BAB I PENDAHULUAN
1. 1. Latar Belakang Masalah
Investasi, khususnya investasi asing sampai hari ini merupakan faktor penting untuk menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Harapan masuknya investasi asing dalam kenyataannya masih sulit untuk diwujudkan. Faktor yang dapat mempengaruhi investasi yang dijadikan bahan
pertimbangan investor dalam menanamkan modalnya, antara lain : Pertama faktor Sumber Daya Alam, kedua faktor Sumber Daya Manusia, ketiga faktor stabilitas politik dan perekonomian guna menjamin kepastian dalam berusaha, keempat faktor kebijakan pemerintah, kelima faktor kemudahan dalam perizinan.
Investasi asing bisa disebut sebagai Penanaman Modal Asing (PMA)
atau bisa juga disebut Foreign Direct Investment (FDI). Penanaman modal
asing memberikan banyak hal positif dalam perekonomian suatu negara,
seperti misalnya Thailand, China, atau Korea Selatan. Untuk di Indonesia
sendiri, dampak positif dari adanya penanaman modal asing adalah pada
zaman Orde Baru. Yang pada saat itu pertumbuhan ekonomi mencapai
rata-rata 7% pertahun selama periode 1890 an.
Investor asing sangat berdampak positif terhadap Indonesia, jika
yang juga menjadi salah satu masalah yang cukup rumit bagi Indonesia.
Kendalanya adalah masalah korupsi di Indnesia yang selalu menjadi wacana
atau topic hangat yang seolah tidak ada akhirnya.
Korupsi di Indonesia telah menjadi penyakit sosial yang sangat membahayakan kelangsungan kehidupan bangsa dari upaya mewujudkan keadilan sosial, kemakmuran dan kemandirian, bahkan memenuhi hak-hak dasar kelompok masyarakat rentan (fakir miskin, kaum jompo dan anak-anak terlantar), menurunnya tingkat kesejahteraan (menyengsarakan rakyat), kerusakan lingkungan sumber daya alam, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, hilangnya modal manusia yang handal, rusaknya moral masyarakat secara besar-besaran bahkan menjadikan bangsa pengemis, investasi dari negara lain yang menurun merupakan cerminan dari dampak korupsi.
Korupsi menjadi tumbuh subur pada suatu tatanan pemerintahan yang mengabaikan prinsip demokratisasi dasar yakni transparansi, partisipasi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya publik. Dampaknya paling
dirasakan oleh kelompok sosial masyarakat rentan baik secara ekonomi maupun akses, selain itu tumbuhkembangnya budaya dan relasi informal dalam pelayanan publik serta distrust terhadap pemerintahnya.
1. 2. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam karya tulis ini adalah : a. Apa pengertian investasi asing ?
b. Apa manfaat investasi asing bagi negara Indonesia ?
c. Apa saja kendala masuknya para investor asing ke Indonesia ? d. Apa dampak dari adanya korupsi terhadap Investasi asing di
Indonesia ? 1. 3. Tujuan
Tujuan penulis menyusun karya ilmiah ini adalah untung mengetahui : a. Pengertian investasi asing
b. Mengetahui manfaat investasi asing bagi Indonesia
c. Mengetahui kendala masuknya investor asing ke Indonesia
BAB II
LANDASAN TEORI
Makalah ini diambil dari beberapa sumber di internet :
Pada tanggal 21 September 2008, bertempat di hotel Timor, di Timor Leste, Prof. Lucas da Costa dalam seminar yang diadakan oleh CMBC
International Timor Leste menjelaskan mengenai pemikiranya baru-baru ini di hadapan pemerintah dan parleman Timor Leste dalam menyiapkan kebijakan dan peraturan tentang kegiatan investasi langsung asing di Timor Leste. Pada intinya, Prof. Lucas menyebutkan bahwa di dalam ekonomi global saat ini, keterbukaan ekonomi suatu Negara adalah suatu keharusan. Keterbukaan ekonomi negara terhadap arus investasi asing ke suatu Negara bukan hanya merupakan kebutuhan suatu Negara untuk ikut berpartisipasi dalam ekonomi global, tapi juga menjadi keharusan suatu Negara agar kelangkaan sumber-sumber ekonomi di Negara tersebut dapat segera terpenuhi oleh adanya peran sumber daya asing di Negara tersebut. (Prof. Lucas da Costa. 2008):
Dirdjosisworo, Soedjono menerangkan bahwa dalam literatur ekonomi
makro, investasi asing dapat dilakukan dalam bentuk, yaitu investasi
portofolio dan investasi langsung atau foreign direct investment (FDI).
Investasi portofolio ini dilakukan melalui pasar modal dengan instrumen surat
dikenal dengan Penanaman Modal Asing (PMA) merupakan bentuk investasi
dengan jalan membangun, membeli total atau mengakuisisi perusahaan.
Penanaman Modal di Indonesia diatur dengan Undang-Undang Nomor 25
tahun 2007 tentang Penanaman Modal.
Penanaman Modal Asing adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan
usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal
asing, baik menggunakan modal asing maupun yang berpatungan dengan
penanam modal dalam negeri (Pasal 1 Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007
tentang Penanaman Modal).
Menurut Nindyo Pramono bahwa investasi langsung investor
mengendalikan manajemen, biasanya dilakukan oleh perusahaan
trans-nasional dan periode waktunya panjang karena menyangkut barang-barang.
Modal investasi langsung lebih tertarik pada besar dan tingkat pertumbuhan
pasar, tenaga kerja dan biaya produksi serta infrastruktur. Sedangkan pada
investasi portofolio, investor hanya menyediakan modal keuangan dan tidak
terlibat dalam manajemen. Investornya adalah investor institusional, bersifat
BAB III PEMBAHASAN
3. 1. Pengertian Investasi Asing
Investasi asing bisa disebut sebagai Penanaman Modal Asing (PMA)
atau bisa juga disebut Foreign Direct Investment (FDI). Menurut Undang-Undang Nomor 25 pasal 1 tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Penanaman Modal Asing (PMA) adalah kegiatan menanam modal untuk melakukan usaha di wilayah Republik Indonesia yang dilakukan oleh penanam modal asing, baik menggunakan modal asing maupun yang berpatungan dengan penanam modal dalam negeri. Pendapat lain mengatakan bahwa Investasi asing merupakan partisipasi jangka panjang oleh suatu negara pada negara lain. Biasanya melibatkan partisipasi dalam bidang manajemen, perusahaan patungan, transfer teknologi, dan kunsultasi pakar.
3. 2. Manfaat Investasi Asing bagi Indonesia
sehingga hanya mereka yang siap mental dan ekonomi yang sanggup memasuki era tersebut dan turut bersaing secara sehat.
Maka setiap perusahaan yang ada dituntut untuk dapat mengolah sumber dayanya secara lebih efektif dan efisien, serta menerapkan berbagai strategi agar mampu bersaing dan mempertahankan eksistensinya dalam dunia bisnis. Dengan terbentuknya UU No. 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, memberikan kebebasan investor asing dan investor dalam negeri menanamkan modalnya untuk melakukan kegiatan usahanya di wilayah Indonesia, sehingga diperbolehkannya pelaku usaha domestik melakukan kerja sama dengan pihak asing dalam mempertahankan eksistensinya dalam dunia bisnis.
“Indonesia surga bagi para investor” itulah kata-kata yang sering didengungkan oleh pengamat ekonomi. Jargon ini bukannya tak berdasar. Dengan jumlah pendududuk terbanyak ke lima di dunia dan tingginya budaya konsumerisme membuat Indonesia sangat cocok untuk memasarkan berbagai macam produk ataupun jasa
dana tidak mampu dicukupi oleh investor dalam negeri maka solusi yang dapat dilakukan adalah mengundang investor asing untuk turut menanamkan modalnya di Indonesia
Pengertian secara umum Penanaman Modal adalah segala bentuk kegiatan penanaman modal baik asing maupun dalam negeri yang
menanamkan modalnya dalam melakukan kegiatan usahanya di Indonesia. Keikutsertaan investor asing sebagai akibat globalisasi (era tanpa batas) dalam persaingan bisnis akan membawa dampak yang positif maupun negatif bagi negara penerima modal.
Adapun manfaat kegiatan Penanaman Modal Asing adalah :
1. Masuknya modal baru untuk pembangunan
2. Menambah devisa negara
3. Berdirinya perusahaan-perusahaan baru sehingga adanya pemasukan bagi negara berupa pajak penghasilan
4. Penyerapan tenaga kerja
5. Berpengalaman di bidang teknologi
8. Menciptakan permintaan produk dalam negeri sebagai bahan baku
9. Permintaan terhadap Fluktuasi bunga bank dan valas
10. Memberikan perlindungan politik dan keamanan wilayah
Masuknya perusahaan asing dalam kegiatan investasi di Indonesia dimaksudkan sebagai pelengkap untuk mengisi sektor-sektor usaha dan industri yang belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh pihak swasta nasional, baik karena alasana teknologi, manajemen, maupun alasan permodalan. Modal aing juga diharapkan secara langsung maupun tidak langsung dapat lebih merangsang dan menggairahkan iklim atau kehidupan dunia usaha, serta dapat dimanfaatkan sebagai upaya menembus jaringan pemasaran internasional melalui jaringan yang mereka miliki. Selanjutnya modal asing diharapkan secara langsung dapat mempercepat proses pembangunan ekonomi Indonesia.
3. 3. Kendala Masuknya Investor Asing ke Indonesia
Menurut The Industrial Organization Theory of Vertical Organization, investasi dilakukan dengan cara integrasi secara vertikal yakni dengan
di seluruh dunia. Motivasi utamanya adalah untuk mendapatkan keuntungan berupa biaya produksi yang rendah, manfaat pajak lokal dan lain-lain. Di samping itu motivasi yang lain adalah untuk membuat rintangan perdagangan bagi perusahaan-perusahaan lain, artinya dengan investasinya di luar negeri ini berarti perusahaan-perusahaan multinasional tersebut telah merintangi persaingan-persaingan dari negara lain sehingga monopoli dapat
dipertahankan.
Motif utama modal internasional baik yang bersifat investasi modal asing langsung (foreign direct investment) maupun investasi portofolio adalah untuk mendapatkan return yang lebih tinggi daripada di negara sendiri melalui tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, sistem perpajakkan yang lebih menguntungkan dan infrastruktur yang lebih baik.
Untuk menambah pengetahuan kita mengenai kebdala masuknya investor asing ke Indonesia, kita lihat dahulu beberapa faktor untuk menarik arus modal yang signifikan ke suatu negara. Diantaranya adalah :
1) Tingkat perkembangan ekonomi negara penerima modal 2) Stabilitas politik yang memadai
4) Aliran modal cenderung mengalir ke negara-negara dengan tingkat pendapatan per kapita yang tinggi
Adanya keengganan masuknya investasi asing dan adanya indikasi relokasi investasi ke negara lain disebabkan karena tidak kondusifnya iklim investasi di Indonesia dewasa ini. Menurut Rahmadi Supanca, berbagai faktor yang dianggap menjadi penyebab atau kendala sulit masuknya investasi asing
ke Indonesia yaitu :
1) Instabilitas Politik dan Keamanan
2) Banyaknya kasus demonstrasi/ pemogokkan di bidang ketenagakerjaan 3) Pemahaman yang keliru terhadap pelaksanaan Undang-Undang Otonomi Daerah serta belum lengkap dan jelasnya pedoman menyangkut tata cara pelaksanaan otonomi daerah
4) Kurangnya jaminan kepastian hukum 5) Lemahnya penegakkan hukum
6) Kurangnya jaminan/ perlindungan Investasi
7) Dicabutnya berbagai insentif di bidang perpajakkan 8) Masih maraknya praktek KKN
Indonesia dalam menarik investor untuk melakukan kegiatannya di Indonesia. 10) Rendahnya kualitas Sumber Daya Manusia
Salah satu faktor besar yang saat ini menjadi kendala masuknya investasi asing ke Indonesia adalah tingkat korupsi yang semakin tahun semakin merajalela.
3. 4. Dampak Korupsi Terhadap Investasi Asing di Indonesia
Korupsi di Indonesia sudah tidak asing lagi, karena kasus korupsi di
Indonesia sudah sangat merajalela. Dan yang lebih mengenaskan lagi, korupsi
banyak dilakukan oleh bejabat yang cukup berperan baik dalam memajukan
Indonesia. Banyak dampak yang terjadi dari adanya korupsi, seperti halnya
dalam bidang perekonomian. Di antaranya yang pertama korupsi mengurangi
pendapatan investasi negara secara keseluruhan. Dan akibatnya dengan
adanya hal ini dapat menurunkan minat para investor untuk menanamkan
investasi. Yang kedua, korupsi mendorong ketidakstabilan pendapatan dan
pengeluaran negara, contohnya saja dari adanya korupsi yang muncul saat
pemungutan pajak. Yang terakhir dampak darinya adanya korupsi ialah
menjadikan suatu beban ekonomi, khususnya bagi keluarga miskin. Karena
ekonomi yang buruk, seperti halnya dalam segi pelayanan kesehatan, dan
pendidikan. Yang secara logikanya hal tersebut akan memperlemah kualitas
sumber daya manusia di masa yang akan datang. Belum lagi jika
kemungkinan korupsi yang timbul pada program sosial rakyat miskin, yang
akhirnya semakin menyengsarakan rakyat Indonesia.
Korupsi di Indonesia memang sudah sangat cukup parah, yang pada
akhirnya akan menyulitkan pertumbuhan investasi, khususnya investasi asing
ke Indonesia. Korupsi juga merupakan faktor utama yang menyebabkan
ketidakpastian hukum di Indonesia. Padahal tinggi rendahnya suatu tingkat
investasi tergantung dari faktor ketidakpastian hukum. Dan faktor
ketidakpastian hukum juga tergantung dari tinggi rendahnya tingkat korupsi di
Indonesia. Semakin tingginya tingkat korupsi di Indonesia, maka akan
semakin rendah pula tingkat investasi ke negara yang bersangkutan. Yang
kedua, korupsi akan membuat para pengusaha asing menjadi ketakutan untuk
menanamkan investasinya ke Indonesia, mereka takut akhirnya akan
merugikan diri mereka sendiri.
Akibat yang ditimbulkan dari parahnya tingkat korupsi di Indonesia
adalah hilangnya kepercayaan investor terhadap Indonesia, dan yang pada
akhirnya berdampak pada sector riil. Usaha Indonesia untuk mengundang para
penanam modal dari luar negeri menjadi sia-sia, karena para investor sudah
keuangan dan perbankan di Indonesia. Belum lagi korupsi yang terjadi dalam
instansi pemerintah yang menyebabkan gagalnya proyek-proyek
pembangunan bantuan luar negeri.dan juga akan menimbulkan ketidakadilan
terhadap masyarakat. Selama ini penyebab runtuhnya ekonomi di Indonesia
diakibatkan adanya korupsi yang kurang cukup mendapat tekanan, khususnya
tekanan dari pemerintah Indonesia atau ketidaktegasan pemerintah Indonesia.
Terbukti bahwa korupsi merupakan masalah yang sangat rumit, serta
berdampak negatif terhadap ekonomi nasional Indonesia. Untuk itu harus
diadakan strategi antikorupsi yang harus segera digunakan dalam meberantas
tingkat korupsi yang sudah terlanjur parah ini. Upaya upaya untuk
memberantas korupsi ialah dengan menunjukkan ketegasan pemerintah dalam
mengadili para koruptor dan harusnya memiliki lembaga lembaga
pertanggungjawaban yang efektif dalam mengawasi pemerintahan.
keunggulan local yang bisa ditawarkan oleh negara tujuan investasi kepada pemilik modal.
BAB IV
PENUTUP
4. 1. Simpulan
Investasi asing bisa dikatakan juga sebagai kegiatan penanaman modal yang dilakukan oleh negara yang satu ke negara yang lain. Dalam hal ini kegiatan investasi asing dapat dilakukan dengan cara penanaman modal, tenaga kerja, dll. Bagi Indonesia, investasi asing memberikan banyak manfaat. Diantaranya, dengan adanya investasi asing dapat membantu membuka lapangan pekerjaan sehingga dapat menekan angka pengangguran, selain itu investasi asing juga bermanfaat sebagai pemasukan modal baru untuk
pembangunan, menambah devisa negara. Dengan adanya investasi asing juga di Indonesia banyak berdiri perusahaan-perusahaan baru yang dapat
menambah pemasukan dengan adanya pajak, dll.
Namun, untuk membuat para investor melirik Indonesia memang tidak semudah membalikan telapak tangan. Kondisi Indonesia yang kurang stabil, serta tingkat korupsi yang semakin merajalela membuat para investor berfikir ulang untuk menginvestasikan uangnya di Indonesia. Akibatnya,
investasi asing yang tidak bisa di rasakan Indonesia dikaarenakan ulah para ‘tikus negara’.
4. 2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
http://els.bappenas.go.id/upload/other/Investasi%20Asing%20Dan
%20Pembangunan.htm
http://andev.multiply.com/reviews/item/33
Curry, Jeffry Edmund. 2001, Memahami Ekonomi Internasional, Memahami Dinamika Pasar Global, Penerbit PPM,Jakarta
http://fe.iluni.or.id/hal/berita/detail/255/memberantas_korupsi__menyelesaikan_krisis
_.html
^
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/docs/notesanddefs.html?
countryName=Iran&countryCode=ir®ionCode=me#2198
http://andev.multiply.com/reviews/item/33