• Tidak ada hasil yang ditemukan

Retorika Dakwah KH. Habib Ali Alwi Thohir

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Retorika Dakwah KH. Habib Ali Alwi Thohir"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Syarifah Sa'diyah
  • Pengajar:
    • Rubiyanah, M.A.
  • Sekolah: Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah
  • Mata Pelajaran: Komunikasi dan Penyiaran Islam
  • Topik: Retorika Dakwah KH. Habib Ali Alwi Thohir
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya dakwah dalam Islam sebagai kewajiban setiap umat Muslim. Penulis menekankan bahwa dakwah yang efektif memerlukan retorika yang baik, seperti yang dilakukan oleh KH. Habib Ali Alwi Thohir. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pandangan dan penerapan retorika dalam dakwahnya, serta manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini untuk pengembangan ilmu komunikasi dan dakwah.

1.1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang menjelaskan bahwa dakwah adalah kegiatan yang sangat penting dalam Islam, yang bertujuan untuk menyebarkan ajaran agama. Penulis menyoroti bahwa komunikasi yang baik dan efektif adalah kunci dalam menyampaikan pesan dakwah, serta pentingnya retorika dalam mencapai tujuan tersebut.

1.2. Pembatasan dan Perumusan Masalah

Penulis merumuskan dua masalah utama yang akan diteliti: pandangan KH. Habib Ali Alwi Thohir mengenai retorika dalam dakwah dan penerapan retorika tersebut dalam pelaksanaan dakwah bil-lisan. Ini memberikan fokus yang jelas untuk penelitian.

1.3. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pandangan dan penerapan retorika KH. Habib Ali Alwi Thohir dalam dakwah. Manfaat penelitian ini adalah memberikan wawasan akademis dan praktis bagi mahasiswa dan praktisi dakwah, serta memperkaya pengetahuan tentang teknik komunikasi dalam konteks dakwah.

1.4. Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan telaah pustaka untuk mendapatkan gambaran yang mendalam tentang retorika dakwah KH. Habib Ali Alwi Thohir.

1.5. Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan dibagi menjadi beberapa bab, dimulai dengan pendahuluan, landasan teoritis tentang retorika dan dakwah, profil KH. Habib Ali Alwi Thohir, analisis retorika dakwahnya, dan diakhiri dengan kesimpulan serta saran.

II. LANDASAN TEORITIS RETORIKA DAN DAKWAH

Bab ini membahas konsep dasar retorika dan dakwah, termasuk pengertian, tujuan, dan fungsi dari keduanya. Penjelasan ini penting untuk memahami bagaimana retorika dapat digunakan secara efektif dalam dakwah.

2.1. Ruang Lingkup Retorika

Retorika dibahas dari berbagai sudut pandang, termasuk definisi, tujuan, dan fungsi. Retorika adalah seni berbicara yang bertujuan untuk meyakinkan pendengar. Ini mencakup teknik berbicara yang efektif dalam konteks dakwah.

2.2. Ruang Lingkup Dakwah

Dakwah didefinisikan sebagai panggilan untuk mengikuti ajaran Islam. Unsur-unsur dakwah dijelaskan, termasuk subjek (da'i) dan objek (mad'u) dakwah, serta materi dakwah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Hadist.

2.3. Fungsi Retorika dalam Dakwah Bil-Lisan

Fungsi retorika dalam dakwah bil-lisan sangat penting, karena kemampuan berkomunikasi yang baik dapat meningkatkan efektivitas penyampaian pesan. Retorika membantu da'i untuk menyampaikan ajaran dengan cara yang menarik dan persuasif.

III. PROFIL KH

Profil ini memberikan gambaran tentang latar belakang dan pendidikan KH. Habib Ali Alwi Thohir, serta keterkaitannya dengan dakwah. Ini penting untuk memahami konteks dan pengalamannya dalam bidang dakwah.

3.1. Riwayat Hidup dan Pendidikan

Riwayat hidup KH. Habib Ali Alwi Thohir menjelaskan perjalanan pendidikan dan pengalamannya dalam berdakwah. Pendidikan yang baik membentuk kemampuan retorikanya yang efektif dalam menyampaikan dakwah.

3.2. Keterkaitan Pendirian Pondok Pesantren dengan Dakwah

Pendirian Pondok Pesantren Al-Husainy oleh KH. Habib Ali Alwi Thohir menunjukkan komitmennya terhadap pendidikan dan dakwah. Ini menjadi wadah untuk menerapkan retorika dalam konteks pendidikan Islam.

IV. ANALISIS RETORIKA DAKWAH BIL LISAN KH

Analisis ini membahas pandangan dan penerapan retorika KH. Habib Ali Alwi Thohir dalam dakwah bil-lisan. Ini memberikan wawasan tentang bagaimana retorika dapat digunakan dalam praktik dakwah.

4.1. Pandangan KH. Habib Ali Alwi Bin Thohir tentang Retorika

KH. Habib Ali Alwi Thohir memiliki pandangan yang kuat tentang pentingnya retorika dalam dakwah. Ia percaya bahwa retorika yang baik dapat menjangkau dan mempengaruhi mad'u dengan lebih efektif.

4.2. Penerapan Retorika dalam Pelaksanaan Dakwah

Penerapan retorika oleh KH. Habib Ali Alwi Thohir dalam dakwah bil-lisan terlihat dalam cara ia menyampaikan pesan dengan bahasa yang mudah dipahami dan menarik perhatian mad'u dari berbagai kalangan.

V. PENUTUP

Bagian penutup merangkum hasil penelitian dan memberikan saran untuk pengembangan lebih lanjut dalam bidang dakwah dan komunikasi. Penulis berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik dakwah.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan menegaskan bahwa retorika memiliki peranan penting dalam dakwah. KH. Habib Ali Alwi Thohir berhasil menerapkan retorika dalam dakwahnya, yang membuat pesan Islam lebih mudah diterima oleh masyarakat.

5.2. Saran

Saran diberikan agar para da'i dan praktisi dakwah memperhatikan teknik retorika dalam penyampaian pesan agar lebih efektif. Penelitian lebih lanjut juga disarankan untuk mengeksplorasi aspek lain dari komunikasi dalam dakwah.

Gambar

gambaran mengenai sasaran dakwah.

Referensi

Dokumen terkait

Muhammad Tholha Hasan, Prospek Dakwah Islam Menghadapi Tantangan Zaman, Lantaroba press, 2005),h.128.. Dalam Agama Islam kita diperintahkan agar selalu saling mengajak

Metode dakwah (kaifiyah al-da’wah, methode) adalah cara- cara menyampaikan, baik individu, kelompok, maupun masyarakat luas agar pesan-pesan dakwah tersebut mudah

tetapi pertimbangan yang menyampaikan sesuatu, misalnya ( da’i menyampaikan pesan dakwah pada waktu malam) bisa benar atau salah di dalam pernyatannya, dengan pertimbangan

Menurut Samsul Munir Amin, yang berpendapat bahwa dakwah nerupakan suatu aktivitas yang dilakukan dengan sadar dalam rangka menyampaikan pesan-pesan agama Islam kepada orang lain

dimanfaatkan oleh da’i dalam menyampaikan pesan dakwahnya baik dalam lisan atau tulisan. Media itu sendiri dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu media massa dan non media

Dakwah dalam arti sempit adalah aktivitas untuk mengajak manusia menuju suatu tujuan. Ia memerlukan kiat-kiat khusus agar dapat diterima efektif dan efisien. Serta dakwah

Thariqah (metode dakwah) adalah jalan atau cara yang dipakai oleh juru dakwah untuk menyampaikan ajaran materi dakwah Islam. Dalam penyampaian suatu pesan dakwah,

dituju dalam hal ini mad‟u dapat memahami, menerima, dan melaksanakan pesan-pesan dakwah yang disampaikan oleh dai.44 Komunikasi dakwah adalah proses penyampaian informasi atau pesan