• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGOLAHAN HASIL PENGOLAHAN HASIL TES 001

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGOLAHAN HASIL PENGOLAHAN HASIL TES 001"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

TEKNIK PENGOLAHAN

SKOR

Oleh :

Ipin Aripin, M.Pd.

(2)

Dari 20 soal Budi

menjawab benar 15

soal

Hasil Ulangan Budi

adalah 80

Manakah

Skor

&

(3)

Perbedaan antara skor dan nilai

Skor adalah hasil pekerjaan menskor yang diperoleh

dengan menjumlahkan angka-angka bagi setiap soal

tes yang dijawab betul oleh siswa

(4)

Contoh Lain

: A memperoleh skor 24 artinya A

hanya menguasai : 24/40 x 100% tujuan

instruksional khusus atau hanya 60% dari tujuan

instruksional khusus, dalam daftar nilaiA dapat

60, jadi perbedaannya:

24 adalah skor, 60

adalah nilai.

Skor dapat dibedakan atas 3 macam. Yaitu skor

yang

diperoleh

(

obtained

score

),

skor

sebenarnya (

true score

), dan skor kesalahan

(5)

TEKNIK PENGOLAHAN SKOR MENJADI NILAI

Mengolah skor mentah menjadi nilai huruf

(6)

Skor sebenarnya seringkali disebut dengan

istilah skor univers

skor alam (

universe

score

) adalah nilai hipotetis yang sangat

tergantung dari perbedaan individu berkenaan

dengan pengetahuan yang dimiliki secara

tetap.

Perbedaan antara skor yang diperoleh dengan

skor

sebenarnya

disebut

dengan

istilah

(7)

• Hubungan antara ketiga macam skor tsb adalah :

Skor yang diperoleh = skor sebenarnya + skor kesalahan

Norm – Referenced dan Criterion – Referenced

• Di dalam penggunaan Criterion Referenced, siswa dibandingkan dengan sebuah standar tertentu, yang dibandingkan dengan standar mutlak yaitu standar 100.

penggunaan standar mutlak terutama dipertahankan dalam penerapan prinsip belajar tuntas

(8)

Dengan standar mutlak

• Apabila standar relatif dan standar mutlak dihubungkan dengan pengubahan skor menjad inilai, akan terlihat sbb :

1) Pemberian skor terhadap siswa, di dasarkan atas pencapaian siswa terhadap tujuan yang ditentukan

2) Nilai diperoleh dengan mencari skor rata-rata langsung

Contoh :

• Dari ulangan ke-1, memperoleh skor 60 (mencapai 60% tujuan)

• Dari ulangan ke-2, memperoleh skor 80 (mencapai 80% tujuan)

• Dari ulangan ke-3, memperoleh skor 50 (mencapai 50% tujuan)

(9)

Dengan standar relatif

1) Pemberian skor terhadap siswa juga didasarkan atas pencapaian siswa terhadap tujuan yang ditentukan

2) Nilai diperoleh dengan 2 cara

a) Mengubah skor tiap-tiap ulangan lalu diambil rata-ratanya b) Menjumlah skor tiap-tiap ulangan, baru diubah ke nilai

Mengolah Nilai

• Beberapa skala penilaian

(10)

b. Skala 1 – 10

Dalam skala 1- 10, guru jarang memberikan angka pecahan, misalnya 5,5,angka tsb kemudian dibulatkan menjadi 6. padahal angka 6,4 pun akan dibulatkan menjadi 6. dengan demikian rentangan angka 5,5 sampai 6,4 (selisih hampir 1) akan keluar di rapor dalam satu bentuk,yaitu 6.

c. Skala 1 100

(11)

d. Skala huruf

Pemberian nilai dapat dilakukan dengan huruf A, B,C, D, dan E (ada juga yang menggunakan sampai dengan G tetapi padaumumnya 5 huruf). Sebenarnya sebutan “skala” ada yang mempersoalkan . Jarak antara huruf A dan B tidak dapat digambarkan sama dengan jarak antara B dan C, atau antara C dan D. Dalam menggunakan angka dapat dibuktikan dengan garis bilangan bahwa jarak antara 1dan 2 sama dengan jarak antara 2 dan 3.demikian pula jarak antara 3 dan 4, serta 4 dan 5.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(12)

• Contoh angka dan huruf yang dipakai oleh UNY sbb :

DISTRIBUSI NILAI

• Distribusi nilai yang dimiliki oleh siswa-siswanya dalam suatu kelas didasarkan pada dua macam standar,yaitu :

a. Standar mutlak b. Standar relatif

Anka 100 Angka 10 UNY Huruf Keterangan 80 – 100

66 – 79 56 – 65 40 – 55 30 - 39

8,0 – 10,0 6,6 – 7,9 5,6 – 6,5 4,0 – 5,5 3,0 – 3,9

8,1 – 10 6,6 – 8,0 5,6 – 6,5 4,1 – 5,5

(13)

a. Distribusi nilai berdasarkan standar mutlak

Dengan standar mutlak dimungkinkan diperoleh gambar kurva normal. Jika soal-soal tes disusun oleh guru dengan tepat seperti gambaran kecakapan siswa-siswanya.

Gambaran prestasi siswa jika Gambaran prestasi siswa jika soal-soal ulangan yg disusun soal-soal ulangan yg disusun oleh guru sangat mudah. Di-sebut oleh guru terlalu sukar. Disebut kurva juling negatif karena ekor- juling positif karena ekornya di

di kiri kanan.

(14)

2% 14% 34% 34% 14% 2%

Gambaran prestasi siswa jika soal-Soal ulangan yang disusun ada yang

Sukar dan ada yang mudah

b. Distribusi nilai berdasarkan standar relatif

Dalam menggunakan standar relatif atau norm-referenced,

kedudukan seorang selalu dibandingkan dengan kawan-kawannya dalam kelompok.

c. Standar nilai

(15)

• Menurut Gronlund distribusi nilai, skor-skor siswa direntangkan menjadi 9 nilai (disebut juga Standar Nines atau stanines) sbb :

Stanines Interprestasi

9 (4%) Tinggi (4%)

8 (7%)

7 (12%)

Di atas Rata-rata (19%)

6 ( 17%)

5 (20%)

4 (17%)

Rata-rata (54%)

3 (12%)

2 (7%)

Di bawah Rata-rata (19%)

(16)

• Ada yang menggunakan standar enam, presentase penyebaran nilai sbb :

• Penyebaran nilai dengan standar enam adalah sbb : 10% siswa yang mendapat nilai tertinggi diberi nilai 9 20% di bawahnya diberi 8

40% di bawahnya diberi 7 20% di bawahnya diberi 6 5% di bawahnya diberi 5 5% di bawahnya diberi 4

Standar Enam Interprestasi

9 (5%)

8 (10%)

7 (20%)

6 (40%)

5. (20%)

4 (5%)

Baik sekali Baik

Lebih dari cukup Cukup

(17)

Catatan :

untuk menentukan persentase siswa yang

mendapat nilai,diambil dari nilai gabungan antara nilai

tes formatif dan sumatif. Penyimpangan yang mungkin

terjadiadalah

apabila

nilai-nilaiyang

diperoleh

mengelompok di atas atau dibawah. Sehubungan

dengan ini dikeluarkan dua ketentuan :

(1) Jika nilai gabungan formatif dan sumatif hanya

berkisar antara 60

100, maka daerah nilai dari 4 s.d

9 diubah menjadi 6,5 s.d 9, dengan urutan sebagai

berikut 6,5; 7; 7,5; 8; 9.

(18)

Standar eleven(stanel)

Ada standar nilai yang lain, yaitu yang

dikembangkan

di

Fakultas

Ilmu

Pendidikan UGM

(19)

• Dasar pemikiran untuk stanel adalah bahwa jarak praktis

dalam kurva normal adalah 6 SD yang terbagi atas 11 skala.: 11 skala = 6 SD

1 skala = 6/11 SD = 0,55 SD

Stanel 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

(20)

Rangking sederhana adalah urutan yang menunjukan

posisi atau kedudukan seorang peserta didik di

(21)
(22)

Rangking persentase adalah angka yang menunjukan urutan

kedudukan seorang peserta didik di tengah-tengah kelompoknya,

dimana angka tersebut menunjukan persentase dari peserta didik

(23)

Prosedur penentuan persentil rank adalah sbb :

Menentukan Simple Rank ( SR )

Mencari atau menghitung banyaknya peserta

didik dalam kelompok yang ada dibawahnya,

yaitu = ( N

SR )

Menghitung percentile ranknya dengan

(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)

Standar sepuluh

Untuk

mengolah

hasil

tes,digunakan

standar relatif,dengan nilai berskala 1

10.

Untuk

mengubah

skor

menjadi

nilai

diperlukan :

a) Mean (rata-rata skor)

b) Deviasi Standar (simpangan baku)

c) Tabel

konversi

angka

ke

dalam

nilai

[image:37.720.70.671.19.434.2]
(38)

Tahap-tahap

yang

dilalui

dalam

mengubah

skor

mentah menjadi nilai berskala 1

10 sbb:

(1) Menyusun distribusi frekuensi dari angka-angka atau

skor-skor mentah

(2) Menghitung rata-rata skor (Mean)

(3) Menghitung Deviasi Standar atau Standar Deviasi

(39)

Contoh :

Angka ulangan Biologi dari 50 siswa

64 58 10 32 45 20 35 40 35 50 45 52 5 46 34 16 28 39 43 38 30 35 15 40 44 22 32 35 39 39 14 44 52 21 46 36 36 42 44 36 56 25 48 29 54 38 42 33 36 38

Distribusi Frekuensi

No Kelas Interval f d fd fd2

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

61 - 66 54 - 60 47 - 53 40 - 46 33 - 39 26 - 32 19 - 25 12 - 18 5 - 11

(40)

Menghitung Mean, langkah-langkahnya adalah :

a) Menentukan Mean Duga (atau Mean Terkaan),yang biasanya diambil pada kelas interval yang mempunyai frekuensi terbesar. Besarnya MT (Mean Terkaan) adalah jumlah batas-batas kelas interval dibagi 2 ,jadi :

33 + 39

MT = = 36 2

b) Menentukan Deviasi Duga (diberi simbol d), di mana pada kelas interval yang mengandung MT diberi simbol 0, dan naik satu-satu setiap kelas interval di atasnya, dan turun satu-satu setiap kelas interval dibawahnya

c) Menghitung Mean yang sebenarnya dengan rumus :

Σ fd Mean = MT + 1 ( )

(41)

2

• Mean = 36 + 1 ( ) = 36 + 0,04 = 36,04 50

• Menghitung Deviasi Standar (DS) atau Standar Deviasi (SD)

SD = 1 √ ( fd2) ( fd )2

N N = 1 √ 152 ( 2)2

50 50 = 1 √ 3.04 - 0,0016

(42)
[image:42.720.64.688.28.516.2]

TABEL KONVERSI ANGKA DALAM NILAI BERSKALA 1 -10

Skala Sigma Skala 1 - 10 Skala Angka

) +2.25 SD

) + 1,75 SD

) 1,25 SD

) + 0,75 SD

) +0,25 SD ) -0,25 SD ) -0,75 SD ) -1,25 SD ) -1,75 SD ) -2,25 SD 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

Mean + (2,25) SD

Mean + (1,75) SD

Mean + (1,25) SD

Mean + (0,75) SD

Mean + (0,25) SD

Mean – (0,25) SD

Mean – (0,75) SD

Mean - (1,25) SD

Mean – (1,75) SD

(43)
[image:43.720.50.693.21.525.2]

TABEL KONVERSI KE DALAM NILAI BERSKALA 0 – 100 Skala Sigma Skala 1 - 10 Skala Angka

) +2.25 SD

) + 1,75 SD

) 1,25 SD

) + 0,75 SD

) +0,25 SD ) -0,25 SD ) -0,75 SD ) -1,25 SD ) -1,75 SD ) -2,25 SD 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1

36,25 + (2,25) (12,2) = 63,73

36,25 + (1,75) (12,2) = 57,63

36,25 + (1,25) (12,2) = 51,53

36,25 + (0,75) (12,2) = 45,63

36,25 + (0,25) (12,2) = 39,33

36,25 – (0,25) (12,2) = 33,23

36,25 – (0,75) (12,2) = 27,73

36,25 – (1,25) (12,2) = 21.03

36,25- (1,75) (12,2) = 14,93

(44)

MENCARI NILAI AKHIR

FUNGSI NILAI AKHIR

Secara garis besar,nilai mempunyai 4 fungsi sbb : a. Fungsi instruksional

b. Fungsi informatif c. Fungsi bimbingan d. Fungsi administratif

FAKTOR-FAKTOR YANG TURUT DIPERHITUNGKAN DALAM PENILAIAN

• Unsur umum adalah sbb :

a. Prestasi/pencapaiam (achievement)

b. Usaha (effort)

c. Aspek pribadi dan sosial (personal and social characteristic)

(45)

CARA MENENTUKAN NILAI AKHIR

Penentuan nilai akhir dilakukan terutama pada waktu

guru akan mengisi rapor atau STTB. Biasanya guru

sudah dibimbing oleh suatu peraturan atau pedoman

yang dikeluarkan pemerintah atau kantor/badan yang

membawahinya.

a.

Untuk memperoleh nilai akhir, perlu diperhitungkan

nilai tes formatif dan tes sumatif dengan rumus:

(F

1

+ F

2

+ ...F

n

)

+ 2

s

n

NA

=

(46)

• Keterangan :

NA = Nilai Akhir

F = Nilai tes formati S = Nilai tes sumatif

Jadi Nilai Akhir diperoleh dari rata-rata tes formatif (diberi

bobot satu) dijumlahkan dengan nilai tes sumatif (diberi bobot dua) kemudian dibagi 3.

b. Nilai Akhir diperoleh dari nilai tugas, nilai ulangan harian, dan nilai ulangan umum dengan bobot 2, 3, dan 5. Jadi jika

dituliskan dalam rumus menjadi:

(47)

• KETERANGAN : T = Nilai tugas

H = Nilai ulangan harian (rata-ratanya) U = Nilai ulangan Umum

c. Nilai Akhir untuk STTB diperoleh dari rata-rata nilai ulangan harian (diberi bobot satu) dan nilai EBTA (diberi bobot 2),

kemudian di bagi 3. Rumusnya :

ΣH + 2E NA = (nH + 2)

Dimana :

Σ

H = Jumlah nilai ulangan harian

E = Nilai EBTA

(48)

Z score adalah angka yang menunjukkan perbedaan

perbandingan skor dari mean dengan standar

(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)

Gambar

Tabelkonversi
TABEL KONVERSI ANGKA DALAM NILAI BERSKALA 1 -10
TABEL KONVERSI KE DALAM NILAI BERSKALA 0 – 100

Referensi

Dokumen terkait

murid berjalan dengan baik guna meningkatkan prestasi belajar siswa. Interaksi guru dan murid merupakan faktor yang dominan dalam. pencapaian prestasi seorang siswa dalam

Kemudian guru membagi siswa menjadi kelompok yang baru, supaya sisa menjadi lebih bersemanga dalam belajar, para siswa berdiskusi dalam kelompoknya masing-masing,

Penggunaan generalisasi eksplisit relatif tinggi dibandingkan dengan generalisasi rekursif, hal ini dikarenakan dalam pemilihan strategi yang diterapkan dalam

Jika seorang siswa memiliki tingkat kecerdasan normal atau di atas normal maka siswa tersebut dapat mencapai prestasi yang tinggi.” Sedangkan menurut Slameto (1995)

a) Siswa mempunyai tanggung jawab unuk memastikan bahwa tean dalam kelompoknya telah mempelajari materi dalam lembar kegiatan yang diberikan oleh guru. b) Tidak seorang

dasar serta kepercayaan diri suatu organiasi, hal itu bisa menjadi standar pencapaian prestasi dalam organisasi. Nilai-nilai tersebut bisa mendorong karyawan untuk

Adapun parameter input yang dapat digunakan untuk memprediksi prestasi seorang siswa menggunakan fuzzy logic ini adalah berdasarkan standar kompetensi sekolah yang

Nilai rata-rata ujian nasional siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) relatif lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata ujian nasional siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP)