• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Konsumsi Susu Pada Mahasiswa Indonesia Dan Malaysia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Konsumsi Susu Pada Mahasiswa Indonesia Dan Malaysia"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Dinda Ayuvalira Dwipangesti
  • Pengajar:
    • Hadi Riyadi, MS
    • Yayat Heryatno, SP MPS
  • Sekolah: Institut Pertanian Bogor
  • Mata Pelajaran: Gizi Masyarakat
  • Topik: Analisis Konsumsi Susu Pada Mahasiswa Indonesia Dan Malaysia
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2014
  • Kota: Bogor

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan tesis ini membahas latar belakang pentingnya analisis konsumsi susu pada mahasiswa Indonesia dan Malaysia. Latar belakang ini didasarkan pada perbedaan konsumsi susu antara kedua negara, dan peran konsumsi susu dalam mencapai kecukupan gizi. Diskusi ini menghubungkan konsumsi susu dengan faktor-faktor sosial ekonomi, budaya, dan aksesibilitas. Pembahasan juga menyinggung peran edukasi gizi dalam mempengaruhi pilihan konsumsi, membuat bagian ini relevan dengan tujuan pendidikan gizi untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya nutrisi.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini memberikan konteks historis konsumsi susu, membandingkan kebiasaan konsumsi di Indonesia dan Malaysia. Perbedaan tersebut dikaitkan dengan faktor-faktor seperti aksesibilitas, harga, dan pengetahuan gizi. Peran kebijakan pemerintah dalam mempromosikan konsumsi susu juga dibahas. Relevansi akademis terletak pada pemahaman faktor-faktor sosial budaya yang mempengaruhi pola konsumsi makanan. Secara pedagogis, ini dapat digunakan untuk mendiskusikan strategi promosi kesehatan masyarakat yang efektif.

1.2 Perumusan Masalah

Bagian ini merumuskan pertanyaan penelitian yang spesifik dan terukur. Pertanyaan penelitian difokuskan pada perbedaan konsumsi susu antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rumusan masalah ini menunjukkan kejelasan dan fokus penelitian, yang merupakan aspek penting dalam metodologi penelitian. Secara pedagogis, ini mengajarkan mahasiswa bagaimana merumuskan pertanyaan penelitian yang tepat dan terarah.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian diuraikan secara rinci, baik tujuan umum maupun tujuan khusus. Tujuan khusus penelitian ini mencakup analisis karakteristik individu, persepsi terhadap pangan, preferensi konsumsi, kontribusi gizi susu, dan hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi konsumsi. Tujuan yang terukur dan spesifik ini penting untuk menilai keberhasilan penelitian. Aspek pedagogisnya adalah demonstrasi bagaimana menyusun tujuan penelitian yang terstruktur dan dapat dicapai.

1.4 Hipotesis Penelitian

Bagian ini mengemukakan hipotesis yang akan diuji dalam penelitian. Hipotesis penelitian menghubungkan pengetahuan gizi, tingkat ekonomi, dan kebiasaan makan dengan konsumsi susu. Pengujian hipotesis ini penting untuk menguji hubungan kausalitas antar variabel. Dari segi pedagogi, ini menggambarkan pentingnya formulasi hipotesis yang dapat diuji secara empiris.

1.5 Manfaat Penelitian

Bagian ini menjelaskan manfaat penelitian bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan. Manfaat penelitian meliputi kontribusi bagi pemahaman pola konsumsi susu, informasi untuk meningkatkan konsumsi susu, dan acuan untuk penelitian selanjutnya. Menjelaskan manfaat penelitian menunjukkan relevansi dan dampak penelitian. Aspek pedagogis menekankan pentingnya menjelaskan dampak praktis dari penelitian.

II. Kerangka Pemikiran

Bagian ini menjelaskan kerangka teoritis yang mendasari penelitian, yaitu model konsumsi pangan Sanjur (1982) yang mempertimbangkan karakteristik individu, karakteristik pangan, dan karakteristik lingkungan. Bagian ini menjelaskan bagaimana ketiga faktor tersebut berinteraksi dan mempengaruhi konsumsi susu. Nilai akademisnya adalah penggunaan teori yang relevan dan teruji untuk menjelaskan fenomena sosial. Secara pedagogis, ini menunjukkan bagaimana teori dapat digunakan untuk merancang dan menginterpretasi penelitian.

III. Metode

Bagian metode menjelaskan desain penelitian, populasi dan sampel, instrumen pengumpulan data, serta teknik analisis data. Penggunaan metode Cross Sectional Study dan Proporsional Random Sampling dijelaskan secara detail, termasuk perhitungan ukuran sampel. Ini memastikan replikasi penelitian dan transparansi metodologis. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa bagaimana memilih dan menerapkan metode penelitian yang sesuai.

3.1 Desain, Tempat dan Waktu

Penjelasan rinci tentang desain penelitian (Cross Sectional Study), lokasi penelitian (Universiti Putra Malaysia dan IPB), dan periode pengumpulan data. Pemilihan lokasi dijelaskan secara purposive, menunjukkan pertimbangan metodologis yang matang. Secara pedagogis, ini menunjukkan bagaimana memilih desain penelitian dan lokasi penelitian yang sesuai dengan tujuan penelitian.

3.2 Jumlah dan Cara Penarikan Subjek

Penjelasan detail tentang teknik pengambilan sampel (Proporsional Random Sampling) dan perhitungan jumlah sampel. Kriteria inklusi dan eksklusi subjek dijelaskan secara jelas. Ini menjamin representasi sampel dan validitas temuan. Aspek pedagogis adalah pemahaman tentang teknik pengambilan sampel dan perhitungan ukuran sampel.

3.3 Jenis dan Cara Pengumpulan Data

Penjelasan tentang jenis data (primer dan sekunder) dan metode pengumpulan data (wawancara, kuesioner, observasi). Instrumen pengumpulan data, seperti kuesioner dan Food Frequency Questionnaires (FFQ), dijelaskan. Ini menunjukkan validitas dan reliabilitas data. Secara pedagogis, bagian ini mengajarkan mahasiswa bagaimana memilih instrumen pengumpulan data yang tepat dan valid.

3.4 Pengolahan dan Analisis Data

Penjelasan rinci tentang tahapan pengolahan data (editing, coding, entry, cleaning) dan teknik analisis data (statistik deskriptif dan inferensial, seperti Pearson’s Correlation). Software yang digunakan juga disebutkan. Ini menjamin transparansi dan reproduksibilitas analisis data. Aspek pedagogisnya adalah pemahaman tentang teknik analisis data yang sesuai dan interpretasinya.

IV. Definisi Operasional

Bagian ini mendefinisikan secara operasional variabel-variabel yang digunakan dalam penelitian, seperti konsumsi susu, pengetahuan gizi, tingkat ekonomi, dan preferensi konsumsi. Definisi operasional ini penting untuk memastikan kejelasan dan konsistensi dalam pengukuran variabel. Ini penting untuk menghindari ambiguitas dan kesalahan interpretasi. Aspek pedagogisnya adalah pentingnya definisi operasional dalam penelitian.

V. Hasil dan Pembahasan

Bagian ini menyajikan hasil penelitian secara deskriptif dan inferensial, serta interpretasi hasil tersebut berdasarkan kerangka teoritis yang telah dijelaskan sebelumnya. Hasil penelitian dibahas secara sistematis, menghubungkan temuan dengan literatur yang relevan. Nilai akademisnya adalah presentasi dan interpretasi data yang sistematis dan ilmiah. Aspek pedagogisnya adalah cara menyajikan dan menginterpretasi hasil penelitian secara tepat dan kritis.

5.1 Status Ekonomi

Bagian ini membahas hasil analisis status ekonomi mahasiswa, meliputi pendapatan dan pengeluaran pangan. Perbedaan status ekonomi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia, serta pengaruhnya terhadap konsumsi susu, dibahas secara detail. Ini menunjukkan dampak faktor ekonomi terhadap perilaku konsumsi. Aspek pedagogis adalah analisis data kuantitatif dan interpretasi hasil penelitian dalam konteks ekonomi.

5.2 Pengetahuan Gizi

Bagian ini mempresentasikan hasil pengukuran pengetahuan gizi mahasiswa mengenai susu dan nutrisinya. Perbedaan pengetahuan gizi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia, serta korelasinya dengan konsumsi susu, dibahas secara rinci. Ini menunjukkan peran pengetahuan sebagai faktor determinan perilaku konsumsi. Aspek pedagogisnya adalah analisis data kuantitatif dan interpretasi hasil dalam konteks pendidikan gizi.

5.3 Kebiasaan dan Pola Makan

Bagian ini membahas kebiasaan dan pola makan mahasiswa terkait konsumsi susu, termasuk jenis produk susu yang dikonsumsi, frekuensi konsumsi, dan waktu konsumsi. Perbedaan kebiasaan konsumsi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia dijelaskan dan diinterpretasikan. Ini menunjukkan pengaruh budaya dan kebiasaan terhadap pola konsumsi. Aspek pedagogisnya adalah analisis data kualitatif dan kuantitatif dalam konteks kebiasaan makan.

5.4 Alasan Mengonsumsi

Bagian ini membahas berbagai alasan mahasiswa mengonsumsi produk susu, seperti rasa, kesehatan, dan kepraktisan. Perbedaan alasan konsumsi antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia dijelaskan dan diinterpretasikan. Ini memberikan wawasan lebih mendalam tentang motivasi di balik perilaku konsumsi. Aspek pedagogis adalah analisis data kualitatif dan interpretasi motif perilaku konsumen.

5.5 Karakteristik Lingkungan

Bagian ini membahas pengaruh karakteristik lingkungan, seperti ketersediaan dan harga susu, terhadap konsumsi susu mahasiswa. Perbedaan karakteristik lingkungan antara Indonesia dan Malaysia dan pengaruhnya terhadap konsumsi dibahas secara detail. Ini menunjukkan dampak faktor lingkungan terhadap perilaku konsumsi. Aspek pedagogisnya adalah analisis data dan interpretasi hasil dalam konteks lingkungan.

5.6 Konsumsi Susu

Bagian ini menyajikan data kuantitatif mengenai konsumsi susu mahasiswa Indonesia dan Malaysia, termasuk jumlah konsumsi dan kontribusinya terhadap kecukupan gizi. Perbedaan konsumsi antara kedua kelompok dijelaskan dan diinterpretasikan. Ini merupakan inti dari penelitian dan menunjukkan hasil utama. Aspek pedagogisnya adalah pemahaman data konsumsi dan aplikasinya dalam perencanaan gizi.

5.7 Pengaruh Harga dan Ketersediaan terhadap Preferensi Konsumsi

Bagian ini membahas hasil analisis tentang pengaruh harga dan ketersediaan susu terhadap preferensi konsumsi. Analisis ini menunjukkan bagaimana faktor ekonomi dan distribusi mempengaruhi pilihan konsumen. Aspek pedagogisnya adalah bagaimana menginterpretasi pengaruh variabel ekonomi terhadap perilaku konsumen.

5.8 Hubungan Antara Karakteristik Individu dengan Preferensi dan Konsumsi

Bagian ini membahas hasil analisis korelasi antara karakteristik individu (pengetahuan gizi, tingkat ekonomi, dan kebiasaan makan) dengan preferensi dan konsumsi susu. Hasil ini menunjukkan hubungan kausalitas antar variabel. Aspek pedagogisnya adalah bagaimana menginterpretasi analisis korelasi dan hubungan kausalitas antar variabel.

VI. Simpulan dan Saran

Bagian ini merangkum temuan utama penelitian dan memberikan saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi kebijakan. Kesimpulan disusun secara ringkas dan sistematis, menjawab pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya. Saran didasarkan pada temuan penelitian dan relevan dengan tujuan pendidikan gizi. Aspek pedagogisnya adalah cara menyimpulkan penelitian dan memberikan saran yang relevan.

6.1 Simpulan

Bagian ini berisi ringkasan temuan utama penelitian, menjawab pertanyaan dan hipotesis penelitian. Ini menunjukkan kemampuan sintesis informasi dan menyajikan kesimpulan yang ringkas dan jelas. Aspek pedagogisnya adalah bagaimana merangkum temuan penelitian dan menyajikannya secara sistematis.

6.2 Saran

Bagian ini berisi saran-saran yang relevan berdasarkan temuan penelitian. Saran ini dapat mencakup saran untuk penelitian selanjutnya, program intervensi gizi, dan kebijakan pemerintah. Saran ini memberikan implikasi praktis dari penelitian. Aspek pedagogisnya adalah bagaimana memberikan saran yang relevan dan praktis berdasarkan temuan penelitian.

VII. Daftar Pustaka

Daftar pustaka memuat semua referensi yang digunakan dalam penulisan tesis. Ini menunjukkan integritas akademis dan memungkinkan pembaca untuk memverifikasi informasi yang dikutip. Aspek pedagogisnya adalah bagaimana membuat daftar pustaka yang sesuai dengan standar akademik.

Referensi Dokumen

  • Hubungan Tingkat Ekonomi dengan Preferensi Konsumsi Susu ( Dong (2006) dan Beghin (2006) )
  • ( Rezai et al. (2011) )
  • ( Quah and Tan (2010) )
  • ( Sheng et al. (2008) )
  • ( Hendijani and AbKarim (2010) )

Gambar

Gambar 1 Kerangka pemikiran
Tabel 1 Jumlah subjek untuk setiap kelompok
Tabel 3 Analisis data penelitian
Tabel 5 Tingkat ekonomi subjek per tahun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bentuk olahan kedelai yang lain seperti tauco memiliki rata-rata konsumsi yang lebih rendah dibandingkan konsumsi tahu dan tempe yaitu sebesar 0.033%

Sinaga : Analisis Pengaruh Suku Bunga dan Pendapatan Per Kapita Terhadap Kredit Konsumsi pada Bank..., 2006... Tuana

Model regresi TKB terbaik untuk pengeluaran konsumsi susu di wilayah pedesaan yaitu (1) model penuh untuk kuantil 0.05 dan 0.25; (2) model tanpa prediktor persentase pengeluaran

Tingkat residu antibiotik sampel susu wilayah KUD Tandang Sari yang memiliki manajemen yang baik ternyata lebih rendah dibandingkan dengan tingkat residu antibiotik pada sample

Aspek psikososial, Aktivitas Fisik, konsumsi Makanan, Status Gizi dan Pengaruh Susu Plus Probiotik Enterococcus faecium IS-27526 (MEDP) Terhadap Respons Imun IgA

Skripsi yang berjudul Pengaruh Pemberian Air Susu Ibu (ASI), Konsumsi Zat Gizi, dan Kelengkapan Kartu Menuju Sehat (KMS) terhadap Status Gizi Bayi disusun sebagai salah

Rataan konsumsi ransum itik pada umur 0-4 dan 0-8 minggu yang memperoleh perlakuan kepadatan gizi rendah (R,) sangat nyata lebih rendah dibandingkan dengan itik yang

Jadi rata-rata tingkat konsumsi beras sebesar 114,13 kg per kapita pada tahun 2014 dan angka ini dianggap lebih realistis dibandingkan dengan 139,15 kg per kapita yang selama ini