• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peran Hizbullah dalam pemerintahan di Lebanon (1992-1997)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Peran Hizbullah dalam pemerintahan di Lebanon (1992-1997)"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAHAN DI LEBANON

( 1992-1997)

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas Adab dan Humaniora Untuk Memenuhi Syarat Mencapai Gelar

Sarjana Sejarah Kebudayaan Islam

Oleh

Ridwan Sahidin

NIM : 107022001397

JURUSAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM

FAKULTAS ADAB DAN HUMANIORA

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(2)
(3)
(4)
(5)

Abstrak

Peran Hizbullah dalam Pemerintahan Lebanon 1992-1997 Ridwan Sahidin, NIM : 107022001397

Hizbullah adalah sebuah oragnisasi Syiah yang berada di Lebanon. Oragnisasi

Hizbullah berdiri dari sebuah kekecewan atas kebijakan Amal yang menghadiri

komite penyelamat nasional, dan gabungnya kelompok Phalagis. Orang-orang yang

kecewa ini berasal dari kalangan religius Syiah yang sangat berharap Amal bisa

mendirikan sebuah negara Islam di Lebanon.

Hizbullah berdiri pada tahun 1982, ketika terjadi perdamaian antara Lebanon

dan Israel dalam perang Galille. Israel melakukan invansi ke Lebanon dengan tujuan

membubarkan organisasi PLO yang dibuat oleh para pengungsi Palestina di Lebanon.

Tetapi tujuan ini berubah, Israel bermaksud menguasai wilayah-wilayah Lebanon dan

mendirikan Israel Raya.

Salah satu tujuan Hizbullah adalah merebut kembali wilayah-wilayah

Lebanon yang telah dikuasai oleh Israel ketika invansi. Awalnya Hizbullah

mengambil sikap konfrotatif terhadap pemerintahan Lebanon. Tetapi perkembangan

selanjutnya Hizbullah menjadi terbuka, bahkan mereka terlibat dalam perpolitikan

yang ada di Lebanon

Beberapa peran Hizbullah dalam pemerintahan di Lebanon yang penulis

temukan yaitu ; 1.Bidang pertahanan, 2. Bidang pendidikan, dan 3. Bidang

Pembangunan. Dalam bidang pertahanan, Hizbullah berhasil merebut kembali

wilayah-wilayah Lebanon yang pernah dikuasai oleh Israel ketika invansi. Hizbullah

(6)

dilakukan oleh Israel

Bidang pendidikan, Hizbullah membuat program mobilisasi pendidikan untuk

anak-anak Lebanon yang yatim dan dhuafa. Mereka memberikan beasiswa

pendidikan agar anak-anak Lebanon mendapatkan pendidikan yang bermutu dan

berkualitas. Sedangkan di bidang pembangunan, Hizbullah membantu pemerintahan

mendirikan beberapa institusi yang melayani kebutuhan masyarakat. Lembaga-

lembaga yang dirikan diantaranya perhimpunan Jihad al-binaa.

Jihad al-binaa adalah lembaga yang berfokus pada bidang rekontruksi.

Lembaga ini membangun kembali gedung-gedung yang telah hancur yang disebabkan

oleh bencana atau serangan yang dilakukan oleh Israel.

Inilah yang penulis temukan dalam sumber-sumber yang ada, untuk

pembuatan skripsi dengan judul peran Hizbullah dalam pemerintahan Lebanon 1992-

1997. Karena munculnya Hizbullah di Lebanon memberikan dampak tersendiri bagi

masyarakat dan pemerintahan Lebanon pada masa itu.

(7)

DAFTAR RIWAYAT HIDUP

Nama : Ridwan Sahidin

Tempat, Tanggal Lahir : Karawang, 29 Agustus 1988

Jenis Kelamin : Laki-laki

Agama : Islam

Status : Belum Menikah

Alamat : Kp Kerajan Tengah No.21 Cikampek Barat-

Cikampek Kab. Karawang

Hp : 08811073076

E-mail : [email protected]

Fakultas/Jurusan : Adab dan Humaniora/ Sejarah Peradaban Islam

PENDIDIKAN

1. SDN Lemah Abang I Wadas Karawang

2. MTs. Persatuan Islam 69 Matraman

3. MA. Persatuan Islam 69 Matraman

4. Universitas Islam Negeri Jakarta

(8)

Syukur Alhamdulillah penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang

senantiasa mencurahkan rahmat, hidayat dan hikmah sehingga penulis dapat

menyelesaikan skripsi ini dengan baik. Salawat dan salam senantiasa dicurahkan

kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga, para sahabat dan para

pengikutnya sampai akhir zaman.

Selama penulisan skripsi ini, penulis menyadari sepenuhnya bahwa tidak

sedikit kesulitan yang dialami. Namun, berkat kesungguhan hati, perjuangan, doa,

dan semangat dari berbagai pihak untuk penyelesaian skripsi ini, semua dapat

teratasi. Oleh sebab itu penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Bapak Prof. Oman Fatuhrahman, M.Hum, Dekan Fakultas Adab dan

Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Bapak Drs.M.Ma’ruf Misbah, MA, Ketua Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Ibu Sholikatus Sa’diyah, M.pd, Sekretaris Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

4. Bapak Dr. Saiful Umam, MA. sebagai Dosen Pembimbing yang telah

memberikan waktu, bimbingan, arahan, motivasi, dan semangat dalam

membimbing penulis selama ini. Terlepas dari segala perbaikan dan kebaikan

yang diberikan, Semoga Bapak selalu berada dalam kemuliaanNya.

5. Bapak Dr. H. Abdul Wahid Hasyim, M.Ag. Sebagai Dosen Penguji Skripsi

yang telah memberikan waktu, bimbingan, arahan dalam membimbing

penulisan selama ini. Terlepas dari segala kekurangan penulis semoga bapak

selalu dalam kemuliaanNya

6. Bapak Dr. Palindungan Siregar, M.Ag. Sebagai Dosen Penguji Skripsi yang

telah memberikan waktu, bimbingan, arahan dalam membimbing penulisan

selama ini. Terlepas dari segala kekurangan penulis semoga bapak selalu

dalam kemuliaanNya

7. Seluruh Dosen Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam UIN Syarif Hidayatullah

Jakarta yang telah memberikan ilmu pengetahuan serta bimbingan kepada

(9)

8. Pimpinan dan Staff Perpustakaan Umum dan Perpustakaan Fakultas Adab dan

Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah membantu penulis

dalam menyediakan serta memberikan pinjaman literatur yang dibutuhkan.

9. Staf Fakultas Adab dan Humaniora dan Staf Jurusan Sejarah Kebudayaan

Islam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah memberi kemudahan dalam

pembuatan surat-surat serta sertifikat.

10. Teristimewa untuk kedua orangtuaku tercinta, Khususnya Ibu Tercinta yang

tak henti-hentinya mendoakan, melimpahkan kasih sayang dan memberikan

dukungan moril dan materil kepada penulis.

11. Teman-teman Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam angkatan 2007, Sobah,

Kholik, Nursyad, Acep, Rio, ayooo perjuangan kita tinggal selangkah lagi.

Semangat kawan

12. Temen-temen seperjuangan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia

(KAMMI) Tangerang Selatan yang telah memberikan doa dan motivasi

kepada penulis dalam menyusun skripsi.

13. Temen-temen Relawan Indonesia: dr. Asna, Om Wendy, Om Septian, Mba

Gania, Mahardika, Eva Rosita, dr. Desrita, Mba Feni, Mpo Ida, Pak Arkun, dll

yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Terimakasih atas dukungannya, ayo

kapan kita Jelajah Indonesia lagi

Penulis menyadari bahwa penulisan skripsi ini masih jauh dari

kesempurnaan. Untuk itu, penulis meminta kritik dan saran yang bersifat

membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang. Akhir kata

semoga skripsi ini dapat berguna bagi penulis khususnya dan bagi para pembaca

pada umumnya.

Jakarta, 24 Juli 2014

Ridwan Sahidin

(10)
(11)

A .

Bidang Pertahanan ... 49

B .

Bidang Pendidikan ... 54

C .

Bidang Pembangunan ... 55

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN ... 58

A .

Kesimpulan ... 58

B .

Saran ... 59

DAFTAR PUSTAKA

(12)

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Timur Tengah merupakan kawasan yang mempertemukan tiga benua,

benua Asia, Afrika, dan Eropa. Hal ini menjadikan kawasan Timur Tengah

sangat strategis. Selain itu, Timur Tengah ditunjang dengan sumber daya

alamnya yang sangat banyak, terutama minyak bumi. Kekayaan sumber daya

alam ini menjadikan kawasan Timur Tengah menghasilkan pendapatan negara

yang sangat banyak, tetapi di sisi lain sumber daya alam ini menjadikan Timur

Tengah menjadi negara yang rawan konflik, karena berbagai pihak berebut

menguasai sumber daya alam minyak bumi tersebut. Lebanon adalah satu

negara di Timur Tengah sering mengalami konflik. Konflik-konflik ini terjadi

karena faktor internal dan eksternal. Faktor internal yang terjadi di Lebanon

pada dasarnya terjadi karena kelompok-kelompok di Lebanon seperti Maronit,

Syiah, dan Sunni ingin menunjukan kekuatannya masing-masing. Selain itu

kondisi pemerintahan Lebanon belum stabil. Faktor ekternal terjadi karena

Lebanon berbatasan langsung dengan Negara Israel dan Palestina.

Wilayah negara Lebanon terletak di pantai Laut Tengah, di sebelah barat

benua Asia, di sebelah timur berbatasan dengan Suriah, sementara di

sebelah selatan berbatasan dengan Palestina dan Israel. Ibu kota Lebanon

adalah Beirut. Sementara kota-kota penting lainnya adalah : Tripoli, Jabil,

Baalbek, Saida, dan Nibthiyah. Lebanon termasuk negara yang memiliki tanah

yang sangat subur, sehingga mampu menjadikan negara ini sebagai

(13)

pengekspor, salah satunya buah-buahan. Jeruk, apel, zaitun, limun, dan anggur

merupakan produk pertanian negara ini.1

Jumlah penduduk Lebanon mendekati 4 juta jiwa dengan luas wilayah

sekitar 104 ribu kilometer persegi, terletak pada 3.000 Mdpl (meter di atas

permukaan laut).2 Penduduk Lebanon terbagi dalam beberapa kelompok,

diantaranya Syiah, Druze, Sunni, Maronit, dan lainya. Sejak akhir abad

kesebelas, kelompok-kelompok ini menguasai beberapa wilayah di Lebanon.

Kelompok Maronit menempati bagian utara, yaitu Jubayl, Batrun, dan Baharri.

Lebanon selatan didiami kelompok Druze dan Syiah. Syiah juga berada di

perbatasan Palestina yang sekarang dikuasai oleh Israel.3

Keanekaragaman agama dan kelompok ini yang mendorong negara

Lebanon menganut sebuah sistem pemerintahan Konfesionalisme, yaitu

membagi kekuasaan pemerintahan secara merata pada setiap kelompok dan

etnis yang ada di Lebanon. Mereka sepakat bahwa Presiden harus berasal dari

Kristen Maronit, Perdana Menteri dari Sunni, dan Ketua Parlemen harus dari

kalangan Syiah.4

Negara Lebanon memiliki enam Mohafazah atau wilayah administratif

pemerintahan yang dapat disejajarkan dengan Provinsi, yaitu : Beirut,

Pergunungan Lebanon, Lebanon Utara, Bekaa, Nabatiyeh, dan Lebanon

Selatan. Keenam Mohafazah itu terbagi dalam 25 Aqdya atau distrik, dan setiap

1

Yulianto, Mayor Ari, Lebanon Pra dan Pasca Perang 34 Hari Israel vs Hizbullah, (Jakarta: Gramedia, 2010), hal .31

2

Abadzari, Abdurahman, Musa Shadr ; Jejak pemikiran dan perjuangan,Citra, Jakarta, 2007, hal. 38

3 Sihbudi, M. Riza, Islam, Dunia Arab, Iran : Bara Timur Tengah, Mizan, Jakarta, 2011, hal.24

4

(14)

Aqdya terbagi lagi menjadi municipalities, yaitu kota kecil atau kecamatan.5

Setiap Mohafazah atau Provinsi dipimpin seorang gubernur yang ditunjuk oleh

menteri dalam negeri atas persetujuan kabinet dan parlemen Lebanon. Tapi

biasanya Gubernur ini berasal dari daerah tersebut dan umunya dari golongan

mayoritas kelompok yang ada di sana.

Secara historis, kehidupan masyarakat Lebanon merupakan perpaduan

antara budaya Barat dan Timur. Dapat dikatakan bahwa gaya hidup masyarakat

Lebanon sudah sangat modern, namun wanita yang beragama Islam tetap

memilih berpenampilan sebagai seorang Muslimah. Perpaduan ini disebabkan

oleh pengaruh budaya Perancis yang masih ada. Sejak Perancis menguasai

wilayah yang kemudian menjadi Lebanon, mereka menanam benih-benih

kebudayan-kebudayan mereka, salah satunya dalam hal pergaulan dan bahasa.

Secara umum, mata pencarian masyarakat Lebanon tergantung pada tempat

mereka tinggal.

Penduduk Lebanon yang hidup di pedesaan umumnya bertani atau

bercocok tanam, seperti bertanam zaitun dan buah-buahan. Selain itu sebagian

masyarakat pedesaan juga membuka lapangan kerja sendiri, seperti membuka

toko yang menjual bermacam kebutuhan sehari-hari, dan membuat kerajian-

kerajinan tangan. Sedangkan masyarakat yang tinggal di perkotaan, berkerja

secara profesional, sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing.

Sebagian mereka melakukan bisnis, baik lokal ataupun internasional.6

Di Lebanon, laki-laki ataupun perempuan memiliki hak yang sama, baik

dalam pendidinkan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial lainnya. Hal ini

5

Ibid, hal.42

6

(15)

berbeda dengan wilayah negara Jazirah Arab lainnya seperti Arab

Saudi,Yordania atau Yaman yang masih membedakan hak antara perempuan

dan laki-laki. Bahasa resmi negara Lebanon adalah Bahasa Arab, namun

mereka juga menggunakan bahasa Perancis dan bahasa Inggis. Bahasa Perancis

biasanya dipakai oleh pejabat Pemerintah dan masyarakat menengah ke atas,

sedangkang bahasa Inggris sudah biasa dipakai dalam bidang pendidikan dan

bisnis di Lebanon. Setelah merdeka pada tahun 1941, Lebanon mulai terlibat

dalam perang Arab-Israel. Wilayah Lebanon selatan menjadi tempat

penampungan ribuan pengungsi Palestina yang tinggal di kamp-kamp

pengungsian darurat. Di pengungsian ini para pengungsi Palestina berkumpul

dan mengumpulkan kekuatan untuk membalas serangan ke Israel. Para

pengungsi Palestina ini membentuk Organisasi PFLP (Popular Front for the

Liberation of Palestina). Mereka berhasil menyerang pesawat Israel di Athena

pada tahun 1968, yang membuat Israel membalas serangan dengan meyerang

Bandara Beirut dan menghancurkan 13 pesawat di Lebanon. 7

Di Lebanon terdapat banyak kelompok, salah satunya kelompok Syiah

militan yang bernama Hizbullah atau partai Allah. Hizbullah muncul pada

tahun 1982, sebagai perlawanan terhadap invansi Israel ke Lebanon. Mereka

sama sekali tidak mengakui adanya negara Israel di kawasan Timur Tengah.

Hizbullah bertujuan ingin merebut kembali wilayah-wilayah Lebanon yang

diduduki dan dikuasai oleh Israel. Israel melakukan invasi ke Lebanon dengan

tujuan menghancurkan basis-basis perjuangan Organisasi Pembebasan

Palestina (PLO) serta memperluas wilayah Israel hingga sungai Litani. Invansi

7

(16)

yang dilakukan Israel pada tahun 1982 telah menewaskan 12 ribu samapai 19

ribu warga Lebanon, yang sebagian besar penduduk sipil dan warga Syiah.

Rencana pendirian Hizbullah sebenarnya sudah ada sejak dulu, saat

ulama-ulama Syiah Lebanon berinteraksi dengan ulama-ulama Syiah yang ada

di Irak. Berdirinya Hizbullah juga dipengaruhi oleh revolusi Islam Iran yang

dipimpin oleh Imam Ayatullah Khomaeni. Tetapi ada perbedaan pandangan

antara ulama Syiah Iran dan ulama Syiah yang ada di Lebanon. Ulama Iran

meminta agar Hizbullah mendirikan sebuah negara Islam di Lebanon, seperti

halnya yang terjadi di Iran. Permintaan ini ditolak oleh ulama-ulama Syiah di

Lebanon; mereka berpendapat untuk meraih kekuasaan atau memimpin sebuah

negara harus melalui cara demokratis bukan dengan cara revolusi seperti yang

terjadi di Iran.8

Hizbullah memiliki visi-misi yang jelas. Hal ini tidak terlepas dari peran

Sayyid Muhammad Husain Fadhlullah, pimpinan spiritual dan ideologis

Hizbullah. Sayyid Fadhlullah sendiri sempat menolak untuk menepati posisi

sebagai pimpinan spiritual dan ideologi Hizbullah dikarenakan Fadhlullah lebih

memilih menjadi seorang ulama di daerahnya sendiri daripada menepati posisi

sebagai pimpinan spiritual yang ditawarkan oleh Hizbullah.9

Hizbullah mulai dikenal oleh masyarakat Lebanon setelah melakukan

perlawanan terhadap operasi yang dilakukan Israel. Operasi ini bertujuan untuk

mengusir gerilyawan-gerilyawan Palestina yang berada di wilayah Lebanon.

Hizbullah tumbuh menjadi kekuatan politik yang sangat diperhitungkan baik

dari dalam negeri maupun luar negeri. Pada tahun 1985 Hizbullah merumuskan

8

Sihbudi, M.Riza, Menyandra Timur Tengah, Jakarta, Mizan, Jakarta, 2007, hal.44

9

(17)

tiga tujuan utama untuk rakyat Lebanon, yaitu: mendirikan Republik Islam di

Lebanon, menghancurkan imperalisme barat, dan berperang melawan Israel.

Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Hizbullah menyusun diri menjadi

sebuah organisasi yang solid dan modern. Struktur tertinggi di Hizbullah

dipimpin oleh seorang Seketaris Jendral, yang sekarang dijabat oleh Hasan

Nasrallah. Hasan Nasrallah sendiri seorang tokoh muda Syiah, yang bergabung

dengan Hizbullah pada tahun 1982 setelah Invasi Israel. Dia adalah sosok

yang sangat karismatik dan banyak disegani oleh banyak orang. Nasrallah

menjadi pemimpin Hizbullah setelah ia dipilih oleh Dewan Hizbullah untuk

menggantikan Sayyid Abbas Al-Musawi yang dibunuh oleh Israel.

Eksitensi Hizbullah di Lebanon menghadirkan ancaman bagi Israel

sehingga Israel selalu ingin melemahkan kekuatan Hizbullah baik secara

politik ataupun militer. Pembunuhan Al-Musawi yang dilakukan oleh Isreal

dianggap cara tepat untuk melemahkan Hizbullah. Tapi perkiraan Israel ini

salah karena terbunuhnya Musawi malah menjadi faktor kembangkitan

Hizbullah. Sebelumnya, pemerintah Lebanon juga membuat sebuah keputusan

bahwa semua gerakan atau kelompok yang memliki senjata diminta

menyerahkan persenjataanya dan bergabung dengan tentara nasional Lebanon.

Kekuatan Hizbullah sebenarnya terletak pada ideologi “militan” yang

tidak terlepas dari ajaran Syiah. Untuk memimpin Hizbullah sendiri Nasrallah

dibantu Syekh Nabil Kaouk yang dipercaya untuk merencanakan seluruh

kegiatan Hizbullah, dibantu oleh Hashem Safi al-Din, Mohammad Raad,

(18)

Pada tahun 1992 Lebanon mengadakan pemilihan umum yang pertama

kali sejak 1972. Hizbullah mulai terlihat besar terbukti dengan hasil

pemungutan suara, dimana ia mendapatkan 12 kursi dari 128 kursi yang ada di

parlement. 10 Hal ini merupakan hasil awal Hizbullah terlibat dalam

perpolitikan, yang kemudian mewarnai pemerintahan di Lebanon. Pada tahun

1993 Israel kembali menyerang Lebanon, untuk membalas terbuhunnya

sembilan prajurit Israel di zona aman. Pada tahun 1994 Lebanon memasuki era

baru setelah terpilihnya Hariri menjadi Perdana Mentri Lebanon. Pada masa-

masa itu Hizbullah juga terus membangun kekuatan di dalam masyarakat

dengan memberikan pelayanan ke umat.

Melihat pemaparan di atas inilah yang menjadikan alasan penulis

mengambil judul Peran Hizbullah dalam Pemerintahan Lebanon (1992-1997). Penulis ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang peran Hizbullah di Lebanon, baik itu sejarah berdirinya Hizbullah di Lebanon, sistem

pemerintahan Lebanon, dan peran Hizbullah di pemerintahan.

B. Identifikasi Masalah

Tahun 1992-1997 Lebanon belum menjadi sebuah negara yang stabil

pemerintahannya, karena sering terjadi konflik internal maupun eksternal. Tapi

dari tahun ke tahun negara ini mengalami kemanjuan di berbagai aspek. Ada

beberapa kelompok yang sangat berpengaruh di Lebanon, salah satunya

Hizbullah. Hizbullah ini adalah kelompok yang mewakili penganut Syiah

10

(19)

Lebanon, walau pada awalnya kelompok Syiah ini diwakili oleh gerakan Amal.

Hizbullah memiliki peran penting ketika masuk kedalam perpolitikan di

Lebanon. Hizbullah mampu mewarnai perpolitikan disana.

Berdiriya Hizbullah di Lebanon tidak lepas dari pengaruh para ulama

Syiah Lebanon yang berlajar di Irak. Awalnya ulama-ulama Syiah ini

mengajak masyarakat untuk lebih mengenal terlebih dahulu ajaran Islam yang

sesungguhnya. Ajakan ulama-ulama ini diterima dengan baik oleh masyarakat

sehingga banyak yang mengikutinya. Sebagian besar adalah anak-anak muda,

yang pada perkembangan selanjutnya melahirkan wacana untuk membentuk

sebuah wadah yang bernama Hizbullah, yang berarti partai Allah.

Lebanon sendiri merupakan negara yang banyak mengalami konflik, baik

antar kelompok yang ada di Lebanon ataupun dengan kekuatan Israel. Konflik

internal terjadi karena kondisi pemerintahan Lebanon belum stabil, sehingga

kelompok yang satu dengan kelompok yang lain ingin menunjukan

pengaruhnya. Sedangkan konflik eksternal terjadi karena Lebanon berbatasan

lansung dengan Israel. Israel telah mengambil sebagian wilayah Lebanon di

bagian selatan, dan banyak dari warga Lebanon yang menjadi korban atas aksi

penjajahannya disana.

C. Pembatasan Masalah

Agar pembahasan dalam skripsi ini tidak melebar terlalu jauh, perlu

dilakukan pembatasan masalah yang akan dibahas. Dalam hal ini penulis

membatasi periode pembahasan antara tahun 1992 sampai 1997. Tahun 1992

(20)

menata pemerintahannya, karena dulu sering terjadi konflik. Tahun 1994

menjadi tahun pembangunan bagi Lebanon setelah terpilihnya Hariri sebagai

Perdana Menteri, sedangkan 1997 adalah tahun dimana kondisi Lebanon mulai

di serang kembali oleh Israel. Tetapi setelah serangan itu Lebanon mengalami

perbaikan-perbaikan baik di bidang pembanguan, pemerintahan dan lain-lain.

D. Perumusan Masalah

Setelah dilakukan pembatasan masalah maka perlu dibuat rumusan

masalah agar pembahasan dalam skripsi ini terperinci dan jelas. Maka penulis

merumuskan masalah yang akan dibahas pada skripsi ini sebagai berikut:

1. Bagaimana Sistem Pemerintahan dan Kebijakan Negara Lebanon?

2. Bagaimana Sejarah berdiriya Hizbullah di Lebanon?

3. Bagaimana Peran Hizbullah dalam pemerintahan Lebanaon, baik dalam hal

pertahanan, pendidikan dan pembangunan?

E. Tujuan Penelitian dan Manfaat Penelitian 1. Tujuan Penelitian

Ada beberapa hal yang menjadi tujuan dalam penelitian ini, yaitu:

1. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk mengungkapkan tentang sistem

dan kebijakan negara Lebanon

2. Untuk mengetahui sejarah berdirinya Hizbullah di Lebanon

3. Untuk mengetahui lebih jauh bagaimana peran Hizbullah dalam

(21)

2. Manfaat Penulisan

Sedangkan manfaat penulisan ini adalah sebagai berikut:

1. Sebagai syarat dalam mencapai gelar Strata 1 (S1) pada Jurusan Sejarah

Kebudayaan Islam, Fakultas Adab dan Humaniora, Universitas Islam

Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.2. Sebagai bahan dalam

pengembangan dan perluasan ilmu pengetahuan serta memperkaya

khazanah kepustakaan Islam.

3. Menyumbangkan hasil karya penelitian bagi Universitas Islam Negeri

Syarif Hidayatullah Jakarta pada umumnya, Fakultas Adab dan

Humaniora pada khusunya terutama Jurusan Sejarah Kebudayaan Islam.

F. Metode Penelitian

Studi ini adalah untuk menghasilkan tulisan sejarah, maka penulis

berupaya merekonstruksi masa lampau dari objek yang diteliti dan ditempuh

melalui metode sejarah dan menggunakan penelitian deskriptif analisis, yaitu

mencoba memaparkan peran Hizbullah di Lebanon. Dalam penelitiannya

penulis menggunakan langkah-langkah penelitian sejarah sebagai berikut :

1. Heuristik atau teknik pengumpulan data atau sumber (dokumen). Dalam

pengumpulan data-data untuk bahan penulisan ini, penulis melakukan

penelitian kepustakaan (library research) dengan merujuk kepada sumber-

sumber yang berhubungan dengan tema dalam skripsi ini, baik berupa buku-

buku, majalah, koran, dan sebagainya.11

11

(22)

2. Kritik sumber yaitu tahapan dimana setelah semua sumber yang diperlukan

dalam penelitian sudah terkumpul, maka penulis lakukan kritik terhadap

sumber-sumber yang telah dikumpulkan. Tujuannya adalah untuk menguji

keaslian sumber (otentitas) yang dilakukan melalui kritik ekstrem, dan

kesahihan sumber (kredibilitas) yang ditelusuri melalui kritik intern12

3. Interpretasi atau penafsiran sejarah seringkali disebut juga dengan analisis

sejarah. Yaitu mencoba menguraikan faktor-faktor yang menyebabkan

terjadinya suatu peristiwa tersebut. Karena data-data yang sudah dilakukan

kritik sumber, biasanya masih berbeda-beda dalam isinya, maka dengan

interpretasi ini diharapkan penulis mampu menemukan faktor-fakor

penyebab terjadinya peristiwa tersebut dalam hal ini adalah peran Hizbullah

di Pemerintahan Lebanon.

4. Tahapan terakhir dalam suatu penelitian adalah historiografi yaitu tahapan

penulisan atau pelaporan tentang hasil penelitian.

G. Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi ini terdiri dari lima (5) bab, yang masing-masing bab

tersebut terdiri atas beberapa sub bab yang merupakan penjelasan dari bab

tersebut. Adapun perinciannya sebagi berikut:

Bab 1. Berupa pendahuluan yang terdiri atas latar belakang masalah,

permasalahan, lingkup permasalahan, tujuan dan manfaat penulisan, metode

penelitian dan sistematiak penulisan.

12

(23)

Bab 2. Pada bab ini penulis mencoba menjelaskan tentang sistem dan

kebijakan negara Lebanon. terdiri dari sejarah berdirinya Lebanon, kebijakan-

kebijakan pemerintahan Lebanon, dan Hubungan Lebanon dengan negara-

negara lain.

Bab 3. Pada bab ini penulis mencoba menjelaskan tentang sejarah

berdirinya Hizbullah di Lebanon, mulai dari sejarah berdirinya Hizbullah di

Lebanon, tokoh-tokoh Syiah yang berpengaruh di Lebanon, dan hubungan

Hizbullah dengan negara-negara lain

Bab 4. Pada bab ini penulis mencoba menjelaskan tentang peran

Hizbullah dalam pemerintahan di Lebanon pada tahun 1992-1997, meliputi

dari bidang pertahanan, bidang pendidikan, dan bidang pembangunan.

Bab 5. Merupakan bab terakhir dalam penulisan ini, terdiri atas

(24)

BAB II

SEJARAH BERDIRINYA NEGARA LEBANON

A. Sejarah Berdirinya Lebanon

Negara Lebanon terletak di belahan Benua Asia, di pantai Timur Laut

Tengah. Sebelah timur dan utara berbatasan dengan negara Suriah, sementara

sebelah selatan berbatasan dengan negara Palestina. Jumlah penduduknya

mendekati empat juta jiwa dengan luas wilayah sekitar 104.000 km dan berada

pada 3.000 Mdpl (meter di atas permukaan laut).13

Lebanon daerahnya berbukit-bukit dengan pantai memanjang, menyusuri

laut meditarenea yang mana sebelah utara berbatasan langsung dengan Suriah,

di sebelah selatan berbatasan langsung dengan Palestina. Di samping posisi

geografisnya yang strategis, Lebanon juga memilik tanah yang subur. Jika

melihat kebelakang, Lebanon dulu adalah salah satu negara yang memiliki

kemakmuran. Lebanon dikenal sebagai ibu kota perbankan di dunia Arab dan

dianggap sebagai Swissnya Timur Tengah. Ketika terjadi invansi Israel ke

Lebanon, negara ini berubah drastis, karena sering terjadi konflik atau

perlawanan terhadap pendudukan Israel di Lebanon.

Lebanon merupakan sebuah negara dengan masyarakat heterogen,

terutama dari segi agama yang dianut. Ada dua agama besar disana, yaitu

Kristen dan Islam. Keduanya masih terbagi dalam beberapa sekte, seperti

Kristen yang terbagi dalam Kristen Maronit, Kristen Yunani Katolik dan Latin,

Kristen Armenia Katolik, Kristen Yunani Ortodoks, dan Kristen Armenia

13 13

(25)

Ortodoks. Sedangkan umat Islam mencakup Muslim Sunni, Syiah, dan Druz.

Druz sendiri sebenarnya bukan Islam murni karena dalam ajarannya

menggabungkan ajaran agama Islam dan Kristen. Lebanon berbeda dengan

negara-negara Arab lainnya yang mayoritas penduduknya Muslim. Setelah

lepas dari Prancis pada tahun 1943, Lebanon mempunyai penduduk yang

mayoritas penganut Kristen dan dipimpin oleh seorang yang berasal dari

Kelompok Kristen.

Pada tanggal 1 September 1920 Liga Bangsa-bangsa menyerahkan

mandat negara Lebanon dan Suriah kepada Perancis. Pada masa itu Perancis

mempunyai gagasan atau ide baru untuk membentuk sebuah wilayah Lebanon

Raya. Lebanon Raya ini mencangkup daerah Pergunungan, Beirut, Sidon,

Tyre, Lebanon Selatan, Lembah Biqa, dan Daratan Akkar di sebelah Utara.14

Pada 24 mei 1926 Prancis membentuk Republik Konstitusional yang

bertujuan mengangkat senat, ketua deputi, dan seorang presiden baru.15

Konstitusi ini menyatakan bahwa hak legislatif berada di tangan parlemen

sedangkan hak eksekutif berada di bawah presiden yang dipilih parlemen untuk

menjabat selama enam tahun. 16

Atas kesepakatan yang dibuat oleh Dewan Perwakilan Lebanon, Prancis

menyerahkan wilayah Lebanon ke Pemerintahan Lebanon pada tahun 1941.

Lebanon kemudian menyatakan kemerdekaannya sebagai sebuah negara yang

berdiri sendiri pada tanggal 22 November 1943 . Sebagai sebuah Negara yang

baru merdeka, dibuatlah sebuah perjanjian yang menjadi dasar struktur politik

14

Sihbudi, M.Riza, Bara Timur Tengah, Mizan, Jakarta, 2007, hal.28

15

Ibid, hal 30

16

(26)

negara Lebanon yaitu Pakta Nasional ( Al-Mitsaq Al-Wathani). Dalam pakta

tersebut kekuasaan pemerintahan dibagi dengan rasio demografi. Lebanon pada

waktu itu hanya memiliki beberapa wilayah Propinsi, diantaranya Lebanon

bagian timur, Lebanon utara, Lebanon bagian selatan dan Bekaa.17

Fakta Nasional dibuat berdasarkan adanya pertimbangan dari hasil sensus

1932 yang pernah diseleggarakan oleh Prancis. Sensus ini menghasilkan

komposisi komunitas

berikut :18

atau kelompok yang berada di Lebanon yaitu sebagai

Golongan Jumlah Presentasi Total Populasi

Kristen Maronite 261.043 30

Sunni 182.842 21

Syiah 158.425 18

Ortodoks Yunani 90.275 10

Druze 56.812 6,5

Katolik Yunani 52.602 6

Armenia 34.296 4

Yahudi 10.469 1

Lain-lain 27.117 3,5

Maronit menjadi golongan mayoritas di Lebanon, dan mendominasi

kekuatan di sektor sosial dan ekonomi. Dengan ini dapat dikatakan bahwa

pakta nasional 1943 merupakan sebuah pengabsahan dari pembagian

17

Yulianto, Mayor Ari. Lebanon Pra dan Pasca Perang 34 Hari Israel-Hizbullah, Gramedia Putaka Utama, Jakarta, 2010, hal.56

18

(27)

masyarakat Lebanon berdasarkan latarbelakang keagamaan yang berpengaruh

terhadap keamanan dan aktifitas politik. Hal ini berbeda dengan negara-negara

arab lainnya yang didomiasi oleh Muslim.19

Pemerintahan Lebanon yang baru merdeka ini menerapkan undang-

undang Charter of Lebanese National Reconciliation. Undang-undang ini telah

beberapa kali mengalami perubahan (amandment), dan yang terakhir

diperbarui pada tahun 1989. Pemerintahan ini juga menentukan simbol bendera

negara Lebanon yakni sebuah gambar pohon aras yang berwarna hijau. Pohon

ini berlatarkan putih dan diampit warna merah di bagian atas dan bawah

bendera.20

Lebanon juga memiliki keanekaragaman kelompok etnis dan agama,

yang mendorong Lebanon menganut paham Konfesionalisme, yaitu membagi

kekuasaan pemerintahan secara merata pada setiap kelompok. Pembagian ini

telah disepakati bersama pada tahun 1943 antara Perdana Mentri dan Presiden

Lebanon pada waktu itu. Walapun kesepakatan ini tidak tertulis tetapi sampai

sekarang Presiden selalu berasal dari Kristen Maronit, Perdana Mentri dari

Sunni, dan Ketua Parlemen harus berasal dari Syiah.21

Komposisi anggota parlemen di Lebanon terdiri dari 30 orang dari

perwakilan Kristen Maronit, 20 orang perwakilan Sunni, 19 orang perwakilan

Syiah, 11 orang perwakilan Kristen Yunani Ortodoks, 6 orang perwakilan

Druze, 6 orang perwakilan Kristen Yunani Katolik, 5 orang perwakilan Kristen

19

Ibid, hal.29

20

Ibid, hal.40

21

(28)

Armenia Ortodoks, dan 1 orang perwakilan Kristen Armennia Katolik dan

Protestan. Lebanon memilik wilayah yang terbagi dalam enam propinsi atau

sering disebut Mohafazah. Mohafazah terbagi lagi menjadi 25 Distrik atau

Aqdya, dan setiap Distrik terbagi lagi dalam beberapa kota dan desa. Sebuah

propinsi dipimpin oleh seorang Gubernur yang dipilih oleh Menteri dalam

negeri dan disepkati oleh Parlemen.

Sistem pemerintahan Lebanon Parlementer, dimana Badan Eksekutif

terdiri dari Presiden, Perdana Menteri, dan Dewan Kabinet. Presiden adalah

kepala Negara, Perdana Menteri adalah Kepala Pemerintahan. Pemilihan

presiden di Lebanon dipilih oleh Dewan Nasional secara tertutup dari 2/3 total

suara anggotanya. Presiden menjabat selama 6 tahun dan bisa dipilih kembali

setelah selang 6 tahun pasca jabatan berakhir. Perdana Menteri diangkat oleh

Presiden setelah dirundingkan dengan juru bicara Parlement. Presiden

bertindak sebagai pejabat. Dewan Pertahanan Tertinggi sehingga secara tidak

langsung Presiden menjadi komandan angkatan perang Negara. Presiden

mempunyai hak untuk mempertanyakan keputusan Dewan Menteri, namun

kewenangan Presiden terbatas. Ia baru leluasa bertindak apabila terjadi

pelanggaran atas konstitusi, penghianatan Negara, dan terjadi kejahatan tingkat

tinggi.

Administrasi Negara Lebanon berada di tangan kabinet, dan kabinet di

kepalai oleh Perdana Mentri ini bertanggung jawab kepada Parlemen.

Sedangkan kekuasaan Legislatif Lebanon berada di Dewan Nasional. Salah

(29)

dalam dua sesi paripurna. Setiap anggota berhak mengajukan mosi tidak

percaya kepada Eksekutif atau Dewan Menteri.

Ada beberapa wilayah di Lebanon diantaranya; Beirut, Lebanon selatan,

daerah pergunungan Lebanon, Bekaa, Lebanon utara, Nabatiyeh. Beirut adalah

ibu kota Negara Lebanon, menjadi tempat persinggahan para tamu yang datang

ke wilayah ini. Beirut juga sering di juluki “Pasir di Dunia Timur” karena

pemandangannya yang begitu indah. Nama Beirut sendiri berasal dari bahasa

arab, bayrut, sedangkan dalam bahasa Prancis Beirut disebut Beyrouth. Kota

ini berpendudukan kurang lebih 1,4 juta jiwa, mempunyai bandara

internasional yang menghubungkan Lebanon dengan dunia luar. Disini juga

terdapat sebuah masjid yang sangat terkenal yaitu masjid Mohammad Al-

Amin. Masjid ini berbeda dengan masjid-masjid lainnya karena ia menjadi

tempat pertemuan antara kaum muslim sunni dan syiah.

Lebanon selatan, berbatasan langsung dengan Palestina dan Israel.

Daerah ini juga menjadi tempat pengungsian warga-warga Palestina. Lebanon

selatan mempunyai jumlah penduduk 360 ribu jiwa, terbagi dalam beberapa

golongan, dari kaum Sunni, Syiah, Ortodoks, Katolik, Armenia,dan Prostestan.

Karakter yang tidak bisa disembunyikan dari warga Lebanon selatan, mereka

dibesarkan dalam lingkungan perang dan konflik berkepanjangan sehingga

sering terperamental dan tidak suka mengalah. Di Lebanon selatan terdapat dua

kota yang cukup besar, yaitu kota Sadon dan Saida. Kota ini juga menjadi

tempat wisata ketika liburan tiba karena pemandangannya yang begitu indah.

(30)

lain sungai Litani, Zahrani, Awali, Qasmiyeh, dan Hasbani. Sungai ini

mengairi perkebunan buah-buahan.22

Daerah Pergunungan Lebanon merupakan daerah dimana para pejabat

negara Lebanon tinggal, khususnya di wilayah Baabda. Ada beberapa perjabat

Lebanon yang tinggal di daerah diantaranya adalah Presiden Lebanon dan

Mentri Pertahanan. Karena di daerah ini adalah orang-orang yang sangat

penting dalam pemerintahan, terdapat pos penjagaan yang sangat ketat.

Lebanon utara, memiliki kota terbesar kedua di Lebanon, yakni Tripoli.

Kota Tripoli ini memiliki pelabuhan terbesar setelah Beirut. Jumlah penduduk

di kota ini sekitar 500.000 orang, sebagai besar penduduk ini tinggal di daerah

sepanjang pantai pelabuhan El-Minya dan Tripoli.

Bekaa merupakan daerah utama pertanian yang ada di negara Lebanon.

Wilayah ini cukup luas sekitar 4.429 km2, terdapat tiga sungai yang mengalir

dan membentang yaitu; Sungai Litani, Sungai Assi, dan Sungai Yordan. Bekaa

sendiri memiliki penduduk sebanyak 750 ribu jiwa, sekitar 80 ribu diantaranya

tinggal di kota Zahle. Mayoritas yang tinggal di kota ini beragama Kristen,

kota Zahle merupakan kota besar ke tujuh besar di Lebanon.

Nabatiyeh, merupakan daerah yang berada di Lebanon. Daerah ini tidak

begitu luas wilayahnya, hanya sekitar 1.058 km2 tetapi ia memiliki kelebihan

dalam bidang ekonomi, dan budaya setempat. Setiap hari minggu pasar-pasar

di Nabatiyeh ini begitu ramai dan semarak, sehingga wilayah ini menjadi

22

(31)

penyangga perekonomian wilayah-wilayah sekitarnya. Selain itu setahun sekali

ada peristiwa penting yang diperingati yaitu: Perang Karbala untuk mengenang

meninggalnya Imam Husen. Ketika peringatan itu berlangsung puluhan ribu

orang dari kaum Syiah berdatangan ke tempat ini sambil berdo’a sesuai dengan

tradisi dan ajaran Syiah di Lebanon.

Negara Lebanon pernah menghadapi krisis yang sangat sulit, hingga

mengakibatkan perang sipil, Lebanon juga terlibat perang Arab-Israel, dan

menjadi korban dari invansi Israel ke Lebanon. Krisis tersebut dikarenakan

perbedaan pandangan dari berbagai kelompok yang ada di Lebanon. Akhirnya

Presiden Shamun meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk

mengirimkan pasukannya, mempertahankan posisi pemerintahan Lebanon.

Adapun terlibatnya Lebanon dalam perang antara Arab dan Israel, dikarenakan

posisi negara Lebanon berbatasan langsung dengan Israel dan Palestina

khususnya di Lebanon selatan, sehingga Lebanon seringkali menjadi tempat

pengungsian orang-orang Palestina. Tempat pengungsian di Lebanon ini

kemudian menjadi tempat para pengungsi Palestina mengumpulkan kekuatan,

bahkan membuat sebuah organisasi sendiri, yaitu; PFLP ( Popular Front for the

Liberation of Palestine) untuk menyerang Israel. Israel membalas serangan

PFLP ini ke wilayah-wilayah Lebanon, bahkan melakukan invasi ke Lebanon.

Invasi yang dilakukan oleh Israel membuat kondisi Lebanon semakin terpuruk.

Israel menghancurkan gedung-gedung pemerintahan, sekolah, rumah sakit dan

membunuh orang-orang yang tidak berdosa. Ternyata, invasi Israel ke Lebanon

(32)

lebih dari itu Israel ingin menguasai wilayah-wilayah Lebanon untuk

mewujudkan Israel Raya.23

Setelah terjadi kesepakatan antara Lebanon dengan Israel untuk

menghentikan peperangan, yang disponsori oleh Amerika Serikat, Prancis, dan

Suriah, situasi Lebanon pun mulai mereda dan damai. Pemerintahan Lebanon

kemudian membangun kembali negaranya dan mempersiapkan pemilihan

umum untuk memilih pemimpin yang baru.

B. Kebijakan-kebijakan Pemerintahan Lebanon

Kemerdekaan Negara Lebanon tidak berjalan dengan mulus, tetapi ada

beberapa permasalahan-permasalahan yang dihadapinya. Salah satunya

datangdari Negara Perancis yang masih ikut campur tangan dalam kebijakan

Pemerintahan Lebanon, ketika ia saja lepas dan memerdekakan diri pada tahun

1940.

Ada beberapa kelompok di Lebanon yang memainkan penting disana,

diantaranya; Syiah, Druze, Sunni, dan Maronit.24 Kelompok Kristen Maronit

memiliki tokoh yang berpengaruh di Lebanon yaitu; Jendral Emile Lahoud.

Dia menjadi salah satu tokoh yang sangat pro dengan Suriah, sehingga Lahoud

mendapatkan perlindungan dan dukungan dari militer Suriah. Sedangkan di

kalangan Sunni, nama Fuad Siniora adalah tokoh penting, karena ia dikenal

sebagai penasehat terdekat Perdana Menteri Rafik Hariri. Fuad Siniora juga

23

Yulianto, Mayor Ari, Lebanon Pra dan Pasca Perang 34 Hari Israel-Hizbullah, Gramedia Putaka Utama, Jakarta, 2010, hal.60

24

(33)

pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan Lebanon pada tahun 1992. Ia

memiliki latar belakang politik sebagai seorang pengusaha. Kelompok-

kelompok ini juga memiliki basis-basis tersendiri. Basis kelompok Maronit

berada di Lebanon sebelah utara, yaitu di Jubayl, Batrun, dan Baharri,

sedangkan Druze berada di bagian selatan, dan yang terakhir Syiah berada di

Lebanon yang berbatasan langsung dengan Palestina.

Setelah perang saudara selama 15 tahun lamanya dari 1975-1990,

Lebanon memasuki babak baru dimana batas pemisahan Beirut Barat dengan

Beirut Timur bisa kembali bersatu. Jendral Michel Aoun merupakan pimpinan

dari kaum Maronit yang berada di Beriut Timur. Ia pernah menjabat sebagai

Presiden sementara Lebanon pada tahun 1988-1989. Dengan meninggalnya

Michel Aoun, usaha untuk menyelesaikan masalah perang saudara yang

dihadapi oleh negara Lebanon bisa lebih mudah diselesaikan, karena Michel

Aoun adalah salah satu yang tidak sepakat dalam proses perdamaian perang

saudara tersebut. Dia dan pengikutnya tidak dapat menerima penyelesaian

kemelut yang terjadi di Lebanon.25

Kebijakan-kebijakan sebuah negara adalah perilaku yang diwujudkan

oleh Negara untuk menjalankan roda pemerintahannya. Kebijakan ini

melibatkan aspek domestic seperti keadaan goegrafis, hubungan pemerintahan

dengan partai politik yang ada, dan organisasi masyarakat. Pada tahun 1992,

pemerintahan Lebanon memperkenalkan kebijakan terkait penghematan

ekonomi. Hal ini sebagai jawaban terhadap langkah-langkah penghematan

Konfederasi Umum Pekerja Lebanon. Pada tahun ini juga Lebanon

25

(34)

mengadakan pemilihan umum yang pertama kali sejak 1972. Pemilu

menghasilkan Majelis Nasional yang baru, terdiri dari sebagian besar orang-

orang Syiah yang pro dengan Suriah dan Iran. Selain itu pemilihan umum ini

juga memutuskan Rafiq Baha el Deen Al-Hariri sebagai Perdana Menteri

Lebanon yang baru.

Pembangunan Negara Lebanon pun dimulai setelah terpilihnya Rafiq

Hariri sebagai Perdana Mentri Lebanon. Pemilihan Hariri memulihkan

kepercayaan masyarakat. Dia bertekad membangun kembali sarana dan

prasarana Lebanon yang hancur ketika terjadi perang saudara. Pada bulan

November 1993, Hariri memulai melancarkan programnya untuk membangun

kembali pusat ibu kota Beirut, dengan mendatangkan kembali investor untuk

menanamkan modalnya di Lebanon. Tidaklah sulit bagi Hariri untuk

mendatangkan investor karena latar belakangnya sebagai seorang pengusaha di

bidangan konstruksi .26

C. Hubungan Negara Lebanon dengan Negara-negara Lain

Hubungan baik dengan negara-negara luar negri sangatlah diperlukan,

karena hubungan tersebut akan membawa manfaat terhadap kondisi dalam

negeri. Negara Lebanon memiliki hubungan baik dengan negara-negara lain.

1. Hubungan Lebanon dengan Suriah

Hubungan Lebanon dengan Suriah sudah terjalin sejak lama, bahkan

sejak Lebanon masih dalam kekuasaan Prancis. Di mata Suriah, Lebanon

26

(35)

memiliki nilai yang strategis, selain sebagai tetangga dan juga sebagai

penompang keamanan bagi Negara Suriah. Oleh karena itu, sejak Suriah

dipimpin Hafez al-Assad dan Bashar al-Assad, Suriah setelah

mempertahankan pengaruhnya di Lebanon. Pertama kali suriah

menancapkan pengaruhnya di Lebanon sejak pasukan militer Suriah datang

ke Lebanon dengan mandat dari Liga Arab untuk menjadi penengah konflik

yang terjadi di Lebanon antara kaum Kristen Maronit dengan kelompok

milisi-milisi Islam di Lebanon.27

Suriah berhasil menyusun draf perjanjian Thaif yang berhasil

mengakhiri perang saudara di Lebanon, selain itu Suriah juga berhasil

membuka hubungan diplomatik dengan Lebanon. Kedua nya membuat

sebuah perjanjian yaitu kerjasama meliputi membuka duta besar kedua

negara, pembahasan ulang tentang garis wilayah Lebanon dan Suriah, dan

kerjasama dalam bidang militer.

2. Hubungan Lebanon dengan Iran

Di bawah kepemimpinan Imam Khomeini, negara Iran memasuki

babak baru. Sebelumnya, Iran merupakan pangkalan Amerika di kawasan

tersebut. Kini, setelah terjadinya Revolusi Islam di Iran. Iran menjadi salah

satu negara yang menolak hegemoni Amerika di kawasan Timur Tengah.

Kita ketahui bahwa hubungan Lebanon dengan Iran sudah terjalin

lama. Seperti hubungan Lebanon dengan Suriah, hubungan keduanya

dengan Iran memiliki kepentingan strategis. Lebanon terdapat kelompok

yang memiliki persamaan ideology dengan Iran, yaitu kelompok Hizbullah

27

(36)

dan Amal. Interaksi ulama-ulama Syiah Lebanon dengan ulama-ulama Iran

sejak dulu sudah terjalin dengan baik. Bahkan Negara Iran menjadi

inspirasi bagi ulama Syiah yang ada di Lebanon untuk mewujudkan negara

Islam Lebanon. Ulama Syiah Lebanon berpendapat, untuk mewujudkan

negara Islam tidak perlu melakukan revolusi tetapi dengan cara demokrasi

yaitu terlibat aktif dalam mengambil kebijakan pemerintahan Lebanon.

Kebijakan luar negeri Iran juga tetep konsisten terhadap pembelaan

hak-hak rakyat Lebanon, dengan menentang keras serangan Israel ke

Wilayah Lebanon, memberi bantuan kepada setiap perlawanan Lebanon

untuk menghadapi invansi yang dilakukan oleh Israel ke wilayah-wilayah

(37)

BAB III

SEJARAH BERDIRINYA HIZBULLAH DI LEBANON

A. Sejarah Berdirinya Hizbullah

Hizbullah adalah gerakan Syiah yang ada di Lebanon dan memiliki sayap

politik dan militer. Gerakan ini timbul sebagai reaksi dari kelompok religius

Syiah terhadap invansi dan pendudukan Israel atas wilayah Lebanon selatan.

Pada tahun 1979, Pemerintahan Lebanon dipimpin oleh Ilyas Sarkis. Ia hendak

mendirikan sebuah komite penyelamat nasional untuk menangani dampak

invasi Israel di wilayah Lebanon. Pendirian komite ini melibatkan kelompok-

kelompok yang ada di Lebanon, salah satunya kelompok Amal yang pada

waktu itu mewakili kelompok Syiah. Kelompok Amal yang dipimpin oleh

Nabih Berri menghadiri pertemuan komite bersama panglima kelompok

Phalagis, yang bernama Bashir Jumayyil. Kelompok Phalagis sendiri adalah

kelompok yang sangat pro dengan Israel. Pertemuan tersebut mendapatkan

banyak protes dari kalangan internal Amal sendiri, yang menyebabkan

sebagian anggotanya mengundurkan diri. Mereka yang mengundurkan diri

curiga dengan komite yang mengadakan rapat-rapatnya di Istana Kepresidenan

di Ba’abda.28 Orang yang mengundurkan diri dari Amal ini adalah orang-orang

yang berasal dari kalangan religius dan sangat berharap Amal akan menjadi

gerakan yang berkomitmen untuk mendirikan negara Islam di Lebanon.

Mereka melihat langkah Berri ini sangat kompromis dalam melawan Israel dan

partisipasinya dalam pemerintahan dianggap lemah terhadap invansi Israel di

26 28

(38)

Lebanon Selatan, dan Beirut.29 Mereka yang mengundurkan diri dari kelompok

Amal ini adalah Abbas Musawi, Hasan Nasrullah, Subhi Thufayli, Muhammad

Yazbik, Naim Qassem, Muhammad Ra’ad, Ibrahim Amin Al-Sayyid, Husein

Musawi, dan Husein Khalil.

Sejak terjadinya perpecahan yang terjadi dalam tubuh Amal, Al-Musawi

mendirikan kelompok sendiri yang bernama Gerakan Amal Islam. orang-orang

yang mengundurkan diri ini, meghendaki organisasi baru yang berideologi

Islam yang mengadopsi model Iran yang radikal dan revolusioner.30 Dipimpin

oleh alumnus Institusi Agama Islam Najaf di Irak, sebagian dari mereka adalah

murid dari Ayatullah Muhammad Baqir Al-Sadr. Pengalaman-pengalaman

yang mereka dapatkan di Irak, menimbulkan kepercayaan diri untuk membuat

koalisi dan membuat debut publik di panggung politik Lebanon. Pada tahun

1982, berdirilah sebuah organisasi yang bernama Hizbullah. Abbas Musawi

secara pribadi menamai organisasi tersebut dengan Hizbullah bersandarkan

pada firman Allah : “ Dan barang siapa mengambil Allah, Rasulnya dan

orang-orang yang beriman menjadi penolongnya maka sesungguhnya pengikut

Allah (Hizbullah) itulah yang pasti menang.” (QS.5;56).31 Hizbullah dalam

bahasa arab sendiri dapat diartikan pengikut Allah atau tentara Allah.32

Berdirinya Hizbullah ketika terjadi perdamaian setelah perang Galille dan

hadirinya Hizbullah di Lebanon menjadi sebuah harapan baru bagi kaum Syiah

yang ada di sana. Pertama kali Hizbullah menampakan kehadiranya dalam

29

Kazhim, Musa, Hizbullah sebuah gerakan perlawanan ataukah terorisme, Noura Books, Jakarta, 2013, hal .22

(39)

bentuk serangan kecil-kecilan dan aduk kontak dengan tentara Lebanon dan

kelompok Phalangis di pinggiran selatan kota Beirut. Selain itu, serangan

Hizbullah diarahkan ke pasukan marinir Amerika Serikat yang ditempatkan di

sekitar bandara Beirut sebagai bagian dari kekuatan multinasional.33

Hizbullah resmi mengumumkan keberadaannya dan merilis program

politiknya pada tanggal 16 Februri 1985, ketika mereka pawai dalam sebuah

acara Husayniyah di Shayyah dalam memperingati syahidnya Syaikh Raghib

Harb. Syaikh Raghib Harb adalah seorang Imam Hibshit yang dibunuh oleh

agen-agen rahasia Israel pada bulan Februari 1984. Program ini

menggambarkan Hizbullah bukan hanya sebuah partai politik tetapi lebih luas

dari itu, merupakan sebuah gerakan yang salah satu tujuannya adalah

mengakhiri pendudukan Zionis Israel di wilayah-wilayah Negara Lebanon.34

Upaya pembebasan di wilayah Lebanon bagian selatan yang dilakukan oleh

Hizbullah bukan hanya retorika belaka. Hizbullah dengan cepat memainkan

perang penting di sana. Hizbullah bukan satu-satunya kelompok yang aktif

dalam perlawanan Israel pada waktu itu tetapi ada beberapa kelompok, salah

satunya adalah Amal. Di bawah pimpinan Hizbullah mereka berkumpul dalam

satu wadah yang bernama Perlawanan Nasional Lebanon (Al-Muqawamah Al-

Wathaniyyah Al-Lubnaniyyah). Walapun pada akhirnya Perlawanan Nasional

Lebanon ini memudar tetapi para pejuang telah menunjukan ketangguhan

melakukan perlawanan. Ratusan pejuang terlatih, masuk ke wilayah Beirut dan

33

Koya, Abdar Rahman, Hizbullah menentang Zionisme, Hikmah, Jakarta, 2006, hal.19

34

(40)

Beqaa untuk melakukan serangan, dibantu para ulama perdesaan yang

mendukung Hizbullah.35

Pendirian Hizbullah didasarkan oleh tiga pilar utama dalam pendirianya,

yaitu : 1) Kepercayaan pada Islam, 2) Jihad, 3) Yurisdiksi Wali Fakih (

Ulama). Pilar Pertama, kepercayaan pada Islam, Hizbullah memiliki

pandangan bahwa Islam adalah agama yang komprehensif yang mencakup

seluruh wilayah kehidupan. Islam dan masyarakat modern harus mendirikan

sebuah negara Islam, dan sebuah partai Ideologis. Ini merupakan sebuah

keyakinan yang harus dimiliki oleh seorang muslim. Islam tidak hanya

mengatur hubungan antara hamba dengan Tuhannya, Islam juga tidak hanya

tentang hubungan antara manusia dengan manusia, tetapi Islam mencangkup

semua aspek, bahkan dalam sistem pemerintahan atau sebuah negara.

Pilar Kedua, jihad. Hizbullah memiliki beberapa pandangan sekitar jihad

antara lain jihad dan dunia, fondasi-fondasi jihad, jihad militer, kedudukan

jihad, dan kesyahidan versus bunuh diri. Jihad dalam bahasa Arab memiliki arti

menguras kemampuan, maknanya juga meliputi perjuangan melawan musuh.

Menurut Hizbullah jihad memiliki pengaruh yang besar terhadap jalan

kehidupan seorang muslim. Ia merupakan bagian integral iman seseorang.36

Pilar Ketiga, yurisdiksi Wali Fakih ( al-Wali al-Faqih). Ada dua pandangan

Hizbullah dalam al-wali al-faqih, meliputi otoritas Wali-Fakih dan hubungan

Hizbullah dengan Wali-Fakih. Wali-Fakih dipercaya untuk

mengimplementasikan yurisprudensi Islam, menjaga bangunan masyarakat

35

Ibid, hal.21

36

(41)

Islam, dalam melaksanakan keputusan politik. Menurut mereka otoritas Wakil-

Fakih ini adalah melanjutkan otoritas Rasulullah.37

Dalam menjalankan roda kepemimpinannya, Hizbullah dipimpin oleh

perwakilan anggota Dewan dari masing-masing kelompok Syiah, dan dewan-

dewan ini dipimpin oleh Seketaris Jendral. Kepemimpinan ini juga dibantu

oleh lima Majelis Dewan. Majelis Dewan ini terdiri dari Majelis Jihad, Majelis

Politik, Majelis Eksekutif, Majelis Parlementer, dan Majelis Yudisial. Majelis

Jihad bertanggung jawab pada aktifitas perlawanan, baik dalam hal

pengawasan, perekutan, pelatihan, perlengkapan, maupun keamanan.

Sedangkan Majelis Politik bertanggung jawab atas portofolio politik,

menganalisa politik anggota Dewan, dan menjalin hubungan eksternal, baik itu

dengan pendukung Hizbullah. Maupun kekuatan politik lain yang ada di

Lebanon.38

Majelis Eksekutif terdiri dari kepala-kepala unit yang bertanggung jawab

atas kelompok kultural, pendidikan, sosial, dan profesional. Majelis ini

bertanggung jawab dalam aktivitas serta prosedur yang berkaitan dengan

pembentukan partai. Selain itu juga mengawasi berbagai aktivitas organisasi

yang kelola oleh partai. Sedangkan Majelis Parlementer adalah Majelis yang

mengatur segala urusan di parlementer. Kemudian Majelis Yudisial terdiri dari

perwakilan yudisial dalam wilayah yang berbeda yang berkerjasama dengan

Hizbullah dalam persoalan konflik, aturan-aturan syariah, serta pemulihan hak-

hak warga.39

37

Ibid, hal.76

38

Ibid, hal.91

39

(42)

Untuk mempertahankan eksistensinya, Hizbullah menyusun dengan

matang proses rekrutmen anggotanya. Rekrutmen ini dilaksanakan dalam tiga

fase; Fase pertama, anggota baru mendapatkan pelatihan di Iran selama satu

bulan. Fase kedua, mereka mendapatkan pelatihan di Bekaa Valley selama 15

hari. Fase ketiga, mereka mendapatkan pelatihan di Suriah selama 15 hari.

Ketika selesai pelatihan, anggota baru ini kembali ke tempat mereka masing-

masing selama tiga sampai empat bulan lamanya. Mereka menjadi pemantau

setiap perkembangan situasi di Lebanon serta siap siaga dalam kondisi apa pun

ketika dibutuhkan.40

Di masa awal berdirinya Hizbullah mengusung bendera revolusi Islam

Lebanon seperti slogan revousi Islam di Iran. Mereka ingin mendirikan

pemerintahan Islam di Lebanon.41 Sikap yang diambil oleh Hizbullah pada

waktu itu adalah konfrontatif terhadap pemerintahan yang didominasi oleh elit

Kriten Maronit, yang ini dianggap sering kompromi dengan Israel. Hizbullah

juga bisa dikatakan sebagai gerakan sosial yang mengarahkan ketaatan dalam

agama. Mereka mengajak shalat berjama’ah di masjid, dan mengajarkan ilmu

agama kepada masyarakat. Beberapa pemuda Lebanon yang memiliki

perhatian dalam bidang agama mulai tertarik dan terlibat dalam kegiatan yang

diadakan para ulama Hizbullah. Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil

untuk memainkan peran dalam bidang pendidikan dan pelayanan umat. 42

Tahun 1985 Hizbullah mulai menerbitkan media mingguan yang bernama

Al-Ahad. Melalui media ini Hizbullah mulai dikenal di kalangan masyarakat luas.

40

Yulianto, Mayor Ari, Lebanon Pra dan Pasca perang 34 hari Israel vs Hizbullah, Gramedia Putaka Utama, Jakarta, 2010, hal.127

41

Kazhim, Musa, Hizbullah sebuah gerakan perlawanan ataukah terorisme, Noura Books, Jakarta, 2013, hal .2

42

(43)

Pimpinan tertinggi dalam struktur Hizbullah adalah Seketaris Jendral,

yang pertama kali dipegang oleh Abbas Musawi. Abbas Musawi adalah

pemimpin yang sangat dicintai oleh kelompoknya. Ia tidak pernah ketinggalan

untuk menemui para pejuang Hizbullah di daerah perbatasan. Selain itu Abbas

Musawi merupakan sosok pekerja keras, ia memiliki ketekunan dan memiliki

semangat yang luar biasa. Maka ketika Abbas Musawi terbunuh oleh Israel,

banyak pengikutnya yang sangat marah. Abbas Musawi sendiri terbunuh ketika

ia hendak mengunjungi upacara pemakaman Syekh Regheb Harb di Jibsheet.43

Pembunuhan yang dilakukan oleh Israel terhadap Musawi melahirkan

perlawanan yang sangat sengit. Pertama kalinya Hizbullah meluncurkan roket

Katyusha ke pemukiman-pemukiman di wilayah pendudukan Israel di utara

Palestina sebagai pembalasan atas pembuhuan tersebut. Selama di bawah

kepemimpinan Musawi, Hizbullah lebih cenderung mendukung campur tangan

Suriah dalam pemerintahan Lebanon.

Pemerintahan Lebanon mengambil sikap kompromi dengan Israel dan

Suriah untuk menentang perlawanan bersenjata.44 Pemerintahan Lebanon

menginginkan gerakan-gerakan milisi yang ada di Lebanon, termasuk

Hizbullah membubarkan diri dan bergabung dengan tentara Nasional Lebanon.

Seruan Pemerintah Lebanon ini, membuat gerakan Amal mengambil keputusan

untuk membubarkan diri. Pemerintah berharap ketika Amal membubarkan diri

dan bergabung dengan tentara Nasional, akan diikuti pula oleh Hizbullah.

Tetapi kenyataannya berbeda. Hizbullah tidak membubarkan diri tetapi justru

43

Ibid, hal.157

44

(44)

mengubah menjadi sebuah gerakan perlawanan terhadap penjajahan Israel di

wilayah Lebanon.45

Sayyid Hasan Nasrallah adalah orang yang pantas menggantikan

kepemimpinan Sayyid Abas Musawi. Dia merupakan tokoh yang sangat

berpengaruh, di lingkungan Hizbullah. Sayyid Hasan Nasrallah terpilih

menjadi Sekretaris Jendral setelah Dewan Hizbullah mengadakan rapat

membahas siapa yang layak menggantikan Sayyid Musawi. Nasrallah sempat

merasa malu ketika awal-awal menjadi Sekretaris Jendral Hizbullah karena

usianya yang masih muda dan belum banyak penggalaman.46 Selain itu di awal

kepemimpinannya Nasrallah dihadapkan pada masalah yang diwariskan

pendahulunya, yaitu lemahnya. Sayyid Hasan Nasrallah adalah seorang ayah

dari empat anaknya yaitu ; Muhammad Hadi, Muhammad Al-Jawad, Zainab,

dan Muhammad Ali. Di rumah, Sayyid Hasan Nasrallah merupakan seorang

bapak yang mengayomi keluarganya.

Hasan Nasrallah lahir pada tanggal 30 agustus 1960 di Bourji Hammoud,

desa di sebelah timur kota Beirut. Dia merupakan anak kedua dari sembilan

bersaudara. Ayahnya bernama Abdul karim, seorang pedagang sayur-sayuran

di kota Tyre, Jabal Amel di Lebanon selatan. Nasrallah tumbuh dalam

lingkungan pendidikan agama yang keras, walaupun keluarganya sendiri bukan

penganut paham islam fanatik.47 Nasrallah mengecap pendidikan dasar di

Najah, kemudia setelah lulus dia melanjutkan ke sekolah umum di Sin el-Fil,

Beirut. Sebelum terbentuknya Hizbullah, Nasrallah pernah bergabung dengan

45

Kompas, Hizbullah Bangkit Kembali, hal 4 hari kamis tanggal 09 April 1992

46

Sayyed Ahmad, Dr. Rif’at, Denyut Perlawanan dan Rahasia Kekuatan Hizbullah, Pustaka Iman, Bandung. 2006, hal .30

47

(45)

Amal, kelompok garis keras Syiah pada waktu itu. Aliran Syiah ini yang

dianggap telah menjadikan pribadi Nasrallah keras.

Nasrallah pertama kali bergabung dengan Hizbullah pada tahun 1982.

Menurut Nasrallah, hanya syariat Islam-lah yang dapat memecahkan semua

persoalan sosial dan kenegaraan yang terjadi di Lebanon. Di bawah pimpinan

Nasrallah, Hizbullah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Nasrallah

mengubah strategi dalam menarik simpati calon pengikutnya dengan turun

langsung dalam berbagai kegiatan social, pendidikan, dan kesehatan. Selain itu

Nasrallah juga menjalin hubungan dengan Iran dan Negara-negara arab lainnya

untuk mendapatkan dukungan. Strategi ini berhasil meningkatkan peran

Hizbullah dalam lingkungan sosial masyarakat Lebanon. Seiring

berkembangnya organisasi Hizbullah dan perubahan pemerintahan Lebanon,

Hizbullah tidak lagi melakukan mobilisasi masa untuk menentang segala

kebijakan Israel yang merugikan warga Lebanon. Hizbullah menggunakan

strategi baru yaitu melalui jalur politik di pemerintahan Lebanon dan

menjalankan aksi-aksi militer secara terorganisir.

B. Tokoh Syiah yang berpengaruh di Lebanon

Ada beberapa tokoh Syiah yang sangat berpengaruh dalam perjalanan

Hizbullah di Lebanon, diantaranya; Sayyid Muhammad Husain Fadlullah,

Imam Musa al-Sadr, dan Sayyi Ayatullah Muhammad Mahdi Syamsudin.

Ketiga tokoh ini juga memiliki perannya masing-masing dalam masyarakat

(46)

Sayyid Muhammad Husain Fadlullah lahir di kota Najaf, Irak, dari

keluarga ulama. Pertama kali beliau ke Lebanon pada usia 17 tahun dimana ia

mendatangi keluarganya untuk berziarah. Ketika beliau membacakan kasidah

memuji ketokohan dan kepribadian Sayyid Muhsin al-amili, serta beliau

membacakan kondisi pemerintahan dan keagamaan yang ada di Lebanon.

Kasidah yang di bacakan oleh Sayyid Husen menurut surat kabar sangat

provokatif. Sejak mudanya sayyid husen tidak hanya mempelajari ilmu-ilmu

agama saja tetapi mengkaji juga masalah-masalah diluar itu. Sehingga Sayyid

Husen menjadi seorang ulama syi’ah yang mendirikan sebuah pusat

kebudayaan yang bernama Perhimpunan Persaudaraan ( Brotherhood

Association ) di Naba’ah. Di tempat ini juga dibangun sebuah masjid, sekolah

agama, dan klinik kesehatan untuk kepentingan masyarakat. 48 Peran Sayyid

Muhammad Husain Fadullah sangat penting dalam kemajuan Lebanon, selain

mendirikan sebuah pusat kebudayaan yang bernama perhimpunan

persaudaraan, sayyid Husain Fadullah juga mendirikan lembaga-lembaga yang

fokus pada bidang pendidikan, bidang agam, dan bidang social. Pembentukan

lembaga-lembaga ini tidak lain untuk meningkatkan sumber daya manusia

yang ada di Lebanon, karena pada waktu itu sayyid Muhammad Husain

fadullah melihat kondisi masyarakat sangat memperhatinkan. Sedangkan dalam

gerakan Hizbullah sendiri peran Sayyid Muhammad Husain Fadullah sangatlah

penting. Dimana sayyid Husain fadullah telah sumbangsih ide dan gagasan

besar dalam konsep ideology Hizbullah.

48

(47)

Tokoh Syiah selanjutnya yang berpengaruh di Lebanon adalah Imam

Musa Al-Shadr, yang menyelesaikan pendidikan agamanya di kota Qum, Iran.

Ayahnya adalah warga negara Iran, sedangkan Ibunya warga negara Lebanon.

Imam Musa Al-Sadr ini memiliki kepribadian yang menarik, antara lain karena

dia mampu menarik dukungan publik. Dia juga memiliki perhatian besar

terhadap gerakan sosio-politik. 49 Pada awalnya Imam Shadr datang ke

Lebanon undangan sebagian ulama yang ada di sana pada tahun 1960. Di

Lebanon memang banyak aktivis revolusioner Iran yang anti rezim Shah

karena melarikan diri dari negaranya dan menetap di Lebanon. Seperti Ahmad

putra Khomaini,dan Musthafa Chamran, mantan Menteri Pertahanan Iran pasca

revolusi.50

Setelah mengamati dan menyaksikan secara langsung apa yang dialami

kaum Syiah di wilayah Lebanon selatan, Imam Shadr memutuskan untuk

tinggal di Lebanon. Dia mulai melakukan kegiatan-kegiatan sosial, seperti

masjid, sekolah, universitas dan pusat-pusat seni dan budaya sebagai sarana

menjalin interaksi dengan kaum muda dan terdidik.51 Hal ini dilakukan untuk

mendorong kaum terdidik ini memiliki optimisme dan peraya diri pada budaya,

agama, dan negaranya.

Imam Shadr juga menyaksikan kesenjangan atau ketidakadilan ekonomi

dan budaya di Lebanon. Oleh karena itu, dia memobilisasi kelompok Syiah

Lebanon untuk memperoleh sistem ekonomi dan politik yang lebih adil. Salah

satunya, ia mendirikan beberapa yayasan untuk meningkatkan kehidupan

49

Ibid, hal.16

50

Abadzari, Abdurahman, Musa Shadr Jejak Pemikira dan Perjuangan, Citra, Jakarta, 2011, hal.

17

51

(48)

orang-orang yang Syiah di Lebanon. Beberapa yayasan yang didirikan Imam

Shadr antara lain : 1. Yayasan Profesi Jabal Amil, yaitu yayasan untuk

mengajarkan teknik pengolahan besi dan daging, 2. Yayasan Rumah Pemudi,

yaitu yayasan yang mengajarkan keterampilan tangan menenun bagi kaum

wanita, 3. Yayasan Lembaga Pendidikan Kesehatan untuk mendidik kaum

wanita untuk punya keahlian sebagai perawat, 4. Yayasan Pendidikan Teknik

Pembuatan Karpet untuk membuka kesempatan kerja bagi yang membutuhkan,

dan 5. Yayasan Pendidikan bagi kaum buta huruf. Yayasan- yayasan ini

memiliki pengaruh yang sangat signifikan dalam mengubah kondisi kehidupan

masyarakat Lebanon, dan juga mendorong peningkatan ekonomi disanah.52

Imam Shadr juga mendirikan Majelis Syiah yang bernama Majelis Tinggi

Islam Syiah Lebanon. Majelis ini didirikan dengan kesadaran bahwa Syiah

mempunyai posisi sejajar dengan kelompok lain. Untuk memenuhi tahapan

konstitusional, pertemuan pertama majelis ini membahas pemilihan Lembaga

Syariat yang terdiri dari tokoh ulama Syiah dan Lembaga Pelaksana yang

terdiri dari 12 anggota. Pada pertemuan kedua, Imam Shadr terpilih menjadi

ketua pertama Majelis Tinggi Islam Syiah.53

Selain membentuk Majelis Tinggi Islam Syiah di Lebanon, Imam Shadr

juga membentuk dua lembaga lain yang fokus dalam akidah atau ideologis dan

militer. Lembaga pertama mengemban tanggung jawab untuk mengembangkan

berbagai kekurangan dalam bidang intelektual, budaya, patriotisme kaum

muda, serta untuk mempertahankan ilmu-ilmu dan pemikiran Islam. Setelah

empat tahun berjalan lembaga ini berhasil menempa kaum muda seraya

52

Ibid, hal.41

53

Referensi

Dokumen terkait