i
IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)
SKRIPSI
Untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Sosiologi dan Antropologi
Oleh:
Afsya Oktafiani Hastuti 3401411171
JURUSAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI FAKULTAS ILMU SOSIAL
ii
PERSETUJUAN PEMBIMBING
Skripsi ini telah disetujui oleh pembimbing untuk diajukan ke Sidang Pa-nitia Ujian Skripsi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang pada :
Hari : Senin
Tanggal : 8 Juni 2015
iii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN
Skripsi yang berjudul “Implementasi Pendidikan Karater Religius dalam Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)” ini telah dipertahankan di hadapan sidang Panitia Ujian Skripsi FIS UNNES pada:
Hari : Rabu
Tanggal : 5 Agustus 2015
iv
PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa yang tertulis di dalam ini benar-benar hasil karya saya sendiri, bukan jiplakan dari karya tulis orang lain, baik sebagian atau se-luruhnya. Pendapat atau temuan orang lain yang terdapat di dalam skripsi ini dikutip atau dirujuk berdasarkan kode etik ilmiah.
Semarang, Juni 2015
v
MOTTO DAN PERSEMBAHAN
MOTTO
Karakter adalah tentang apa yang dilakukan seseorang, bukan apa yang dipikirkan dan bukan apa yang dikatakan (Penulis).
When one door closes, another opens, but we often look so long and so regretfully upon the closed door that we do not see the one which has opened for us (Alexander Graham Bell).
PERSEMBAHAN
Ibu dan Bapak tercinta, terima kasih atas kasih sayang dan pengorbanan yang telah diberikan.
Kakak-kakak tersayang, Afsya Feti Apsari, Afsya Meylaningsih, dan Afsya Septa Nugraha.
Teman-teman kost “Warda Kamila” : Hana, Uut, Teta, Bidah, Nawang, Dyah. Terima kasih atas dukungan dan semangatnya.
Teman-teman “Leak_Official” : Linda, Nisa, Hasnah, Sandy, Dedy, Andredy, Umar, Miftakh, Ade, Eri, Achmad, dan Alvian.
Teman-teman satu angkatan SosAnt 2011.
vi PRAKATA
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas berkat dan rahmat-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Implementasi Pe n-didikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)” yang disusun untuk melengkapi syarat-syarat penyelesaian studi Strata 1 pada Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.
Dalam kesempatan ini penulis menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik dalam pelaksanaan penelitian maupun penulisan skripsi ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada:
1) Prof.Dr Fathur Rokhman M. Hum, sebagai Rektor Universitas Negeri Semarang yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menyelesaikan studi strata 1 di Universitas Negeri Semarang.
2) Dr. Subagyo, M.Pd, Dekan Fakultas Ilmu Sosial yang telah memberikan kes-empatan penulis menyelesaikan skripsi di waktu yang tepat.
3) Drs. Moh. Solehatul Mustofa, MA, Ketua Jurusan Sosiologi dan Antropologi yang telah memberikan ijin observasi dan memberikan kelancaran dalam administrasi.
4) Nurul Fatimah, S.Pd, M.Si, dosen pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan serta selalu memberikan motivasi.
vii
6) Drs. Sumanto, Kepala SMA Negeri 1 Comal beserta guru, staff karyawan, dan siswa yang telah memperkenankan penulis melakukan penelitian di SMA Negeri 1 Comal.
7) Semua pihak yang telah membantu penyelesaian skripsi ini yang tidak penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih sangat jauh dari sempurna dan masih banyak kelemahan. Walaupun demikian besar harapan penulis semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca pada umumnya.
Semarang, Juni 2015
viii SARI
Hastuti, Afsya Oktafiani. 2015. Implementasi Pendidikan Karakter Religius da-lam Pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal. Skripsi. Jurusan Sosiologi dan Antropologi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang. Pembimb-ing Nurul Fatimah, S.Pd, M.Si. 96 halaman.
Kata kunci: Pembelajaran Sosiologi, Pendidikan Karakter, Religius
Penanaman nilai karakter bangsa mendapat perhatian serius mengingat degradasi moral yang semakin meluas terjadi di Indonesia. Data pendukung yang menunjukkan adanya degradasi moral di Indonesia ditunjukkan oleh Komisi Na-sional Perlindungan Anak yang mencatat sepanjang tahun 2013 ada 255 kasus tawuran antarpelajar di Indonesia. Selanjutnya, untuk mengatasi degradasi moral khususnya yang terjadi pada pelajar, diperlukan adanya perbaikan moral melalui penanaman nilai karakter dengan menggunakan jalur dunia pendidikan. Ada em-pat jenis karakter yang selama ini dikenal dan dilaksanakan dalam proses pendidi-kan, yaitu pendidikan karakter berbasis nilai religius, pendidikan karakter berbasis nilai budaya, pendidikan karakter berbasis lingkungan, dan pendidikan karakter berbasis potensi diri. Urgensi penanaman nilai karakter dapat dimulai melalui pendidikan karakter berbasis nilai religius. Penerapan nilai-nilai religius secara umum menjadi tanggung jawab guru pendidikan agama. Namun demikian, me-lalui pendidikan karakter yang diterapkan dalam kurikulum pendidikan di Indone-sia nilai karakter religius tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab guru pendidi-kan agama karena dalam pelaksanaan pendidipendidi-kan karakter diintegrasipendidi-kan melalui semua mata pelajaran salah satunya adalah Sosiologi. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) mengetahui implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelaja-ran Sosiologi; dan 2) mengetahui hambatan-hambatan dalam implementasi pen-didikan karakter religius pada pembelajaran Sosiologi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Comal, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang. Subjek penelitian ini adalah guru Sosiologi dan siswa kelas X. Informan dalam penelitian ini terdiri dari informan utama dan informan pendukung. Informan utama terdiri dari guru Sosiologi dan siswa kelas X, sedangkan informan pendukung terdiri dari Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, dan guru BK. Teknik pengumpulan data penelitian dengan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Ke-absahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi data. Teknik analisis data yang digunakan meliputi: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Penelitian ini menggunakan teori perkembangan belajar Baldwin, konsep prinsip-prinsip pendidikan karakter Bu-dimasyah, konsep kemampuan peserta didik, dan konsep proses sosialisasi tidak sempurna.
ix
melakukan penyusunan perangkat pembelajaran dan menganalisis karakteristik kelas sebelum mengajar dengan memperhatikan nilai-nilai religius yang akan di-integrasikan. Tahap pelaksanaan pembelajaran dengan penanaman nilai-nilai religius dilakukan oleh guru Sosiologi dengan mengaitkan sesuai dengan materi ajar yang sedang dibahas. Selanjutnya, dalam tahap evaluasi pembelajaran guru menilai karakter religius siswa berdasarkan sikap yang ditunjukkan siswa dengan mengintepretasikannya ke dalam nilai afektif siswa. Selanjutnya, (2) hambatan-hambatan yang dialami sekolah berkaitan dengan implementasi pendidikan karak-ter religius dalam pembelajaran Sosiologi meliputi: perbedaan tingkat pemahaman siswa, pengaruh lingkungan di luar sekolah, dan kurangnya kontrol dari guru ter-hadap pelaksanaan pendidikan karakter religius.
x DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ………. i
PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii
HALAMAN PENGESAHAN KELULUSAN ... iii
PERNYATAAN ... iv
MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v
PRAKATA ... vi
SARI ... viii
DAFTAR ISI ... x
DAFTAR TABEL ... xii
DAFTAR GAMBAR ... xiii
DAFTAR BAGAN ... xiv
DAFTAR LAMPIRAN ... xv
BAB I ... 1
PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 7
C. Tujuan Penelitian ... 8
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Batasan Istilah ... 9
BAB II ... 12
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI ... 12
A. Tinjauan Pustaka ... 12
B. Landasan Teori ... 16
C. Kerangka Berfikir ... 21
BAB III ... 23
METODE PENELITIAN ... 23
A. Dasar Penelitian ... 23
xi
C. Fokus Penelitian ... 24
D. Sumber Data Penelitian ... 25
E. Teknik Pengumpulan Data ... 29
F. Keabsahan Data ... 35
G. Teknik Analisis Data ... 39
BAB IV ... 42
HASIL DAN PEMBAHASAN ... 42
A. Gambaran Umum SMA Negeri 1 Comal ... 42
B. Implementasi Pendidikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi ... 48
C. Hambatan dalam Implementasi Pendidikan Karakter Religius pada Pembelajaran Sosiologi ... 84
BAB V ... 91
PENUTUP ... 91
A. Simpulan ... 91
B. Saran ... 92
DAFTAR PUSTAKA ... 94
xii
DAFTAR TABEL
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1 : SMA Negeri 1 Comal ……… 43 Gambar 2 : Kegiatan Diskusi pada Saat Pembelajaran ……… 65 Gambar 3 : Siswa sedang Berdiskusi ……….. 67 Gambar 4 : Guru dan Siswa Berdoa Sebelum Pembelajaran Dimulai ……. 71 Gambar 5 : Guru Menjelaskan Materi Ajar dengan Mengaitkan
xiv
DAFTAR BAGAN
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 : Instrumen Penelitian ……… 98
Lampiran II : Daftar Subjek Penelitian dan Informan ……….. 111
Lampiran III : Surat Ijin Penelitian ……… 115
Lampiran IV : Surat Keterangan Selesai Penelitian ………. 116
Lampiran V : Silabus Mata Pelajaran Sosiologi ………. 117
Lampiran VI : Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sosiologi ………. 127
Lampiran VII : Daftar Guru SMA Negeri 1 Comal ………. 134
1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Eksistensi suatu bangsa sangat ditentukan oleh karakter bangsa tersebut. Bangsa yang memiliki karakter kuat akan mampu menjadikan dirinya sebagai bangsa yang bermartabat. Karakter yang kuat tidak serta merta ada secara instan tanpa adanya proses internalisasi serta enkulturasi, melainkan perlu adanya penanaman nilai karakter secara berkelanjutan sejak dini hingga benar-benar terpatri saat dewasa tiba. Penanaman nilai-nilai karakter dapat dimulai dari lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Dewasa ini, penanaman nilai karakter bangsa mendapat perhatian serius mengingat degradasi moral yang semakin meluas. Komisi Nasional Perlindungan Anak mencatat, sepanjang 2013 ada 255 kasus tawuran antarpelajar di Indonesia. Angka ini meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya, yang hanya 147 kasus. Dari jumlah tersebut, 20 pelajar meninggal dunia, saat terlibat atau usai aksi tawuran, sisanya mengalami luka berat dan ringan. Sedangkan di Jakarta, pada 2013 angka tawuran pelajar mencapai 112 kasus. Jumlah ini meningkat dibanding 2012, yang hanya 98 kasus dengan 12 orang meninggal dunia (www.tribunnews.com).
2
tawuran. Karakteristik individual ini meliputi kondisi kejiwaan (psikologis) siswa yang mempunyai pengaruh besar terhadap keputusannya untuk melakukan tawuran atau tidak, mengingat mayoritas siswa masih dalam situasi kejiwaan yang labil. Oleh sebab itu, pelajar yang masih tergolong remaja lebih rentan untuk melakukan tindakan tawuran.
Degradasi moral tidak hanya sebatas merujuk pada satu peristiwa khususnya tawuran yang terjadi pada pelajar di Indonesia. Peristiwa lain yang dapat dijadikan tolak ukur adanya degradasi moral pada generasi penerus bangsa adalah adanya kasus penyalahgunaan narkoba. Hasil survei BNN di tiap-tiap universitas dan sekolah pada tahun 2011 menunjukkan bahwa 22 persen pengguna narkoba berasal dari kalangan pelajar dan mahasiswa dengan jumlah yang dapat meningkat lagi di tahun berikutnya mengingat adanya tren penggunaan narkoba di kalangan generasi muda (www. megapolitan.harianterbit.com).
3
juga ditunjukkan dengan adanya pergaulan bebas (free sex). Hasil survey yang dirilis Komisi Perlindungan Anak Indonesia pada tahun 2010 menyatakan bahwa 32 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks sebelum menikah.
Kasus yang menunjukkan adanya degradasi moral juga dibuktikan dengan adanya tindak kekerasan di sekolah. Sebuah riset yang dilakukan oleh LSM Plan International dan International Center for Research on Women (ICRW) yang dirilis awal Maret 2015 menunjukkan terdapat 84 persen anak di Indonesia mengalami kekerasan di sekolah. Angka tersebut lebih tinggi dari negara lain di kawasan Asia yaitu 70 persen. Riset ini dilakukan di 5 negara Asia, yakni Vietnam, Kamboja, Nepal, Pakistan, dan Indonesia yang diambil dari Jakarta dan Serang, Banten. Survei diambil pada Oktober 2013 hingga Maret 2014 dengan melibatkan 9 ribu siswa usia 12-17 tahun, guru, kepala sekolah, orang tua, dan perwakilan anggota LSM.
4
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi siswa agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Ketentuan undang-undang tersebut dapat dimaknai bahwa arah dari tujuan penyelenggaraan pendidikan sangat luhur dalam keinginannya mewujudkan manusia yang bermartabat dan memiliki karakter yang mulia. Judiani (2010) dalam kajiannya menyatakan bahwa pendidikan di Indonesia selama ini masih mengedepankan aspek kognitif atau akademis, sedangkan aspek soft skill atau non akademis yang mendukung pendidikan karakter belum banyak mendapat perhatian. Sehingga pelaksanaan pen-didikan karakter ini menjadi hal yang sangat signifikan untuk diimpletasikan. Pendidikan karakter juga memiliki orientasi pada kecerdasan men-tal, di samping pencapaian tujuan akademis semata.
5
Salah satu mata pelajaran yang mempunyai peran dalam pengem-bangan nilai-nilai pendidikan karakter adalah Sosiologi yang diajarkan pa-da jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Di mana nilai-nilai karakter dapat dintegrasikan dengan materi pembelajaran Sosiologi. Dengan demikian, upaya penanaman nilai karakter menjadi sangat penting dan wajib untuk dilaksanakan, utamanya melalui pendidikan formal yang salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA).
Selanjutnya, ada empat jenis karakter yang selama ini dikenal dan dilaksanakan dalam proses pendidikan, yaitu : pendidikan karakter ber-basis nilai religius, pendidikan karakter berber-basis nilai budaya, pendidikan karakter berbasis lingkungan, dan pendidikan karakter berbasis potensi diri. Urgensi penanaman nilai karakter dapat dimulai paling pertama ada-lah melalui pendidikan karakter berbasis nilai religius. Santrock (2007 : 328) menyatakan bahwa para peneliti telah menemukan agama memiliki sejumlah dampak positif bagi remaja. Selain itu, Hurlock (1980 :222) mengemukakan remaja masa kini menaruh minat pada agama dan menganggap bahwa agama berperan penting dalam kehidupan. Minat pada agama antara lain : tampak dengan membahas masalah agama, mengikuti pelajaran-pelajaran agama di sekolah dan perguruan tinggi, mengunjungi tempat-tempat ibadah, dan mengikuti berbagai upacara agama.
6
wahyu Tuhan sehingga masing-masing individu mutlak memercayainya. Pendidikan karakter berbasis nilai religius dapat memerbaiki dari setiap segi tindakan serta pola perilaku individu yang mengarah pada tata karma dan nilai kesopanan sehingga pendidikan karakter berbasis nilai religius bermuara pada konservasi moral. Oleh karenanya, pendidikan karakter berbasis nilai religius menjadi salah satu upaya dalam rangka mengatasi degradasi moral yang terjadi pada generasi penerus di Indonesia.
7
Salah satu mata pelajaran yang dapat dijadikan media penanaman pendidikan karakter religius adalah mata pelajaran Sosiologi yang terdapat pada jenjang pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA). Karakteristik Sosiologi sebagai ilmu sosial yang mempelajari masyarakat, membuat So-siologi dapat dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran yang dapat di-integrasikan dengan pendidikan karakter, utamanya karakter religius. Nilai-nilai religius yang disisipkan melalui Sosiologi lebih menekankan pada hubungan manusia dengan manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitar. Dengan demikian, Sosiologi dapat dijadikan sarana pena-naman pendidikan karakter, khususnya pendidikan karakter religius yang cenderung berbeda pelaksanaannya dengan penanaman nilai-nilai religius melalui mata pelajaran pendidikan agama.
Berdasarkan deskripsi di atas, penulis menjadi tertarik untuk lebih mengetahui tentang bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam diri peserta didik melalui pembelajaran Sosiologi. Sehubungan dengan hal tersebut maka penulis mengambil judul “Implementasi Pen-didikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas, dapat disusun rumusan masalah sebagai berikut :
8
2. Bagaimana hambatan-hambatan yang ada dalam implementasi pendidikan karakter religius pada pembelajaran Sosiologi ?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan fokus permasalahan penelitian di atas, maka penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk :
1. mengetahui implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi.
2. mengetahui hambatan-hambatan dalam implementasi pendidikan karakter religius pada pembelajaran Sosiologi.
D. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat teoretis
a. Menambah khasanah keilmuan mengenai implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi. b. Memperkaya wawasan dalam khasanah ilmu tentang Sosiologi
Pendidikan.
c. Sebagai bahan referensi dan acuan serta bahan tinjauan bagi para pembaca atau para peneliti berikutnya.
2. Manfaat praktis
a. Bagi praktisi pendidikan
9
untuk referensi dan evaluasi bagi para praktisi pendidikan dalam implementasi pendidikan karakter khususnya karakter religius. b. Bagi masyarakat non-praktisi pendidikan
Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan pengetahuan kepada masyarakat luas mengenai upaya implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi.
E. Batasan Istilah
a. Pendidikan Karakter
Menurut Kementerian Pendidikan Nasional (2010: 4) pendidikan karakter dimaknai sebagai pendidikan yang mengembangkan dan menanamkan karakter bangsa pada diri peserta didik sehingga mereka memiliki nilai dan karakter sebagai karakter dirinya, menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan dirinya, sebagai anggota masyarakat, dan warga negara yang religius, nasionalis, produktif dan kreatif. Menurut Lickona (dalam Samani, 2011:44) pendidikan karakter sebagai upaya sungguh-sungguh untuk membantu seseorang memahami, peduli, dan bertindak dengan landasan inti nilai-nilai etis.
10
b. Religius
Menurut Kementerian Pendidikan Nasional (2010 : 9-10), religius adalah sikap dan perilaku patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya, toleran terhadap pelaksanaan ibadah agama lain, serta hidup rukun dengan pemeluk agama lain.
Religius yang dimaksud dalam penelitian ini adalah nilai-nilai religiusitas yang diajarkan kepada siswa di sekolah, khususnya dalam pembelajaran di kelas melalui beberapa kegiatan yang sifatnya religius. Aspek karakter religius yang dapat diajarkan kepada siswa da-lam pembelajaran meliputi : mensyukuri keunggulan manusia sebagai makhluk pencipta dan penguasa dibandingkan makhluk lain, bersyukur kepada Tuhan karena menjadi warga bangsa Indonesia, merasakan kekuasaan Tuhan yang telah menciptakan berbagai keteraturan di alam semesta, merasakan kebesaran Tuhan dengan keberagaman agama yang ada di dunia, dan mengagumi kebesaran Tuhan melalui berbagai pokok bahasan dalam berbagai mata pelajaran ( Fathurrohman, 2013 : 106 ).
c. Pembelajaran Sosiologi
11
kemudahan dalam berinteraksi berikutnya dengan lingkungan. Jadi, dapat diambil kesimpulan bahwa pembelajaran adalah suatu cara, tindakan, sikap untuk mempengaruhi proses belajar atau untuk menjadikan proses belajar mengalami perubahan dan mendapatkan kemudahan dalam berinteraksi dengan lingkungannya.
Selanjutnya, Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi (dalam Soekanto, 2006:18) menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat ialah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial. Secara singkat, Sosiologi dapat dipahami sebagai ilmu yang mempelajari tentang gejala dan fenomena sosial yang terdapat di dalam masyarakat.
12 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
A. Tinjauan Pustaka
Penulisan tinjauan pustaka berisi tentang penjelasan mengenai penelitian-penelitian sebelumnya yang mirip dengan penelitian yang dilakukan. Berbagai penelitian mengenai implementasi pendidikan karakter telah dilakukan oleh berbagai pihak. Hasil-hasil dari penelitian tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan-bahan referensi untuk tinjauan dalam berbagai kajian.
Penelitian yang dijadikan rujukan adalah penelitian yang dilakukan oleh Putri (2012) berjudul “Penanaman Nilai-Nilai Pendidikan Karakter pada Peserta Didik melalui Mapel Sosiologi Kelas X di SMA Negeri 5
Semarang”. Hasil yang didapat dari penelitian ini adalah bahwa materi
13
terdapat di dalam materi ajar Sosiologi secara universal, sedangkan peneliti lebih spesifik mengenai implementasi pendidikan karakter religius dengan karakteristik yang berbeda pelaksanaannya daripada penerapan karakter lainnya. Persamaannya adalah pada analisis pelaksanaan pendidikan karakter melalui Sosiologi yang ditinjau dari materi ajar, perangkat pembelajaran yang meliputi RPP dan Silabus, metode dan model pembelajaran berbasis pendidikan karakter serta evaluasi pendidikan karakter.
14
Selanjutnya, penelitian dari Emiasih (2011) yang berjudul
“Pengaruh Pemahaman Guru tentang Pendidikan Karakter terhadap
Pelaksanaan Pendidikan Karakter pada Mata Pelajaran Sosiologi” dapat
juga dijadikan rujukan dalam penelitian ini. Permasalahan yang diangkat adalah mengenai adakah pengaruh pemahaman guru tentang pendidikan karakter terhadap pelaksanaan pendidikan karakter pada pelajaran So-siologi di Kabupaten Pekalongan.
15
Sumber referensi lain yang dapat dijadikan rujukan adalah dalam International Journal of History Education, Volume XII, No.2 oleh Agung (2011) yang berjudul “Character Education Integration in Social Studies
Learning”. Penelitaian ini bertujuan membahas implementasi pendidikan karakter yang diintegrasikan melalui pembelajaran IPS pada siswa SMP. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa fokus pendidikan karakter mem-bangun identitas siswa yang cerdas dan berkarakter. Pendidikan karakter dapat diimplementasikan melalui pendidikan formal di sekolah, khususnya pembelajaran IPS, karena maksud dari pembelajaran IPS tidak hanya ten-tang aspek kognitif (kemampuan intelektual), tetapi juga aspek afektif (kemampuan personal). Pembelajaran IPS secara umum mengajarkan ten-tang sikap, nilai, dan moral yang menuntut guru untuk kreatif dalam me-rencanakan pembelajaran dan mengimplementasikan pendidikan karakter. Letak perbedaan penelitiannya adalah pada fokus penelitian di mana penelitian ini lebih menekankan kepada integrasi pendidikan karakter me-lalui pembelajaran IPS di jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sedangkan letak persamaannya adalah sama-sama membahas pelaksanaan pendidikan karakter yang ditinjau dari perangkat pembelaja-ran hingga evaluasi pendidikan karakter.
Rujukan selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Abuba-kar dan Anwar (2013) yang berjudul “Analisis Karakter dan Kearifan
Lo-kal dalam Pembelajaran Sosiologi di Kota Banda Aceh”. Penelitian ini
16
kearifan lokal dalam Sosiologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ban-yak pengajar belum faham dan tidak menguasai bagaimana membuat rencana pembelajaran yang sarat dengan nilai-nilai lokal. Pelaksanaannya hanya menjalankan apa yang telah lama dilakukan, dengan muatan materi yang sangat umum dari buku-buku nasional, bahkan ada yang berpendapat materi dari nilai-nilai lokal tidak diperlukan dengan berbagai alasan. Perbedaan penelitian Abubakar dan Anwar (2013) dengan penelitian penu-lis adalah pada anapenu-lisis kearifan lokal pada pembelajaran Sosiologi, di ma-na pada penelitian penulis tidak menyinggung masalah kearifan lokal da-lam pembelajaran Sosiologi. Letak persamaannya terletak pada pelaksa-naan dan pengintegrasian karakter dalam pembelajaran Sosiologi.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kelima tinjauan pustaka yang digunakan untuk penelitian ini secara garis besar memiliki persamaan dan perbedaan. Persamaan secara umum dari kelima tinjauan pustaka yang digunakan dengan penelitian ini adalah topik permasalahan seputar pen-didikan karakter, sedangkan perbedaannya adalah pada esensi hasil penelitian serta fokus penelitian yang diambil.
B. Landasan Teori
17
1. Teori Perkembangan Belajar
Penelitian ini menggunakan teori perkembangan belajar menurut Sosiologi. Tokoh pedagog Sosiologi adalah Baldwin (dalam Fudyartanta, 2010 : 65-66) yang konsepsinya cukup mempunyai pengaruh besar. Baldwin mempunyai pengaruh terutama pada hipotesisnya mengenai reaksi sirkuler. Baldwin menerangkan perkembangan anak sebagai proses sosialisasi dalam bentuk meniru atau imitasi yang berlangsung secara adaptasi dan seleksi.
18
Proses peniruan tersebut dalam teori ini terjadi melalui tiga fase, diantaranya : (1) Fase proyektif, pada taraf ini anak mendapatkan kesan mengenai model atau objek yang ditiru; (2) Fase subjektif, anak cenderung meniru gerakan-gerakan atau sikap model atau objeknya; (3) Fase objektif, anak telah menguasai hal yang ditirunya, sehingga anak dapat mengerti bagaimana orang merasakan, berpikir, berangan-angan, berbuat, dan seterusnya.
2. Prinsip-Prinsip Pendidikan Karakter
Program pendidikan karakter di sekolah menurut Budimasyah dalam Gunawan (2012 : 36) perlu dikembangkan dengan berlandaskan pada pinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Pendidikan karakter di sekolah harus dilaksanakan secara berkelanjutan (kontinuitas).
Hal ini mengandung arti bahwa proses pengembangan nilai-nilai karakter merupakan proses yang panjang, mulai sejak awal peserta didik masuk sekolah hingga mereka lulus sekolah pada suatu satuan pendidikan.
19
karakter tersebut. Pengembangan nilai-nilai karakter juga dapat dilakukan dengan melalui pengembangan diri, baik melalui konseling maupun kegiatan ekstrakurikuler, seperti kegiatan kepramukaan dan lain sebagainya.
c. Sejatinya nilai-nilai karakter tidak diajarkan (dalam bentuk pengetahuan), jika hal tersebut diintegrasikan dalam mata pelajaran. Kecuali bila dalam bentuk mata pelajaran agama (yang di dalamnya mengandung ajaran) maka tetap diajarkan dengan proses, pengetahuan (knowing), melakukan (doing), dan akhirnya membiasakan (habit).
d. Proses pendidikan dilakukan peserta didik dengan secara aktif (active learning) dan menyenangkan (enjoy full learning). Proses ini menunjukkan bahwa proses pendidikan karakter dilakukan oleh peserta didik bukan oleh guru. Sedangkan guru menerapkan prinsip “tut wuri handayani” dalam setiap perilaku yang
ditunjukkan oleh agama.
3. Konsep Kemampuan Peserta Didik
20
(special capacities) yang sering juga disebut bakat (aptitude). Dewasa ini, bakat ini pun seringkali disebut intelegensi seperti inteligensi intelektual, matematis, emosional, spiritual, dsb. (dalam konsep multiple intelligences). Tiap peserta didik memiliki kapasitas dan
kecakapan yang berbeda. Seseorang mungkin memiliki potensi atau kapasitas yang tinggi matematika dan fisika, sedang dalam bahasa dan ilmu sosial, tetapi rendah dalam seni dan olah raga. Peserta didik lain sebaliknya, atau tinggi dalam semuanya, atau bahkan rendah dalam semua bidang (Sukmadinata, 2009 : 31).
4. Proses Sosialisasi Tidak Sempurna
21
C. Kerangka Berfikir
Kerangka berpikir dibuat berdasarkan fokus penelitian, serta menggambarkan secara singkat alur penelitian yang dilakukan. Secara singkat alur penelitian yang telah dilaksanakan dapat digambarkan dalam bagan berikut ini :
Bagan 1. Kerangka Berfikir
Kerangka berfikir di atas dapat dideskripsikan sebagai berikut bahwa degradasi moral yang terjadi pada generasi muda bangsa Indonesia menjadi latar belakang masalah perlunya pendidikan karakter yang dilaksanakan melalui pendidikan formal. Pendidikan karakter di dalamnya terdapat delapan belas nilai karakter, salah satunya adalah karakter religius. Implementasi pendidikan karakter religius secara umum telah
Degradasi Moral
Pendidikan Karakter Religius
Guru Pendidikan Agama Guru Sosiologi
Pembelajaran Sosiologi
Karakter Religius pada Siswa
22
dilaksanakan oleh guru pendidikan agama. Akan tetapi, karena pelaksanaan penanaman pendidikan karakter diintegrasikan dengan semua mata pelajaran, tanggung jawab penerapan pendidikan karakter tidak hanya menjadi milik guru mata pelajaran yang bersangkutan atau yang terdapat hubungannya saja. Persoalan ini juga menyangkut pelaksanaan pendidikan karakter religius yang tidak hanya menjadi tanggung jawab guru pendidikan agama. Guru mata pelajaran yang lain juga bertanggungjawab dalam penanaman karakter religius. Secara spesifik, guru Sosiologi juga memiliki tanggung jawab dalam implementasi pendidikan karakter religius yang dalam realisasinya berbeda dengan guru pendidikan agama.
23 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Dasar Penelitian
Dasar penelitian dalam penelitian yang berjudul “IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)” adalah menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Menurut Bogdan dan Taylor (dalam Moleong, 1997: 3) mendefinisikan “metodologi kualitatif” sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Alasan digunakannya metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dalam penelitian ini adalah karena bertujuan untuk memberikan deskripsi atau gambaran dengan menggunakan kata-kata mengenai pemahaman siswa di SMA Negeri 1 Comal tentang implementasi pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi yang pada dasarnya tidak dapat diukur serta dicari dalam bentuk angka-angka.
B. Lokasi Penelitian
instan-24
si pendidikan tersebut melaksanakan pendidikan karakter religius me-lalui pembelajaran Sosiologi dengan treatment yang berbeda dengan guru pendidikan agama yang terdapat di SMA Negeri 1 Comal.
C. Fokus Penelitian
Fokus dalam penelitian yang berjudul “Implementasi
Pendidikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi (Studi Kasus di SMA Negeri 1 Comal)” adalah pada pelaksanaan pendidikan
25
D. Sumber Data Penelitian 1. Data primer
Data primer dalam penelitian ini berasal dari hasil observasi dan wawancara. Observasi dalam penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran umum lokasi penelitian, yaitu SMA Negeri 1 Comal. Gambaran umum ini meliputi: sejarah singkat SMA Negeri 1 Comal, kondisi fisik sekolah, visi dan misi sekolah, kondisi peserta didik dan tenaga kependidikan sekolah, serta aktivitas peserta didik di luar jam KBM.
Data primer selanjutnya diperoleh penulis dari wawancara dengan subjek penelitian sejumlah 6 orang dan informan sejumlah 3 orang. Penulis melakukan pengumpulan data primer pada tanggal 6 dan 7 Maret 2015, 10-14 Maret 2015.
a. Subjek Penelitian
26
seluruh siswa di SMA Negeri 1 Comal; serta (3) pemahaman mendalam mengenai pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi.
b. Informan
27
[image:42.595.158.572.304.462.2]dengan kondisi prestasi akademik kedua siswa tergolong cukup baik. Sedangkan, untuk siswa kelas X.5, X.6, dan X.9 dipilih berdasarkan karakteristik kelas yang kurang kondusif di mana kondisi akademik siswa bersangkutan dalam kate-gori biasa-biasa saja. Berikut ini adalah daftar nama informan utama :
Tabel 1. Daftar Informan Utama
No. Nama Jenis
Kelamin
Usia
(tahun) Keterangan Pendidikan
1. Gatot Hartono L 41 Guru Sosiologi S1
2. Mukti Arief Wibowo
L 15 Siswa Kelas X.9 SMA
3. Sumini Barokah
P 16 Siswa Kelas
X.10
SMA
4. Mei Indriani P 15 Siswa Kelas X.5 SMA
5. Kardyanto L 16 Siswa Kelas X.8 SMA
6. Eno’Rino Wati P 15 Siswa Kelas X.6 SMA (Sumber : dokumentasi penulis, 2015)
28
Tabel 2. Daftar Informan Pendukung
No. Nama Jenis
Kelamin
Usia
(tahun) Keterangan Pendidikan 1. Drs.Sumanto L 58 Kepala Sekolah
SMA Negeri 1 Comal
S1 2. Drs.Edy
Raharjo
L 55 Waka Kesiswaan S1
3. Tri
Astuti,S.Pd
P 31 Guru BK S1
(Sumber : dokumentasi penulis, 2015)
Alasan pemilihan informan pendukung sebagaimana di atas dengan beberapa pertimbangan, antara lain: (1) informan lebih memahami kondisi pergaulan peserta didik di dalam sekolah pada khususnya; (2) informan lebih menge-tahui tentang perkembangan karakter siswa.
2. Data sekunder
29
E. Teknik Pengumpulan Data 1. Teknik Observasi
Penulis melakukan observasi di SMA Negeri 1 Comal dengan dua tahap, antara lain:
a. Observasi Pendahuluan
30
dilaksanakan. Kendala pada saat observasi pendahuluan tidak begitu berarti, karena pada saat observasi pendahuluan pihak sekolah sangat kooperatif dengan penulis.
b. Observasi Lanjutan
Observasi lanjutan ini dilaksanakan ketika proses penelitian berlangsung, yaitu pada tanggal 6 dan 7 Maret 2015, 10-14 Maret 2015. Penulis melakukan observasi lanjutan mengenai kondisi fisik sekolah, kondisi peserta didik, kondisi pendidik dan tenaga kependidikan, Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mata pelajaran Sosiologi, serta aktivitas peserta didik di luar KBM. Intensitas observasi lanjutan dilakukan setiap kali ada pembelajaran Sosiologi di dalam kelas X yang berbeda. Kendala pada saat observasi lanjutan adalah pada saat dilaksanakannya Ujian Sekolah bagi kelas XII yang menyebabkan siswa kelas X tidak menerima KBM seperti biasanya dan harus belajar di rumah masing-masing selama satu minggu penuh.
2. Wawancara
31
melaksanakan wawancara, penulis membuat pedoman wawancara agar proses wawancara berjalan sistematis dan tetap mengarah pada fokus penelitian.
Tahap wawancara pertama yang dilakukan penulis adalah mewawancarai subjek penelitian, yaitu siswa kelas X.9. Pada saat itu penulis mewawancarai Mukti Arief Wibowo (15th) pada tanggal 7 Maret 2015 pukul 10.00 WIB bertepatan dengan jam istirahat pertama bertempat di kelas X.9 SMA Negeri 1 Comal. Waktu istirahat dipilih penulis dengan pertimbangan agar tidak mengganggu pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Pada saat itu subjek penelitian sedang merapikan buku tulis ke dalam tasnya. Pertimbangan memilih subjek penelitian ini adalah bahwa siswa tersebut tergolong aktif di dalam kelas dan mendapat nilai terbaik di dalam kelasnya.
32
Wawancara dengan siswa kelas X.5 dengan Mei Indriani (15th) pukul 11.45 WIB bertepatan di ruang mading siswa pada tanggal 11 Maret 2015. Subjek penelitian sedang beristirahat setelah jam pelajaran keenam telah selesai. Pertimbangan pemilihan subjek penelitian adalah atas rekomendasi dari Guru Sosiologi karena subjek penelitian tergolong siswa yang aktif dan mempunyai karakter religius tinggi.
Wawancara selanjutnya dilaksanakan pada tanggal 14 Maret 2015 dengan subjek penelitian siswa kelas X.8 yaitu Kardyanto (16th) pada pukul 10.00 WIB di depan Perpustakaan SMA Negeri 1 Comal. Ketika diwawancarai subjek penelitian sedang beristirahat karena sedang jam istirahat pertama. Selanjutnya, pada hari yang sama wawancara juga dilaksanakan pada subjek penelitian yaitu siswa kelas X.6 bernama Eno’ Rino Wati (15th) di depan ruang Sekretariat OSIS pada pukul 10.30 bertepatan dengan jam kebersihan karena pada hari itu sekolah sedang melaksanakan persiapan untuk menghadapi Ujian Sekolah bagi kelas XII. Pertimbangan kedua subjek penelitian tersebut adalah bahwa keduanya adalah siswa yang cukup aktif di kelasnya, ikut ekstrakurikuler, dan juga mendapat nilai yang baik di kelasnya masing-masing.
33
Negeri 1 Comal pada tanggal 13 Maret 2015 pukul 08.30 WIB yang bertepatan sedang menyelesaikan koreksian nilai Ulangan Harian siswa sembari menunggu jam pelajarannya tiba. Pertimbangan pemilihan waktu wawancara adalah karena tidak pada saat pembelajaran sedang berlangsung sehingga tidak mengganggu subjek penelitian. Selanjutnya, pertimbangan penulis melakukan wawancara dengan Bapak Gatot karena posisi Bapak Gatot dalam penelitian ini adalah sebagai informan utama, yaitu orang yang dianggap lebih mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi sekaligus sebagai aktor yang melaksanakan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi.
Penulis mewawancarai informan pendukung yaitu Guru BK bernama Ibu Tri Astuti (31th) pada tanggal 10 Maret 2015 di ruang BK yang bertepatan sedang istirahat setelah usai memberikan materi di dalam kelas. Waktu wawancara adalah pukul 11.00 WIB. Pertimbangan pemilihan Ibu Tri Astuti sebagai informan pendukung adalah karena Ibu Tri Astuti adalah Guru BK yang diberi tanggung jawab untuk menangani siswa kelas X sehingga lebih mengetahui mengenai interaksi serta perubahan karakter yang terdapat pada siswa.
34
Raharjo (55th). Pemilihan waktu wawancara berdasarkan pertimbangan bahwa pada saat itu informan sedang memiliki waktu luang setelah mengajar sehingga tidak mengganggu jadwal mengajar informan. Penulis mewawancarai Pak Edy Raharjo dengan pertimbangan untuk kroscek keterangan yang diberikan oleh Guru Sosiologi serta siswa berkaitan dengan implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal.
Informan pendukung selanjutnya adalah Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Comal yaitu Bapak Sumanto (58th). Waktu wawancara adalah pada tanggal 14 Maret 2015 pukul 08.30 WIB bertepatan di ruang Kepala Sekolah. Pertimbangan pemilihan waktu wawancara adalah karena rekomendasi dari Bapak Sumanto sendiri yang meminta penulis untuk datang pada jam tersebut. Pertimbangan pemilihan Kepala Sekolah sebagai informan pendukung dalam penelitian ini dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai implementasi pendidikan karakter di SMA Negeri 1 Comal sekaligus untuk kroscek keterangan yang telah diberikan oleh Guru Sosiologi serta siswa kelas X.
3. Dokumentasi
35
untuk menambahkan data-data tambahan sebagai penguat data primer dan sekunder. Dokumentasi yang penulis sertakan berupa foto digital kondisi fisik sekolah, aktivitas peserta didik di luar KBM, dan pada saat wawancara, baik dengan subjek penelitian maupun dengan informan pendukung. Pengambilan dokumentasi dilaksanakan selama pelaksanaan penelitian, saat observasi lanjutan dan wawancara, yaitu pada tanggal 6 dan 7 Maret 2015, 10-14 Maret 2015.
F. Keabsahan Data
Penulis melakukan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi data yang meliputi beberapa tahapan, diantaranya :
1. Membandingkan data hasil pengamatan penulis dengan data hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru BK, Guru Sosiologi, dan siswa SMA Negeri 1 Comal.
Langkah pertama dalam teknik triangulasi adalah penulis membandingkan data hasil pengamatan mengenai implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi pada saat KBM dengan Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru BK, Guru Sosiologi, dan siswa SMA Negeri 1 Comal.
36
Pelaksanaan pendidikan karakter religius dilakukan dengan cara mengaitkan dengan materi ajar yang disampaikan dengan memberikan contoh-contoh realitas sosial yang dekat dengan kehidupan siswa.
Hasil pengamatan ini kemudian penulis bandingkan dengan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Guru BK, Guru Sosiologi, dan siswa SMA Negeri 1 Comal. Hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran Sosiologi terdapat pelaksanaan penerapan pendidikan karakter religius. Penerapan karakter religius dilaksanakan dengan cara mengaitkan dengan materi ajar yang disampaikan, karena pada dasarnya Sosiologi adalah ilmu masyarakat sehingga membahas tentang masyarakat dan ada kaitannya juga dengan hubungan manusia terhadap Tuhan.
37
pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi yang diterapkan dengan cara mengaitkan dengan materi ajar yang disampaikan.
2. Membandingkan apa yang disampaikan Guru Sosiologi kepada siswa dalam kegiatan pembelajaran di kelas dengan apa yang disampaikan kepada penulis dalam proses wawancara.
Penulis mengamati KBM pada saat pembelajaran Sosiologi pada tanggal 6 Maret 2015 pukul 09.30 WIB di kelas X.10, di mana penulis mengamati apa yang disampaikan Guru Sosiologi yaitu Bapak Gatot Hartono kepada siswa kelas X.10 di dalam kelas. Hasil yang diperoleh penulis menunjukkan bahwa Bapak Gatot pada saat kegiatan KBM menyampaikan nilai-nilai agama yang dikaitkan dengan materi ajar Sosiologi melalui metode pembelajaran ceramah.
Penulis kemudian melakukan wawancara secara pribadi dengan Bapak Gatot tanpa melibatkan siswa. Hasil wawancara yang diperoleh menunjukkan bahwa Bapak Gatot lebih sering menggunakan metode pembelajaran ceramah dalam melaksanakan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi yang dikaitkan dengan materi ajar yang disampaikan.
38
Sosiologi di kelas Guru Sosiologi yaitu Bapak Gatot melaksanakan dengan mengaitkan sesuai materi ajar yang disampaikan melalui metode pembelajaran ceramah.
3. Membandingkan pandangan Guru Sosiologi dengan pandangan Kepala Sekolah dan siswa SMA Negeri 1 Comal terhadap penerapan pendidikan berkarakter di SMA Negeri 1 Comal.
Triangulasi data pada poin ini hasilnya merupakan hasil pembanding beberapa pandangan dari berbagai pihak terkait dengan pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Comal utamanya karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi. Pandangan pertama yaitu pandangan dari Kepala Sekolah Drs. Sumanto yaitu penerapan nilai-nilai karakter religius di SMA Negeri 1 Comal melalui pembelajaran Sosiologi telah dilaksanakan. Pernyataan ini Kepala Sekolah sampaikan pada saat wawancara pada tanggal 14 Maret 2015.
Pandangan yang kedua adalah dari siswa kelas X yang mendapat pembelajaran Sosiologi di mana mereka mengungkapkan bahwa nilai-nilai religius dalam pembelajaran Sosiologi telah dilaksanakan yang disesuaikan dengan materi ajar yang sedang dibahas.
39
SMA Negeri 1 Comal yang menyatakan bahwa nilai-nilai religius telah dilaksanakan melalui pembelajaran Sosiologi.
4. Membandingkan data hasil wawancara bersama Guru Sosiologi dengan isi perangkat pembelajaran.
Triangulasi data pada poin keempat didapat hasil pembandingan antara hasil wawancara Guru Sosiologi yaitu Bapak Gatot Hartono yang menyatakan bahwa nilai-nilai karakter religius yang dikembangkan atau diintegrasikan di mata pelajaran Sosiologi berdasarkan perangkat pembelajaran yaitu Silabus dan RPP yang sudah dibuat sebelumnya. Hasil wawancara ini terbukti dengan adanya dokumen perangkat pembelajaran yang terdapat nilai-nilai karakter religius yang akan diintegrasikan ke dalam pembelajaran Sosiologi. Hasil wawancara tersebut juga didukung dengan data sekunder yang membuktikan bahwa ada Silabus dan RPP berkarakter yang telah dibuat oleh Bapak Gatot Hartono.
G. Teknik Analisis Data
40
1. Pengumpulan data
Penulis mencatat semua data secara objektif dan apa adanya sesuai dengan hasil observasi dan wawancara di lapangan mulai tanggal 20 Februari 2015. Pengumpulan data diperoleh melalui observasi dan wawancara berkaitan dengan implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal.
2. Reduksi data
Tahap reduksi meliputi kegiatan memilah, mengategorikan, mengorganisasikan, dan menyaring data sesuai dengan fokus penelitian, yaitu implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal.
Data-data yang tidak sesuai dengan fokus penelitian tidak dicantumkan dengan tujuan mempertajam proses analisis data dan disimpan agar mempermudah peneliti jika sewaktu-waktu mencari kembali. Data yang direduksi seperti data mengenai data jumlah guru dan staf TU, data siswa tahun ajaran 2015/2016, struktur organisasi sekolah, serta data hasil wawancara yang tidak sesuai dengan fokus penelitian.
3. Penyajian data
41
serta dianalisis dengan teori. Data yang diperoleh terkait dengan materi Sosiologi yang telah dianalisis nilai karakternya, perangkat pembelajaran yang disusun, metode yang digunakan, serta media dan evaluasi yang dilaksanakan oleh guru disajikan dengan analisis terlebih dahulu dengan teori yang sudah ada. Begitu juga dengan data yang diperoleh dari peserta didik dan guru mata pelajaran Sosiologi dianalisis dengan teori dan konsep-konsep yang ada kemudian disajikan.
4. Penarikan kesimpulan atau verifikasi
91 BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab IV, dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
92
pembelajaran nilai-nilai karakter religius dievaluasi oleh guru Sosiologi dengan menggunakan form penilaian karakter.
2. Hambatan-hambatan dalam implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal meliputi: perbedaan tingkat pemahaman siswa, pengaruh lingkungan di luar sekolah, dan kurangnya kontrol guru terhadap pelaksanaan pendidikan karakter religius. Perbedaan tingkat pemahaman siswa bisa disebabkan karena adanya perbedaan kemampuan potensial dan kecakapan nyata siswa, sedangkan pengaruh dari lingkungan luar sekolah dan lemahnya kontrol guru terhadap implementasi karakter religius pada siswa lebih disebabkan dengan adanya kecenderungan mengenai proses sosialisasi yang tidak sempurna.
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan berdasarkan penelitian ini adalah : 1. Bagi pihak sekolah
93
2. Bagi tenaga pendidik atau guru
Pelaksanaan pembelajaran lebih mengutamakan pada penyampaian materi pembelajaran dengan contoh sesuai dengan realitas sosial siswa dengan tujuan siswa dapat lebih memahami materi pembelajaran secara praktis dan aplikatif, sehingga siswa dapat mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru.
3. Bagi pihak keluarga dan masyarakat
94
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar dan Anwar. 2013. Analisis karakter dan kearifan lokal dalam pem-belajaran sosiologi di Kota Banda Aceh. Jurnal Komunitas Pendidi-kan Sosiologi dan Antropologi September 2013, halaman 287-295. Universitas Negeri Semarang. Diunduh dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas pada tanggal 8 Februari 2015 pukul 11:56 WIB.
Agung, Leo. 2011. Character Education Integration in Social Studies Learn-ing. International Journal of History Education, Vol.XII No.2 Desem-ber 2011, halaman 392-403. Universitas Pendidikan Indonesia. Diunduh dari http://jurnal.upi.edu/file/08.pdf pada tanggal 14 April 2015 pukul 21:17 WIB.
Anjari, Warih. 2012. Tawuran Pelajar dalam Perspektif Kriminologis, Hukum Pidana, dan Pendidikan. Jurnal penelitian 17 Agustus 1945 Jakarta Oktober 2012, halaman 34-40. Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta.
Diunduh dari http://e-journal.jurwidyakop3.com/index.php/majalah-ilmiah/article/view/28/24 pada tanggal 21 Januari 2015 pukul 07:29 WIB.
Badan Standar Nasional Pendidikan. 2006. Petunjuk Teknis Pengembangan Silabus dan Contoh atau Model Silabus SMA/MA. Jakarta : Departe-men Pendidikan Nasional.
Departemen Pendidikan Nasional. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Ja-karta : Balai Pustaka.
Emiasih, Dewi. 2011. Pengaruh pemahaman guru tentang pendidikan karak-ter karak-terhadap pelaksanaan pendidikan karakkarak-ter pada mata pelajaran sosiologi. Jurnal Komunitas Pendidikan Sosiologi dan Antropologi September 2011, halaman 216-226. Universitas Negeri Semarang. Diunduh dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas pada tanggal 6 Februari 2015 pukul 08:35 WIB.
Fudyartanta, Ki. 2010. Membangun Kepribadian dan Watak Bangsa Indone-sia yang Harmonis dan Integral. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Gunawan, Heri. 2012. Pendidikan Karakter Konsep dan Implementasi. Ban-dung: Alfabeta.
95
Hurlock, Elizabeth B. 1980. Psikologi Perkembangan. Terjemahan Isti-widayanti dan Soedjarwo. Jakarta: Erlangga.
Diunduh dari http://digilib.uin-suka.ac.id pada tanggal 6 Januari 2015 pukul 17:42 WIB.
Judiani, S. 2010. Implementasi Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar me-lalui Penguatan Pelaksanaan Kurikulum. Jurnal Pendidikan dan Ke-budayaan.
Majid, Abdul. 2009. Perencanaan Pembelajaran. Bandung : Remaja Rosda Karya.
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2004. Sosiologi SMA untuk Kelas X. Jakarta: Gelora Aksara Pratama.
Moleong, Lexy J. 1997. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, H.E. 2012. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta : Bumi Aksara.
Muslich, Masnur. 2010. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) Dasar Pemahaman dan Pengembangan. Jakarta : Bumi Aksara.
Putri, Noviani Achmad. 2011. Penanaman nilai-nilai pendidikan karakter pada peserta didik melalui mapel sosiologi kelas X di SMA Negeri 5 Semarang. Jurnal Komunitas Pendidikan Sosiologi dan Antropologi September 2011, halaman 205-215. Universitas Negeri Semarang. Diunduh dari http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/komunitas pada tanggal 8 Januari 2015 pukul 15:58 WIB.
Rifa’I, Achmad dkk. 2011. Psikologi Pendidikan. Semarang : UNNES PRESS.
Samani, Muchlas dan Hariyanto. 2011. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT Rosdakarya.
Santrock, John W. 2007. Remaja. Jilid pertama. Terjemahan Benedictine Widyasinta. Jakarta: Erlangga.
Diunduh dari http://digilib.uin-suka.ac.id pada tanggal 6 Januari 2015 pukul 17:42 WIB.
Soekanto, Soerjono. 2006. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.
96
Sugandi, Achmad. 2007. Teori Pembelajaran. Semarang: UNNES PRESS. Sugandi, Ahmad., dan Haryanto. 2008. Teori Pembelajaran. Semarang: UPT
MKK UNNES.
Triyono, Slamet. 2013. Sosiologi untuk SMA-MA Kelas X. Bandung: Srikandi Empat Widya Utama (SEWU).
97
98
Lampiran I
INSTRUMEN PENELITIAN
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
A. INFORMAN PENELITIAN 1. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah guru Sosiologi kelas X dan siswa kelas X dalam pelaksanaan penanaman karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi.
2. Informan
Informan pada penelitian ini adalah Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, guru Sosiologi kelas X, guru BK, dan siswa di SMA Negeri 1 Comal.
B. JUDUL SKRIPSI
Implementasi Pendidikan Karakter Religius dalam Pembelajaran Sosiologi ( Studi Kasus SMA Negeri 1 Comal )
C. PEDOMAN WAWANCARA
1. Nama :
2. Jenis kelamin : 3. Tempat/Tanggal lahir :
4. Usia :
5. Alamat :
6. Status Pekerjaan :
D. SUSUNAN WAWANCARA
99
PEDOMAN OBSERVASI
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, oleh karena itu untuk memperoleh kelengkapan data yang diperlukan, disediakan pedoman observasi, adapun aspek-aspek observasi dalam penelitian ini adalah:
1. Deskripsi lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Comal a. Profil SMA Negeri 1 Comal.
b. Visi dan Misi SMA Negeri 1 Comal. c. Sarana Prasarana di SMA Negeri 1 Comal d. Jumlah peserta didik SMA Negeri 1 Comal.
2. Pelaksanaan pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi.
NO Indikator Tempat Pelaksanaan
KBM Di Luar KBM 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10.
Penyusunan perangkat pembelajaran Sosiologi berbasis karakter.
Pendahuluan penanaman pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi.
Strategi Pembelajaran dalam pembelajaran So-siologi berbasis karakter religius.
Metode Pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran Sosiologi berbasis karakter religius.
Media yang digunakan dalam penanaman karak-ter religius melalui pembelajaran Sosiologi. Suasana proses pembelajaran Sosiologi dalam penanaman karakter religius.
Interaksi antara guru dengan peserta didik dalam penanaman karakter religius melalui pembelaja-ran Sosiologi.
Partisipasi peserta didik dalam penanaman karakter religius melalui kegiatan pembelajaran Sosiologi.
Penutup Pembelajaran Sosiologi dalam pena-naman pendidikan karakter religius.
Proses penilaian pendidikan karakter religius da-lam pembelajaran Sosiologi.
100
PEDOMAN WAWANCARA
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
Bagi Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Comal A. Identitas Informan
1. Nama :
2. Jenis kelamin : 3. Tempat/Tanggal lahir :
4. Umur :
5. Alamat :
6. Status Pekerjaan : B. Tabel Daftar Pertanyaan
1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Implementasi pendidikan karakter religius dalam pembela-jaran Sosiologi
Kesiapan Sekolah 1. Apakah di SMA NegerI 1 sudah menanamkan pendidikan karakter ?
2. Bagaimana penanaman pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Comal ?
3. Apa tujuan utama dari pendidikan karakter itu sendiri ?
4. Bagaimana kesiapan sekolah da-lam melaksanakan pendidikan karakter ?
5. Terkait dengan penelitian yang dilakukan peneliti, menurut pen-dapat Bapak bagaimana pelaksa-naan pendidikan karakter utaman-ya karakter religius melalui pem-belajaran Sosiologi ?
[image:66.595.123.547.432.747.2]101
dalam rangka mendukung pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So-siologi ?
Kesiapan Guru 7. Bagaimana kesiapan guru dalam melaksanakan pendidikan karakter melalui mapel yang terdapat di SMA Negeri 1 Comal ?
8. Bagaimana kesiapan guru Sosiolo-gi dalam melaksanakan pendidikan karakter religius di SMA Negeri 1 Comal ?
9. Apakah guru Sosiologi di sekolah sudah bisa menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis karakter ?
Keikutsertaan Kepala Sekolah
10.Bagaimana cara Bapak turut serta dalam melaksanakan pendidikan karakter ?
11.Apakah Bapak/Ibu memantau Guru dalam melaksanakan pembelajaran berbasis karakter? 12.Bagaimana cara Bapak/Ibu dalam
mengevaluasi pelaksanaan
pembelajaran berbasis pendidikan karakter ?
Fasilitas 13.Bagaimana ketersediaan fasilitas pembelajaran di SMA Negeri 1 Comal untuk mendukung
pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So-siologi ?
102
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Hambatan-hambatan
Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
14.Apakah semua guru di SMA Negeri 1 Comal telah memahami pelaksanaan pendidikan karakter melalui pembelajaran ?
15.Terkait dengan penelitian peneliti, apakah guru Sosiologi di SMA Negeri 1 Comal dapat menerap-kan pendidimenerap-kan karakter religius dengan baik ?
16.Secara umum, apakah guru So-siologi di SMA Negeri 1 Comal dapat menerapkan pendidikan karakter religius yang disesuaikan dengan materi pembelajaran?
Dana 17.Adakah hambatan pelaksanaan pendidikan karakter yang berkai-tan dengan dana ?
Sarana dan Prasa-rana
18.Bagaimana dengan ketersediaan sarana dan prasarana dalam menunjang pelaksanaan pendidi-kan karakter melalui pembelajaran ?
19.Apakah ada hambatan sarana dan prasarana dalam pelaksanaan pen-didikan karakter melalui pembela-jaran ?
20.Apakah ada buku Sosiologi ber-basis karakter ?
Lingkungan di luar sekolah
21.Bagaimana dengan pengaruh lingkungan di luar sekolah kai-tannya dengan penerapan nilai karakter pada siswa ?
103
PEDOMAN WAWANCARA
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
Bagi Waka Kesiswaan dan Guru BK di SMA Negeri 1 Comal A. Identitas Informan
1. Nama :
2. Jenis kelamin :
3. Tempat/Tanggal lahir :
4. Umur :
5. Alamat :
6. Status Pekerjaan :
B. Tabel Daftar Pertanyaan
1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
NO. Pertanyaan
1. Apakah SMA Negeri 1 Comal telah melaksanakan pendidikan karakter ?
2. Bagaimana penerapan pendidikan karakter yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Comal ?
3. Bagaimana karakter siswa setelah diterapkannya pendidikan karakter ? 4. Adakah perbedaan yang signifikan, setelah dilaksanakan penerapan
pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi pada karakter siswa ?
[image:69.595.119.546.219.639.2]104
PEDOMAN WAWANCARA
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
Bagi Guru Sosiologi Kelas X di SMA Negeri 1 Comal A. Identitas Informan
1. Nama :
2. Jenis kelamin :
3. Tempat/Tanggal lahir :
4. Umur :
5. Alamat :
6. Status Pekerjaan :
B. Tabel Daftar Pertanyaan
1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Perencanaan pembelajaran
Perangkat Pembelajaran
1. Apakah sebelum mengajar Bapak menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ?
2. Dalam penyusunan RPP, apakah Bapak mencantumkan nilai karakter yang akan dicapai pada setiap materi pembelajaran Sosiologi ?
3. Adakah nilai karakter religius dalam RPP yang Bapak buat ?
4. Selain RPP apa saja yang Bapak persiapkan sebelum melaksanakan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi ?
[image:70.595.129.552.450.753.2]105
sudah efektif digunakan dalam pen-erapan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi ? 2. Pelaksanaan
Pembelajaran
Strategi Pembelajaran
7. Strategi pembelajaran apa yang sering Bapak gunakan dalam kegiatan pembelajaran Sosiologi kaitannya dengan penerapan pendidikan karakter religius ? (PJBL, PBL, Cooperative learning)
8. Apa pertimbangan Bapak dalam menentukan strategi pembelajaran yang akan digunakan dalam pembelajaran?
Metode Pembelajaran
9. Metode apa saja yang sering Bapak gunakan dalam pelaksanaan pendidi-kan karakter religius melalui
pembelajaran Sosiologi ? (Ceramah. Diskusi, tanya jawab dll)
10.Apa pertimbangan Bapak dalam menentukan metode pembelajaran yang digunakan?
3. Evaluasi pembelajaran
Aspek penilaian 11.Bagaimana cara penilaian pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran Sosiologi ?
2. Bagaimana hambatan-hambatan implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Hambatan-hambatan
Faktor peng-hambat
12. Apakah Bapak menemui kendala da-lam pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So-siologi ?
13. Apakah ada keluhan yang dialami pe-serta didik berkaitan dengan pelaksa-naan pendidikan karakter religius me-lalui pembelajaran Sosiologi ? 14. Menurut pendapat Bapak, apa yang
106
pelaksanaan pendidikan karakter religius melalui pembelajaran So-siologi ?
Cara mengatasi 15. Bagaimana Bapak mengatasi kendala dalam pelaksanaan pendidikan karak-ter religius melalui pembelajaran So-siologi ?
107
PEDOMAN WAWANCARA
“IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KARAKTER RELIGIUS DALAM PEMBELAJARAN SOSIOLOGI
(STUDI KASUS DI SMA NEGERI 1 COMAL)”
Bagi siswa SMA Negeri 1 Comal A. Identitas Informan
1. Nama :
2. Jenis kelamin :
3. Tempat/Tanggal lahir :
4. Umur :
5. Alamat :
6. Status Pekerjaan : B. Tabel Daftar Pertanyaan
1. Bagaimana implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Perencanaan pembelajaran
Perangkat Pembelajaran
1. Menurut saudara, apakah Guru dalam memulai dan mengakhiri kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan jam pelajaran?
2. Menurut saudara, apakah guru pernah meminta untuk menentukan model pembelajaran sesuai dengan keinginan Saudara ?
Bahan Ajar 3. Apakah saudara memiliki buku pegangan mata pelajaran Sosiologi berbasis karakter ?
4. Sumber belajar apa yang sering digunakan Guru dalam kegiatan pembelajaran? (Buku, LKS, Internet, dll)
108
6. Apakah sekolah menyediakan sumber belajar (Buku paket, LKS, akses Internet, dll) untuk menunjang pelaksanaan pembelajaran Sosiologi berbasis karakter ?
7. Apakah sumber belajar yang tersedia disekolah sudah mendukung pemahaman saudara terhadap materi Sosiologi ?
Media 8. Apa saja media pembelajaran yang tersedia di kelas saudara untuk menunjang pembelajaran Sosiologi? 9. Apakah Guru menggunakan media
dalam pembelajaran Sosiologi?
10.Apa media yang sering Guru gunakan dalam kegiatan pembelajaran Sosiologi ?
11.Menurut saudara apakah media yang Guru gunakan dalam pembelajaran dapat dipahami oleh peserta didik? 2. Pelaksanaan
Pembelajaran
Pendahuluan Pembelajaran
12.Menurut saudara, apakah Guru membuka pembelajaran dengan mengucapkan salam dan berdoa? 13.Apakah Guru memberikan gambaran
awal berkaitan materi yang akan diajarkan?
14.Apakah Guru memberikan ulasan kembali mengenai materi yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya?
15.Apakah Guru menjelaskan tujuan pembelajaran materi yang akan diajarkan?
16.Apakah Guru menjelaskan pokok-pokok bahasan yang akan dipelajari dalam pembelajaran?
109
Kegiatan Inti pembelajaran
18.Metode pembelajaran apa yang sering diterapkan guru dalam kegiatan pembelajaran Sosiologi berbasis karakter ? Apakah ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, dll?
19.Metode apa yang paling sering diterapkan oleh guru?
20.Apakah guru pernah mengaitkan mate-ri pembelajaran dengan nilai-nilai agama ?
21.Bagaimana cara guru menyampaikan materi pembelajaran ? Apakah persis dengan buku atau disesuaikan dengan kenyataan sosial yang ada di masyara-kat ?
22.Apakah guru pernah menyampaikan nilai-nilai agama dalam pembelajaran Sosiologi ?
23.Bagaimana cara guru Sosiologi menyampaikan nilai-nilai agama ? Apakah sama dengan guru agama ? 24.Menurut Saudara, apakah guru
So-siologi Saudara memiliki karakter religius yang tinggi ?
25.Apakah guru Sosiologi Saudara pernah meminta Saudara untuk mengamalkan ajaran agama ?
26.Menurut saudara, apakah Sosiologi dapat dijadikan sebagai salah satu me-dia untuk menanamkan nilai-nilai agama ?
Kegiatan Penutup
27.Pada saat akhir pembelajaran, apakah guru memberikan kesimpulkan dari hasil pembelajaran yang dikaitkan dengan nilai-nilai agama ?
28.Apakah guru menutup pembelajaran dengan salam ?
110
3. Evaluasi pembelajaran
Aspek penilaian 36.Apakah guru pernah melakukan penilaian selain memberikan PR atau tugas ?
37.Apakah guru pernah melakukan penilaian yang berhubungan dengan karakter atau sikap siswa ?
2. Bagaimana hambatan-hambatan implementasi pendidikan karakter religius dalam pembelajaran Sosiologi ?
No Indikator Subindikator Pertanyaan
1. Hambatan-hambatan
Faktor peng-hambat
38. Apakah Saudara mengalami kesulitan dalam memahami materi Sosiologi ? 39. Apakah Saudara mengalami kesulitan
dalam memahami nilai-nilai agama yang dikaitkan dengan materi pem-belajaran Sosiologi ?
Cara mengatasi 40. Bagaimana Saudara mengatasi ken-dala ken-dalam memahami materi So-siologi ?
111
Lampiran II
DAFTAR SUBJEK PENELITIAN DAN INFORMAN
A. Subjek Penelitian
1. Identitas Subjek Penelitian
Nama : Gatot Hartono, S.Pd
Jenis Kelamin : Laki-Laki
Tempat/Tanggal Lahir : Pemalang, 8 Agustus 1974
Umur : 41 tahun
Alamat : Desa Klarean Rt. 02/Rw.04, Petarukan, Pemalang
Status Pekerjaan : Guru Sosiologi 2. I