Biologi dan Potensi Peningkatan Populasi Kutu Putih Singkong, Phenacoccus manihoti Matile-Ferrero (Hemiptera: Pseudococcidae), Hama Pendatang Baru di Indonesia
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Judul penelitian ini adalah Biologi Perkembangan dan Neraca Hayati Kutu Putih Pepaya, Paracoccus marginatus (Williams & Granara de Willink) (Hemiptera: Pseudococcidae) pada
(1997) menemukan Neozygites fumosa (Speare) Remaudie’r e dan Keller (Zygomycetes: Entomophthorales) menginfeksi kutuputih singkong, Phenacoccus herreni (Hemipter a
manihoti pada tanaman singkong ditandai oleh adanya koloni kutu putih yang terdiri dari nimfa yang berwarna merah jambu serta imago dan ovisak yang berwarna putih seperti
Ukuran tubuh dari nimfa-1 yang jauh lebih kecil dari tahapan instar kutu putih yang lain mengakibatkan parasitoid sulit untuk meletakkan telur pada inang tersebut, nutrisi
Gambar 4 Stadia cendawan Entomophthorales yang ditemukan saat pengamatan (a) Kutu putih sehat, (b) Konidia sekunder yang menempel pada antena kutu putih, (c) dan (d)
Penelitian bertujuan mempelajari pengaruh varietas ubi kayu dengan kadar sianida berbeda terhadap masa perkembangan telur, nimfa, imago, dan keperidian, serta t erhadap
Biologi dan neraca hayati kutu putih pepaya Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) pada tiga jenis tumbuhan inang.. Kutu
Biologi dan Statistik Demografi Kutu Putih Pepaya, Paracoccus marginatus Williams & Granara de Willink (Hemiptera: Pseudococcidae) pada Tanaman Pepaya (Carica papaya