• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai"

Copied!
140
0
0

Teks penuh

(1)

SKRIPSI

PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KANTOR SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN SERDANG BEDAGAI

D I S U S U N

OLEH :

NAMA : RESTU AHADININGSIH NIM : 080921009

PROGRAM : ADMINISTRASI NEGARA

Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Menyelesaikan

Program Study S-I Administrasi Negara

PROGRAM STUDI S-I ADMINISTRASI NEGARA

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

KATA PENGANTAR

ABSTRAK

BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang………1

B. Perumusan Masalah………5

C. Tujuan Penelitian………5

D. Manfaat Penelitian………..6

E. Kerangka Teori………6

1. Pengawasan ………6

Pengertian Pengawasan………..6

Fungsi Pengawasan……….9

Ciri – ciri yang efektif ………...10

Jenis Pengawasan ………..14

Sasaran dan Sarana Pengawasan………16

Sasaran Pengawasan………...16

(3)

Sifat – sifat Pengawasan ………18

Tujuan Pengawasan ………20

Proses dasar Pengawasan………....22

Prinsip-prinsip pokok pengawasan terhadap pegawai negeri sipil ………24

2. Disiplin ………..25

Pengertian Disiplin ………25

Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan disiplin ..28

Beberapa pedoman dalam disiplin……….31

Disiplin bagi pegawai negeri sipil……….32

3. Hubungan Pengawasan ……….34

F. Hipotesa ………...…….35

G. Defenisi Konsep………..……...35

H. Defenisi Operasional ………...36

I. Sistematika Penulisan ……….…...39

BAB II : METODELOGI PENELITIAN A. Bentuk Penelitian ………...41

B. Lokasi Penelitian ………...41

C. Populasi dan Sampel ……….41

D. Teknik Pengumpulan Data ………....43

(4)

F. Teknik Analisa Data………...45 BAB III : DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Berdirinya Organisasi ………...49 B. Visi dan Misi Sekretariat DPRD ………...50 C. Struktur Organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai ……...51 D. Uraian Tugas dan Fungsi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai ..52 BAB IV : PENYAJIAN DATA

A. Identitas Responden ……….57 B. Pengawasan Sebagai Variabel Bebas (x) ……….63 C. Disiplin Kerja Pegawai Variebel Terikat (y) ………...89 BAB V : ANALISA DATA DAN INTERPRETASI DATA

A. Klasifikasi Jawaban Responden………..110 B. Koefisien Korelasi Product Moment ………..114 C. Koefisien Determinant ………118 BAB VI : KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan ………..119

B. Saran ………120

(5)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 : Jumlah Pegawai di Sekretariat DPRD………. 42

Table 2 : Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi……. 47

Table 3 : Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin……….. 58

Tabel4 : Disrtibusi Responden Berdasarkan Usia……….. 59

Table 5 : Distribusi Responden Berdasarkan Golongan………. 60

Table 6 : Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan………... 61

Table 7 : Distribusi Responden Berdasarkan Masa jabatan……… 62

Tabel 8 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengawasan Dalam Pelaksanaan Tugas di Lingkungan Organisasi……… 63

Tabel 9 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Pengawasan Atasan Saat proses Bekrja Sedang Berlangsung……… 65

Tabel 10 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Langkah Perbaikan Oleh Atasan Apabila Terjadi Masalah Atau Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Tugas………. 67

(6)

Tabel 12 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Peninjauan Ke Tempat Kerja Oleh Atasan Dalam Pelaksanaan Tugas Sehari – hari……… 71

Tabel 13 :Distribusi Jawaban Responden Tenang Pelaporan Hasil Kerja Sesuai Dengan Kenyataan Atau Ketentuan Yang Ada Kepada Atasan……. 73

Tabel 14 :Distibusi Jawaban Responden Tentang Penilaian Atasan Setelah Melaporkan Hasil Kerja……….. 75

Tabel 15 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Posisi Ruangan Antara

Atasan Dan Bawahan Membuat Senantiasa Dalam Situasi Diawasi.. 77

Tabel 16 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Pengarahan Atau Bimbingan Oleh Atasan Mengenai Tugas Yang Akan Dilakukan…. 78

Tabel 17 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Inspeksi Atasan Terhadap Laporang Yang Dibuat………... 80

Tabel 18 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Penelitian/Penyelidikan Atasan Terhadap Suatu Masalah Yang Dilakukan………. 81

Tabel 19 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Pentingnya Bagi Atasan Sejumlah Data, Analisa Data dan Penelitian Atas Data Untuk

Mengetahui Suatu Masalah Yang Dilaporkan……… 83

(7)

……….84

Tabel 21 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Kejujuran dan Keobjektifan Atasan Dalam Melakukan Pengawasan………. 86

Tabel 22 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Peringatan, Teguran dan Penyerahan Untuk Perbaikan Oleh Atasan Terhadap Pelaksanaan Tugas Yang Salah……….. 87

Tabel 23 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Ketaatan Terhadap Perintah Kedinasan Yang Diberikan Atasan……… 89

Tabel 24 :Distibusi Jawaban Responden Tentang Kepatuhan Pemberitahuan Kepada Atasan Apabila Tidak Masuk Kantor……… 90

Tabel 25 :Distriusi Jawaban Responde Tentang Kepatuhan Kehadiran Di Kantor Tepat Pada Waktunya……… 92

Tabel 26 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Meninggalkan Kantor Sesuai Dengan Ketenuan……… 93

Tabel 27 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Penyelesaian Tugas Sesuai Dengan Waktu Yang Diminta……… 95

Tabel 28 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Penyelesaian Tugas

(8)

Tabel 29 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemeliharaan Barang Milik Pemerintah Dengan Baik……… 97

Tabel 30 :Distribusi Jawban Responden Tentang Usaha Untuk Keamanan Dan Ketertiban Diruangan Kantor………. 98

Tabel 31 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Usaha Menjauhi Hal – hal Yang Dilarang Bai Seorang Pegawai Negeri Sipil Pada Saat Jam Kerja

………...100

Tabel 32 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Kebiasaan Berbincang – bincang Dengan Rekan – rekan Secara Santai pada Waktu Jam Kerja Berlangsung………. 101

Tabel 33 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Peniruan Tingkah Laku Sopan Santun Atasan Dalam Pergaulan Sehari-hari……… 102

Tabel 34 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Sikap Pegawai Negeri Sipil Dalam Melaksanakan Tugas Kedinasan Kantor……….. 104

Tabel 35 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Penyelesaian Tugas Sesuai Dengan Waktu Yang Telah Direncanakan………... 105

(9)

Tabel 37 :Distribusi Jawaban Responden Tentang Pemberian Yang Baik

Terhadap Masyarakat Sesuai Dengan Bidang Yang Ditekuni……. 108

Tabel 38 :Distribusi Frekuensi Klasifikasi Jawaban Responden Untuk Variabel Pengawasan / Variabel Bebas ( X )……….. 112

Tabel 39 :Distribusi Frekuensi Klasifikasi Jawaban Responden Untuk Variabel (Y)……… 113

(10)

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh.

Dengan mengucapkan puji dan syukur kehadiran Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga dengan izin-Nya penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini guna memenuhi syarat untuk mencapai gelar Ahli Madya pada Universitas Sumatra Utara. Dengan judul: “Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai” dapat diselesaikan tepat waktunya.Dan tak lupa pula shalawat berangkaikan salam penulis ucapkan pada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, yang mana kita amat merindukan syafaat beliau di hari kemudian kelak. AMIN.

Dalam penulisan yang sangat singkat dan sederhana ini, penulis menyadari bahwa masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan ini yang bahkan jauh dari kesempurnaan, yang semuanya karena keterbatasan wawasan dan pengetahuan, serta pemikiran penulis yang masih dalam proses pembelajaran, dari itu penulis masih mengharapkan kritik dan saran dari pembaca demi kebaikan penulis ini.

(11)

1. Bapak Prof. DR.M Arif Nasution, Msi, selaku pembantu rektor Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Sumatera Utara.

2. BapakProf. Dr. Marlon Sihombing, MA, selaku ketua program Ilmu Administrasi Negara Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu Arlina, SH.,Hum, selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan arahan-arahan berupa bantuan maupun masukan yang berharga guna kelancaran dalam pelaksanaan skripsi.

4. Seluruh Dosen/Staf pengajar, serta para pegawai Fisip Universitas Sumatera Utara.

5. Bapak Sekwan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk dapat mengadakan riset pada Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

6. Seluruh Staf yang ada di Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai yang telah banyak membantu penulis dalam mengupulkan data dan yang telah banyak memberikan masukan dalam penulisan laporan ini,

7. Teristimewa rasa hormat dan terimakasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada yang tersayang kedua orang tua penulis, Jarno dan Alm. Nur’aini tanpa adanya kasih sayang mereka perjuangan ini tiada berarti.

(12)

baik materil dan moril,tanpa dia penulis tidak dapat menyelesaikan pekuliahan dan penulisan laporan tugas akhir ini.

9. Sahabat-sahabat kuliah Program Ekstensi Administrasi Negara, ewi, windi, ella, kak viance, munthe dan teman-teman yang lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang sama berjuang untuk menyelesaikan Laporan Tugas Akhir ini.

10. Yang teristimewa kepada Edi Handoko yang menemani dan memberikan inspirasi kepada penulis.

11. Terima kasih kepada seluruh keluarga Besar penulis,yang telah memberikan dukungan kepada penulis.

Akhir kata penulis mengharapkan semoga laporan tugas akhir ini dapat bermanfaat bagi setiap pembaca jika masih terdapat kesalahan agarkiranya pembaca dapat memberi masukan. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua dan safaat serta faedahnya dapat kita gunakan dengan sebaik-baiknya. Assalamualaikum wr. wb

Medan, Juni 2010

Penulis

(13)

ABSTRAK

PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KANTOR SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN

SERDANG BEDAGAI

Nama : RESTU AHADININGSIH NIM : 080921009

Jurusan : Administrasi Negara

Fakultas : Ilmu social dan Ilmu Politik Universiyas Sumatera Utara Pembimbing : Arlina, SH

Penguji :Faisal Eriza, S.Sos.,M.SP

Pegawai Negeri Sipil merupakan unsure yang paling terpenting dan menentukan dalam organisasi untuki pencapaian tujuan, karena Pegawai Negeri Sipil merupakan unsure pelaksana/penyelenggara tugas-tugas guna pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu, disiplin perlu ditegakkan dikalangan seluruh pegawai dengan pelaksanaan pengwasan serta pengembalian tindak lanjutnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang menyangkut tingkat disiplin Pegawai Negeri Sipil dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin pegawai negeri sipil pada kantor secretariat dprd kabupaten serdang bedagai.

Dalam penelitian ini hipotesa yang dikemukakan adalah “Pengawasan berpengaruh positif terhadap disiplin di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai”. Data-data diambil dan diperoleh dari 38 orang responden yang dilakukan malalui penyebaran angket, kemudian diolah melalui analisa koefisien korelasi product moment dan analisa koefisien determinant, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk analisa ilmiah.

(14)

disebabkan oleh pelaksanaan pengawasan, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

───────────────────────────────────────────────

(15)

ABSTRAK

PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP DISIPLIN KERJA PEGAWAI NEGERI SIPIL PADA KANTOR SEKRETARIAT DPRD KABUPATEN

SERDANG BEDAGAI

Nama : RESTU AHADININGSIH NIM : 080921009

Jurusan : Administrasi Negara

Fakultas : Ilmu social dan Ilmu Politik Universiyas Sumatera Utara Pembimbing : Arlina, SH

Penguji :Faisal Eriza, S.Sos.,M.SP

Pegawai Negeri Sipil merupakan unsure yang paling terpenting dan menentukan dalam organisasi untuki pencapaian tujuan, karena Pegawai Negeri Sipil merupakan unsure pelaksana/penyelenggara tugas-tugas guna pencapaian tujuan tersebut. Oleh karena itu, disiplin perlu ditegakkan dikalangan seluruh pegawai dengan pelaksanaan pengwasan serta pengembalian tindak lanjutnya.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan yang menyangkut tingkat disiplin Pegawai Negeri Sipil dan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin pegawai negeri sipil pada kantor secretariat dprd kabupaten serdang bedagai.

Dalam penelitian ini hipotesa yang dikemukakan adalah “Pengawasan berpengaruh positif terhadap disiplin di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai”. Data-data diambil dan diperoleh dari 38 orang responden yang dilakukan malalui penyebaran angket, kemudian diolah melalui analisa koefisien korelasi product moment dan analisa koefisien determinant, yang selanjutnya disajikan dalam bentuk analisa ilmiah.

(16)

disebabkan oleh pelaksanaan pengawasan, selebihnya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.

───────────────────────────────────────────────

(17)

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Peranan Sumber Daya Manusia merupakan salah satu faktor utama yang sangat penting dalam suatu organisasi. Pemanfaatan Sumber Daya Manusia ecara efektif merupakan jalan bagi suatu organisasi untuk memperthnkan kelangsungan hdup dan pertumbuhan dimasa yang akan datang. Denga kata lain, keberhasilan atau kemunduran suatu organisasi tergantung pada keahlian dan keterampilan pegawainya masing-masing yang bkerja didalamnya.

(18)

tugas-tugasnya dan memusatkan seluruh perhatian serta megerahkan segala daya dan tenaga secara berdaua guna dan berhasil guna.

Disiplin pada hakikatnya adalah pencerminan nilai kemandirian yang dihayati dan diamalkan oleh setiap individu dan masyarakat suatu bangsa dalam kehidupan. Untuk membina Pegawai Negeri Sipil yang memiliki kesetiaan dan ketaatan penuh, telah dikeluarkan peraturn tentang disiplin pegawai negeri. Dalam peraturan Pemerintaha Nomor 30 tahun 1980 dan telah diatur dengan jelas kewajiban yang harus ditaati dan larangan yang tidak boleh dilanggar oleh setiap Pegawai Negeri Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin. Dengan ditetapkannya peraturan tentang disilin bagi Pegawai Negeri Sipil adalah penting guna menjamin tata tertib dan kelancaran pelaksanaan tugas-tugas yang dipercayakan kepada mereka. Karena kedisiplinan merupakan kunci atau pra syarat bagi suksesnya pelaksanaan tugas-tugas yang dipercayakan oleh organisasi.

(19)

kewajiban dan tanggung jawabnya. Dan ini pun berlaku juga bagi seluruh pegawai di kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Menurut penamatan penulis, kedisiplinan di Kantor Sekretriat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai memang sudah cukup baik, namun demikian dalam setiap intansi atau organisasi pasti masih ada saja pegawai yang kurang disiplin dan kurang optimal dalam melaksanakan yugas-tugas kedinasan bahkan belum memahami peraturan perundang-undangan yang menjadi pedoman kerja ayau peraturan. Hal ini dapat terlihat dari kebisaan pegawai, seperti terlambat masuk kerja, pulang kerja lebih awal dari waktu yang ditentukan, masih adanya pegwai yang tidak mentaati peraturan dalam berpakaian dan masih ditemu adanya pegawai keluar kantor tanpa izin pimpinan bahkan untuk urusan yang yidak berhubungan sama sekali dengan tugasnya. Tentu saja hal ini dapat mengakibatkan pekerjaanyan menjadi tidak efektif dan efisien.

(20)

Dan lebih lanjut pengawasan merupakan bagian dari fungsi menajemen yang diharapkan mempu menciptakan efisiensi dan efektifitas kerja yang dilakukan oleh para pegawai. Dengan pengawasan yang baik diharapkan akan berkurangnya kesalahan dan penyimpangan yang terjadi. Tugas seorang pemimpin adalah untuk mengawasi para pegawai yang ada dalam lingkup organisasinya.

Dari pendapat tersebut jelaslah bahwa peranan pengawasan adalah sesuatu hal yang sangat essensial dan tidak dapat diabaikan. Karena, pada hakekat nyan pengawasan adalah suatu usaha untuk mendeteksi kegiatan yang dilakukan oleh pegawai apakah kegiatan tersebut telah mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh organisasi serta untuk menilai pegawai dalam hal ketaatanya dan mematuhi kebijakan-kebijakan yang berlaku.

(21)

Dari uraian diatas, maka untuk memperkecil atau mengurangi ruang gerak dari permasalahan tersebut mka setiap pemimpin satuan organisasi harus jeli melihat pentingnya pelaksanaan pengawasan dalam meningkatkan disiplin kerja pegawai, Bedasarkan dari uraian diatas penulis memilih tugas akhir dengan judul :”Pengaruh Pengawasan Terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil Pada Kantor

Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai”

B. Perumusan Masalah

Beetitik tolak dari uraian sebelumnya, maka yang menjadi rumusan masalahnya adalah: ”Bagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai negeri sipil pada kantor sekretariat kabupaten serdang bedagai”.

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengawasan terhadap disiplin kerja pegawai negeri sipil pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

2. Untuk mengetahui pelaksanaan pengawasan pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

(22)

D.Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat dan berguna dalam hal :

1. Untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berpikir penulis melalui karya ilmiah dan untuk menerapkan teori-teori yang penulis peroleh selama perkuliahan.

2. Sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang membutuhkan khususnya bagi Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

3. Sebagai bahan tambahan referensi untuk penulisan yang relevan.

E. Kerangka Teori

1. Pengawasan

1.1 Pengertian Pengawasan

Suatu system pengawsan yang baik, sangat penting dan berpengaruh dalam proses pelaksanaan kegiatan dalam organisasi pemerintahan maupun organisasi swasta. Karena tujuan pengawasan adalah mengamati apa yang sebenarnya terjadi dan membandingkan dengan apa yang seharusnya terjadi dengan maksud untuk secepatnya melaporkan penyimpangan atau hambatan kepada pimpinan yang bersangkutan agar dapat diambil tindakan korektif yang perlu.

(23)

Secara umum, pengawasan dapat diartikan sebagai perbuatan untuk melihat dn memonitor terhadap orang agar berbuat sesuai dengan kehendak yang telah ditentukan sebelumnya.

Menurut Siagian ( 2002:169 ), pengawasan adalah proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa semua pekarjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan recana yang telah ditentukan.

Malayu Hasibuan (2001:254), mengungkapkan bahwa pengawasan adalah pemeriksaan apakah semua itu terjadi sesuai dengan rencana yang ditentukan, instruksi yang dikeluarkan sesuai dengan prinsip yang telah ditetapkan.

Sedangkan Sofyan Syarif Harahap (2001:10), menyatakan bahwa secara sederhana pengawasan adalah kegiatan yang dilaksanakan dengan mulus tanpa penyimpangan-penyimpangan yang berarti. Dalam pengertian ini pengawasan merupakan tujuan tiap organisasi.

Dari pendapt diatas dapat dikatakan bahwa kegiatan pengawasan adalah suatu hal yang sangat esensial dalam suatu organisasi dan tidak dapat diabaikan. Hal itu disebabkan karena kegiatan pengawasan menyangkut bagi pencapaian tujuan organisasi.

(24)

tindakan pengukuran dan perbaikan ( koreksi) peforma pihak yang diawasi guna memastikan bahwa sasaran-sasaran, intruksi yang dikeluarkan delaksanakan secara efisien dan berjalan lancar.

Sebagai pendukung terhadap defenisi diatas maka M. Manullang (2002:173), menegaskan bahwa pengawasan diartikan sebagai suatu proses utuk menerpakan pekerjaan apa yang sudah dilaksanakan, menilainya dan bila perlu mengoreksi dengan maksud supaya pelaksanaan sesuai dengan rencana semula.

Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa pengawasan merupakan yugas dan tanggungjawab dari pimpinan untuk melakukan penelitian atau pengkajian ulang terhadap bawahan ataupun organisasi yang dipimpinnya. Dengan demikian apabila terjadi penyimpangan tau penyeleengan maka pimpinan dapat segera mengambil langkah penertiban, penyempurnaan, perbaikan demi menjamin kegiatan tetapi sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya.

(25)

Pendapat tersebut menyatakan bahwa secara eksplisit subjek yang melaksanakan pengwasan atau memiliki fungsi pengawasan yaitu pimpinan sebagai standar atau tolak ukur dan secara implisit dapat terlihat tujuan dari pegawasan yaitu mengusahakan agar pekrjaan-pekrjaan terlaksana sesuai denga rencana.

Dari keseluruhan pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa pada dasarnya pengawasan merupakan kegiatan yang dapa dilakukan setiap saat baik selama proses menajemen berlangsung maupun setelah berakhir untuk mengetahui tingkat pencapaian tujuan organisasi. Kegiatan pengawasan dimaksudkan untuk mencegah atau untuk memperbaiki kesalahan, penyimpangan, ketidaksesuaian, penyelewengan dan lainnya yang tidak sesuai dengan tugas dan wewenang yang telah ditentukan. Jadi maksud pengawasan bukan mencari kesalahan terhadap orangnya tetapi mencari kebenaran terhadap hasil pelaksanaan pekejaanya.

1.2 Fungsi Pengawasan

Menurut Belkoui, yang dikutip oleh Harahap (2000:35), adapun fungsi pengawasan pada dasarnya mencakup empat unsur :

1. Penetapan standar pelaksana

2. Penentuan ukuran-ukuran pelaksana

(26)

4. Mengambil tindakan koreksi uang diperlukan bila pelaksanaan menympang dari standar.

Pada hakekatnya pengawasan itu adalah berfugsi sebagai pengarahan supaya jangan sampai terjadi kekeliruan dan sesuai dengan rencana. Melalui pengawasan membuat orang menjadi disiplin dalam mengerjakan tugasnya dan menghindari penyimpangan yang bakal terjadi.

1.3 Ciri-Ciri Pengawasan Yang Efektif

(27)

1. Pengawasan harus merefleksikan sifat dari berbagi kegiatan yang diselenggarakan.

Yang dimaksud ialah bahwa teknik pengawasan harus sesuai antara lain denagna penemuan informasi tentang siapa yang melakukan pengawasan dan kegiatan apa yang menjadi sasaran pengawasan tersebut.

2. Pengawasan harus segera memberikan petunjuk tentang kemungkinan adanya deviasi dari rencana.

Pengawasan harus mampu mendeteksi deviasi atau penyimpangan yang mungkin terjadi sebelum penyimpangan itu menjadi kenyataan. Usaha deteksi seperti itu harus segera tiba ditangan pimpinan yang secara fungsional bertanggung jawab agar segera dapat mengambil tindakan pencegahanya. 3. Objektivitas dalam melakukan pengawasan.

(28)

4. Keluwesan pengawasan.

Hal ini berarti bahwa pengawasan harus tetap bias berlangsung meskipun organisasi menghadapi perubahan karena timbulnya keadaan yang tidak diduga sebelumnya atau bahkan juga bila terjadi kegagalan atau perubaha, pegawasan harus segera melaporkan kagagalan atau perubahan tersebut dan dengan demikian penyesuaian yang diperlukan dapat dilakukan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan.

5. Efisiensi pelaksanaan pengawasan.

Pengawasan dilakukan supaya keseluruhan organisasi bekerja dengan tingkat efisiensi yang semakin tinggi. Hal ini berarti, setiap organisasi harus menciptakan suatu sistem pengawsan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi yang bersangkutan karena hanya demikianlah efisiensi pengawasan dapat ditingkatkan.

6. Pengawasan mencari apa yang tidak beres.

(29)

7. Pengwasan harus bersifat membimbing.

(30)

1.4 Jenis-jenis pengawasan

adapun yang dimaksud dengan obyek pengawasan adalah pelaksanaan tugas pokok organisasi sedangkan subyek pengawasan adalah pihak yang memiliki otoritas untul melakukan pengawasan terhadap obyek yang bersangkutan. Menurut Soewarno Handayaningrat (1983; 144), pada dasarnya pengawasan terdiri dari 4 (empat) macan yaitu:

1. Pengawasan dalam organisasi (Interenal Control)

Pengawasan dari dalam artinya bahwa pengawasan yang dilakukan oleh unit atau aparat pengawasan yang berasal dari dalam organisasi, yang bertindak atas nama pimpinan organisasi, dimana hasil dari tindakannya berupa data atu informasi yang berguan bagi pimpinan dalam menilai kebijakan yang telah ada atau menetukan kbijakan berikutnya, sebagai perbaikan terhadap pelaksanaan pekrjaan bawahannya. Pimpinan-pimpinan yang ada di Kantor Sekretaris DPRD Kabupaten Serdang Bedagai juga melakukan hal ini untuk mengawasi setiap pegawai yang menjadi bawahannya.

2. Pengawasan dari luar organisasi ( External Control)

(31)

Kabupaten Serdang Bedagai juga mendapat pengawasan dari Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai.

3. Pengawasan Preventif

Pengawasan yang dilakukan sebelum rencana itu dilaksanakan dengan maksud agar tidak ada kesalahan aau penyimpangan dalam melakukan kegiatan organisasi, dalam hal ini misalnya menetukan peraturan-peraturan yang berhubungan dengan prosedur, hubungan dan tata kerja atau menetukan pedoman kerja sesuai denga peratuaran atau ketentuan yang telah ditetapkan. 4. Pengawasan Represip

Pengawasan ini dilakuakn setelah adanya pelaksanaan pekerjaan dengan cara menilai dan membandingkan pelaksanaan pekerjaan denga rencana yag tela ditetapkan, kemudian diambil tindakan pekerjaan selanjutnya berjalan sesuai dengan yag telah ditentukan sebelumnya.

(32)

1.5 Sasaran dan sarana pengawasan. 1.5.1 Sasaran pengawasan.

Pengwasan dimaksudkan utuk mencegah atau pun untuk memperbaiki kesalahan, penyimpagan, ketidak sesuaian dan penyelesaian lainnya yang tidak sesuai dengan tugas wewenang tang telah ditentukan. Berdasarkana ilustrasi tersebut maka sasaran pengawasan menurut Handayadiningrat (1991:144) dapat dirinci sebagai berikut:

a. Mempertebal rasa tanggung jawab terhadap pimpinan yang diserahi tugas dan wewenang dalam melaksanakan pekerjaan.

b. Mendidik para pegawai agar mereka melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan prosedur yang telah ditentukan.

c. Untuk mencegah terjadinya penyimpangan, kelainan dan kelemahan agar tudak terjadi kerugian yang tidak diinginkan.

d. Umtuk memperbaiki kesalahan dan penyelewengan, agar pelaksanaan pekerjaan tidak mengalami hambatan-hambatan dan pemborosan.

(33)

1.5.2 Sarana Pengawasan

Betapapun setiap pengawas bertekad untuk melaksanakan pengawasam secara berdaya guna, namun tanpa diperhatikan sarana pengawasan dapat menyebabkan pengawasan itu terkendala. Sarana pengawasan merupakan pedoman yang harus diperhatikan oleh pemimpin organisasi didalam menggerakka aktivitas organisasi.

Dengan adanya sarana pengawasan diharapkan penyimpangan, pemborosan den penyelewengan dalam organisasi dapat dihindarkan. Sarana pengawasan telah menjadi tugas, fungsi dan tanggug jawab personil jelas dan terarah sehingga tumpang tindih dalam pekerjaan dapat dihindarkan.

Adapun sarana pengawasan itu yakni, adanya struktur organisasi yang jelas, pelaksanaanya yan bijaksana, perencanaan kerja yang telah tersusun, prosedur kerja pencatatan dan hasil kerja, serta pembinaan pesonil. Disamping sarana pengawasan terdapat juga unsur-unsur pengawasan, yang mana unsur tersbut harus dilalui oleh setiap pengawas didalam melakukan pengawasan. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan oleh setiap pengawas meliputi :

1. Pemantauan, diadakan untuk mengetahui sejauh mana fungsi sarana pengawasan dan aktivitas pesonil sehingga penyimpangan dalam pelaksanaan tugas dapat dihindari sedini mungkin.

(34)

3. Pengevaluasin, umsur pengawasan ini adalah untuk mengadakan penilaian terhadap pekerjaan yang dilakuka oleh pegawai. Pengevaulasian ini juga berguna untuk mengetahui apakah pegawai tersebut mampu mengerjakan tugas dengan baik atau tidak sehingga dapat diambil pengendalian tugas berikutnya.

1.6 Sifat-sifat Pengawasan

Pengawasan hendaknya jangan dianggap sebagai kegiatan untuk mecari kesalahan orang lain, tetapi hendaknya dilakukan untuk mencari kebenaran dari hasil pelaksanaan kerja. Oleh karena itu, perlu diperhatikan sifat-sifat dari pengawasan.

Menurut Siagian (1982:137) Sifat-sifat pengawasan yang baik adalah sebagai berikut:

1. Pengawasan harus bersifat “fac finding” dalam arti bahwa pelaksanaan fungsi pengawasan harus menemukan fakta-fakta tentang begaimana tugas dilaksanakan di dalam organisasi. Terpaut dengan tugas tentunya ada faktor-faktor lain seperti faktor biaya, sistem dan prosedur kerja, struktur organisasi dan faktor-faktor psikologis seperti dihormati, dihargai kemauannya di dalam karir da sebagainya.

(35)

3. Pengawasan diarahkan untuk masa sekarang yang berarti bahwa pengawasan hanya dapat ditujukan terhadap kegiatan-kegiatan yang kini dilaksanakan.

4. Pengawsan hanyalah sekedar alat untuk meningkatkan efisiensi, pengawasan tidak boleh dianggap tujuan.

5. Pengawasan hanya sekedar alat administrasi dam manajemen maka pelaksanaan pengawasan itu harus mempermudah pencapaian tujuan. 6. Pproses pelaksanaan pengawasan harus efisien, jangan sampai terjadi

pengawasan yang menghamat usaha peningkatan efisiensi.

7. Pengawasan tidak dimaksudkan untuk menetukan siapa yang salah jika ada ketidakberesan akan tetapi untuk menemukan apa yang tidak benar. 8. Pengawasan harus bersifat membimbing agar supaya pelaksana

meningkatkan kemampuannya untuk melaksanakan tugas yang ditentukan kepadanya.

Sifat-sifat pengawasan diatas dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rencana dan pelaksanaa pengawasan. Agar rencana dan penyusunan rencana efektif maka harus diketahui terlebih dahulu siapa saja subjek serta objek dari pengawasan.

(36)

1.7 Tujuan pengawasan

Mengenai tujuan pengawasan, Kadarman dan Udayana (2001:59) mengatakan bahwa tujuan pengawasan adalah menemukan kelemahan dan kesalahan untuk kemudian dikoreksi dan mencegah penanggulangannya.

Pengawasan memang sangat penting karna manusia pada umumnya tidak ada yang sempurna dan peling sedikit bersifat khilaf. Sehingga manusia dalam organisasi perlu diamati bukan sengan maksud mencari kesalahan kemudian menghukumnya, akan tetapi mendidiknya dan membimbing.

Tujuan utama pengawasan adalah untuk menghindarkan penyimpangan-penyimpangan kerja atas rencana yang sudah dirumuskan sebelumnya. Dengan melakukan pengawasan berarti setiap pekerjaan diarahkan sesuai dengan rencana penyimpangan-penyimpangan dapat dihindari sedemikian rupa dan tujuan kantor/organisasi dapat tercapai dengan maximal. Musenaf (1990;121) dalam pengawasan pada lembaga pemerintahan menyebutkan bahwa :

(37)

terganggu dan kepercayaan masyarakat terhadap aparatur negara menjadi sangat rendah.

Tujuan pengawasan dapat tercapai bilamana diiringi dengan tindak lanjut oleh atasan yang mengemban fungsi pengawasan. Tindak lanjut itu dapat dibedakan sebagai berikut :

1. Tingkat lanjut Preventif

Tingakat lanjut preventif adalah usaha mencegah terjadinya penyalahgunaan wewenang dan berbagai penyelewengan lainnya melakukan penyempurnaan aparatur di bidang kelembagaan, kepegawaian dan ketatalaksanaan untuk menjamin kelancaran pelaksanaan tugas-tugas umum pemerintahan dan pembangunan.

2. Tindak lanjut Refresif

Tundak lanjut ini dilakukan dengan berupa penindakan terhadap perbuatan korupsi, penyalahgunaan wewenang, kebocoran dan pemborosan kekayaan dan keuangan negara dan berbagai bentuk penyelewengan lainnya. Tindakan penyelesaian ini dilakukan sesuai dengan batas-batas wewenang yang dilimpahkan pada pejabat atau pegawai yang memiliki legitimasi sebagai atasan.Tindakan refrsif ini antara lain berupa :

(38)

b. Tindakan perdata kepada pegawai dan atau pihak ketiga

c. Tindakan pidana kepada pegawai dan atau pihak ketiga

1.8 Proses Dasar Pengawasan

Adapun proses dasar pengawasan yang dilakukan dalm kantor/organisasi adalah sebagai berikut ( Handoko 2001;301):

1. Menetapkan standar

Langkah pertama dari proses pengawasan adalah menetapkan rencana. Akan tetapi karena rencana-rencana itu berbeda detil dan kesulitannya dan karena pimpiinan biasanya tidak dapat mengamati segalanya maka ditetapkan standar-standar khusus.

2. Mengukur prestasi

(39)

menetukan dengan persis apa yang sedang dilaksanakan oleh bawahan, maka cukup mudah untuk menilai prestasi aktual atau prestasi yang diharapkan. 3. Pembetulan penyimpangan (Correction of Deviation)

(40)

1.9 Prinsip-prinsip Pokok Pengawasan Terhadap Pegawai Negeri Sipil pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Adapun prinsip-prinsip pokok pengawasan terhadap pegawai negeri sipil pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai adalah:

1. Pengawasan merupakan bagian dari integral dari manajemen sebgai suatu kesatuan yang utuh. Sebagai kegiatan pengawasan dan pengendalian yang merupakan salah satu bagian dari menajemen yang merupakan suatu sistem. Pengawsan tidak dapat dipisahkan dari aspek-aspek manajemen lainya seperti perencanaan dan pelaksanaan.

2. Pengawasan sebagai bagia integral dari program pendayaguanaan aparatur Negara khususnya aparatur Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

3. Pengawasan sebagai bagian integral dari sistem pengawasan Keuangan Negara dan pembangunan.

4. Pengwasan sebagai kegiatan yang terus menerus dan berkeseimbangan harus dilakukan oleh setiap pimpinan secara sadar dan wajar.

5. Pengawasan atasan terhadap bawahan secara langsung merupakan unsur pengawasan intern yang efektif dan pokok.

(41)

mencegah terjadinya penyimpangan, kebocoran dan pemborosan keuangan Negara.

2. Disiplin

2.1 Pengertian Disiplin

Berbicara masalah disiplin berakaitan degan unsur perilaku, sikap dan tingkah laku seseorang. Untuk mengetahui pelaksanaan disiplin kerja pegawai yang dilaksanakan oleh pegawai pada Kantor Sekratriat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, maka diperlukan arah dan landasan berpikir yang jelas dalam penelitian. Oleh karena itu penulis mengambil beberapa konsep teori atau pendapat-pendapat yang telah durimuskan oleh para ahli yang dianggap mempunyai relavasinya tentang “disiplin” sesuai dengan masalah penelitian seperti yang dikemukakan dibawah ini:

kata disiplin berasal “disipel”(lateimun, 1995:67) yang berarti pengikut yang sungguh-sungguh dan yakin dengan ketekunan menyebarkan ajaran-ajaran pimpinan, ketetunan tersebut merupakan dasar utama dari setiap ajaran. Menurut Saydam (1996:284) disiplin adalah sikap kesedian dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati segala norma-norma yang berlaku disekitarnya.

(42)

Secara umum disiplin dapat diartikan sebagai kepatuhan atau ketaatan terhadap segala peraturan dan ketentuan yang berlaku atau dapat juga diartikan sebagai kesungguhan dalam bertindak dan berperilaku.

Menurut Saydam (1996:284) disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan mentaati segala norma-norma yang berlaku disekitarnya.

Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa disiplin merupakan sikap tertib dari seseorang yang menujukan kepatuhan atau ketaatan kepada peraturan atau ketentuan yang telah ada dengan sengan hati, dalam arti tanpa paksaan. Untuk membentuk dan membina disiplin itu perlu adanya peraturan atau ketentuan yang dibuat terlebih dahulu. Namun, bukan berarti peraturan dan ketentuan tersebut dimaksudkan untuk memaksa orang-orang agar disiplin, akan tetapi dimaksudkan sebagi pedoman atau acuan dalam bertindak, berprilaku atau bersikap yang diharapkan dapat menjadi suatu kebiasaan atau sesuatu yang wajar dengan senag hati.

Menurut Sinungan (1995:115) disiplin adalah sikap kewajian dari seseorag atau sekelompok orang yang senatiasa berkehedak untuk mengikiuti atau memahami segala aturan/ keputusan yang telah ditetapkan.

(43)

yang menyebabkan mereka senatiasa patuh atau taat dan sungguh-sungguh menjalankan/ melaksanakan peraturan yang telah ditetapkan.

Sukarna (1995:115) menatakan disiplin adalah latihan sikap, tingkah laku, watak, keasadaran, lathan pengembangan dan pengendalian sikap, untuk mengatur tingkah laku para pegawai.

Dari pendapat diatas dapat dikatakan bahwa disiplin merupakan suatu bentuk pelatihan yang berusaha mempebaiki dan membentuk sikap, watak, kesadaran pegawai sehingga para pegawai tersebut secara sukarela bekerja kooperatif dengan para pegawai yang lain serta mampu menigkatkan prestasi kerjanya.

Menurut Moenis (1992:96) disiplin kerja dalah keharusan mengikuti aturan-aturan yang mencakup metode-metode pengerjaan, prosedur kerjanya, waktu serta jumlah unit dan mutu yang telah ditetapkan.

Sedangkan Arif (1994:188) megatakan bahwa yang menjadi hakekat dari disiplin itu sendiri adalah ketaatan, kesungguhan, kekuatan atau keterampilan, sikap dan tigkah laku serta hormat terhadap segala ketentuan perjanjian atau persetujuan antara organisasi dan para pegawainya.

(44)

organisasi. Selain harus dapat menunjang tujuan organisasi maka disiplin yang ditegakan juga harus sesuai dengan kemampuan pegawai.

2.2. Faktor – faktor yang mempengaruhi pembentukan disiplin

Dalam setiap organisasi atau intasi baik swasta maupun pemerintahan pada dasarnya mengahrapkan pegawai-pegawai yang mempunyai disiplin yang tinggi dalam menyeleggarakan tigas-tugas kedinasan. Dengan kedisiplinan tersebut pegawai diharapkan mempunyai kerja yang baik, sehingga tujuan organisasi dapat tercapai dengan efektif dan efisien.

Faktor – faktor dalam pembinaan dan pembentukan disiplin tersebut menurut Syarif (1983:39) antara lain :

a. Kepemimpinan

b. Pemberian motivasi

c. Pendidikan latihan

d. Kesejahteraan

e. Penegakan disiplin melalui hukum

(45)

pemantauan secara personal terhadap bawahannya yang berkaitan dengan faktor-faktor tersebut, misalnya dengan memberikan motovasi yang tinggi terhadap bawahan, mengdakan pelatihan dan latihan, memperhatikan kesejahteraan pegawainya dan memerikan sanksi terhadapa pegawai yang melanggar ketentuan yang berlaku. Semuanya itu merupakan suatu pengawasan dibidang kepegawaian agar pegawai memiliki kedisiplinan kerja yang tinggi.

Selain kelima faktor-faktor penting dalam pembentukan dan pembinaan disiplin tersebut diatas, ada faktor-faktor lain yang mendukung supaya disiplin kerja pegawai terwujud dalan suatu intansi formal pemerintahan dalam melaksanakan tugas dan kewajiban antara lain:

1. Sikap teladan pemimpin

Bila pemimpin disiplin, maka bawahan terpaksa harus ikut disiplin, bila bawahan tidak mau disiplin tentu aka terkena tindakan pendisiplinan. Teladan pimpinan mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam menegakan disiplin. Sebab pemimpin merupakan panutan, sorotan dari bawahannya.

2. Tanggung jawab pemimpin selaku atasan

(46)

pimpinan selaku atasan untuk meningkatkan disiplin kerja pegawai adalah sebagai berikut:

a. Penunjukan dan penempatan pegawai sesuai denga keahlian yang dimliki oleh pegawai tersebut

b. Pemberian tanda penghargaan atasan jasa atau perbuatan yang terpuji yang dilakukan pegawai.

c. Memberikan rangsangan kepada pegawai sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan.

d. Meningkatkan pengetahuan dan keahlian kepada pegawai sehingga meningkatkan kecakapan pegawai tersebut.

e. Meciptakan hubungan komunikatif yang dua arah sehinga tanggung jawab, rasa sungkan diantara pegawai tidak menjadi hambatan.

3. komunikasi yang efektif diantara pimpinan dengan bawahan.

(47)

4. Penempatan pegawai

Penempatan pegawai dalam suatu jabatan pada dasarnya ditentukan menurut pendidikan dan keterampilan yang dimilikinya. Jadi penempatan pegawai dalam jabatan tertentu tidaklah pilih kasih atau karena hubungan keluarga atau persahabatan. Pada hakekatnya intansi pemerintahan menuntut penempatan setiap pegawai sesuai dengan keahlian, kemampuan pengalaman, dan pendidikannya menurut kebutuhan intansinya.

2.3 Beberapa Pedoman dalam Pendisiplinan

Heidjrachman dan Husnan (1994:241) mengemukakan bahwa dalam pendisiplinan perlu diperhatikan beberapa pedoman sebagai barikut:

1. Pendisiplinan hendaknya dilakukan secara pribadi.

Tidak seharusnya memberikan teguran kepada bawahan dihadapan banyak orang,hal ini akan mempermalukan bawahan yang ditegur ( mekipun memang bersalah) akibatnya bisa menimbulakn rasa dendam

2. Pendisiplinan harus bersifat membangun.

Memberikan teguran hendaklah disertai dengan saran tentang bagaimana seharusnya tidak berbuat lagi dengan kesalaha yang sama.

3. Pendisiplinan harus dilaksanakan dari pimpinan.

(48)

4. Pimpinan tidak seharusnya memberiakan pendisiplinan pada waktu bawahan sedang absen.

5. Setelah pendisiplinan sikap pemimpin haruslah wajar.

Dari pendapat diatas dapat dijelaskan bahwa pendisiplinan yang dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahan bukan proses yang berlarut-larut akan tetapi sudah sewajarnya diberikan oleh pimpinan kepada bawahannya dan para bawahan menganggapnya sebagai perbaikan tindakan atas kesalahanya. Dengan demikian seorang pimpinan haruslah memperhatikan bagaimana pedoman pendisiplinan terhadap bawahan.

2.4 Disiplin Bagi Pegawai Negeri

Dalam rangka untuk mencapai tujuan nasional diperlukan adanya pegawai negeri sebagai unsur aparatur negara, abdi negara dan abdi masyarakat yang penuh dengan ketaatan kepada negara yang berwibawa, berdaya guna, berhasil guna, bersih, bermutui dan sadar akan tanggung jawabnya untuk mmenyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan.

(49)

Pada Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 Peraturan Pemerintahan Nomor 30 Tahun 1980 tentang peraturan disiplin pegawai negeri sipil antara lain:

1. Peraturan disiplin pegawai negeri sipil adalah peraturan yang mengatur kewajiban, larangan dan sanksi apabila kewajiban tidak ditaati atu larangan dilanggar oleh pegawai.

2. Pelanggaran disiplin adalah setiap ucapan, tulisan atau perbuatan pegawai negeri sipil baik yang dilakukan di dalam maupun diluar kerja.

3. Hukuman disiplin adalah hukuman yang di jatuhkan kepada pegawai negeri sipil karena melanggar peraturan disiplin.

4. Pegawai yang berwenang menghukum adalah pejabat byang diberi wewenag menjatuhkan hukuman disiplin pegawai.

5. Atasan pejabat yang berwenag menghukum adalah atasan langsung dari pejabat yang berwenang menghukum.

6. Perintah kedinasan adalah perintah yang diberikan oleh atasan yang berwenang mengenai atau yang ada hubunganya dengan kedinasan.

(50)

3. Hubungan Pengawasan dengan Disiplin Pegawai

Dalam melaksanakan suatu kegiatan atau pekerjaan, suatu organisasi bagaimanapun bentuk dan bergerak di bidang apapun sudah pasti mempunyai suatu tujuan tertentu. Untuk mencapai tujuan tersebut banyak sekali usaha yang dilakukan, tenaga, waktu dan dana. Agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien maka diperlukan pengawasan. Pengawasan dimaksudkan agar tujuan dan sasaran kegiatan usaha unit-unit pemerintahan dapat tercapai secara berdaya guna dan berhasil guna ynag duilaksanakan sesuai dengan tugas pokok, fungsi, rencana atau program, pembagian dan pendelegasian tudas, rumusan kerja, pedoman pelaksanaan san peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Namun sudah menjadi tabiat manusia bahwa mereka selalu ingin bebas lepas tanpa terikat oleh peraturan apapun juga. Demikian pula halnya dalan pekerjaan, para pegawai cenderung ingin bebas dari segala ikatan atau peraturan yang ada. Dalam keadaan inilah maka selalu diperlukan pengawasan dalam artian pengawas yang berfungsi sebagi pendidik dan pengarah terhadap proses pelaksanaan pekerjaan. Dengan adanya pengawasan seperti demikian maka sedikit banyaknya akan terbiasa melaksanakan pendisiplinan.

(51)

mengembangkan kerjasama, kemampuan menanamkan disiplin dan mengenai sifat-sifat manusia. Berdasarkan uraian diatas dapatlah disimpulkan bahwa untuk menegakan disiplin kerja maka pengawasan sengatlah diperlukan. Karena adanya pengawasan maka para pegawai diharapkan akan dapt berbuat dan bertingkah laku sesuai dengan yang diinginkan oleh organisasi, yang pada kahirnya akan menetukan pencapaian tujuan yang telah di tentukan sebelumnya.

F. Hipotesa

Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dari permasalahan ini penulis merumuskan hipotesa sebagai berikut:

Pengawasan berpengaruh positif terhadap disiplin pegawai negeri sipil pada kantor sekretariat DPRD kabupaten serdang bedagai.

G. Defenisi Konsep

Adapun defenisi konsep yang diajukan sehubungan dengan penelitian ini adalah:

1. Pengawasan

(52)

pekerjaan tercapainya tujuan secara efektif dan efisien dengan program dan ketentuan yang belaku.

2. Disiplin

Adalah perwujudan dari sikap dan tindakan para pegawai yang sesuai denga ketentuan/peratuaran yang berlaku dalam rangka pelaksanaan tugas.

H. Definisi Operasional

Definisi operasional dalam penelitian ini adalah:

1. Variable Bebas (x)Pengawasan dengan meliputi indikator sebagai berikut: a. Pemantauan.

Yaitu memeriksa langsung perihal atau orangnya sendiri di tempat dimana peristiwanya terjadi dan dimana bawahan itu bertugas.

b. Pemeriksaan.

Yaitu segala kegiatan dalam rangka pelaksanaan pengawasan melalui pengamatan, pencatatan, penyelidiki dan penelaah secara cermat dan sistematis serta malalui penilaian terhadap segala infomasi yang ada kaitanya dengan pekerjaan.

c. Bimbingan dan pengarahan.

(53)

d. Tindakan Disiplin

Yaitu segala usaha yang dilakukan pimpinan terhadp bawahan dalam rangka memberikan sanksi bagi yang melanggar ketentuan yang berlaku. e. Tindakkan koreksi.

Yaitu segala usaha yang dilakukan pimpinan untuyk memperbaiki kesalahan-kesalahan atau penyimpangan tugas yang dilakukan oleh bawahan.

2. Variable Terikat (y) Disiplin kerja dengan meliputi indikator sebagai berikut: a. Kepatuhan teradap atasan, memperhatikan dan melaksanakan segala tugas

dan apa yang dianjurkan atau diperintahkan oleh atasan .

b. Ketaatan terhadap tata tertib dan peraturan, yaitu mengikuti ketentuan-ketentuan tentang tata tertib dan peraturan lainnya yan berlaku selama bekerja.

c. Ketaatan terhadap waktu, ketepatan dan keberadaan pada jam kerja yang ditentukan sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

d. Ketelitian dalam bekerja, melaksanakan tugas dengan seaik-baiknya, cermat dan hati-hati.

e. Ketertiban dalam bekerja, mengendalikan diri dan menciptakan suasana aman dan tenang selam bekerja.

(54)
(55)

I. Sistematika Penulisan

BAB I :PENDAHULUAN

Bab ini beisikan latar belakang masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, kerangka teori, hipotesis, definisi konsep, definisi operasional, dan sistematika penulisan.

BAB II : METODE PENELITIAN

Bab ini berisikan bentuk penelitian, lokasi penelitian, populasi dan sampel, teknik pengumpulan data, teknik penetuan skor, dan teknik analisis data.

BAB III :GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN

Bab ini meliputi gamaran umum lokasi penelitian, sejarah singkat berdirinya organisasi, kedudukan, tugas dan fungsi struktur organisasi.

BA IV :PENYAJIAN DATA

Bab ini berisikan tentang data-data yang diperoleh dari hasil penelitian dan memberikan interpretasi dari data yang di peroleh sehingga dapat menjawab permaslahan yang sudah dirumuskan.

BAB V :ANALISA DATA DAN INTERPRETASI DATA

(56)

BAB VI :KESIMPULAN DAN SARAN

(57)

BAB II

METODOLOGI PENELITIAN

A. Bentuk Penelitian

Bentuk penelitian yaitu penelitian metode kuantitatif dengan pedeketan korelasional,yaitu mencari hubungan antara variabel. Untuk keberhasilan suatu peneliti yang baik dalam memberikan gambaran dan jawaban terhadap permasalahan yang diangkat, tujuan serta manfaat penelitian sangat ditentukan oleh metode yang dipergunakan dalam penelitian.

B. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

C. Populasi dan Sampel

Sebelum penelitian dilaksanakan, maka penulis harus menetukan terlebih dahulu populasi yang akan diteliti. Populasi adalah “wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mmpunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti” (Sugiyono, 2001:57).

(58)

pegawai yang ada di Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai yaitu sebanyak 38 orang, dengan perincian sebagai berikut:

Tabel 1

Jumlah Pegawai di Sekretariat DPRD

No. Unit kerja Jumlah

1. 2. 3. 4. 5. Sekwan Bagian Umum Bagian Persidangan Bagian Keuangan

Bagian Hubungan Masyarakat

1 10 11 9 7

Total 38

Sumber: Bagian Umum, Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai

Menurut Hidayat (2002:2) “sampel adalah kelompok kecil yang kita amati dan merupaksan bagian dari populasi sehingga karakteristik populasi juga dimiliki oleh sampel”.

(59)

D. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data atau informasi, keterangan-keterangan, atau fakta-fakta yang diperlukan penulis dengan menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

1. Pengumpulan data primer

Data yang di peroleh melalui kegiatan penelitian langsung terju ke lokasi penelitian untuk mencari data yang lengkap dan berkaitan dengan masalah yang di teliti. Hal ini dilakukan wawancara dan penyebaran kuesioner kepada responden.

2. Pengumpulan data skunder

(60)

E. Teknik Pengukuran Skor

Teknik pengukuran skor atau nilai yang digunakan dalam penelitian ini adalah memakai skla ordinal untuk menilai jawaban kuesioner yang disebarkan kepada responden.

Adapun skor dari setiap pertanyaan yang ditentukan yait: a) Untuk alternatif jawaban a diberi skor 5 b) Untuk alternatif jawaban b diberi skor 4 c) Untuk alternatif jawaban c diberi skor 3 d) Untuk alternatif jawaban d diberi skor 2 e) Untuk alternatif jawaban e diberi skor 1

Kemudian untu menetukan kategori jawaban koresponden terhadap masing-masing alternatif apakah tergolong tinggi, sedang, atau rendah terleih dahulu ditentukan skala interval dengan cara sebagai berikut:

ilangan banyaknyab

ah skorterend ggi

skortertin

Maka diperoleh: 0,80 5

1 5

(61)

Dengan demikian dapat diketahui kategori jawaban responden masing-masing variabel yaitu:

a) skor untuk kategori sangat tinggi = 4,21 – 5,00 b) skor untuk kategori tinggi = 3,41 – 4,20 c) skor untuk kategori sedang = 2,61 – 3,40 d) skor untuk kategori rendah = 1,81 – 2,66 e) skor untuk kategori sangat rendah = 1,00 – 1,80

Untuk menetukan jawaban responden tergolong sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah atau sangat rendah maka jumlah jawaban responden akan ditentukan rata-ratanya dengan membagi jumlah pertanyaannya. Dari hasil pembagian tersebut akan dapat diketahui jawaban responden termasuk kategori yang mana.

F. Teknik Analisa Data

Teknik analisa data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif yang digunakan untuk menguji hubungan/pengaruh antara variabel bebas dan variabel terikat.

Adapun metode statistik yag digunakan adalah: 1. koefisien korelasi product moment

(62)

( )( )

( )

[

]

[

( )

]

− = 2 2 2 2 Y Y N Y X N y x xy N rxy keterangan:

rxy = angka indeks korelasi “r” product moment

N = populasi

∑xy = jumlah hasil perkalian antara skor x dan y

∑x = jumlah seluruh skor x

∑y = jumlah seluruh skor y

Untuk melihat hubungan kedua variabel tersebut maka dapat dirumuskan sebagai berikut:

a. nilai r yang positif menunjukan hubungan kedua variabel positif, artinya kenaikan nilai variabel yang satu diikuti variabel yang lain.

b. nilai r yang negatif menunjukan hubungan kedua variabel positif, artinya kenaikan nilai variabel yang satu diikuti variabel yang lain.

(63)
[image:63.612.247.438.217.453.2]

Untuk menentukan adanya hubungan yang tunggi atau rendah kedua variabel tersebut berdasarkan nilai r (koefisien korelasi) digunakan penafsiran/interpretasi angka yang dikemukakan oleh (sugiyono:149):

tabel 2 . Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi Interval

koefisien

Tingkat hubungan

0,00-0,199

0,20-0,339

0,40-0,599

0,60-0,799

0,80-1,000

Sangat rendah

Rendah

Sedang

Kuat

Sangat kuat

Dengan nilai r yang kita peroleh, kita dapat melihat secara langsung melalui tabel korelasi, untuk menguji apakah nilai r yang kita peroleh tersebut bearti atau tidak. Tabel korelasi ini mencantumkan batas-bats r yang signifikan tertentu dalam hal ini signifikan adalah 5%. Bila nilai r tyersebut adalah signifikan, artinya hipotesis kerja atau hipotesis alternatif dapat diterima.

(64)

Teknik ini digunakan untuk mengetahui barapa persen besarnya pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Perhitungan dilakukan dengan mengkuadratkan nilai Koefisien Korelasi Product Moment (rxy) dan dikalikan dengan 100%.

D =

( )

rxy 2x100%

Keterangan:

D =koefisien determinan

(65)

BAB III

DESKRIPSI LOKASI PENELITIAN

A. Sejarah Singkat Berdirinya Organisasi

Dasar pertimbangan untuk dilakukannya pemekaran kabupaten adalah luas wilayah dan

jumlah penduduk yang begitu besar untuk suatu kabupaten. Keinginan untuk dimekarkannya

kabupaten Deli Serdang menjadi 2 ( dua) kabupaten yaitu:

1. Kabupaten Deli Serdang sebagai Kabupaten Induk

2. Kabupaten Serdang Bedagai sebagai Kabupaten pemekaran.

Keinginan yang begitu besar dari masyarakat disikapi dengan arif dan bijaksana oleh

pemerintah Deli Serdang dengan menyusun konsep dasar pemekaran Kabupaten dan

melakukan kajian – kajian dalam rangka pemekaran.

Berdasarkan persetujuan DPR RI, Presiden Republik Indonesia menerbitkan

Undang-undang Nomor. 36 Tahun 2003 tentang pembentukan Kabupaten Serdang Bedagai di

Provinsi Sumatera Utara. Pertimbangan nama Kabupaten Serdang Bedagai, didasarkan pada

sejarah dimana wilayah ini dahulu berada dalam wilayah Kesultanan Serdang dan Kesultanan

Bedagai.

Dengan keluarnya Peraturan Pemerintah RI No. 41 tahun 2007 tentang organisasi

perangakat daerah yang ditindak lanjuti dengan Peraturan Daerah ( PERDA ) Kabupaten

(66)

pemerintah daerah Kabupaten Serdang Bedagai, maka terbentuklah Kantor Sekretariat DPRD

Kabupaten Serdang Bedagai.

Bentuk organisasi dan tata kerja Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai, yang

berpedoman pada Undang-undang No. 7 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom.

B. Visi dan Misi Sekretariat DPRD

Penetapan Visi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai sangat penting sebagai

sumber acuan pelaksanaan tugas yang diemban oleh seluruh jajaran pimpinan dan pegawai.

Visi tersebut digali dari kekayaan dasar dan nilai – nilai yang dianut seluruh anggota

organisasi, dengan mempertimbangkan faktor eksternal dan internal organisasi yaitu sebagai

berikut:

Visi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai

“Terciptanya Pelayanan Prima Dalam Rangka Optimalisasi Fungsi, Tugas dan Kewenangan DPRD Kabupaten Serdang Bedagai”

Penjelasan dar visi tersebut di atas adalah sebagai berikut:

a. Pelayanan Prima artinya pelayanan yang terbaik dapat diberikan

b. Optimalisasi, maksudnya fungsi, tugas dan kewenangan DPRD dapat seara

maksimal terlaksana sesuai dengan yag diharapkan mengacu kepada

peraturan perundang – undangan yang berlaku.

Untuk mewujudkan Visi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai tersebut, perlu

(67)

ditetapkan. Dengan adanya misi diharapkan seluruh pegawai dan pihak-pihak lain yang lain

berkepentingan dan berhubungan kepada sekeretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai

dapa mengetahui peran dan program-program serta hasil yang akan di peroleh di masa yang

akan datang, dan selanjutnya untuk mewujudkan Visi tersebut dapat dirumuskan Misi

Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai sebagai berikut:

a. Meningkatkan profesionalisme aparatur dilingkungan Sekretariat DPRD

b. Meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana untuk kelancaran tugas DPRD

c. Memfasilitasi pelaksanaan perjalanan/ kunjugan kerja, kehumasan dan kegiatan

protokoler lainnya kepada DPRD

d. Membangun rasa kebersamaan di dalam kelembagaan

e. Memfasilitasi dan kordinasi antara pihak legislatif dan eksekutif

f. Memberikan pelayanan administratif secara maksimal kepada DPRD

g. Memfasilitasi acara- acara rapat maupn persidangan para pimpinan dan anggota

DPRD.

C. Struktur Organisasi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai.

Susunan Organisasi Bagia Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai terdiri dari:

1. Sekwan

2. Kepala Bagian Umum

a. Sub Bagian Tata Usaha dan Kearsipan

(68)

3. Kepala Bagian Risalah dan Penataan Persidangan

a. Sub Bagian Risalah, Hukum dan Perundang-undangan

b. Sub Bagian Rapat dan Persidangan

4. Kepala Bagian Keuangan

a. Sub Bagian Keuangan DPRD

b. Sub Bagian Keuangan Sekretariat DPRD

5. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler

a. Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi

b. Sub Bagian Prtokoler dan Hubungan Antar Lembaga

D. Uraian Tugas dan Fungsi Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai

Berdasarkan tugas dan jabatan Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai maka

mempunyai fungsi sebagai berikut:

1. Sekwan

Mempunyai tugas memberikan pelayanan Umum, Risalah dan Penataan Persidangan,

Keuangan serta Hubungan Masyarakat dan Protokoler kepada DPRD. Untuk melaksanakan

tugas Sekwan menyelenggarakan fungsi:

a. Penyiapan konsep penyempurnaan dan penyususnan kebijakan, ketentuan dan

standar penyelenggaraan pelayanan sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan.

b. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Pimpinan DPRD, sesuai dengan tugas

dan fungsinya

(69)

d. Pelaporan dan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugas dan fungsinya kepada

DPRD sesuia dengan ketentuan yang di tetapkan

2. Kepala Bagian Umum

Kepala Bagian Umum mempunyai tugas membantu Sekretaris DPRD dalam

melaksanakan pengurusan Tata Usaha dan Kerasipan serta Urusan dalam.

Untuk melaksanakan bahan tugas sebagaimana yang dimaksud bagian umun terdiri dari:

a. Sub Bagian Tata Usaha dan Kearsipan, mempunyai tugas:

Mencari, mengumpulkan,mengelola dan menyajikan bahan/data untuk menysun dan

meyempurnakan kebijakan dalam bidang tata usaha dan kearsipan. Penyelesaian

pengelolahan urusan kepegawaian dan perlengkapan serta pemeliharaan/ perawatan

inventaris DPRD. Memberikan masukan dan melaporkan dan mempertanggung

jawabkan atas pelaksanaan tugasnya kepada kepala Bagia Umum, sesuai dengan

standar yang ditetapkan.

b. Sub Bagian Urusan Dalam, mempunyai tugas:

Mencari, mengumpulkan, dan mengelolah bahan untuk menyusun dan

menyempurnakan kebijakan dalam urusan dalam. Penyelenggaraan pengelolaan

urusan dalam, memberikan masukan, serta melaporkan.

3. Kepala Bagian Risalah dan Penataan Persidangan

Melaksanakan persiapan penyelenggaraan persidangan, pembuatan risalah, penyajian

bahan penyusunan perundang-undangan. Untuk melaksanakan tugas bagian risalah dan

(70)

a. Sub Bagian Risalah, Hukum dan Perundang – undangan, mempunyai tugas:

Mengumpulkan bahan, menyusun dan menyempurnakan kebijakan dalam bidang

penghipunan bahan dan data bidang hukum dan pendokumentasian produk – produk

hukum/ perundang- undangan. Serta menginventariskan produk hukum, penyuluhan

dan bantuan hukum dan kerja sama antar lembaga.

b. Sub Bagian Rapat dan Persidangan, mempunyai tugas:

penyiapan rapat – rapat, persidangan dan lembungan aspirasi/pelayanan masayarakat.

Melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh kepala bagian risalah dan penataan

persidangan sesuai dengan bidang tugasnya.

4. Kepala Bagian Keuangan

Penyelenggaraan pengurusan keuangan DPRD dan Sekretariat DPRD, sesuai dengan

ketentuan dan standar yang ditetapkan. Untuk melaksanakan tugas bagian keuangan terdiri

dari:

a. Sub Bagian Keuangan DPRD, mempunyai tugas :

Menyempurnakan kebijakan dalam bidang keuangan DPRD, pengelolaan keuangan,

belanja rutin dan pembinaan pembukuan, bendaharawan/pengelolaan pengurusan

(71)

b. Sub Bagian Keuangan Sekretariat DPRD, mempunyai tugas:

Melaksanakan pembukuan, bendaharawan dan memberi masukan yang perlu kepada

kepala bagian keuangan. Melaporkan dan mempertanggung jawabkan atas

pelaksanaan tugas.

5. Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokoler

Mengumpulkan, mengolah dan menyajikan bahan/ data da menyempurnakan

kabijakan dalam bidang hubungan masayarakat. Untuk melaksanakan tugas terdiri dari :

a. Sub Bagian Hubungan Masyarakat dan Dokumentasi, mempunyai tugas:

Penyelenggaraan penyusunan hubngan masyarakat dan dokumentasi, seta

memberikan masukan kepada bagian hubungan masyarakat dan protokoler sesuai

dengan tugasnya. Serta melaporkan pertanggung jawaban atas pelaksanaan tugasnya

sesuai dengan standar yang ditetapkan.

b. Sub Bagian Protokoler dan Antar Lembaga, mempunyai tugas:

Penyelenggaraan pengurusan protokoler dan hubungan antar lembaga, melaksanakan

tugas lain yang diberikan, memberikan masukan serta melaporkan dan

(72)

BAB IV

PENYAJIAN DATA

Untuk memperoleh data yang diperlukan maka salah satu cara yang dilakukan adalah dengan penyebaran kuesioner. Adapaun kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini bersifat tertutup yaitu responden diharuskan memilih salah satu alternatif jawaban yang tersedia. Setiap jawaban yang diberikan akan di beri nilai, skor dan selanjutnya akan dianalisa dengan menggunakan perhitungan statitik yaitu dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi Product Moment dan Koefisien Determinan.

Kuesionan yang disebarkan terdiri atas 3( tiga) kelompok pertanyaan yang terdiri dari:

1. Identitas Responden, terdiri dari 5 pertanyaan

2. Variabel Penelitian Pengawasan / Variabel Bebas ( X ), terdiri dari 15 pertanyaan.

3. Variabel Penelitian Disiplin Kerja Pegawai / Variabel Terikat ( Y ), terdiri dari 15 pertanyaan.

(73)

akan dianalisa secara kuantitatif yaitu untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kedua variabel tersebut.

Selanjutnya akan disajikan distribusi frekuensi jawaban responden yang diperoleh dari jawaban atas kuesioner yang diberikan. Data-data tersebut akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan kemudian diinterpretasikan.

A. Identitas Responden

Responden yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh Pegawai Negeri Sipil yang bekerja di Kantor Sekretariat DPRD Kabupaten Serdang Bedagai yang berjmlah 38 orang.

(74)
[image:74.612.118.524.187.342.2]

Tabel 3

Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

No Jenis kelamin Frekwensi Persentase

1 Laki-laki 30 78.95

2 Perempuan 8 21.05

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(75)
[image:75.612.131.522.183.375.2]

Tabel 4

Distribusi Responden Berdasarkan Usia

No Umur Frekwensi Persentase

1 25 s/d 30 Tahun 15 39.47

2 31 s/d 35 Tahun 2 5.26

3 36 s/d 40 Tahun 2 5.26

4 41 s/d 50 Tahun 13 34.21

5 51 Keatas 6 15.8

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(76)
[image:76.612.128.506.186.348.2]

Tabel 5

Distribusi Responden Berdasarkan Golongan

No Golongan Frekwensi Persentase

1 I a s/d I d - -

2 II a s/d II d 18 47.37

3 III a s/d III d 13 34.21

4 IV a s/d Iv d 7 18.42

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(77)
[image:77.612.137.513.186.402.2]

Tabel 6

Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Frekwensi Persentase

1 SD - -

2 SLTP - -

3 SLTA 21 55.28

4 D-III 2 5.26

5 S-I 10 26.31

6 S-II 5 13.15

Jumlah 38 100

Sumber: KuesionerPenelitian, 2010

(78)
[image:78.612.142.518.185.348.2]

Tabel 7

Distribusi Responden Masa Jabatan

No Masa Jabatan Frekwensi Persentase

1 01 s/d 10 Tahun 21 55.27

2 11 s/d 20 Tahun 3 7.89

3 21 s/d 30 Tahun 13 34.21

4 31Keatas 1 2.63

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(79)

B. Pengawasan Sebagai Variabel Bebas ( X )

[image:79.612.141.489.427.615.2]

Untuk mengatur variabel pengawasan, digunakan 15 pertanyaan yang diperoleh dari indikator – indikator yang ditentukan. Pada setiap pertanyaan diberikan 5 alternatif jawaban, dan kepada responden diminta untuk memilih salah satu dari keliam alternalif jawaban tersebut. Berdasarkan jawaban responden dari kuedioner yang diberikan yang berisi pertanyaan variabel x ( pengawasan) maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 8

Distribusi Jawaban Responden Tentang Pengawasan Dalam Pelaksanaan Tugas di Lingkungan Organisasi

No Kategori Frekwensi Persentase

1 Selalu 19 50.0

2 Kadang-kadang 19 50.0

3 Jarang - -

4 Jarang sekali - -

5 Tidak pernah - -

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(80)
(81)

Tabel 9

Distribusi Jawaban Responden Tentang Adanya Pengawasan Atasan Saat proses Bekrja Sedang Berlangsung

No Kategori Frekwensi Persentase

1 Selalu 17 44.73

2 Kadang-kadang 20 52.63

3 Jarang 1 2.64

4 Ragu-ragu - -

5 Tidak pernah - -

Jumlah 38 100

Sumber: Kuesioner Penelitian, 2010

(82)
(83)

Tabel 10

Distribusi Jawaban Responden Tentang Langkah Perbaikan Oleh Atasan Apabila Terjadi Masalah Atau Penyimpangan Dalam Pelaksanaan Tugas

No Kategori Frekwensi Persentase

1 Selalu 31 81.58

2 Kadang-kadang 7 18.42

3 Jarang

4 Jarang sekali

5 Tidak pernah

Jumlah 38 100

Sumber: kuesioner penelitian,2010

(84)
(85)

Tabel 11

Distribusi Jawaban Responden Tenang Pemeriksaan Tugas – tugas Yang Dilakukan Oleh Atasan

No Kategori Frekwensi Persentase

1 Selalu 16 42.1

2 Kadang-kadang 21 55.26

3 Jarang 1 2.64

4 Ragu-ragu

5 Tidak pernah

Jumlah 38 100

Sumber: kuesioner penelitian,2010

[image:85.612.137.502.215.401.2]
(86)
(87)
[image:87.612.141.501.214.402.2]

Tabel 12

Distribusi Jawaban Responden Tentang Peninjauan Ke Tempat Kerja Oleh Atasan Dalam Pelaksanaan Tugas Sehari – hari

No Kategori Frekwensi Persentase

1 Selalu 29 76.31

2 Jarang 8 21.05

3 Jarang sekali 1 2.64

4 Ragu-ragu - -

5 Tidak pernah - -

Jumlah 38 100

Sumber:kuesioner penelitian, 2010

Gambar

tabel 2 . Pedoman untuk memberikan interpretasi koefisien korelasi
Tabel 3
Tabel 4
Tabel 5
+7

Referensi

Dokumen terkait

Adapun evaluasi untuk PkM ini terhadap siswa-siswi setelah melakukan praktikum, latihan dan diskusi yaitu mereka dapat memahami proses pembuatan website sederhana

Maka dari itu tujuan penelitian ini untuk menentukan estimasi parameter model regresi linier sederhana Bayesian dengan distribusi prior informatif.

Manajemen perusahaan dapat mempercepat pengakuan pendapatan apabila pencatatan atas penjualan yang dilakukan oleh perusahaan ketika pembeli memiliki kemampuan

PENGGUNAAN TIMBANGAN ANALITIK Dipastikan dg menekan ke-empat sudut timbangan Menyalakan timbangan 1 set battery digunakan rata-rata untuk 40-50 subyek Memasang battery

21 Hasil penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan dengan sampel berusia 14-19 tahun di Brazil, jumlah sampel laki-laki 113 orang dan

Kandungan Logam Berat Pada Air, Sedimen dan Ikan Nila (Oreochromisniloticus Linn.) Di Karamba.. Danau

Penelitian lanjutan mengenai jenis logam berat yang berbeda serta parameter lingkungan yang dapat berpengaruh terhadap akumulasi logam berat oleh organisme seperti suhu, pH