• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respon Jajagoan (Echinochloa crus-galli ) Beda Ekotip Terhadap Metil metsulfuron

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Respon Jajagoan (Echinochloa crus-galli ) Beda Ekotip Terhadap Metil metsulfuron"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 2. Rataan jajagoan (E. crusgalli) yang bertahan hidup terhadap pemberian herbisida metil metsulfuron
Gambar 3. Grafik jajagoan yang bertahan hidup 6 MSA pada tiap ekotip.
Tabel rataan menunjukkan bahwa perlakuan herbisida metil metsulfuron berpengaruh nyata terhadap jumlah  anakan gulma
Gambar 4. Grafik jumlah anakan jajagoan tiap ekotip pada 3 MSA
+7

Referensi

Dokumen terkait

(2) Herbisida metil metsulfuron dengan berbagai taraf dosis yang diuji menyebabkan terjadinya perubahan komposisi jenis gulma pada pengamatan 2, 4, 8, dan 12 MSA, (3)

menunjukkan bahwa : (1) herbisida metil metsulfuron pada semua taraf dosis yang diuji (15 – 50 g/ha) efektif menekan pertumbuhan gulma daun lebar total hingga 12 MSA termasuk

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dosis herbisida metil metsulfuron 15 hingga 50 g.ha -1 efektif menekan penutupan gulma total dan bobot kering gulma golongan

Herbisida metil metsulfuron yang dikombinasikan ametrin, diuron serta herbisida ametrin dan diuron tunggal juga mampu menekan pertumbuhan gulma golongan lebar lebih dari 90

Sementara itu, pada populasi gulma yang berasal dari Sidrap dan Maros pada aplikasi natrium bispiribak dengan dosis anjuran (16 g b.a/ha) gulma tidak menunjukkan gejala

Periode kompetisi gulma E.crus-galli nyata menurunkan jumlah anakan, jumlah daun, indeks luas daun, bobot kering akar dan tajuk, anakan produktif, biji isi, produksi gabah

Peubah yang diamati pada tanaman padi dan gulma E.crus-galli meliputi: tinggi, jumlah anakan, jumlah daun, panjang dan lebar helai daun, panjang, lebar, dan luas daun bendera,

Perlakuan populasi 8 gulma E.crus-galli yang ditanam bersama padi menekan bobot kering total E.crus-galli sebesar 45.7% dibandingkan terhadap perlakuan 8 E..