Efektivitas Pelaksanaan Putusan Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (Studi Kasus Di Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen Kota Medan)
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) merupakan suatu lembaga2. khusus yang dibentuk dan diatur dalam Undang-undang
Pasal 54 ayat (3) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen yang menyatakan bahwa, putusan majelis bersifat final dan mengikat, tetapi putusan BPSK
Menurut Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen ditegaskan bahwa setiap konsumen yang dirugikan dapat menggugat pelaku usaha melalui
perlindungan konsumen diatur dalam Undang-undang No 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dalam pasal 4 UUPK yang mana konsumen mempunyai hak untuk diberikan
Dari ketentuan pasal 52 huruf b, c, dan e Undang-undang Perlindungan Konsumen , dapat diketahui bahwa BPSK tidak hanya bertugas menyelesaikan sengketa diluar
Susunan majelis BPSK harus ganjil, dengan ketentuan minimal 3 (tiga) orang yang mewakili semua unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 54 Ayat (2) Undang- Undang Nomor 8
Dalam Pasal 16 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria atau biasa disebut Undang-Undang Pokok Agraria yang disingkat UUPA diatur tentang hak-hak
Perlindungan konsumen menjadi penting karena selama ini kedudukan konsumen pada umumnya lemah di hadapan pelaku usaha, merupakan kewajiban Negara melindungi hak-hak konsumen, sebagai