• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P 2014/2015.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION (GI) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P 2014/2015."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P. 2014/2015

Oleh: Dwi Astini NIM 4103121017

Program Studi Pendidikan Fisika

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

JURUSAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)
(3)

PEN G A R U H M O D E L PEM BEL A J A R A N K O O PER A TI F TI PE G R O U P INVESTIGATION (GI) MENGGUNAKAN PETA KONSEP TERHADAP HASIL

BELAJAR SISWA PADA MATERI SUHU DAN KALOR DI KELAS X SMA MUHAMMADIYAH 2 MEDAN T.P. 2014/2015

DWI ASTINI (NIM: 4103121017)

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation menggunakan peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi suhu dan kalor di SMA Muhammadiyah 2 Medan Tahun Pelajaran 2014/2015.

Jenis penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian two group pretest postest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester genap SMA Muhammadiyah 2 Medan terdiri dari empat kelas. Sampel penelitian ini diambil dua kelas yaitu kelas X-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-2 sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 31 siswa ditentukan dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini ada dua yaitu: 1) tes hasil belajar 2) lembar observasi. Tes hasil belajar berbentuk tes esai sebanyak 20 soal yang telah dinyatakan valid oleh tim validator. Lembar observasi terdiri dari penilaian aktivitas, afektif dan keterampilan. Uji hipotesis menggunakan uji t.

Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata pretes kelas eksperimen adalah 27,4 dan nilai rata-rata kelas kontrol adalah 28,2. Setelah pembelajaran selesai diberikan postes dengan hasil rata-rata kelas eksperimen 68,2 dan kelas kontrol 63,7. Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer diperoleh bahwa aktivitas siswa di kelas eksperimen mengalami peningkatan. Pada pertemuan I rata-rata aktivitas siswa 67,5, pertemuan II rata-rata 69,5, pertemuan ke III rata-rata 72,7. Dari hasil uji t diperoleh thitung = 2,08 sedangkan ttabel = 1,67.

Karena thitung > ttabel (2,08 >1,67) maka Ho ditolak, dengan demikian diperoleh ada

pengaruh hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe group investigation menggunakan peta konsep di SMA Muhammadiyah 2 Medan.

(4)

vi

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Pengesahan i

Riwayat Hidup ii

Abstrak iii

Kata Pengantar iv

Daftar Isi vi

Daftar Gambar viii

Daftar Tabel ix

Daftar Lampiran x

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Identifikasi Masalah 3

1.3 Batasan Masalah 4

1.4 Rumusan Masalah 4

1.5 Tujuan Penelitian 4

1.6 Manfaat Penelitian 5

1.7 Defenisi Operasional 5

BAB II KAJIAN PUSTAKA

2.1Kerangka Teoritis 7

2.1.1 Pengertian Belajar 7

2.1.2 Pengertian Hasil Belajar 8

2.1.3 Aktivitas 8

2.1.4 Model Pembelajaran 12

2.1.5 Model Pembelajaran Kooperatif 13

2.1.6 Model Pembelajaran Kooperatif Group Investigation (GI) 18

2.2 Pembelajaran Konvensional 25

2.2.1. Struktur Pembelajaran Konvensional 25

2.3 Media Pembelajaran 26

2.3.1. Kegunaan Media Pembelajaran 27

2.3.2. Media Pembelajaran Peta Konsep 27

2.4. Materi Pembelajaran 30

2.4.1. Pemuaian 30

2.4.1.1. Pemuaian Zat Padat 30

2.4.1.1.1. Pemuaian Panjang 30

2.4.1.1.2. Pemuaian Luas 30

2.4.2. Kalor 31

2.4.2.1. Kalor Dapat Menyebabkan Kenaikan Suhu 31

2.4.2.2. Kalor Yang Menyebabkan Perubahan Wujud 33

2.4.3. Kalor Uap 34

2.4.4. Kalor Lebur 34

2.4.5. Asas Black 34

2.4.6. Perpindahan Kalor 35

(5)

2.4.6.2. Konveksi 35

2.4.6.3. Radiasi 36

2.5. Penelitian Terdahulu 36

2.6. Kerangka Konseptual 39

2.7. Hipotesis 39

BAB III. METODE PENELITIAN 40

3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian 40

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian 40

3.2.1 . Populasi Penelitian 40

3.2.2. Sampel Penelitian 40

3.3. Variabel Penelitian 40

3.4. Jenis dan Desain Penelitian 41

3.4.1. Jenis Penelitian 41

3.4.2. Desain Penelitian 41

3.5. Prosedur Penelitian 41

3.6. Instrumen Penelitian 45

3.7. Teknik Analisis Data 45

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 50

4.1. Hasil Penelitian 50

4.1.1. Data Hasil Penelitian 52

4.1.2. Uji Persyaratan Analisis Data 52

4.1.3. Penilaian Aktivitas Siswa 54

4.1.4. Penilaian Afektif 55

4.1.5. Hasil Belajar Ranah Psikomotorik 56

4.1.6. Hasil Penilaian Kognitif,Afektif dan Psikomotorik 56

4.2. Pembahasan 57

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 64

5.1. Kesimpulan 64

5.2. Saran 64

DAFTAR PUSTAKA 66

(6)

ix

DAFTAR TABEL

Halaman Tabel 2.1. Sintaks Pembelajaran Kooperatif 15 Tabel 2.2. Perbandingan Empat Model Kooperatif 21

Tabel 2.3. Sintaks Model Pembelajaran GI 22

Tabel 2.4. Penelitian Terdahulu 36

Tabel 3.1. Desain Two Group Pretes Postes Design 41 Tabel 3.2. Kriteria dan Persentase Penilaian Sikap 43 Tabel 3.3. Kriteria dan Persentase Penilaian Aktivitas 43 Tabel 3.4. Tabel Spesifikasi Tes Materi Suhu Dan Kalor 44 Tabel 4.1. Hasil Pretes Kelas Eksperimen dan Kontrol 50 Tabel 4.2. Hasil Postes Kelas Eksperimen dan Kontrol 51

Tabel 4.3. Hasil Uji Normalitas 51

Tabel 4.4. Hasil Uji Homogenitas 52

Tabel 4.5. Hasil Uji Hipotesis Pretes 52

Tabel 4.6. Hasil Uji Hipotesis Postes 53

(7)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Skema Perubahan Wujud 33

Gambar 4.1. Diagram Batang Data Pretes Kelas Eksperimen 58 Dan Kelas Kontrol

Gambar 4.2. Diagram Batang Data Postes Kelas Eksperimen 58 Dan Kelas Kontrol

(8)

x

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman Lampiran 1. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 1 68 Lampiran 2. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 2 80 Lampiran 3. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) 3 93

Lampiran 4. LKS I 104

Lampiran 5. LKS 2 106

Lampiran 6. LKS 3 109

Lampiran 7. Peta Konsep 1 111

Lampiran 8. Peta Konsep 2 112

Lampiran 9. Peta Konsep 3 113

Lampiran 10. Tabel Kisi-kisi 114

Lampiran 11. Tes Hasil Belajar 128

Lampiran 12. Data Pretes Kelas Eksperimen 134

Lampiran 13. Data Postes Kelas Eksperimen 135

Lampiran 14. Data Pretes Kelas Kontrol 136

Lampiran 15. Data Postes Kelas Kontrol 137

Lampiran 16. Perhitungan Statistika Dasar 138

Lampiran 17. Uji Normalitas 140

Lampiran 18. Uji Homogenitas 143

Lampiran 19. Uji Hipotesis 145

Lampiran 20. Pedoman Penilaian Ketrampilan 148

Lampiran 21. Lembar Penilaian Ketrampilan Kelas Eksperimen 150

Lampiran 22. Pedoman Penilaian Sikap 158

Lampiran 23. Lembar Penilaian Sikap Kelas Eksperimen dan Kontrol 160

Lampiran 24. Pedoman Penilaian Aktivitas 166

Lampiran 25. Lembar Penilaian Aktivitas Eksperimen 167 Lampiran 26. Lembar Penilaian Aktivitas Kontrol 173

Lampiran 27. Nilai Kritis Untuk Uji Liliefors 179

Lampiran 28. Tabel Wilayah Normal 180

Lampiran 29. Distribusi F 181

Lampiran 30. Distribusi T 183

(9)

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Berkembangnya pendidikan sudah pasti berpengaruh terhadap

perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Hal ini dapat terlihat

dengan semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

sekarang ini. Pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang

ini tidak dapat terlepas dari kemajuan ilmu Fisika yang banyak menghasilkan

temuan baru dalam bidang sains dan teknologi. Oleh karena itu, Fisika

ditempatkan sebagai salah satu mata pelajaran yang penting karena salah satu

syarat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi berhubungan dengan ilmu

pengetahuan alam (IPA) yang di dalamnya termasuk Fisika.

Fisika adalah salah satu cabang IPA yang merupakan suatu ilmu

pengetahuan yang mempelajari gejala-gejala alam dan interaksi di dalamnya.

Pelajaran Fisika lebih menekankan pada pemberian langsung untuk meningkatkan

kompetensi agar siswa mampu berpikir kritis dan sistematis dalam memahami

konsep Fisika, sehingga siswa memperoleh pemahaman yang benar tentang

Fisika. Pemahaman yang benar akan pelajaran Fisika akan sangat berpengaruh

terhadap hasil belajar siswa.

Pendidikan di Indonesia dapat dikatakan masih rendah. Rendahnya

pendidikan Indonesia dapat dilihat dari rendahnya hasil belajar siswa dalam

berbagai mata pelajaran. Salah satu mata pelajaran yang memiliki nilai rendah

adalah mata pelajaran fisika. Hal ini terlihat dari obsevasi yang dilakukan di SMA

Muhammadiyah 2 Tanjung Sari, penulis menemukan masih rendahnya hasil

belajar siswa terutama pada mata pelajaran fisika. Dari hasil wawancara dengan

Mely Susilawati selaku guru mata pelajaran fisika di SMA tersebut mengatakan

hasil belajar siswa masih dibawah standart, dimana hanya 60% siswa yang

memiliki nilai ≥60, sedangkan 40% siswa selebihnya memiliki nilai <60.

Kemudian dari hasil wawancara dengan pemegang lab fisika, alat-alat lab sudah

(10)

2

Selanjutnya dari hasil data angket diperoleh semua siswa kelas X

mengatakan 42,9% diantaranya menyatakan tidak menyukai pembelajaran fisika

dan menganggap pelajaran fisika sulit dan kurang dimengerti. Setiap materi

pelajarannya membosankan sehingga nilai hasil belajar siswa tersebut tidak

memuaskan rata-rata dibawah KKM. Sebanyak 34,3% diantaranya menyatakan

pelajaran fisika biasa-biasa saja dan nilai hasil belajar siswa masih kurang

memuaskan rata-rata masih sebahagian dibawah KKM. Sementara itu, 22,8%

diantaranya menyatakan pelajaran fisika menarik dan menyenangkan dan nilai

hasil belajar siswa rata-rata diatas KKM. Selain itu, dari hasil angket semua siswa

mengatakan bahwa, 71,4% Ketika dalam proses belajar mengajar tidak pernah

menggunakan media dan model pembelajaran yang digunakan tidak bervariasi

hanya menggunakan model pembelajaran konvensional. Siswa juga mengatakan

jarang melakukan praktikum di laboratorium maupun dikelas.

Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan di atas adalah dengan

mengembangkan model pembelajaran yang efektif, yang melibatkan siswa secara

aktif, memperhatikan kemampuan siswa dan menggunakan alat peraga yang tepat.

Sehubungan dengan masalah diatas, maka salah satu alternatif yang dapat

digunakan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menggunakan model

pembelajaran Koperatif tipe Group Investigation (GI).

Model kooperatif tipe GI ini juga dapat dilaksanakan dengan bantuan

media pembelajaran yang sesuai, karena model dan media pembelajaran

merupakan dua unsure penting dalam proses pendidikan. Kedua aspek ini saling

berkaitan dan berhubungan karena pada dasarnya fungsi utama media

pembelajaran adalah sebagai sumber belajar (Arsyad, 2007). Salah satu media

yang tepat digunakan dalam membantu proses penyampaian suatu materi adalah

media peta konsep. Penggunaan media peta konsep merupakan alat yang dapat

membantu siswa memahami materi pelajaran yang disampaikan. Siswa akan

mudah mengingat konsep - konsep fisika dan lebih memahami maknanya serta

(11)

Model pembelajaran Koperatif tipe Group Investigation (GI) lebih

menekankan kerjasama antar anggota kelompok dalam menemukan dan

memahami suatu konsep dengan melakukan serangkaian kegiatan konsep tersebut

akan lebih tertanam dalam ingatan siswa. Siswa akan lebih memahami konsep

fisika karena siswa mengalami dan menemukan sendiri pemecahan masalah yang

dihadapinya melalui referensi yang dapat mereka cari di buku.

Hasil penelitian (Istikomah, 2010) menunjukkan bahwa sikap ilmiah siswa

sesudah pembelajaran lebih baik dari sebelumnya. Hal ini membuktikan bahwa

model pembelajaran dapat menumbuhkan sikap ilmiah pada diri siswa.

Pembelajaran pada kelas memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk

mengalami sendiri aktivitas dan pengalaman dalam belajar sains secara nyata.

Model pembelajaran yang dikembangkan diharapkan dapat meningkatkan

hasil belajar siswa melalui penerapan bekerja sama memecahkan masalah,

menemukan sesuatu untuk dirinya dan saling mendiskusikan masalah tersebut

dengan teman-temannya yaitu dengan menerapkan model pembelajaran

kooperatif. Seperti yang dikatakan bahwa teknik-teknik pembelajaran kooperatif

lebih unggul dalam meningkatkan hasil belajar dibandingkan

pengalaman-pengalaman belajar individual atau kompetitif (Ibrahim, 2000).

Berdasarkan masalah di atas, penulis berkeinginan melakukan suatu

penelitian untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa menggunakan model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan Model

Pembelajaran Konvensional. Dengan judul penelitian “Pengaruh Model

Pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) Terhadap Hasil Belajar Fisika Pada Materi Pokok Suhu dan Kalor Kelas X Semester II Di SMA Swasta Muhammadiyah 2 Tanjung Sari Medan T.P 2014/2015.

1.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, beberapa masalah dapat diidentifikasi

sebagai berikut:

1. Siswa menganggap fisika merupakan pelajaran yang sulit dan kurang

(12)

4

2. Siswa jarang melakukan praktikum ataupun percobaan saat proses

pembelajaran.

3. Model dan media pembelajaran yang digunakan kurang bervariasi.

1.3.Batasan Masalah

Mengingat luasnya permasalahan maka perlu dilakukan pembatasan dalam

penelitian ini sebagai berikut:

1. Penelitian ini menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group

Investigation (GI).

2. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X Semester II di SMA Swasta

Muhammadiyah 2 Tanjung Sari T.P 2014/2015

3. Materi yang diajarkan dalam penelitian ini adalah materi kelas X semester II

yaitu Suhu dan Kalor.

1.4.Rumusan Masalah

Dalam masalah ini perumusan masalah adalah sebagai berikut :

1. Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model Kooperatif

Tipe Group Investigation (GI) pada materi Suhu dan Kalor kelas X semester II

SMA Muhammadiyah 2 Tanjung Sari T.P. 2014/2015?

2. Bagaimanakah hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran

konvensional pada materi materi Suhu dan Kalor kelas X semester II SMA

Muhammadiyah 2 Tanjung Sari T.P. 2014/2015?

3. Apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan model Kooperatif Tipe Group

Investigation (GI) lebih baik dari pada siswa yang diajar dengan pembelajaran

konvensional?

1.5.Tujuan Penelitian

Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model

Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) pada materi Suhu dan Kalor kelas X

(13)

2. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang diajarkan dengan pembelajaran

konvensional pada materi Suhu dan Kalor kelas X semester II SMA

Muhammadiyah 2 Tanjung Sari T.P. 2014/2015.

3. Untuk mengetahui apakah hasil belajar siswa yang diajar dengan model

pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) lebih baik daripada

siswa yang diajar dengan pembelajaran Konvensional.

1.6.Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah:

1. Sebagai informasi hasil belajar Fisika dengan menerapkan model

pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) di SMA

Muhammadiyah 2 Tanjung Sari pada materi pokok Suhu dan Kalor.

2. Sebagai bahan informasi alternatif bagi pengajar fisika dalam memilih model

pembelajaran.

1.7.Defenisi Operasional

Beberapa defenisi/istilah yang diambil dari judul penelitian ini yaitu:

1. Model pembelajaran adalah suatu perencanaan atau polah yang digunakan

sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas atau

pembelajaran dalam tutorial dan untuk menentukan perangkat-perangkat

pembelajaran termasuk di dalamnya buku-buku, film, computer dan lain-lain

(Trianto 2007: 5).

2. Pembelajaran kooperatif merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran

yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan

bersama. Pembelajaran kooperatif disusun dalam sebuah usaha untuk

meningkatkan pertisipasi siswa, memfasilitasi siswa dengan pengalaman sikap

kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan

kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama dengan

siswa yang berbeda latar belakangnya. Jadi, dalam pembelajaran kooperatif

siswa berperan ganda yaitu sebagai siswa ataupun sebagai guru

(14)

6

3. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang di miliki siswa setelah ia

(15)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis dan uji statistik serta pembahasan maka

disimpulkan hasil belajar Fisika pada materi suhu dan kalor kelas X semester 2 di

SMA Muhammadiyah 2 Medan T.P 2014/2015 sebagai berikut:

1. Pembelajaran dengan model Kooperatif Tipe Group Investigation (GI)

menggunakan media peta konsep sebelum diberikan perlakuan rata-rata pretes

sebesar 27,4 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata postes siswa sebesar

68,2.

2. Pembelajaran secara Konvensional sebelum diberikan perlakuan rata-rata

pretes sebesar 28,2 dan setelah diberikan perlakuan rata-rata postes siswa

sebesar 63,7.

3. Terdapat pengaruh model Kooperatif Tipe Group Investigation (GI) dengan

menggunakan media peta konsep terhadap hasil belajar siswa pada materi

suhu dan kalor di kelas X SMA Muhammadiyah 2 Medan, hasil belajar siswa

kelas eksperimen sebesar 68,2 lebih tinggi daripada kelas control 63,7.

5.2. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan kesimpulan di atas, maka sebagai tindak

lanjut dari penelitian disarankan beberapa hal sebagai berikut :

1. Peneliti yang ingin meneliti tentang model pembelajaran kooperatif tipe GI

menggunakan peta konsep sebaiknya bekerja sama dengan guru mata

pelajaran sehingga mengetahui karakter kelas yang akan diteliti sehingga kelas

dapat dikuasai.

2. Peneliti yang ingin meneliti sebaiknya memperkirakan waktu yang digunakan

sehingga waktu yang digunakan efisien untuk melakukan penyelidikan dengan

mempersiapkan alat dan bahan yang digunakan.

3. Peneliti yang ingin meneliti sebaiknya biasakan siswa didalam kelas latihan

berpendapat sehingga pada saat presentasi siswa bisa lebih percaya diri untuk

(16)

65

4. Peneliti yang ingin meneliti sebaiknya beri penjelasan bahwa yang akan

dikerjakan sudah ada di LKS yang telah dibagikan ke siswa sehingga siswa

tidak bertanya kembali.

5. Peneliti yang ingin meneliti sebaiknya memiliki suara yang tegas sehingga

(17)

DAFTAR PUSTAKA

Arends, R. (2008). Learning To Teach. Penerbit Pustaka Belajar. Yogyakarta.

Arikunto, S. (2007). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Penerbit Bumi Aksara. Jakarta.

Arsyad, A. (2007). Media Pembelajaran. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Aunurrahman. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Alfabeta. Bandung.

Dimyati, M. (2009). Belajar dan Pembelajaran. Rineka Cipta. Jakarta.

Djamarah, S.B., Aswan, Z. (2006). Strategi Belajar Mengajar. Rineka Cipta. Jakarta.

Hamalik, O. (2008). Proses Belajar Mengajar. PT Bumi Aksara. Jakarta

Ibrahim, M., Fida, R., Mohammad, N., Ismono. (2000). Pembelajaran Kooperatif. Pusat University Press. Surabaya.

Istikomah, H., Hendratto,S., Bambang, S. (2010). Penggunaan Model Pembelajaran Investigasi Kelompok Untuk Menumbuhkan Sikap Ilmiah Siswa. Jurnal pendidikan Fisika Indonesia 6, 40-43Jihad, A., Haris, A. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Penerbit Multi Presindo. Yogyakarta.

Jihad, A., Haris, A. (2012). Evaluasi Pembelajaran. Penerbit Multi Presindo. Yogyakarta.

Joyce, B., Weil, M., Calhoun, E. (2009). Models of Teaching: Model-Model Pengajaran. Pustaka Pelajar. Yogyakarta

Lie, A. (2008). Cooperative Learning Mempraktikkan Cooperative Learning Di Ruang- Ruang Kelas. Penerbit PT. Grasindo. Jakarta.

Purwanto. 2008. Evaluasi Hasil Belajar. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Sadiman, A. S., Rahardjo, R., Haryono, A., Rahardjito. (2009). Media Pemdidikan: Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatannya. Penerbit Rajawali Pers. Jakarta.

Sagala, S. (2008). Konsep dan Makna Pembelajaran. Penerbit Alfabeta. Bandung.

(18)

67

Sardiman, A., (2011).Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-fakror yang Mempengaruhinya. Rineka Cipta. Jakarta.

Slavin, R., E. (2010). Cooperative Learning Teori, Riset,dan Praktik. Penerbit Nusa Media. Bandung.

Smaldino, S.E., Lowther, D.L., Russel, J.D. (2011). Teknologi Pembelajaran dan Media Untuk Belajar (diterjemahkan dari Instructional Technology and Media For Learning). Penerbit Kencana. Jakarta.

Sudjana, N. (2009). Metoda Statistika. Tarsito. Bandung

Sudjana, N. (2010). Penilaian Hasil Proses Mengajar. PT. Rosdakarya. Bandung.

Suprijono, A. (2012). Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi Paikem. Penerbit Pustaka Pelajar. Surabaya.

Suryadana, B., Suprihati, T. dan Astutik, S. (2012). Penerapan Model Pembelajaran dan Kooperatif Group Investigation (GI) disertai Media Kartu Masalah pada Pembelajaran Fisika di SMA, Vol. 1, No. 3. Jurnal Pembelajaran Fisika. Hal 268-271

Trianto. (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Kencana. Jakarta.

Gambar

Gambar 2.1. Skema Perubahan Wujud    Gambar 4.1. Diagram Batang Data Pretes Kelas Eksperimen           Dan Kelas Kontrol

Referensi

Dokumen terkait

Namun besarnya peran dan potensi kelapa ini tidak diikuti kinerja industri kelapa yang memuaskan, dimana produksi dan produktivitas kelapa Indonesia masih belum

PP ini diha- an pemerintah maupun pemerintah rapkan menjadi dasar untuk melaku- i daerah yang ironinya, di satu sisi, ma- kan tata hutan nasional, perencanaan : sih

BAGIAN D : Masa mulai berlaku: Amendemen Ketujuh ini mul ai berlaku segera setelah ditandatangani oleh Para Pihak... IN WITNESS WHEREOF, USAID and the Grantee,

Dari data nilai viskositas instrinsik pada minggu ke-0 dari empat komposisi film poliblen PCL dengan PGA, komposisi 50%:50% merupakan poliblen PCL dengan PGA dengan bobot

Kesimpulan dalam penelitian ini adalah Pagoejoeban Moelat Sarira merupakan organisasi milik Mangkunegaran yang berjuang untuk mengembangkan budaya Jawa dan

Pengamatan Keragaman Kupu-kupu Pengamatan kupu-kupu dilakukan pada empat lokasi di kawasan Telaga Warna yaitu sekitar telaga, kebun teh, tepi hutan, dan sekitar rumah (Lampiran

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDA AAN DIREKTORAT JENDERAL. GURU DAN

[r]