• Tidak ada hasil yang ditemukan

Unggah-Ungguh Dalam Etika Jawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Unggah-Ungguh Dalam Etika Jawa"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Sri Handayani
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Komarudin Hidayat, MA
    • Dr. Amin Nurdin, MA
    • Bapak Prof. Dr. Suwarno Imam S
    • Bapak Drs. Agus Darmaji, Mfils
    • Bapak Drs. Ramlan A.Gani, MA
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah
  • Mata Pelajaran: Aqidah-Filsafat
  • Topik: Unggah-Ungguh Dalam Etika Jawa
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 1430 H / 2009 M
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menyajikan latar belakang pentingnya etika dalam interaksi sosial, terutama dalam konteks budaya Jawa. Penulis menjelaskan bagaimana etika Jawa sebagai norma yang mengatur perilaku individu dalam masyarakat dapat membantu menciptakan harmoni dan mencegah konflik. Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep unggah-ungguh dalam etika Jawa, yang diharapkan dapat memberikan wawasan tentang bagaimana nilai-nilai ini masih relevan dalam kehidupan modern.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang membahas pentingnya etika dalam kehidupan sosial dan bagaimana etika Jawa berperan dalam interaksi antar individu. Penulis menekankan bahwa etika bukan hanya sekadar norma, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai dan keyakinan yang mendasari perilaku masyarakat Jawa.

1.2. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Bagian ini menetapkan batasan penelitian yang difokuskan pada pengertian unggah-ungguh, perkembangannya, dan aplikasinya dalam berbagai aspek kehidupan. Penulis merumuskan masalah utama yang akan diteliti untuk memberikan arah yang jelas pada penelitian.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian diuraikan untuk memahami makna, perkembangan, dan variasi unggah-ungguh dalam etika Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menunjukkan relevansi nilai-nilai ini dalam konteks pendidikan dan sosial saat ini.

1.4. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan dan deskriptif. Penulis mengumpulkan data dari berbagai sumber untuk menganalisis konsep unggah-ungguh dalam etika Jawa secara mendalam.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan menjelaskan struktur skripsi, yang dibagi menjadi beberapa bab, dimulai dari pendahuluan, etika Jawa, hingga kesimpulan. Ini memberikan gambaran yang jelas tentang alur penelitian yang dilakukan.

II. ETIKA JAWA

Bagian ini membahas pengertian umum dan karakteristik etika secara spesifik dalam konteks budaya Jawa. Penulis menjelaskan bahwa etika Jawa mencakup norma-norma yang mengatur perilaku individu dan interaksi sosial, serta bagaimana nilai-nilai ini diinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari.

2.1. Pengertian Umum Etika

Pengertian etika dijelaskan sebagai ilmu yang membahas tentang moralitas dan tindakan manusia. Penulis menggambarkan etika sebagai panduan untuk menentukan baik dan buruk dalam kehidupan sosial, yang sangat relevan dalam konteks masyarakat Jawa.

2.2. Pengertian Etika Jawa

Etika Jawa didefinisikan sebagai usaha orang Jawa untuk mencari solusi terbaik dalam menjalani kehidupan. Penulis menekankan bahwa etika ini berakar dari tradisi dan budaya yang telah ada sejak lama, mencerminkan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa.

2.3. Karakteristik Manusia Jawa

Karakteristik manusia Jawa diuraikan dalam konteks kebudayaan, kenikmatan hidup, dan keyakinan spiritual. Penulis menunjukkan bahwa orang Jawa memiliki cara pandang yang unik terhadap kehidupan, yang tercermin dalam perilaku dan sikap mereka.

2.4. Unggah-Ungguh dalam Etika Jawa

Unggah-ungguh dijelaskan sebagai tata krama yang mengatur interaksi sosial. Penulis menekankan pentingnya prinsip kerukunan dan hormat dalam etika Jawa, yang menjadi landasan dalam berperilaku sopan dan menghargai orang lain.

III. ETIKA JAWA TENTANG UNGGAH-UNGGUH

Bagian ini membahas secara mendalam tentang pengertian unggah-ungguh, baik dari segi etimologi maupun terminologi. Penulis menjelaskan bagaimana unggah-ungguh berfungsi sebagai pedoman dalam perilaku sehari-hari dan interaksi sosial di masyarakat Jawa.

3.1. Pengertian Unggah-Ungguh

Pengertian unggah-ungguh diuraikan dari sudut pandang etimologi dan terminologi. Penulis menjelaskan bahwa unggah-ungguh adalah tata krama yang mencerminkan sikap hormat dan sopan santun dalam berinteraksi.

3.2. Unggah-Ungguh dalam Beberapa Aspek

Aspek berbahasa dan tingkah laku dijelaskan sebagai bagian penting dari unggah-ungguh. Penulis menekankan pentingnya pemilihan kata dan sikap dalam komunikasi untuk menciptakan hubungan yang harmonis.

3.3. Unggah-Ungguh dalam Aspek Berbahasa

Aspek berbahasa dalam unggah-ungguh dijelaskan melalui tingkatan bahasa Jawa yang digunakan untuk menunjukkan sikap hormat. Penulis menyoroti bagaimana bahasa menjadi alat penting dalam menjaga keselarasan sosial.

IV. PENUTUP

Bagian penutup menyajikan kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan. Penulis menekankan bahwa unggah-ungguh dalam etika Jawa sangat relevan untuk diterapkan dalam konteks pendidikan dan kehidupan sehari-hari, serta memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut.

4.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa unggah-ungguh adalah nilai penting dalam etika Jawa yang harus dipertahankan dan diterapkan dalam kehidupan modern untuk menciptakan masyarakat yang harmonis.

4.2. Saran

Penulis memberikan saran agar nilai-nilai unggah-ungguh diintegrasikan dalam pendidikan dan praktik sosial untuk memperkuat kerukunan dan saling menghormati dalam masyarakat.

Referensi Dokumen

  • Sosiologi Skematika Teori dan Terapan ( Abdulsyani )
  • Etika (Ilmu Akhlak) ( Amin, Ahmad )
  • Islam dan Kebudayaan Jawa ( Amin, Darori (ed.) )
  • Kamus Filsafat ( Bagus, Lorens )
  • Sistematika Filsafat ( Bakry, Hasbullah )

Gambar

gambaran umum etika, baik menurut bahasa maupun istilah.

Referensi

Dokumen terkait

salah bisa menjadi subjektif tergantung selera dan nilai-nilai yang berlaku. Etika adalah bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku orang. Semua perilaku

Selain sebagai cabang filsafat, etika dpandang pula sebagai sebuah ilmu, yaitu ilmu yang membahas tentang perbuatan atau perilaku manusia dari sudut pandangan baik

Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima oleh masyarakat sebagai baik (good) atau buruk (bad)..

Etika (Yunani Kuno: “ethikos“, berarti “timbul dari kebiasaan”) adalah sebuah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas

Etika adalah ilmu yang membicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai buruk dengan memperlihatkan amal..

Berdasarkan beberapa pendapat tersebut dipahami bahwa etika merupakan cabang filsafat yang membicarakan perbutan manusia. Cara memandangnya dari sudut baik dan tidak baik,

Etika merupakan cabang filsafat yang mencari hakikat nilai-nilai baik dan buruk yang berkaitan dengan tindakan seseorang, yang dilakukan dengan penuh kesadaran berdasarkan pertimbangan pemikirannya. Untuk mengetahui definisi dari etika bisnis Islam tentunya kita harus mengetahui terlebih dahulu apa definisi dari etika menurut Islam yang sering kali disebut dengan kata akhlak. Kata “Akhlak” berasal dari bahasa Arab yang sudah di Indonesiakan yang juga diartikan sebagai perangai dan kesopanan, yang mencakup dengan watak, kesopanan, tingkah laku atau tabiat. Di samping istilah akhlak, juga dikenal dengan istilah etika dan moral. Ketiga istilah itu sama-sama menentukan nilai baik dan buruk sikap dan perbuatan manusia. Perbedaannya terletak pada standar

Diharapkan buku cerita ini dapat membantu dalam menambah minat anak untuk mempelajari tentang budaya unggah-ungguh Jawa dan berfungsi sebagai media edukasi bagi anak untuk mempelajari