• Tidak ada hasil yang ditemukan

Efektivitas Pelaksanaan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (Studi Kasus Di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Medan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Efektivitas Pelaksanaan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (Studi Kasus Di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Medan)"

Copied!
96
0
0

Teks penuh

Gambar

Grafik 3.1: Jumlah Kasus yang diadukan kepada BPSK Kota Medan sejak
Grafik 3.2: Jumlah Kasus yang ditangani BPSK melalui Konsiliasi, Mediasi, dan  Arbitrase
Grafik 3.3: Jumlah Kasus yang Masuk ke BPSK Dilihat dari Objek yang   Diadukan.

Referensi

Dokumen terkait

Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) merupakan suatu lembaga2. khusus yang dibentuk dan diatur dalam Undang-undang

Pasal 54 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa, putusan majelis bersifat final dan mengikat, tetapi putusan BPSK

Menurut Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ditegaskan bahwa setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha melalui

perlindungan konsumen diatur dalam Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dalam pasal 4 UUPK yang mana konsumen mempunyai hak untuk diberikan

Dari ketentuan pasal 52 huruf b, c, dan e Undang-undang Perlindungan Konsumen , dapat diketahui bahwa BPSK tidak hanya bertugas menyelesaikan sengketa diluar

Susunan majelis BPSK harus ganjil, dengan ketentuan minimal 3 (tiga) orang yang mewakili semua unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 Ayat (2) Undang- Undang Nomor 8

Dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau biasa disebut Undang-Undang Pokok Agraria yang disingkat UUPA diatur tentang hak-hak

Perlindungan konsumen menjadi penting karena selama ini kedudukan konsumen pada umumnya lemah di hadapan pelaku usaha, merupakan kewajiban Negara melindungi hak-hak konsumen, sebagai