• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi intrusion detection system untuk filtering paket data : studi kasus Yayasan Pembinaan Pendidikan Nusantara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Implementasi intrusion detection system untuk filtering paket data : studi kasus Yayasan Pembinaan Pendidikan Nusantara"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

(1)

IMPLEMENTASI INTRUSION DETECTION SYSTEM UNTUK

FILTERING PAKET DATA

(Studi Kasus : Yayasan Pembinaan Pendidikan Nusantara)

Oleh :

Muhammad Satria Nugraha 205091000064

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGRI SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

ii

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi yang berjudul “Implementasi Intrusion Detection System Untuk Filtering Paket Data (Studi Kasus : Yayasan Pembinaan Pendidikan Nusantara)” telah diuji dan dinyatakan lulus dalam Sidang Munaqosah Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, pada hari Selasa tanggal 3 Agustus 2010. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Komputer pada Program Teknik Informatika

Jakarta, 3 Agustus 2010 Tim Penguji,

Tim Pembimbing,

Mengetahui, Penguji I

Husni Teja Sukmana, Ph.d NIP. 1977 1030 200112 1 003

Pembimbing II

Wahyudi, S.Si, MT NIP. 19760904 200910 1 001

Pembimbing I

Arini, MT

NIP. 19760131 200910 2 001

Penguji II

Victor Amrizal, M.Kom NIP. 150 411 288

Dekan

Fakultas Sains Dan Teknologi

DR. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis

Ketua Program Studi Teknik Informatika

(3)

ABSTRAKSI

Muhammad Satria Nugraha, Implementasi Intrusion Detection System Untuk Filtering Paket Data (Studi Kasus : Yayasan Pembinaan Pendidikan Nusantara).

Dibawah bimbingan Arini MTdan Wahyudi, Ssi, MT.

Gangguan keamanan dapat dibagi menjadi dua kategori, gangguan internal dan gangguan eksternal. Gangguan internal terjadi dari pihak yang sudah mengetahui kondisi jaringan, dan gangguan eksternal terjadi dari pihak yang sengaja ingin menjatuhkan dinding keamanan. Gangguan keamaan yang terjadi pada tempat yang menjadi studi kasus ini terjadi dari pihak internal yang ingin menjatuhkan sistem kerja jaringan dan ingin mencoba ketahanan dari keamanan jaringan yang ada pada tempat tersebut. Dengan menggunakan IDS (Intrusion Detection System) hal tersebut dapat diatasi dengan cara mengenali setiap pola serangan yang dilakukan oleh intruder. Untuk mendeteksi setiap gejala serangan tersebut, sistem menggunakan pola pengenalan terhadap sourceyang didapat dari pihak yang dianggap sebagai ancaman dalam sistem jaringan komputer. Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam penelitian ini adalah Network Development Life Cycle. Penulis menggunakan Snort, Barnyard, dan BASE yang diimplementasikan pada mesin sensor berbasis Open Source. Keseluruhan sistem dibangun dalam simulasi WAN yang merepresentasikan sistem produksi. Hasil penelitian skripsi ini menyimpulkan bahwa setiap tindakan yang dilakukan oleh penyerang terhadap jaringan dapat diketahui oleh mesin sensor, sehingga dapat dilakukan pencegahan sebelum terjadi kerusakan data yang lebih luas.

(4)

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah, segala puja dan puji syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, atas segala rahmat dan hidayahnya, shalawat serta salam kepadaNya sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini sesuai dengan apa yang saya harapkan. skripsi ini disusun sebagai suatu syarat untuk mencapai tahap kelulusan dalam proses perkuliahan, mudah-mudahan menjadi karya yang spektakuler.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi sebagian syarat yang ditetapkan dalam rangka mengakhiri studi pada jenjang Strata Satu (S1) Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dengan selesainya penyusunan skripsi ini, saya tidak lupa menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang telah mendukung dalam penyusunan skripsi saya ini, antara lain kepada :

1. Orang tua saya, yang telah membesarkan saya dan mendoakan serta memberikan dukungan yang sangat besar terhadap saya, sehingga tersusunnya skripsi yang menjadi persyaratan mencapai suatu kelulusan. 2. Prof. Dr. Komaruddin Hidayat, MA, selaku Rektor Universitas Islam Negeri

(UIN) Jakarta.

3. Dr. Ir Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi.

(5)

5. Wahyudi, M.Si, MT, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan masukan dalam proses penyusunan skripsi saya dengan sabar dan penuh keikhlasan.

6. Seluruh dosen yang berada di Fakultas Sains dan Teknologi khususnya jurusan teknik informatika yang memiliki peran yang sangat besar bagi saya dalam proses perkuliahan.

7. Seluruh staf akademik Fakultas Sains dan Teknologi yang telah bekerja dengan baik melayani para mahasiswa, semoga amalnya diterima Allah SWT. 8. Teman spesialku Fitria Dewi, yang sudah menemaniku dalam suka dan duka dalam merintis dikehidupan yang semu ini, dan terus memberikan semangat, bantuan, dan kesetiaan dalam menyelesaikan skripsi saya.

9. Raihan Achyar Rusdiansyah S.Kom, Husin, dan Reza Andi Pradana, yang telah memberikan semangat dan dukungan kepada saya hingga selesainya skripsi saya, “Moga kita semua bisa menjadi penyemangat satu sama lainnya”.

10. Kawan-kawanku di TI.A maupun TI.B, yang sudah menjadi pendorong/motivasi semangat saya, dalam menyelesaikan skripsi ini.

11. Pihak-pihak lain, yang saya tidak dapat sebutkan namanya satu persatu. Thanks All.

(6)

persembahan terbaik bagi para dosen-dosen dan teman-teman yang berada di Fakultas Sains dan Teknologi.

Demikianlah kata pengantar dari saya dan sebagai suatu introspeksi diri, saya mohon maaf atas kekurangan dan kesalahannya. Dan kekurangan hanya terdapat pada diri saya, karena kebenaran sejati hanya milik Allah SWT saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 23 juli 2010

(7)

DAFTAR ISI

Cover ... Lembar Pengesahan ...………. Abstrak ……….. Kata Pengantar ………...………….. Daftar Isi ……… Daftar Tabel ……….…. Daftar Gambar ………..…

i ii iii iv vii xi xii

BAB I PENDAHULUAN ………...………….…... 1.1 Latar Belakang ………...………..………. 1.2 Rumusan Masalah ………...………..……… 1.3 Batasan Masalah ………... 1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian ………...…...

1.4.1 Tujuan Penelitian ………..………...………... 1.4.2 Manfaat Penelitian ………...

1.5 Metodologi Penelitian ………...

1.5.1 Metode Pengumpulan Data ………..…………..……. 1.5.2 Metode Pengembangan Sistem ………...

1.6 Sistematika Penulisan ………... 1 1 2 3 3 3 4 4 4 5 5

BAB II LANDASAN TEORI ...………...…………

2.1 Penerapan ...………...…..…...………...…

2.2Intrusion Detection System(IDS) ……….

2.2.1 Fungsi IDS (Intrusion Detection System) …... 2.2.2 Peran IDS (Intrusion Detection System) ……..….... 2.2.3 Tipe IDS (Intrusion Detection System) ……… 2.2.4 Keuntungan dan Kekurangan IDS ………...

(8)

2.3 Konsep dan Arsitektur Protokol .……….

2.3.1 TCP/IP (Transfer Control Protokol / Internet Protocol) …... 2.3.1.1 TCP (Transmission Control Protocol) …… 2.3.1.2 UDP (User Datagram Protocol) ………….

2.4 Konsep dan Arsitektur Jaringan ……….

2.4.1 LAN (Local Area Network) ………. 2.4.1.1 Konsep LAN ……… 2.4.1.2 Perangkat LAN ……… 2.4.1.3 Arsitektur LAN ……… 2.4.2 WAN (Wide Area Network) ………. 2.4.2.1 Konsep WAN (Wide Area Network) ……... 2.4.2.2 Perangkat WAN (Wide Area Network) …… 2.4.2.3 Teknologi WAN (Wide Area Network) …...

2.4.3 Gateway ………...

2.5Packet Filtering………...….

2.5.1 Keuntungan Packet filter………...……... 2.5.2 Dasar Packet Filtering ………. 2.5.3 Packet Filter Dinamis ……….. 2.5.4 Protocol Checking ………...

2.6 Wireless ………...….

2.6.1 Sistem Pengamanan Pada Jaringan Wireless

LAN ………. 2.6.2 Pengamanan Berbasis WEP Key ……….

2.7 Perangkat Keras dan Perangkat Lunak ..………...…..

2.7.1 Router Wireless …...……….……….…….. 2.7.2 Wireshark atau Ethereal ……… 2.7.3 Auditor Security Collection ………….………..…

2.7.4 VM Ware ………..…….

2.7.5 Digital Blaster ………....

2.7.6 Snort ……….……….

(9)

2.7.7 BASE (Basic Analysis and Security Engine) ……

2.7.8 Yersinia ………..………

2.7.9 MRTG (Multi Router Traffic Grapher) ………... 2.7.10 IPTables ……….

2.8 Metode Pengumpulan Data ...

2.8.1. Interview(wawancara) ... 2.8.2 Kuesioner (Angket) ... 2.8.3 Observasi (Pengamatan) ... 2.8.4 Studi Literatur ... 2.8.5 Studi Pustaka ………

2.9 Metode Pengembangan Sistem ...

2.9.1 Analisis ... 2.9.2 Perancangan ... 2.9.3 Simulasi Prototyping ... 2.9.4 Implementasi ... 2.9.5 Monitoring ... 2.9.6 Manajemen ...

45 46 46 47 47 48 49 49 49 50 50 51 51 52 52 52 53

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 3.1 Metodologi Pengumpulan Data ………...…...

3.1.1 Studi Pustaka ……….………... 3.1.2 Observasi ……… 3.1.3 Studi Literatur ………..

3.2 Metode Pengembangan Sistem ………..

54 54 54 54 55 57

BAB 1V HASIL DAN PEMBAHASAN ...

4.1 Analisis ………...….….

4.1.1 Identifikasi ………... 4.1.2 Understand ………...

4.1.3 Analyze ……….

4.1.4 Report ………...

(10)

4.2 Design(Perancangan) ………...….….

4.2.1 Perancangan Topologi Jaringan ……….. 4.2.2 Perancangan Sistem ……….

4.3 Simulation Prototyping ……… 4.4 Implementasi ………

4.4.1 Implementasi Topologi Jaringan ………. 4.4.1.1 Konfigurasi Router ……….. 4.4.1.2 Pemasangan Hub/Switch ………. 4.4.2 Implementasi IDS (Intrusion Detection System) …. 4.4.3 Snort ………...……….. 4.4.4 Barnyard ………...……… 4.4.5 BASE (Basic Analysis Security Engine) ….……….

4.5 Monitoring ………...

4.5.1 Pengujian Sistem IDS (Intrusion Detection

System) ……….

4.5.1.1Pengujian IDS dengan Serangan Bandwidth

Flooding ………...

4.5.1.2 PINGAttack (ICMP Traffic) ……… 4.5.1.3 Pengujian IDS dengan Serangan DOS Attack

(Denial Of Services) ………. 4.5.2 Analisis Data Menggunakan BASE ... 4.5.3 Pencegahan terhadap Serangan menggunakan

IPTables dan MAC Filtering ....………...……... 4.5.4 Keuntungan dan Hasil Menggunakan IDS (Intrusion

Detection System) ………

4.6 Manajemen ………...………. 65 65 67 68 70 70 71 74 75 75 78 78 81 81 81 86 89 96 98 106 106

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ...

5.1 Kesimpulan ………...………..…. 5.2 Saran ……….

107

(11)

DAFTAR PUSTAKA ... LAMPIRAN

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Topologi jaringan 8

Tabel 2.2 Rincian Topologi Fisik 25

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Layer TCP/IP 18

Gambar 2.2 Siklus NDLC (Network Development Life Cycle) 51

Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian 61

Gambar 4.1 Topologi Jaringan 65

Gambar 4.2 Sistem Operasi Auditor Security CollectionPada VM-Ware 69 Gambar 4.3 Tampilan Mesin Sensor Menggunakan Ubuntu 9.10 70 Gambar 4.4 Konfigurasi Internet Protokol Pada Router 72 Gambar 4.5 Konfigurasi Basic Setting Physical Wireless 73

Gambar 4.6 Konfigurasi Wireless Security 73

Gambar 4.7 Ping Clientke Router 74

Gambar 4.8 Proses Instalasi Snort 76

Gambar 4.9 Halaman Utama Instalasi BASE 80

Gambar 4.10 Halaman Database Setup BASE 80

Gambar 4.11 Halaman Konfirmasi Status Instalasi Database BASE 80

Gambar 4.12 FloodingKomputer Client 82

Gambar 4.13 Hasil Capture Pada Wireshark 83

Gambar 4.14 Hasil Konfersi Paket Data Pada Wireshark 83 Gambar 4.15 Capture pada Mesin Sensor IDS Mencatat File yang

Berukuran Besar 84

Gambar 4.16 Ping dari Client kedalam Mesin Sensor 86 Gambar 4.17 Hasil DumpPing Traffic Clientke Sensor 87 Gambar 4.18 Hasin Capture Snort dengan Modus Sniffing 87

Gambar 4.19 Hasil Caputrepada Mesin Sensor 89

Gambar 4.20 Auditor Security Collection 91

Gambar 4.21 Proses Penyerangan Dengan Yersinia 92

Gambar 4.22 Proses Monitoring Serangan 92

Gambar 4.23 Konversi Paket Data 1 93

Gambar 4.24 Konversi Paket Data 2 93

(14)

Gambar 4.26 Halaman Utama BASE 96 Gambar 4.27 Gambar 4.28 Gambar 4.29 Gambar 4.30 Gambar 4.31 Gambar 4.32 Gambar 4.33 Gambar 4.34

Diagram Batang Source IP dan Jumlah Alert

Tampilan Daftar Alert Pada Traffic Profile By Protocol Data Yang Diperoleh dari Komputer Penyusup Berdasarkan Model Sniffing

Data Yang Diperoleh dari Komputer Penyusup dengan TCPDump

Traffic Serangan Yang Ditangkap Pada Firewall Dengan MRTG (Multi Router Traffic Grapher)

Blok Target Dengan IPTables Pemilihan Alamat MAC Peyerang

Alamat MAC Peyerang Yang Sudah Terdaftar Dalam MAC Filtering 97 98 99 99 100 101 102 102 Gambar 4.35 Sensor Snort Berhenti Mendeteksi Setelah Serangan

Berhasil di Blok Dengan IPTables 103

Gambar 4.36

Gambar 4.37

Gambar 4.38

Gambar 4.39

Grafik Pengiriman Serangan Dari Penyerang Setelah Dilakukan Pemblokiran Dengan IPTables

Grafik Pemenerima Data Serangan Pada Firewall Setelah Diblok Dengan IPTables

Grafik Pemenerima Data Serangan Pada Firewall Setelah Diblok Dengan IPTables

Grafik Pemenerima Data Serangan Pada Sensor IDS Setelah Diblok Dengan IPTables

104

104

105

(15)

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gangguan pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua bagian, pertama adalah gangguan internal dan kedua adalah gangguan eksternal. Gangguan internal merupakan gangguan yang berasal dari lingkup dalam jaringan infrastruktur tersebut, dalam hal ini adalah pihak-pihak yang telah mengetahui kondisi keamanan dan kelemahan dari jaringan tersebut. Gangguan eksternal adalah gangguan yang berasal dari pihak luar yang ingin mencoba atau dengan sengaja ingin membobol dinding keamanan yang ada.

Pada yayasan yang menjadi tempat studi kasus penulis, terdapat gangguan keamanan yang terjadi dari pihak internal yaitu seorang pengguna yang ingin menjatuhkannya kinerja dari jaringan dan melakukan pengujian ketahanan terhadap sistem keamanan yang terdapat pada tempat penelitian penulis. Penulis melakukan pemantauan terhadap jaringan menemukan adanya tingkat lalu-lintas yang cukup tinggi. Proses tersebut terjadi melalui koneksi jaringan wireless yang disediakan oleh pihak yayasan yang berhasil diakses oleh pihak yang ingin melakukan pengerusakan.

(16)

bergantung pada kecepatan pengaturan jaringan dalam menindaklanjuti sistem saat terjadi gangguan. Salah satu komponen dari jaringan komputer yang perlu dikelola dengan menggunakan manajemen jaringan adalah

Intrusion Detection System (IDS). Penerapan IDS diusulkan sebagai salah satu solusi yang dapat digunakan untuk membantu pengaturan jaringan untuk memantau kondisi jaringan dan menganalisa paket-paket berbahaya yang terdapat dalam jaringan tersebut.

IDS diterapkan karena mampu medeteksi paket-paket berbahaya pada jaringan dan langsung memberikan peringatan kepada pengatur jaringan tentang kondisi jaringannya saat itu. Sudah terdapat banyak software IDS seperti Snort yang merupakan open source IDS yang juga digunakan dalam penelitian khususnya untuk filtering paket data. Namun belum terdapat sistem antar muka yang membantu para pengguna dalam mengatur sistem sehingga penerapan IDS ini masih sulit dilakukan. Oleh karena itu pada YAYASAN PEMBINAAN PENDIDIKAN NUSANTARA diusulkan untuk membuat sistem IDS lengkap dengan tampilan antar muka berbasiskan web dengan beberapa fitur tambahan yang diharapkan dapat membantu administrator dalam memonitor kondisi jaringannya serta meningkatkan mutu jaringan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah

(17)

2. Bagaimana cara mengatasi serangan dari para intruder dengan melihat

sourceyang diperoleh dari penyusup ?

3. Bagaimana keuntungan atau hasil dengan menerapkan IDS?

1.3 Batasan Masalah

Dalam penulisan skripsi ini penulis hanya membatasi permasalahan pada: 1. Melakukan proses monitoring terhadap jaringan atas serangan yang terjadi

pada jaringan wireless.

2. Tools yang digunakan untuk melakukan monitoring antara lain Snort,

BASE, dan Wireshark.

3. Aplikasi untuk melakukan proses penyerangan yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah Auditor Security Collection dan Digital Blaster.

4. Tingkat keamanan diterapkan pada mesin sensor yang bertugas melakukan

monitoring, konfigurasi Router Wireless (MAC Filtering), dan IPTables untuk melakukan pencegahan.

5. Tidak mengfokuskan permasalahan keamanan jaringan pada konfigurasi

firewallyang lebih lanjut.

1.4 Tujuan dan Manfaat Penelitian

1.4.1 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(18)

2. Melakukan analisis dan mencari bukti dari percobaan intrusi.

3. Menemukan usaha-usaha tidak sah untuk mengakses resource

komputer seseorang.

4. Mengetahui serangan yang terjadi didalam jaringan sehingga dapat melakukan pendeteksian.

1.4.2 Manfaat Penelitian

1. Dapat memahami cara kerja dari IDS.

2. Mengetahui jalur mana saja yang mungkin digunakan penyusup agar dapat dilakukan pemblokiran sehingga tidak dimanfaatkan lagi. 3. Menyediakan informasi yang akurat terhadap gangguan secara

langsung.

1.5 Metodelogi Penelitian

1.5.1 Metode Pengumpulan Data

1. Studi Pustaka

Melakukan penelitian terhadap dokumen dan artikel yang berkaitan dengan tema yang penulis angkat. Baik berupa artikel, jurnal, hingga buku-buku yang menjadi dasar penelitian.

2. Studi Lapangan

(19)

terjadi didalam jaringan tempat penulis melakukan penelitian. Kemudian, penulis melakukan pengumpulan data yang didapat dari hasil pemantauan tersebut terhadap proses-proses yang terjadi pada jaringan tersebut.

3. Studi Literatur

Metode ini dilakukan untuk melihat konsep yang sudah ada dari IDS. Ini diambil dari penelitian-penelitian yang sudah ada sebelumnya.

1.5.2 Metode Pengembangan Sistem

Dalam penelitian skripsi ini, penulis menggunakan pendekatan terhadap model NDLC (Network Development Life Cycle), fase-fase model NDLC meliputi :

1. Analisis 2. Design.

3. Simulation Prototyping. 4. Implimentation.

5. Monitoring.

6. Management.

1.6 Sistematika Penulisan

(20)

BAB I PENDAHULUAN

Menguraikan tentang latar belakang permasalahan, tujuan penulisan, ruang lingkup permasalahan.

BAB II LANDASAN TEORI

Pada bab ini akan di perkenalkan serta di jelaskan teori-teori yang di pakai dalam penulisan ini.

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

Berisi analisis terhadap penggunaan IDS dalam mendeteksi seranggan yang mungkin terjadi didalam jaringan wireless.

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan cara kerja dari IDS itu sendiri dalam melakukan proses pemantauan terhadap kemungkinan serangan didalam jaringan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

(21)

BAB II

LANDASAN TEORI

2.1 Penerapan

Penerapan adalah pemanfaatan hasil penelitian, pengembangan, dan atau ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam kegiatan perekayasaan, inovasi, serta difusi teknologi. ( Martoyo, 2005:47)

2.2 Intrusion Detection System(IDS)

Webster's mendefinisikan sebuah intrusi sebagai "tindakan pemaksaan, memasuki tempat atau negara tanpa adanya undangan, dibenarkan, atau sambutan". Ketika kita berbicara tentang deteksi intrusi kita mengacu kepada tindakan mendeteksi suatu gangguan yang tidak sah oleh komputer di sebuah jaringan. Tindakan ini (intrusi), merupakan upaya untuk kompromi, atau dinyatakan merugikan, ke perangkat jaringan lainnya.(Kohlenberg, 2007:2)

(22)

2.2.1 Fungsi IDS (Intrusion Detection System)

Beberapa alasan untuk memperoleh dan menggunakan IDS (intrusion detection system)(Ariyus, 2007:31), diantaranya adalah: 1. Mencegah resiko keamanan yang terus meningkat, karena banyak

ditemukan kegiatan ilegal yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan hukuman yang diberikan atas kegiatan tersebut.

2. Mendeteksi serangan dan pelanggaran keamanan sistem jaringan yang tidak bisa dicegah oleh sistem umum pakai, seperti firewall.

Sehingga banyak menyebabkan adanya begitu banyak lubang keamanan, seperti:

 Banyak dari legacy sistem, sistem operasi tidak patch

maupun update.

 Patch tidak diperhatikan dengan baik, sehingga menimbulkan masalah baru dalam hal keamanan.

 User yang tidak memahami sistem, sehingga jaringan dan protokol yang mereka gunakan memiliki lubang keamana.

 User dan administrator membuat kesalahan dalm konfigurasi dan dalam menggunakan sistem.

(23)

4. Mengamankan file yang keluar dari jaringan.

5. Sebagai pengendali untuk rancangan keamanan dan administrator, terutama bagi perusahaan yang besat

6. Menyediakan informasi yang akurat terhadap ganguan secara langsung, meningkatkan diagnosis, recovery, dan mengoreksi faktor-faktor penyebab serangan.

2.2.2 Peran IDS (Intrusion Detection System)

IDS (intrusion detection system) juga memiliki peran penting untuk mendapatkan arsitektur defence-in-depth (pertahanan yang mendalam) dengan melindungi akses jaringan internal, sebagai tambahan dari parameter defence. Hal-hal yang dilakukan IDS (intrusion detection system) pada jaringan internal adalah sebagai berikut:(Ariyus, 2007:34)

 Memonitor akses database : ketika mempetimbangkan pemilihan

kandidat untuk penyimpanan data, suatu perusahaan akan memilih database sebagai solusi untuk menyimpan data-data yang berharga.

 Melindungi e-mail server : IDS (intrusion detection system) juga

berfungsi untuk mendeteksi virus e-mail seperti QAZ, Worm, NAVIDAD Worm, dan versi terbaru dari ExploreZip.

 Memonitor policy security : jika ada pelanggaran terhadap policy

(24)

bahwa telah terjadi sesuatu yang tidak sesuai dengan aturan yang ada.

2.2.3 Tipe IDS (Intrusion Detection System)

Pada dasarnya terdapat tiga macam IDS (intrusion detection system), yaitu: (Ariyus, 2007:36)

1. Network based Intrusion Detection System (NIDS) : Semua lalu lintas yang mengalir ke sebuah jaringan akan dianalisis untuk mencari apakah ada percobaan serangan atau penyusupan ke dalam sistem jaringan. NIDS umumnya terletak di dalam segmen jaringan penting di mana server berada atau terdapat pada "pintu masuk" jaringan. Kelemahan NIDS adalah bahwa NIDS agak rumit diimplementasikan dalam sebuah jaringan yang menggunakan

switch Ethernet, meskipun beberapa vendor switch Ethernet sekarang telah menerapkan fungsi IDS di dalam switch buatannya untuk memonitor port atau koneksi.

2. Host based Intrusion Detection System (HIDS): Aktivitas sebuah

(25)

3. Distributed Intrusion Detection System (DIDS) : sekumpulan sensor IDS yang saling terhubung satu sama lain dan berfungsi sebagai remotet sensor (sensor jarak jauh) yang memberikann pelaporanpada manajemen sistem terpusat.

Pembagian jenis-jenis IDS yang ada saat sekarang ini didasarkan pada beberapa terminologi, di antaranya:(Ariyus, 2007:36)

1. Arsitektur sistem

Dibedakan menurut komponen fungsional IDS (intrusion detection system), bagaimana diatur satu sama lainnya.

Host-Target Co-Location : IDS dijalankan pada sistem yang

akan dilindungi. Kelemahan sistem ini adalah jika penyusup berhasil memperoleh akses ke sistem maka penyusup dapat dengan mudah mematikan IDS tipe ini.

Host-Target Separation : IDS diletakkan pada komputer yang

berbeda dengan komputer yang akan dilindungi. 2. Tujuan Sistem

Ada dua bagian tujuan intrusion detection system (IDS), diantaranya adalah:

 Tanggung jawab : adalah kemampuan untuk menghubungkan

(26)

 Respons : suatu kemampua untuk mengendalikan aktivitas

yang merugikan dalam suatu sistem komputer. 3. Strategi Pengendalian

Pada tahap ini IDS dibedakan berdasarkan yang dikendalikan, baik input maupun outputnya. Jenis-jenis IDS menurut terminologi ini adalah:

 Terpusat : seluruh kendalai pada IDS, baik monitoring, deteksi,

dan pelaorannya dikendalikan secara terpusat.

 Terdistribusi Parsial : monitoring dan deteksi dikendalikan dari

node lokal dengan hierarki pelaporan pada satu atau beberapa pusat lokasi.

 Terdistribusi Total : monitoring dan deteksi menggunakan

pendekatan berbasis agen, dimana keputusan respons dibuat pada kode analisis.

4. Waktu

Waktu dalam hal ini berarti waktu antara kejadian, baik monitoring atau analisis. Jenisnya adalah:

Interval-Based (Batch Mode) : informasi dikumpulka terlebih

dahulu, kemudian dievaluasi menurut interval waktu yang telah ditemtukan.

Realtime (Continues) : IDS memperoleh data terus menerus

(27)

sehingga secara cepat dapat melekukan respons terhadap penyerangan.

5. Sumber Informasi

IDS (intrusion detection system) dibedakan menurut sumber daya yang diperoleh. Jenis-jenis IDS menurut terminologi ini di antaranya:

Host-Based : IDS memperoleh informasi dari data yang

dihasilkan oleh sistem pada sebuah komputer yang diamati. Biasanya informasi yang diperoleh berupa log yang dihasilkan dengan memonitor sistem file, event, dan keamanan pada Windows NT san syslog pada lingkungan sistem opersi UNIX.

Network-Based : IDS memperoleh informasi dari paket-paket

jaringan yang ada. Network-Based menggunakan raw packet

yang ada pada jaringan sebagai sumber datanya, menggunakan

network adapter yang bejalan pada mode prosmicuous sebagai alat untuk menangkap paket-paket yang akan di pantau.

(28)

2.2.4 Keuntungan dan Kekurangan IDS

Berikut ini beberapa keuntungan dari penerapan IDS pada sistem jaringan komputer :

1. Secara efektif mendeteksi aktifitas penyusupan, penyerangan atau tindak pelanggaran lainnya yang mengacam aset atau sumber daya sistem jaringan.

2. IDS membuat administrator diinformasikan tentang status keamanan.

3. IDS secara berkesinambungan mengamati traffic dari sistem jaringa komputer dan secara rinci menginformasikan setiap event

yang berhubungan dengan aspek keamanan.

4. IDS menyediakan informasi akurat terhadap gangguan secara langsung, meningkatkan diagnosis, pemulihan, mengoreksi sejumlah faktor penyebab intursi atau serangan.

5. Sejumlah file log yang berisi catatan aktifitas kinerja IDS adalah bagian penting dari forensik komputer yang dapat digunakan sebagai sumber informasi untuk proses penelusuran aktivitas serangan yang terjadi, analisis dan audit kinerja sensor IDS serta sebagai barang bukti untuk tindakan hukum.

Ada pula kekeurangan yang terdapat pada penerapan sensor IDS, sebagai berikut :

(29)

mengeksploitasi IDS yang tidak mengenali jenis serangan spesifik. Karena signature tidak dapat dibuat tanpa mempelajari traffic

seranagan.

2. False Negative adalah serangan sesungguhnya yang tidak terdeteksi maka tidak ada peringatan ataunotificationmengenai peristiwa ini. 3. False Positive adalah kesalahan IDS dalam mendeteksi traffic

network normal sebagai suatu serangan. Jika terjadi dalam jumlah besar berkemungkinan menutupi kejadian intrusi sesungguhnya.

2.3 Konsep dan Arsitektur Protokol

Dalam komunikasi data ada tata cara dan prosedur yang harus diikuti oleh dua buah atau lebih sistem yang ingin saling berhubungan dan berkomunikasi. Prodesur ini dikenal sebagai protokol.(Tanutama, 1995:2)

ada pula standar potokol, yaitu suatu himpunan petunjuk yang mengatur bagaiman asebuah perangkat keras dan perangkat lunak akan dioperasikan dan bagaimana kedua perangkat tersebut dapat saling dihubungkan dengan perangkat keras dan perangkat lunak lainnya. Ada dua macam standar protokol, yaitu: (Sutanta, 2005:21)

1. Standar protokol de facto, merupakan standar-standar protokol yang tidak diadopsi oleh bangunan protokol standar. Ini ditetapkan oleh masing-masing perusahaan pembuat perangkat keras dan perangkat lunak.

(30)

Sedangkan protokol jaringan adalah kumpulan standar yang mengatur tata cara suatu informasi atau data ditransmisikan melalui jaringan.(Kurniawan, 2007:11) protokol jaringan ada bebrapa macam yang utama diantaranya adalah TCP/IP, IPX/SPX, UDP, Apple Talk. Standar protokol komunikasi data yang digunakan dan diakui dunia adalah TCP/IP dan Model Referensi OSI.

2.3.1 TCP/IP (Transfer Control Protokol / Internet Protocol)

Pada tahun 1969, lembaga riset Departemen Pertahanan Amerika, DARPA (Defence Advance Research Project Agency), mendanai sebuah riset untuk mengembangkan jaringan komunikasi data antara komputer. Riset ini bertujuan untuk mengembangkan jaringan komunikasi data yang transparan, dimana komunikasi data dapat berhubungan dengan jaringan lainnya, serta tahan terhadap berbagai gangguan. Pengembangan jaringan ini ternyata berhasil dan melahirkan ARPANET pada tahun 1972.(Purbo, 1998:8)

Pada dasarnya, komunikasi data merupakan proses mengirimkan dara dari satu komputer ke komputer lain. Unutk mengirimkan data, pada komputer harus ditambahkan alat khusus, yang dikenala sebagai

(31)

TCP/IP adalah sekumpulan protokol yang dirancang untuk melakukan funsi-fungsi komunikasi data pada Wide Area Network

(WAN). TCP/IP terdiri dari sekumpulan protokol yang masing-masing bertanggung jawab atas bagian-bagian tertentu dari komunikasi data. Sekumpulan protokol TCP/IP ini dimodelkan dengan empat layer

[image:31.595.113.503.196.549.2]

TCP/IP.

Gambar 2.1 Layer TCP/IP (Sumber :

http://docstore.mik.ua/orelly/networking/tcpip/figs/tcp2_0102.gif)

(32)

Transfer Protcol (HTTP), dan File Transfer Protocol(FTP).

(Mulyanta, 2005:32)

Layer transport atau biasa disebut host-to-host adalah layer yang memberikan layanan transfer data secara transparan antar host serta bertanggung jawab terhadap metode recovery kesalahan end-to-end.

Lapisan ini juga berfungsi sebagai pengatur aliran data serta memastikan kelengkapan data saat dilakukan proses transfer.

(Mulyanta, 2005:32)

Layer Internet adalah sekelompok metode internetworkingdalam protokol TCP / IP yang merupakan dasar dari internet. Ini adalah kelompok metode, protokol, dan spesifikasi yang digunakan untuk mengangkut datagrams (paket) dari host yang melintasi batas-batas jaringan, jika perlu hosttujuan ditentukan oleh alamat jaringan (Internet Protocol).

Network layer menyediakan proses penentuan rute pengiriman paket dijaringan dari pengirim ke penerima. Lapisan ini juga menyediakan teknologi untuk melakukan proses switching dan routing, membuat path secara logika yang disebut sirkuit virtual, dan melakukan tranfer data dari node ke node.(Mulyanta, 2005:31)

2.3.1.1 TCP (Transmission Control Protocol)

(33)

sebagai connection oriented, reliable, byte stream service. (Purbo, 1998:51) TCP bersifat connection-oriented dengan

membangun dan menjaga koneksi end-to-end antara entitas yang sedang berkomunikasi dengan menggunakan mekanisme three-way handshake, yaitu mekanisme negoisasi untuk mensinkronisasikan parameter koneksi dua entitas ketika membangun koneksi komunikasi. Reliable berarti TCP menerapkan proses deteksi kesalahan paket dan transmisi. Sedangkan Byte Stream Service berarti paket dikirimkan dan sampai ketujuan secara berurutan. TCP memilki 3 macam tugas dasar, sebagai berikut: (Sutanta, 2005:138)

1. Menyediaka komunikasi proses-ke-proses.

2. Menyediakan kendali aliran (flow control) sebagai pembeda dengan UDP

3. Menyediakan kendali kesalahan (error control) sebagai pembeda dengan UDP.

(34)

Dalam satu jaringan terdapat ID host dan ID jaringan. Penjelasan ID Host dan ID jaringan Sebagai berikut:

(Kurniawan, 2007:13)

 ID Host(Host ID)

ID Host merupakan ID yang digunakan untuk mendefinisikan suatu host secara spesifik pada jaringan komputer, seperti alamat yang menunjukan alamat rumah pada suatu kota. Dalam setiap jaringan (subnet) setiap komputer memiliki ciri khas yang berbeda dari komputer lain, berupa identitas yang ada pada LAN Card. Setiap LAN Card mempunyai ID yang berbeda-beda.

 ID Jaringan (Network ID)

ID jaringan digunakan untuk melanjutkan kiriman paket-paket data yang melewati jaringan. Ketika mengirimkan paket-paket data pada jaringan, setiap host harus mempunyai dan menggunakan alamat dari ID host. Semua host yang mempunyai ID jaringan yang sama harus terletak pada segmen jaringan yang sama pula.

2.3.1.2 UDP (User Datagram Protocol)

UDP merupakan komunikasi proses-ke-proses. UDP juga telah diketahui membuat komunikasi tanpa koneksi

(35)

transminasi tambahan.(Sutanta, 2005:121) UDP menjadi perantara antara lapisan application layer dan network layer.

UDP menggunakan nomor port untuk mengidentifikasi aplikasi dalam satu kesatuan komunikasi, yang dalam keadaan biasa dikenal dengan Client-Server.

UDP bersifat connectionless. Dalam UDP tidak ada

sequencing (pengurutan kembali) paket yang datang,

acknowledgement terhadap paket yang datang, atau retransmisi

jika paket mengalami masalah ditengah jalan. Karena sifatnya yang connectionless dan unreliable, UDP digunakan oleh aplikasi-aplikasi yang secara periodik melakukan aktifitas tertentu, serta hilangnya satu data dapat diatasi pada query

periode berikutnyadan melakukakan pengiriman data ke jaringan lokal.

2.4 Konsep dan Arsitektur Jaringan

(36)

Jaringan komputer merupakan gabungan antara teknologi komputer dan teknologi komunikasi.(Sopandi, 2006:5) gabungan teknologi ini melahirkan pengolahan data yang dapat didistribusikan, mencakup pemakaian database, software aplikasi dan aplikasi peralatan hardware secara bersamaan, untuk membantu proses otomatisasi perkantoran dan peningkatan kearah efisiensi kerja. Tujuan dari jaringan komputer adalah:

1. Membagi sumber daya, seperti printer, CPU (Central Processing Unit), memori, dan Harddisk.

2. Komunikasi, contohnya surat elektronik,instant messaging,chatting

3. Akses informasi, contohnyaweb browsing

Client-server

Client-server adalah jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server.(Irwanto, 2007:205)Sebuah layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih.

Peer-to-peer

(37)

2.4.1 LAN (Local Area Network)

2.4.1.1 Konsep LAN

LAN (Local Area Network) adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dan perangkat didalam wilayah geografis yang terbatas, seperti rumah, labolaturium komputer, gedung kantor atau berupa gedung yang berdekatan.(Naproni, 2007:4) LAN menyediakan jaringan komunikasi berkecepatan tinggi pada komputer-komputer dan terminal-terminal yang dihubungkan satu sama lain dan terletak pada beberapa tempat yang terpisahdan biasanya tidak terlalu jauh, seperti bangunan kantor.

2.4.1.2 Perangkat LAN

1. Switch : menyaring dan menyampaikan paket data berdasarkan alamat tujuan dari setiap frame data. Bekerja pada Data Link Layer.

2. Router : menggunakan satu atau lebih matrik untuk menentukan jalur yang efektif dan efisien dalam menyampaikkan paket ke node tujuan. Bekerja pada Network Layer.

3. Hub : berperan sebagai titik pemberhentian sejumlah node.

Dapat melakukan pengaturan dan pengiriman ulang sinyal ke

(38)

4. Repeater : menerima, memperbaharui ulang waktu dan sinyal serta melanjutkan proses pengiriman sinyalnya ke node

tujuan. Bekerja pada Data Link Layer.

5. Bridge : menghubungkan dan melewatkan paket diantara dua segmen jaringan yang menggunakan protokol komunikasi yang sama. Bekeraja pada Data Link Layer.

2.4.1.3 Arsitektur LAN

[image:38.595.113.517.176.637.2]

Topologi jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan yaitunode, link, danstation. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama seperti di bawah ini :

Tabel 2.2 Topologi jaringan (Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer)

Topologi Keterangan

Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel UTP

(Unshielded Twisted Pair). Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation

(39)

Topologi ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sehingga membentuk jalur melingkar membentuk ring (cincin). Pada topologi ring, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan.

Merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral denganhirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi.

sejenis topologi jaringan yang menerapkan hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran harus disediakan untuk membentuk jaringan ini adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral).

2.4.2 WAN (Wide Area Network)

2.4.2.1 Konsep WAN (Wide Area Network)

(40)

2.4.2.2 Perangkat WAN (Wide Area Network)

Dalam menerapkan teknologi WAN, dibutuhkan fungsionliatas dari sejumlah perangkat WAN, antara lain :

(http://clickmusab.blogspot.com/2010/04/perangkat-perangkat-wan.html)

1. Switch : adalah sebuah alat jaringan yang melakukanbridging transparan (penghubung segementasi banyak jaringan dengan forwarding berdasarkan alamat MAC).

2. Modem : Modem berasal dari

singkatanMOdulator DEModulator. Modulator merupakan bagian yang mengubah sinyal informasi kedalam sinyal pembawa (Carrier) dan siap untuk dikirimkan, sedangkan Demodulator adalah bagian yang memisahkan sinyal informasi (yang berisi data atau pesan) dari sinyal pembawa

(carrier) yang diterima sehingga informasi tersebut dapat diterima dengan baik. Modem merupakan penggabungan kedua-duanya, artinya modem adalah alat komunikasi dua arah.

3. CSU / DSU (Channel Service Unit / Digital Service Unit) :

(41)

4. ISDN Terminal Adapter : perangkat yang digunakan untuk menghubungkan koneksi BRI (Basic Rate Interface) ISDN ke

interface lainnya.

5. Communication /Access Server : mengkonsentrasikan atau memusatkan proses dial-in atau dial-up pengguna layanan WAN dan remote access ke sebuah LAN.

2.4.2.3 Teknologi WAN (Wide Area Network)

Teknologi WAN mendefinisikan bagaiman suatu frame

data dibawa melintasi suatu sistem ke sistem lainnya dalam suatu data-link layer. Protokol pada physical layer

mendefinisikan bagimana menyediakan koneksi elektris, mekanis dan fungsional ke layanan yang disediakan oleh penyedia layanan komunikasi. Protokol pada data-link layer

mendefinisikan data dienkapsulasi untuk kemudian ditransmisikan ke sistem tujuan dan bagaimana mengelola mekanisme transmisi frame yang dihasilkan ke sistem tujuan. WAN memiliki beberapa layanan, antara lain:

(42)

melalui saluran yang sama, untuk kemudian diurutkan dan diarahkan ke rute yang berbeda melalui router.

2. Jaringan circuit-switched : jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit yang dedicated diantara node dan terminal untuk digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi.

( http://id.wikipedia.org/wiki/Circuit_switching)

3. Dedicated Point-to-Point : mekanisme penyediaan jalur khusus, dimana communication loop disediakan untuk pelanggan pribadi. Bandwidth yang disediakan adalah leased line.

Terdapat pula protokol yang digunakan pada jaringan WAN, antara lain :

1. Frame Relay :suatu layanan paket data yang memungkinkan beberapa user menggunakan satu jalur transmisi secara bersama-sama.(Syafrizal, 2005:201)

(43)

3. PPP (Point-To-Point) : data linkprotokol yang menyediakan akses dial-up melalui port serial.(Syafrizal, 2005:69)

Protokol ini merupakan standar industri yang berjalan pada lapisan data-linkdan dikembangkan pada awal tahun 1990-an sebagai respon terhadap masalah-masalah y1990-ang terjadi pada protokolSerial Line Internet Protocol(SLIP), yang hanya mendukung pengalamatan IP statis kepada para kliennya.

4. ISDN (Integrated Service Digital Network) : protokol komunikasi yang ditawarkan oleh perusahaan telepon, yang mengizinkan dan memungkinkan jaringan telepon untuk dapat membawa muatan data, suara, vidoe, dan paket data lainnya.

2.4.3 Gateway

Gateway adalah sebuah istilah umum untuk sebuah sistem

(44)

Gateway juga memiliki fungsi sebagai penghubung antara jaringan yang satu dengan yang lainnya, ini berbeda dengan router yang berfungsi untuk mencari “the best path” atau jalur terbaik untuk meneruskan paket data. Dalam suatu sistem networking terlebih dalam bentuk implementasi dari jaringan WAN mutlak diperlukan sebuah

gatewayyang fungsinya sebagai penghubung jaringan LAN ke jaringan WAN, tetapi untuk jaringan LAN sendiri tidak perlu gateway karena LAN berada dalam satu network dan kita tahu sendiri bahwa di dalam WAN itu sendiri pasti terdapat LAN. Peran gateway sebagai penghubung dan perantara sangat berperan penting sebagai komunikasi dari satu jaringan ke jaringan yang lainnya.

2.5Packet Filtering

Paket filtering yang disebut juga screening router, yaitu suatu router yang melakukan routing paket antara jaringan internal dengan jaringan eksternal sesuai dengan kebijakan keamanan yang digunakan pada suatu jaringan. (Kurniawan, 2007:203) Informasi yang digunakan untuk menyeleksi paket-paket tersebut antara lain alamat IP sumber dan tujuan, protokol yang digunakan (TCP, UDP, atau ICMP), dan alamat port sumber dan tujuan.

(45)

Packet filtering yang mmenetukan apakah suatu packet diizinkan atau diblok hal ini tergantung dari kebijakan keamanan (Security Policy).

2.5.1 Keuntungan Packet filter

Keuntungan yang utama dari packet filter bisa dapat mempengaruhi :(Ariyus, 2006:118)

1. Mengizinkan untuk menyediakan layanan pribadi, karena bisa melindungi jaringan secara keseluruhan.

2. Tidak mendizinkan atau memblok semua host menggunakan telnet

serviceke server.

3. Menyaring semua packet yang akan keluar dari suatu workstation

baik ke internet atau ke jaringan lokal kalau packet tersebut memenuhi standar kebijakan keamanan yang sudah disepakati. 4. Menyaring paket yang datang dari luar jaringan yang tidak

memenuhi syarat security policy (kebijakan keamanan).

Perlindungan tertentu bisa dilayani dengan menggunakan filtering roauter dan hanya penyerang menyerang lokasi khusus pada suatu jaringan. Filtering roauter merupakan suatu alat deteksi yang bagus untuk menyaring paket yang tidak sah.

2.5.2 Dasar Packet Filtering

(46)

diizinkan dan mana yang diblok. (Ariyus, 2006:120) Transfer data berdasarkan hal-hal berikut :

 Alamat dari mana data datang

 Alamat dari mana data akan dikirimkan

 Aplikasi port yang digunakan untuk transferdata

Dasar sistem packet filter tidak melakukan perubahan terhadap data yang akan dikirim, packet filter juga tidak membuat keputusan sendiri terhadap paket-paket yang masuk maupun keluar, tetapi dikontrol oleh seorang administrator yang dapat melakukan apa saja terhadap masuk keluarnya suatu paket.

2.5.3 Packet Filter Dinamis

Sistem packet filter advance (tingkat lanjut) menawarkan status

track (jejak) dan melakukan pengecekan terhadap protokol, status

tracking mengizinkan untuk membuat aturan sebagaimana di bawah ini : (Ariyus, 2006:121)

 Membiarkan paket UDP masuk ke jaringan jika jaringan hanya

memiliki respon untuk mengeluarkan paket UDP, bukan jenis paket lain seperti TCP dan Telnet.

 Akses paket TCP hanya dengan mengatur SYN yang merupakan

bagian dari koneksi initial TCP.

(47)

dynamic packet filtering karena alasan dari prilaku perubahan sistem tergantung pada laulintas jaringan.

2.5.4 Protocol Checking

Protocol Checking mengizinkan untuk membuat aturan kebijakan keamanan sebgai berikut : (Ariyus, 2006:122)

 Paket yang dibiarkan masuk dari port DNS (Domai Name Server),

tetapi hanya jika paket tersebut mempunyai format seperti paket DNS.

Pemeriksaan protokol untuk membantu dan menghindari situasi diman penyerang bisa saja sudah membuat suatu protokol yang akan dituju tidak dalam keadaan aman, pemeriksaan protokol yang akan dikirim paket merupakan suatu pekerjaan yang harus diakukan untuk menghindari adanya paket misformatted(paket yang digunakan untuk menyerang suatu host).

2.6 Wireless

Wireless merupakan jaringan nirkabel yang menggunakan frekuensi radio untuk komunikasi antar komputer. (Wahana Komputer, 2006:171)

Jaringan nirkabel memungkinkan orang melakukan komunikasi dan mengakses informasi dan aplikasi tanpa kabel (nirkabel).

(48)

diseluruh dunia. Berdasarkan arsitektur referensi OSI layer, teknologi wireless bekerja pada layer 2. Teknologi wireless menggunakan protokol 802.11 antara lain : (Arifin, 2008 : 1)

a. 802.11a, menggunakan frekuensi 5 GHz, kecepatan tinggi dan interferensi sedikit.

b. 802.11b, revolusi protokol WiFi, 11 Mbps.

c. 802.11g, sama halnya dengan 802.11b tetapi lebih cepat hingga 54 Mbps.

d. 802.11n, memiliki data rate hingga 108-120 Mbps.

Terdapat alasan mengapa kita menggunakan teknologi wireless dibandingkan dengan jaringan kabel, (Arifin, 2008 : 1) antara lain :

1. Jaringan wireless bersifat mobile. Kita dapat mengakses resource dari manapun dan dapat dilakukan secara berpindah-pindah, terhindar dari masalah-masalah yang ditimbulkan oleh kabel.

2. Perangkat wireless saat ini sudah relatif murah dan cepat, sehingga mengimbangi atau menyaingi kemampuan teknologi kabel.

Selain beberapa keuntungan yang didapat dari menggunakan teknologi wireless, tentunya juga masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu diperhatikan. Beberapa permasalah yang muncul ketika kita menggunakan teknologi wireless antara lain :(Arifin, 2008 : 2)

(49)

2. Pengiriman data melalui jaringan wireles menggunakan media radio frekuensi, dimana media tersebut dapat diakses secara bebas oleh setiap orang. Akibatnya data data yang kita kirimkan melalui media tersebut kurang begitu aman.

2.6.1 Sistem Pengamanan Pada Jaringan Wireless LAN

Beberapa solusi pengamanan yang muncul memiliki tujuan yang sama yakni menjaga informasi. Sistem yang mampu menjaga informasi adalah sistem pengamanan yang memiliki fitur sebgai berikut :(Arifin, 2008 : 5)

1. Confidentality : sistem dapat menjamin dan menjaga kerahasian dari informasi secara optimal.

2. Integrity : sistem dapat menjamin integritas data (informasi) secara optmal.

3. Availability : sistem dapat menjamin ketersediaan informasi secara optimal.

Ancaman terhadap jaringan wireless dapat datang dari dalam ataupun dari luar. Beberapa jenis ancaman atau serangan tersebut diantaranya sebagai berikut :

1. Access point palsu. 2. Pengintaian.

(50)

Pengamanan data pada jaringan wireless dengan cara enkripsi dapat dilakukan dengan menerapkan teknologi WEP (Wired Equivalent Privacy). Enkripsi yang dilakukan oleh WEP dilakukan secara simetrik. Kunci dipasangkan pada Access Point dan juga terdapat pada masing-masing wireless client. Kunci yang terpsaang pada kedua device rtersebut harus sama. Kunci tersebut memiliki panjang 40 bit atau 104 bit. Saat ini pengamanan menggunakan WEP sudah dapat ditembus oleh para hacker. Sehingga muncul teknologi baru berikutnya yaitu WAP (Wired Protected Access).

Mekanisme otentikasi WAP menggunakan algoritma enkripsi AES (Advanced Encryption Standart) mengantikan enkripsi RC4 yang sebelumnya digunakan oleh WEP atau juga dapat menggantikan TKIP. Panjang bit yang digunakan untuk kuncinya pun lebih panjang yaitu 256 bit, sehingga diharapkan dapat mempersulit hacker dalam melakukan usaha untuk membongkar data yang dienkripsi dengan menggunakan otentikasi WAP.

2.6.2 Pengamanan Berbasis WEP Key

WEP bertindak sebagai kunci, diimplementasikan pada device client dan infrastruktur jaringan wireless LAN berupa sebuah karakter alphanumerik yang digunakan untuk : (Arifin, 2008 : 8)

(51)

WEP disediakan dalam beberapa jenis, natara lain : 1. 64 bit (40 bit kunci + 24 bit Initial Vector) 2. 128 bit (104 bit kunci + 24 bit Initial Vector)

Ketika sebuah client yang mengktifkan WEP berusaha untuk mengontentikasi dan menghubungi sebuah access point, access point

akan menentukan apakah client memiliki WEP key yang sama atau tidak. Jumlah karakter yang dimasukan tergantung pada konfigurasi

software, menggunakan ASCII atau HEXA dan WAP key 64 atau 128 bit.

Advanced Encryption Standart (AES), merupakan sebuah algoritma yang digunakan untukmemperkuat algoritma enkripsi RC4 yang digunakan dalam WEP. AES menggunakan algoritma Rijndale dan menetapkan panjang kunci 128, 192, dan 256 bit.

2.7 Perangkat Keras dan Perangkal Lunak

2.7.1 Router Wireless

Router merupakan perangkat jaringan yang bekerja pada tingkat

(52)

router. Router wireless menyediakan IP routing, NAT, dan DNS

forwardingmelalui antarmuka WAN.(Zaki, 1999:25)

Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP

Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router

juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan media transmisi radio, router wireless juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernetke Token Ring.

(53)

DSL disebut juga dengan DSL router. Router-router jenis tersebut umumnya memiliki fungsi firewall untuk melakukan penapisan paket berdasarkan alamat sumber dan alamat tujuan paket tersebut, meski beberapa router tidak memilikinya. Router yang memiliki fitur penapisan paket disebut juga dengan packet-filtering router. Router

umumnya memblokir lalu lintas data yang dipancarkan secara

broadcast sehingga dapat mencegah adanya broadcast storm yang mampu memperlambat kinerja jaringan.

2.7.2 Wireshark atau Ethereal

Wireshark adalah aplikasi penganalisis jaringan. wireshark

membaca bentuk paket jaringan, men-decodes, kemudian menunjukan hasilnya dalam sebuah format yang mudah dimengerti.(Orebaugh, 2007:52) Fiturnya yang powerfull menjadikannya pilihan utama untuk pemecahan masalah pada jaringan, pengembangan protokol, dan edukasi diseluruh dunia. Wireshark dikembangkan para ahli jaringan yang dapat berjalan dalam sistem operasi Windows, Linux, Unix, dan

platformlainnya.

(54)

dalam jaringan yang kita “intip”. Semua jenis paket informasi dalam berbagai format protokol pun akan dengan mudah ditangkap dan dianalisa. Karenanya tidak jarang tool ini juga dapat dipakai untuk melakukan sniffing (memperoleh informasi penting seperti password email atau account lain) dengan menangkap paket-paket yang lalu-lalang didalam jaringan dan menganalisanya.

2.7.3 Auditor Security Collection

Auditor Security Collection adalah Live-System berbasis Knoppix.(Auditor readme.txt) Tanpa instalasi apapun, platform

analisis dimulai secara langsung dari CD-Rom dan sepenuhnya dapat diakses dalam hitungan menit. Untuk cepat mahir dalam mengoperasikan Auditor Security Collection, struktur menu didukung oleh tahap yang diakui cek keamanan. Antara lain :

1. Foot-printing : Aplikasi untuk mendapatkan pengetahuan awal tentang server, seperti Whoisdan Dig.

2. Analysis : Alat untuk menganalisis jaringan, seperti Ethereal. 3. Scanning :Alat untuk memindai jaringan, seperti Nmap. 4. Wireless :Aplikasi untuk menguji jaringan nirkabel.

5. Brute Forcing : Fitur yang dapat menampung 64.000.000 entri kata pada daftar brute-force password cracking.

6. Cracking: Alat yang akan digunakan bersamaan dengan daftar kata

(55)

2.7.4 VM Ware

Virtual Machine (VM) adalah sebuah mesin yang mempunyai dasar logika yang menggunakan pendekatan lapisan-lapisan (layers) dari sistem komputer. Sehingga sistem komputer dengan sendirinya dibangun atas lapisan-lapisan tersebut, dengan urutan lapisannya mulai dari lapisan terendah sampai lapisan teratas adalah sebagai berikut:  Perangkat keras (semua bagian fisik komputer)

Kernel (program untuk mengontrol disk dan sistem file,

multi-tasking, load-balancing, networkingdan security)  Sistem program (program yang membantu general user)

Kernel yang berada pada lapisan kedua ini, menggunakan instruksi perangkat keras untuk menciptakan seperangkat system call

yang dapat digunakan oleh komponen-komponen pada level sistem program. Sistem program kemudian dapat menggunakan system call

dan perangkat keras lainnya seolah-olah pada level yang sama. Meskipun sistem program berada di level tertinggi, namun program aplikasi bisa melihat segala sesuatu pada tingkatan dibawahnya seakan-akan mereka adalah bagian dari mesin. Pendekatan dengan lapisan-lapisan inilah yang kemudian menjadi kesimpulan logis pada konsep

Virtual Machine(VM). Ada beberapa kesulitan utama dari konsep VM, diantaranya adalah:

 Dalam sistem penyimpanan. Sebagai contoh kesulitan dalam sistem

(56)

suatu mesin yang memiliki tiga disk drive namun ingin mendukung tujuh VM. Keadaan ini jelas tidak memungkinkan bagi kita untuk dapat mengalokasikan setiap disk drive untuk tiap VM, karena perangkat lunak untuk mesin virtual sendiri akan membutuhkan ruang disk secara substansi untuk menyediakan memori virtual dan

spooling. Solusinya adalah dengan menyediakan disk virtual atau yang dikenal pula dengan minidisk, dimana ukuran daya penyimpanannya identik dengan ukuran sebenarnya. Dengan demikian, pendekatan VM juga menyediakan sebuah antarmuka yang identik dengan underlying bare hardware.

 Dalam hal pengimplementasian. Meski konsep VM cukup baik,

namun VM sulit diimplementasikan.

Terlepas dari segala kekurangannya, VM memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

 Dalam hal keamanan. VM memiliki perlindungan yang lengkap pada

berbagai sistem sumber daya, yaitu dengan meniadakan pembagian

resources secara langsung, sehingga tidak ada masalah proteksi dalam VM. Sistem VM adalah kendaraan yang sempurna untuk penelitian dan pengembangan sistem operasi. Dengan VM, jika terdapat suatu perubahan pada satu bagian dari mesin, maka dijamin tidak akan mengubah komponen lainnya.

 Memungkinkan untuk mendefinisikan suatu jaringan dari Virtual

(57)

jaringan komunikasi virtual. Sekali lagi, jaringan dimodelkan setelah komunikasi fisik jaringan diimplementasikan pada perangkat lunak.

2.7.5 Digital Blaster

Digital Blaster adalah sebuah Flooder internet dan jaringan komputer yang bisa didapatkan melalui beberapa media seperti CD/DVD, maupun di situs internet. Digital Blaster disingkat menjadi DigiBlast merupakan hack tool gratis dan bebas untuk disebarluaskan dengan syarat tidak untuk konsumsi profit seperti menjual atau membelinya dari seseorang. Prinsip kerja program ini adalah mengirimkan paket secara berkala ke sebuah alamat IP dan port-port

yang ditentukan.

DigiBlast dapat mengirimkan paket ke alamat IP target ke sebuah

port yang ditentukan oleh user (“Single Port Flooder”) maupun ke banyak portyang terbuka (“Multi Port Flooder”). Yang perlu dilakukan untuk mengirimkan paket ke alamat IP target adalah Memastikan bahwa alamat IP target aktif dan terhubung ke internet. Dapat anda lakukan di mirc dengan mengetikkan perintah di kolom status /dns

nickname atau /dns domainsitus. Contoh : /dns poni atau /dns www.yogyafree.net. Mengetahui port yang terbuka pada komputer target. Anda membutuhkan port scanner. Digital Blaster pada mode

(58)

2.7.6 Snort

Snort merupakan suatu perangkat lunak untuk mendeteksi penyusup dan mampu menganalisis paket yang melintasi jaringan secara real time traffic dan logging kedalam database serta mampu mengidentifikasi berbagai serangan yang berasal dari luar jaringan.(Ariyus, 2007:145) Program snort dapat dioperasikan dengan tiga mode :

1. paket sniffer :untuk melihat paket yang lewat di jaringan.

2. paket logger : untuk mencatat semua paket yang lewat di jaringan untuk dianalisis dikemudian hari.

3. NIDS (Network Intrusion Detection System) : pada mode ini snort akan berfungsi untuk mendeteksi serangan yang dilakukan melalui jaringan komputer.

Snort memiliki komponen yang bekerja saling berhubungan satu dengan yang lainnya seperti berikut ini.(Ariyus, 2007:146)

1. Decoder : sesuai dengan paket yang di-capture dalam bentuk struktur data dan melakukan identifikasi protokol, decode IP dan kemudian TCP atau UDP tergantung informasi yang dibutuhkan, seperti port number, dan IP address. Snort akan memberikan peringatan jika menemukan paket yang cacat.

(59)

berfungsi mengambil paket yang berpotensi membahayakan, kemudian dikkirin ke detection engineuntuk dikenali polanya. 3. Rules File : merupakan suatu file teks yang berisi daftara aturan

yang sintaks-nya sudah diketahui. Sintaks ini meliputi protokol,

address, output plug-ins dah hal-hal yang berhubungan dengan berbagai hal.

4. Detection Engine : menggunakan detection plug-ins, jika ditemukan paket yang cocok maka snort akan menginisialisasi paket tersebut sebagai suatu serangan.

5. Output Plug-ins : suatu modul yang mengatur format dari keluaran untuk alert dan file logs yang bisa diakses dengan berbagai cara, seperti console, extern files, database, dan sebagainya.

2.7.7 BASE (Basic Analysis and Security Engine)

BASE adalah sebuah interfaceweb untuk melakukan analisis dari intrusi yang snort telah deteksi pada jaringan. (Orebaugh, 2008:217)

BASE ditulis oleh kevin johnson adalah program analisis sistem jaringan berbasis PHP yang mencari dan memproses database dari

security event yang dihasilkan oleh berbagai program monitoring jaringan, firewall, atau sensor IDS.(Kohlenberg, 2007:424)

(60)

berapa banyak informasi yang setiap pengguna dapat melihat. Ini juga mudah untuk digunakan, program setup berbasis web bagi orang-orang tidak nyaman dengan mengedit file secara langsung.

2.7.8 Yersinia

Yersinia adalah alat jaringan yang dirancang untuk mengambil keuntungan dari beberapa kelamahan di dua lapisan protokol yang berbeda. Ini pura-pura menjadi kerangka kerja yang kuat untuk menganalisis dan menguji jaringan digunakan dan sistem. Berikut ini merupakan protokol yang digunakan dalam melakukan penyerangan. Antara lain: Spanning Tree Protocol (STP), Cisco Discovery Protocol

(CDP), Dynamic Trunking Protocol (DTP), Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), Hot Standby Router Protocol(HSRP), IEEE 802.1q, Inter-Switch Link Protocol (ISL), VLAN Trunking Protocol (VTP)

2.7.9 MRTG (Multi Router Traffic Grapher)

(61)

2.7.10 IPTables

IPTables adalah firewall yang secara default diinstal pada semua distribusi linux, seperti Ubuntu, Kubuntu, Xubuntu, Fedora Core, dan lainnya. Pada saat melakukan instalasi pada ubuntu, iptables sudah langsung ter-install, tetapi pada umumnya iptables mengizinkan semua

traffic untuk lewat. (Purbo, 2008:188)

IPTables memiliki tiga macam daftar aturan bawaan dalam tabel penyaringan, daftar tersebut dinamakan rantai firewall (firewall chain) atau sering disebut chain saja. Ketiga chain tersebut adalah INPUT, OUTPUT dan FORWARD., dan IPTables juga memiliki 3 buah tabel, yaitu NAT, MANGLE dan FILTER.

2.8 Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data adalah cara yang dilakukan seorang peneliti dalam untuk mendapatkan data-data dari masyarakat, agar dapat menjelaskan pemasalahan penelitiannya.(Sare, 2006 :117)

Terdapat dua hal utama yang mempengaruhi kualitas data hasil penelitian, yaitu : kualitas instrumen penelitian, dan kualitas pengumpulan data.(Sugiyono, 2009:137) kualitas instrumen penelitian berkenaan dengan validitas dan reliabilitas instrumen dan kualitas pengumpulan berkenaan terhadap ketepatan cara-cara yang digunakan untuk mengumpulkan data.

(62)

sumberdata yang langsung memberikan data kepada oengumpul data, dan sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, tetapi melalui pihak ketiga.

Selanjutnya bila dilihat dari segi car dan teknik pengumpulan data, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan interview (wawancara), kuisioner (angket), observasi (pengamatan), dan gabungan ketiganya.

(Sugiyono, 2009:137)

2.8.1. Interview(wawancara)

Wawancara adalah suatu proses tanya jawab lisan, dalam mana dua orang atau lebih berhadapan secara fisik, yang satu dapat melihat muka yang lain dan mendengar dengan telinga sendiri dari suaranya.

(Sukandarrumidi, 2002:88)

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalaha yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil. (Sugiyono, 2009:137)

Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak tersetruktur, dan dapat dilakukan melalui tatap muka (face to face)

(63)

2.8.2 Kuesioner (Angket)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya. (Sugiyono, 2009:142)

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang efisien bila peneliti tahu dengan pasti variabel yang akan diukur dan tahu apa yang bisa diharapkan dari responden.

2.8.3 Observasi (Pengamatan)

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan suatu objek dengan sistematika fenomena yang diselidiki.(sukandarrumidi, 2002:69)

Observasi sebagai teknik pengumpulan data mempunyai ciri yang spesifik bila dibandingkan dengan teknik yang lain, yaitu wawancara dan kuesioner.(Sugiyono, 2009:145) Kalau wawancara dan kuesioner selelu berkomunikasi dengan orang, maka observasi tidak terbatas pada orang, tetapi juga obyek-obyek alam yang lain.

Teknik pengumpulan data dengan observasi ddigunakan bila, penelitian berkenaan dengan prilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam, dan bilaresponden yang diamati tidak terlalu besar.

2.8.4 Studi Literatur

(64)

penelitian yang akan kita lakukan. Tujuan utama melakukan studi literatur ialah:

1. Menemukan variable-variabel yang akan diteliti.

2. Membedakan hal-hal yang sudah dilakukan dan menentukan hal-hal yang perlu dilakukan.

3. Melakukan sintesa dan memperoleh perspektif baru. 4. Menentukan makna dan hubungan antar variable.

2.8.5 Studi Pustaka

Studi pustaka (desk study) merupakan suatu metode pengumpulan data berupa laporan-laporan studi terdahulu seperti paper atau makalah, serta data sekunder yang dibutuhkan dalam mendisain riset, serta menganalisis hasil studi. Studi pustaka terkait dengan berbagai sumber informasi tentang dasar dari

Gambar

Gambar 2.1 Layer TCP/IP
Tabel 2.2 Topologi jaringan
Gambar 2.2 Siklus NDLC (Network Development Life Cycle)
Gambar 3.1 Diagram Alur Penelitian
+7

Referensi

Dokumen terkait

Keberhasilan kegiatan belajar mengajar dikelas, tidak hanya tergantung dalam penguasaan bahan ajar atau penggunaan metode pembelajaran, tetapi proses pembelajaran yang baik

Dalam beberapa kasus, menjadi social entrepreneur dalam konteks ini mengabdi sebagai volunteer atau amil lembaga zakat belumlah menjadi pilihan utama sebagian

6. Bogor via e-mail untuk menutup kegiatan usaha “CV. Harapan Utama Indah”. Sampai sekarang belum ada tindak lanjutnya. Demikian surat ini dibuat dan kami harap segera

Siswa dikatakan mengalami asimilasi ketika siswa dengan spontan menjawab pertanyaan dari peneliti baik benar atau salah tentang angka, operasi hitung yang digunakan pada masalah,

Hal ini dapat dilihat dari berbagai aspek yang telah dilaksanakan berkaitan dengan penyelesaian perkara, antara lain persentase sisa perkara yang diselesaikan,

Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis akan memperkenalkan salah satu majalah yang diproduksi oleh Yayasan Sahabat Mustahiq Sejahtera, kemudian di dalamnya terdapat

Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui profitabilitas usaha persewaan kapal wisata gazebo di Karimunjawa yang merupakan hasil modifikasi dari kapal ikan tradisional

Aliran fluida ke atas dengan kecepatan tertentu dan tetap, sehingga untuk butiran dengan ukuran atau densitas tertentu terbawa ke atas, ukuran atau densitas yang lebih besar