• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYESUAIAN DIRI PADA ORANG YANG KONVERSI AGAMA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENYESUAIAN DIRI PADA ORANG YANG KONVERSI AGAMA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENYESUAIAN DIRI PADA ORANG YANGKONVERSI AGAMA

Oleh: ARIFATUL KHOIRIYAH (01810061)

Psychology

Dibuat: 2007-01-19 , dengan 3 file(s).

Keywords: Penyesuaian diri, Konversi agama

Konversi agama adalah proses dimana seseorang mengalami banyak perubahan dan mempelajari hal-hal yang baru. Perubahan yang terjadi pada seseorang akan menimbulkan pertentangan dalam diri individu, dan pertentangan tersebut juga akan memunculkan kecemasan. Pada seorang pelaku konversi agama banyak terjadi konflik yang pada akhirnya memunculkan berbagai

macam kecemasan. Untuk meredakan kecemasan itulah seseorang dituntut untuk melakukan penyesuaian diri dengan tujuan agar individu dapat bertahan dan diterima oleh masyarakat dan keluarnganya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya penyesuaian diri yang dilakukan seorang pelaku konversi agama agar dia tetap diterima oleh lingkungannya baik itu lingkungan agama yang lama maupun lingkungan agama yang baru.

Penelitian ini merupakan penelitian non ekperimen yaitu penelitian kualitatif deskriptif. Subjek dari penelitian ini adalah orang yang pindah agama tanpa ada kriteria tertentu, dan subjek yang digunakan sebanyak 3 dengan dua orang subjek mengalami konversi kemudian masuk Islam dan seorang subjek masuk Kristen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode

wawancara bebas terpimpin. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan cara teknik analisis data induktif yang disajikan dalam display data secara singkat yang

membentuk cerita yang runtut

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penyesuaian diri bersifat personal sebab penyesuaian diri dipengaruhi oleh kepribadian seseorang. Hal ini juga terjadi dalam konversi agama, penyesuaian diri pada orang yang pindah agama tergantung pada kepribadian yang dimiliki individu namun konflik yang dihadapi cukup mempengaruhi penyesuaian diri seseorang.

Abstract

Religious conversion is the process by which a person undergoes many changes and learn new things. Changes that occur in a person would cause conflict within the individual, and the opposition will also bring anxiety. In a principal religious conversions are many conflicts that ultimately led to various kinds of anxiety. To relieve the anxiety that a person required to make adjustments with the aim that

individuals can survive and be accepted by society and keluarnganya. This study aims to determine the adjustment effort is what an actor for his religious conversion remains well accepted by the

surroundings of the old religion were environments as well as a new religious environment.

This research is a non-experimental research that is descriptive qualitative research. The subject of this research are people who convert without any specific criteria, and the subject used as much as 3 with two subjects experienced a conversion and then converted to Islam and the subject entered a Christian. Data collection techniques used are free guided interview method. Analysis of the data used in this study is by way of inductive data analysis techniques are presented briefly in the display data forming a

(2)

Referensi

Dokumen terkait

Keberhasilan individu dalam menyesuaikan diri terhadap keadaan sosialnya sangat tergantung pada kemampuan penyesuaian yang dimiliki.. Subyek dalam penelitian ini

Subyek memiliki latar belakang keluarga yang beragama berbeda walaupun satu atap, ketika memutuskan untuk memeluk agama islam dapat dilaksanakan dengan cepat karena adanya

Hasil penelitian ini menunjukkan nilai F = 10,819 ; p = 0,002, sehingga didapatkan bahwa ada pengaruh yang sangat signifikan antara konflik dengan orang tua terhadap penyesuaian

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penyesuaian diri merupakan suatu proses dimana seorang individu berusaha untuk menerima suatu keadaan yang tidak

Jadi penyesuaian diri pada siswa akselerasi adalah proses yang menekankan pada cara yang dilakukan individu untuk mengatasi konflik dan frustasi dalam dirinya sehingga tercapai

Menurut Schneider (dalam Agustiani, 2006) penyesuaian diri sebagai satu proses yang mencakup respon-respon mental dan tingkah laku, yang merupakan usaha individu

Sumber konflik interpersonal antara mualaf dengan keluarga maupun kerabat dari lingkungan agama sebelumnya berupa pertentangan yang berdasarkan perbedaan kepribadian,

Sebagai individu yang memiliki kemampuan menyelesaikan masalah, maka seseorang tidak bisa terlepas dari proses penyesuaian diri, seperti penyesuaian diri terhadap lingkungan sekitar,