• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kajian Toksikopatologi Hati dan Ginjal Mencit (Mus musculus) pada Pemberian Ekstrak Tanaman Obat Antiplasmodium Ailanthus altissima.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kajian Toksikopatologi Hati dan Ginjal Mencit (Mus musculus) pada Pemberian Ekstrak Tanaman Obat Antiplasmodium Ailanthus altissima."

Copied!
84
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1 Pohon Ailanthus altissima(sumber: www.wikipedia.org/wiki/Ailanthus_altissima )
Gambar 3 Daun (A) dan Bunga (B) A. altissima (sumber: www.wikipedia.org/wiki/Ailanthus_altissima)
Gambar 4 Histologi vena sentralis hati (sumber: www.deltagen.com)
Gambar 5 Histologi vena porta hati
+7

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pengamatan dan hasil uji statistik dapat disimpulkan bahwa pemberian ekstrak Quassia indica dengan dosis 1000 mg/kg BB dapat menimbulkan kerusakan

Hasil dari pemberian ekstrak etanol daun Ashitaba (Angelica keiskei) dengan dosis 125 mg/kg bb, dua ekor mencit mengalami degenerasi melemak dan infiltrasi sel

Hal ini berarti pemberian ekstrak tauge dengan dosis 50 mg/ 20 gr BB mencit sebelum pemberian parasetamol mampu mengurangi jumlah kerusakan sel epitel tubulus

Gambaran kerusakan histologis sel epitel tubulus proksimal mencit diamati dan dinilai berdasarkan jumlah inti sel yang mengalami kerusakan histologis berupa

Gambaran mikroskopik payudara mencit yang diinduksi benzo(a)pyrene dan diberikan ekstrak lengkuas menunjukkan hiperplasia sel epitel kuboid yang melapisi dinding duktus

Data yang didapatkan dari perhitungan jumlah atrofi glomerulus dan nekrosis tubulus ginjal mencit yang diberikan paparan asap rokok, madu dan N-Acetylsysteine

Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan, dengan nilai p >0,05 (P=0,749) antara Madu dan N-Acetylsysteine terhadap atrofi glomerulus ginjal

Gambaran mikroskopik payudara mencit yang diinduksi benzo(a)pyrene dan diberikan ekstrak lengkuas menunjukkan hiperplasia sel epitel kuboid yang melapisi dinding duktus