Kata Pengantar ... i
ABSTRAK ... iii
ABSTRACT ... iv
Daftar Isi ... v
Daftar Tabel ... viii
Daftar Gambar ... ix
Daftar Grafik ... x
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Perumusan Masalah ... 9
1.3 Tujuan Penelitian ... 9
1.4 Manfaat Penelitian ... 9
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 11
2.1 Tinjauan Pustaka ... 11
2.1.1 Pengertian Asuransi ... 11
2.1.2 Karakteristik Perusahaan Asuransi ... 19
2.1.3 Peran dan Fungsi Industri Asuransi ... 20
2.1.4 Definisi Struktur Modal ... 23
2.2 Penelitian Terdahulu ... 33
2.3 Kerangka Konseptual ... 40
2.4 Hipotesis ... 41
BAB III METODE PENELITIAN ... 42
3.1 Jenis Penelitian ... 42
vi
3.3 Batasan Operasional ... 42
3.4 Definisi Operasional ... 43
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian ... 44
3.6 Jenis Data ... 45
3.7 Metode Pengumpulan Data ... 45
3.8 Teknik Analisa ... 46
3.8.1 Uji Normalitas ... 46
3.8.2 Uji Heterokedasitas ... 46
3.8.3 Uji Multikolinearitas ... 47
3.8.4 Koefisien Determinasi ... 47
3.8.5 Uji F ... 49
3.8.2 Uji T ... 50
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 52
4.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 52
4.2 Perkembangan Variable Growth of Sales, Structure Assets, ROA, Age Industri Asuransi Terbuka Indonesia ... 60
4.3 Pengujian Hipotesis ... 62
4.4 Uji Normalitas ... 62
4.5 Uji Heterokedasitas ... 64
4.5.1 Uji Glejser ... 65
4.6 Uji Multikolinearitas ... 65
4.7 Uji Determinan ... 67
4.8 Annova (Uji F) Secara Serempak / Simultan ... 68
4.9 Uji T, Uji Secara Parsial ... 69
vii
4.9.2 Pengaruh Structure Assets Terhadap Struktur Modal ... 70
4.9.3 Pengaruh Return On Assets Terhadap Struktur Modal .. 70
4.9.4 Pengaruh Age Terhadap Struktur Modal ... 70
4.10 Analisis Regresi Linear Berganda ... 71
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 74
5.1 Kesimpulan ... 74
5.2 Saran ... 74
DAFTAR PUSTAKA ... 76
viii
DAFTAR TABEL
No. Tabel Judul Halaman
Tabel 1.1 Perkembangan Growth Of Sales, Structure Assets,
ROA and Age Industri Asuransi Terbuka di Indonesia .... 8
Tabel 2.1 Tabel Penelitian Terdahulu ... 36
Tabel 3.1 Sampel Industri Asuransi Terbuka di Indonesia ... 44
Tabel 4.1 Perkembangan Growth Of Sales, Structure Assets, ROA and Age lima tahun terakhir ... 60
Tabel 4.2 Variable Entered / Removed ... 62
Tabel 4.3 One Sample Kolmogrov Smirnov ... 63
Tabel 4.4 Tabel Uji Glejser ... 65
Tabel 4.5 Tabel Coefficients Uji Multikolinearitas ... 66
Tabel 4.6 Tabel Model Summary Uji Determinan ... 67
Tabel 4.7 Tabel Annova ... 68
Tabel 4.8 Tabel Coefficients Uji t ... 69
ix
DAFTAR GAMBAR
x
DAFTAR GRAFIK
No.Grafik Judul Halaman
Grafik 1.1 Pertumbuhan Asuransi ... 3
Grafik 1.2 Tingkat Kepemilikan Asuransi ... 5
Grafik 4.1 Normal Plot of Regression Standardized Residual ... 63
iii ABSTRAK
ANALISIS FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL INDUSTRI ASURANSI TERBUKA DI INDONESIA
Tujuan penelitian ini ialah menguji pengaruh antara pertumbuhan penjualan, struktur aset, tingkat pengembalian aset dan umur perusahaan terhadap struktur modal. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang di publikasikan di Indonesian Stock Exchange. Metode yang digunakan ialah analisis regresi berganda. Hasil dari penelitian ini adalah (1) terdapat pengaruh secara serempak dan signifkan dari pertumbuhan penjualan, struktur aset, tingkat pengembalian aset, umur perusahaan terhadap struktur modal. (2) pertumbuhan penjualan berpengaruh secara positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. (3) struktur aset berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal. (4) tingkat pengembalian modal berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap struktur modal dan (5) umur perusahaan berpengaruh secara negatif dan tidak signifikan terhadap struktur modal.
iv ABSTRACT
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING CAPITAL STRUCTURE OF PUBLIC INSURANCE INDUSTRY IN INDONESIA
The main objective of the study is to examine the impact of Growth Of Sales, Structure Asset, Return On Asset and Age on Capital Structure. Data is used secondary data that published in Indonesian Stock Exchange from 2008 – 2012. This analisys used multiple linear regression. The result of this study (1) There are impact and significant of Growth Of Sales, Structure Asset, Return On Assets and Age to Capital Structure. (2) This Impact Growth Of Sales is positive but not significant to Capital Structure. (3) This impact of Structure Asset is negatuve and not significant to Capital Structure. (4) This impact of return On Assets is negative an significant to Capital Structure (5) This impact of Age is negatif and not significant to Capital Structure.
1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pesatnya pertumbuhan industri di pasar global maupun pasar domestik berdampak pada meningkatnya persaingan diantara industri – industri tersebut. Berbagai risiko, baik risiko yang rendah maupun risiko yang tinggi juga harus dihadapi oleh perusahaan, kondisi inilah yang memicu pertumbuhan industri asuransi. Industri asuransi yang merupakan salah satu bentuk lembaga keuangan non bank, dewasa ini dinilai memiliki peranan yang sangat penting bagi kelangsungan usaha, seperti : penanggulangan risiko, meminimalkan risiko hingga sampai kepada pengalihan risiko industri tersebut. Asuransi tidak hanya menanggung risiko suatu usaha, sejak tahun 1912 asuransi telah menyediakan pelayanan penanggulangan risiko bagi individu yang mengharapkan penangguhan atas risiko yang akan menimpa dirinya. Asuransi inilah yang kemudian dikenal sebagai asuransi jiwa. Asuransi dapat melindungi perusahaan dari risiko yang muncul sehingga asuransi dikatakan sebagai pengelola risiko yang akan terjadi. (sumber : www.bumiputera.com)
2
Asuransi sebagai sebuah usaha yang cukup berkembang pesat di Indonesia dan cukup menjanjikan menjadi salah satu alternatif bisnis bagi para pebisnis maupun para investor untuk menanamkan sahamnya di industri asuransi. Hal ini disebabkan karena setiap instansi maupun individu pasti memiliki risiko dan semua pihak pasti ingin agar risiko yang akan menimpa mereka dapat diminimalisir, oleh karena itu, asuransi dapat dikatakan sebagai kebutuhan masyarakat kini.
Data yang diambil dari www.indonesiafinancetoday.com, Fitch Ratings selaku lembaga pemeringkat internasional, menilai potensi pertumbuhan industri asuransi umum maupun asuransi jiwa di Indonesia setiap tahunnya sangat pesat. Analisa Fitch Ratings, dalam laporannya yang berjudul 2013 Outlook: Indonesian Insurance, menyebutkan prospek stabil terhadap sektor asuransi di Indonesia pada 2013. Estimasi pertumbuhan pendapatan premi akan didorong oleh pertumbuhan masyarakat kaya, pasar yang belum berkembang, dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap asuransi. Hingga semester I tahun 2012 lalu, pendapatan premi industri asuransi mencapai Rp 68,9 triliun, meningkat 15,5% dibanding periode yang sama tahun lalu. Industri perasuransian di Indonesia setiap tahunnya selalu berkembang pesat. Pertumbuhan premi asuransi jiwa diperkirakan akan mencapai
25% - 30%, sedangkan asuransi umum antara 22% - 23%.
3
terakhir, pertumbuhan premi di industri asuransi jiwa selalu berada di kisaran 25% - 30% dan AAJI juga menjelaskan pendorong pertumbuhan premi 22% - 23% di tahun 2013 adalah stabilnya perekonomian nasional. Dorongan pertumbuhan asuransi umum juga berasal dari langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang membuat tarif referensi asuransi. (sumber : www.indonesiafinancetoday.com)
Grafik 1.1
Pertumbuhan Asuransi di Indonesia
Sumber :
4
rumah. Jumlah kepemilikan asuransi di masyarakat Indonesia, dapat disaksikan dalam Gambar 1.1 dan Grafik 1.2.
Kepemilikan Asuransi
Gambar 1.1
Kepemilikan asuransi kesehatan di Indonesia Sumber : klasik.kontan.co.id
Tingkat Kepemilikan Asuransi
Grafik 1.2
5
Setiap manajer dalam sebuah perusahaan diberikan kepercayaan oleh para pemegang saham untuk mengelola dan menjalankan kegiatan perusahaan. Nilai perusahaan tercermin dari harga saham yang stabil dan dalam jangka panjang mengalami kenaikan yang signifikan. Setiap perusahaan juga akan selalu menghadapi tiga masalah utama di bidang keuangan, yaitu bagaimana cara mencari dana (raising of funds), bagaimana mengalokasi dana (allocation of funds), dan bagaimana membagi laba (devidend policy). Tiga fungsi utama manajemen keuangan yaitu keputusan pendanaan (financing decision), keputusan investasi (investment policy), dan kebijakan deviden (dividend policy). (Horne, 1998)
6
Keputusan pendanaan merupakan keputusan penting dalam bidang keuangan karena keputusan ini harus secara diteliti dan difikirkan oleh manajer keuangan untuk memenuhi komposisi modalnya. Struktur modal biasanya terdiri atas utang, saham preferen, dan modal sendiri. Untuk memenuhi kebutuhan keuangan perusahaan, maka manajer dihadapkan kepada beberapa alternatif, diantaranya ; memanfaatkan kredit dilembaga keuangan bank maupun non bank. Asuransi yang merupakan bagian dari lembaga keuangan bukan bank, tetap memiliki berbagai alternatif untuk memenuhi kebutuhan modalnya, seperti : penerbitan saham baru, penerbitan surat berharga ataupun obligasi, juga commercial paper sebagai surat pengakuan utang dalam jangka waktu yang relatif singkat.
7
Weston dan Copeland (1999), mengatakan bahwa pertumbuhan penjualan (Growth Of Sales) berpengaruh terhadap struktur modal, Brigham dan Houston(2001), juga berpendapat bahwa perusahaan dengan penjualan yang relatif stabil dapat lebih aman untuk memperoleh pinjaman.Weston dan Brigham (1998) juga berpendapat bahwa semakin tinggi Struktur Aktiva (Structure Assets) maka akan semakin tinggi pula struktur modalnya dan semakin rendah struktur aktiva perusahaan tersebut berarti perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang rendah dalam melunasi hutang – hutang jangka panjangnya.
Weston dan Brigham (1998), berpendapat bahwa perusahaan dengan tingkat Return On Assets yang tinggi, umumnya menggunakan hutang dalam jumlah yang relatif sedikit. Umur perusahaan (Age) juga merupakan hal yang dipertimbangkan investor untuk menanamkan sahamnya diperusahaan tersebut, hal ini sejalan dengan teori yang dikemukaan oleh Kaplan dan Norton (1996) bahwa tujuan jangka panjang perusahaan adalah investor dan meningkatkan kinerja perusahaan. Beberapa rasio yang menggambarkan kondisi struktur modal perusahaan diantaranya : Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age.
8
Tabel 1.1
Tingkat Penjualan, Total Aset dan Total HutangIndustri Asuransi Terbuka di Indonesia tahun 2011 dan 2012 (dalam jutaan rupiah)
Kode Perusahaan
2011 2012
Tingkat Penjualan Total Aset Total Hutang Tingkat Penjualan Total Aset Total Hutang ASJT 171.563 241.799 162.994 239.401 189.138 102.217 ASDM 377.489 954.711 798.167 482.584 996.179 820.927 ASRM 606.980 810.255 673.605 615.741 1.070.926 910.413 AHAP 165.182 210.216 139.846 215.534 252.378 169.704 AMAG 377.300 1.080.640 442.090 496.020 1.349.460 584.240 ASBI 201.313 294.199 198.280 239.282 369.709 249.326
PNLF 2.400 10.526 3.356 2.215 11.753 3.455
PNIN 2.622 11.639 3.361 2.465 13.059 3.738
MREI 625.200 616.200 380.600 720.800 779.800 457.900 LPGI 411.640 956.660 297.760 542.010 1.447.600 447.920 ABDA 772.599 1.426.731 1.022.105 924.933 1.796.430 1.174.970 Sumber : www.idx.co.id (diolah)
9
Berdasarkan faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal yang telah dijelaskan inilah yang mendorong minat penulis untuk melakukan analisis terhadap faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal di industri asuransi terbuka, dengan judul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Industri Asuransi Terbuka di Indonesia”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang dapat di buat adalah : Apakah terdapat pengaruh yang signifikan antara Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets, dan Age terhadap struktur modal industri asuransi yang terbuka di Indonesia.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan dari dilakukannya penelitian ini ialah menganalisis bagaimana pengaruh dari Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets, dan Age terhadap struktur modal industri asuransi.
1.4 Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini, diharapkan dapat memberikan manfaat kepada 1. Bagi Penulis
10 2. Bagi Investor
Dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan, rekomendasi dan sumber informasi untuk pengambilan keputusan.
3. Bagi Perusahaan
Penelitian ini diharapkan memberikan pengetahuan bagi perusahaan untuk lebih baik lagi dalam mengambil keputusan yang berkenaan dengan struktur modalnya.
4. Bagi Akademisi
11 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Tinjauan Pustaka
2.1.1 Pengertian Asuransi
Asuransi atau pertanggungan didefinisikan sebagai suatu perjanjian, dengan nama seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu (UU Hukum perniagaan pasal 246). Berdasarkan Undang – Undang yang sama, pasal 247 dinyatakan bahwa ; pertanggungan itu antara lain dapat mengenai bahaya kebakaran, bahaya yang mengancam hasil – hasil pertanian yang belum dipaneni, jiwa satu atau beberapa orang, bahaya laut dan perbudakan, bahaya yang mengancam pengangkutan di daratan, di sungai, dan di perairan darat.
12
Asuransi sebagai suatu lembaga ekonomi yang bertujuan mengurangi risiko dengan jalan mengkombinasikan dalam suatu pengelolaan sejumlah obyek yang cukup besar jumlahnya sehingga kerugian tersebut secara menyeluruh dapat diramalkan dalam batas-batas tertentu. Prinsip dasar asuransi yaitu ; memikul risiko, probabilitas (kemungkinan), dan hukum bilangan besar.
Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini disebut sebagai sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tertanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim di masa depan, biaya administratif, dan keuntungan. Pelaku di bidang asuransi ini meliputi : Unsur 1 yakni pihak tertanggung (the insured/verzekerde) ialah pihak yang berjanji membayar premi asuransi kepada penanggung (insureriver/zekeraar). Unsur 2 yakni adanya pihak yang berjanji akan membayar sejumlah uang kepada tertanggung apabila terjadi unsur 3. Unsur 3 yakni adanya peristiwa yang terjadi karena sutau hal yang tidak diketahui terlebih dahulu atau peristiwa yang semula dianggap tidak pasti terjadi
13
premi yang belum merupakan penghasilan. (2) Cadangan kerugian. (3) Cadangan sukarela. (Satria, 1994)
Asuransi di bagi menjadi dua cabang, yakni asuransi swasta dan asuransi pemerintah. Asuransi swasta terdiri dari swasta dalam negeri dan swasta asing. Asuransi Pemerintah dibagi menjadi asuransi sukarela dan asuransi wajib. Asuransi sukarela meliputi asuransi panen, asuransi deposito, asuransi tabungan dan pinjaman dan asuransi hipotik serta asuransi pinjaman untuk perbaikan harta tetap, sedangkan asuransi wajib adalah asuransi yang mengharuskan masyarakat memasukinya dan biasanya disebut sebagai asuransi sosial atau asuransi kesejahteraan sosial (Satria, 1994). Contoh dari asuransi pemerintah ialah ; PT. Jasa Raharja. Aktivitas dari PT. Jasa Raharja dalam menghimpun dana asuransi secara tidak langsung dari masyarakat, misalnya dengan pembayaran – pembayaran SWDKLLJ (Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan) oleh kendaraan – kendaraan baik pribadi maupun umum. Kemudian jika masyarakat mengalami kecelakaan lalu lintas, maka masyarakat tersebut dapat mengajukan asuransi ke PT. Jasa Raharja.
14
dengan kemajuan asuransi, kini asuransi juga dapat diklasifikasikan menjadi dua, yakni asuransi jiwa dan asuransi harta.
Asuransi jiwa sendiri terdiri dari tiga jenis asuransi, yakni asuransi jiwa, asuransi annuitet dan asuransi kesehatan. Asuransi jiwa menyediakan sejumlah uang pada waktu meninggalnya tertanggung untuk melakukan biaya penguburan dan untuk melanjutkan penghasilan bagi para ahli warisnya. Asuransi annuitet ialah kebalikan dari asuransi jiwa dalam hal dicairkannya suatu kekayaan menurut suatu pengaturan annuitant dijamin memperoleh penghasilan selama ia masih hidup. Asuransi kesehatan menyediakan uang untuk pembayar biaya – biaya kesehatan dan rumah sakit yang timbul karena kecelakaan atau penyakit dan melindungi tertanggung terhadap kerugian penghasilan karena cacat. (Satria : 1994)
15
kesehatan dimaksudkan untuk melindungi tertanggung terhadap beban – beban pengobatan dan perawatan rumah sakit dan kerugian pendapatan karena kecelakaan ataupun sakit.
Dalam dunia asuransi ada 6 macam prinsip dasar yang harus dipenuhi (Satria, 1994), yaitu :
a) Insurable interest. Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
b) Utmost good faith. Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah : si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas obyek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
c) Proximate cause. Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
16
e) Subrogation. Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
f) Contribution. Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.
Fungsi utama perusahaan asuransi sebagai perusahaan yang menanggulangi risiko dalam masyarakat. Akan tetapi, diantara periode penerimaan uang premi dengan pembayaran kerugian, perusahaan asuransi itu tidak dapat menjadi lembaga penanam modal. Sumbangan perusahaan – perusahaan asuransi dalam lapangan pembentukan modal sangatlah besar. Sruktur neraca pada industri asuransi, umumnya terdiri dari : Sisi Aktiva / Asset : (1) Investasi, mencakup dana – dana yang diperoleh perusahaan asuransi dari para investor. Terdiri dari : deposito berjangka, saham, obligasi, efek dan surat – surat berharga. (2) Kas dan Bank. (3) Piutang, terdiri dari : piutang premi, piutang reasuransi dan piutang – piutang lain yang berkaitan dengan operasional perusahaan. (4) Aset tetap. Dan di sisi Pasiva / Kewajiban dan Modal : (1) Kewajiban, terdiri dari : Utang Klaim, Utang reasuransi, dan utang – utang lain yang berkaitan dengan operasional perusahaan. (2) Modal.
17
a. Kegiatan umum yang merupakan pendukung kegiatan utama seperti sumber daya manusia, penyedia jasa dan sarana, kesekretariatan dan sebagainya.
18
c. Kegiatan produksi dan pemasaran, sebagaimana perusahaan lain, dalam usaha untuk memperoleh laba perusahaan asuransi melakukan aktivitas pemasaran, seperti pengembangan produk, promosi, penjualan melalui perantara, serta membina hubungan dan komunikasi dengan konsumen. d. Kegiatan yang berkaitan dengan keuangan dan akuntansi. Kegiatan ini
mencakup perencanaan atas kebutuhan dan sumber dana, serta pengalokasian dana. Tugas lain yang berkaitan dengan hal ini adalah membuat laporan keuangan dan menyiapkan laporan analisis kondisi keuangan untuk dipergunakan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan atau oleh pihak lain misalnya pengawas dan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
19
2.1.2 Karakteristik Perusahaan Asuransi
Karakteristik perusahaan asuransi dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Perusahaan asuransi melakukan kegiatan utama menerima risiko dari masyarakat, dan untuk ini masyarakat diharuskan membayar sejumlah uang yang disebut sebagai premi asuransi
b. Premi yang diterima diinvestasikan dalam jenis – jenis investasi yang aman, likuid, dan menguntungkan sehingga perusahaan asuransi mampu memenuhi kewajiban – kewajibannya dan memberikan keuntungan maksimum.
c. Pada dasarnya perusahaan asuransi tidak dibenarkan menarik kredit atau meminjam dana untuk membiayai kegiatannya.
d. Jumlah pemegang polis asuransi yang relatif besar maka masyarakat tertanggung perlu dilindungi dari kemungkinan kerugian keuangan. Perlindungan ini dilakukan oleh pemerintah melalui Departemen Keuangan dalam bentuk pembinaan dan pengawasan.
20
cadangan klaim, dalam usaha menjaga kemungkinan timbulnya kewajiban yang sifatnya tidak tentu. (4) mewajibkan perusahaan asuransi melakukan tindakan – tindakan yang diperlukan untuk menanggulangi keadaaan yang tidak optimum, misalnya mewajibkan pemegang saham menambah jumlah modal sampai kepada perusahaan mencapai tingkat yang optimum.
2.1.3 Peran dan Fungsi Industri Asuransi
Peranan industri asuransi yang begitu penting bagi perekonomian serta perkembangannya di Indonesia, maka sudah menjadi suatu keharusan adanya pembinaan dan pengawasan terhadap industri asuransi. Industri asuransi sebagai Regulated Industry (industri yang diatur). Keterlibatan kepentingan umum dalam industri asuransi, membuat asuransi merupakan industri yang harus secara masif diatur oleh pemerintah lewat kebijakan – kebijakan yang ditetapkannya. Kebijakan pemerintah ini yang kemudian akan mencegah kondisi insolvent dari penanggung, mencegah adanya kecurangan, menjamin penetapan harga yang wajar, dan menyediakan perlindungan asuransi secara luas bagi semua kalangan masyarakat. Hal yang perlu diperhatikan dalam pengaturan ini meliputi kesehatan keuangan industri asuransi, tarif premi industri asuransi dan bentuk perjanjian yang diadopsi industri asuransi tersebut dan penyelenggaran usaha asuransi tersebut.
21
insolvent atau dari perlakuan yang tidak adil yang dilakukan oleh industri asuransi itu sendiri. Pembinaan dan pengawasan yang dilakukan pemerintah terhadap indutri asuransi juga bertujuan untuk mempertahankan untuk kemudian mengembangkan industri asuransi tersebut. Peraturan yang dibuat pemerintah juga akan berlaku bagi semua jenis perusahaan asuransi, sehingga persaingan yang terjadi ialah persaingan yang berdasarkan kemampuan masing – masing industri asuransi.
Tiga hal pokok yang menjadi indikasi pembinaan dan pengawasan industri asuransi yang diatur dalam peraturan perundang – undangan meliputi aspek kelembagaan perusahaan perasuransian, kesehatan keuangan, dan penyelenggaraan usaha. Aspek kelembagaan terdiri dari ketentuan anggaran dasar, susunan organisasi, permodalan, kepengurusan, dan sumber daya manusia. Aspek kesehatan keuangan terdiri dari batas tingkat solvabilitas, retensi dan reasuransi, pengelolaan investasi, serta pembentukan cadangan teknik. Aspek penyelenggaraan usaha terdiri dari program asuransi, syarat – syarat polis asuransi, penetapan tingkat premi, penyelesaian klaim, norma penyelenggaraau usaha, pembukaan kantor cabang, dan persyaratan keahlian di bidang asuransi. Beberapa fungsi dari industri asuransi, yakni :
a. Mendorong masyarakat untuk lebih memikirkan masa depannya. Berbagai jenis asuransi yang ada dimaksudkan agar masyarakat dapat berjaga – jaga terhadap hal –hal yang tidak diinginkan di masa mendatang.
22
c. Mendorong masyarakat untuk tidak tergantung kepada pihak lain.
d. Ahli – ahli perusahaan asuransi dapat memberikan saran – saran untuk mengelola risiko dan mengurangi kemungkinan kerugian yang mungkin akan timbul.
e. Setiap perusahaan hanya menyisihkan sebagian kecil dana untuk ppremi tanpa perlu membuat cadangan dana yang besar untuk menghadapai berbagai macam kemungkinan kerugian, sehingga modal perusahaan dapat digunakan sebaik – baiknya. Pengusaha sendiri juga dapat lebih memusatkan perhatiannya untuk kepentingan kemajuan perusahaan.
23
usaha asuransi. (4) penelaahan untuk perumusan sistem pemeriksaan serta pelaksanaan pemeriksaan dalam rangka pembinaan usaha asuransi.
Insurance Commisioner melakukan pengawasan terhadap industri asuransi dalam melindungi masyarakat tertanggung serta mengembangkan industri asuransi tersebut sendiri. Insurance Examiner melakukan pangawasan, pemeriksaan, pengelolaan data dan statistik industri asuransi. Controller memantau keadaan pasar, bekerjasama dengan asosiasi perusahaan asuransi, dan pialang asuransi dalam rangka menciptakan pasar yang lebih bagus, persaingan yang sehat, serta industri asuransi yang mampu berkembang dan memberikan pelayanan yang terbaik.
2.1.4 Definisi Struktur Modal
24
relevan, MM memberikan petunjuk agar struktur modal yang kita rencanakan akan menjadi releva sehingga akan mempengaruhi nilai suatu perusahaan.
25
Konsensus bahwa struktur modal perusahaan ditentukan oleh karakteristik spesifik perusahaan (Harris dan Raviv : 2002), antara lain :
a. Fixed Asset, Aktivitas tetap akan menjadi penting bagi perusahaan untuk memperoleh pendanaan dari eksternal, sehubungan dengan tersedianya jaminan dari aktiva tetap tersebut. Aktiva tetap diharapkan mempunyai hubungan positif dengan leverage.
b. Debt to Assets Ratio of Firm, perusahaan yang lebih besar kemungkinan mempunyai forto polio yang lebih, sehingga kemungkinan kebankrutan yang relatif kecil. Ukuran perusahaan berpengaruh positif terhadap debt level
c. Return On Assets, perusahaan akan lebih senang untuk melakukan pedanaan internal untuk perusahaan. Perusahaan dengan tingkat profitability yang tinggi akan cenderung memiliki jumlah utang yang rendah.
d. Expected Growth, perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang baik, memiliki tingkat utang jangka panjang yang lebih rendah.
26
harus tetap mempunyai gambaran target struktur modal yang spesikfik setiap saatnya. Jika rasio utang yang sesungguhnya berada di bawah tingkat yang ditargetkan, ekspansi modal mungkin perlu dilakukan dengan menggunakan pinjaman, sementara jika rasio utang sudah melampaui target, saham mungkin perlu digunakan.
Struktur modal yang optimal suatu perusahaan ialah kombinasi dari utang dan ekuitas yang memaksimumkan harga saham perusahaan. Struktur modal yang optimal akan dapat berubah sewaktu – waktu, perubahan ini akan memacu perubahan tingkat risiko perusahaan dan biaya dari setiap jenis modal yang pada gilirannya akan mengubah biaya modal rata – rata tertimbang, dan lebih jauh lagi perubahan kondisi akan menuntut perubahan keputusan penganggaran modal yang akhirnya akan mempengaruhi harga saham perusahaan. Banyak faktor – faktor yang dipertimbangkan para manajer keuangan untuk melakukan keputusan sturktur modal, penentuan struktur modal yang optimal bukanlah ilmu pasti, karena meskipun perusahaan – perusahaan berada dalam industri yang sama, namun perusahaan – perusahaan tersebut cenderung memiliki struktur modal yang sangat berbeda. (Brigham dan Houston, 1999)
27
terjadi, biaya paing besar untuk perusahaan nilainya akan tergantung pada aset tak berwujud. (4) keuangan yang longgar. Kelonggaran yang semakin banyak mempermudah perusahaan mendanai investasi masa depan, tetapi akan memperlemah insentif bagi para manajer. (Brigham dan Houston, 2009)
Kebijakan stuktur modal melibatkan perimbangan (trade-off) antara risiko dan tingkat pengembalian : (1) Menggunakan lebih banyak utang berarti memperbesar risiko yang ditanggung pemegang saham. (2) Menggunakan lebih banyak utang juga memperbesar tingkat pengembalian yang diharapkan. Beberapa faktor yang mempengaruhi keputusan struktur modal, yaitu :
a. Risiko bisnis, yaitu tingkat risiko yang terkandung dalam operasi perusahaan apabila tidak menggunakan utang. Makin besar risiko bisnis perusahaan, makin rendah rasio utang yang optimal.
b. Posisi pajak perusahaan. Alasan utama menggunakan utang adalah karena biaya bunga dapat dikurangkan dalam perhitungan pajak, sehingga menurunkan biaya utang yang sesungguhnya. Akan tetapi, jika sebagian besar dari pendapatan perusahaan telah terhindar dari pajak karena perhitungan penyusutan, bunga pada utang yang beredar saat ini, atau kerugian pajak yang dikompensasi ke depan, maka tambahan utang tudak banyak memberi manfaat sebagaimana yang dirasakan perusahaan dengan tarif pajak yang efektif.
28
diperlukan untuk operasi yang stabil, yang merupakan faktor yang sangat menentukan untuk keberhasilan jangka panjang. Jika perekonomian dalam keadaan sulit, atau jika perusahaan menghadapi kesulitan operasi, para pemilik modal lebih suka menanamkan modalnya pada perusahaan yang memiliki posisi neraca yang baik. Karena itu, kemungkinan tersedianya dana di masa mendatang, dan konsekuensi akibat kurangnya dana, sangat berpengaruh terhadap struktur modal yang ditargetkan semakin besar kemungkinan kebutuhan modal di masa yang akan datang ditambah dengan semakin buruk konsekuensi kekurangan modal, maka seharusnya neraca semakin kuat.
d. Konservatisme atau agresivitas manajemen. Sebagian manajer lebih agresif dari yang lain, sehingga sebagian perusahaan lebih cenderung menggunakan utang untuk meningkatkan nilai laba. Faktor ini tidak mempengaruhi struktur modal yang optimal atau yang memaksimalkan nilai, tetapi akan mempengaruhi struktur modal yang ditargetkan yang ditetapkan manajer.
Namun, ada juga beberapa analisis yang menambahkan faktor – faktor dalam pengambilan keputusan struktur modal, yaitu :
29
b. Struktur aktiva. Perusahan yang memiliki nilai aktiva yang sesai untuk dijadikan jaminan kredit akan cenderung lebih banyak menggunakan utang.
c. Leverage Operasi. Perusahaan dengan leverage operasi yang lebih kecil cenderung lebih mampu untuk memperbesar leverage keuangan karena ia akan mempunyai risiko bisnis yang lebih kecil.
d. Tingkat pertumbuhan. Perusahaan dengan tingkat pertumbuhan yang pesat harus lebih banyak menggunakan dana eksternal.
e. Return On Assets. Perusahaan yang memiliki return on invesment yang tinggi akan cenderung menggunakan utang relatif lebih kecil.
f. Pajak. Bunga merupakan beban yang dapat dikurangi untuk tujuan perpajakan, dan pengurangan tersebut sangat bernilai bagi perusahaan yang terkena tarif pajak yang tinggi. Karena itu, makin tinggi tarif pajak sebuah perusahaan maka semakin besar manfaat penggunaan utang.
g. Pengendalian. Pengaruh utang lawan saham terhadap posisi pengendalian akan mempengaruhi struktur modal.
h. Sikap manajemen. Manajemen dapat melakukan pertimbangan sendiri terhadap struktur modal yang tepat. Sebagian manajemen memiliki sikap yang enderung konservatif, sehingga menggunakan jumlah utang yang lebih kecil daripada rata – rata perusahaan.
30
tepat bagi perusahaan, sikap para pemberi pinjaman dan perusahaan penilai peringkat cenderung akan mempengaruhi struktur keuangan.
j. Kondisi pasar. Kondisi di pasar saham dan obligasi mengalami perubahan jangka pendek dan panjang yang sangat berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan yang optimal.
k. Kondisi internal perusahaan. Kondisi internal perusahaan juga akan sangat berpengaruh terhadap struktur modal yang akan ditargetkan.
l. Fleksibilitas keuangan. Perusahaan harus mempertahankan fleksibilitas keuangan yang jika dilihat dari sudut pandang operasional berarti perusahaan harus mempertahankan kapasitas cadangan yang memadai.
Teori Trade-Off ialah perusahaan menyeimbangkan manfaat dari pendanaan dengan utang. Teori pengisyaratan, MM mengasumsikan bahwa investor memiliki informasi yang sama dengan prospek perusahaan seperti yang dimiliki para manajer. Akan tetapi, pada kenyataannya manajer mempunyai informasi yang lebih baik dibanding investor luar.
31
mendapatkan hasil dari investasi yang didanai dengan dana hasil pinjaman lebih besar daripada bungayang dibayarkan, maka pengembalian dari modal pemilik akan diperbesar atau diungkit. Dua alasan mengapa terjadi efek pengungkit, yaitu (1) Karena beban dapat menjadi pengurang pajak, penggunaan utang akan menurunkan tagihan pajak dan memberikan lebih banyak laba operasi perusahaan yang tersedia bagi para investornya. (2) jika laba operasi yang dinyatakan sebagai presentase dari aktiva ternyata melebihi tingkat bunga atas pinjaman, seperti yang biasa tejadi, maka sebuah perusahaan dapat menggunakan utang untuk memperoleh aktiva, membayar bunga atas utang, dan masih memiliki sisa bonus bagi para pemegang saham. (Brigham dan Houston, 2009)
32
berjanji akan melakukan serangkaian pembayaran bunga dan kemudian mengembalikan jumlah uang yang dipinjamnya. Jika laba naik, pemegang utang terus menerima pembayaran bunga tetap saja, jadi semua keuntungan menjadi milik pemegang saham. Hal ini akan terjadi sebaliknya jika laba turun, pemegang saham akan menanggung semua keraguan. Rasio leverage akan mengukur seberapa besar leverage keuangan yang ditanggung perusahaan. (Brigham dan Houston : 2009)
33
dipengaruhi oleh struktur modal, tetapi MM memodifikasi proposisi I untuk mengakui pajak perusahaan.
2.2 Penelitian Terdahulu
1. Hermeindito Kaaro (2003)
Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dari struktur modal berbasis pecking order theory pada kondisi ekonomi yang berbeda yaitu pada kondisi ekonomi normal dan kondisi ekonomi krisis. Penelitian ini dilakukan terhadap 11 perusahaan manufaktur tahun 1993-1998. Prediksi struktur modal berbasis pecking order theory dalam penelitian ini memberikan hasil yang berbeda dengan penelitian terdahulu. Hasil dari penelitian ini menyimpulkan bahwa ROA dan struktur aktiva memiliki pengaruh positif terhadap struktur modal sedangkan pertumbuhan ukuran perusahaan, Retained Earning to Total Asset memiliki pengaruh negatif terhadap struktur modal.
2. Saidi (2004)
34 3. Andi Oky (2004)
Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi struktur modal terhadap 97 perusahaan manufaktur di BEJ tahun 2000-2003. Penelitian ini menyimpulkan bahwa : Ukuran perusahan, risiko bisnis, pertumbuhan aset, profitabilitas, dan struktur kepemilikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap struktur modal. Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Risiko bisnis (diwakili oleh beta perusahaan) secara parsial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap struktur modal. Pertumbuhan aset dan struktur kepemilikan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal. Profitabilitas (diwakili oleh NPM) secara parsial berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap struktur modal.
4. Dikky Mahisa Putra. W (2005)
35 5. Suripto (2008)
Dalam penelitiannya dengan judul “Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap struktur Modal : Pengujian Pecking Order Theory” menyimpulkan bahwa rasio aktiva tetap, ukuran perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap struktur modal.
6. Panca Winahyuningsih, Kertati Sumekar dan Hanar Prasetyo (2009) Dalam penelitian yang berjudul “Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia” Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pertumbuhan penjualan, profitabilitas dan operating leverage terhadap struktur modal.
7. Seftianne (2011)
36 8. Ali Kesuma (2009)
Dalam penelitiannya yang berjudul “Analisis Faktor yang Mempengaruhi Struktur Modal Serta Pengaruhnya Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia” menyimpulkan bahwa Rasio Hutang mempunyai pengaruh yang signifikan dan searah dengan struktur modal. Profitabilitas mempunyai pengaruh berlawan arah dengan struktur modal.
9. Bilal Sharif, Muhammad Adnan dan Abdul Jabbar Khan (2012)
[image:49.595.86.555.512.745.2]Dalam penelitiannya “Firm Characteristics and Capital Structure : A Panel Data Analysis of Pakistan’s Insrance Sector” menyimpulkan bahwa Return On Assets, Return On Equity, Debt to Assets Ratio memiliki hubungan yang positif terhadap struktur modal, sedangkan Debt to Equity Ratio, age, dan earning volatility memiliki hubungan yang negatif terhadap struktur modal.
Tabel 2.1
Tabel Peneltian Terdahulu No Nama Peneliti /
Tahun
Judul
Penelitian Variabel Hasil
1 Hermeindito Kaaro / 2003
Struktur Modal Berbasis Pecking Order Theory
Bebas : ROA, struktur aktiva, pertumbuhan
ukuran perusahaan,
Retained Earning to Total Asset
Terikat : Struktur Modal
37 No Nama Peneliti /
Tahun
Judul
Penelitian Variabel Hasil
2 Saidi /2004
faktor-faktor yang mempengar uhi struktur modal terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di BEJ
Bebas : Ukuran perusahaan, pertumbuhan aktiva, profitabiltas, struktur kepemilikan, dan Risiko bisnis Terikat : Struktur Modal
Ukuran perusahaan,pertumbuhan aktiva, profitabiltas, dan struktur
kepemilikan mempunyai pengaruh positif terhadap struktur modal perusahaan. Risiko bisnis mempunyai pengaruh negatif terhadap struktur modal perusahaan
3 Andi Oky /2004
faktor-faktor yang mempengar uhi struktur modal terhadap 97 perusahaan manufaktur di BEJ tahun 2000-2003
Bebas : Ukuran perusahan, risiko bisnis, pertumbuhan aset, profitabilitas, struktur kepemilikan Terikat : Struktur Modal
Ukuran perusahan, risiko bisnis, pertumbuhan aset, profitabilitas, dan struktur kepemilikan secara bersama-sama berpengaruh terhadap struktur modal. Ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap struktur modal.
4 Dikky Mahisa
Putra. W / 2005
faktor-faktor yang mempengar uhi struktur modal
terhadap 52 perusahaan manufaktur di BEJ
Bebas : Struktur aktiva, ukuran perusahaan,
profitabilitas, risiko bisnis, dan kesempatan
investasi
Terikat : Struktur Modal
Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur aktiva, ukuran perusahaan, profitabilitas, risiko bisnis, dan kesempatan investasi secara bersama-sama berpengaruh negatif terhadap struktur modal.
5 Suripto / 2008 Pengaruh Karakteristi k Perusahaan Terhadap struktur Modal : Pengujian Pecking Order Theory
Bebas : Rasio aktiva tetap, ukuran perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan. Terikat : Struktur Modal
rasio aktiva tetap, ukuran perusahaan, profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan berpengaruh signifikan terhadap
38 No Nama Peneliti /
Tahun
Judul
Penelitian Variabel Hasil
6 Panca
Winahyuningsih, Kertati Sumekar dan Hanar Prasetyo / 2009
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengar uhi Struktur Modal Pada Perusahaan Manufaktur Yang Go Public Di Bursa Efek Indonesia
Bebas :
pertumbuhan penjualan,
profitabilitas dan operating
leverage
Terikat : Struktur Modal
Ada pengaruh yang signifikan antara variabel pertumbuhan penjualan, profitabilitas dan operating leverage terhadap struktur modal.
7 Seftianne / 2011 Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengar uhi Struktur Modal Pada Perusahaan Publik Sektor Manufaktur
Bebas : Return On Equity, Debt to Assets Ratio, profitabilitas, tingkat likuiditas, risiko bisnis, kepemilikan managerial dan struktur aktiva Terikat : Struktur Modal
Return On Equity dan Debt to Assets Ratio memiliki hubungan positif terhadap struktur modal, sedangkan profitabilitas, tingkat likuiditas, risiko bisnis, kepemilikan managerial dan struktur aktiva tidak berpengaruh terhadap struktur modal.
8 Ali Kesuma /
2009 Analisis Faktor yang Mempengar uhi Struktur Modal Serta Pengaruhny a Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate yang Go Public di Bursa Efek Indonesia
Bebas : Rasio Hutang,
Profitabilitas Terikat : Struktur Modal
Rasio Hutang mempunyai pengaruh yang signifikan dan searah dengan struktur modal. Profitabilitas mempunyai pengaruh berlawan arah dengan
39 No Nama Peneliti /
Tahun
Judul Penelitian
Variabel Hasil
9 Bilal Sharif,
Muhammad Adnan dan Abdul Jabbar Khan / 2012 Firm Characteris tics and Capital Structure : A Panel Data Analysis of Pakistan’s Insrance Sector
Bebas : Return On Assets, Return On Equity, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, age, dan earning volatility Terikat : Struktur Modal
40 2.3 Kerangka Konseptual
[image:53.595.123.499.256.463.2]Analisis faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal, yang terdiri dari Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age, maka kerangka konseptual yang dapat dibuat yaitu :
Gambar 2.1 kerangka Konseptual
Sumber : Bilal Sharif, Muhammad Adnan dan Abdul Jabbar Khan, 2012
Growth Of Sales (X1)
Stucture Assets (X2)
Return on Assets (X3)
Struktur Modal (Y)
41 2.4 Hipotesis
42 BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti ialah penelitian yang bersifat analisis dengan pendekatan bersifat kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor – faktor yang mempengaruhi karakteristik perusahaan dan faktor – faktor yang mempengaruhi struktur modal indutsri asuransi yang go public di indonesia.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di perusahaan – perusahaan asuransi go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan data yang di ambil dari situs asuransi yang dipilih. Waktu penelitian dimulai sejak bulan desember 2012 hingga Februari 2013.
3.3 Batasan Operasional
43 3.4 Definisi Operasional
A. Growth Of Sales (X1), adalah kenaikan jumlah penjualan dari tahun ke tahun atau dari waktu ke waktu. Cara pengukurannya adalah dengan membandingkan penjualan pada tahun ke t setelah dikurangi jumlah penjualan pada periode sebelumnya terhadap penjualan periode sebelumnya.
�����ℎ������� = �1− �1−� �1−�
B. Structure Assets (X2), adalah kekayaan atau sumber – sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang diharapkan akan memberi manfaat di masa yang akan datang. Cara mengukurnya adalah dengan membandingkan jumlah aktiva tetap dengan keseluruhan total aktiva.
��������������� = �����������
����������� � 100%
C. Return On Assets (ROA), merupakan rasio antara laba bersih terhadap total aktiva mengukur tingkat pengembalian total aktiva setelah beban bunga dan pajak
�������������� = ���������ℎ������������
��������� �100%
D. Age (umur perusahaan) ialah kemampuan perusahaan untuk bertahan dan menjalankan operasionalnya. Perusahaan besar memiliki beragam risiko dan memiliki kesempatan yang kecil mengalami kebangkrutan, juga memiliki biaya agensi yang rendah.
44
E. Struktur modal adalah pembiayaan permanen yang terdiri dari hutang jangka panjang, saham preferen, dan modal saham (Weston dan Copeland).
������������� = �������������������
������������ � 100%
3.5 Populasi dan Sampel Penelitian
[image:57.595.110.528.546.742.2]Populasi adalah kelompok elemen yang lengkap, yang biasanya berupa orang, objek, atau transaksi, atau kejadian dimana kita tertarik untuk mem-pelajarinya atau menjadi objek penelitian (Kuncoro, 2009). Populasi dalam penelitian ini adalah industri asuransi terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Sampel adalah suatu himpunan bagian (subset) dari unit populasi (Kuncoro, 2009). Populasi dan Sampel pada penelitian ini berjumlah 11 industri asuransi. Pengambilan sampel dalam peneltian ini menggunakan pendekatan Non probability sampling.
Tabel 3.1
Sampel Industri Asuransi Terbuka di Indonesia
No Nama Perusahaan Tahun
2008 2009 2010 2011 2012
1 PT. Asuransi Jasa Tania Tbk √ √ √ √ √
2 PT. Asuransi Dayin Mitra Tbk √ √ √ √ √
3 PT. Asuransi Ramayana Tbk √ √ √ √ √
4 PT. Asuransi Harta Aman Pratama Tbk √ √ √ √ √
5 PT. Asuransi Multi Artha Guna Tbk √ √ √ √ √
6 PT. Asuransi Bintang Tbk √ √ √ √ √
7 PT. Panin Financial Tbk √ √ √ √ √
8 PT. Panin Insurance Tbk √ √ √ √ √
9 PT. Maskapai Reasuransi Indonesia √ √ √ √ √
10 PT. Lippo General Insurance Tbk √ √ √ √ √
11 PT. Asuransi Bina Dana Artha Tbk √ √ √ √ √
45 3.6 Jenis data
Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang bersifat kuantitatif. Sebagai sumber data yang digunakan adalah Laporan Keuangan perusahaan sampel yang terdapat pada situs masing – masing perusahaan. Data keuangan yang digunakan adalah laporan keuangan sejak 2007 sampai dengan 2011.
3.7 Metode Pengumpulan Data
46 3.8 Teknik Analisis
3.8.1 Uji Normalitas
Tujuan dari uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah distribusi normal. Data yang baik adalah data yang mepunyai pola seperti distribusi normal, yakno data yang tidak menyebar ke kanan ataupun ke kiri. Dala penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan grafik untuk melihat normalitas data yakni PP plot. PP plot akan membentuk plot antara nilai – nilai teoritis (sumbu X) melawan nilai – nilai yang di dapat dari sampel (sumbu Y). Apabila plot keduanya berbentuk linier (mendekati garis lurus) engindikasikan bahwa residual menyebar normal. Jika pola – pola titik yang terletak diakhir garis lurus menyimpang sedangkan yang lainnya tidak, maka data tetap terdistribusi normal. Peneliti juga menggunakan pendekatan Kolmogrov Smirnov untuk memastikan apakah data di sepanjang garis diagonal terdistribusi normal atau tidak.
3.8.2 Uji Heteroskedastisitas
Uji Homoskedasitas pada dasarnya menguji apakah sebuah grup mempunyai varians yang sama di antara anggota grup tersebut. Jika varians sama dan ini yang seharusnya terjadi maka dikatakan homoskedatisitas. Sedangkan jika varians tidak sama dikatakan terjadi heteroskedatisitas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi heteroskedastisitas. Alat untuk menguji heteroskedastisitas bisa dibagi menjadi dua yakni dengan alaat analisis grafik atau dengan analisis residual yang berupa statistik, dalam penelitian ini, peneliti menggunakan analisis residual. Secara simbolis heteroskedastisitas adalah :
47 3.8.3 Uji Multikolinearitas
Multikolinearitas sebagai fenomena sampel terutama muncul karena data yang dikumpulkan bukan data percobaan, khususnya pada ilmu ekonomi.Multikolinearitas timbul sebagai akibat kombinasi linier dari satu atau lebh variabel regressor, maka variabel regressor yang mengalami kombinasi linier dengan variabel regresor lainnya diregresikan untuk menghitung R2j, regresi ini disebut Auxiliary Regression. Tolerance and Variance Inflantion Factor. Nilai VIF yang smakin besar menunjukkan masalah multikolinear yang semakin serius. Adanya Multikolinearitas dapat dilihat dari Tolerance Value atau nilai Variance Inflantion Factor (VIF), yaitu dengan rumus ;
��� = 1
(1− ��2)
Batas Tolarnce Value adalah 0,1 dan batas VIF adalah 5, dimana jika Tolerance Value < 0,1 atau VIF > 5 maka terjadi multikolinearitas dan jika Tolerance Value >0,1 atau VIF <5 maka tidak terjaadi multikolineritas
3.8.4 Koefisien Determinasi
48
independen ditambahkan ke dalam model maka R2 akan meningkat walaupun variabel tersebut tidak signifikan berpengaruh terhadap model. Fungsi dari Adjusted R Square adalah mengurangu keraguan tersebut, oleh karena itu banyak peneliti yang menganjurkan menggunakan Adjusted R Squared untuk mengevaluasi modelnya.
����2 = 1− �(1− �2)( � −1
� − � −1)�
Teknik analisis data yang digunakan adalah Metode Analisis Regresi Linear Berganda (Multiple Linear Regression). Metode ini digunakan untuk mengetahui faktor penyebab perubahan variabel terikat yang memiliki lebih dari satu variabel bebas. Manfaat analisis regresi linear berganda ini meliputi : (1) untuk mengetahui besarnya pengaruh dari setiap variabel bebas yang tercakup dalam persamaan terhadap variabel terikat. (2) untuk meramalkan nilai variabel terikat di masa yang akan datang. Model regresi linear berganda ini, bisa ditulis dengan dua cara yakni :
Y = a + B1 X1 + B2 X2 + ... ... + Bk Xk + ∈
49
Variabel terikat ialah struktur modal yang memiliki beberapa variabel bebas, yaitu : Return On Assets, Return On Equity, Debt to Assets Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Age. Maka dapat dirumuskan menjadi :
Y1 = a+ B1 X1 + B2 X2 + B3 X3 + B4 X4 + ∈
Keterangan :
Y1 = Struktur Modal
a = Konstanta (intercept) B1 – 4 = Koefisien Regresi
X1 = Growth Of Sales
X2 = Structure Assets
X3 = Return On Assets
X4 = Age
∈ = Variabel penggangu (Disturbance error)
3.8.5 Uji F (Pengujian Pengaruh Signifikan Seluruh Variabel Bebas terhadap Struktur Modal)
Pengaruh sgnifikan dari seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat ini menggunak an hipotesis sebagai berikut:
Dengan hipotesis :
H0 = Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara Growth Of
Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age, terhadap struktur modal perusahaan.
Ha = Terdapat pengaruh yang signifikan antara Growth Of Sales,
50
Jika probabilitas dari nilai F < tingkat signifikansi (α) atau Fhitung >
F
tabel maka Ha diterima dan Ho ditolak.
3.8.6 Uji t (Pengujian Pengaruh Secara Parsial Masing-Masing Variabel Bebas terhadap Struktur Modal)
Ho = Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age secara parsial tidak berpengaruh positif atau negatif terhadap struktur modal
Ha = Growth Of Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age secara parsial berpengaruh positif atau negatif terhadap struktur modal
Untuk pengujian hipotesis 2 dilakukan uji t, untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel x secara parsial terhadap variabel y dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan. Adapun langkah – langkah pengujian :
1. Menentukan tingkat confidence 95% (=0.05) 2. Menentukan hipotesis statistik :
Ho : b1, b2, …., bm = 0, artinya tidak ada pengaruh yang nyata secara
parsial dari independen variabel Xi terhadap dependen variabel Y
3. Menentukan nilai t dengan rumus:
bi = Koefisien regresi masing – masing variabel
51 4. Menentukan kaedah pengujian :
Jika t hitung < t table maka H0 diterima dan Ha di tolak berarti Growth Of
Sales, Structure Assets, Return On Assets dan Age secara parsial tidak berpengaruh positif maupun negative terhadap struktur modal
Jika t hitung > t table maka H0 ditolak, Ha di terima berarti Growth Of
52
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4. 1 Sejarah Singkat Perusahaan
1. PT. Asuransi Jasa Tania
Perseroan didirikan di Bandung pada tanggal 25 Juni 1979 dengan nama “PT Maskapai Asuransi Jasa Tania” yang berdomisili di Bandung, dengan bisnis yang berbasiskan kepercayaan dari PT. Perkebunan I-XXIX. Pada periode ini operasional perseroan didukung oleh jaringan 5 kantor cabang dan 1 kantor perwakilan. Dengan semakin berkembangnya kegiatan usaha, sejak tahu 1987 domisili Perseroan dipindahkan dari Bandung ke Jakarta.
53 2. PT Asuransi Dayin Mitra
PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) didirikan tanggal 1 April 1982 dan mulai beroperasi pada bulan Juli 1982. Saat ini kantor pusat Perusahaan terletak di Jakarta. Perusahaan mempunyai sepuluh (10) kantor cabang dan empat (4) kantor pemasaran yang terletak di sejumlah kota di Indonesia. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha dalam bidang asuransi kerugian termasuk usaha prinsip syariah yang akan dilaksanakan melalui kantor cabang Perusahaan.
Pada tanggal 31 Oktober 1989, Perusahaan memperoleh Surat Izin Emisi Saham dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan penawaran umum saham perdana kepada masyarakat sebanyak 2.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran perdana Rp6.500,- per saham. Pada tanggal 15 Desember 1989, seluruh Perusahaan saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
3. PT. Asuransi Ramayana
PT Asuransi Ramayana Tbk (ASRM) didirikan dengan tanggal 6 Agustus 1956 dan mulai beroperasi secara komersial sejak tahun 1956. Kantor pusat ASRM beralamat di Jalan Kebon Sirih No. 49, Jakarta. Saat ini ASRM memiliki 28 cabang yang terletak di beberapa kota di Indonesia.
54
Indonesia Direktorat Jenderal Moneter Dalam Negeri tanggal 13 Oktober 1986. Pada tanggal 30 Januari 1990, ASRM memperoleh Izin Bapepam-LK untuk melaksanakan penawaran umum perdana saham ASRM kepada masyarakat sebanyak 2.000.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran sebesar Rp6.000,- per saham. Saham-saham tersebut telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 19 Maret 1990.
4. PT. Asuransi Harta Aman Pratama
PT. Asuransi Harapan Aman Pratama (Perusahaan) didirikan pada tanggal 28 Mei 1982 berdasarkan Akta Notaris Trisnawati Mulia, SH No.76 yang telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. C2-1325.HT.01.01.Th.82 tanggal 21 September 1982. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Fathiah Helmi, SH No.1 tanggal 1 Juli 2004 mengenai pembagian saham bonus yang berasal dari kapitalisasi agio saham sampai dengan tahun 2003 dan peningkatan modal dasar Perusahaan menjadi sebesar Rp 50 miliar.
55 5. Asuransi Multi Artha Guna
PT Asuransi Multi Artha Guna (MAG) mengawali kiprahnya sebagai perusahaan asuransi tertanggal 14 November 1980. Tahun 1982, perusahaan mulai memperluas cabangnya di Bandung. Untuk memperkuat struktur permodalan guna mendukung efektifitas keuangan perusahaan, perusahaan pernah menawarkan right issue kepada para pemegang saham.
Asuransi MAG telah memiliki 10 kantor cabang di Lampung, Pekanbaru, Bogor, Bandung, Surabaya, Makassar, Palembang, Medan, Manado dan Banjarmasin serta 18 kantor perwakilan di Pontianak, Balikpapan, Yogyakarta, Jambi, Muara Bungo, Semarang, Malang, Samarinda, Cikarang, Kendari, Solo, Serpong, Batam, Denpasar, Padang, Pematang Siantar, Tanjung Pinang dan Palu.
6. PT. Asuransi Bintang
PT Asuransi Bintang Tbk (ASBI) didirikan tanggal 17 Maret 1955 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Maret 1955. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah menjalankan usaha di bidang asuransi kerugian dan reasuransi baik konvensional maupun dengan prinsip syariah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
56
Perusahaan saat ini berkantor pusat di Jakarta. Perusahaan memiliki sepuluh (10) kantor cabang, satu (1) cabang bisnis Syariah dan sembilan (9) kantor pemasaran yang terletak di beberapa kota di Indonesia. Pada tanggal 6 Oktober 1989, Perusahaan memperoleh Surat Izin Emisi Saham dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk melakukan Penawaran Umum Saham Perdana kepada masyarakat sebanyak 1 juta saham dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dan harga penawaran perdana Rp7.500,- per saham. Pada tanggal 17 Nopember 1989, seluruh Perusahaan saham telah dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia.
7. PT. Panin Financial
PT Panin Financial Tbk nama PT Asuransi Jiwa Panin Putra dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1976. Kantor pusat PNLF terletak di Panin Life Center Lantai 7, Jalan Let. Jend. S. Parman Kavling 91 Jakarta. PNLF beberapa kali melakukan perubahan nama, antara lain: PT Asuransi Jiwa Panin Putra, PT Panin Anugerah Life Tbk, PT Panin Life Tbk, PT Panin Financial Tbk.
57 8. PT. Panin Insurance
PT Panin Insurance Tbk (PNIN) didirikan tanggal 24 Oktober 1973 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1974. Kantor pusat PNIN terletak di Panin Bank Plaza lantai 6, Jalan Palmerah Utara No. 52, Jakarta. Saat ini, PNIN memiliki dua cabang di Jakarta dan empat cabang di luar Jakarta, yaitu: Bandung, Semarang, Surabaya dan Medan, serta memiliki 15 kantor pemasaran di Cirebon, Palembang, Makassar, Bandar Lampung, Pekanbaru, Batam, Yogyakarta, Padang, Jambi, Pematang Siantar, Banjarmasin, Sukabumi, Puri Kencana – Jakarta, Bogor dan Solo.
PNIN tergabung dalam kelompok usaha (Grup) Pan Indonesia (Panin) sedangkan Induk usaha adalah PT Panincorp. Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PNIN adalah dalam bidang asuransi kerugian.
9. PT. Maskapai Reasuransi Indonesia
58
Perusahaan pernah memperoleh penghargaan sebagai perusahaan reasuransi terbaik dari Majalah Investor, Majalah Media Asuransi, dan APPARINDO. Pemegang saham: Coutts And Co Ltd Singapore 21.01%, AJB Bumiputera 1912 19.78%, PT Asuransi Bina Dana Artha Tbk 14.75%, ABN Amro Nominees Singapore Pte Ltd 12.09%, Barclays Bank PLC Hong Kong-Wealth Management 6.72%, Felicity Gold Corporation 5.98%, Sukarto Bujung 5.66%, dan publik 14.01%.
10. PT. Lippo General Insurance
PT Lippo General Insurance Tbk didirikan tanggal 06 September 1963 dengan nama PT Asuransi Brawijaya dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1983. Kantor pusat LPCK berdomisili di Gedung Citra Graha Lt 2, Jalan Jenderal Gatot Subroto. LPGI memiliki cabang dan Kantor pemasaran yang berlokasi di Karawaci, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Pekanbaru, Cikarang, Makassar dan Balikpapan.
59 11. PT. Bina Dana Artha
PT Asuransi Bina Dana Arta Tbk didirikan dengan nama PT Asuransi Bina Dharma Arta tanggal 12 Oktober 1982 dan sudah mulai beroperasi sejak didirikannya. ABDA berkedudukan di Jakarta Selatan dan berkantor pusat di Plaza ABDA, lantai 27 Jalan Jenderal Sudirman Kav. 59, Jakarta Selatan dan sejumlah 18 kantor cabang dan 15 kantor pemasaran yang berlokasi di berbagai pusat bisnis yang tersebar di Indonesia.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ABDA adalah bergerak di bidang asuransi kerugian. Untuk mencapai maksud dan tujuan ini, Perusahaan dapat melaksanakan kegiatan usaha dengan memberikan jasa dalam penanggulangan resiko atas kerugian, kehilangan, manfaat dan bertanggung jawab hukum pada pihak ketiga, yang timbul dari peristiwa tang tidak pasti.
60
4.2 Perkembangan Variabel Growth Of Sales, Sructure Assets, Return On Assets dan Age Industri Asuransi Terbuka di Indonesia
[image:73.595.102.517.343.751.2]Perkembangan Variabel bebas yang terdiri dari Growth Of Sales, Sructure Assets, Return On Assets dan Age industri asuransi terbuka di Indonesia selama lima tahun terakhir yakni tahun 2008, 2009, 2010, 2011 dan 2012 dapat dilihat seperti tabel dibawah ini :
Tabel 4.1
Perkembangan Growth Of Sales, Sructure Assets, Return On Assets dan Age Tahun 2008 sampai 2012
No Perusahaan Tahun Growth Of Sales
Structure
Assets ROA Age
1 ASJT 2008 0.39 7.68 6.60 33.00
2009 -0.04 6.48 4.50 32.00
2010 0.19 8.36 4.40 31.00
2011 0.11 13.38 5.50 30.00
2012 0.34 9.55 5.10 29.00
2 ASDM 2008 1.00 5.00 3.05 26
2009 13.00 4.50 3.17 27
2010 18.00 4.00 0.33 28
2011 3.46 8.00 6.06 29
2012 12.59 7.00 5.42 30
3 AR 2008 28.00 1.00 2.90 52
2009 12.00 1.00 2.70 53
2010 16.00 2.00 2.60 54
2011 1.80 8.00 2.90 55
2012 27.31 8.00 2.00 56
4 AHAP 2008 32.38 2.90 6.60 26
2009 12.46 3.70 6.90 27
2010 41.46 2.90 4.80 28
2011 52.32 5.30 7.20 29
2012 27.26 6.90 3.20 30
5 AMAG 2008 15.10 7.70 10.90 28
2009 28.29 6.50 8.83 29
2010 15.83 5.60 8.77 30
2011 38.00 13.40 9.70 31