INOVASI PENUNTUN PRAKTIKUM KIMIA SMA KELAS X SEMESTER I BERBASISGUIDED INQUIRYTERINTEGRASI
PENDIDIKAN KARAKTER
TESIS
Diajukan untuk Memenuhi Persyaratan
Dalam Memperoleh Gelar Magister Pendidikan pada Program Studi Pendidikan Kimia
Oleh:
GAUNG ATMAJA NIM: 8156141019
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
MEDAN
ABSTRAK
Gaung Atmaja. Nim 8156141019. Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter. Tesis. Medan: Program Studi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X semester I, penilaian penuntun praktikum berdasarkan tanggapan ahli serta peningkatan hasil belajar siswa melalui uji coba produk. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan mengacu pada model ADDIE, yang merupakan singkatan dari Analysis (analisis), Design (desain), Development (Pengembangan), Implementation (penerapan) dan Evaluation (evaluasi). Penuntun praktikum disusun mengikuti langkah model pembelajaran berbasisguided inquiry yang pada prakteknya siswa merancang sendiri percobaan yang akan dilakukan. Selain itu dalam uji coba terbatas penuntun praktikum ini dilakukan pengamatan terhadap sikap dan keterampilan siswa. Lokasi penelitian di SMA Sultan Iskandar Muda dan SMA Negeri 4 Medan dan subjek uji coba terdiri dari delapan belas siswa. Teknik pengumpul data menggunakan lembar validasi penuntun praktikum, angket, lembar observasi dan instrument tes hasil belajar. Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif bentuk persentase. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) penuntun praktikum yang telah di inovasi layak menjadi buku pegangan guru dalam pembelajaran kimia, (2) hasil belajar berdasarkan tes kemampuan kognitif siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 0,7; 0,6; 0,8 dan 0,7 dengan kriteria sedang (3) hasil belajar berdasarkan penilaian sikap siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 87,5; 87,5; 87,5 dan 93,7, (4), untuk penilaian keterampilan siswa MIA 1, MIA 3, MIA 7 dan MIA 10 sebesar 77,2; 72,7; 79,5 dan 77,2 dengan kriteria baik.
ABSTRACT
Gaung Atmaja, Innovation Of Practiccum Guide Senior High School Grade X Semester I Based On Guided InquiryIntegrated With Character Education, Thesis, Medan: Chemistry Program, Postgraduate, State University Of Medan, 2017.
This research aims to know the innovation of practiccum guide senior high school grade X semester I feasibility, the assesment of practiccum guide based on expert judgment assement also students learning outcomes improvement throught product trials. This research is a development research referred to the ADDIE model, stands for Analysis, Design, Development, Implementation and Evaluation. Practiccum guide was arranged based on guided inquiry learning model that the students do experiment according to their design own experiment. Beside that, in limited product trials of practiccum guide, did the observation of students affective and skills. There search location was in SMA Sultan Iskandar Muda and SMA Negeri 4 Medan, the trials subject consist of eighten students. The data collection technique use practiccum guide validation sheet, questionnaires, observation sheet, and student learning outcomes instrument test. Data analysis technique was a qualitative and quantitative descriptive in form of percentage. This research result showed that: (1) practiccum guide that has been innovated worth to be teacher’s book in learning chemistry, (2) learning outcomes based on student cognitive ability test of MIA 1, MIA 3, MIA 7, and MIA 10 with score 0.7; 0.6; 0.8 and 0.7 with criterium medium (3) learning outcomes based on students affective MIA 1, MIA 3, MIA 7 and MIA 10 with score 87.5; 87.5; 87.5 and 93.7, and (4) for the assessment of student skills MIA 1, MIA 3, MIA 7 and MIA 10 with score 77.2; 72.7; 79.5 and 77.2 with good criteria.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT, atas segala nikmat
dan karunia yang dilimpahkanNya sehingga penulis dapat menyelesaikan tesis
yang berjudul “ Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter” yang diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar magister pendidikan di
Universitas Negeri Medan. Dan tak lupa pula sholawat dan salam atas junjungan
kita Nabi Muhammad SAW semoga dengan memperbanyak sholawat kepada
beliau kita tergolong umatnya yang mendapat syafaat di yaumil mahsyar kelak.
Dalam penulisan tesis ini, penulis banyak memperoleh bimbingan dan
dorongan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis tidak lupa menyampaikan
ucapan terima kasih yang tulus kepada bapak Prof. Dr. Ramlan Silaban, M.Si
selaku Ketua Prodi Pendidikan Kimia Pascasarjana Universitas Negeri Medan
sekaligus sebagai Dosen Pembimbing I dimana dalam penyusunan tesis ini yang
dengan tulus-ikhlas mengoreksi dan memberikan motivasi serta saran sekaligus
meluangkan waktu untuk diskusi kepada penulis selama melakukan perkuliahan
dan menyelesaikan tesis ini. Begitu juga kepada Ibu Dr. Iis Siti jahro, M.Si selaku
Dosen Pembimbing II yang telah banyak berjasa dan tidak pernah bosan
membimbing dan memberikan motivasi kepada penulis selama melakukan
perkuliahan dan menyelesaikan tesis ini. Ucapan terimakasih kepada bapak Dr.
Mahmud, M.Sc, bapak Dr. Ajat Sudrajat, M.Si serta ibu Dr. Ir. Nurfajriani, M.Si
selaku dosen penguji yang telah memberikan saran yang membangun sehingga
penelitian dalam tesis ini dapat berlangsung dengan baik.
Ucapan Terima Kasih kepada Bapak Kepala Sekolah SMAN 4 Medan,
Kepala Sekolah SMAN 15 Medan, Kepala Sekolah SMAN 17 Medan, Kepala
Sekolah SMAN 1 Pancurbatu, Kepala Sekolah SMAN 1 Kutalimbaru, Kepala
Sekolah SMKN 1 Percut Seituan, Kepala Sekolah SMA Sultan Iskandar Muda,
Kepala Sekolah SMA Bridjen Katamso Marelan, Kepala Sekolah SMA Era
Guru SMA Al Azhar Medan, Guru SMA Plus Al Azhar Medan, Guru Kimia
SMK WKM Medan Sunggal dan Bapak Kepala Sekolah MAN 2 Model Medan.
Teristimewa kepada kedua orang tua tercinta Ayahanda Chairuddin, SE
dan ibunda Hanum. Untuk kekasih tercinta Weny Ameylia Melani yang tetap
mendampingi serta mendoakan kelancaran penelitian dan pembuatan tesis. Begitu
pula kepada rekan-rekan seperjuangan mahasiswa/i Pascasarjana Prodi
Pendidikan Kimia Angkatan 26 serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan
satu persatu, terimakasih untuk semuanya.
Akhirnya, kepada Allah penulis mohonkan, kiranya segala bantuan yang
telah diterima mendapat balasan yang berlipat ganda dari-Nya, semoga tesis ini
dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Medan, Maret 2017
Penulis
DAFTAR ISI
1.1. Latar Belakang Masalah 1
1.2. Identifikasi Masalah 5
1.3. Batasan Masalah 6
1.4. Rumusan Masalah 6
1.5. Tujuan Penelitian 7
1.6. Manfaat Penelitian 8
BAB II KAJIAN PUSTAKA 9
2.1. Buku Penuntun Praktikum Dalam Pembelajaran Kimia 9 2.2. Praktikum Dalam Proses Belajar Mengajar Kimia 10
2.2.1. Karakteristik Ilmu Kimia 10
2.2.2. Ilmu Kimia dan Kegiatan Praktikum 11
2.2.3. Peran Laboratorium Dalam Pembelajaran Kimia 12
2.3. Pendidikan Karakter 12
2.4. Kurikulum 2013 13
2.5. Model Pembelajaran 14
2.5.1. ModelGuided Inquiry 15
2.6 Kesehatan dan Keselamatan Kerja Di laboratorium Kimia 17
BAB III METODE PENELITIAN 18
3.1. Tinjauan Penelitian 18
3.2. Lokasi dan Waktu Penelitian 18
3.3. Populasi dan Sampel 18
3.4. Instrument Penelitian 19
3.4.1. Angket Validasi Penuntun Praktikum 19
3.4.2. Instrument Soal 20
3.5. Jenis Penelitian 20
3.6. Prosedur Penelitian 20
3.6. 1. Tahap Analisis 22
3.6. 2. Tahap Pengembangan 22
3.6. 4. Tahap Revisi 22
3.6. 5. Tahap Evaluasi 23
3.7. Teknik Analisa Data 23
3.8. Peningkatan Hasil Belajar Siswa 24
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 25
4.1. Deskripsi Umum Penelitian 25
4.2. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit A dan B Kelas X 26 Semester I
4.2.1. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit A 26 4.2.2. Analisis Penuntun Praktikum Kimia Penerbit B 27 4.3. Deskripsi Penuntun Praktikum Kimia Kelas X Semester I Berbasis
Guided InquiryTerintegrasi Pendidikan Karakater 28 4.4. Standar Inovasi Penuntun Praktikum Kimia Kelas X Semester I
BerbasisGuided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakater 30 4.5. Hasil Analisis Inovasi Penuntun Praktikum Kimia BerbasisGuided
InquiryTerintegrasi Pendidikan Karakter 31
4.5.1. Aspek Cakupan Praktikum 32
4.5.2. Aspek Sistematika Penyajian 33
4.5.3. Aspek Mengandung Wawasan Produktifitas 34
4.5.4. Aspek Merangsang Keingintahuan 35
4.5.5. Aspek Mengembangkan Kecakapan Hidup 36
4.5.6. Aspek Desain 37
4.5.7. Aspek Bahasa 38
4.6. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Sikap Penuntun Praktikum
Kimia SMA SIM (Sultan Iskandar Muda) 39
4.6.1. Penilaian Sikap MIA 1 dan MIA 3 39
4.6.2. Penilaian Skor Sikap Peserta Didik 42
4.7. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Sikap Penuntun Praktikum
Kimia SMAN 4 Medan 43
4.7.1. Penilaian Sikap MIA 7 dan MIA 10 44
4.7.2. Penilaian Skor Sikap Peserta Didik 47
4.8. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Keterampilan Penuntun
Praktikum Kimia SMA SIM 48
4.8.1. Penilaian Keterampilan MIA 1 dan MIA 3 49
4.9. Hasil Analisis lembar Observasi Penilain Keterampilan Penuntun
Praktikum Kimia SMAN 4 Medan 50
4.9.1. Penilaian Keterampilan MIA 7 dan MIA 10 50
4.10. Hasil Penilaian Keterampilan Peserta Didik 52
4.11. Hasil Analisis Lembar Penilaian Kelengkapan Laboratorium Kimia
SMA 54
4.12. Hasil Analisis Lembar Kelayakan Sintax Isi Penuntun Praktikum
Kimia 54
4.13. Uji Coba Penuntun Praktikum Kimia Berbasis Guided Inquiry
4.14 . Pembahasan 56
4.15. Keterbatasan Penelitian 58
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 59
5.1. Kesimpulan 59
5.2. Saran 59
DAFTAR PUSTAKA 61
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1. Sintax strategi pembelajaranguided inquiry 16
Tabel 3.1. Kriteria validasi penuntun praktikum 20
Tabel 3.2. Kriteria Tingkat Kelayakan 23
Tabel 3.3. Nilai N – Gain Ternormalisasi dan Klasifikasi 24
Tabel 4.1. Komponen yang terdapat dalam Inovasi penuntun praktikum kimia berbasisguided inquiry terintegrasi pendidikan karakter dibandingkan dengan penuntun praktikum kimia sekolah (A dan B) 29
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1. Bagan prosedur penelitian 21
Gambar 4.1. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
cakupan paktikum 32
Gambar 4.2. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
sistematika penyajian 33
Gambar 4.3. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
mengandung wawasan produktifitas 34
Gambar 4.4. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
merangsang keingintahuan 35
Gambar 4.5. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
mengembangkanLife Skill 36
Gambar 4.6. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
desain 37
Gambar 4.7. Hasil uji kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakater berdasarkan aspek
bahasa 38
Gambar 4.8. Hasil penilaian sikap rasa ingin tahu MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan
kimia 39
Gambar 4.9. Hasil penilaian sikap teliti MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada materi dan perubahan kimia 40 Gambar 4.10. Hasil penilaian sikap kerja sama MIA 1 dan MIA 3 terhadap
praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan
kimia 41
Gambar 4.11. Hasil penilaian sikap aktif MIA 1 dan MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada materi dan perubahan kimia 41 Gambar 4.12. Nilai sikap MIA 1 terhadap praktikum berbasis guided inquiry
pada materi dan perubahan kimia 42
Gambar 4.13. Nilai sikap MIA 3 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada
materi dan perubahan kimia 43
Gambar 4.15. Hasil penilaian sikap teliti terhadap praktikum berbasis guided inquirypada materi dan perubahan kimia 45 Gambar 4.16. Hasil penilaian sikap kerja sama terhadap praktikum berbasis
guided inquirypada materi dan perubahan kimia 46 Gambar 4.17. Hasil penilaian sikap aktif terhadap praktikum berbasis guided
inquirypada materi dan perubahan kimia 46 Gambar 4.18. Nilai sikap MIA 7 terhadap praktikum berbasisguided inquirypada
materi dan perubahan kimia 47
Gambar 4.19. Nilai sikap MIA 10 terhadap praktikum berbasis guided inquiry
pada materi dan perubahan kimia 48
Gambar 4.20. Hasil penilaian keterampilan MIA 1 terhadap praktikum berbasis guided inquirypada materi dan perubahan kimia 49 Gambar 4.21. Hasil penilaian keterampilan MIA 3 terhadap praktikum berbasis
guided inquirypada materi dan perubahan kimia 50 Gambar 4.22. Hasil penilaian keterampilan MIA 7 terhadap praktikum berbasis
guided inquirypada materi dan perubahan kimia 51 Gambar 4.23. Hasil penilaian keterampilan MIA 10 terhadap praktikum berbasis
guided inquirypada materi dan perubahan kimia 51 Gambar 4.24. Skor tertinggi penilaian keterampilan peserta didik terhadap
praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan
kimia 53
Gambar 4.25. Skor terendah penilaian keterampilan peserta didik terhadap praktikum berbasis guided inquiry pada materi dan perubahan
kimia 53
Gambar 4.26. Kelayakan perlengkapan laboratorium kimia di sekolah
berdasarkan responsi 30 guru kimia 54
Gambar 4.27. Kelayakan isi penuntun praktikum berdasarkan responsi 30 guru
i
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Silabus Kimia SMA 70
Lampiran 2. Lembar Validasi Penuntun Praktikum 78
Lampiran 3. Angket 82
Lampiran 4. Instrumen Penilaian Kelayakan Isi Buku 83
Lampiran 5. Kisi – Kisi Instrumen Penelitian 84
Lampiran 6. Persentase Skor Validator 91
Lampiran 7. Data Hasil Belajar Siswa 93
Lampiran 8. Lembar Penilaian Kelayakan Penuntun Praktikum Kimia 95
Lampiran 9. Lembar Penilaian Perlengkapan Penuntun Praktikum Kimia 96
Lampiran 10. Lembar Kelayakan Sintax Isi Penuntun Praktikum Kimia 97
Lampiran 11. Observasi Penilaian Sikap Siswa SIM 98
Lampiran 12. Observasi Penilaian Sikap Siswa SMAN 4 Medan 99
Lampiran 13. Observasi Penilaian Keterampilan Tes Praktek 100
1
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi perubahan
di segala bidang. Salah satu bidang yang mengalami perubahan yaitu bidang
pendidikan. Perkembangan dan perubahan pendidikan menjadi salah satu
pembahasan yang terpenting untuk mencapai perbaikan pendidikan pada semua
tingkat dan terus menerus dilakukan sebagai antisipasi kepentingan masa depan
(Arikunto., 2009). Berdasarkan analisis riset pendidikan menunjukan bahwa hasil
penelitian melibatkan siswa sebagai aktifitas pengembangan dan pengetahuan
ilmu kimia (Xu, H., 2012).
Buku pelajaran merupakan salah satu sumber pengetahuan bagi siswa di
sekolah dan sebagai sarana penunjang proses kegiatan belajar mengajar. Pada
buku pelajaran kimia dan penuntun praktikum sangat dibutuhkan dalam
menentukan keberhasilan para siswa di sekolah. Inovasi buku pelajaran kimia
yang baik dan bermutu selain menjadi sumber pengetahuan yang dapat menunjang
keberhasilan belajar siswa juga dapat membimbing dan mengarahkan proses
belajar mengajar di kelas ke arah proses pembelajaran yang bemutu pula. Pada
kegiatan semirata oleh (Situmorang, M., 2013) dilain sisi buku ajar haruslah
memiliki inovasi, Sehingga buku ajar kimia yang berinovasi dapat menolong
siswa dalam pembelajaran mencapai kompetensi sesuai tuntunan kurikulum. Buku
ajar sebagai media dapat meningkatkan kegiatan belajar dengan mudah dan
efisien sehingga terjadi pergeseran dan sekaligus meningkatkan karakter siswa.
Begitu juga pada pengembangan bahan ajar harus memperhatikan
kurikulum yang sedang berlaku yaitu kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013,
terdapat rumusan Kompetensi inti dan kompetensi dasar yang memasukan
pendidikan karakter harus terintegrasi dalam proses pembelajaran. Bahan ajar
yang dihasilkan dalam penelitian ini harus dilengkapi dengan materi ajar yang
menunjang tercapainya kompetensi inti dan kompetensi dasar seperti yang
dirumuskan dalam kurikulum 2013. Alasan pengembangan kurikulum 2013 antara
2
penambahan jam pelajaran. Berdasarkan pemantauan terlihat bahwa jam pelajaran
di Indonesia relatif lebih singkat dibandingkan dengan Negara lain (Sunarno.,
2013).
Menurut riset (Xu, H., 2012), menunjukan bahwa aktifitas laboratorium
di sekolah maupun pendidikan perguruan tinggi bahwasanya masih relatif kecil
yang di dasarkan atas keterampilan siswa masih kurang baik dan penuntun belum
memadai pada saat praktikum berlangsung. Fasilitas di laboratorium kimia
menjadi salah satu pembangun dan peningkatan mutu pembelajaran kimia yang
akan menjadi tolak ukur kemampuan siswa pada saat melakukan praktikum
(Vilalba, C., 2008). Handayani (2014) menjelaskan efektifitas penggunaan
penuntun praktikum IPA berbasis inkuiri terbimbing diketahui dapat
meningkatkan aktvitas siswa. Selama kegiatan praktikum berlangsung di
kategorikan tinggi dan menunjukkan hasil belajar ranah (kognitif, afektif, dan
psikomotor) yang baik.
Di sisi lain, bahan ajar penuntun praktikum banyak hal yang belum
dijelaskan termasuk kedalam penggunaan alat dan fungsi alat. Bahan ajar
penuntun praktikum haruslah memenuhi kriteria dalam penjelasan keselamatan.
Penuntun praktikum dilakukan sebagai pendalaman materi ilmu kimia yang akan
memperluas wawasan mengenai eksperimen dan juga aktifitas siswa di
laboratorium (Wheeler., 2015). Inovasi penuntun dengan pendekatan di
laboratorium serta lembar aktifitas dan strategi pembelajaran dengan
penggabungan model meningkatkan efektifitas belajar siswa pada saat praktikum
berlangsung (Domingues, L., 2010). Penuntun praktikum mengandung aturan yang sesuai prosedur baik sebelum bekerja dan pada saat praktikum terlaksana.
Laboratorium lingkungan kerja tidak terpisahkan dengan berbahaya. Prosedur
yang digunakan mempunyai pertimbangan dan keselamatan dalam pekerjaan yang
dilakukan pada saat proses berlangsung (Jeffrey, R., 2008). Para siswa dibekalin
dengan keterangan alat yang fungsinya sebagai prosedur penggunaan keselamatan
dalam bekarja. Siswa ditujukan untuk memahami fungsi alat dan bisa secara
leluasa menggali pengetahuannya di laboratorium (Anonymous., 2008). Hasil
3
tetapi mudah dipahami. Dengan adanya pengaruh pengembangan para peneliti di
laboratorium dapat meningkatkan pengetahuan serta kemampuan dan komunikasi
yang baik.
Pada penelitian Isnaeni Arifah (2014) yang dikembangkan melalui tujuh
langkah pengembangan, menunjukan buku petunjuk praktikum berbasis guided inquirydiyatakan layak berdasarkan validator sebesar 89%; berdasarkan penilaian observer sebesar 85%; serta berdasarkan hands on untuk penilaian observer sebesar 84%. Sementara pada penelitian Zulaiha (2014) penelitian ini dinyatakan
sangat valid dikarenakan memiliki efek potensial terhadap hasil belajar siswa pada
materi hidrokarbon. Pada penelitian Ariningsih Ismi (2013) hasil validasi expert reviewdanfield testmenunjukan bahwa panduan praktikum kimia berbasis inkuiri terstruktur pada materi sifat koligati larutan telah memenuhi kriteria valid, praktis
dan efektif.
Dari hasil penguasaan konsep dengan model guided inquiry menunjukan nilai yang signifikansi sebesar 0,73 dengan kategori tinggi (Suryani, D., 2015).
Pada pembelajaran IPA berbasis kurikulum 2013, model guided inquiry memberikan hasil peningkatan dengan ujigain yaitu sebesar 0,42 termasuk dalam kriteria layak (sedang) dapat disimpulkan mampu menumbuhkan keterampilan
kerja ilmiah siswa (Waluyo., 2014). Pengajaran model guided inquiry dirancang secara terstruktur sehingga hasil analisa menunjukan perbandingan yang
signifikan (Vlassi, M., 2013).
Aktivitas pembelajaran pada model guided inquiry berdasarkan pada pemikiran pelajaran yang sama dan menggunakan gaya penilaian yang sama
secara terstruktur (Conway., 2014). Pembelajaran demonstrasi dengan tahap
guided inquiry mampu meningkatkan aktifitas di laboratorium dan siswa memahami prosedur kerja pada saat praktikum berlangsung (Eichler, J., 2009).
Untuk tingkat kepercayaan diri dengan model guided inquiry menunjukan nilai gain sebesar 0,07 (El Islami., 2015). Peningkatan minat belajar siswa terhadap pembelajaran kimia dengan pendekatan model serta karakter mampu
mempengaruhui aktifitas dan cara belajar siswa menjadi lebih profesional
4
Berdasarkan keterangan Steven J (1999) hasil observasi analisis data
terbaru, seperti jenis test dan penjelasan keterangan data penelitian menunjukan
test TAT yang baik. Laboratorium eksperimen mencoba agar permasalahan bisa
diatasi dengan percobaan yang mendukung serta memonitoring untuk
mengidentifikasi kejadian yang unik. William C (2014) menyampaikan bahwa
kegiatan dalam praktikum memfokuskan kerja siswa dalam suatu percobaan
penelitian yang memberikan prestasi individu maupun kelompok sehingga
menjadi fleksibel. Untuk efektifitas sangat besar (d= 1.49) dan keinginan di
laboratorium (d= 1.33), hal ini menyarankan agar kegiatan di laboratorium juga
sebagai aktifitas yang memadai dan juga didukung dengan interaksi. Sedangkan
Barney D (2009) menjelaskan efektifitas dalam pemahaman ilmu kimia di
laboratorium membuat keterkaitan siswa memahami percobaan serta pengetahuan
dalam praktikum.
Kegiatan pembelajaran di laboratorium sebagai alat kemampuan untuk
pemahaman lebih luas ilmu kimia. Interaksi siswa di laboratorium terjadi dengan
adanya inovasi pembelajaran yang baik serta peningkatan keterampilan siswa
pada saat praktikum berlangsung. Keahlian pada saat praktikum berperan penting
untuk mendalami wawasan ilmu kimia yang berhubungan dengan materi yang di
pelajari di kelas (Altun, A., 2009). Dilain sisi menurut Carrie M (2015), manfaat
berkembangnya pelajaran ilmu kimia dan berhubungan dengan praktikum di
laboratorium memberikan solusi ide terhadap instrumentasi yang lebih modern.
Pada kegiatan percobaan oleh Petr H (2000), teori yang dipelajari di
laboratorium berperan penting untuk aktifitas dalam mempengaruhi peningkatan
pendidikan yang ditandai dengan catatan penting serta hasil yang didapat pada
saat praktikum berlangsung. Menurut Tatli Z (2013), menjelaskan bahwa dengan
adanya pendekatan laboratorium pada pelajaran pendidikan kimia dengan
instruksi dan keikutsertaan sebagai peningkatan pelajaran kimia bagi siswa
mampu membimbing siswa menghadapi permasalahan pembelajaran kimia. Hasil
penilaian ulangan siswa yang dilakukan pada saat di laboratorium menjadi lebih
baik dengan adanya inovasi pembelajaran yang bermutu serta keterampilan siswa
5
Cengiz (2010) dalam pembelajaran untuk penuntun praktikum di
laboratorium membuat siswa mendapat pengalaman tentang pengetahuan ilmu
kimia melalui percobaan serta instruksi yang jelas. Sebagai pengantar pelajaran
umumnya pengetahuan laboratorium tentang ilmu kimia berpengaruh untuk
kebutuhan disekolah (Randall, W., 2011). Guru dalam sistem pengajaran
mempunyai informasi ilmu pengetahuan yang baik, umumnya pengetahuan yang
efektif dalam memperoleh ilmu kimia didasarkan dengan percobaan dan aktifitas
praktikum untuk mempelajari eksperiment. Didalam laboratorium sekolah dapat
dilaksanakan eksperiment dengan petunjuk serta prosedur praktikum yang telah
diberikan (Herga, N., 2012).
Uraian-uraian di atas menunjukan bahwa diperoleh cara atau upaya untuk
mendesain dan menyusun sebuah inovasi penuntun praktikum yang standar
dengan cara mengumpulkan data dilapangan sebagai proses pembelajaran kimia,
pengelolahan laboratorium kimia dan pemanfaatannya yang telah ada selama ini.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini, penulis ingin menyusun penuntun
praktikum yang inovatif mengintegrasikan karakter serta model pembelajaran dan
penerapan kurikulum 2013 dengan judul: “Inovasi Penuntun Praktikum Kimia SMA Kelas X Semester I Berbasis Guided Inquiry Terintegrasi Pendidikan Karakter”.
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, dapat diidentifikasi
permasalahan sebagai berikut:
1. Kualitas pelaksanaan praktikum di sekolah masih rendah
2. Belum semua sekolah memiliki penuntun praktikum kimia
3. Belum semua penuntun praktikum kimia SMA/MA dilakukan di sekolah
sesuai dengan silabus pembelajaran
4. Format penyusunan penuntun praktikum kimia yang baik untuk SMA
5. Membuat penuntun praktikum kimia yang layak dan menarik, mudah
dilaksanakan, aman bagi praktikan sewaktu praktikum dan dapat
6
6. Cara meningkatkan aktifitas dan pemahaman ilmu kimia dengan penuntun
praktikum terintegrasi karakter kurikulum 2013
7. Persepsi guru kimia atas kelayakan buku penuntun praktikum kimia yang
digunakan di SMA
8. Persepsi dosen kimia atas kelayakan buku penuntun praktikum kimia yang
digunakan di SMA
9. Pengaruh sikap afektif siswa terhadap pembelajaran praktikum
10. Pengaruh penuntun praktikum terhadap keterampilan siswa melalui
pembelajaran praktikum
1.3 Batasan Masalah
Agar penelitian ini memberikan arah yang tepat, maka masalah dibatasi
sebagai berikut:
1. Penelitian ini dilakukan di SMA/MA yang ada dikota Medan baik negeri
maupun swasta.
2. Kurikulum yang digunakan sebagai pengembangan bahan ajar penuntun
praktikum adalah kurikulum 2013.
3. Model pembelajaran yang digunakan dalam penelitian ini adalah guided inquiry.
4. Karakter yang dibentuk dalam penelitian ini adalah teliti, rasa ingin tahu,
kerja sama dan aktif.
5. Masalah penelitian dibatasi pada materi kimia SMA/MA kelas X semester
I sesuai kurikulum 2013 yang dapat di praktikumkan.
1.4 Rumusan Masalah
Untuk memberikan arah penelitian yang lebih spesifik maka dibuat
perumusan masalah sebagai berikut:
1. Apakah penuntun praktikum yang digunakan di sekolah saat ini sudah
memenuhi tingkat kelayakan sesuai kurikulum 2013?
2. Bagaimana tingkat kelayakan inovasi penuntun praktikum kimia SMA
7
3. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X
Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap kemampuan kognitif siswa sesuai kurikulum 2013?
4. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X
Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap sikap siswa sesuai kurikulum 2013?
5. Bagaimana pengaruh inovasi penuntun praktikum kimia SMA kelas X
Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap keterampilan siswa sesuai kurikulum 2013?
1.5 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui persepsi responden atas penuntun praktikum kimia
yang digunakan disekolah berdasarkan tingkat kelayakan kurikulum 2013.
2. Untuk memperoleh buku penuntun praktikum yang inovatif berdasarkan
kurikulum 2013.
3. Untuk mengetahui tingkat kelayakan penuntun praktikum kimia SMA
kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013 yang telah disusun.
4. Untuk mengetahui pengaruh penuntun praktikum kimia SMA kelas X
Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap kemampuan kognitif siswa sesuai kurikulum 2013
5. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan penuntun praktikum kimia SMA
kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap sikap sesuai kurikulum 2013.
6. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan penuntun praktikum kimia SMA
kelas X Semester I berbasis guided inquiry terintegrasi pendidikan karakter terhadap keterampilan sesuai kurikulum 2013.
1.6 Manfaat Penelitian
8
1. Menambah pengetahuan dan pengalaman peneliti untuk menyusun inovasi
penuntun praktikum kimia SMA kelas X semester I berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakter berdasarkan kurikulum 2013. 2. Untuk mendapat buku penuntun praktikum yang layak dan menarik,
mudah dilaksanakan, aman dilaksanakan, serta aman bagi siswa kelas X
semester I pada saat praktikan berlangsung di laboratorium dalam
mempelajari kimia.
3. Memberikan sumbangan pemikiran dan bahan acuan bagi guru, calon
guru, lembaga pendidikan dan peneliti selanjutnya yang ingin mengkaji
tentang inovasi penuntun praktikum kimia kelas SMA kelas X semester I
berbasis guided inquiryterintegrasi pendidikan karakter sesuai kurikulum 2013.
4. Memberikan pertimbangan bagi kepala sekolah atau pengambilan
keputusan tentang pentingnya buku penuntun praktikum kimia sebagai alat
61
Daftar Pustaka
Afandi, R., (2011), Integrasi Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran IPS Di
Sekolah Dasar.Pedagogia. Vol. 1, No. 1, Desember 2011: 85-89.
Altun, E., Demirdag, B., Burak, F., Alev, A., Iker, C., (2009), Developing an
interactive virtual chemistry laboratory enriched with constructivist learning
activities for secondary schools. Procedia Social and Behavioral Sciences 1 (2009) 1895–1898.
Anonymous., (2008), General Lab Product. Laboratory Product News; 10,1;
Proquest Nursing & Allied Health Source pg 10.
Arifin, M., (2000),Strategi Belajar Mengajar, Jurusan Pendidikan Kimia. FMIPA UPI; Bandung.
Arikunto, S., (2009), Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.
Ariningsih, I., (2013),Pengembangan Panduan Praktikum Kimia Berbasis Inkuiri Terstruktur Di Kelas XII SMAN 1 Indralaya Utara. Program Studi Pendidikan Kimia FKIP Universitas Sriwijaya. Palembang.
Baeten, M., Katrien, S., Filip, D., (2013), Student-centred teaching methods: Can
they optimise students’ approaches to learning in professional higher
education?Studies in Educational Evaluation 39 (2013) 14–22.
Barney, D., Andrea, G. B., William, A, Danny, R. B., (2009), Effectiveness of a
Virtual Laboratory as a Preparatory Resources For Distance Education
Chemistry Students.Computers & Education 53 853-865.
62
Borg and Gall., (1983), Educational Research; An Introduction, Longman Inc, New York & London.
Carrie, M., William, H., Danny, G. S., (2015), Construction and Characterization
of a Compact, Portable, Low-Cost Calorimeter For The Chemistry Lab.
Journal of Chemical Education.
Cengiz., (2010), The Effect Of The Virtual laboratory on students’ Achievenment
and Attitude in Chemistry. Internasional Journal of Educational Sciences, 2010, 2 (1), 37-53.
Conway., (2014), Effects of Guided Inquiry versus Lecture Instruction on Final
Grade Distribution in a One-Semester Organic and Biochemistry Course.J. Chem. Educ. 2014, 91, 480−483.
Dick, W., and Carey., (2005), The Sytemic Design of Instructional (6th ed), Omegatype Typography Inc, New York.
Domingues, L., Isabel, R., Fernando, D., Madalena, A., Eugénio, C., (2010),
Virtual laboratories in (bio)chemical engineering education.Education For Chemical Engineers x x x ( 2 0 1 0 ) xxx–xxx.
Dwiyanti, G., (2015), Optimasi Prosedur Percobaan dan Penyiapan Lembar kerja
Siswa Sebagai Perangkat Pembelajaran Identifikasi Unsur Karbon Dan
Hidrogen Dengan Model Inkuiri Terbimbing.Seminar Nasioanal Kimia dan Pendidikan Kimia VII. ISSBN : 978-602-73159-0-7.
Dwiyanto., (2005), Pembelajaran Di laboratorium. Pusat Pengembangan Pendidikan. UGM. Yogyakarta.
Eichler, J. F., (2009), Imploding Soda Cans: From Demonstration to
Guided-Inquiry Laboratory Activity.Journal of Chemical Education. Vol. 86. No. 4 April 2009.
El Islami., (2015), Membangun Kepercayaan Diri Siswa Pada Konsep Asam Basa
63
Fauth, B., Jasmin, D., Svenja, R., Eckhard, K., Gerhard, B., (2014), Student
ratings of teaching quality in primary school: Dimensions and prediction of
student outcomes.Learning and Instruction 29 (2014) 1-9.
Hake, R., (1998), Analyzing Change/Gain Scores,
http://www.physics.indiana.edu/sdi/AnalyzingChange-Gain.pdf(Maret
2016)
Handayani., (2014), Pengembangan Buku Penutun Praktikum IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk SMP Kelas VII Semester II. Tesis. Program Pasca sarjana Universitas Negeri Padang.
Hanim, N., Abdullah., dan Khairil., (2015), Penerapan Model Pembelajaran
Inkuiri Terbimbing Berbasis Praktikum Pada Materi Sistem Ekskresi Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMA. Jurnal EduBio Tropika,Volume 3, Nomor 1, April 2015, hlm. 1-50.
Herga, N., Dejan, D., (2012), Virtual Laboratory in Chemistry-Experimental
Study of understanding, Reproduction and Application of Acquired
Knowledge of subject’s Chemical Content, Organizacija, Volume 45, Number 3.
Hussain, A., Azeem, M. & Shakoor, A., (2011), Physics Teaching Methods:
Scientific Inquiry Vs Traditional Lecture. International Journal of Humanities and Social Science, I(19): 269-76.
Imroh, S., (2013), Pemanfaatan Laboratorium Untuk Pembelajaran Biologi Di SMA Al-Asror Gunung Pati Semarang. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Pendidikan biologi. Universitas Negeri Semarang.
Isnaeni Arifah., (2014), Pengembangan Buku Petunjuk Praktikum Berbasis Guide
Inquiry untuk Mengoptimalkan Hands On Mahasiswa Semester II Program
Studi Pendidikan Fisika Universitas Muhammadiyah Purworejo Tahun
Akademik 2013/2014. Program Studi Pendidikan Fisika. Universitas
64
Jeffrey, R., (2008), Health and Safety Issues In Lab Design. Medical Laboratory
Observer; 39,8;Proquest Nursing & Allied Health Source pg 34.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan., (2014), Modul Pelatihan Implementasi Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Kimia. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan
Penjaminan Mutu Pendidikan
Khulthau, C., (2010), Guide Inquiry: School Libraries in The 21st Century. School
Libraries Worldwide.January, 2010, Volume 16, No. 1, 17-28.
Khulthau, C., (2012), Guide Inquiry Design: A Framework for Inquiry in Your
School. The Journal of The New Members Round Table. March, 2012. Volume 4, No. 1.
Khulthau, C., (2014), From Tradisional Research Assigenments to Guide Inquiry
Learning.December, 2014. Volume 43, No. 2.
Matthew, B. M., & Kenneth, I. O., (2013), A Study on The Effects of Guided
Inquiry Teaching Method on Students Achievement in Logic. International Researcher, II(1): 134-40.
Mitarlis., (2012), Peranan Kegiatan Praktikum Kimia Dasar I Materi Pemisahan
Campuran Dalam Rangka Pencapaian Nilai-Nilai Karakter Bagi Mahasiswa
Kimia UNESA Dengan Model Terintegrasi. Prosiding Seminar Nasional Kimia Unesa 2012 – ISBN : 978-979-028-550-7.
Nauli, P., (2013), Kurikulum 2013 dan Implementasinya Dalam Pembelajaran.
Jurnal Generasi Kampus Volume 6, No. 2, Tahun 2013.
Petr, H., (2000), Laboratory Experiments For Control Theory Courses; A Survey.
Annual Reviews in Control 24 151-162.
Randall, W., (2011), Utilizing Problem Based Learning in Qualitative Analysis
65
Rosmalinda, D., (2013), Pengembangan Modul Praktikum Kimia SMA Berbasis
PBL. Program Magister Pendidikan IPA Universitas Jambi. Edu-Sains 2 No. 2 Juli 2013.
Sadia, W., Putu, I. B., Wayan, M., (2013), Model Pendidikan Karakter
Terintegrasi Pembelajaran Sains. Jurnal Pendidikan Indonesia. ISSN: 2303-288X. Vol. 2, No. 2, Oktober 2013.
Silaban, R., (2016), Desain Pembelajaran Kimia Melalui Kegiatan Praktikum Semi Riset.Program Pascasarjana. UNIMED.
Situmorang, M., (2013), Pengembangan Buku Ajar Kimia SMA Melalui Inovasi
Pembelajaran Dan Integrasi Pendidikan Karakter untuk Meningkatkan Hasil
Belajar Siswa. Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Medan.Prosiding Semirata FMIPA Universitas Lampung.
Steven, J., (1999), Using Outlier Events To Monitor Test Turnaround Time A
Collage Of American Pathologists Q-Probes Study In 496 Laboratories.
Archives Of Pathologists & Laboratory Medicine; Jul 1999; 123:607-614.
Subandi., (2011), Deskriptif Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian
Pertunjukan,Harmonia,Vol.11 No.2.
Sunarno, W., (2013), Kesiapan Dan Kendala Dunia Pendidikan Dalam
Implementasi Kurikulum 2013. Seminar Nasional FMIPA UNDIKSHA III Tahun 2013.
Suprayitno, T., (2011),Panduan Teknis Perawatan Laboratorium Kimia Sekolah Menengah Atas. Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah. Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan.
66
Suyanti., (2010),Strategi Pembelajaran Kimia.Edisi Pertama. Yogyakarta; Graha Ilmu.
Tatli, Z., Alipasa, A., (2013), Effect of a Virtual Chemistry Laboratory on
Students Achievement. Educational Technology & Society, 16(1), 159-170.
Trianto., (2010),Model Pembelajaran Terpadu, Bumi Aksara; Jakarta.
Usman., (2013), Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Melalui
Pendekatan Inkuiri Terbimbing Dalam Pencapaian Kecakapan Ilmiah
Mahasiswa Tingkat Pertama Program Studi Pendidikan Fisika Universitas
Muhammadiyah Makassar. Jurnal Sainsmat. ISSN 2086-6755.
Vilalba, C. M., Alfonso, U., Sebastian, D., (2008), Object-oriented modelling of
virtual-labs for education in chemical process control. Computers and Chemical Engineering 32 (2008) 3176–3186.
Vlassi, M., (2013), The Comparison Between Guided Inquiry And Traditional
Teaching Method. A Case Study For The Teaching Of The Structure Of
Matter To 8th Grade Greek Students. Procedia - Social and Behavioral Sciences 93 (2013 ) 494 – 497.
Waluyo., (2014), Pengembangan Panduan Praktikum Berbasis Inkuiri Terbimbing Tema Fotosintesis Untuk Menumbuhkan Keterampilan Kerja Ilmiah Siswa SMP. Skripsi. Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang.
Wheeler, C., (2015), Review of Laboratory Techniques in Organic Chemistry:
Supporting Inquiry-Driven Experiments, 4th Edition. Natural Sciences and
Mathematics Division, Southeast Kentucky Community and Technical
College, Cumberland, Kentucky 40823, United States.J. Chem. Educ. 2015, 92, 1433−1434.
67
Development, Cornell University, Ithaca, New York, United States of
America. February volume 9.
Xu, H., Vicente, T., (2012), Effect of The Level of Inquiry of Lab experiments On
General Chemistry Students Written Reflections. Journal Of Chemical Education. 90, 21-28.
Xu, H., Vicente, T., (2012), Effect of The Level of Inquiry on Student Interactions
In Chemistry laboratories. Journal Of Chemical Education, 90, 29-36.
Zulaiha., (2014), Pengembangan Buku Panduan Praktikum Kimia Hidrokarbon