• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sistem Pengawasan dan Pengendalian Persediaan Barang Pada UD. Taruna Tani Putri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sistem Pengawasan dan Pengendalian Persediaan Barang Pada UD. Taruna Tani Putri"

Copied!
188
0
0

Teks penuh

(1)

Diajukan untuk Menempuh Ujian Akhir Sarjana

ASEP IRAWAN

10110013

PROGRAM STUDI TEKNIK INFORMATIKA

FAKULTAS TEKNIK DAN ILMU KOMPUTER

(2)
(3)
(4)

Nama : Asep Irawan

Jenis Kelamin : Laki-laki

Golongan Darah : O

Tempat & Tanggal Lahir : Gabuswetan, 24 Nopember 1992

Alamat : Ds. Drunten Wetan Blok. Kamplong Kulon

No. 183 Rt. 07/ Rw. 03 Kec. Gabuswetan

Kab. Indramayu - 45263

No. Telp : +6289638862992

Email : [email protected]

PENDIDIKAN FORMAL

1998 - 2004 : SD Negeri Druntenwetan 1

2004 - 2007 : SMP Negeri 2 Gabuswetan

2007 – 2010 : SMK Negeri 1 Losarang Jurusan Teknik

Komputer dan Jaringan

2010 - 2014 : Program Studi Teknik Informatika

Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer

Universitas Komputer Indonesia

(5)

v

KATA PENGANTAR ... iii

DAFTAR ISI ... v

DAFTAR GAMBAR ... viii

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR SIMBOL ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xvi

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan... 2

1.4 Batasan Masalah ... 3

1.5 Metodologi Penelitian ... 4

1.5.1 Metode Pengumpulan Data ... 4

1.5.2 Metode Pembangunan Perangkat Lunak ... 5

1.6 Sistematika Penulisan ... 6

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Profil Perusahaan ... 9

2.1.1 Sejarah Perusahaan ... 9

2.1.2 Logo Perusahaan ... 10

2.1.3 Visi dan Misi ... 10

2.1.4 Struktur Organisasi ... 11

2.2 Landasan Teori... 12

2.2.1 Sistem Informasi ... 12

2.2.2 Pengawasan ... 14

2.2.3 Persediaan ... 15

2.2.3.1 Jenis Persediaan ... 15

(6)

vi

2.2.4.3 Tinjauan Metode Kualitatif ... 20

2.2.4.4 Tinjauan Metode Kuantitatif ... 21

2.2.4.5 Pengukuran Kesalahan Peramalan ... 26

2.2.5 Flowmap ... 27

2.2.6 Entity Relationship Diagram (ERD) ... 28

2.2.7 Data Flow Diagram (DFD) ... 29

2.2.7.1 BalancingDalam DFD ... 30

2.2.7.2 Larangan Dalam DFD ... 31

2.2.8 Kamus Data ... 31

BAB 3 ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM ... 33

3.1 Analisis Sistem... 33

3.1.1 Analisis Masalah ... 33

3.1.2 Analisis Prosedur pada Sistem yang Berjalan ... 33

3.1.2.1 Prosedur Penjualan Barang ... 34

3.1.2.2 Prosedur Pengadaan dan Penerimaan Barang ... 36

3.1.3 Analisis Pengawasan Persediaan Barang ... 38

3.1.4 Analisis Pengendalian Persediaan Barang ... 40

3.1.5 Analisis Kebutuhan Non Fungsional ... 46

3.1.5.1 Analisis Pengguna ... 46

3.1.5.2 Analisis Perangkat Keras ... 47

3.1.5.3 Analisis Perangkat Lunak ... 48

3.1.5.4 Analisis Jaringan ... 48

3.1.5.5 Analisis Pengkodean ... 49

3.1.5.6 Analisis Basis Data ... 51

3.1.6 Analisis Kebutuhan Fungsional ... 53

3.1.6.1 Diagram Konteks ... 53

(7)

vii

3.2 Perancangan Arsitektur ... 105

3.2.1 Perancangan Struktur Menu ... 106

3.2.2 Perancangan Antarmuka ... 107

3.2.2.1 Perancangan Antarmuka Program ... 107

3.2.2.2 Perancangan Antarmuka Pesan ... 129

3.2.3 Jaringan Semantik ... 131

3.2.4 Rancangan Prosedural ... 132

BAB 4 IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN ... 139

4.1 Implementasi Sistem ... 139

4.1.1 Implementasi Pengguna ... 139

4.1.2 Implementasi Perangkat Keras ... 139

4.1.3 Implementasi Perangkat Lunak... 140

4.1.4 Implementasi Basis Data... 140

4.1.5 Implementasi Form ... 145

4.1.6 Implementasi Antar Muka ... 146

4.2 Pengujian Sistem ... 146

4.2.1 Rencana Pengujian Sistem ... 147

4.2.2 Pengujian Alpha ... 148

4.2.3 Kesimpulan Pengujian Alpha ... 171

4.2.4 Pengujian Beta ... 171

4.2.5 Kesimpulan Pengujian Beta ... 174

4.2.6 Pengujian Peramalan ... 174

4.2.7 Kesimpulan Pengujian Peramalan ... 175

BAB 5 KESIMPULAN DAN SARAN... 177

5.1 Kesimpulan ... 177

5.2 Saran ... 177

(8)

179

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

[2] Heizer, J. dan Render, B. 2006. Operations Management. Edisi Ketujuh.

Jakarta: Salemba Empat.

[3] Heizer, J. dan Render, B. 2011. Operations Management. Edisi Kesembilan

Buku Dua. Jakarta: Salemba Empat.

[4] Herjanto, E. 1997. Manajemen Produksi dan Operasi. Jakarta: Grasindo.

[5] Jogiyanto. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi: Pendekatan

Terstruktur, Teori dan Praktik Aplikasi Bisnis. Yogyakarta: ANDI.

[6] Kusrini. 2007. Strategi Perancangan dan Pengelolaan Basis Data.

Yogyakarta : ANDI.

[7] Ladjamudin, A.B. 2005. Analisis dan Desain Sistem Informasi. Yogyakarta:

Graha Ilmu.

[8] Makridakis, S., Wheelwhright, S.C. dan McGee, V.E. 1983. Metode dan

Aplikasi Peramalan. Edisi Kedua Jilid 1. Terjemahan oleh Andriyanto,

U.S. dan Basith, A. 1993. Jakarta: Erlangga.

[9] Rangkuti, F. 1998. Manajemen Persediaan: Aplikasi di Bidang Bisnis.

Jakarta: Rajawali Pers.

[10] Sommerville, I. 2003. Software Engineering. Edisi 6 Jilid 1. Jakarta:

Erlangga.

[11] Umar, H. 2008. Metode Penelitian untuk Skripsi daan Tesis Bisnis. Edisi

(9)

iii

dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Sistem

Pengawasan dan Pengendalian Persediaan Barang Pada UD. Taruna Tani Putri”.

Skripsi ini disusun dengan maksud untuk memenuhi syarat kelulusan ujian

akhir Sarjana Program Strata Satu Program Studi Teknik Informati Fakultas

Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Komputer Indonesia.

Pada proses penyusunan skripsi ini, penulis mendapat banyak bantuan,

dorongan, bimbingan, dan arahan serta dukungan yang sangat berarti dari

berbagai pihak, oleh karena itu, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang

sebesar-besarnya kepada :

1. Kedua orang tuaku, Hj. Hindun dan H. Nur‟alim yang telah memberikan

kasih sayang, doa dan motivasi yang sangat besar untuk menyelesaikan

tugas akhir, kakakku tercinta Fauzin, Muksinin, Muslihin, Ade Irman

Suryani, Sri Nurhayati, Ika Muslika, dan kedua adikku Febriyanti Hastuti

dan Eva Frigustini serta keluarga besar H. Jaelani yang telah banyak

memberikan dukungan dalam proses pembuatan tugas akhir.

2. Ibu Riani Lubis, S. T., M. T. selaku pembimbing, atas bimbingan, arahan,

serta sarannya yang sangat membantu dalam pembuatan tugas akhir.

3. Bapak Iskandar Ikbal, S. T., M. Kom. selaku reviewer/penguji 1 atas saran

dan arahan yang sangat membantu dalam penyempurnaan tugas akhir ini.

4. Ibu Utami Dewi W, S. Kom., M. Kom. selaku penguji 3 atas saran dan

arahan yang sangat membantu dalam penyempurnaan tugas akhir ini.

5. Bapak H. Awing Sutopo selaku pemilik UD. Taruna Tani Putri yang telah

mengizinkan melakukan penelitian di UD. Taruna Tani Putri.

6. Seluruh pihak UD. Taruna Tani Putri yang telah memberikan bantuan

selama melakukan penelitian tugas akhir.

7. Ibu Nelly Indriani W, S.Si., M. T. selaku dosen wali kelas IF-1 angkatan

(10)

iv

teman-temanku di kelas IF-1 angkatan 2010 yang tidak bisa disebutkan

satu-persatu serta teman-teman bimbingan ibu Riani Lubis S, T., M. T. atas

perhatian, dukungan, dorongan, dan bantuan yang telah diberikan.

9. Seluruh dosen yang telah memberikan ilmunya.

10.Seluruh pihak yang membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini jauh dari sempurna, karena

keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman penulis, oleh karena itu

penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun yang diharapkan sebagai

bahan perbaikan di masa yang akan dating.

Penulis juga berharap semoga kelak skripsi ini dapat bermanfaat bagi para

pembaca dan dapat dijadikan pertimbangan bagi pihak-pihak yang

berkepentingan, Amin.

Bandung, Agustus 2014

(11)

1

UD. Taruna Tani Putri berada di desa Druntenwetan - Indramayu

merupakan sebuah usaha dagang yang menyediakan berbagai macam kebutuhan

pertanian. Mayoritas warga di desa Druntenwetan memiliki profesi sebagai petani

sehingga penjualan pada UD. Taruna Tani Putri terus meningkat untuk bahan–

bahan pertanian. Rata-rata jumlah pembeli yang datang pada UD. Taruna Tani

Putri dalam satu hari berkisar antara lima belas sampai lima puluh orang dengan

pembelian paling sedikit satu jenis barang. Beberapa jenis barang akan meningkat

penjualannya pada saat musim–musim tertentu seperti pada saat musim tanam

padi terjadi peningkatan penjualan pada obat jenis herbisida. Pada saat musim

buah sampai musim panen peningkatan terjadi pada obat jenis insektisida dan

fungisida.

Permintaan konsumen yang meningkat pada musim-musim tertentu tidak

dapat terpenuhi seluruhnya oleh UD. Taruna Tani Putri karena pengadaan barang

yang dilakukan oleh pemilik UD. Taruna Tani Putri menunggu persediaan barang

di gudang habis, sehingga UD. Taruna Tani Putri pada suatu waktu tidak dapat

memenuhi permintaan konsumen yang berimbas pada keuntungan yang tidak

maksimal dan dikhawatirkan kepercayaan konsumen hilang dan beralih ke penjual

lain. Masalah lain yang terjadi yaitu pemilik UD. Taruna Tani Putri kesulitan

dalam menentukan kuantitas pesanan yang sesuai dengan permintaan konsumen

karena permintaan setiap bulannya tidak tetap atau fluktuatif. Hal tersebut

membuat UD. Taruna Tani Putri sering mengalami kelebihan dalam melakukan

pemesanan barang sehingga berdampak pada penumpukan barang dan terjadinya

kerusakan barang karena terlalu lama disimpan.

Dari masalah–masalah yang telah diuraikan, UD. Taruna Tani Putri

membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengawasi persediaan barang sehingga

tidak terjadi kehabisan barang dan sistem yang dapat mengendalikan persediaan

(12)

permintaan konsumen agar tidak terjadi kelebihan. Oleh karena itu, penulis

mencoba membangun “SISTEM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN

PERSEDIAAN BARANG PADA UD. TARUNA TANI PUTRI”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian yang telah dipaparkan diatas maka didapatkan beberapa

masalah yaitu :

1. Sering terjadinya permintaan konsumen yang tidak terpenuhi karena

metode pengadaan di UD. Taruna Tani Putri menunggu persediaan

barang habis.

2. Pemilik UD. Taruna Tani Putri mengalami kesulitan dalam menentukan

kuantitas pesanan karena permintaan konsumen setiap bulan tidak tetap

sehingga terjadi kelebihan persediaan barang.

Berdasarkan masalah yang telah diidentifikasi, maka rumusan masalah

dalam penelitian ini adalah bagaimana melakukan pengawasan dan pengendalian

persediaan barang pada UD. Taruna Tani Putri.

1.3 Maksud dan Tujuan

Maksud dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem pengawasan dan

pengendalian persediaan barang pada UD. Taruna Tani Putri, sedangkan tujuan

yang akan dicapai dari penelitian ini adalah :

1. Membantu pemilik UD. Taruna Tani Putri dalam menghindari

kekurangan persediaan barang dengan melakukan pengawasan

persediaan barang.

2. Membantu pemilik UD. Taruna Tani Putri dalam menentukan jumlah

barang yang dipesan sesuai permintaan konsumen agar tidak terjadi

(13)

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah pada penelitian ini meliputi beberapa hal, di anataranya :

1. Data yang diolah berupa data penjualan barang, data pengadaan barang, data

persediaan barang dan data supplier periode Januari 2012 – Desember 2013.

2. Data untuk dianalisis dipilih satu barang yang paling tinggi permintaannya

yaitu Indamin 200ml.

3. Pengendalian tidak dilakukan pada barang jenis pupuk karena termasuk

barang bersubsidi dan jumlahnya sudah ditentukan oleh pemerintah.

4. Sistem yang dibangun mampu melakukan pengawasan persediaan barang

dan mengendalikan persediaan barang pada UD. Taruna Tani Putri.

5. Proses dari sistem yang dibangun adalah pengawasan persediaan barang,

pengolahan data barang, pengolahan data supplier, pengolahan data

penjualan, pengolahan data pengadaan barang, dan peramalan permintaan

barang.

6. Indikator pengawasan persediaan barang yaitu ketersediaan barang, jumlah

barang yang masuk dan jumlah barang yang keluar.

7. Pengendalian persediaan barang dilakukan dengan melakukan peramalan

permintaan barang.

8. Metode untuk melakukan peramalan permintaan yaitu tren variasi musiman

karena pola data permintaan pada UD. Taruna Tani Putri adalah pola data

musiman.

9. Pola data diambil dari enam sampel produk dengan tingkat permintaan

paling tinggi pada periode Januari 2012 – Desember 2013. Pola data pada

UD. Taruna Tani Putri dapat dilihat pada lampiran F.

10. Aplikasi yang akan dibangun berbasis desktop.

11. Metode analisis dan perancangan yang akan digunakan dalam pembangunan

sistem berdasarkan data terstruktur yaitu menggunakan flowmap, Entity

Relationship Diagram (ERD), dan untuk menggambarkan diagram proses

(14)

12. Keluaran sistem berupa :

a. Informasi persediaan barang.

b. Informasi barang masuk.

c. Informasi barang keluar.

d. Informasi daftar supplier.

e. Informasi daftar pegawai.

f. Informasi daftar pengguna.

g. Informasi daftar barang.

h. Informasi transaksi penjualan barang.

i. Informasi pengendalian persediaan barang.

j. Laporan pengawasan persediaan barang dan laporan penjualan barang.

1.5 Metodologi Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah metode

penelitian deskriptif yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan

data, menganalisa data, membuat pemecahan masalah dan kemudian disusun

untuk ditarik kesimpulan mengenai masalah tersebut. Metode penelitian ini

digunakan sebagai pedoman agar hasil yang dicapai tidak menyimpang dari tujuan

yang telah ditetapkan sebelumnya. Adapun teknik – teknik dalam metodologi

penelitian adalah :

1.5.1 Metode Pengumpulan Data

Metode pegnumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam

penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Data

merupakan salah satu komponen penelitian, artinya tanpa data tidak akan ada

penelitian. Data yang akan dipakai dalam penelitian haruslah data yang benar,

karena data yang salah akan menghasilkan informasi yang salah [11].

Pada penelitian ini dilakukan beberapa metode pengumpulan data yaitu :

a. Observasi

Pada tahap ini dilakukan sebuah observasi langsung ke tempat penelitian

(15)

Indramayu terhadap permasalahan yang diambil sebagai bahan

penelitian.

b. Wawancara

Pada tahap ini dilakukan analisis dengan wawancara pemilik UD. Taruna

Tani Putri untuk mendapatkan keterangan – keterangan tentang masalah

yang berkaitan dengan penelitian yang akan dilakukan serta melakukan

pengamatan dari keterangan – keterangan yang dipaparkan oleh pemilik

UD. Taruna Tani Putri.

c. Studi Literatur

Pada tahap ini dilakukan pengumpulan data melalui buku – buku, jurnal,

situs internet, dan catatan kuliah untuk membantu pembangunan sistem.

1.5.2 Metode Pembangunan Perangkat Lunak

Metode yang digunakan dalam pembuatan perangkat lunak adalah waterfall,

gambar waterfall dapat dilihat pada Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Metode Waterfall (Ian Sommerville)

Metode waterfall memiliki kekurangan dan kelebihan, kekurangan dari

metode waterfall yaitu : ketidak fleksibelan antar tahapan, susah dalam merespon

kebutuhan customer, model ini hanya cocok jika kebutuhan ini sangat jelas dan

perubahan kebutuhan dibatasi. Adapun kelebihan dari metode waterfall yaitu :

menghasilkan proses yang mature atau matang pada setiap tahapnya, mudah

Requirements

Definition

System and

Software Design

Implementation

and Unit Testing

Integration and

System Testing

Operation and

(16)

untuk diaplikasikan pada sebuah proyek, menghasilkan sistem yang terstruktur

dengan baik, dan memiliki tahap visible yang tinggi [10].

Berikut ini penjelasan dari tiap tahapan dalam metode waterfall :

1. Requirements Definition

Pada tahap ini dilakukan pendefisnisian kebutuhan dengan menganalisis

masalah – masalah yang terjadi pada UD. Taruna Tani Putri.

2. System and Software Design

Pada tahap ini dilakukan desain sistem baik itu dari segi perangkat keras

ataupun perangkat lunak.

3. Implementation and Unit Testing

Pada tahap ini dilakukan implementasi pembangunan unit – unit software

yang sudah didesain pada tahap sebelumnya, setelah dilakukan implementasi

selanjutnya dilakukan pengetesan setiap unitnya untuk memastikan setiap unit

telah memenuhi kebutuhan pengguna.

4. Integration System Testing

Unit – unit yang telah dibuat kemudian diintegrasikan sehingga menjadi

sebuah sistem yang lengkap selanjutnya untuk meyakinkan apakah sistem tersebut

sudah memenuhi kebutuhan maka dilakukan tes sistem untuk dipastikan tidak ada

kesalahan (error) saat digunakan, setelah dipastikan sistem terbebas dari error

maka sistem / software akan diberikan kepada customer.

5. Operation and Maintenance

Pada tahap ini merupakan tahap yang paling lama. Setelah sebuah sistem

digunakan cukup lama, jika ditemukan sebuah error pada sistem yang tidak

ditemukan saat integrasi dan pengujian sistem maka dilakukan sebuah perbaikan –

perbaikan dan menambahkan kebutuhan – kebutuhan baru pada sistem.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran

secara umum tentang penelitian yang akan dijalankan. Sistematika penulisan pada

(17)

BAB I PENDAHULUAN

Bab I membahas tentang latar belakang permasalahan, merumuskan

masalah yang dihadapi, menentukan maksud dan tujuan dari penelitian yang

dilakukan, batasan – batasan masalah, metodologi penelitian yang digunakan,

serta sistematika penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Bab II membahas tentang tinjauan umum perusahaan atau tempat penelitian

dan juga membahas berbagai teori – teori yang berkaitan dengan topik penelitian

yang dilakukan .

BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Bab III membahas analisis kebutuhan sistem dan pengguna, diantaranya

yaitu analisis masalah, analisis prosedur yang sedang berjalan, analisis basis data,

analisis kebutuhan fungsional, dan perancangan sistem yang dimulai dari

perancangan data, perancangan menu, dan perancangan antar muka program.

BAB IV IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM

Bab IV berisi tentang implementasi dan pengujian sistem yang telah

dikerjakan yang terdiri dari penerapan rencana implementasi, melakukan kegiatan

implementasi, dan tindak lanjut implementasi. Selain itu juga berisi pengujian

program yang dikerjakan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

Bab V akan menjelaskan tentang kesimpulan terhadap hasil penelitian dan

(18)
(19)

9

Profil tempat penelitian yang akan dibahas meliputi sejarah perusahaan,

logo perusahaan, visi dan misi, badan hukum, dan struktur organisasi.

2.1.1 Sejarah Perusahaan

UD. Taruna Tani Putri merupakan perusahaan persorangan karena

didirikan oleh satu orang yaitu pemilik UD. Taruna Tani Putri. Sumber modal,

tanggung jawab dan resiko ditanggung oleh pemilik, dan keuntungan yang didapat

akan menjadi hak pemilik sepenuhnya.

UD. Taruna Tani Putri berdiri pada tanggal 14 Februari 1992 bergerak

pada penjualan pupuk dan obat – obatan pertanian. H. Awing Sutopo selaku

pemilik mendirikan perusahaan setelah lulus dari Sekolah Menengah Atas (SMA)

dan memberikan nama UD. Taruna Tani Putri yang memiliki arti pemuda yang

penuh semangat dan memiliki wawasan dalam bidang pertanian. UD. Taruna Tani

Putri awalnya bertempat di Desa Curug Kec. Kandanghaur – Indramayu dengan

modal awal sebesar Rp. 650.000.

Sebagian besar warga di Desa Curug dan sekitarnya berprofesi sebagai

petani sehingga penjualan terus meningkat dan hal tersebut memerlukan

persediaan barang yang lebih banyak dan tempat yang lebih luas untuk

penyimpanan barang. Karena terbatasnya tempat penyimpanan barang, maka pada

tahun 2007 pemilik UD. Taruna Tani Putri Memutuskan untuk berpindah tempat

ke Jl. Raya Karangasem Desa Druntenwetan Kec. Gabuswetan – Indramayu.

Karena ketekunan dan kerja keras pemilik, UD. Taruna Tani Putri bisa

(20)

2.1.2 Logo Perusahaan

UD. Taruna Tani Putri mempunyai logo yang digunakan sebagai identitas.

Logo UD. Taruna Tani Putri dapat dilihat pada gambar 2.1.

Gambar 2. 1 Logo UD. Taruna Tani Putri

Arti dan makna logo UD. Taruna Tani Putri adalah sebagai berikut :

1. Arti dan makna T2P

T2P merupakan singkatan dari Taruna Tani Putri, singkatan tersebut memiliki

arti dan makna bahwa pemilik mendirikan UD. Taruna Tani Putri pada saat usia

muda dengan penuh semangat dan mempunyai wawasan dalam bidang pertanian.

2. Arti dan makna daun pada angka 2

Makna daun pada angka 2 adalah pertanian, UD. Taruna Tani Putri

menyediakan pupuk dan obat – obatan pertanian.

2.1.3 Visi dan Misi

Visi dan misi yang dimiliki UD. Taruna Tani Putri adalah sebagai berikut :

1. Visi

Menjadi perusahaan yang dapat membantu para petani dengan

menyediakan pupuk dan obat – obatan yang mengutamakan kualitas baik

dari segi pelayanan maupun dari segi barang dengan tujuan kepuasan

(21)

2. Misi

Misi UD. Taruna Tani Putri adalah sebagai berikut :

a. Memberikan pelayanan dan barang dengan kualitas baik demi

kepuasan pelanggan.

b. Membantu petani dalam meningkatkan produktivitas dengan

memberikan barang yang berkualitas.

2.1.4 Struktur Organisasi

Struktur organisasi adalah penggambaran secara secara grafik yang

menggambarkan struktur kerja dari suatu struktur organisasi. Struktur organisasi

UD. Taruna Tani Putri dapat dilihat pada gambar 2.2.

Gambar 2.2. Struktur Organisasi UD. Taruna Tani Putri

Deskripsi tugas merupakan penjelasan untuk mengetahui tugas, tanggung

jawab, dan wewenang dari setiap bagian yang ada pada UD. Taruna Tani Putri.

Berikut ini deskripsi tugas dari tiap – tiap bagian di UD. Taruna Tani Putri :

1. Pemilik

Mempunyai wewenang dalam mengambil keputusan, bertanggung jawab

dalam mengatur para pegawainya, bertanggung jawab penuh atas keuangan,

bertanggung jawab dalam transaksi penjualan dan bertanggung jawab atas

pembelian barang pada supplier.

Pemilik

(22)

2. Bagian Gudang

Memiliki tanggung jawab memelihara gudang beserta barang-barang yang

ada di dalam gudang agar terhindar dari kerusakan barang atau kehilangan barang.

3. Bagian Pengantar Barang

Memiliki tanggung jawab dalam mengantarkan barang yang dipesan oleh

pembeli sampai tujuan tanpa adanya kerusakan pada barang yang dipesan.

2.2 Landasan Teori

Pada landasan teori akan diterangkan teori-teori yang berhubungan dengan

judul penulisan ini diantaranya pembahasan mengenai sistem informasi,

pengawasan, persediaan barang, pengendalian persediaan, peramalan, flowmap,

Entity Relationship Diagram (ERD), Data Flow Diagram (DFD) dan kamus data.

.

2.2.1 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah suatu sistem di dalam suatu organisasi yang

mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian, mendukung operasi,

bersifat manajerial dan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar

tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan. Sistem informasi terdiri dari

komponen-komponen yang disebutnya dengan istilah blok bangunan (building

block), yaitu blok masukan (input block), blok model (model block), blok keluaran

(ouput block), blok teknologi (technology block), blok basis data (database block)

dan blok kendali (controls nlock). Sebagai suatu sistem, keenam blok tersebut

masing-masing saling berinteraksi satu dengan yang lainnya membentuk satu

kesatuan untuk mencapai sasarannya. Berikut ini adalah penjelasan dari tiap-tiap

blok yang ada dalam sistem informasi [5]:

1. Blok Masukam

Input mewakili data yang masuk kedalam sistem informasi. Input disini

termasuk metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan

(23)

2. Blok Model

Blok ini terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematik yang

akan memanipulasi data input dan data yang tersimpan di basis data dengan cara

yang sudah tertentu untuk menghasikan keluaran yang berguna untuk

menghasilkan keluaran yang diinginkan.

3. Blok Keluaran

Produk dari sistem informasi adalah keluaran yang merupakan informasi

yang berkuaitas dan dokumentasi yang berguna untuk semua tingkatan

manajemen serta semua pemakai sistem.

4. Blok Teknologi

Teknologi merupakan “kotak alat” (tool-box) dalam sistem informasi.

Teknologi digunakan untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan

mengakses data, meghasilkan dan mengirimkan keluaran dan membantu

pengendalian dari sistem secara keseluruhan. Teknologi terdiri dari tiga bagian

untuma, yaitu teknisi (humanware atau brainware), perangkat lunak (software)

dan perangkat keras (hardware). Teknisi dapat berupa orang-orang yang

mengetahui teknologi dan membuatnya dapat beroperasi. Misalnya teknisi adalah

operator komputer, pemrogram, operator pengolah kata, spesialis telekomunikasi,

analis sistem, penyimpan data dan lain sebagainya.

5. Blok Basis Data

Basis data (database) merupakan kumpulan dari data yang saling

berhubungan satu dengan yang lainnya, tersimpan di perangkat keras komputer

dan digunakan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Data perlu disimpan di

dalam basis data untuk keperluan penyediaan informasi lebih lanjut. Data di

dalam basis data perlu diorganisasikan sedemikian rupa, supaya informasi yang

dihasilkan berkualitas. Organisasi basis data yang baik juga berguna untuk

efisiensi kapasistas penyimpanannya. Basis data diakses atau dimanipulasi dengan

meggunakan perangkat lunak paket yang disebut dengan DBMS (Database

(24)

6. Blok Kendali

Banyak hal yang dapat merusak sistem informasi, seperti bencana alam, api,

temperatur, air, debu, kecurangan-kecurangan, kegagalan-kegagalan sistem itu

sendiri , kesalahan-kesalahan, ketidak efisienan, sabotase dan lain sebagainya.

Beberapa pengendalian perlu dirancang dan diterapkan untuk meyakinkan bahwa

hal-hal yang dapat merusak sistem dapat dicegah ataupun bila terlanjur terjadi

kesalahan-kesalahn dapat langsung cepat diatasi.

2.2.2 Pengawasan

Pengawasan merupakan sebuah aktivitas yang dilakukan oleh pimpinan

untuk melihat atau memantau jalannya organisasi selama kegiatan berlangsung,

dan menilai ketercapaian tuuan, melihat faktor pendukung dan penghambat

pelaksanaan program. Dalam pengawasan dikumpulkan data dan dianalisis, hasil

analisis diinterpretasikan dan diartikan sebagai masukan bagi pimpinan untuk

mengadakan perbaikan.

Tujuan pengawasan persediaan yaitu untuk memelihara terdapatnya

keseimbangan antara kerugian-kerugian serta penghematan dengan adanya suatu

tingkat persediaan tertentu, dan besarnya biaya dan modal yang dibutuhkan untuk

mengadakan persediaan tersebut. Tujuan pengawasan persediaan secara terperinci

dapat dinyatakan sebagai usaha untuk [1]:

1. Menjaga jangan sampai perusahaan kehabisan persediaan sehingga dapat

mengakibatkan terhentinya kegiatan produksi.

2. Menjaga supaya pembentukan persediaan oleh perusahaan tidak terlalu

besar atau berlebihan, sehingga biaya-biaya yang timbul dari persediaan

tidak terlalu besar.

3. Menjaga agar pembelian secara kecil-kecilan dapat dihindari karena akan

(25)

2.2.3 Persediaan

Persediaan merupakan suatu aktiva yang meliputi barang – barang milik

perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha tertentu.

Persediaan merupakan salah satu unsur yang paling aktif dalam operasi

perusahaan yang secara terus menerus diperoleh, diubah, yang kemudian dijual

kembali. Persediaan sangat penting artinya bagi suatu perusahaan pabrik karena

berfungsi menghubungkan antara operasi yang berurutan dalam pembuatan suatu

barang dan menyampaikannya kepada konsumen [9].

2.2.3.1 Jenis Persediaan

Setiap jenis persediaan memiliki karakteristik tersendiri dan cara

pengelolaan yang berbeda. Persediaan dapat dibedakan :

1. Persediaan bahan mentah (raw material) yaitu persediaan

barang-barang berwujud, seprti besi, kayu, serta komponen-komponen

lainnya yang digunakan dalam proses produksi.

2. Persediaan komponen-komponen rakitan (purchased

parts/components) yaitu persediaan barang-barang yang terdiri dari

komponen-komponen yang diperoleh dari perusahaan lain, dimana

secara langsung dapat dirakit menjadi suatu produk.

3. Persediaan barang pembantu atau penolong (supplies) yaitu

persediaan barang-barang yang diperlukan dalam proses produksi,

tetapi tidak merupakan bagian atau komponen barang jadi.

4. Persediaan barang dalam proses (work in process) yaitu persediaan

barang-barang yang merupakan keluaran dari tiap-tiap bagian dalam

proses produksi atau yang telah diolah menjadi suatu bentuk, tetapi

masih perlu diproses lebih lanjut menjadi barang jadi.

5. Persediaan barang jadi (finished goods) yaitu persediaan

barang-barang yang telah selesai diproses atau diolah dalam pabrik dan siap

(26)

2.2.3.2 Fungsi Persediaan

Persediaan memiliki fungsi antara lain :

1. Fungsi Decoupling

Adalah persediaan yang memungkinkan perusahaan dapat memenuhi

permintaan langganan tanpa tergantung pada supplier. Persediaan

bahan mentah diadakan agar perusahaan tidak akan sepenuhnya

tergantung pada pengadaannya dalam hal kuantitas dan waktu

pengiriman. Persediaan barang dalam proses diadakan agar

departemen-departemen dan proses-proses individual perusahaan terjaga “kebebasannya”. Persediaan barang jadi diperlukan untuk memenuhi permintaan produk yang tidak pasti dari para langganan.

Persediaan yang diadakan untuk menghadapi fluktuasi permintaan

konsumen yang tidak dapat diperkirakan atau diramalkan disebut

fluctuation stock.

2. Fungsi Economic Lot Sizing

Persediaan lot size ini perlu mempertimbangkan

penghematan-penghematan atau potongan pembelian, biaya pengangkutan per unit

menjadi lebih murah dan sebagainya. Hal ini disebabkan karena

perusahaan melakukan pembelian dalam kuantitas yang lebih besar,

dibandingkan dengan biaya-biaya yang timbul karena besarnya

persediaan (biaya sewa gedung, investasi, resiko dan sebagainya).

3. Fungsi Antisipasi

Apabila perusahaan menghadapi fluktuasi permintaan yang dapat

diperkirakan dan diramalkan berdasar pengalaman atau data-data

masa lalu, yaitu permintaan musiman. Dalam hal ini perusahaan dapat

mengadakan persediaan musiman (seasional inventories).

Disamping itu, perusahaan juga sering menghadapi ketidakpastian

jangka waktu pengiriman dan permintaan akan barang-barang selama

periode tertentu. dalam hal ini perusahaan memerlukan persediaan

(27)

2.2.3.3 Biaya Persediaan

Dalam melakukan pengambilan keputusan penentuan besarnya jumlah

persediaan, biaya-biaya variabel berikut ini harus dipertibangkan :

1. Biaya penyimpanan (Holding costs atau carrying cost) yaitu terdiri

atas biaya-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas

persediaan.

2. Biaya pemesanan atau pembelian (ordering costs atau procurement

costs) adalah biaya yang digunakan pada saat pemesanan atau

pembelian barang.

3. Biaya Penyiapan (mufacturing) atau set-up cost yaitu biaya yang

terjadi bila bahan-bahan tidak dibeli melainkan diproduksi sendiri oleh

perusahan, perusahaan menghadapi biaya penyiapan untuk

memproduksi komponen-komponen tertentu.

4. Biaya kehabisan atau kekurangan bahan (shortage costs) adalah biaya

yang timbul apabila persediaan tidak mencukupi adanya permintaan

bahan.

2.2.4 Peramalan

Peramalan (forecasting) adalah seni dan ilmu untuk memperkirakan

kejadian di masa depan. Hal ini dapat dilakukan dengan melibatkan pengambilan

data masa lalu dan menempatkannya ke masa yang akan datang dengan suatu

bentu model matematis. Bisa juga merupakan prediksi intuisi yang bersifat

subjektif. Atau bisa juga dengan menggunakan kombinasi model matematis yang

disesuaikan dengan pertimbangan yang baik dari seorang manajer. Berdasarkan

cakupan waktunya, peramalan dibagi menjadi tiga yaitu [2]:

1. Peramalan jangka pendek yaitu peramalan yang mencakup jangka waktu

hingga satu tahun tetapi umumnya kurang dari tiga bulan. Peramalan ini

digunakan untuk merencanakan pembelian, penjadwalan kerja, jumlah

tenaga kerja, penugasan kerja dan tingkat produksi.

2. Peramalan jangka menengah yaitu peramlan yang umumnya mencakup

(28)

merencanakan penjualan, perencanaan dan anggaran produksi, anggaran

kasar kas, dan menganalisis bermacam-macam rencana operasi.

3. Peramalan jangka panjang yaitu peramalan yang umumnya untuk

perencanaan tiga tahun atau lebih. Peramalan jangka panjang digunakan

untuk merencanakan produk baru, pembelanjaan modal, lokasi atau

pengembangan fasilitas serta penelitian dan pengembangan (litbang).

2.2.4.1 Jenis Peramalan

Suatu organisasi atau perusahaan umumnya menggunakan tiga tipe

peramalan yang utama dalam perencanaan operasi di masa depan yaitu :

1. Peramalan ekonomi (economic forecast) menjelaskan siklus bisnis dengan

memprediksikan tingkat inflasi, ketersediaan uang, dana yang dibutuhkan

untuk membangun perumahan dan indikator perencanaan lainnya.

2. Permalan teknologi (technological forecast) memperhatikan tingkat

kemajuan teknologi yang dapat meluncurkan produk baru yang menarik,

yang membutuhkan pabrik dan peralatan baru.

3. Peramalan permintaan (deman forecast) adalah proyeksi permintaan untuk

produk atau layanan suatu perusahaan. Peramalan ini disebut juga

peramalan penjualan, yang mengendalikan produksi, kapasitas, serta

sistem penjadwalan dan menjadi input bagi perencanaan keuangan,

pemasaran dan sumber daya manusia.

2.2.4.2 Pola Data

Dalam menentukan metode peramalan, maka harus memperhatikan pola

data yang akan diramalkan agar hasil peramalan akan mendekati data aktual atau

data aslinya. Pola data dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu :

1. Pola horisontal (H) terjadi bilamana nilai data berfluktuasi disekitar nilai

rata-rata yang konstan. Deret seperti itu adalah “stasioner” terhadap nilai

(29)

Gambar 2.3 Pola Data Horisontal

2. Pola musiman (S) terjadi bilamana suatu deret dipengaruhi oleh faktor

musiman (misalnya kuartal tahun tertentu, bulanan, atau hari-hari pada

minggu tertentu). pola data musiman dapat dilihat pada gambar 2.4.

Gambar 2.4 Pola Data Musiman

3. Pola siklis (C) terjadi bilamana datanya dipengaruhi oleh fluktuasi

ekonomi jangka panjang seperti yang berhubungan dengan siklus bisnis.

(30)

Gambar 2.5 Pola Data Siklis

4. Pola trend (T) terjadi bilamana terdapat kenaikan atau penurunan sekuler

jangka panjang dalam data. Pola data trend dapat dilihat pada gambar 2.6.

\

Gambar 2.6 Pola Data Trend

2.2.4.3 Tinjauan Metode Kualitatif

Peramalan kulitatif menggabungkan faktor intuisi, emosi, pengalaman

pribadi dan sistem nilai pengambil keputusan untuk meramal. Berikut ini teknik

(31)

1. Keputusan dari pendapat juri eksekutif. Pendapat sekumpulan kecil

manajer atau pakar tingkat tinggi, sering dikombinasikan dengan model

statistik, dikumpulkan untuk mendapatkan prediksi permintaan

kelompok.

2. Metode Delphi. Ada tiga jenis peserta dalam metode Delphi: pengambil

keputusan, karyawan dan responden. Pengambil keputusan biasanya

terdiri dari lima hingga sepuluh orang pakar yang akan melakukan

peramalan. Karyawan membantu pengambil keputusan dengan

menyiapkan, menyebarkan, mengumpulkan serta meringkas sejumlah

kuesioner dan hasil survei. Responden adalah sekelompok orang,

biasanya ditempatkan di tempat yang berbeda, dimana penilaian

dilakukan. Kelompok ini membiarkan input pada pengambil keputusan

sebelum peramalan dibuat.

3. Gabungan dari tenaga penjualan. Setiap tenaga penjualan

memperkirakan berapa jumlah penjualan yang bisa ia lakukan dalam

wilayahya. Peramalan ini kemudian dikaji untuk memastikan apakah

peramalan cukup realistis. Kemudian peramalan dikombinasikan pada

tingkat wilayah dan nasional untuk mendapatkan peramalan secara

keseluruhan.

4. Survei pasar konsumen. Metode ini meminta input dari konsumen

mengenai rencana pembelian mereka di masa depan. Hal ini membantu

tidak hanya dalam menyiapkan peramalan tetapi juga memperbaiki

desain produk dan perencanaan produk baru. Survei konsumen dan

gabungan tenaga penjualan bisa jadi tidak benar, karena peramalan

yang berasal dari input konsumen yang terlalu optimis.

2.2.4.4 Tinjauan Metode Kuantitatif

Peramalan kuantitatif menggunakan model matematis yang beragam

dengan data masa lalu dan variabel sebab akibat untuk meramalkan permintaan.

Pada peramalan dengan metode kuantitatif dibagi dua model yaitu model

(32)

dengan asumsi bahwa masa depan merupakan fungsi masa lalu. Dengan kata lain,

mereka melihat apa yang terjadi selama kurun waktu tertentu, dan menggunakan

masa lalu tersebut untuk melakukan peramalan. Model asosiatif adalah model yag

menggabungkan variabel atau faktor yang mungkin mempengaruhi kuantitas yang

sedang diramalkan. Metode yang digunakan pada model time-series adalah

pendekatan naif, rata-rata bergerak, penghalusan eksponensial dan proyeksi tren.

Metode yang digunakan pada model asosiatif adalah regresi linear [2].

Berikut ini penjelasan dari metode-metode yang digunakan dalam

model time-series dan model asosiatif :

1. Pendekatan Naif

Cara yang paling sederhana untuk meramal adalah dengan berasumsi

bahwa permintaan di periode mendatang akan sama dnegan permintaan

pada periode terakhir. Pendekatan naif merupakan model peramalan

objektif yang paling efektif dan efisien dari segi biaya .

2. Rata-rata Bergerak

Peramalan rata-rata bergerak (moving average) menggunakan sejumlah

data aktual masa lalu untuk menghasilkan peramalan. Rata-rata bergerak

berguna jika kita dapat mengasumsikan bahwa permintaan pasar akan

stabil sepanjang masa yang kita ramalkan. Secara matematis rata-rata

bergerak sederhana (merupakan prediksi permintaan periode mendatang)

dinyatakan sebagai [2]:

∑ ...(2.6)

Dimana n adalah jumlah periode dalam rata-rata bergerak. Saat ada tren

atau pola yang terdeteksi, bobot dapat digunakan untuk menempatkan

penekanan yang lebih pada nilai terkini. Praktik ini mebuat teknik

peramalan lebih tanggap terhadap perubahan karena periode yang lebih

dekat mendapatkan bobot yang lebih berat. Pemilihan bobot merupakan

hal yang tidak pasti karena tidak ada rumus untuk menetapkan mereka.

Oleh karena itu, pemutusan bobot mana yang digunakan membutuhkan

pengalaman. Rata-rata bergerak dengan pembobotan dapat digambarkan

(33)

…(2.7)

3. Metode Tren Variasi Musiman

Tren adalah keadaan data yang menaik atau menurun dari waktu ke

waktu. Contoh yang menunjukkan tren menaik yaitu pendapatan per

kapita, jumlah penduduk. Variasi musiman adalah fluktuasi yang muncul

secara reguler setiap tahun yang biasanya disebabkan oleh iklim, kebiasaan

(mempunyai pola tetap dari waktu ke waktu). Metode tren variasi

musiman adalah penggabungan dari metode peramalan yang digunakan

pada pola data tren dengan memperhatikan indeks musiman setiap bulan.

Metode untuk melakukan peramalan dengan pola data tren adalah metode

kuadrat terkecil (least square method), metode tren kuadratis (quadratic

trend method), metode tren eksponensial (exponential trend method).

Indeks musiman dapat dicari dengan beberapa metode yaitu metode

rata-rata sederhana (simple average method), metode relatif bersambung (link

relative method), metode rasio terhadap tren (ratio to trend method) dan

metode rasio terhadap rata-rata bergerak (ratio to moving average

method).

4. Penghalusan Eksponensial

Penghalusan eksponensial (exponential smoothing) merupakan metode

peramalan rata-rata bergerak dengan pembobotan yang canggih, namun

masih mudah digunakan. Metode ini menggunakan sangat sedikit

pencatatan data masa lalu. Rumus penghalusan eksponensial dasar dapat

ditunjukkan sebagai berikut :

...(2.8)

Dimana :

= peramalan baru

= peramalan sebelumnya

= konstanta penghalus (pembobot) (0 ≤ ≤ 1)

(34)

Metode penghalusan eksponensial terdiri atas :

a. Pemulusan Eksponensial Tunggal

Pemulusan eksponensial tunggal dibagi menjadi dua yaitu

pemulusan eksponensial tunggal dan pemulusan eksponensial tunggal

pendekatan aditif.

b. Pemulusan Eksponensial Ganda : Metode Linear Satu-Parameter dari

Brown

Dasar pemikiran dari pemulusan eksponensial linear dari Brown

adalah serupa dengan rata-rata bergerak linier: karena kedua nilai

pemulusan tunggal dan ganda ketinggalan dari data yang sebenarnya

bilamana terdapat unsur tren, perbedaan antara nilai pemulusan tunggal

dan ganda dapat ditambahkan kepada nilai pemulusan tunggal dan

disesuaikan untuk tren. Berikut ini persamaan yang dipakai dalam

implementasi pemulusan eksponensial linear satu-parameter dari Brown

...(2.9)

...(2.10)

...(2.11)

...(2.12)

...(2.13)

Dimana :

= nilai pemulusan eksponensial tunggal

= nilai pemulusan eksponensial ganda

= parameter pemulusan

, = konstanta pemulusan

= hasil peramalan untuk m periode ke depan yang akan

diramalkan

c. Pemulusan Eksponensial Ganda : Metode Dua-Parameter dari Holt

Metode pemulusan eksponensial linear dari Holt dalam prinsipnya

serupa dengan Brown kecuali bahwa Holt tidak menggunakan rumus

(35)

memutuskan nilai tren dengan parameter yang berbeda dari parameter

yang digunakan pada deret yang asli. Ramalan dari pemulusan

eksponensial linear Holt didapat dengan menggunakan dua konstanta

pemulusan (dengan nilai antara 0 dan 1) dan tiga persamaan :

...(2.14)

...(2.15)

...(2.16)

Dimana

adalah nilai pemulusan eksponensial.

adalah nilai actual pada periode t.

adalah estimasi tren.

adalah konstanta pemulusan untuk data.

adalah pemulusan tren.

adalah nilai peramalan.

adalah jumlah periode kedepan yang akan diramalkan.

adalah periode.

d. Pemulusan Eksponensial Tripel: Metode Kuadratik Satu-Parameter

dari Brown.

Dapat digunakan untuk meramalkan data dengan suatu pola tren

dasar, bentuk pemulusan yang lebih tinggi dapat digunakan bila dasar

pola datanya adalah kuadratik, kubik atau orde yang lebih itnggi .

e. Pemulusan Eksponensial Tripel: Metode Kecenderungan dan

Musiman Tiga-Parameter dari Winter

Metode Winters didasarkan atas tiga persamaan pemulusan, yaitu

satu untuk unsr stasioner, satu untuk tren dan satu untuk musiman. Hal

ini serupa dengan metode Holt, dengan satu persamaan tambahan untuk

mengatasi musiman. Persamaan dasar untuk metode Winters adalah

sebagai berikut [8]:

Pemulusan Keseluruhan

(36)

Pemulusan Tren

...(2.18)

Pemulusan Musiman

...(2.19)

Ramalan

...(2.20)

Dimana : L = panjang musiman (misal, jumlah bulan atau kuartal

dalam satu tahun)

b = komponen tren

I = faktor penyesuaian musiman

2.2.4.5 Pengukuran Kesalahan Peramalan

Keakuratan keseluruhan dari setiap model peramalan rata-rata bergerak,

penghalusan eksponensial, atau lainnya dapat dijelaskan dengan membandingkan

nilai yang diramal dengan nilai aktual atau nilai yang diamati. Jika Ft

melambangkan peramalan pada periode t, dan At melambangkan permintaan

aktual pada perido t, maka kesalahan peramalan (deviasi) adalah [2]:

Kesalahan Peramalan = Permintaan aktual – Nilai peramalan = At - Ft....(2.21)

Ada beberapa perhitungan yang biasa digunakan untuk menghitung

kesalahan peramalan (forecast error) total. Perhitungan ini dapat digunakan untuk

membandingkan model peramalan yang berbeda, juga untuk mengawasi

peramalan, untuk memastikan peramalan berjalan dengan baik. Tiga dari

perhitungan yang paling terkenal adalah:

1. Mean Absoluter Deviation (MAD)

Nilai ini dihitung dengan mengambil jumlah nilai absolut dari tiap kesalahan

peramalan dibagi dengan jumlah periode data (n) :

(37)

2. Mean Squared Error (MSE)

Merupakan rata-rata selisih kuadrat antara nilai yang diramalkan dan yang

diamati. Rumusnya adalah :

∑ ...(2.23)

Kekurangan penggunaan MSE adalah bahwa ia cenderung menonjolkan

deviasi yag besar karena adanya pengkuadratan. Sebagai contoh, jika kesalahan

peramalan untuk periode 1 dua kali lipat lebih besar dari kesalahan untuk periode

2, maka kesalahan kuadrat pada periode 1 lebih besar empat kali lipat

dibandingkan kesalahan kuadrat pada periode 2. Oleh karena itu, menggunakan

MSE sebagai perhitungan kesalahan peramalan biasanya menunjukkan bahwa

lebih baik mempunyai beberapa deviasi yang kecil daripada satu deviasi besar.

3. Mean Absolue Percent Error (MAPE)

Masalah yang terjadi dengan MAD dan MSE adalah bahwa nilai mereka

tergantung pada besarnya unsur yang diramal. Jika unsur tersebut dihitung dalam

satuan ribuan, maka nilai MAD dan MSE bisa menjadi sangat besar. Untuk

menghindari masalah ini, kita dapat menggunakan mean absolute percent error

(MAPE). MAPE dapat dihitung sebagai rata-rata diferensiasi absolut antara nilai

yang diramal dan aktual, dinyatakan sebagai presentase nilai aktual. Jika kita

memiliki nilai yang diramal dan aktual untuk n periode, MAPE dihitung sebagai :

∑ | | ...(2.24)

MAPE mungkin merupakan perhitungan yang paling mudah diartikan.

Sebagai contoh, MAPE 6% merupakan pernyataan yang jelas, tidak bergantung

pada permasalahan seperti banyaknya data input.

2.2.5 Flowmap

Flowmap atau disebut juga bagan alir dokumen merupakan bagan alir yang

menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.

Flowmap berguna untuk membantu analis dan programmer memcahkan masalah

dalam keadaan segmen yang lebih kecil dan menolong dalam menganalisis

(38)

2.2.6 Entity Relationship Diagram (ERD)

Entity Relationship Diagram (ERD) adalah suatu pemodelan dari basis

data relasional yang didasarkan atas persepsi di dalam dunia nyata. ERD

digunakan oleh perancang sistem untuk memodelkan data yang nantinya akan

dikembangkan menjadi basis data. ERD juga merupakan model konseptual yang

dapat mendeskripsikan hubungan antar file yang digunakan untuk memodelkan

struktur data serta hubungan antar data. Terdapat tiga notasi dasar yang bekerja

pada ERD yaitu [6]:

1. Entity Sets

Entitas adalah sebuah benda atau objek diduna nyata yang dapat dibedakan

dari semua objek lainnya. Entity sets adalah sekumpulan entitas yang

mempunyai tipe yang sama. Kesamaan tipe ini dapat dilihat dari

atribut/property yang dimiliki oleh setiap entitas.

2. Relationship Sets

Relationship adalah hubungan diantara beberapa entitas. Relationship set

adalah sekumpulan relasi yang mempunyai tipe yang sama. Relasi

digambarkan dengan diamond.

3. Attributes

Atribut merupakan sebutan untuk mewakili suatu entitas. Atribut dalam

ERD dilambangkan dengan bentuk elips.

Kardinalitas pemetaan atau rasio kardinalitas menunjukkan jumlah entitas

yang dihubungkan ke satu entitas yang lain dengan suatu relasi. Kardinalitas

pemetaan meliputi :

1. Hubungan satu ke satu (one to one)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan paling banyak dengan

satu entitas pada himpunan entitas B dan begitu juga sebaliknya setiap entitas

pada himpunan entitas B berhubungan dengan paling banyak dengan himpunan

(39)

2. Hubungan satu ke banyak (one to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak

entitas pada himpunan entitas B, tetapi tidak sebaliknya dimana setiap entitas

pada himpunan entitas B berhubungan paling banyak dengan satu entitas pada

himpunan entitas A.

3. Hubungan banyak ke satu (many to one)

Setiap entitas pada himpunan entitas A berhubungan dengan paling banyak

satu entitas pada himpunan B, tetapi tidak sebaliknya, dimana setiap entitas

pada himpunan entitas A berhubungan paling banyan satu entitas pada

himpunan entitas B.

4. Hubungan banyak ke banyak (many to many)

Setiap entitas pada himpunan entitas A dapat berhubungan dengan banyak

entitas pada himpunan entitas B, demikian juga sebaliknya dimana setiap

entitas pada himpunan entitas B dapat berhubungan dengan banyak entitas

pada himpunan entitas A.

2.2.7 Data Flow Diagram (DFD)

DFD sering digunakan untuk menggambarkan suatu sistem yang telah ada

atau sistem baru yang akan dikembangkan secara logika tanpa

mempertimbangkan lingkungan fisik dimana data tersebut mengalir (misalnya

lewat telepon, surat dan sebagainya) atau lingkungan fisik dimana data tersebut

akan disimpan (misalnya file kartu, microfiche, harddisk, tape diskette dan lain

sebagainya). DFD merupakan alat yang digunakan pada metodologi

pengembangan sistem yang terstruktur (structured analysis and deign). DFD

dapat menggambarkan arus data dalam sistem dengan terstruktur dan jelas. DFD

juga merupakan dokumentasi dari sistem yang baik.

Berikut ini adalah tahapan-tahapan perancangan dengan menggunakan

DFD [5] :

1. DFD Level 0 atau sering disebut context diagram

DFD level 0 menggambarkan sistem yang akan dibuat sebagai suatu

(40)

DFD level 0 menggambarkan interaksi antara sistem yang akan

dikembangkan dengan entitas luar.

2. DFD Level 1

DFD level 1 digunakan untuk menggambarkan modul-modul yang ada

dalam sistem yang akan dikembangkan. DFD level 1 merupakan hasil

breakdown DFD level 0 yang sebelumnya sudah dibuat.

3. DFD Level 2,3,4 dan seterusnya

DFD level 2,3,4 dan seterusnya merupakan breakdown dari modul

pada DFD level di atasnya.

2.2.7.1 Balancing Dalam DFD

Aliran data yang masuk kedalam dan keluar dari suatu proses harus

sama dengan aliran data yang masuk ke dalam dan keluar dari rincian proses pada

level/tingkatan di bawahnya. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada DFD yang

memiliki lebih dari satu level sebagai berikut [7] :

1. Harus terdapat keseimbangan input dan output antara satu level dan

level berikutnya.

2. Keseimbangan antara level 0 dan level 1 dilihat pada input/output dari

aliran data ke atau dari terminal pada level 0 sedangkan keseimbangan

antara level 1 dan level 2 dilihat pada input/output dari aliran data

ke/dari proses yang bersangkutan.

3. Nama aliran data, data store dan terminal pada setiap level harus sama

(41)

2.2.7.2 LaranganDalam DFD

Dalam menggambar/mendesain DFD ada beberapa hal yang harus

dihindari, sehingga DFD tersebut menggambarkan secara keseluruhan sistem

yang akan dirancang. Hal-hal tersebut adalah :

1. Arus data tidak boleh dari entitas luar langsung menuju ke entitas luar

lainnya tanpa melalui suatu proses.

2. Arus data tidak boleh dari simpanan data langsung menuju ke entitas

luar tanpa melalui suatu proses.

3. Arus data tidak boleh dari simpanan data langsung menuju simpanan

data lainnya tanpa melalui proses.

4. Arus data dar suatu proses langsung menuju proses lainnya tanpa

melalui suatu simpanan data, sebaiknya/sebisa mungkin dihindari.

2.2.8 Kamus Data

Kamus data (data dictionary) dipergunakan untuk memperjelas aliran data

yang digambarkan pada DFD . Kamus data adalah kumpulan daftar elemen data

yang mengalir pada sistem perangkat lunak sehingga masukan (input) dan

keluaran (output) dapat dipahami secara umum (memiliki standar cara penulisan).

Kamus data dalam implementasi program dapat menjadi parameter masukan atau

keluaran dari sebuah fungsi atau prosedur.

Kamus data pada DFD harus dapat dipetakan dengan hasil perancangan

basis data yang dilakukan sebelumnya. Jika ada kamus data yang tidak dapat

dipetakan pada tabel hasil perancangan basis data berarti haisl perancangan basis

data dengan perancangan DFD masih belum sesuai, sehingga harus ada yang

(42)
(43)

33

3.1 Analisis Sistem

Analisis sistem bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi

permasalahan-permasalahan, kesempatan-kesempatan, hambatan-hambatan yang

terjadi dan kebutuhan-kebutuhan yang diharapkan sehingga dari hasil analisis

tersebut dapat dilakukan perbaikan.

3.1.1 Analisis Masalah

Analisis masalah merupakan langkah pertama yang dilakukan dalam tahap

analisis sistem. Masalah dapat didefinisikan sebagai suatu pertanyaan yang

diinginkan untuk dipecahkan. Masalah inilah yang menyebabkan sasaran dari

sistem tidak dapat dicapai.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pemilik UD. Taruna Tani Putri

diketahui bahwa metode pengadaan pada UD. Taruna Tani Putri menunggu

barang habis sehingga pada suatu waktu UD. Taruna Tani Putri tidak dapat

memenuhi permintaan pembeli karena jumlah permintaan pembeli yang

meningkat pada musim-musim tertentu dan pemiik UD. Taruna Tani Putri

kesulitan dalam menentukan kuantitas pesanan karena permintaan pembeli setiap

bulan tidak tetap atau fluktuatif sehingga mengakibatkan kelebihan dalam

melakukan pengadaan barang dan terjadinya penumpukkan barang di gudang.

3.1.2 Analisis Prosedur pada Sistem yang Berjalan

Analisis prosedur pada sistem yang berjalan bertujuan untuk mengetahui

lebih jelas tentang bagaimana cara kerja sistem, sehingga dapat diketahui

kelebihan dan kekurangan pada sistem yang sedang berjalan. Analisis prosedur

pada sistem yang berjalan pada UD. Taruna Tani Putri terdiri dari prosedur

(44)

3.1.2.1Prosedur Penjualan Barang

Prosedur penjualan barang adalah kegiatan yang dilakukan oleh pemilik

toko karena adanya permintaan dari pembeli. Prosedur penjualan barang yang

berjalan pada UD. Taruna Tani Putri adalah sebagai berikut :

1. Pelanggan datang ke toko dan menanyakan barang apa saja yang akan

dibeli kepada pemilik toko.

2. Pemilik akan mencari barang yang akan dibeli oleh pembeli.

3. Jika barang tersedia di toko, maka pemilik akan menunjukkan barang

tersebut kepada pembeli. Apabila barang sesuai, maka pemilik toko akan

mencatat barang apa saja yang dibeli pada nota penjualan, nota penjualan

terdiri dari 2 nota penjualan, 1 nota untuk pembeli dan 1 nota untuk arsip

toko. Jika barang tidak sesuai, maka transaksi dibatalkan.

4. Jika barang tidak tersedia di toko, maka pemilik akan menanyakan bagian

gudang apakah barang yang dicari tersedia atau tidak. Jika barang tersedia

di gudang, maka bagian gudang akan mengeluarkan barang dan

mengantarkan barang tersebut ke toko. Jika barang tidak tersedia di

gudang, maka bagian gudang akan memberitahukan pemilik toko ada

barang yang sudah habis dan pemilik toko akan menawarkan barang lain

dengan jenis sama tetapi merek berbeda.

5. Jika pembeli setuju dengan barang yang ditawarkan pemilik toko, maka

pemilik toko akan mencatat barang apa saja yang dibeli pada nota

penjualan, nota penjualan terdiri dari 2 nota penjualan, 1 nota untuk

pelanggan dan 1 nota untuk arsip toko. Jika tidak, maka transaksi

dibatalkan.

6. Pembeli melakukan pembayaran kepada pemilik toko dan pemilik toko

akan menyerahkan 1 nota penjualan kepada pembeli dan 1 nota penjualan

(45)

Prosedur Penjualan Barang

Pemilik Toko Bag. Gudang

Pembeli

Daftar barang yang akan dibeli

Daftar barang yang akan dibeli Daftar barang yang

akan dibeli yang tersedia

Daftar barang yang akan dibeli yang

tidak tersedia Daftar barang yang

akan dibeli yang tersedia

Daftar barang yang akan dibeli yang

tidak tersedia

Daftar barang yang akan dibeli yang tersedia di gudang

Tidak Ya

Membuat daftar barang yang tidak tersedia di

dugudang

Daftar barang yang tidak tersedia di

gudang Daftar barang yang

akan dibeli yang tersedia di gudang

Daftar barang yang akan dibeli yang

tersedia

Membuat nota penjualan

barang

Nota penjualan barang

1 2

A1 Daftar barang yang

tidak tersedia di gudang

Nota penjualan barang

1

Gambar 3.1 FlowmapProsedur Penjualan Barang

Keterangan

(46)

3.1.2.2Prosedur Pengadaan dan Penerimaan Barang

Prosedur pengadaan barang adalah kegiatan yang dilakukan pemilik toko

dalam melakukan pemesanan barang kepada supplier. Prosedur pengadaan dan

penerimaan barang yang berjalan pada UD. Taruna Tani Putri adalah sebagai

berikut :

1. Pegawai bagian gudang memberitahu barang apa saja yang telah habis di

gudang.

2. Pemilik toko melakukan pemesanan barang kepada supplier dengan

menggunakan telepon.

3. Supplier akan memberitahukan apakah barang yang dipesan tersedia atau

tidak. Jika barang yang dipesan tersedia, maka supplier akan membuat

nota penjualan. Jika barang yang dipesan tidak tersedia, maka transaksi

dibatalkan.

4. Bagian gudang akan menerima nota penjualan dari supplier bersamaan

dengan barang yang dipesan datang.

5. Bagian gudang akan mengecek apakah barang yang diterima sesuai

dengan barang yang dipesan dengan menceklis nota penjualan dari

supplier.

6. Jika barang sesuai, maka bagian gudang akan menyerahkan nota penjualan

dari supplier kepada pemilik toko untuk ditandatangani. Jika barang tidak

sesuai, maka nota penjualan tidak ditandatangani dan supplier akan

(47)

Prosedur Pengadaan dan Penerimaan Barang

PemilikToko

Bagian Gudang Supplier

Daftar barang yang telah habis di

gudang

Daftar barang yang telah habis di

gudang

Membuat daftar barang yang dipesan

Daftar barang yang dipesan

Daftar barang yang dipesan

Daftar barang yang dipesan yang tidak

tersedia

Nota penjualan

Ya Tidak

Daftar barang yang dipesan yang tidak

tersedia

Nota penjualan

Cek kesesuaian barang yang dipesan dengan

menceklis nota penjualan

Barang sesuai ?

Nota Penjualan yang sesuai

Nota penjualan yang tidak sesuai Tidak Ya

Nota Penjualan yang sesuai

Penandatanganan nota penjualan

A2 Nota Penjualan yang sesuai dan ditandatangani Nota penjualan yang tidak sesuai

Gambar 3.2 Prosedur pengadaan dan penerimaan barang

Keterangan

(48)

3.1.3 Analisis Pengawasan Persediaan Barang

Berdasarkan wawancara dengan pemilik toko, pengawasan barang masuk

berdasarkan nota pengadaan barang yang didapat dari supplier sedangkan untuk

pengawasan barang keluar berdasarkan nota penjualan barang. Menurut pemilik

toko, dalam menilai jumlah persediaan barang dikelompokkan dalam 3 status

yaitu banyak, sedang dan sedikit. Penjelasan setiap status persediaan barang dapat

dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1 Status Persediaan Barang

Status Persediaan Barang Jumlah Persediaan Barang

Banyak Total persediaan barang ≥ 50% dari total persediaan

barang setelah barang masuk

Sedang Total persediaan barang < 50% atau > 5% dari total

persediaan barang setelah barang masuk

Sedikit Total persediaan barang ≤ 5% dari total persediaan

barang setelah barang masuk

Analisis status persediaan barang akan dilakukan pada barang Indamin

200ml karena Indamin 200ml memiliki tingkat permintaan yang paling tinggi

pada periode 2012 - 2013. Persediaan Indamin 200ml periode Januari 2013 dapat

dilihat pada tabel 3.2.

Tabel 3.2 Persediaan Indamin 200ml Periode Januari 2013

Persediaan Awal Barang Masuk Total Persediaan

14 Pcs 600 Pcs 614 Pcs

Berdasarkan tabel persediaan Indamin 200ml periode Januari 2013, maka

didapatkan status persediaan Indamin 200ml. Berikut ini penjelasan status

persediaan Indamin 200ml :

Status = total persediaan X 50% = 614 X 50% = 307 Pcs.

(49)

1. Dikatakan status persediaan Indamin 200ml “banyak” jika jumlah

persediaan Indamin 200ml lebih besar atau sama dengan 307 Pcs.

2. Dikatakan status persediaan Indamin 200ml “sedang” jika jumlah

persediaan Indamin 200ml lebih kecil dari 307 Pcs atau lebih besar dari

30,7 Pcs.

3. Dikatakan status persediaan Indamin 200ml “sedikit” jika jumlah

persediaan Indamin 200ml lebih kecil atau sama dengan 30,7 Pcs.

Tabel 3.3 Status Persediaan Indamin 200ml Periode Januari 2013.

Status Persediaan Barang Jumlah Persediaan Barang

Banyak Total persediaan barang ≥ 307 Pcs

Sedang Total persediaan barang < 307 Pcs atau > 30,7 Pcs

Sedikit Total persediaan barang ≤ 30,7 Pcs

Contoh kasus :

Pada tanggal 1 Januari 2013, UD. Taruna Tani Putri melakukan pengadaan

Indamin 200ml sebanyak 600 Pcs dan UD. Taruna Tani Putri memiliki persediaan

Indamin 200ml sebelum melakukan pengadaan sebesar 14 Pcs sehingga total

persediaan Indamin 200ml berjumlah 614 Pcs, Jumlah tersebut berstatus “banyak”.

Pada tanggal yang sama, Indamin 200ml laku terjual sebanyak 250 Pcs

sehingga total persediaan Indamin 200ml berjumlah 364 Pcs. Berdasarkan tabel

3.3, maka status persediaan Indamin 200ml adalah “banyak” karena total

persediaan Indamin 200ml lebih besar dari 307 Pcs.

Pada tanggal 2 januari sampai 5 Januari 2013 Indamin 200ml laku terjual

sebanyak 150 Pcs sehingga total persediaan Indamin 200ml berjumlah 214 Pcs.

Berdasarkan tabel 3.3, maka status persediaan Indamin 200ml adalah “sedang

karena total persediaan Indamin 200ml lebih kecil dari 307 Pcs dan lebih besar

dari 30,7 Pcs.

Pada tanggal 6 Januari sampai 20 Januari 2013 Indamin 200ml laku terjual

sebanyak 200 Pcs sehingga total persediaan Indamin 200ml berjumlah 14 Pcs.

Berdasarkan tabel 3.3, maka status persediaan Indamin 200ml adalah “sedikit

Gambar

Gambar 3.2 Prosedur pengadaan dan penerimaan barang
Gambar 3.3. Grafik Peramalan Permintaan Indamin 200ml
Tabel 3.8 Perhitungan Kesalahan Peramalan dengan MSE
Tabel 3.10 Analisis Pengguna Pada Sistem yang Akan Dibangun
+7

Referensi

Dokumen terkait

Abdi Maulana: Kebijakan perencanaan dan pengawasan persediaan barang jadi pada UD... Abdi Maulana: Kebijakan perencanaan dan pengawasan persediaan barang jadi

Skenario terbaik adalah Skenario pertama yaitu menentukan kebijakan ROP dan jumlah pesan dengan pengecekan stok barang setiap 7 hari. Penentuan kebijakan untuk barang dari

member pelanggan dapat login untuk ke halaman member, setelah masuk halaman member maka pelanggan dapat memilih barang yang akan dibeli, apabila akan membeli barang

Dengan adanya sistem baru ini saat pencarian data barang tidak akan memerlukan waktu yang sangat lama sehingga harus mengecek barang secara

Metode ini adalah metode penentuan persediaan yang didasarkan pada anggapan bahwa barang-barang yang dibeli ( masuk ) lebih akhir akan dijual atau dikeluarkan terlebih

integer varchar(50) varchar(100) varchar(15) &lt;pk&gt; Jenis Barang id jenis barang nama jenisbarang integer varchar(50) &lt;pk&gt; Barang id barang id jenis barang nama barang

Pada ubah data gejala akan menampilkan semua daftar gejala penyakit, kemudian admin dapat memilih untuk mengubah gejala penyakit atau menghapus

Item List Cari daftar barang Sistem akan menampilkan daftar barang yang dicari [√]diterima [ ]ditolak Ekspor data barang ke Excel Sistem mengkonversi data barang yang