• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perbandingan Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih Tentang Pendidikan Agama Islam Pada Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perbandingan Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih Tentang Pendidikan Agama Islam Pada Anak"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Herudin
  • Pengajar:
    • Dr. Muhammad Dahlan, M.Hum
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Agama Islam
  • Topik: Perbandingan Pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih Tentang Pendidikan Agama Islam Pada Anak
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2016
  • Kota: Jakarta

I. Pendahuluan

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya pendidikan agama Islam pada anak-anak, terutama dalam konteks pemikiran dua tokoh besar, Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih. Penulis menekankan bahwa pendidikan agama sangat penting bagi perkembangan karakter anak dan harus menjadi prioritas bagi orang tua. Selain itu, terdapat pengenalan terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pendidikan agama saat ini, seperti kurangnya perhatian orang tua terhadap pendidikan agama anak-anak.

II. Kajian Teori

Dalam kajian teori, penulis membahas pengertian pendidikan agama Islam, ruang lingkup, serta tujuan pendidikan agama. Pendidikan agama Islam diartikan sebagai usaha untuk menanamkan nilai-nilai agama dalam diri anak agar mereka dapat menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam. Penulis juga menguraikan pentingnya pendidikan akhlak yang harus diajarkan kepada anak sejak dini, serta bagaimana pendidikan agama dapat membentuk kepribadian anak yang baik.

2.1. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam didefinisikan sebagai usaha untuk mengembangkan potensi anak melalui ajaran Islam. Penulis menjelaskan bahwa pendidikan agama tidak hanya sekadar mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan akhlak anak. Hal ini penting untuk membekali anak dengan nilai-nilai moral yang kuat sebagai dasar kehidupan mereka di masyarakat.

2.2. Anak-Anak

Bagian ini menjelaskan pengertian anak-anak dan fase-fase pertumbuhan mereka. Penulis menekankan bahwa pendidikan agama harus disesuaikan dengan tahap perkembangan anak agar dapat diterima dan dipahami dengan baik. Pendidikan yang tepat pada usia dini akan mempengaruhi perkembangan kepribadian anak di masa depan.

2.3. Pendidikan Anak Usia Dini

Pendidikan anak usia dini dijelaskan sebagai upaya untuk memberikan rangsangan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Penulis menggarisbawahi pentingnya pendidikan agama pada usia dini untuk membentuk karakter dan akhlak anak, serta menyiapkan mereka untuk pendidikan selanjutnya.

III. Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah pendekatan kualitatif. Penulis menjelaskan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk memahami fenomena pendidikan agama dari sudut pandang tokoh-tokoh yang diteliti. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan analisis literatur yang relevan dengan pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih.

3.1. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di lingkungan akademik dengan fokus pada literatur yang membahas pemikiran pendidikan Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih. Penulis mencatat bahwa waktu penelitian berlangsung selama periode tertentu untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

3.2. Prosedur Pengumpulan Data

Prosedur pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka yang mencakup berbagai karya Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih, serta literatur pendidikan Islam lainnya. Penulis menekankan pentingnya pemilihan sumber yang akurat dan relevan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam.

IV. Biografi Ibnu Miskawaih

Bagian ini memberikan gambaran tentang latar belakang hidup dan pemikiran Ibnu Miskawaih. Penulis menjelaskan bahwa Ibnu Miskawaih adalah seorang filsuf yang banyak dipengaruhi oleh pemikiran Yunani dan memiliki pandangan yang berbeda dibandingkan Al-Ghazali. Pemikiran pendidikan yang diusulkan oleh Ibnu Miskawaih berfokus pada pengembangan moral dan akhlak melalui pendidikan yang sistematis.

V. Konsep Pendidikan Agama Islam Pada Anak-anak Menurut Ibnu Miskawaih

Penulis menguraikan konsep pendidikan agama Islam yang diajukan oleh Ibnu Miskawaih, yang menekankan pentingnya pendidikan moral dan akhlak. Pendidikan harus dilakukan dengan cara yang menyenangkan dan sesuai dengan karakteristik anak, agar mereka dapat menerima dan menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.

VI. Pembahasan Analisis Hasil Penelitian

Dalam bagian ini, penulis membahas hasil penelitian yang menunjukkan adanya persamaan dan perbedaan antara pemikiran Al-Ghazali dan Ibnu Miskawaih mengenai pendidikan agama Islam pada anak. Penulis menekankan bahwa meskipun terdapat perbedaan dalam pendekatan, keduanya sepakat tentang pentingnya pendidikan moral dan akhlak dalam membentuk karakter anak.

VII. Kesimpulan dan Saran

Penulis menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam pada anak sangat penting dan harus menjadi prioritas bagi orang tua. Saran yang diberikan adalah agar orang tua lebih memahami konsep pendidikan agama yang baik dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, penulis juga mendorong penelitian lebih lanjut mengenai pendidikan agama untuk memperkuat pemahaman dan implementasinya di masyarakat.

Referensi Dokumen

  • Ideologi Pendidikan Islam ( Achmadi )
  • Agar Anak Rajain Solat ( Albari, Subhan Husen )
  • Asas-Asas Pokok Pendidikan Islam ( Al-Abrasyi, Muhammad Athiyah )
  • Menuju Kesempurnaan Akhlak ( Ibnu Miskawaih )
  • Ih yâ' ‘Ulûm ad -Dîn ( Al- Ġazâlî, Abû Hâmid )

Referensi

Dokumen terkait

kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru dalam proses belajar mengajar,. yaitu: “kompetensi pribadi, kompetensi sosial dan kompetensi profesional”. Kompetensi

Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati tempat yang penting, sebab jatuh bangunnya suatu individu atau masyarakat tergantung kepada bagaimana akhlaknya. Apabila

Temuan dalam penelitian ini adalah (1) Konsep pendidikan Ibnu Khaldun adalah pendidikan merupakan usaha untuk mengembangkan segenap potensi yang dimiliki manusia,

Allah SWT telah menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai panutan dalam segala hal, maka seorang anak seharusnya menjadikan Nabi Muhammad sebagai contoh bagaimana ia

“Bukti dari makna ini mengharuskan maqām khauf bagi seorang hamba terwujud, ketika dia memiliki ucapan yang baik dan perilaku yang terpuji maka dia tak

Melakukan perbuatan yang mencerminkan ia beriman kepada malaikat - Malaikat yang berhubungan dengan alam dunia (umat manusia):...  Malaikat jibril : Ruhul amin (ruh yang