• Tidak ada hasil yang ditemukan

INOVASI PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS X SEMESTER I BERBASIS GUIDED INQUIRY TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INOVASI PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS X SEMESTER I BERBASIS GUIDED INQUIRY TERINTEGRASI PENDIDIKAN KARAKTER."

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

INOVASI PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS X SEMESTER I BERBASISGUIDED INQUIRYTERINTEGRASI

PENDIDIKAN KARAKTER

TESIS

Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan

Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kimia

Oleh:

GAUNG ATMAJA NIM: 8156141019

PROGRAM PASCASARJANA

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

MEDAN

(2)
(3)
(4)
(5)

ABSTRAK

Gaung Atmaja. Nim 8156141019. Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter. Tesis. Medan: Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2017.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X semester I, penilaian penuntun praktikum berdasarkan tanggapan ahli serta peningkatan hasil belajar siswa melalui uji coba produk. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE, yang merupakan singkatan dari Analysis (analisis), Design (desain), Development (Pengembangan), Implementation (penerapan) dan Evaluation (evaluasi). Penuntun praktikum disusun mengikuti langkah model pembelajaran berbasisguided inquiry yang pada prakteknya siswa merancang sendiri percobaan yang akan dilakukan. Selain itu dalam uji coba terbatas penuntun praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap sikap dan keterampilan siswa. Lokasi penelitian di SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Negeri 4 Medan dan subjek uji coba terdiri dari delapan belas siswa. Teknik pengumpul data menggunakan lembar validasi penuntun praktikum, angket, lembar observasi dan instrument tes hasil belajar. Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penuntun praktikum yang telah di inovasi layak menjadi buku pegangan guru dalam pembelajaran kimia, (2) hasil belajar berdasarkan tes kemampuan kognitif siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 0,7; 0,6; 0,8 dan 0,7 dengan kriteria sedang (3) hasil belajar berdasarkan penilaian sikap siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 87,5; 87,5; 87,5 dan 93,7, (4), untuk penilaian keterampilan siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 77,2; 72,7; 79,5 dan 77,2 dengan kriteria baik.

(6)

ABSTRACT

Gaung Atmaja, Innovation Of Practiccum Guide Senior High School Grade X Semester I Based On Guided InquiryIntegrated With Character Education, Thesis, Medan: Chemistry Program, Postgraduate, State University Of Medan, 2017.

This research aims to know the innovation of practiccum guide senior high school grade X semester I feasibility, the assesment of practiccum guide based on expert judgment assement also students learning outcomes improvement throught product trials. This research is a development research referred to the ADDIE model, stands for Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Practiccum guide was arranged based on guided inquiry learning model that the students do experiment according to their design own experiment. Beside that, in limited product trials of practiccum guide, did the observation of students affective and skills. There search location was in SMA Sultan Iskandar Muda and SMA Negeri 4 Medan, the trials subject consist of eighten students. The data collection technique use practiccum guide validation sheet, questionnaires, observation sheet, and student learning outcomes instrument test. Data analysis technique was a qualitative and quantitative descriptive in form of percentage. This research result showed that: (1) practiccum guide that has been innovated worth to be teacher’s book in learning chemistry, (2) learning outcomes based on student cognitive ability test of MIA 1, MIA 3, MIA 7, and MIA 10 with score 0.7; 0.6; 0.8 and 0.7 with criterium medium (3) learning outcomes based on students affective MIA 1, MIA 3, MIA 7 and MIA 10 with score 87.5; 87.5; 87.5 and 93.7, and (4) for the assessment of student skills MIA 1, MIA 3, MIA 7 and MIA 10 with score 77.2; 72.7; 79.5 and 77.2 with good criteria.

(7)

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala nikmat

dan karunia yang dilimpahkanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis

yang berjudul Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter” yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar magister pendidikan di

Universitas Negeri Medan. Dan tak lupa pula sholawat dan salam atas junjungan

kita Nabi Muhammad SAW semoga dengan memperbanyak sholawat kepada

beliau kita tergolong umatnya yang mendapat syafaat di yaumil mahsyar kelak.

Dalam penulisan tesis ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan

dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis tidak lupa menyampaikan

ucapan terima kasih yang tulus kepada bapak Prof. Dr. Ramlan Silaban, M.Si

selaku Ketua Prodi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan

sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I dimana dalam penyusunan tesis ini yang

dengan tulus-ikhlas mengoreksi dan memberikan motivasi serta saran sekaligus

meluangkan waktu untuk diskusi kepada penulis selama melakukan perkuliahan

dan menyelesaikan tesis ini. Begitu juga kepada Ibu Dr. Iis Siti jahro, M.Si selaku

Dosen Pembimbing II yang telah banyak berjasa dan tidak pernah bosan

membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis selama melakukan

perkuliahan dan menyelesaikan tesis ini. Ucapan terimakasih kepada bapak Dr.

Mahmud, M.Sc, bapak Dr. Ajat Sudrajat, M.Si serta ibu Dr. Ir. Nurfajriani, M.Si

selaku dosen penguji yang telah memberikan saran yang membangun sehingga

penelitian dalam tesis ini dapat berlangsung dengan baik.

Ucapan Terima Kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMAN 4 Medan,

Kepala Sekolah SMAN 15 Medan, Kepala Sekolah SMAN 17 Medan, Kepala

Sekolah SMAN 1 Pancurbatu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kutalimbaru, Kepala

Sekolah SMKN 1 Percut Seituan, Kepala Sekolah SMA Sultan Iskandar Muda,

Kepala Sekolah SMA Bridjen Katamso Marelan, Kepala Sekolah SMA Era

(8)

Guru SMA Al Azhar Medan, Guru SMA Plus Al Azhar Medan, Guru Kimia

SMK WKM Medan Sunggal dan Bapak Kepala Sekolah MAN 2 Model Medan.

Teristimewa kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda Chairuddin, SE

dan ibunda Hanum. Untuk kekasih tercinta Weny Ameylia Melani yang tetap

mendampingi serta mendoakan kelancaran penelitian dan pembuatan tesis. Begitu

pula kepada rekan-rekan seperjuangan mahasiswa/i Pascasarjana Prodi

Pendidikan Kimia Angkatan 26 serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan

satu persatu, terimakasih untuk semuanya.

Akhirnya, kepada Allah penulis mohonkan, kiranya segala bantuan yang

telah diterima mendapat balasan yang berlipat ganda dari-Nya, semoga tesis ini

dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Medan, Maret 2017

Penulis

(9)

DAFTAR ISI

1.1. Latar Belakang Masalah 1

1.2. Identifikasi Masalah 5

1.3. Batasan Masalah 6

1.4. Rumusan Masalah 6

1.5. Tujuan Penelitian 7

1.6. Manfaat Penelitian 8

BAB II KAJIAN PUSTAKA 9

2.1. Buku Penuntun Praktikum Dalam Pembelajaran Kimia 9 2.2. Praktikum Dalam Proses Belajar Mengajar Kimia 10

2.2.1. Karakteristik Ilmu Kimia 10

2.2.2. Ilmu Kimia dan Kegiatan Praktikum 11

2.2.3. Peran Laboratorium Dalam Pembelajaran Kimia 12

2.3. Pendidikan Karakter 12

2.4. Kurikulum 2013 13

2.5. Model Pembelajaran 14

2.5.1. ModelGuided Inquiry 15

2.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di laboratorium Kimia 17

BAB III METODE PENELITIAN 18

3.1. Tinjauan Penelitian 18

3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 18

3.3. Populasi dan Sampel 18

3.4. Instrument Penelitian 19

3.4.1. Angket Validasi Penuntun Praktikum 19

3.4.2. Instrument Soal 20

3.5. Jenis Penelitian 20

3.6. Prosedur Penelitian 20

3.6. 1. Tahap Analisis 22

3.6. 2. Tahap Pengembangan 22

(10)

3.6. 4. Tahap Revisi 22

3.6. 5. Tahap Evaluasi 23

3.7. Teknik Analisa Data 23

3.8. Peningkatan Hasil Belajar Siswa 24

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 25

4.1. Deskripsi Umum Penelitian 25

4.2. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit A dan B Kelas X 26 Semester I

4.2.1. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit A 26 4.2.2. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit B 27 4.3. Deskripsi Penuntun Praktikum Kimia Kelas X Semester I Berbasis

Guided InquiryTerintegrasi Pendidikan Karakater 28 4.4. Standar Inovasi Penuntun Praktikum Kimia Kelas X Semester I

BerbasisGuided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakater 30 4.5. Hasil Analisis Inovasi Penuntun Praktikum Kimia BerbasisGuided

InquiryTerintegrasi Pendidikan Karakter 31

4.5.1. Aspek Cakupan Praktikum 32

4.5.2. Aspek Sistematika Penyajian 33

4.5.3. Aspek Mengandung Wawasan Produktifitas 34

4.5.4. Aspek Merangsang Keingintahuan 35

4.5.5. Aspek Mengembangkan Kecakapan Hidup 36

4.5.6. Aspek Desain 37

4.5.7. Aspek Bahasa 38

4.6. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Sikap Penuntun Praktikum

Kimia SMA SIM (Sultan Iskandar Muda) 39

4.6.1. Penilaian Sikap MIA 1 dan MIA 3 39

4.6.2. Penilaian Skor Sikap Peserta Didik 42

4.7. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Sikap Penuntun Praktikum

Kimia SMAN 4 Medan 43

4.7.1. Penilaian Sikap MIA 7 dan MIA 10 44

4.7.2. Penilaian Skor Sikap Peserta Didik 47

4.8. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Keterampilan Penuntun

Praktikum Kimia SMA SIM 48

4.8.1. Penilaian Keterampilan MIA 1 dan MIA 3 49

4.9. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Keterampilan Penuntun

Praktikum Kimia SMAN 4 Medan 50

4.9.1. Penilaian Keterampilan MIA 7 dan MIA 10 50

4.10. Hasil Penilaian Keterampilan Peserta Didik 52

4.11. Hasil Analisis Lembar Penilaian Kelengkapan Laboratorium Kimia

SMA 54

4.12. Hasil Analisis Lembar Kelayakan Sintax Isi Penuntun Praktikum

Kimia 54

4.13. Uji Coba Penuntun Praktikum Kimia Berbasis Guided Inquiry

(11)

4.14 . Pembahasan 56

4.15. Keterbatasan Penelitian 58

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 59

5.1. Kesimpulan 59

5.2. Saran 59

DAFTAR PUSTAKA 61

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1. Sintax strategi pembelajaranguided inquiry 16

Tabel 3.1. Kriteria validasi penuntun praktikum 20

Tabel 3.2. Kriteria Tingkat Kelayakan 23

Tabel 3.3. Nilai N – Gain Ternormalisasi dan Klasifikasi 24

Tabel 4.1. Komponen yang terdapat dalam Inovasi penuntun praktikum kimia berbasisguided inquiry terintegrasi pendidikan karakter dibandingkan dengan penuntun praktikum kimia sekolah (A dan B) 29

(13)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 3.1. Bagan prosedur penelitian 21

Gambar 4.1. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

cakupan paktikum 32

Gambar 4.2. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

sistematika penyajian 33

Gambar 4.3. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

mengandung wawasan produktifitas 34

Gambar 4.4. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

merangsang keingintahuan 35

Gambar 4.5. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

mengembangkanLife Skill 36

Gambar 4.6. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

desain 37

Gambar 4.7. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek

bahasa 38

Gambar 4.8. Hasil penilaian sikap rasa ingin tahu MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan

kimia 39

Gambar 4.9. Hasil penilaian sikap teliti MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada materi dan perubahan kimia 40 Gambar 4.10. Hasil penilaian sikap kerja sama MIA 1 dan MIA 3 terhadap

praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan

kimia 41

Gambar 4.11. Hasil penilaian sikap aktif MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada materi dan perubahan kimia 41 Gambar 4.12. Nilai sikap MIA 1 terhadap praktikum berbasis guided inquiry

pada materi dan perubahan kimia 42

Gambar 4.13. Nilai sikap MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada

materi dan perubahan kimia 43

(14)

Gambar 4.15. Hasil penilaian sikap teliti terhadap praktikum berbasis guided inquirypada materi dan perubahan kimia 45 Gambar 4.16. Hasil penilaian sikap kerja sama terhadap praktikum berbasis

guided inquirypada materi dan perubahan kimia 46 Gambar 4.17. Hasil penilaian sikap aktif terhadap praktikum berbasis guided

inquirypada materi dan perubahan kimia 46 Gambar 4.18. Nilai sikap MIA 7 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada

materi dan perubahan kimia 47

Gambar 4.19. Nilai sikap MIA 10 terhadap praktikum berbasis guided inquiry

pada materi dan perubahan kimia 48

Gambar 4.20. Hasil penilaian keterampilan MIA 1 terhadap praktikum berbasis guided inquirypada materi dan perubahan kimia 49 Gambar 4.21. Hasil penilaian keterampilan MIA 3 terhadap praktikum berbasis

guided inquirypada materi dan perubahan kimia 50 Gambar 4.22. Hasil penilaian keterampilan MIA 7 terhadap praktikum berbasis

guided inquirypada materi dan perubahan kimia 51 Gambar 4.23. Hasil penilaian keterampilan MIA 10 terhadap praktikum berbasis

guided inquirypada materi dan perubahan kimia 51 Gambar 4.24. Skor tertinggi penilaian keterampilan peserta didik terhadap

praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan

kimia 53

Gambar 4.25. Skor terendah penilaian keterampilan peserta didik terhadap praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan

kimia 53

Gambar 4.26. Kelayakan perlengkapan laboratorium kimia di sekolah

berdasarkan responsi 30 guru kimia 54

Gambar 4.27. Kelayakan isi penuntun praktikum berdasarkan responsi 30 guru

(15)

i

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Silabus Kimia SMA 70

Lampiran 2. Lembar Validasi Penuntun Praktikum 78

Lampiran 3. Angket 82

Lampiran 4. Instrumen Penilaian Kelayakan Isi Buku 83

Lampiran 5. Kisi – Kisi Instrumen Penelitian 84

Lampiran 6. Persentase Skor Validator 91

Lampiran 7. Data Hasil Belajar Siswa 93

Lampiran 8. Lembar Penilaian Kelayakan Penuntun Praktikum Kimia 95

Lampiran 9. Lembar Penilaian Perlengkapan Penuntun Praktikum Kimia 96

Lampiran 10. Lembar Kelayakan Sintax Isi Penuntun Praktikum Kimia 97

Lampiran 11. Observasi Penilaian Sikap Siswa SIM 98

Lampiran 12. Observasi Penilaian Sikap Siswa SMAN 4 Medan 99

Lampiran 13. Observasi Penilaian Keterampilan Tes Praktek 100

(16)

1

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi perubahan

di segala bidang. Salah satu bidang yang mengalami perubahan yaitu bidang

pendidikan. Perkembangan dan perubahan pendidikan menjadi salah satu

pembahasan yang terpenting untuk mencapai perbaikan pendidikan pada semua

tingkat dan terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan

(Arikunto., 2009). Berdasarkan analisis riset pendidikan menunjukan bahwa hasil

penelitian melibatkan siswa sebagai aktifitas pengembangan dan pengetahuan

ilmu kimia (Xu, H., 2012).

Buku pelajaran merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa di

sekolah dan sebagai sarana penunjang proses kegiatan belajar mengajar. Pada

buku pelajaran kimia dan penuntun praktikum sangat dibutuhkan dalam

menentukan keberhasilan para siswa di sekolah. Inovasi buku pelajaran kimia

yang baik dan bermutu selain menjadi sumber pengetahuan yang dapat menunjang

keberhasilan belajar siswa juga dapat membimbing dan mengarahkan proses

belajar mengajar di kelas ke arah proses pembelajaran yang bemutu pula. Pada

kegiatan semirata oleh (Situmorang, M., 2013) dilain sisi buku ajar haruslah

memiliki inovasi, Sehingga buku ajar kimia yang berinovasi dapat menolong

siswa dalam pembelajaran mencapai kompetensi sesuai tuntunan kurikulum. Buku

ajar sebagai media dapat meningkatkan kegiatan belajar dengan mudah dan

efisien sehingga terjadi pergeseran dan sekaligus meningkatkan karakter siswa.

Begitu juga pada pengembangan bahan ajar harus memperhatikan

kurikulum yang sedang berlaku yaitu kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013,

terdapat rumusan Kompetensi inti dan kompetensi dasar yang memasukan

pendidikan karakter harus terintegrasi dalam proses pembelajaran. Bahan ajar

yang dihasilkan dalam penelitian ini harus dilengkapi dengan materi ajar yang

menunjang tercapainya kompetensi inti dan kompetensi dasar seperti yang

dirumuskan dalam kurikulum 2013. Alasan pengembangan kurikulum 2013 antara

(17)

2

penambahan jam pelajaran. Berdasarkan pemantauan terlihat bahwa jam pelajaran

di Indonesia relatif lebih singkat dibandingkan dengan Negara lain (Sunarno.,

2013).

Menurut riset (Xu, H., 2012), menunjukan bahwa aktifitas laboratorium

di sekolah maupun pendidikan perguruan tinggi bahwasanya masih relatif kecil

yang di dasarkan atas keterampilan siswa masih kurang baik dan penuntun belum

memadai pada saat praktikum berlangsung. Fasilitas di laboratorium kimia

menjadi salah satu pembangun dan peningkatan mutu pembelajaran kimia yang

akan menjadi tolak ukur kemampuan siswa pada saat melakukan praktikum

(Vilalba, C., 2008). Handayani (2014) menjelaskan efektifitas penggunaan

penuntun praktikum IPA berbasis inkuiri terbimbing diketahui dapat

meningkatkan aktvitas siswa. Selama kegiatan praktikum berlangsung di

kategorikan tinggi dan menunjukkan hasil belajar ranah (kognitif, afektif, dan

psikomotor) yang baik.

Di sisi lain, bahan ajar penuntun praktikum banyak hal yang belum

dijelaskan termasuk kedalam penggunaan alat dan fungsi alat. Bahan ajar

penuntun praktikum haruslah memenuhi kriteria dalam penjelasan keselamatan.

Penuntun praktikum dilakukan sebagai pendalaman materi ilmu kimia yang akan

memperluas wawasan mengenai eksperimen dan juga aktifitas siswa di

laboratorium (Wheeler., 2015). Inovasi penuntun dengan pendekatan di

laboratorium serta lembar aktifitas dan strategi pembelajaran dengan

penggabungan model meningkatkan efektifitas belajar siswa pada saat praktikum

berlangsung (Domingues, L., 2010). Penuntun praktikum mengandung aturan yang sesuai prosedur baik sebelum bekerja dan pada saat praktikum terlaksana.

Laboratorium lingkungan kerja tidak terpisahkan dengan berbahaya. Prosedur

yang digunakan mempunyai pertimbangan dan keselamatan dalam pekerjaan yang

dilakukan pada saat proses berlangsung (Jeffrey, R., 2008). Para siswa dibekalin

dengan keterangan alat yang fungsinya sebagai prosedur penggunaan keselamatan

dalam bekarja. Siswa ditujukan untuk memahami fungsi alat dan bisa secara

leluasa menggali pengetahuannya di laboratorium (Anonymous., 2008). Hasil

(18)

3

tetapi mudah dipahami. Dengan adanya pengaruh pengembangan para peneliti di

laboratorium dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan dan komunikasi

yang baik.

Pada penelitian Isnaeni Arifah (2014) yang dikembangkan melalui tujuh

langkah pengembangan, menunjukan buku petunjuk praktikum berbasis guided inquirydiyatakan layak berdasarkan validator sebesar 89%; berdasarkan penilaian observer sebesar 85%; serta berdasarkan hands on untuk penilaian observer sebesar 84%. Sementara pada penelitian Zulaiha (2014) penelitian ini dinyatakan

sangat valid dikarenakan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa pada

materi hidrokarbon. Pada penelitian Ariningsih Ismi (2013) hasil validasi expert reviewdanfield testmenunjukan bahwa panduan praktikum kimia berbasis inkuiri terstruktur pada materi sifat koligati larutan telah memenuhi kriteria valid, praktis

dan efektif.

Dari hasil penguasaan konsep dengan model guided inquiry menunjukan nilai yang signifikansi sebesar 0,73 dengan kategori tinggi (Suryani, D., 2015).

Pada pembelajaran IPA berbasis kurikulum 2013, model guided inquiry memberikan hasil peningkatan dengan ujigain yaitu sebesar 0,42 termasuk dalam kriteria layak (sedang) dapat disimpulkan mampu menumbuhkan keterampilan

kerja ilmiah siswa (Waluyo., 2014). Pengajaran model guided inquiry dirancang secara terstruktur sehingga hasil analisa menunjukan perbandingan yang

signifikan (Vlassi, M., 2013).

Aktivitas pembelajaran pada model guided inquiry berdasarkan pada pemikiran pelajaran yang sama dan menggunakan gaya penilaian yang sama

secara terstruktur (Conway., 2014). Pembelajaran demonstrasi dengan tahap

guided inquiry mampu meningkatkan aktifitas di laboratorium dan siswa memahami prosedur kerja pada saat praktikum berlangsung (Eichler, J., 2009).

Untuk tingkat kepercayaan diri dengan model guided inquiry menunjukan nilai gain sebesar 0,07 (El Islami., 2015). Peningkatan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia dengan pendekatan model serta karakter mampu

mempengaruhui aktifitas dan cara belajar siswa menjadi lebih profesional

(19)

4

Berdasarkan keterangan Steven J (1999) hasil observasi analisis data

terbaru, seperti jenis test dan penjelasan keterangan data penelitian menunjukan

test TAT yang baik. Laboratorium eksperimen mencoba agar permasalahan bisa

diatasi dengan percobaan yang mendukung serta memonitoring untuk

mengidentifikasi kejadian yang unik. William C (2014) menyampaikan bahwa

kegiatan dalam praktikum memfokuskan kerja siswa dalam suatu percobaan

penelitian yang memberikan prestasi individu maupun kelompok sehingga

menjadi fleksibel. Untuk efektifitas sangat besar (d= 1.49) dan keinginan di

laboratorium (d= 1.33), hal ini menyarankan agar kegiatan di laboratorium juga

sebagai aktifitas yang memadai dan juga didukung dengan interaksi. Sedangkan

Barney D (2009) menjelaskan efektifitas dalam pemahaman ilmu kimia di

laboratorium membuat keterkaitan siswa memahami percobaan serta pengetahuan

dalam praktikum.

Kegiatan pembelajaran di laboratorium sebagai alat kemampuan untuk

pemahaman lebih luas ilmu kimia. Interaksi siswa di laboratorium terjadi dengan

adanya inovasi pembelajaran yang baik serta peningkatan keterampilan siswa

pada saat praktikum berlangsung. Keahlian pada saat praktikum berperan penting

untuk mendalami wawasan ilmu kimia yang berhubungan dengan materi yang di

pelajari di kelas (Altun, A., 2009). Dilain sisi menurut Carrie M (2015), manfaat

berkembangnya pelajaran ilmu kimia dan berhubungan dengan praktikum di

laboratorium memberikan solusi ide terhadap instrumentasi yang lebih modern.

Pada kegiatan percobaan oleh Petr H (2000), teori yang dipelajari di

laboratorium berperan penting untuk aktifitas dalam mempengaruhi peningkatan

pendidikan yang ditandai dengan catatan penting serta hasil yang didapat pada

saat praktikum berlangsung. Menurut Tatli Z (2013), menjelaskan bahwa dengan

adanya pendekatan laboratorium pada pelajaran pendidikan kimia dengan

instruksi dan keikutsertaan sebagai peningkatan pelajaran kimia bagi siswa

mampu membimbing siswa menghadapi permasalahan pembelajaran kimia. Hasil

penilaian ulangan siswa yang dilakukan pada saat di laboratorium menjadi lebih

baik dengan adanya inovasi pembelajaran yang bermutu serta keterampilan siswa

(20)

5

Cengiz (2010) dalam pembelajaran untuk penuntun praktikum di

laboratorium membuat siswa mendapat pengalaman tentang pengetahuan ilmu

kimia melalui percobaan serta instruksi yang jelas. Sebagai pengantar pelajaran

umumnya pengetahuan laboratorium tentang ilmu kimia berpengaruh untuk

kebutuhan disekolah (Randall, W., 2011). Guru dalam sistem pengajaran

mempunyai informasi ilmu pengetahuan yang baik, umumnya pengetahuan yang

efektif dalam memperoleh ilmu kimia didasarkan dengan percobaan dan aktifitas

praktikum untuk mempelajari eksperiment. Didalam laboratorium sekolah dapat

dilaksanakan eksperiment dengan petunjuk serta prosedur praktikum yang telah

diberikan (Herga, N., 2012).

Uraian-uraian di atas menunjukan bahwa diperoleh cara atau upaya untuk

mendesain dan menyusun sebuah inovasi penuntun praktikum yang standar

dengan cara mengumpulkan data dilapangan sebagai proses pembelajaran kimia,

pengelolahan laboratorium kimia dan pemanfaatannya yang telah ada selama ini.

Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis ingin menyusun penuntun

praktikum yang inovatif mengintegrasikan karakter serta model pembelajaran dan

penerapan kurikulum 2013 dengan judul: “Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter”.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi

permasalahan sebagai berikut:

1. Kualitas pelaksanaan praktikum di sekolah masih rendah

2. Belum semua sekolah memiliki penuntun praktikum kimia

3. Belum semua penuntun praktikum kimia SMA/MA dilakukan di sekolah

sesuai dengan silabus pembelajaran

4. Format penyusunan penuntun praktikum kimia yang baik untuk SMA

5. Membuat penuntun praktikum kimia yang layak dan menarik, mudah

dilaksanakan, aman bagi praktikan sewaktu praktikum dan dapat

(21)

6

6. Cara meningkatkan aktifitas dan pemahaman ilmu kimia dengan penuntun

praktikum terintegrasi karakter kurikulum 2013

7. Persepsi guru kimia atas kelayakan buku penuntun praktikum kimia yang

digunakan di SMA

8. Persepsi dosen kimia atas kelayakan buku penuntun praktikum kimia yang

digunakan di SMA

9. Pengaruh sikap afektif siswa terhadap pembelajaran praktikum

10. Pengaruh penuntun praktikum terhadap keterampilan siswa melalui

pembelajaran praktikum

1.3 Batasan Masalah

Agar penelitian ini memberikan arah yang tepat, maka masalah dibatasi

sebagai berikut:

1. Penelitian ini dilakukan di SMA/MA yang ada dikota Medan baik negeri

maupun swasta.

2. Kurikulum yang digunakan sebagai pengembangan bahan ajar penuntun

praktikum adalah kurikulum 2013.

3. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah guided inquiry.

4. Karakter yang dibentuk dalam penelitian ini adalah teliti, rasa ingin tahu,

kerja sama dan aktif.

5. Masalah penelitian dibatasi pada materi kimia SMA/MA kelas X semester

I sesuai kurikulum 2013 yang dapat di praktikumkan.

1.4 Rumusan Masalah

Untuk memberikan arah penelitian yang lebih spesifik maka dibuat

perumusan masalah sebagai berikut:

1. Apakah penuntun praktikum yang digunakan di sekolah saat ini sudah

memenuhi tingkat kelayakan sesuai kurikulum 2013?

2. Bagaimana tingkat kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia SMA

(22)

7

3. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X

Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap kemampuan kognitif siswa sesuai kurikulum 2013?

4. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X

Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap sikap siswa sesuai kurikulum 2013?

5. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X

Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap keterampilan siswa sesuai kurikulum 2013?

1.5 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Untuk mengetahui persepsi responden atas penuntun praktikum kimia

yang digunakan disekolah berdasarkan tingkat kelayakan kurikulum 2013.

2. Untuk memperoleh buku penuntun praktikum yang inovatif berdasarkan

kurikulum 2013.

3. Untuk mengetahui tingkat kelayakan penuntun praktikum kimia SMA

kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013 yang telah disusun.

4. Untuk mengetahui pengaruh penuntun praktikum kimia SMA kelas X

Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap kemampuan kognitif siswa sesuai kurikulum 2013

5. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan penuntun praktikum kimia SMA

kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap sikap sesuai kurikulum 2013.

6. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan penuntun praktikum kimia SMA

kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap keterampilan sesuai kurikulum 2013.

1.6 Manfaat Penelitian

(23)

8

1. Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti untuk menyusun inovasi

penuntun praktikum kimia SMA kelas X semester I berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013. 2. Untuk mendapat buku penuntun praktikum yang layak dan menarik,

mudah dilaksanakan, aman dilaksanakan, serta aman bagi siswa kelas X

semester I pada saat praktikan berlangsung di laboratorium dalam

mempelajari kimia.

3. Memberikan sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi guru, calon

guru, lembaga pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji

tentang inovasi penuntun praktikum kimia kelas SMA kelas X semester I

berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakter sesuai kurikulum 2013.

4. Memberikan pertimbangan bagi kepala sekolah atau pengambilan

keputusan tentang pentingnya buku penuntun praktikum kimia sebagai alat

(24)

61

Daftar Pustaka

Afandi, R., (2011), Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Di

Sekolah Dasar.Pedagogia. Vol. 1, No. 1, Desember 2011: 85-89.

Altun, E., Demirdag, B., Burak, F., Alev, A., Iker, C., (2009), Developing an

interactive virtual chemistry laboratory enriched with constructivist learning

activities for secondary schools. Procedia Social and Behavioral Sciences 1 (2009) 1895–1898.

Anonymous., (2008), General Lab Product. Laboratory Product News; 10,1;

Proquest Nursing & Allied Health Source pg 10.

Arifin, M., (2000),Strategi Belajar Mengajar, Jurusan Pendidikan Kimia. FMIPA UPI; Bandung.

Arikunto, S., (2009), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Ariningsih, I., (2013),Pengembangan Panduan Praktikum Kimia Berbasis Inkuiri Terstruktur Di Kelas XII SMAN 1 Indralaya Utara. Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Palembang.

Baeten, M., Katrien, S., Filip, D., (2013), Student-centred teaching methods: Can

they optimise students’ approaches to learning in professional higher

education?Studies in Educational Evaluation 39 (2013) 14–22.

Barney, D., Andrea, G. B., William, A, Danny, R. B., (2009), Effectiveness of a

Virtual Laboratory as a Preparatory Resources For Distance Education

Chemistry Students.Computers & Education 53 853-865.

(25)

62

Borg and Gall., (1983), Educational Research; An Introduction, Longman Inc, New York & London.

Carrie, M., William, H., Danny, G. S., (2015), Construction and Characterization

of a Compact, Portable, Low-Cost Calorimeter For The Chemistry Lab.

Journal of Chemical Education.

Cengiz., (2010), The Effect Of The Virtual laboratory on students’ Achievenment

and Attitude in Chemistry. Internasional Journal of Educational Sciences, 2010, 2 (1), 37-53.

Conway., (2014), Effects of Guided Inquiry versus Lecture Instruction on Final

Grade Distribution in a One-Semester Organic and Biochemistry Course.J. Chem. Educ. 2014, 91, 480−483.

Dick, W., and Carey., (2005), The Sytemic Design of Instructional (6th ed), Omegatype Typography Inc, New York.

Domingues, L., Isabel, R., Fernando, D., Madalena, A., Eugénio, C., (2010),

Virtual laboratories in (bio)chemical engineering education.Education For Chemical Engineers x x x ( 2 0 1 0 ) xxx–xxx.

Dwiyanti, G., (2015), Optimasi Prosedur Percobaan dan Penyiapan Lembar kerja

Siswa Sebagai Perangkat Pembelajaran Identifikasi Unsur Karbon Dan

Hidrogen Dengan Model Inkuiri Terbimbing.Seminar Nasioanal Kimia dan Pendidikan Kimia VII. ISSBN : 978-602-73159-0-7.

Dwiyanto., (2005), Pembelajaran Di laboratorium. Pusat Pengembangan Pendidikan. UGM. Yogyakarta.

Eichler, J. F., (2009), Imploding Soda Cans: From Demonstration to

Guided-Inquiry Laboratory Activity.Journal of Chemical Education. Vol. 86. No. 4 April 2009.

El Islami., (2015), Membangun Kepercayaan Diri Siswa Pada Konsep Asam Basa

(26)

63

Fauth, B., Jasmin, D., Svenja, R., Eckhard, K., Gerhard, B., (2014), Student

ratings of teaching quality in primary school: Dimensions and prediction of

student outcomes.Learning and Instruction 29 (2014) 1-9.

Hake, R., (1998), Analyzing Change/Gain Scores,

http://www.physics.indiana.edu/sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf(Maret

2016)

Handayani., (2014), Pengembangan Buku Penutun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk SMP Kelas VII Semester II. Tesis. Program Pasca sarjana Universitas Negeri Padang.

Hanim, N., Abdullah., dan Khairil., (2015), Penerapan Model Pembelajaran

Inkuiri Terbimbing Berbasis Praktikum Pada Materi Sistem Ekskresi Untuk

Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMA. Jurnal EduBio Tropika,Volume 3, Nomor 1, April 2015, hlm. 1-50.

Herga, N., Dejan, D., (2012), Virtual Laboratory in Chemistry-Experimental

Study of understanding, Reproduction and Application of Acquired

Knowledge of subject’s Chemical Content, Organizacija, Volume 45, Number 3.

Hussain, A., Azeem, M. & Shakoor, A., (2011), Physics Teaching Methods:

Scientific Inquiry Vs Traditional Lecture. International Journal of Humanities and Social Science, I(19): 269-76.

Imroh, S., (2013), Pemanfaatan Laboratorium Untuk Pembelajaran Biologi Di SMA Al-Asror Gunung Pati Semarang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pendidikan biologi. Universitas Negeri Semarang.

Isnaeni Arifah., (2014), Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Berbasis Guide

Inquiry untuk Mengoptimalkan Hands On Mahasiswa Semester II Program

Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun

Akademik 2013/2014. Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas

(27)

64

Jeffrey, R., (2008), Health and Safety Issues In Lab Design. Medical Laboratory

Observer; 39,8;Proquest Nursing & Allied Health Source pg 34.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan., (2014), Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Kimia. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan

Penjaminan Mutu Pendidikan

Khulthau, C., (2010), Guide Inquiry: School Libraries in The 21st Century. School

Libraries Worldwide.January, 2010, Volume 16, No. 1, 17-28.

Khulthau, C., (2012), Guide Inquiry Design: A Framework for Inquiry in Your

School. The Journal of The New Members Round Table. March, 2012. Volume 4, No. 1.

Khulthau, C., (2014), From Tradisional Research Assigenments to Guide Inquiry

Learning.December, 2014. Volume 43, No. 2.

Matthew, B. M., & Kenneth, I. O., (2013), A Study on The Effects of Guided

Inquiry Teaching Method on Students Achievement in Logic. International Researcher, II(1): 134-40.

Mitarlis., (2012), Peranan Kegiatan Praktikum Kimia Dasar I Materi Pemisahan

Campuran Dalam Rangka Pencapaian Nilai-Nilai Karakter Bagi Mahasiswa

Kimia UNESA Dengan Model Terintegrasi. Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa 2012 – ISBN : 978-979-028-550-7.

Nauli, P., (2013), Kurikulum 2013 dan Implementasinya Dalam Pembelajaran.

Jurnal Generasi Kampus Volume 6, No. 2, Tahun 2013.

Petr, H., (2000), Laboratory Experiments For Control Theory Courses; A Survey.

Annual Reviews in Control 24 151-162.

Randall, W., (2011), Utilizing Problem Based Learning in Qualitative Analysis

(28)

65

Rosmalinda, D., (2013), Pengembangan Modul Praktikum Kimia SMA Berbasis

PBL. Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi. Edu-Sains 2 No. 2 Juli 2013.

Sadia, W., Putu, I. B., Wayan, M., (2013), Model Pendidikan Karakter

Terintegrasi Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Indonesia. ISSN: 2303-288X. Vol. 2, No. 2, Oktober 2013.

Silaban, R., (2016), Desain Pembelajaran Kimia Melalui Kegiatan Praktikum Semi Riset.Program Pascasarjana. UNIMED.

Situmorang, M., (2013), Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Melalui Inovasi

Pembelajaran Dan Integrasi Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Hasil

Belajar Siswa. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Medan.Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.

Steven, J., (1999), Using Outlier Events To Monitor Test Turnaround Time A

Collage Of American Pathologists Q-Probes Study In 496 Laboratories.

Archives Of Pathologists & Laboratory Medicine; Jul 1999; 123:607-614.

Subandi., (2011), Deskriptif Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian

Pertunjukan,Harmonia,Vol.11 No.2.

Sunarno, W., (2013), Kesiapan Dan Kendala Dunia Pendidikan Dalam

Implementasi Kurikulum 2013. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III Tahun 2013.

Suprayitno, T., (2011),Panduan Teknis Perawatan Laboratorium Kimia Sekolah Menengah Atas. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.

(29)

66

Suyanti., (2010),Strategi Pembelajaran Kimia.Edisi Pertama. Yogyakarta; Graha Ilmu.

Tatli, Z., Alipasa, A., (2013), Effect of a Virtual Chemistry Laboratory on

Students Achievement. Educational Technology & Society, 16(1), 159-170.

Trianto., (2010),Model Pembelajaran Terpadu, Bumi Aksara; Jakarta.

Usman., (2013), Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui

Pendekatan Inkuiri Terbimbing Dalam Pencapaian Kecakapan Ilmiah

Mahasiswa Tingkat Pertama Program Studi Pendidikan Fisika Universitas

Muhammadiyah Makassar. Jurnal Sainsmat. ISSN 2086-6755.

Vilalba, C. M., Alfonso, U., Sebastian, D., (2008), Object-oriented modelling of

virtual-labs for education in chemical process control. Computers and Chemical Engineering 32 (2008) 3176–3186.

Vlassi, M., (2013), The Comparison Between Guided Inquiry And Traditional

Teaching Method. A Case Study For The Teaching Of The Structure Of

Matter To 8th Grade Greek Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences 93 (2013 ) 494 – 497.

Waluyo., (2014), Pengembangan Panduan Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing Tema Fotosintesis Untuk Menumbuhkan Keterampilan Kerja Ilmiah Siswa SMP. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang.

Wheeler, C., (2015), Review of Laboratory Techniques in Organic Chemistry:

Supporting Inquiry-Driven Experiments, 4th Edition. Natural Sciences and

Mathematics Division, Southeast Kentucky Community and Technical

College, Cumberland, Kentucky 40823, United States.J. Chem. Educ. 2015, 92, 1433−1434.

(30)

67

Development, Cornell University, Ithaca, New York, United States of

America. February volume 9.

Xu, H., Vicente, T., (2012), Effect of The Level of Inquiry of Lab experiments On

General Chemistry Students Written Reflections. Journal Of Chemical Education. 90, 21-28.

Xu, H., Vicente, T., (2012), Effect of The Level of Inquiry on Student Interactions

In Chemistry laboratories. Journal Of Chemical Education, 90, 29-36.

Zulaiha., (2014), Pengembangan Buku Panduan Praktikum Kimia Hidrokarbon

Gambar

Tabel 2.1. Sintax strategi pembelajaran guided inquiry

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kualitas pelayanan fiskus terhadap kepatuhan wajib pajak dan menganalisis pengaruh pengetahuan wajib pajak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan wanita Pasangan Usia Subur (PUS) tentang kanker serviks dengan pemanfaatan

[r]

Telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta pada tanggal 19 Oktober

Incremental budget dimana masing-masing kelompok pendapatan dan belanja besarnya dihitung dengan meningkat sejumlah prosentase tertentu (berdasarkan tingkat inflasi)

Pertama, perancangan perangkat keras yang terdiri dari rangkaian sensor waterlevel dan sensor soil moisture sebagai pendeteksi ketinggian air dalam kendi dan kadar

EVALUASI PROSEDUR PEMBAYARAN PENSIUN DAN TABUNGAN HARI TUA PADA PT TASPEN (Pers ero).. KANTOR

Hasil yang diperoleh oleh ibu MH adalah beliau menjadi lebih sabar dan dapat mengontrol emosi negatif yang muncul serta pikiran juga jernih karena terus