• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum pada ibu bersalin diKlinik Bersalin Eka Kecamatan Medan Denai Tahun 2015

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Faktor-faktor yang berhubungan dengan ruptur perineum pada ibu bersalin diKlinik Bersalin Eka Kecamatan Medan Denai Tahun 2015"

Copied!
68
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 5.1 Distribusi Respnden berdasarkan karakteristik di Klinik Bersalin Eka
Tabel 5.2 Distribusi Responden berdasarkan faktor Ibu di Klinik Bersalin Eka
Tabel 5.3 Distribusi frekuensi responden berdasarkan Berat badan bayi di Klinik

Referensi

Dokumen terkait

berarti bahwa proporsi responden yang tidak patuh minum obat filariasis dengan tidak terpapar informasi program dan manfaat pengobatan filariasis oleh

Berdasarkan hasil analisis bahwa sebagian besar ibu bersalin yang melahirkan dengan berat bayi cukup dan berat bayi lebih yang mengalami ruptur perineum spontan

Saat melakukan penanganan bayi baru lahir pastikan melakukan tindakan pencegahan infeksi dengan cara mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan penanganan pada bayi baru

IUD pasca plasenta aman dan efektif, tetapi tingkat ekspulsinya lebih tinggi dibandingkan ekspulsi ≥4 minggu pasca persalinan. Eskpulsi dapat diturunkan dengan cara

Hal ini terjadi karena semakin besar bayi yang dilahirkan akan meningkatkan resiko terjadinya ruptur perineum dikarenakan berat badan lahir yang besar berhubungan

Hubungan Paritas Ibu Dengan Kejadian Ruptur perineum Pada Ibu Bersalin : Penelitian ini menunjukkan bahwa dari hasil penelitian hubungan paritas ibu dan berat badan bayi lahir dengan

Dengan demikian hipotesis yang menyatakan ada hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian ruptur perineum terbukti secara statistik.Hasil analisa diperoleh nilai OR= 11,2 artinya

Faktor resiko yang berhubungan dengan terjadinya rupture perineum pada ibu bersalin Tabel 5 di atas mendapatkan bahwa sebagian besar responden dengan berat badan bayi lahir dengan