• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKTIVITAS HUMAS PEMERINTAH KOTA MALANG DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA MALANG SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN (Studi pada humas pemerintah kota Malang )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "AKTIVITAS HUMAS PEMERINTAH KOTA MALANG DALAM MEMPERTAHANKAN CITRA MALANG SEBAGAI KOTA PENDIDIKAN (Studi pada humas pemerintah kota Malang )"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

AKTIVITAS HUMAS PE ME RINTAH KOTA MALANG DALAM ME MPE RTAHANKAN CITRA MALANG SE BAGAI KOTA

PE NDIDIKAN

(Studi pada humas pemerintah kota Malang ) SKRIPSI

Diajukan kepada F akultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Sebagai Persyaratan untuk Mendapatkan Gelar Sarjana (S – 1)

F itrah F ibriani 06220364

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

F AKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVE RSITAS MUHAMMADIYAH MALANG

(2)

LE MBAR PE NGE SAHAN

Nama : Fitrah Fibriani

NIM : 06220364

Konsentrasi : Public Relations

Judul Skripsi : Aktivitas Humas Pemerintah Kota Malang dalam Mempertahankan Citra Malang Sebagai Kota Pendidikan

(Studi pada Humas pemerintah Kota Malang)

Telah dipertahankan dihadapan Dewan Penguji Skripsi

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Malang

dan dinyatakan LULUS

Pada hari : Selasa

Tanggal : 1 Februari 2011

Tempat : GKB I R.605

Mengesahkan,

Dekan FISIP UMM

DR. Wahyudi, M.Si Dewan Penguji:

1. Nurudin, M.Si Penguji I ( )

2.DR. Wahyudi, M.Si Penguji II ( )

3. Drs. Abdullah Masmuh, M.Si Penguji III ( )

(3)

LE MBAR PE RSE TUJUAN SKRIPSI

Nama : Fitrah Fibriani

NIM : 06220364

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Judul Skripsi : Aktivitas Humas Pemerintah Kota Malang dalam Mempertahankan

Citra Malang Sebagai Kota Pendidikan

(Studi pada Humas pemerintah Kota Malang)

Disetujui,

Pembimbing I

Drs. Abdullah Masmuh, M.Si

Pembimbing II

Roziana F ebrianita, S.Sos

Mengetahui,

Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

(4)

PE RN YA TA A N ORISIN A L ITA S

Yang bertanda tangan dibawah ini,

Nama : Fitrah Fibriani

Tempat, tanggal lahir : Mojokerto, 14 Maret 1987

Nomor Induk Mahasiswa : 06220364

Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Jurusan : Ilmu Komunikasi

Menyatakan bahwa karya ilmiah (skripsi) dengan judul:

Aktivitas Humas Pemerintah Kota Malang dalam Mempertahankan Citra Malang

sebagai kota Pendidikan

(studi pada humas pemerintah kota Malang)

Adalah bukan karya tulis ilmiah (skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruh,

kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila

pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapatkan sanksi sesuai dengan

ketentuan yang berlaku.

Malang, 22 Januari 2011

Yang Menyatakan

(5)

KATA PE NGANTAR

Nahmaduhu Wanasta’inuhu ..

Mengucap segala puji syukur ke hadirat Allah SWT untuk segala nikmat,

rahmat dan juga hidayaNya yang tercurah kepada saya selaku hambaNya yang dhoif.

Berkat izinNya pula, skripsi dengan judul AKTIVITAS HUMAS PE ME RINTAH

KOTA MALANG DALAM MEMPE RTAHANKAN CITRA MALANG

SE BAGAI KOTA PENDIDIKAN (Studi pada humas pemerintah kota Malang )

bisa terselesaikan meski dengan berbagai kekurangan yang ada. Tak lupa

menyanjungkan shalawat dan salam kepada kekasih kita Muhammad SAW yang telah

mengahantarkan umatNya dari lembah kegelapan menuju shirotol mustaqiem yang di

ridhoiNya.

Memutar memori selama melakukan penelitian yang di sahkan sebagai alat

untuk meraih gelar S.Ikom setelah 4 tahun setelah perjuangan mengikuti kuliah dalam

kelas. Tak pernah menyangka bisa menyelsaikannya meski terlambat dari

teman-teman lainnya. Memacu emosi ke tingkat tinggi dengan sebuah bentakan yang

mengatakan “skripsi ini tidak bermutu” dan juga tangisan yang sempat tertahan.

Penelitian ini berawal dari ketertarikan saat melihat fenomena perkembangan

industri dan pembangun mall-mall besar di pusat pendidikan Malang yang bahkan

proses pembangunannya mendapat dukungan penuh dari pemerintah kota Malang.

Sehingga muncullah sebutan baru bagi kota Malang yaitu kota ruko dan kota mall.

Proses penelitian ini tidak mungkin bisa berhasil tanpa dukungan moril serta

(6)

hati saya ingin menyampaikan terima kasih yang mendalam dan sebesar-besarnya

kepada:

1. Dua orang tercinta dalam hidup saya Mama dan Abah yang tak pernah lelah

untuk mengajarkan saya tentang keikhlasan sehingga membuat saya selalu

tangguh menghadapi situasi apapun. Love you with a million of love.

2. Kedua adik saya Rizqy Amalia dan Ahmad Ashabil Yamin untuk ejekan yang

mengatakan “gak lulus-lulus”. E jekan itu yang memacu saya untuk bisa

menyelsaikan skripsi ini secepatnya.

3. DR. Muhadjir E ffendi , M.Ap, selaku Rektor Universitas Muhammadiyah

Malang.

4. DR. Wahyudi, M.Si selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Universitas Muhammadiyah Malang.

5. Dra. Frida Kusumastuti, M.Si selaku Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi

Universitas Muhammadiyah Malang.

6. Drs. Abdullah Masmuh , M.Si selaku dosen pembimbing I atas segala kesabaran,

ketelitian dan waktu luangnya untuk mengoreksi tulisan saya. Terimakasih pula

untuk candaannya yang mengatakan jangan lulus dulu renim masih jauh.

7. Roziana Febrianita, S.Sos selaku pembimbing II yang tak pernah lelah untuk

mensupport dan mendorong agar bisa menyelsaikan skripsi ini dengan cepat.

Terimakasih juga untuk mendengarkan tangisan saya saat ada bentakan yang

mengatakan “skripsi ini tidak bermutu” dan juga share semua hal yang bisa

(7)

8. Seluruh dosen Ilmu Komunikasi untuk ilmu-ilmunya yang sudah ditransfer,

mengutip dari hadist “man su’ila ‘an ilmin fakatamahu uljima yaumu-l- qiyamati

billijamin min naariin”.

9. Bapak Syarial Hamid, S.Sos, Ibu Dwi Sulistiyani S.S dan juga Bapak Dwi Cahyo

TY, S.Sos selaku kasubag humas pemerintah kota Malang untuk kesediaan dan

waktu luangnya selama proses penelitian ini berlangsung. Juga kepada Ibu Diah

E kawati yang bersedia untuk membantu saya selama proses penelitian ini

berlangsung.

10.Cinta Kedua dan juga Rumah kedua saya di Malang, komisariat “IMM

Renaissance Fisip” . Senior-senior saya mas Didit, mas Agus, mbak Farida, mas

Dzul terimakasih dulu pernah menawarkan persahabatan layaknya saudara

dengan mottonya “ME NCINTAI TIDAK HARUS ME MUJI TAPI

ME NGKRITIK ADALAH SE BAGIAN DARI ME NCINTAI .

11.Pimpinan Harian IMM Renaissance Fisip periode 2008-2009 Arsad, Sandra,

E rwin, Intan, Fitri yang sudah mengajarkan saya banyak hal terutama tentang

tanggung jawab amanah yang harus dipikul.

12. Keluarga Besar kav.36 Ibu Sutanto dengan pertanyaan yang selalu sama setiap

bertemu “kapan kamu lulus ?”. Nieke, Nurul, mbak Ratna, mbak Lia, Suketi,

Yetik dan semua anggotanya. Terimakasih untuk kebersamaan dan

kekeluargaannya.

13.Rumah Singgah sementara PH A-15, Sapi’I, Meli, Memey tak lupa bibik untuk

mengijinkan saya menjadi penghuni illegal sementara waktu.

14. Inna Minnurika, Intan Puji, Desy Rani untuk persahabatan yang kalian tawarkan

(8)

15. Sahabat terhebat dan saudara terbaik meski tanpa ada ikatan darah yang pernah

saya miliki, Silvia Ramadhani, Iib Robiatutsaniyah, Ibnun Hasan Mahfudz,

Afrilianto Putra Pratama dan juga Andy Wahyu. Yang selalu mengajarkan saya

untuk berani melukis mimpi-mimpi indah di Dunia Khayal. Seperti kata Arai

“bermimpilah maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Lukis semua

mimpi-mimpi indah kita di Dunia Khayal saat kita terjaga agar kita tahu

bagaimana kita mewujudkan mimpi-mimpi kita. Terimakasih selalu ada disaat

saya membutuhkan semangat, motivasi dan dorongan.

Malang, 24 Januari 2011

Penyusun

(9)

DAF TAR ISI

E . Tugas Pokok dan Fungsi Humas Pemerintah Kota Malang ... 37

(10)

BAB III HASIL PE NE LITIAN DAN ANALISIS DATA

A. Profil Informan ………... 44

B. Sarana dan Prasarana ……….. 46

C. Posisi Atau Peran Humas Pemerintah Kota Malang …... 47

D. Kegiatan Humas secara Internal dan E ksternal dalam Rangka Memepertahankan Citra Malang sebagai Kota Pendidikan ………... 50

E . Aktivitas yang Dilakukan dalam rangka Mempertahankan Citra Malang sebagai Kota Pendidikan ……….... 53

F. Kerjasama yang Dilakukan ……….. 58

G. Kendala – kendala yang Dihadapi ……….... 59

H. Hasil Wawancara secara Keseluruhan ……….. 60

I. Mempertahankan Citra Malang sebagai Kota Pendidikan ……….. 65

BAB IV PE NTUTUP A. Kesimpulan ………. 68

(11)

DAF TAR TABE L

Tabel 1 Pembagian Wilayah Administrasi Kota Malang ………… 33 Tabel 2 Sarana dan Prasarana ………. 46 Tabel 3 Domain Aktivitas Humas Pemerintah Kota Malang…….. 56

DAF TAR GAMBAR

(12)

DAF TAR PUSTAKA Buku

Djanalis Djanaid, Public Relations dalam Teori dan Prak tek . Malang : Indopurels

Training

F. Rachmadi, Public Relation dalam Teori dan Prak tek. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Frazier Moore (2004).Humas Membangun Citra Dengan Komunik asi. Bandung : Remaja Rosda Karya

Lexy J.Moleong (2009). Metodologi Penelitian Kualitatif Bandung : Rosdakarya

Masykur Bakri (2003) Metodologi Penelitian Kualitatif (Tinjauan Teoritis dan Prak tis),

Penelitian Universitas Islam Malang

Oemi Abdurrahman (2001) Dasar Dasar Public Relation, PT.Citra Aditya Bakti, Bandung

Onong U.E ffendy. Human Relation and Public Relation. Mandar Maju

Rachmat Kriyantono (2008) Publi Relation Writing. Kencana Prenada Media Group

Rosady Ruslan (2003) Metode Penelitian PR dan Komunik asi, Rajawali Pers

Rosady Ruslan (2007). Manajemen PR dan Media Komunik asi PT Raja Grafindo Persada

Sugiono (2005). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung : Alfabeta

Soleh Soemirat (2002). Dasar Dasar Public Relation. Remaja Rosdakarya

(13)

Non Buku

Humas Pemkot Malang, Kota Malang Menyosong Masa Depan Kota Malang Dalam Angka 2010 (Badan Pusat Statistik Malang)

http://fahroe.wordpress.com/2006/04/25/logo-kota-malang/ (Kamis 12 Ags 2010) pukul 19.25

http://www.pemkot-malang.go.id/visimisi.php (diakses pada tanggal 18 Ags 2010) pukul 21.50

http://www.pemkot-malang.go.id/sekilas.php (diakses pada 9 Ags 2010) pukul 23.34

http://blog.malangkota.go.id/smpn5/2009/05/30/industri-tempe-sanan/ (Selasa,3 Ags 2010)

(14)

BAB I PE NDAHULUAN A. Latar Belakang

Humas (Hubungan Masyarakat) atau Public Relations yang sering disingkat

menjadi PR dalam kehidupan sehari-hari kita tentulah bukan suatu kata yang

asing di telinga kita. Munculnya humas dipopulerkan oleh seorang tokoh yang

bernama Ivy Ledbetter Lee sekitar tahun 1906 yang saat itu berhasil

menjembatani konflik yang terjadi antara buruh batu bara dan pengusaha.

Indonesia sendiri mengenal keberadaan sosok humas pada tahun 1950 yang

mana saat itu keberadaan humas bertugas untuk menjelaskan peran dan

fungsi-fungsi setiap kementrian, jawatan dan lembaga. Sejarah organisasi humas

mencatat bahwa Pertamina adalah perusahaan yang pertama kali menggunakan

humas sebagai media pembentuk citra positif Pertamina di mata masyarakat.

Dalam sebuah instansi pemerintahan atau perusahaan keberadaan

seorang humas memiliki peran yang sangat vital, dimana humas berfungsi

sebagai media pembentuk citra postif dan juga sebagi sumber informasi

instansi atau perusahaan kepada khalayak umum maupun sebaliknya. Setiap

instansi atau perusahaan pasti menginginkan adanya citra positif dari publik,

baik secara internal (karyawan, pemegang saham) maupun ek sternal (masyarakat

yang berada di luar instansi atau perusahaan). Pemahaman publik eksternal

maupun internal tentang citra positif sebuah instansi atau perusahaan dengan

sendirinya akan menguntungkan instansi atau perusahaan tersebut oleh sebab

(15)

Tak hanya sebagai media pembentuk citra positif organisasi atau

perusahaan kepada publiknya, humas juga memiliki kepentingan sebagai

jembatan atau perpanjangan lidah dari organisasi kepada publik dan publik

kepada organisasi tersebut. Sehingga kepentingan dari organisasi dan publik

bisa terpenuhi lewat keberadaan seorang humas.

Demikian pula dengan keberadaan bagian humas pemerintahan kota

Malang yang sangat berperan penting dan menduduki posisi paling vital dalam

tubuh pemerintahan. Humas pemerintah kota Malang memiliki semboyan atau

motto bahwa “Humas adalah Mata, Telinga dan Mulut bagi pemerintah kota

Malang”, yang berarti secara luas keberadaan humas sebagai alat komunikasi

dari pemerintah kepada masyarakat dan juga sebagai media penyampai aspirasi

dari masyarakat untuk pemerintah kota Malang.

Malang merupakan sebuah kota kecil yang mulai beranjak menuju kota

metropolis, layaknya kota yang mulai beranjak menuju pembangunan yang

lebih baik untuk masa depan pembangunan kota Malang diawali dengan

pembangunan infrastruktur kota yang memadai dan modern. Tidak hanya

mementingkan kemegahan fisik semata tetapi juga mempertimbangkan

keindahan alam dan keasrian lingkungan kota Malang.

Sejauh ini, Malang tercitrakan sebagai kota pendidikan terbesar kedua

setelah Yogjakarta. Hal ini yang kemudian menjadikan Humas Pemerintah

Kota Malang berkeinginan untuk terus mempertahankan citra sebagai kota

pendidikan tersebut meskipun secara perlahan Kota Malang juga beranjak

untuk menjadi sebagai kota industri. Setidaknya ada beberapa hal yang

(16)

tempat studinya. Pertama, Malang merupakan salah satu kota yang paling

nyaman di Indonesia untuk ditinggali, salah satu buktinya adalah diraihnya Piala

Adipura oleh kota Malang untuk kategori kota terbersih. Disamping itu, biaya

hidupnya juga dijamin sangat murah. Beberapa universitas terbaik juga ada di

kota Malang. Universitas Brawijaya dan Universitas Negeri Malang tetap

menjadi terpopuler di kota ini. Ada juga Universitas Islam Negeri Malang yang

juga mulai mampu bersaing dengan dua universitas negeri tersebut.

Untuk universitas swasta beberapa alternatif yang ditawarkan adalah

Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Merdeka (Unmer)

dan yang terbaru dan berkualitas adalah Universitas Machung. Untuk Institut

juga ada Institut Tekhnologi Nasioanal (ITN) dan masih ada beberapa kampus

lain di kota ini. Untuk pendidikan setara SMA ada beberapa sekolah unggulan

yang sudah dapat berprestasi di tingkat Indonesia, sekolah terbaik itu antara

lain adalah: SMAN 3 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 1 Malang , SMAN 5

Malang dan SMAN 10 Malang. Beberapa sekolah swasta yang sudah eksis di

Indonesia antara lain WAING (SMAK Kolose Santo Yusuf) dan DEMPO

(DMAK St albertus Malang). Yang terbaru juga masih ada Bina Bangsa.

Pada dasarnyaperkembangan suatu daerah di nilai dari berbagai bidang,

baik bidang ekonomi, bidang sosial dan juga dari bidang pendidikan. Demikian

juga dengan kota Malang sebagai kota yang sedang berkembang menuju kota

metropolis, setelah pembangunan infrastruktur kota Malang pembangunan

yang dilakukan pemerintah kota Malang adalah pengembangan di berbagai

(17)

Keinginan untuk mengembangkan berbagi bidang yang ada dikota

Malang maka pemerintah kota malang memliki visi pembangunan untuk kota

Malang dengan “TE RWUJUDNYA KOTA MALANG SE BAGAI KOTA

PE NDIDIKAN YANG BE RKUALITAS, KOTA SE HAT DAN RAMAH

LINGKUNGAN, KOTA PARIWISATA YANG BE RBUDAYA, ME NUJU

MASYARAKAT YANG MAJU DAN MANDIRI”.

Pokok dari target visi pembangunan tersebut menjadi cita yang harus

diwujudkan yang kemudian terangkum dan disebut sebagai TRIBINA CITA

KOTA MALANG. Tribina Cita Kota Malang terdiri atas tiga komponen

penting yaitu :

a) Kota Malang sebagai Kota Pendidikan.

b) Kota Malang sebagai Kota Industri.

c) Kota Malang sebagai Kota Pariwisata.

Pembangunan kota Malang sebagai kota pendidikan juga dimulai dengan

merintis adanya sekolah – sekolah berstandar internasional bagi SD, SMP,

SMA dan juga SMK. Saat ini beberapa sekolah yang ada di kota Malang dari

SD hingga SMA yang sudah memenuhi standar nasional antara lain adalah

SMP 1,2,3 SMK Nusantara, SMK Nasional dan beberapa lainnya. Memasuki

era globalisasi seperti sekarang ini dimana kebutuhan akan informasi semakin

tinggi pemerintah kota Malang berupaya membangun fasilitas untuk sekolah -

sekolah dengan jaringan internet sehingga muncullah sebutan Cyber City untuk

kota Malang, tak cukup dengan adanya Cyber City sebagai penunjang lainnya

pemerintah kota Malang juga mengembangkan perpustakaan umum kota yang

(18)

Ditengah penggalakan sekolah-sekolah berstandar internasional

pemerintah kota Malang juga berupaya mewujudkan Malang sebagai kota

industri seperti yang terangkum dalam tribina cita kota Malang poin dua juga

karena melihat banyaknya industri dalam skala industri makro dan industri

mikro yang berdiri di Malang, beberapa industri mikro sebagai pendukung dan

industri makro antara lain adalah industri keripik tempe yang berpusat di

daerah Sanan, indutri keramik gerabah di Dinoyo, industri mebel di Belimbing

dan industri rokok yang banyak terletak di sekitar wilayah Bandulan.

Yang sangat disayangkan ketika pemerintah kota Malang berupaya

mengembangkan sarana dan prasarana pendidikan di kota Malang akhir-akhir

ini sering terdengar di telinga kita ada satu gelar lagi yang muncul pada kota

Malang, yaitu kota mall dan kota ruko. Sebutan ini muncul karena banyaknya

mall dan ruko yang 4 tahun terakhir ini didirikan oleh para pengusaha dan

disetujui oleh pemerintah dalam hal pendiriannya1. Berdirinya ruko-ruko dan

mall-mall besar dikota Malang merupakan bukti bahwa geliat industri kota

Malang baik makro maupun mikro berkembang dengan cepat. Dalam 4 tahun

terakhir berdiri 3 mall besar di pusat kota Malang. Awal 2006 Malang Town

Square (MATOS) berdiri, tahun 2008 Mall Olympic Garden (MOG) berdiri

dan mulai operasional sejak tahun 2009 menyusul yang terakhir adalah @ MX

yang berdiri bersebelahan dengan MATOS pada tahun 2010.

Upaya utama menjadikan kota Malang sebagai kota pendidikan

terkalahkan oleh pesatnya perkembangan industri-industri yang ada di kota

Malang. Lalu muncullah sebutan lain bagi kota Malang yatitu kota ruko dan

1

(19)

mall Maraknya pembangunan mall-mall besar juga dirasakan mulai

mempengaruhi citra Malang sebagai kota pendidikan.

Maka berangkat dari fenomena tersebut peneliti mengangkat judul

“AKTIVITAS HUMAS PE ME RINTAH KOTA MALANG DALAM

ME MPE RTAHANKAN CITRA MALANG SE BAGAI KOTA

PE NDIDIKAN (Studi pada Humas Pemerintah Kota Malang).

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka rumusan masalah yang

akan diangkat dalam penelitin ini adalah “Bagaimana aktivitas humas

pemerintah kota Malang dalam mempertahankan citra Malang sebagai kota

pendidikan?”

C. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan, maka tujuan

penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas apa saja yang dilakukan

pemerintah kota Malang dalam mempertahankan citra Malang sebagai kota

pendidikan.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Akademis

Penelitian ini diharapkan bisa menjadi referensi atau acuan bagi

(20)

diajukan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan gelar Strata 1 dalam

Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas

Muhammadiyah Malang.

2. Manfaat Praktis

Sebagai hasil belajar secara konkrit, dan penelitian ini diharapkan

bermanfaat dan mampu menjadi bahan evaluasi dari beberapa

program-program kerja yang telah dicanangkan oleh humas pemerintah kota Malang.

E . Tinjauan Pustaka

1. Hubungan Masyarakat a. Pengertian Humas

PR atau Humas adalah nama yang tak lagi asing di telinga masyarakat,

namun kadang kala masyarakat kurang bisa menjabarkan makna, keberadaan

dan betapa pentingnya kehadiran seorang humas dalam sebuah organisasi

maupun perusahaan. Menurut Dr. Rex Harlow dalam bukunya yang

berjudul : A Model for Public Relations E ducation for Professional Practies yang

diterbitkan oleh International Public Relations A ssociation (IPRA) 1978

menyatakan; “ Hubungan masyarakat merupakan komunikasi dua arah

antara organisasi dengan publik secara timbal balik dalam rangka

mendukung fungsi dan tujuan manajemen dengan meningkatkan pembinaan

kerja sama serta pemenuhan kepentingan bersama”.2 Dalam artian lain

humas adalah “suatu kegiatan untuk menanamkan pengertian guna

2

(21)

memperoleh good will, kerjasama dan kepercayaan yang pada gilirannya akan

mendapat dukungan dari pihak lain”3.

Demikian juga Rachmadi mengatakan pengertian dari public relations

adalah penyelenggara komunikasi timbal balik antara lembaga dengan publik

yang bisa mempengaruhi sukses tidaknya keberadaan lembaga tersebut. Dari

pihak lembaga, komunikasi seperti ini ditujukan untuk menciptakan saling

pengertian dan dukungan bagi tercapainya tujuan, kebijakan dan tindakan

lembaga tersebut4.

Dalam lembaga pemerintahan keberadaan humas sangat dibutuhkan

karena memiliki tugas sebagai alat publikasi dan pemberitaan tentang

berbagai kebijkan pemerintah, memberi informasi secara teratur tentang

kebijakan-kebijakan, rencana-rencana, serta hasil-hasil kerja lembaga, juga

memberikan atau menanamkan kesan yang menyenangkan sehingga akan

timbul opini publik yang menguntungkan bagi kelangsungan lembaga

tersebut.

b. F ungsi Humas

Fungsi utama dari keberadaan humas adalah menumbuhkan dan

mengembangkan hubungan baik antara lembaga atau organisasi dengan

publiknya baik internal maupun ek sternal dalam rangka menanamkan

3

Widjaja, Komunikasi dan Hubungan M asyarakat (Bum i Aksara) p.54

4

(22)

pengertian, menumbuhkan motifasi dan persepsi publik dalam upaya

meningkatkan opini publik yang menguntungkan perusahaan atau

organisasi.

Dalam menjalankan tugas dan operasionalnya sebagai komunikator

fungsi humas atau public relations adalah:

1) Menunjang kegiatan manajemen dalam mencapai tujuan organisasi.

2) Membina hubungan harmonis antara organisasi dengan publik public

internal dan public ek sternal.

3) Menciptakan komuniaksi dua arah dengan menyebarkan informasi

dari organisasi kepada publiknya dan menyalurkan opini publik

kepada organisasi.

4) Melayani publik dan menasehati pimpinan organisasi demi

kepentingan umum.

5) Operasionalisasi organisasi public relations adalah bagaimana membina

hubungan yang harmonis antara organisasi dengan publiknya, untuk

mencegah terjadinya rintangan psikologis yang timbul dari pihak

organisasi maupun pihak publik5.

Berdasarka uraian diatas dapat ditarik kesimpulan mengenai fungsi

public relations pada intinya sebagai komunikator atau jembatan penghubung

antara organisai atau lembaga yang diwakilinya dengan publiknya serta

pendukung dalam fungsi manajemen organisasi dan membentuk coorporate

image.

5

(23)

c. Tugas Humas

Dalam menjalankan tugas sehari-hari seorang humas memiliki tugas

pokok antara lain adalah :

1) Menyelenggarakan dan bertanggung jawab atas penyampaian

informasi atau pesan secara lisan, tertulis atau melalui gambar (visual)

kepada publik, sehingga publik mempunyai pengertian yang benar

tentang hal ikhwal perusahaan atau lembaga, segenap tujuan serta

kegiatan yang dilakukan.

2) Memonitor, merekam dan mengevaluasi tanggapan serta pendapat

umum atau masyarakat.

3) Mempelajari dan melakukan analisis reaksi publik terhadap kebijakan

perusahaan atau lembaga, maupun segala macam pendapat(public

acceptance dan non acceptance).

4) Menyelenggarakan hubungan yang baik dengan masyarakat dan media

massa untuk memperoleh public favour, public opinion dan perubahan

sikap6.

Menurut Widjaja ruang lingkup tugas seorang humas antara lain

adalah:

a. Pengumpulan dan pengolahan data

Pengumpulan dan pengolahan adalah sebagai proses keperluan

informasi bagi masyarakat dan lembaga serta informasi umpan balik

bagi masyarakat.

6

(24)

b. Penerangan

Sedangkan penerangan merupakan tugas untuk memberikan

penerangan kepada masyarakat tentang kebijkan dan pelaksanaan

kegiatan lembaga atau instansi melalui media massa.

c. Publikasi

Publikasi yang dilakukan oleh seorang humas berkaitan dengan

kebijakan dan pelaksanaan kegiatan lembaga7.

d. Sasaran Humas

Menjalankan tugas sebagai seorang humas pada suatu lembaga, maka

sasaran tugas humas meliputu dua hal, yaitu:

a. Sasaran yang berupa publik intern

Yang dimaksud dengan publik intern adalah kelompok masyarakat

yang selalu berhubungan dengan humas dalam menjalankan tugasnya.

Sasaran ini berada di lingkungan atau lembaga dimana humas itu

sendiri berada, yaitu seluruh pegawai mulai dari karyawan terendah

sampai tertinggi.

b. Sasaran yang berupa publik ekstern

Sasaran yang tercakup pada wilayah publik ekstern adalah

orang-orang yang berada diluar lingkungan atau lembaga, misalnya para

anggota masyarakat dan wartawan.8

7

Widjaja, op.cit., p,57

8

(25)

2. Aktivitas Humas atau Public Relation

Pengertian akitivitas humas menurut C.R Wright sebagaimana yang dikutip oleh D.Djanaid dalam bukunya adalah ”suatu kegiatan yang memiliki

sifat kesibukan terhadap suatu perbuatan yang menunjukkan pengumpulan dan

distribusi informasi mengenai kejadian-kejadian yang berlangsung dilingkungan

baik diluar maupun didalam suatu masyarakat tertentu9.

Lebih lanjut DR. Rex Howlow mengatakan “Public Relations avtivity is

management of communication between an organization and it’s publics” yang artinya

aktivitas humas salah satunya adalah melaksanakan fungsi-fungsi managemen

organisasi antara organisasi dari lembaga yang mewakilinya dengan publik

sebgai khalayak sasarannya khususnya dalam mencapai citra positif.

Menciptakan kepercayaannya dan membina hubungan baik dengan stak eholder

atau audiencenya. Yaitu dalam rangka membentuk identitas dan citra korporat10.

Meruntut dari dua pendapat diatas tentang aktivitas humas maka bisa

disimpulkan bahwa aktivitas humas adalah sebuah rangkain kegiatan yang

diorganisasikan melalui program yang terpadu dang berlangsung secara

teratur. Aktivitas humas bukanlah sebuah kegitan yang bisa dadakan tanpa

melalui sebuah perencanaan yang matang.

D.Djanaid mengatakan beberapa jenis aktivitas yang dilakukan humas

adalah sebagai berikut :

9

D.Djanaid, Public Relations dalam Teori dan Praktek, M alang : Indopurels,. P. 7

10

(26)

1) Menyelenggarakan pertemuan (rapat, seminar, lokakarya, jumpa pers)

2) Melakukan kontak pribadi baik secara eksternal maupun internal

3) Membuat pusat informasi yang dapat dilakukan dengan menerbitkan

majalah atau yang sering disebut dengan in house jurnal dalam rangka

memelihara dan membina hubungan yang baik dan harmonis antara

pimpinan dengan publik internal dan ek sternal

4) Menyelenggarakan kegiatan publikasi melalui pers, yaitu baik dalam bentuk

siaran pers, konfrensi pers dan lainnya.

5) Mengadakan pemeran

6) Berusaha membangkitkan perhatian publik11.

3. Humas dalam Pemerintahan

Dasar pemikiran humas dalam pemerintahan berlandaskan dua fakta

dasar. Pertama, masyarakat mempunyai hak untuk mengetahui, oleh karena itu

pejabat pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memberikan penjelasan

kepada masyarakat. Kedua, adanya suatu kebutuhan dari pejabat untuk

mendapat berbagi masukan dari masyarakat tentang berbagai macam persoalan

baru dan juga tekanan sosial untuk mendapatkan partisipasi dan juga dukungan

dari masyarakat12.

a. Tugas Kehumasan Pemerintah

11

Djanaid, op.cit ,. P.15

12

(27)

Humas pemerintah bertugas memberikan informasi dan penjelasan

kepada khalayak atau publik mengenai kebijakan dan langkah-langkah atau

tindakan yang diambil pemerintah serta mengusahakan tumbuhnya

hubungan yang harmonis antara lembaga atau instansi dengan publiknya

dan juga memberikan pengertian kepada publik (masyarakat) tentang apa

yang dikerjakan oleh instansi atau lembaga. Pada dasarnya tugas humas

pemerintahan adalah:

1. Memberikan penerangan atau pendidikan kepada masyarakat

tentang kebijakan, langkah-langkah dan tindakan-tindakan

pemerintah, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa

informasi yang diperlukan secara terbuka, jujur dan objektif.

2. Memberi bantuan kepada media berita(news media) berupa

bahan-bahan informasi mengenai kebijakan dan langkah-langkah serta

tindakan pemerintah, termasuk fasilitas peliputan kepada media

berita untuk acara-acara resmi yang penting. Pemerintah merupakan

sumber informasi yang penting bagi media, karena itu sikap

keterbukaan informasi sangat diperlukan.

3. Mempromosikan kemajuan pembangunan ekonomi dan kebudayaan

yang telah dicapai oleh bangsa kepada khalayak di dalam negeri,

maupun kepada khalayak luar negeri.

4. Memonitor pendapat umum tentang kebijakan pemerintah,

(28)

back kepada pimpinan instansi-instansi pemerintah yang

bersangkutan sebagai input13.

4. Citra

Citra adalah tujuan utama sekaligus merupakan reputasi dan prestasi

yang hendak di capai oleh seorang PR atau humas. Pengertian citra bersifak

abstrak, semu (intangible) dan tidak bisa diukur secara sistematis, namun

wujudnya bisa dirasakan dengan adanya respon positif dan respon negatif.

Dengan demikian terbentuknya sebuah citra tidak terjadi dengan sendirinya,

ada beberapa faktor yang mempengaruhinya. Terjadinya sebuah citra di

gambarkan sebagai berikut:

Gambar 1

Skema Terbentuknya Citra

Ada beberapa jenis citra di dalam aktifitas PR atau humas, antara lain

sebagai berikut:

a) Citra Cermin (Mirror Image)

Yakni dimana sebuah perusahaan atau organisasi, terlebih para

pemimimpin seperti manager dan direktur selalu merasa berada di

13

Rachm adi , op.cit., p,78

Citra

Persepsi

(29)

posisi baik tanpa pernah memperdulikan kesan dan tanggapan orang

luar.

b) Citra Kini (Current Image)

Adalah sebuah kesan yang diperoleh dari orang lain tentang

perusahaan atau organisasi maupun hal lain yang berkaitan dengan

produk yang dimilkinya.

c) CitraKeinginan (Wish Image)

Citra keinginan adalah hal seperti apa yang diinginkan dan dicapai

oleh manajemen perusahaan, atau suatu produk yang ingin di

perkenalkan dan di harapkan bisa di terima dengan respon yang

positif oleh publik atau masyarakat umum lainnya.

d) Citra Perusahaan (Coorporate Image)

Citra ini berkaitan dengan sosok perusahaan, bagaimana menciptakan

citra perusahaan yang positif, lebih di kenal serat di terima oleh

publiknya. Dalam hal ini pihak humas atau PR juga berupaya bahkan

bertanggung jawab untuk mempertahankan citra perusahaan atau

organisasinya.

e) Citra Serbaaneka (Multiple Image)

Citra ini merupakan pelengkap dari citra perusahaan dimana seorang

humas menampilkan identitas perusahaan melalui media seperti

atribut, logo, brand’s name yang secara umum termasuk citra

perusahaan.

(30)

Citra penampilan adalah lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana

kinerja atau performa para professional pada perusahaan yang

bersangkutan, seperti pemberian kualitas pelayanan pada publik juga

pada pelanggan14.

a. Mempertahankan Citra

Mempertahankan yang berwala dari kata tahan memiliki makna

mengusahakan supaya tidak berubah atau berganti dari keadaan semula.

Citra merupakan suatu kesan yang sengaja di ciptakan oleh suatu organisasi

atau lembaga, pengertian citra bersifak abstrak, semu (intangible) dan tidak

bisa diukur secara sistematis, namun wujudnya bisa dirasakan dengan

adanya respon positif dan respon negatif. Upaya mempertahankan citra

adalah kesan yang diupayakan organisasi atau lembaga agar tidak berubah

dari keadaan semula.

Dalam hal mempertahankan sebuah citra positif perusahaan atau

instansi pihak humas juga berupaya bahkan bertanggung jawab untuk

mempertahankan citra perusahaan atau organisasinya disebut dengan

Coorporate Image. Dan itu dilengkapi dengan adanya Multiple Image (citra

serbaaneka) dimana seorang humas berusaha menampilkan identitas

perusahaan melalui media seperti atribut, logo, brand’s name yang secara

umum termasuk citra perusahaan15.

(31)

5.Tribinacita Kota Malang

Beberapa hal yang menjadi rumusan dari pembangunan kota Malang

yang sedang berkembang menuju kota metropolis. maka ditetapkan kota

Malang sebagai:

1) Kota Pelajar/ Kota Pendidikan.

2) Kota Industri.

3) Kota Pariwisata.

Ketiga pokok inti dari pembangunan tersebut menjadi cita-cita

masyarakat kota Malang yang harus di wujudkan yang kemudian di sebut

dengan TRIBINA CITA KOTA MALANG. a. Kota Malang Sebagai Kota Pendidikan

Pendidikan merupakan prasarat kemajuan suatu daerah ataupun

sebuah bangsa, karena tidak akan ada peradaban tanpa adanya pendidikan

yang baik bagi rakyatnya. Pengembangan pendidikan kota Malang

kedepannya yang akan dilakuakan mengacu pada visi dan misi pendidikan

kota Malang, yang mana tanggung jawab pelaksanaannya bukan hanya

tanggung jawab pemerintah saja tetapi juga seluruh lapisan masyarakat

sehingga dibutuhkan kerjasama dengan lembaga pendidikan, menjalin mitra

dengan perguruan tinggi baik dalam bidang pengkajian, pengembangan ilmu

penegetahuan dan tekhnologi maupun dalam pengembangan kwalitas kota

Malang pada umumnya.

Menghadapi persaingan dan meningkatkan mutu pendidikan

pemerintah kota Malang terus melakukan pengembangan sekolah unggulan

(32)

Malang pun turut dibenahi dengan menerapkan strategi yang tidak saja

mencakup penyedian dan penyiapan sarana dan prasarana pendidikan saja ,

akan tetapi juga dalam aspek manajemen dimana proses pembelajaran lebih

menonjolkan peran aktif pelajar dan dilakukan dalam suasana

menyenangkan. Citra Malang sebagai kota pendidikan juga di dukung

dengan keberadaan Perpustakaan Umum Kota Malang yang terletak di jalan

Ijen, yang memiliki koleksi buku berjumlah lebih dari 90.000 buah buku.16

Kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan Humas Pemerintah Kota

sebagai upaya pencitraan Malang sebagai kota pendidikan antara lain adalah:

1. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan

2. Bekerjasama dengan instansi-instansi pendidikan dalam mengadakan

pameran pendidikan

3. Membuka semua akses bagi seluruh lapisan masyarkat untuk masuk di

semua jenjang pendidikan

4. Mendorong terciptanya kompetisi-kompetisi yang mendorong

kretifitas dan kapibilitas pelajar dan mahasiswa kota Malang

5. Memberikan informasi mengenai perkembangan pendidikan kepada

masyarakat luas.

b. Kota Malang Sebagai Kota Industri

Rumusan pembangunan yang menjadikan Malang sebagai kota industri

(33)

Malang sebagai kota industri. Sektor industri kota Malang yang paling banyak

menyerap tenaga kerja dan menyumbangkan pendapatan tertinggi adalah sektor

pengolahan tembakau yang berjumlah 27 perusahaan.

Disamping keberadaan industri rokok sebagai industri terbesar di kota

Malang, ada beberapa industri rakyat lainnya yang menjadi unggulan, antara

lain adalah :

1) KE RAMIK dan GE RABAH

2) KE RIPIK TEMPE

3) ME BE L

4) ROTAN

5) SANITE R

b. Kota Malang Sebagai Kota Pariwisata

Menjadikan Malang sebagai kota pariwisata bukanlah sesuatu yang

mustahil, kota Malang memiliki udara yang lembab dan berhawa sejuk. Dibelah

sungai Brantas di kelilingi pegunungan, perkebunan dan taman serta

bangunan-bangunan bergaya art deco dan letak yang strategis dipersimpangan kota-kota

jawa timur, kota Malang dijadikan tempat transit dan persinggahan bagi

wisatawan yang akan berlibur.

Beberapa tempat wisata yang menjadi tujuan para wisatawan untuk

berkunjung adalah:

1) Balai kota dan alun-alun bunder

2) Pasar burung dan pasar bunga

(34)

4) Alun-alun kota

5) Taman Krida Budaya

6) Sentra Industri Keramik

7) Taman Tlogomas

8) Ijen Boulevard dan Museum Brawijaya

9) Kerajinan Rotan

10)Pasar Wisata (Pasar Minggu)

11)Taman Rekreasi Rakyat

F . Definisi Konseptual 1. Aktivitas Humas

Aktivitas humas merupakan salah satu adalah pelaksanakan

fungsi-fungsi managemen organisasi antara organisasi dari lembaga yang

mewakilinya dengan publik sebgai khalayak sasarannya khususnya dalam

mencapai citra positif. Menciptakan kepercayaannya dan membina hubungan

baik dengan stak eholder atau audiencenya. Yaitu dalam rangka membentuk

identitas dan citra korporat

2. Mempertahankan Citra

Usaha untuk mempertahankan citra adalah kesan yang diupayakan

organisasi atau lembaga agar tidak berubah dari keadaan semula. Dalam

mempertahankan citra perusahaan atau organisasinya disebut dengan

Coorporate Image. Dan itu dilengkapi dengan adanya Multiple Image (citra

(35)

perusahaan melalui media seperti atribut, logo, brand’s name yang secara

umum termasuk citra perusahaan17.

G.Metode Penelitian

1. Pendekatan dan Perspektif Penelitian

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan

kualitatif, yakni peneliti hendak menentukan pilihan perolehan data dalam

bentuk cerita rinci, mendalam dari responden maupun informan. Maka

perolehan data yang di harapkan yaitu dalam bentuk deskriptif. Dimana

peneliti berusaha mendeskripsikan atau menggambarkan bagaimana aktifitas

yang dilakukan humas pemerintah kota Malang dalam rangka

mempertahankan citra Malang sebagai kota pendidikan.

Perspektif penelitian adalah cara pandang peneliti dalam memberikan

tingkat kebebasan pada informan dalam memberikan sajian data atau

informasi. Oleh karena pendekatan yang di gunakan adalah pendekatan

kualitatif, maka perspektif yang di gunakan adalah perspektif emik, yakni

pendekatan penelitian yang hasil perolehan datanya dalam bentuk narasi,

cerita detail, ungkapan dan juga bahasa asli dari hasil konstruksi para

informan, tanpa adanya evaluasi dan interpretasi dari peneliti.

2. F okus Penelitian

Agar lebih terarah dalam melakukan penelitian ini, maka peneliti

hanya ingin mengetahui aktifatas yang dilakukan humas pemerintah kota

17

(36)

Malang dalam mempertahankan citra Malang sebagai kota pendidikan.

Dalam hal ini poin-poin yang ingin dikumpulkan adalah sebagai berikut:

1. Posisi atau peran humas dalam pemerintahan kota Malang

2. Keterlibatan humas dalam pencitraan kota Malang

3. Program-program yang dilakukan humas dalam mempertahankan

citra kota Malang sebagai kota pendidikan.

4. Kerjasama yang dilakukan humas dengan instansi lainnya , sekolah

maupun universitas-universitas yang ada di kota Malang

5. Kendala yang dihadapi oleh humas pemerintah kota Malang

dalam mempertahankan citra kota Malang sebagai kota

pendidikan.

3. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian akan dilakukan di kantor Pemerintah Kota Malang Jl. Tugu

no 1 Malang Jawa – Timur dengan bagian humas pemerintah kota Malang.

Sedangkan untuk waktu pelaksanaanya akan dilaksanakan pada akhir bulan

November – Desember 2010. Alasan peneliti melakukan penelitian ini

karena ingin mengetahui strategi seperti apa yang digunakan Pemerintah

kota Malang dalam rangka mempertahankan citra Malang sebagai kota

pendidikan.

(37)

Subjek dalam penelitian ini adalah pihak-pihak atau orang-orang yang menguasai dalam memberikan informasi tentang aktifitas humas

pemerintah kota Malang dalam mempertahankan citra Malang sebagai kota

pendidikan, yang dalam penelitian ini terdiri dari :

a. Kepala Sub Bagian Pemberitaan

b. Kepala Sub Bagian Dokumentasi

c. Kepala Sub Bagian Protokol

Alasan dari penetapan subjek penelitian diatas adalah dengan

pertimbangan bahwa kasubag pemberitaan, kasubag dokumentasi dan

kasubag protokol adalah orang-orang yang lebih mengetahui seluk beluk

humas pemerintah kota Malang terutama dalam hal pencitraan Malang

sebagai kota pendidikan.

5. Teknik Pengumpulan Data a. Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu yang

dilakukan oleh dua pihak yaitu, pewawancara (interviewer) dan

terwawancara (interviewee). Dalam proses wawancara untuk penelitian ini

menggunakan wawancara tidak terstruktur yang mana diharapakan dari

wawancara tidak terstruktur peneliti bisa menanyakan sesuatu atau

menggali data secara lebih mendalam dan detail lagi kepada pihak

terwawancara (narasumber). Proses wawancara yang akan dilakukan oleh

(38)

dokumentasi dan juga pemberitaan pemerintah kota Malang periode

2008 – 2013.

b. Dokumentasi

Dokumentasi adalah sebuah tekhnik pengumpulan data dengan mencatat dan menyalin data-data yang dimiliki oleh humas

pemerintah kota Malang, dalam penelitian ini adalah berupa majalah,foto

dan data data lainnya yang berkaitan dengan agenda kehumasan

pemerintah kota Malang di bidang pendidikan.

6. Teknik Analisis Data

Teknik analisa data merupakan bagian yang sangat penting dalam

metode ilmiah karena dengan analisa data dapat diberi arti tentang makna

yang berguna dalam memecahkan masalah penelitian. Untuk analisa data

peneliti menggunakan teknik analisa data kualitatif. Menurut Miles dan

Huberman18 analisa data kualitatif terdiri dari:

a. Pengumpulan data

Dalam hal ini peneliti mencari dan mengumpulkan semua data yang

ada dilapangan sesuai dengan judul penelitian, untuk kemudian dijadikan

sebagai tambahan dalam penulisan.

b. Reduksi Data

Merupakan proses penyajian, kompilasi data setelah direduksi ke

dalam bentuk-bentuk simbol yang bisa menggambarkan keseluruhan

data-data utamanya hasil penelitian. Kegiatan ini merupakan

18

(39)

penyederhanaan data yang kompleks ke dalam narasi-narasi pendek sesuai

kriteria dan klasifikasi data berdasarkan rumusan masalah sehingga

dengan mudah bisa difahami maknanya

c. Display Data

Merupakan tahap seleksi data atas data atau catatan-catatan lapangan

(fieldnotes), sehingga data yang di dapat sesuai dengan pokok yang dituju

dalam penelitian.

d. Verifikasi Data atau Conclusion Drawing

Setelah data diolah atau disajikan, maka diambil beberapa alternatif

yang terbaik untuk dijadikan bahan penyampaian informasi dan

pengambilan keputusan guna kemudian diambil sebuah kesimpulan.

Komponen-komponen analisis data di atas yang kemudian oleh Miles

dan Huberman (1992:20) disebut dengan ‘model interak tif’ digambarkan

sebagai berikut :

Gambar 2 Teknik Analisis Data

Pengumpulan Data

Penyajian Data

(40)

Sumber : Metodologi Penelitian Kualitatif (Tinjauan Teoritis dan Prak tis)19

7. Teknik Keabsahan Data

Dalam metode pemeriksanaan keabsahan data ini dapat melalui

perbandingan antara data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara,

membandingkan antara data hasil wawancara dengan data dokumentasi,

membandingkan data hasil penelitian dengan hasil penelitian-penelitian

sebelumnya yang dianggap relevan, dan membandingkan data hasil

penelitian dengan teori.20

Untuk menguji keabsahan data yang dikumpulkan, peneliti akan

menggunakan teknik Triangulasi yaitu teknik triangulasi sumber. Triangulasi

adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu

sumber data yang lain diluar data itu untuk keperluan pembanding atau

pengecekan derajat kepercayaan hasil penelitian. Teknik triangulasi yang

paling banyak digunakan ialah pemeriksaan melalui sumber lain.

19

M asykur Bakri, M etodologi Penelitian Kualitatif (Tinjauan Teoritis dan Praktis), Penelitian Universit as Islam M alang 2003. P. 172

20

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, atas berkat Rahmat dan Karunia-Nya Sripsi yang berjudul “Prevalensi dan Faktor Risiko Rinosinositis Kronik serta

Tujuan skripsi ini adalah mengetahui perhitungan tarif kamar hotel dengan menggunakan metode activity based costing dan untuk mengetahui keakuratan biaya pada

Kesimpulan penelitian ini sebagai berikut. Pertama, rata-rata komponen dari urutan tidak memenuhi sampai memenuhi adalah komponen indikator soal, kunci/kriteria, rumus

Dengan demikian yang dapat dilakukan adalah mengetahui berbagai peluang atau prospek sekaligus melihat penghambat bagi implementasi hukum islam di Indonesia.. Secara politis

Perluasan kegiatan pemerintah dalam berbagai bidang membawa konsekuensinya tindakan – tindakan yang semakin menyusup ke segala segi kehidupan rakyat. Ruang

Dalam penelitian ini akan dilakukan proses degradasi terhadap pestisida dengan bahan aktif dikofol yang banyak digunakan dibidang pertanian, menggunakan metoda fotolisis

Hasil ini sesuai dengan penelitian Ermayanti yang melaporkan bahwa produksi metabolit sekunder lebih tinggi pada akar rambut dibandingkan pada tanaman normal atau yang diproduksi

Cara yang biasa ditempuh oleh para produsen agar produknya tetap mendapatkan tempat yang strategis di antara padatnya produk para pesaing adalah dengan melakukan promosi