BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Akibat kenaikan harga BBM berdampak langsung pada bahan kebutuhan
pokok menjadi jauh lebih mahal harganya ketimbang sebelum kenaikan harga
energi yang memicu biaya produksi. Hal ini diringi dengan kenaikan harga
beras juga pasti memiliki kontribusi yang besar. Ini karena beras merupakan
salah satu komoditas terpenting dalam kebutuhan dasar penduduk yang rentan
terhadap garis kemiskinan. Dalam hal ini, empat penyebab utama kemiskinan;
Pertama, kenaikan harga BBM yang melebihi kapasitas serta kemampuan
masyarakat. Kedua, kegagalan Program Kompensasi Pengurangan Subsidi
(PKPS). Ketiga, kegagalan stabilisasi harga bahan pokok, dan keempat,
macetnya efek tetes-menetes atau Trickle down effect pertumbuhan ekonomi. 1
Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh semua
negara di dunia. Dimana persoalan kemiskinan sudah sejak dahulu hingga
sekarang masih membelenggu sebagian besar rakyat Indonesia. Meskipun
berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah melalui berbagai kebijakan
dan program penanggulangan kemiskinan, namun hingga kini sebagian rakyat
Indonesia masih belum bisa keluar dari kondisi yang memprihatinkan ini.
1
Selama ini pemerintah telah banyak mengeluarkan kebijakan/program
pengentasan kemiskinan melalui berbagai kebijakan dan program untuk
meringankan beban orang miskin melalui penyediaan kebutuhan dasar
seperti: pangan, pelayanan kesehatan dan pendidikan, perluasan
kesempatan kerja, dan sebagainya. Upaya pemerintah tersebut lebih
diintensifkan sejak tahun 1994 melalui program Inpres Desa Tertinggal
(IDT), Pembangunan Prasarana Pendukung Desa Tertinggal (P3DT),
Program Pengembangan Kecamatan (PPK), Program Penanggulangan
Kemiskinan Perkotaan (P2KP), dan pada saat krisis ekonomi telah
diluncurkan program Jaring Pengaman Sosial (JPS).
Berbagai upaya pemerintah tersebut sacara relatif sudah dapat
menurunkan jumlah penduduk miskin, tetapi penurunan angka kemiskinan
tersebut ternyata masih sangat rentan terhadap kondisi perkembangan
ekonomi makro, dimana hal ini dapat ditunjukan dari peningkatan angka
kemiskinan secara drastis akibat krisis ekonomi dan bertambahnya
penduduk miskin yang diakibatkan oleh berbagainya konflik politik dan
konflik sosial yang disebabkan adanya kesenjangan ekonomi, sosial
maupun politik.
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) merupakan salah
satu program penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan
pemerintah propinsi Jawa Timur. Adapun arah dan kebijakan program ini
difokuskan pada penurunan angka kemiskinan, pengurangan jumlah
ekonomi, perbaikan mutu hidup dan penguatan kapasitas kelembagaan
agar fungsi dan peran optimal dalam pengelolaan program penanggulangan
kemiskinan. Upaya ini dibutuhkan tindakan dari masyarakat desa
khususnya pengurus Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK)
secara komprehensif, terfokus dan memperhatikan itopologi desa, kultur
masyarakat dan mendayagunakan teknologi tepat guna.
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) diarahkan pada
pola pengembangan dan pengelolaan program yang lebih terpadu dan
berkelanjutan. Keterpaduan ini diwujudkan denan memantapkan pola
kemitraan antar propinsi dengan pemerintah kabupaten dan stakeholder di
lokasi program.
Namun dalam prakteknya Program Pengembangan Ekonomi Kawasan
(PPEK) belum terimplementasi secara optimal dikarena para pengurus
program ini kurang profesional dalam melaksanakan program yang telah
ditentukan sebelumnya. Permasalahan ini tidak sepenuhnya karena
kesalahan para pengurus tetapi perlu dikaji proses pemilihan kepengurusan
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) yang kurang terfokus
pada kemampuan calon pengurus. Karena pada dasarnya peran dan fungsi
pengurus Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) ini adalah
memiliki kemampuan mensosialisasikan Program Pengembangan Ekonomi
Kawasan kepada masyarakat sekaligus menjelaskan mekanisme
pengelolaan program dan menumbuhkan partisipasi dan keswadayaan
Oleh karena itu dibutuhkan pengurus yang memiliki kapabilitas untuk
menjalankan program agar sesuai dengan tujuan dan sasaran, seperti
kemampuan pemetaan potensi, masalah serta kebutuhan masyarakat
kelurahan. Karena selama ini dalam proses pemilihan kepengurusan
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) oleh masyarakat Desa
Janggan lebih berorientasi pada kepentingan familier atau kelompok dan
bukan memperhatikan kemampuan dan keahlian yang dimiliki oleh calon
pengurus.
Dari uraian diatas menunjukkan bahwa sesungguhnya proses
pengambilan keputusan berkaitan dengan proses pemilihan pengurus
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) yang melibatkan
masyarakat lebih cenderung emosional yang bermotif “senang” terhadap
calon pengurus dan bukan kapabilitas calon pengurus. Sehingga skala
prioritas pengembangan ekonomi kawasan sesuai dengan kebutuhan
masyarakat kurang bisa terimplementasikan dengan baik, karena faktor
kemampuan pengurus sebagai kendala tersendiri.
Dari permasalahan di atas, penulis ingin lebih jauh meneliti sejauh
mana implementasi Program Pengembangan Ekonomi Kawasan dapat
tercapai sekaligus persepsi masyarakat desa dalam memahami figur
kepengurusan yang baik yang difokuskan pada pemilihan pengurus
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) Desa Janggan
B.Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan dasar dari sebuah penelitian.
Perumusan masalah ini merupakan salah satu tahap dari sejumlah tahap
penelitian yang memiliki kedudukan yang sangat penting dalam kegiatan
penelitian. Oleh karena itu berdasarkan pada uraian latar belakang di atas
yang mendasari pemikiran dalam penelitian maka rumusan masalah pada
penelitian ini adalah: Bagaimana efektivitas implementasi Program
Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa Janggan?
C.Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian di buat untuk
mengungkapkan keinginan peneliti dalam suatu penelitian. Untuk itu maka
dari suatu tujuan tersebut bisa merupakan hasil usaha yang mendasar atas
penulisan dari sang penelitian. Penelitian ini dilakukan agar dapat
mengeksplorasi secara mendasar dan mendalam terhadap bahan yang akan
dikaji untuk mendapat teori dan gagasan konsep yang ingin dicapai, maka
untuk itu penyusun ingin melakukan tujuan berdasar dari penelitian agar
apa yang didapat bermanfaat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mendeskripsikan implementasi Program Pengembangan Ekonomi
Kawasan (PPEK) di Desa Janggan, khususnya kompetensi pengurus dalam
pelaksanaan Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa
D.Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat Praktis
Memberi masukan bagi Pemerintah Desa Janggan Kecamatan Poncol
dalam upaya mengoptimalkan kemampuan pengurus sekaligus
mengefektifkan Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK),
peneliti berharap dapat memberikan kontribusi yang positif kepada Desa
Janggan sebagai objek yang di teliti. Dan juga agar menjadi acuan bagi
desa-desa lain yang melakukan Program Pengembangan Ekonomi
Kawasan (PPEK).
2. Manfaat Akademik
Memberi gambaran mengenai efektivitas pemerintahan di desa yang
melaksanakan Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) dalam
rangka membangun wacana pengoptimalan program penanggulangan
kemiskinan. Selain itu di harapkan dapat di gunakan sebagai bahan untuk
membuka wancana dan pengetahuan baru bagi mahasiswa Ilmu
Pemerintahan pada khususnya dan juga bagi seluruh akademisi yang
bernaung di bidang ilumu sosial dan ilmu politik pada umumnya baik para
pengajar, mahasiswa, maupun yang terlibat langsung dalam urusan sosial
dan birokrasi. Peneliti ini juga di harapkan dapat memberikan kontribusi
E.Definisi Konseptual
Definisi konseptual merupakan batasan atau istilah yang ada di dalam
judul penelitian agar tidak terjadinya penafsiran berbeda atas inti dari judul
tersebut. Definisi konseptual merupakan definisi yang di pakai dalam unsur
dari suatu generalisasi serta fenomena-fenomena tertentu sedangkan
konsep merupakan suatu definisi dari apa yang kita amati. Konsep-konsep
yang dinyatakan antara variabel-variabel mana yang kita ingin menentukan
hubungan empiris. Dalam penelitian sebagaimana telah di jelaskan
merupakan bagian-bagian yang penting, karena definisi konsep di gunakan
agar penelitian yang di lakukan tidak rancuh dan terarah.
Dengan mengacu pada judul “Implementasi Program Pengembangan
Ekonomi Kawasan” maka konsep yang akan di jabarkan oleh peneliti
adalah bagaimana proses implementasi PPEK yang masih perlu perhatian,
khususnya masalah kepengurusan. Berdasarkan dari judul di atas, dapat di
jabarkan sebagai berikut:
1. Implementasi Kebijakan
Sebagai “suatu tindakan yang dilakukan baik oleh individu atau
kelompok, baik swasta maupun pemerintah yang diarahkan pada
tercapainya tujuan yang telah digariskan dalam kebijakan”.2 Jadi
implemantasi merupakan proses memahami yang senyatanya terjadi
sesudah suatu program dinyatakan berlaku atau dirumuskan yakni
2
berupa kejadian atau kegiatan yang timbul sesudah disahkannya aturan
tersebut, baik dalam usaha pengadministrasian maupun untuk
menimbulkan dampak atau akibat nyata pada masyarakat.
2. Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK)
PPEK merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang
diselenggarakan pemerintah propinsi Jawa Timur. Adapun arah dan
kebijakan program ini difokuskan pada penurunan angka kemiskinan,
pengurangan jumlah pengangguran, penciptaan lapangan kerja,
peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi, perbaikan mutu hidup dan
penguatan kapasitas kelembagaan.3
F. Definisi Operasional
1. Kelembagaan
a. Struktur kelembagaan PPEK
b. Peran fungsi PPEK
c. SDM pengurus PPEK
2. Prosedur
a. Mekanisme/kordinasi PPEK
b. Tahapan dalam pelaksanaan PPEK
c. Target PPEK
d. Implementasi PPEK
e. Evaluasi PPEK
3
G. Metode Penelitian
Dalam melaukan penelitian perlu adanya metode penelitian, karena
dapat memberi petunjuk kepada peneliti dalam urutan-urutan kerja,
alat-alat yang di gunakan, serta bagaimana penelitian itu di laksanakan. Dari
latar belakang dan rumusan masalah di atas metode yang di pakai peneliti
dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode kualitatif
adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang fundamental
bergantung pada pengamatan manusia., baik dalam kawasan maupun
dalam peristilahannya.
Menurut Bogdan dan Taylor metodologi kualitatif sebagai prosedur
penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau
lisan dari orang-orang dan perilaku yang di amati4. Salah satu argumen
yang di kedepankan oleh metode penelitian kualitatif adalah keunikan
manusia atau gejala sosial yang tidak dapat di analisa dengan metode yang
di pinjam dari ilmu eksakta.
1. Jenis Penelitian
Dalam penelitian ini adalah mengacu kepada riset deskriptif, metode
penelitian yang bersifat untuk mengetahui dan menjelaskan nilai variabel
mandiri, baik satu variabel atau lebih tanpa membuat perbandingan, atau
menghubungkan dengan variabel yang lain. Jenis data bersifat
dokumentasi atau data sekunder, yaitu data yang diambil dari data yang
telah tersedia.
4
Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan alasan
bahwa dalam penelitian ini berupaya menggali data, yaitu data berupa
pandangan responden dalam bentuk cerita rinci atau asli. Kemudian
responden bersama peneliti memberikan penafsiran, sehingga dapat
memunculkan suatu temuan dan memberikan informasi tentang
implementasi Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa
Janggan
2. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat di mana penelitian di lakukan,
selain itu juga merupakan tempat di mana peniliti mendapatkan sumber
informasi serta data-data yang di perlukan oleh peneliti untuk menunjang
penelitian yang dilakukan. Lokasi dalam penelitian ini bertempat di Desa
Janggan Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan.
3. Subyek Penelitian
Subyek penelitian adalah aktor pembantu peneliti untuk memperoleh
data dalam suatu penelitian. Subyek dalam penelitian ini yaitu orang-orang
yang dapat memberikan informasi tentang hal-hal yang di teliti. Oleh
kaarena itu penyusun memilih informan yang dianggap mengetahui dan
memahami permasalahan yang akan diteliti adalah sebagai berikut:
a. Kepala desa
b.Kepala dan Pengurus PPEK .
c. Anggota FKAD
4. Sumber Data
a) Data Primer
Data primer adalah salah satu sumber data yang di proleh secara
langsung dari nara sumber yang dapat di percaya dalam memberikan
informasi yang berkaitan dengan judul peneliti. Data primer dalam
penelitian ini adalah seluruh unsur yang berkaitan dengan masalah yang di
angkat dalam penelitian ini seperti orang yang terlibat langsung di
dalamnya yang dapat bertangung jawabkan kapabilitasnya sebagai nara
sumber untuk mendapatkan data yang akurat.
b) Data Skunder
Data skunder adalah data yang di gunakan dala mendukung data
primer. Data sekunder tersebut berupa buku-buku ilmiah,
dokumen-dokumen resmi, koran-koran maupun dari internet atau televisi,
perundang-undangan yang berhubungan dan berkaitan dengan penelitian
ini serta masyarakat umum yang juga menjadi bagian terpenting dalam
penelitian ini.
5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik penelitian sebagai salah satu bagian penelitian merupakan salah
satu unsur yang sangat penting karena lancarnya penelitian ini tergantung
dari teknik pengumpulan data yang akurat. Menurut Lofland dan Lofland
(1984: 47) sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata,
dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan
Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang di gunakan
meliputi, sumber tertulis sebagai data tambahan yang berasal dari majalah
ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi. Selain itu
juga di gunakan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara.
Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu, lalu di tegaskan
oleh Lincln dan Guba mengkonstruksi mengenai orang, kejadian,
organisasi, perasaan, motivasi, dan keputusan. Adapun pembagian
wawancara menurut Lexy J. Moeloeng adalah, (a). Wawancara
pembicaraan formal, (b). Pendekatan menggunakan petunjuk umum
wawancara dan (c). Wawancara baku terbuka di harapkan peneliti dapat
memperoleh data yang di perlukan dan dapat mempermudah peneliti dalam
melakukan penelitian5.
Observasi adalah suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang di
lakukan secara sistematis, dengan prosedur yang terstandar. Artinya data di
peroleh secara langsung dalam keadaan sadar dari objek peneliti dengan
melakukan pengamatan yang tersistematis yang dilakukan dangan cara
merekam kejadian dan mencatatnya. Untuk data tambahan di ambil dari
dokumentasi.
Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dan informasi melalui
pencarian dan penemuan bukti-bukti. Metode ini merupakan metode
pengumpulan data yang berasal dari sumber non-manusia.
5
6. Teknik Analisa Data
Teknik analisis/pengolahan data menggunakan deskriptif analisis
sesuai dengan fungsi dan peranan PPEK di masyarakat beserta konsep
ideal sebuah kepengurusan. Analisa data adalah proses penyederhanaan
data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterpretasikan.
Analisa data yang dipergunakan dalam penelitian kali ini adalah deskriptif
kualitatif. Dari penelitian ini maka data akan dianalisa dengan pelukisan
keadaan obyek berdasarkan data obyektif, sehingga data-data yang ada
dapat disimpulkan setelah analisa. Adapun tahapan dalam menganalisa
data adalah sebagai berikut :
1.Pengumpulan Data, yang terdiri dari :
a)Mengedit data, yaitu memeriksa data yang terkumpul berkenaan
dengan kelengkapan dan kebenaran sehingga siap untuk diproses lebih
lanjut.
b)Mengkode data, yaitu data yang terkumpul diberi kode tertentu dan
dikelompokkan.
c)Klasifikasi data, yaitu mengadakan seleksi data yang terkumpul sesuai
dengan sumber data masing-masing.
2.Pengelolaan dan penyajian data dilakukan setelah data terkumpul
diklasifikasikan dengan beberapa kebutuhan, kemudian dilakukan
3.Pengembangan dan pengambilan alternatif yaitu setelah data diolah maka
diambil beberapa alternatif yang terbaik atau dijadikan bahan
penyampaian informasi dan pengambilan keputusan.6
Oleh karenanya dengan menerapkan metode analisa yang lazim
digunakan dalam penelitian lapangan. Peneliti berpedoman pada tahapan
penelitian, bahwa:
1.Analisa data dalam penelitian lapangan dilakukan secara
jalin-menjalin dengan proses pengamatan.
2.Berusaha menemukan kesamaan dan perbedaan berkenaan dengan
gejala sosial yang diamati, dan menemukan
penyimpangan-penyimpangan pola-pola tindakan atau norma sosial tersebut.
3.Membentuk taksonomi tindakan sosial yang diamati.
4.Menyusun secara tentatif proposisi-proposisi teoritis, berkenaan
dengan hubungan antar kategori yang dikembangkan atau dihasilkan
dari penyusunan taksonomi tersebut diatas.
5.Melakukan pengamatan lebih lanjut terhadap tindakan sosial yang
berkaitan dengan proposisi-proposisi sementara.
6.Mengevaluasi proposisi teoritis untuk menghasilkan kesimpulan.
7.Untuk mencegah penarikan kesimpulan secara subyektif, dilakukan
upaya:
(a) mengembangkan intersubyektif melalui diskusi,
(b) menjaga kepekaan sosial dan kesadaran sebagai peneliti.
6
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN MAGETAN DALAM PROGRAM PENGEMBANGAN
EKONOMI KAWASAN
(Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan)
SKRIPSI
Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang Sebagai Persyaratan untuk
Mendapatkan Gelar Sarjana (S-1)
Disusun oleh:
Risa Dwi Anggrianto 05230012
JURUSAN ILMU PEMERINTAHAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
LEMBAR PERSETUJUAN UJIAN SKRIPSI
Nama : Risa Dwi Anggrianto
NIM : 05230012
Jurusan : Ilmu Pemerintahan
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP)
Judul Skripsi : Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan).
Disetujui,
Pembimbing I Pembimbing II
(Drs. Asep Nurjaman, M.Si) (Drs. Krishno Hadi, M.Si)
Dekan Fakultas
Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Ketua Jurusan Ilmu Pemerintahan
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN
Nama : Risa Dwi Anggrianto
NIM : 05230012
Jurusan : Ilmu Pemerintahan
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP)
Judul Skripsi : Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan).
Telah dipertahankan di depan dewan penguji dan dinyatakan diterima sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh gelar Sarjana Ilmu Pemerintahan (S.IP)
Pada tanggal: 06-Mei- 2011 Dihadapan Dewan Penguji
1. Drs. H. Achmadur Rifa’i, M.Si (...)
2. Prof. H.M. Mas’ud Said. Ph.D (...)
3. Drs. Asep Nurjaman, M.Si (...)
4. Drs. Krishno Hadi, M.Si (...)
Mengetahui, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
BERITA ACARA BIMBINGAN SKRIPSI
Nama : Risa Dwi Anggrianto
NIM : 05230012
Jurusan : Ilmu Pemerintahan
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP)
Judul Skripsi : Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan).
Pembimbing : 1. Drs. Asep Nurjaman, M.Si
2. Drs. Krishno Hadi, M.Si
Tanggal Bimbingan Paraf Pembimbing Keterangan
I II
Tanggal 17-10-2010 Revisi Bab I /Proposal
Tanggal 22-10-2010 ACC Bab I
Tanggal 23-10-2010 Seminar
Tanggal 12-11-2010 Revisi Bab II/III
Tanggal 16-11-2010 ACC Bab II/III
Tanggal 18-12-2011 Bimbingan Bab IV/V
Tanggal 22-02-2011 Revisi Bab IV/V
Tanggal 16-03-2011 ACC Bab IV dan V
Tanggal 20-05-2011 ACC ujian
Malang, 06-Mei- 2011 Mengetahui,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
(Drs. Asep Nurjaman, M.Si) (Drs. Krishno Hadi, M.Si)
Dekan
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
PERNYATAAN ORISINALITAS
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Risa Dwi Anggrianto
NIM : 05230012
Jurusan : Ilmu Pemerintahan
Program Studi: Strata. 1 (S-1)
Fakultas : Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (ISIP)
Menyatakan bahwa karya ilmiah (Skripsi) dengan Judul: Implementasi
Kebijakan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam Program
Pengembangan Ekonomi Kawasan (Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan) adalah bukan karya tulis ilmiah (Skripsi) orang lain, baik sebagian ataupun seluruhnya, kecuali dalam bentuk kutipan yang telah saya sebutkan sumbernya dengan benar.
Demikian Surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan apabila pernyataan ini tidak benar, saya bersedia mendapat sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Malang, 06-Mei- 2011 Yang menyatakan
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang hanya dengan ridho dan rahmat-Nyalah penyusun dapat
menyelesaikan tugas akhir dengan lancar. Hasil dari penelitian ini penyusun
harapkan dapat menjadi masukan bagi Mahasiswa-Mahasiswi Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik berikutnya dalam meneliti fenomena-fenomena terkini, yang
tentunya peneliti harapkan harus lebih baik dari penelitian ini.
Dalam penyusunan penelitian ini tentunya tidak akan lepas dari segala
kekurangan dan kelemahan yang tidak dengan sengaja atau kesadaran. Oleh
karenanya dalam perbaikan dan penyempurnaan kedepan, alangkah baiknya
saran dan kritik yang membangun dari pihak-pihak yang tertarik terhadap hal
ini sangat berarti bagi peneliti.
Dalam kesempatan ini penyusun ingin mengucapkan terima kasih
kepada para pihak yang telah memberikan bantuan dan dorongan kepada
peneliti, sehingga penelitian ini bisa peneliti selesaikan tepat pada waktunya.
1. Kedua orang tuaku, karena pengorbanan dan motivasinya, sehingga
kami dapat menyelesaikan perkuliahan sekaligus penulisan skripsi ini.
2. Bapak Drs. Asep Nurjaman, M.Si, kepada beliau kami sampaikan
terima kasih dan rasa simpati saya atas motivasi dan pengorbanannya
3. Bapak Drs. Krishno Hadi, M.Si, kepada beliau juga kami sampaikan
banyak terimakasi atas pengorbanan dan waktu yang diberikan dalam
proses bimbingan skripsi
4. Bapak Prof. H.M. Mas’ud Said. Ph.D, selaku penguji terimakasi atas
masukan yang diberikan dalam perbaikan skripsi ini
5. Bapak Drs. H.Achmadur.Rifa’i, M.Si, selaku penguji terimakasi atas
masukan dan kritikan dalam perbaikan skripsi ini
6. Teman-teman seperjuangan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Jurusan Ilmu Pemerintahan.
Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan seluruh pihak-pihak yang
telah memberikan bantuan dan dorongan kepada penyusun, sehingga
penelitian ini dapat terselesaikan dengan sempurna, Amin.
Akhirnya peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan manfaat
bagi siapapun yang membacanya khususnya bagi mahasiswa Ilmu
Pemerintahan dan kalangan yang tertarik dengan kajian pemerintahan dan
politik.
Wassalamu’alaikum, Wr. Wb
Malang, 06-Mei- 2011
ABSTRAKSI
Risa Dwi Anggrianto, 05230012. Universitas Muhammadiyah Malang. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Jurusan Ilmu Pemerintahan. “Implementasi Kebijakan Pemerintah Kabupaten Magetan dalam Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (Studi Penelitian PPEK di Desa Janggan Kec. Poncol Kab.Magetan)”, Pembimbing I: Drs. Asep Nurjaman, M.Si;
Pembimbing II: Drs. Krishno Hadi, M.Si.
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) merupakan salah satu program penanggulangan kemiskinan yang diselenggarakan pemerintah propinsi Jawa Timur. Adapun arah dan kebijakan program PPEK ini difokuskan pada penurunan angka kemiskinan, pengurangan jumlah pengangguran, penciptaan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan sosial ekonomi, perbaikan mutu hidup dan penguatan kapasitas kelembagaan agar fungsi dan peran optimal dalam pengelolaan program penanggulangan kemiskinan. Upaya ini dibutuhkan tindakan dari masyarakat desa khususnya pengurus Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) secara komprehensif, terfokus dan memperhatikan itopologi desa, kultur masyarakat dan mendayagunakan teknologi tepat guna. Oleh karena itu dibutuhkan pengurus yang memiliki kapabilitas untuk menjalankan program agar sesuai dengan tujuan dan sasaran, seperti kemampuan pemetaan potensi, masalah serta kebutuhan masyarakat desa. PPEK diarahkan pada pola pengembangan dan pengelolaan program yang lebih terpadu dan berkelanjutan. Keterpaduan ini diwujudkan dengan memantapkan pola kemitraan antar propinsi dengan
pemerintah kabupaten dan stakeholder di lokasi program. Dari permasalahan
tersebut, penulis ingin lebih jauh meneliti sejauh mana implementasi Program Pengembangan Ekonomi Kawasan dapat tercapai sekaligus persepsi masyarakat desa dalam memahami figur kepengurusan yang baik.
Penelitian ini hendak mengungkap tentang Implementasi Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK). Oleh karena itu pendekatan penelitian yang dilakukan adalah dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui: Observasi dan wawancara serta dokumentasi. Setelah dilakukan pemeriksaan keabsahanya, data dianalisis dengan cara penyajian data sekaligus dianalisis dan penarikan kesimpulan.
Selain itu dalam pemilihan pengurus PPEK masyarakat memilih calon pengurus tidak dilihat berdasarkan kemampuan calon pengurus, namun lebih pada tingkat pendidikannya dan rata-rata calon yang dipilih tidak ada hubungan keilmuannya dengan apa yang akan diembannya. Karena itu, masyarakat menilai pengurus PPEK kurang bertanggung jawab terhadap tugasnya. (2) Efektivitas implementasi Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa Janggan dianggap sudah dapat melayani masyarakat,
walaupun masih terdapat kendala dalam melaksanakan Program
Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK), seperti kantor sering tutup dan para pengurus terlambat masuk kerja. Sehingga tidak sedikit masyarakat yang kecewa dengan pelayanan yang diberikan dan masyarakat menilai pengurus kurang konsekwen terhadap jadwal yang sudah dibuat sesuai kesepakatan. Faktor inilah yang menyebabkan PPEK belum berjalan secara optimal dikarenakan pengurus belum begitu profesional dalam melaksanakan program yang telah ditentukan. Padahal proses evaluasi pelaksanaan program dilakukan setiap bulan sekali, baik dari pengurus PPEK maupun dari kepala desa dan melakukan laporan keuangan namun sampai sekarang belum menunjukan peningkatan kinerja dalam hal pelayanan terhadap masyarakat secara maksimal.
Meyetujui,
Dosen Pembimbing I Dosen Pembimbing II
ABSTRACT
Risa Dwi Anggrianto, 05230012.Muhammadiyah University of Malang. Faculty of Social and Political Sciences, Department of Government. "Implementation of Government Policy Magetan in Economic Development Program Area (Research Study PPEK Janggan VillagePoncol Sub-district Magetan)", Advisor I: Drs. Asep Nurjaman, M. Si; Advisors II: Drs. Krishno Hadi, M.Si.
Economic Development Program Area (PPEK) is one of poverty reduction programs, held the East Java provincial government. As for the direction and policies PPEK program is focused on poverty reduction, reduction in unemployment, job creation, improved socio-economic welfare, improvement of quality of life and strengthening institutional capacity for optimal function and role in the management of poverty reduction programs. This effort required the action of rural communities especially administrators Economic Development Program Area (PPEK) in a comprehensive, focused and pay attention to itopologi village, community culture and utilize appropriate technology. Therefore, administrators who have the capabilities needed to run the program to conform with the goals and objectives, such as the ability of mapping potential, problems and needs of rural communities. PPEK directedat the pattern of development and management program that is more integrated and sustainable. The integration is realized by establishing a partnership between the provinces with district governments and stakeholders in the location of the program. Of these problems, the author wants to further examine the extent to which the implementation of the Economic Development Zone Program can be achieved as well as the perception of the village community in understanding the figure of good stewardship.
This research is about to reveal about the Implementation Program of Economic Development Regions (PPEK). Therefore, the research approach is to use a qualitative approach with descriptive methods. Technique of data collecting is done through: Observations and interviews and documentation. After keabsahanya examination, data were analyzed by way of presenting the data at once analyzed and conclusion.
board, but rather at the level of education and the average of the selected candidate has nothing to do with their knowledge of what will done. Therefore, public administrators assess PPEK less responsible for the task. (2) The effectiveness of the implementation of the Economic Development Program Area (PPEK) in the Village Janggan presumed to serve the public, although there is still a constraint in implementing the Economic Development Program Area (PPEK), such as offices closed and the managers often late for work. So that not a few people are disappointed with the service provided and the community board rate is less consistent on the schedule that was made according to agreement. It is this factor that causes PPEK not run optimally because the board has not so professional in carrying out programs that have been determined. Though the evaluation process conducted once every month, both from the management PPEK and village and make financial reports but until now have not shown improved performance in terms of maximum service to the community.
Approved,
Advisor I Advisor II
DAFTAR ISI
4. Sumber Data Teknik Pengumpulan Data ... 11
5. Teknik Pengumpulan Data ... 11
6. Teknik Analisa Data ... 13
BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Implementasi Kebijakan.. ... 15
1. Pengertian Implementasi Kebijakan... 15
2. Model-model Implementasi Kebijaksanaan ... 21
3. Pendekatan-pendekatan Implementasi Kebijaksanaan ... 22
4. Langkah-langkah dalam Mengimplementasikan Kebijaksanaan... 23
B. Strategi Pengembangan Masyarakat.. ... 24
C. Pembangunan ... 27
D. Pemberdayaan Masyarakat ... 33
BAB III. DESKRIPSI WILAYAH
A. Gambaran Lokasi Penelitian... 44
1. Letak Geografis ... 44
2. Keadaan Daerah ... 46
3. Keadaan Masyarakat ... 49
4. Kondisi SDM Aparat Desa ... 49
B. Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa Janggan ... 51
BAB IV. PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA A. Kelembagaan ... 53
1. Struktur kelembagaan PPEK ... 53
2. Peran fungsi PPEK ... 57
3. SDM pengurus PPEK ... 63
B. Prosedur ... 68
1. Mekanisme/kordinasi PPEK ... 68
2. Tahapan dalam pelaksanaan PPEK ... 72
3. Target Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) ... 79
BAB V. PENUTUP A. Kesimpulan ... 85
B. Saran ... 86
DAFTAR PUSTAKA
Crown, Dirgantoro, 2001, Manajemen Strategik : Konsep, Kasus dan
Implementasi, Grasindo, Jakarta
Dunn, William, N, 1994, Pengantar Analisis Kebijakan Publik, Gadjah Mada
university Press, Yogyakarta
Dye Thomas R, 1992, Understanding Public Policy (Seventh edition, Prentice
Hall, Englewood Cliffs, New Jersey
Effendi, Sofian, 2001, Analisis Kebijakan Publik, Modul Kuliah MAP
Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
George III Edward :implemeting public policy, 1980.
http://mulyono.staff.uns.ac.id/2009/05/28/model-implementasi-kebijakan-george-edward-iii/
Hanif Nurcholis. 2005. Teori dan Praktik Pemerintahan dan Otonomi Daerah.
Surabaya: Amanah
Irfan, Islamy M. 2004. Prinsip-prinsip Perumusan Kebijaksanaan Negara.
Edisi 2, Cetakan 13. Bumi Aksara. Jakarta
Kartasasmita, Ginanjar.1996. Pembangunan Untuk Rakyat. PT. Pustaka
Cidesindo Jakarta.
Keban, Yeremias, T, 1999, Pengantar Administrasi Publik, Modul
Matrikulasi,MAP-UGM, Yogyakarta
Moeloeng, Lexy J. 2005. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT.
Remaja Rosdakarya.
Ndraha, Taliziduhu.1988. Metodologi Pemerintahan Indonesia. Jakarta:PT.
Bina Aksara.
Nugroho. D Riant. 2003. Kebijakan Publik. PT Elex Media Komputindo
Kelompok Gramedia Jakarta
Sholichin A. Wahab S. 2005. Analisis Kebijaksanaan Dari Formulasi Ke
Wibawa, S. Purbokusumo Y., Pramusinto A. 1994. Evaluasi Kebijakan Publik. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta
Widodo Joko, 2001, Good Governance, Insan Cendekia, Surabaya
Weimer, L, David, dan Vining, Aidan, R, 1998, Policy Analisis, Concept and
Practice, Prentice hall,Upper Saddle River, New Jersey
Sumber lain:
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah
Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2002 tentang Administrasi Desa
PP No 72 tahun 2005 tentang Desa
Peraturan Pemerintah No. 72 Tahun 2005
BAHAN WAWANCARA
a. Bagaimana proses perencanaan program kegiatan PPEK?
b.Bagaimana tahapan program kegiatan PPEK?
c. Bagaimana proses evaluasi pelaksanaan program dalam mewujudkan
Program Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) ?
d.Bagaimana efektivitas implementasi Program Pengembangan Ekonomi
Kawasan (PPEK) Desa Janggan?
e. Bagaimana kondisi SDM pengurus PPEK di Desa Janggan?
f. Bagaimana Peran pengurus PPEK?
g. Bagaimana Kemampuan pengurus PPEK dalam melaksanakan PPEK?
h. Bagaimana Kompetensi pengurus dalam pelaksanaan Program
Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) Desa Janggan?
i. Bagaimana SDM masyarakat desa dalam pemilihan pengurus Program
Pengembangan Ekonomi Kawasan (PPEK) di Desa Janggan?
j. Bagaimana Pemahaman masyarakat desa terhadap PPEK?
k. Bagaimana Persepsi masyarakat desa terhadap pengurus PPEK?
INFORMAN
a. Kepala desa
b.Kepala PPEK.
c. Pengurus PPEK .
d.Tokoh Masyarakat dan masyarakat Desa Janggan.