Informasi Dokumen
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Teknik Sipil
- Topik: Model Bangkitan Perjalanan Keluarga pada Perumnas Simalingkar Medan
- Tipe: Skripsi
- Tahun: 2014
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Artikel ini membahas model bangkitan perjalanan keluarga di Perumnas Simalingkar, Medan, yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perjalanan berbelanja keluarga. Penelitian ini penting untuk memahami pola perjalanan keluarga yang dapat digunakan untuk perencanaan transportasi yang lebih baik. Dengan mengidentifikasi karakteristik perjalanan keluarga, diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan transportasi dan perumahan yang lebih efektif.
II. Tinjauan Pustaka
Tinjauan pustaka mencakup teori-teori mengenai bangkitan perjalanan dan faktor-faktor yang mempengaruhi mobilitas keluarga. Konsep bangkitan perjalanan dijelaskan sebagai hasil dari interaksi antara karakteristik demografis, ekonomi, dan sosial keluarga. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pendapatan, jumlah anggota keluarga, dan kepemilikan kendaraan berpengaruh signifikan terhadap pola perjalanan. Hal ini menjadi dasar untuk penelitian ini, yang berfokus pada model bangkitan perjalanan di kawasan perumahan.
III. Metode Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data primer melalui kuesioner yang dibagikan kepada 100 keluarga di Perumnas Simalingkar. Data yang dikumpulkan mencakup karakteristik keluarga, frekuensi perjalanan, dan jenis transportasi yang digunakan. Analisis data dilakukan dengan metode regresi linear berganda dan analisis kategori untuk menentukan hubungan antara variabel-variabel yang mempengaruhi bangkitan perjalanan.
IV. Hasil dan Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keluarga melakukan perjalanan berbelanja ke luar zona perumahan, dengan puncak perjalanan terjadi pada minggu pertama. Analisis regresi menunjukkan bahwa pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga memiliki pengaruh signifikan terhadap jumlah perjalanan. Model regresi yang dihasilkan adalah Y = 1,417 + 0,139 X1 + 0,239 X5, yang menunjukkan bahwa pendapatan keluarga adalah faktor utama dalam menentukan frekuensi perjalanan berbelanja.
V. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tingkat pendapatan keluarga dan jumlah anggota keluarga secara signifikan mempengaruhi bangkitan perjalanan berbelanja. Disarankan agar penelitian selanjutnya mencakup variabel lain yang mungkin berpengaruh dan memperluas cakupan penelitian untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pola perjalanan keluarga. Selain itu, pengembangan fasilitas belanja yang lebih baik di dalam kawasan perumahan juga disarankan untuk mengurangi kebutuhan perjalanan ke luar.